• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR BIOKIMIA TANAMAN PENGENALA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN AKHIR BIOKIMIA TANAMAN PENGENALA"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

BIOKIMIA TANAMAN

PENGENALAN ALAT-ALAT DASAR, KARBOHIDRAT DAN

PROTEIN

DISUSUN OLEH :

NAMA : NUR CAHYA WATI LAILIA

NIM : C1011161031

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK

(2)

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, karunia dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan akhir praktikum biokimia tanaman ini dengan baik.

Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah sebagai salah satu metode pembelajaran bagi Mahasiswa/i Universitas Tanjungpura dalam memenuhi tugas (Mata Kuliah Praktikum Biokimia Tanaman).

Saya menyadari atas kekurangan kemampuan saya dalam pembuatan laporan ini, sehingga akan menjadi suatu kehormatan besar bagi saya apabila mendapatkan kritikan dan saran yang membangun agar laporan ini akan lebih baik lagi untuk tugas membuat laporan berikutnya.Demikian akhir kata dari saya, semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak dan sebagai media pembelajaran.

Pontianak, 4 April 2017

(3)

DAFTAR ISI

BAB III METODE KERJA PRAKTIKUM A. Acara 2 (Karbohidrat)...7

B. Acara 3 Protein (Uji Biuret )... ...7

C. Acara 3 Protein ( Uji Ninhidrin )...8

BAB IV HASIL PRAKTIKUM A. Tabel 1. Hasil Praktium Pengenalan Alat Dasar...9

B. Tabel 2. Hasil Perubahan Reaksi Pada Uji Benedict Dengan Lama Pemanasan 3 Menit...14

C. Tabel 3. Hasil Perubahan Reaksi Pada Uji Biuret...15

D. Tabel 4.Hasil Perubahan Reaksi Pada Uji Ninhidrin...15

BAB V PEMBAHASAN...16

BAB VI PENUTUP A.Kesimpulan...18

DAFTAR PUSTAKA...19

(4)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Hasil Praktium Pengenalan Alat Dasar

Tabel 2. Hasil Perubahan Reaksi pada Uji Benedict dengan lama pemanasan 3 menit

Tabel 3. Hasil Perubahan Reaksi pada Uji Biuret

(5)

DAFTAR LAMPIRAN

A.Laporan Sementara Acara 1 Pengenalan Alat

B. Laporan Sementara Acara 2 Karbohidrat

C. Laporan Sementara Acara 3 Protein (Uji Biuret)

(6)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen dan oksigen. Bentuk molekul

karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Terdapat tiga golongan utama karbohidrat yaitu monosakarida, oligosakarida dan

polisakarida. Monosakarida atau gula sederhana, terdiri dari hanya satu unit polihidroksi aldehida atau keton. Oligosakarida terdiri dari rantai pendek unit monosakarida yang digabungkan bersama-sama oleh ikatan kovalen. Polisakarida terdiri dari rantai panjang yang mempunyai ratusan atau ribuan unit monosakarida (Umar, 2008). Oleh karena itu, perlu dilakukan praktikum ini untuk

mengidentifikasi sifat-sifat umum berbagai jenis karbohidrat berdasarkan

terbentuknya furfural, berdasarkan sifat pereduksinya dan mengidentifikasi jenis polisakarida berdasarkan perubahan warna lodin yang terikat pada molekul polisakarida sebelum dan setelah terhidrolisis.

Protein merupakan komponen utama semua sel mahluk hidup. Protein berfungsi sebagai pembentuk struktur sel yang menghasilkan hormon, enzim, dan lain-lain. Ditinjau dari segi kimia, protein merupakan suatu senyawa polimer dari asam amino dengan berat molekul tinggi (104 sampai 106). Asam amino

merupakan senyawa yang memiliki gugus fungsi amino (- NH2) dan asam

(7)

diidentifikasi. Kromatografi digunakan untuk memisahkansubstansi campuran menjadi komponen-komponennya.Selain teknik ini, ada berbagaicara dalam pengujian terhadap protein yaitu dengan reaksi uji asam amino dan reaksi ujiprotein. Reaksi uji asam amino sendiri terdiri dari 6 macam uji yaitu: uji millon, ujihopkins cole, uji belerang, uji xantroproteat, dan uji biuret. Sedangkan untuk uji protein,berdasarkan pada pengendapan oleh garam, pengendapan oleh logam dan alkohol. Sertauji koagulasi dan denaturasi protein. Pada uji asam amino terdapat uji bersifat umum danuji berdasakan jenis asam aminonya. Seperti halnya uji millon bersifat spesifik terhadaptirosin, uji Hopkins cole terhadap triptofan, uji belerang terhadap sistein, uji biuret

