i
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERPENINGKATAN KREATIFITAS BANGSA
MELALUI MIPA DAN PEMBELAJAAN MIPA
31 MARET 2013
Editor:
Prof. Dr. Sutarto, M.Pd
Prof. Dr. H. Joko Waluyo, M.Si
Prof. Dr. Sunardi, M.Pd
Dr. Sudarti, M.Kes
Dr. Suratno, M.Si
Drs. Dafik, M.Sc., Ph.D
Drs. Nuriman, Ph.D
Cover & Layout:
Mochammad Iqbal
Pramudya Dwi Aristya Putra
Diterbitkan oleh:
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Jember
ISBN: 978-602-17886-0-8
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini ke dalam bentuk apapun, secara elektronis maupun mekanis, termasuk fotokopi merekam,
atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa ijin tertulis dari penerbit. Undang-undang Nomor 19 Tahun 2000 tentang Hak Cipta, Bab XII
ii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERKATA PENGANTAR
Dalam era global, ilmu pengetahuan dan teknologi utamanya bidang Matematika
dan Sains sangat dibutuhkan oleh umat manusia. Melalui Matematika dan Sains
manusia dapat menjawab berbagai tantangan kehidupan diberbagai bidang, serta dengan
membuat manusia lebih bermartabat dan memiliki daya saing. Dalam bidang
pendidikan dan non pendidikan, pendidik hendaknya tidak hanya mengungkap sejumlah
fakta
–
fakta yang terjadi di alam, tetapi diupayakan memberikan makna bagi umat
manusia, agar menjadi manusia seutuhnya, diterapkan dalam kehidupannya, sehingga
memberikan arti, makna dan manfaat bagi kelangsungan hidup umat manusia. Pada
kesempatan ini, kami Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, mengadakan
Seminar
Nasional 2013
dengan tema “
Peningkatan Kreatifitas Pembelajaran Inovatif Untuk
Mempersiapkan Kurikulum 2013
”.
Sesuai tema maka Seminar Nasional 2013 ditujukan kepada para pendidik
(dosen maupun guru), pelajar (mahasiswa) dan praktisi pendidikan sebagai pemegang
peranan penting dalam mengoptimalkan pembelajaran untuk memberdayakan manusia,
manusia yang mampu menerapkan sains dan teknologi dalam kehidupannnya. Semoga
semua ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata, kami segenap panitia Seminar Nasional 2013 mengucapkan
terimakasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Lilik, Bapak Muslimin, dan
Bapak Sunardi selaku pembicara utama, seluruh peserta dan pemakalah, dan semua
pihak yang membantu terselenggara kegiatan Seminar ini. Permohonan maaf kepada
semua pihak, jika dalam penyelenggaraan kegiatan ini terdapat kekurangan dan
kekeliruan baik yang kami sengaja maupun tidak sengaja.
Jember, 31 Maret 2013
iii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERSUSUNAN PANITIA
SEMINAR NASIONAL FKIP JURUSAN MIPA 2013
Penasehat
: Drs. Moch. Hasan, M.Sc, Ph.D
(Rektor Universitas Jember)
Penanggung Jawab
: Prof. Dr. Sunardi, M.Pd
(Dekan FKIP Universitas Jember)
Ketua Umum
: Dra. Sri Astutik, M.Si
Sekretaris Umum
: Susi Setiawani, S.Si, M.Sc
Sekretaris I
: Ervin Oktavianingtyas, S.Pd. M.Pd
Bendahara Umum
: Sulifah Aprilya, S.Pd, M.Pd
Bendahara I
: Arika Indah Kristiana, S.Si, M.Pd
Koordinator Sie
:
1.
Sie Perlengkapan : Drs. Subiki, M.Kes
: Drs. Dafik, M.Sc, Ph.D
2.
Sie Acara
: Drs. Albertus Djoko Lesmono, M.Si
: Sri Wahyuni, S.Pd, M.Pd
3.
Sie Administrasi : Arif Fatahillah, S.Pd, M.Si
: Dr. Susanto, M.Pd
4.