B. Tujuan Praktikum

- Mahasiswa mengetahui jenis, fungsi dan cara penggunaan alat-alat dasar yang digunakan pada saat praktikum

- Mahasiswa dapat melakukan percobaan uji keberadaan karbohidrat secara kualitatif serta mengetahui jenis karbohidrat yang terdapat dalam beberapa bahan sampel yang digunakan

- Mahasiswa dapat mengamati identitas warna yang terbentuk pada uji biuret dan uji ninhidrin

(8)

BAB II

A. Tinjauan Pustaka

1.)Pegertian Karbohidrat

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang banyak dijumpai dialam, terutama sebagai penyusun tumbuh-tumbuhan, nama lain karbohidrat adalah sakarida (Saccharum = gula). Senyawa karbohidrat adalah polihidroksi aldehida atau polihidroksi keton yang mengandung unsure unsure karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O), dengan rumus empiris total (CH₂O). karbohidrat paling sederhana adalah monosakarida diantaranya glukosa yang mempunyai rumus molekul C₆H₁₂O₆. (Fessenden & Fessenden 1986)

Karbohidrat yang dihasilkan merupakan cadangan makanan yang

disimpan dalam akar, batang, dan biji sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam tubuh manusia dan hewan dibentuk dari beberapa asam amino, gliserol lemak dan sebagian besar diperoleh dari makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, karbohidrat dalam sel tubuh disimpan didalam hati dan jaringan otot dalam bentuk glikogen. (pine 1988). jenis-jenis karbohidrat sederhana:

1. Monosakarida

Monosakarida biasa dikenal dengan heksosa, karena terdiri atas 6 cincin karbon.Ada tiga jenis heksosa yang dikenal dalam ilmu gizi, yaitu glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Ketiganya memiliki jenis dan jumlah atom yang sama. Perbedaannya adalah terletak pada cara penyusunan atomnya. Perbedaan inilah yang menyebabkan adanya perbedaan dalam tingkat kemanisan dan daya larutnya.

2. Disakarida

Dalam disakarida dikenal ada empat jenis, yaitu sukrosa atau sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehalosa. Senyawanya tebentuk dari 2 molekul monosakarida yang sejenis atau tidak. Disakarida dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.

3. Oligosakarida

Senyawa yang terdiri dari gaungan molekul-molekul monosakarida yang banyak. Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum

Ada beberapa metode uji kualitatif kerbohidat, yaitu: 1. Uji molisch

(9)

Australia. Uji ini didasari oleh reaksi dehidrasi karbohidrat oleh asam sulfat membentuk cincin furfural yang berwarna ungu. Reaksi positif ditandai dengan munculnya cincin ungu di purmukaan antara lapisan asam dan lapisan sampel. H2SO4 pekat (dapat digantikan asam kuat lainnya) berfungsi untuk

menghidrolisis ikatan pada sakarida untuk menghasilkan furfural. Furfural ini kemudian bereaksi dengan reagent Molisch, α-naphthol membentuk cincin yang berwarna ungu. Sampel yang diuji dicampur dengan reagent Molisch, yaitu α-naphthol yang terlarut dalam etanol. Setelah pencampuran atau homogenisasi, H2SO4 pekat perlahan-lahan dituangkan melalui dinding tabung reaksi agar tidak

sampai bercampur dengan larutan atau hanya membentuk lapisan. 2. Uji benedict

Adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi. Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa dan maltosa. Karateristiknya tidak bisa larut atau bereaksi secara langsung dengan Benedict, Dengan prinsip berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ yang mengendap sebagai Cu

2O berwarna merah bata. Untuk

menghindari pengendapan cuco3 pada larutan natrium karbonat (reagen Benedict), maka ditambahkan asam sitrat. Larutan tembaga alkalis dapat direduksi oleh karbohidrat yang mempunyai gugus aldehid atau monoketon bebas, sehingga sukrosa yang tidak mengandung aldehid atau keton bebas tidak dapat mereduksi larutan Benedict.

3. Uji Barford

Adalah uji untuk membedakan monosakarida dan disakarida dengan mengontrol kondisi pH serta waktu pemanasan. Prinsipnya berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+. Reagen Barfoed mengandung senyawa tembaga asetat.

4. Uji Seliwanoff

Adalah sebuah uji kimia yang membedakan gula aldosa danketosa. Ketosa dibedakan dari aldosa via gugus fungsi keton atau aldehida gula tersebut. Jika gula tersebut mempunyai gugus keton, ia adalah ketosa. Sebaliknya jika ia mengandung gugus aldehida, ia adalah aldosa. Uji ini didasarkan pada fakta bahwa ketika dipanaskan, ketosa lebih cepat terdehidrasi daripada aldosa. Reagen uji Seliwanoff ini terdiri dari resorsinol dan asam klorida pekat. Asam reagen ini menghidrolisis polisakarida dan oligosakarida menjadi gula sederhana. Ketosa yang terhidrasi kemudian bereaksi dengan resorsinol, menghasilkan zat berwarna merah tua. Aldosa dapat sedikit bereaksi dan menghasilkan zat berwarna merah muda. Fruktosa dan sukrosa merupakan dua jenis gula yang memberikan uji positif. Sukrosa menghasilkan uji positif karena ia adalah disakarida yang terdiri dari furktosa dan glukosa.

(10)

Pati dan iodium membentuk ikatan kompleks berwarna biru. Pati dalam suasana asam bila dipanaskan dapat terhidrolisis menjadi senyawa yang lebih sederhana, hasilnya diuji dengan iodium yang akan memberikan warna biru sampai tidak berwarna dan hasil akhir ditegaskan dengan uji Benedict.

2.) Pengertian Protein

Protein merupakan polimer dari asam amino. Asam amino membentuk polimer rantai lurus dengan ikatan peptida, sehingga polimer ini disebut denganpeptid atau polipeptida. Polipeptida mengalami pelipatan karean reaksi gugus fungsi dan sisi reaktif molekul penyuunnya, sehingga tebentuklah molekul besar polipeptida yang dinaman protein. Protein secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu protein sederhana yang hanya tersusun oleh asam amino dan protein konjugasi yang tersusu tidak hanya oleh asam amino namun juga bahan lain seperti karbohidrat (glikoprotein), asam nukleat (nukleoprotein), lipid (lipoprotein), logam (metaloprotein) dan fosfat (fosfoprotein) (Handito, dkk, 2014).

Protein berfungsi sebagai katalisator, sebagai pengangkut dan penyimpan molekul lain seperti okseigen, mendukung secaramekanis sstem kekbalan (imunitas) tubuh, menghasilka pergerakkan tubuh, sebagai transmitor gerak syaraf dan mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan. Analisa diameter protein menghasilkan unsur-unsur C, H, N dan O dan sering juga S. Disamping itu beberapa protein juga mengandung unsur-unsur lain terutama P, Fe, Zi dan Cu (Katili, 2009).

Protein merupakan komponen itama dalam semua hal hidup, baik tumbuhan maupun hewan. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesa setelah air. Kira-kira dari 50% berat yang terdidi atas unsur-unsur karbon (50-55%), hidrogen (± 7%), oksigen (± 13%) dan fosfor (P) dalam jumlah sedikit (1-2%). Ada beberapa protein lainnya yang mengandung unsur logam seperti tembaga dan besi (Sirajuddin, 2012).

Metode pengujian kualitatif protein 1. Uji Ninhidrin

(11)

terhirup. Biuret adalah reagen yang digunakan untuk mendeteksi adanya ikatan peptida. Dalam uji biuret ini terdapat 2 reagen, yakni CuSO4 dan NaOH.

Reagen-reagen ini dapat berbahaya jika tertelan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan iritasi saluran pernafasan dengan luka bakar, menyebabkan iritasi mata dan kulit dan luka bakar, higroskopis, mutagen dan kemungkinan sensitizer. 2. Uji Biuret

(12)

BAB II

a. Didihkan air dalam gelas piala.

b. Masukkan masing-masing 20 tetes reagent benedict ke dalam tabung reaksi.

c. Tambahkan 20 tetes larutan karbohidrat ( glukosa, fruktosa, maltosa, pati,sukrosa ) pada masing-masing tabung.

d. Homogenkan larutan dengan cara dikocok, kemudian mesukkan tabung-tabung tersebut ke dalam air yang telah mendidih selama 3 menit.

e. Setelah 3menit angkat sampel dan amati perubahan warna yang terjadi

B. Acara 3 Protein ( Uji Biuret ) 1. Alat dan bahan

- Tabung reaksi dan rak - Pipet tetes

- Putih telur dan kuning telur - Air bersih

- Pereaksi biuret.