Sie Humas
: Dr. Suratno, M.Si
: Drs. Slamet Hariyadi, M.Si
Konsumsi
: Dr. Iis Nur Asyiah, S.P, M.P
: Dian Kurniati, S.Pd, M.Pd
Kesekretariatan
: Rif’ati Dina Handayani, S.Pd, M.Si
: Nurcholif Diah Sri Lestari, S.Pd. M.Pd
: Abi Suwito, S.Pd, M. Pd
: Bevo Wahono, S.Pd, M.Pd
: M. Iqbal, S.Pd, M.Pd
: Pramudya Dwi A P, S. Pd, M.Pd
: Rayendra Wahyu B, S. Pd, M.Pd
Dokumentasi
: Tamyiz
iv
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERDAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Kata Pengantar ... ii
Susunan Panitia ... iii
Daftar Isi ... vi
Ketentuan Sidang Paralel ... viii
Jadwal Seminar ... ix
Jadwal Sidang Paralel ... x
Makalah Utama
Prof. Ir. Liliek Hendrajaya, M.Si., Ph.D. ... 1
Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd. ... 25
Prof. Dr. Sunardi, M.Pd. ... 33
Makalah ... 46
Makalah Pendidikan Matematika
Profil Komunikasi Mahasiswa Calon Guru Matematika Ditinjau Dari Kecerdasan
Majemuk
(Rachmaniah Mirza)
... 46
Penggunaan Aplikasi
Geogebra
Sebagai Media Pembelajaran Dalam Upaya
Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas X7 SMAN 1 Bangorejo
Pada Materi Fungsi Kuadrat (
Minarto,S.Pd.,MT)
... 54
Jenis temuan yang perlu perbaikan pada naskah log book program hasil observasi
mandiri dalam mata kuliah struktur dan perkembangan tanaman (spt) I(
Agus Muji
Santoso)
... 61
Implementasi Pemberian Penguatan Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Head Together
(Nht) Pada Sub Pokok Bahasan Operasi Hitung Untuk
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Bentuk Aljabar Di Kelas VIIB
Smp Negeri 4 Jember Tahun Ajaran 2012/2013 (
Ninik Dwi Nur)
... 71
Pembelajaran
Quick On The Draw
Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan
Mahasiswa Menyelesaikan Soal Pada Mata Kuliah Advanced Real Analysis Di
Program Studi Matematika Fkip Universitas Jember Semester Genap 2011-2012
(
Dinawati Trapsilasiwi)
... 81
v
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERAktivitas Mahasiswa Melalui Model Pembelajaran Standar NCTM Dengan
Pendekatan
Lesson Study
Pada Mata Kuliah Statistika Matematika I (
Arika Indah
Kristiana)
... 98
Pemodelan Dan Penyelesaian Numerik Dari Permasalahan Arus Listrik Selama
Proses Korosi Besi Berlangsung Yang Didasarkan Pada Sifat Kimia Larutan (
Arif
Fatahillah
) ... 106
Makalah Pendidikan Biologi
Pengaruh Model Pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat Terhadap Kemampuan
Berpikir Kritis Dan Keterampilan Proses Sains Biologi Siswa SMA (
Nurchayati
Nunuk)
... 113
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PBL) pada Mata
Pelajaran Biologi untuk Memberdayakan Sikap Siswa SMA terhadap Lingkungan
Hidup (
Dwi Candra Setiawan)
... 124
Peningkatan Kemampuan Pedagogik Guru Dan Hasil Belajar Siswa Melalui
Implementasi Praktik Pengalaman Lapangan (Ppl) Berbasis Lesson Study
(
Pristiana Aprilia Fiska Hutami
) ... 131
Peningkatan Kecakapan Berpikir Melalui Implementasi Problem Based Learning
Pada Pembelajaran IPA (
Agustiningsih, S.Pd, M.Pd)
... 139
Study Of Effects Young Coconut (
Cocos Nucifera
) Water On Concentration,
Morphology And Viability Of Spermatozoa Of Mice (
Mus Musculus
) Strain Balb C
That Exposed
Allethrin
(
Erik Perdana Putra)
... 148
Karbon Tersimpan Pohon dan Diversitas Arthropoda Sebagai Indikator Kualitas
Ekosistem Di Tiga Tipe Hutan Ranu Regulo, Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru (
J. R. Hariyat
i)... 160
Aktivitas Getah Jarak Pagar (
Jatropha Curcas
) Terhadap Jumlah Fibroblas,
Neokapilerisasi Dan Re-Epitelisasi Pada Proses Penyembuhan Luka Mencit(
Mus
Musculus
) Galur Balb C (
Bevo Wahono)
... 173
Mengenal Trichomonas Vaginalis Dan Hubungannya Dengan Kaum Pria (