2. Cara kerja

(13)

c. kocok dan diamkan selama 10 menit pada suhu kamar

d. Akan terjadi warna ungu atau merah bila positif. Warna biru berarti negatif

C. Acara 3 ( Uji Ninhidrin ) 1. Alat dan bahan

- Tabung reaksi dan rak - Pipet tetes

- Putih telur dan kuning telur - Air bersih

- Pereaksi biuret.

2. Cara kerja

a. Teteskan 2 ml larutan protein kedalam tabung reaksi b. Tambahkan 10 tetes pereaksi ninhidrin pada setiap tabung

c. Masukkan tabung reaksi kedalam air panas yang telah mendididh, tunggu hingga 3 menit.

(14)

BAB IV

Tabel 1. Hasil Praktium Pengenalan Alat Dasar

N O

NAMA ALAT GAMBAR FUNGSI

1 Tabung reaksi

Untuk mereaksikan

zat-zat kimia dalam jumlah sedikit

2 Penjepit tabung reaksi

Untu memegang tabung reaksi pada dan selama

(15)

3 Batang pengaduk

Untuk mengaduk suatu campuran atau larutan

zat-zat kimia

4 Corong

Untuk memudahkan atau

menolong pada waktu memasukkan cairan ke dalam suatu tempat yang

sempit mulutnya

5 Pipet tetes

Untuk memindahkan sedikit zat cair atau larutan yang tidak memerlukan

(16)

6 Gelas piala

Untuk mengambil atau menyimpan

sementara seta memindahkan

larutan

7 Labu

erlenmeyer

Sebagai wadah zat yang dititrasi

8 Gelas/ kaca arloji

Untuk menimbang zat yang berbentuk

kristal

9 Gelas ukur

Untuk mengukur larutan atau pelarut yang

(17)

10 Labu ukur Untuk membuatlarutan dengan volume yang tepat

11 Buret Untuk melakukantitrasi

12 Standar buret penyangga buretSebagai

13 Klem buret

Untuk memegang buret bersama

(18)

14 Botol semprot

Sebagai wadah cairan yang digunakan untuk membilas alat-alat

gelas

15 Cawan porselin

Sebagai tempat pemanasan zat pada suhu tinggi

16 Piring tetes

Untuk reaksi identifikasi zat

(19)
(20)

21 Thermometer Untuk mengukursuhu pada suatu zat

Tabel 2. Hasil Perubahan Reaksi pada Uji Benedict dengan lama pemanasan 3 menit

N

O Sampel

Perubahan Warna Positi /

negatif Warna awal 3 menit pemanasan

1 Fruktosa Biru Merah kecoklatan

2 Sukrosa Biru Merah bata pekat

3 Pati Biru keruh Biru keruh

4 Maltosa Biru Merah bata tidak pekat 5 Glukosa Biru Merah bata tidak pekat

Tabel 3. Hasil Perubahan Reaksi pada Uji Biuret

N

O Sampel

Uji Biuret Positif/

negati Warna awal Warna setelah reaksi

1 Kuning telur Kuning pekat Kuning keruh +

2 Putih telur Putih keruh Ungu +

3 Aquades Bening Bening

(21)

N

O Sampel

Uji Ninhidrin Positif/

negati Warna awal Warna setelah reaksi

1 Kuning telur Kuning muda Putih violet +

2 Putih telur Bening Kompleks +

3 Aquades Bening Bening

-BAB V

A. Pembahasan

Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa larutan fruktosa dan sukrosa menghasilkan warna larutan yang spesifik yakni warna merah bata. Hal ini menunjukkan bahwa larutan fruktosa dan sukrosa mengalami oksidasi dan mampu mereduksi senyawa yaitu melepaskan O2 sehingga terbentuk

tembaga oksida (Cu2O). Aquades, glukosa dan pati tidak menunjukan warna

(22)

dengan pendapat Sumarjo (2006) yang menyebutkan bahwa Uji Benedict berdasarkan pada gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai

Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Gula pereduksi merupakan gula yang

memiliki gugus alkalis atau keton bebas atau terdapat gugus –OH glikosidis pada strukturnya