Dwi
Wahyuni
) ... 184
Pengaruh Ekstrak Kasar Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus) terhadap Proses
Pembelahan Sel Spermatosit Primer Belalang sebagai BahanAjarMatakuliah
Biologi Sel (
Kamalia Fikri)
... 194
vi
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERStudi Pendahuluan Penelusuran program perkuliahan penelitian laboratorium (PL)
Mahasiswa calon guru kimia Universitas Cenderawasih Papua dalam merancang
rekonstruksi didaktis PL yang berbasis
problem solving
–
decision making
untuk
meningkatkan keterampilan berpikir penelitian (
Florida Doloksaribu)
... 203
Inferensi Induktif Siswa SMP Pada Pembelajaran Larutan Asam, Basa dan Garam
(
Darminto)
... 211
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII SMP N 1 Selorejo Pada Materi
Koloid (
Mujakir)
... 222
Makalah Pendidikan Fisika dan Fisika
Pembelajaran Fisika Dengan Model Guided Discovery (GD) Dan Problem Based
Instruction (PBI) Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Abstrak Dan Motivasi
Berprestasi Siswa (
Pramudya Dwi Aritya Putra)
... 230
Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Mengajarkan Keterampilan Berpikir Kritis
di SMAN Ngoro Jombang (
M. Toyep)
... 242
Simulasi Penentuan Daya RF Optimum dalam Proses Fabrikasi Sel Surya Berbasis
Silikon Amorf Terhidrogenasi (
Endhah Purwandari)
... 251
Implementasi LKS Berpikir Kritis Dalam Proses Pembelajaran Fisika Pada Siswa
Smp Negeri 1 Selorejo Kabupaten Blitar (
Nasrun Balulu
) ... 256
Kemampuan Peserta Didik Berpikir Kritis Inferensi Dan Analisis Pada Gerak
Lurus Beraturan Dengan Berbantuam Program Software Chart (
Giyono
) ... 263
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Prestasi Belajar Fisika
Ditinjau Dari Kemampuan Penalaran Ilmiah Siswa Sman 5 Malang
Rayendra
Wahyu Bachtiar
... 271
Lesson Study
Untuk Meningkatkan Proses Pembelajaran Teknik Laboratorium
1(
Rif’ati Dina Handayni)
... 282
Efektivitas Pembelajaran IPA Menggunakan Laboratorium Alam Berbasis
Green
Economy
Sebagai Upaya Menumbuhkan Jiwa Kepedulian Alam (
Hendrawan
Wahyu Putra)
... 288
Pengembangan Bahan Ajar Fisika Sekolah Melalui Pembelajaran Fisika Tanpa
Rumus (
Trapsilo Prihandono
) ... 295
Injeksi Spin Pada Divais Spintronika Berstruktur TIO
2:CO/TIO
2/TIO
2:
CO (Edy
vii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERPengembangan E-Portfolio Assessment Pada Mata Kuliah Elektronika Dasar 1
Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Calon Guru (
Sri
Wahyuni)
... 328
Analisis Miskonsepsi Topik Tekanan Pada Siswa SMA dan Mahasiswa Pendidikan
Fisika (
Binar Kurnia Prahani)
... 335
Miskonsepsi dan kemampuan berpikir kreatif siswa Dalam pembelajaran Fisika
(Sri Handono Budi Prastowo)
... 344
Makalah Pendidikan IPA
Kemampuan siswa menyusun inferensi dalam pembelajaran IPA beroreantasi pada
kleterampilan abad 21 (
Supeno dan Muhamad Nur)
... 358
Studi Awal Tentang Penyiapan Pedagogical Content Knowledge (PCK) Mahasiswa
Calon Guru (
Anatasija Limba)
... 367
Penerapan Karaketeristik Perangkat Pembelajaran Guru SMA ditinjau dari
Persfektif Keterampilan Berpikir Kritis
Khaeruddin
... 371
Efektifitas Model Pembelajaran Mentari-Inovatif Pada Mata Pelajaran Ujian
Nasional Siswa Sma Di Wilayah Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Dan
viii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERKETENTUAN SIDANG PANEL
1.
Dalam satu ruang sidang terdiri dari (5
–
10) pemakalah.
2.
Waktu yang disediakan untuk sidang panel adalah jam 14.00 sampai dengan jam
16.00.
3.
Dalam tiap sesi tiga pemakalah mempresentasikan makalah dengan jatah waktu
presentasi tidak lebih dari 10 menit, kemudian diikuti Tanya jawab dari peserta
seminar.