Berdasarkan hasil praktikum pada uji biuret, awalnya larutan putih telur berwarna putih bening, kemudian ketika ditambahkan dengan NaOH 1 ml, larutan tidak berubah warna putih bening, setelah itu ketika ditambahkan dengan 2 tetes CuSO4, larutan berubah menjadi berwarna ungu pada bagian atasnya. Dalam hal

ini terbentuknya warna ungu menunjukkan bahwa pada larutan putih telur tersebut mengandung protein. Hal ini sesuai dengan perdapat Ariwulan (2011) yang menyebutkan ada beberapa reaksi khas dari protein yang menunjukkan efek/tanda terjadinya reaksi kimia, yang berbeda-beda antara pereaksi yang satu dengan pereaksi yang lainnya. Semisal reaksi uji protein (albumin) dengan Biuret test yang menunjukkan perubahan warna, belum tentu sama dengan pereaksi uji lainnya.

Berdasarkan hasil praktikum pada uji ninhidrin, kuning telur dan putih telur positif mengandung protein karena membentuk komplek berwarna hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwaUji Ninhidrin terjadi apabila

ninhidrin dipanaskan bersama asam amino maka akan terbentuk kompleks berwarna. Asam amino dapat ditentukan secara kuntitatif dengan jalan menggunakan intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi asam amino tersebut. Pada reaksi ini dilepaskan CO2 dan NH4 sehingga asam

amino dapat ditentukan secara kuantitatif dengan mengukur jumlah CO2 dan

NH3 yang dilepaskan. Prolin dan hidroksi prolin menghasilkan warna kompleks

(23)

diberikan pada asam amino yang mengandung asam α-amino dan peptida yang memiliki gugus α-amino yang bebas.

BAB VI

A. Kesimpulan

1. Karbohidrat adalah polisakarida aldehid atau polisakarida keton, atau senyawa hasil hidrolisis dari keduanya.

2. Fruktosa dan sukrosa mengalami oksidasi dan mampu mereduksi senyawa yaitu melepas O2 sehingga terbentuk tembaga oksida (Cu2O) berwarna

(24)

3. Protein adalam sumber asam amino yang mengandung unsur C, H, O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak dan karbohidrat.

4. Dalam hal ini terbentuknya warna ungu menunjukkan bahwa pada larutan yang diujikan tersebut mengandung protein.

DAFTAR PUSTAKA

Poedjiaji Anna, 1996, Dasar-dasar Biokimia, UI-Press: Jakarta. Sinaga E. 2012. Biokimia Dasar. Jakarta: PT.ISFI Penerbitan.

Winarno F.G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Bogor : M-BRIO PRESS. Girindra, A. 1986. BIOKIMIA I. Gramedia. Jakarta

(25)

Gambar

GAMBARFUNGSI
Tabel 2. Hasil Perubahan Reaksi pada Uji Benedict dengan lama pemanasan              3 menit

Referensi

Dokumen terkait

Klasifikasi senyawa organik pada umumnya didasarkan atas ikatan kovalen yang terdapat diantara atom karbon, keistimewaan dalam struktur molekul dan radikal atau gugus fungsi

Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas pakan adalah uji fisik, kimia, maupun uji mikroskopis. Secara umum sifat fisik bahan tergantung dari jenis dan ukuran partikel

Prinsip kerja dari uji benedict semi kuantitatif ini adalah pereaksi benedict yang mengandung kuprisulfat dalam suasana basa akan tereduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehid

 Penggelembungan Dengan NaOH dan Pewarnaan Dengan Congo Red Untuk membedakan kerusakan serat kapas karena zat kimia dengan kerusakan karena mekanika.  Uji Horrison, Uji Perak

Uji biuret ini untuk membuktikan bahwa komponen utama penyusun enzim saliva adalah protein, dan terbukti pada percobaan ini didapat hasil positif yang ditandai dengan timbulnya

Pada tahap ini, tidak dilakukan uji pada sampel akan tetapi peneliti melakukan uji FTIR untuk melihat hasil gugus fungsi dan senyawa kimia, melakukan uji fitokimia untuk

Indikan dalam urin ditetapkan dengan uji obermeyer dimana gugus indoksil dari indikan oleh pereaksi obermeyer yang mengandung FeCl3 dalam HCl pekat akan membentuk

Uji Pengguna Uji pengguna dilakukan dengan Skala Likert yang sudah ditentukan bobot penilaian sebelumnya seperti pada Tabel 4.1 Tabel 4.1 Bobot Penilaian Uji Fungsi Pilihan Bobot