4.
Waktu Tanya jawab disediakan waktu 10 menit.
5.
Waktu antara pergantian tiap session dan hal-hal lain yang tidak terduga, seperti
teknis persiapan presentasi menggunakan media diberikan toleransi 5 menit.
6.
Moderator dan notulen agar bersikap tegas terhadap pengelolaan waktu yang
didukung oleh semua peserta seminar.
7.
Apabila terjadi pembengkakan waktu oleh satu pemakalah akan menunggu waktu
sesion berikutnya.
8.
Selama siding panel berlangsung, semua pemakalah dan peserta gara menonaktifkan
handphone
atau diset
silent
.
9.
Tidak ada waktu istirahat untuk makan/minum
snack
, untuk itu makan atau minum
diperbolehkan dibawa masuk ke dalam ruangan sidang.
10.
Para pemakalah dan peserta tidak diperkenankan keluar masuk ruangan agar tidak
mengganggu jalannya siding kecuali ada kepentingan darurat.
11.
Semua pemakalah dan peserta seminar wajib mengisi daftar hadir yang telah
disediakan pada tiap sesion.
x
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERJADWAL SIDANG PARALEL
No
Pemateri
Judul
Waktu dan
Tempat
1
Arif Fatahillah
Pemodelan Dan Penyelesaian Numerik
Dari Permasalahan Arus Listrik Selama
2
Rachmaniah Mirza
Profil Komunikasi Mahasiswa Calon
Guru Matematika Ditinjau Dari
Kecerdasan Majemuk
3
Minarto,S.Pd.,MT
Penggunaan Aplikasi
Geogebra
Sebagai
Media Pembelajaran Dalam Upaya
Meningkatkan Prestasi Belajar
Matematika Siswa Kelas X7 SMAN 1
Bangorejo Pada Materi Fungsi Kuadrat
4
Agus Muji Santoso
Jenis Temuan yang Perlu Perbaikan pada
Naskah
log book
Program Hasil
Observasi Mandiri dalam Mata Kuliah
Struktur dan Perkembangan Tanaman
(spt) I
5
Ninik Dwi Nur
Implementasi Pemberian Penguatan
dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Head Together
(NHT) Pada
Sub Pokok Bahasan Operasi Hitung
Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil
Belajar Siswa Bentuk Aljabar di Kelas
VII b SMP Negeri 4 Jember Tahun
Ajaran 2012/2013
6
Dinawati Trapsilasiwi Pembelajaran
Quick On The Draw
sebagai Upaya Meningkatkan
Kemampuan Mahasiswa Menyelesaikan
Soal pada Mata Kuliah
Advanced Real
Analysis
di Program Studi Matematika
FKIP Universitas Jember Semester
Genap 2011-2012
7
Nurchayati Nunuk
Pengaruh Model Pembelajaran Sains
Teknologi Masyarakat terhadap
8
Dwi Candra Setiawan
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran
xi
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERNo
Pemateri
Judul
Waktu dan
Tempat
9
Dwi Wahyuni
Mengenal Trichomonas Vaginalis Dan
Hubungannya Dengan Kaum Pria
12 Erik Perdana Putra
Study of Effects Young Coconut (Cocos
Nucifera) Water on Concentration,
Morphology and Viability of Spermatozoa
of Mice (Mus Musculus) Strain Balb C
That Exposed Allethrin
14.00-16.00
Ruang 3
Gedung 3
FKIP
13 J. R. Hariyati
Karbon Tersimpan Pohon dan Diversitas
Arthropoda Sebagai Indikator Kualitas
Ekosistem Di Tiga Tipe Hutan Ranu
Regulo, Taman Nasional Bromo Tengger
Semeru
14 Bevo Wahono
Aktivitas Getah Jarak Pagar (
Jatropha
Curcas
) terhadap Jumlah Fibroblas,
Neokapilerisasi dan Re-Epitelisasi pada
Proses Penyembuhan Luka Mencit(
Mus
Musculus
) Galur Balb C
15 Kamalia Fikri
Pengaruh Ekstrak Kasar Daun Tapak
Dara (Catharanthus roseus) terhadap
Proses Pembelahan Sel Spermatosit
Primer Belalang sebagai BahanAjar Mata
kuliah Biologi Sel
16 Sudartik
Analisis Faktor Penyebab Timbulnya
Keluhan Kesehatan Masyarakat Di
Sekitar Sutet-500 Kv
17 Florida Doloksaribu
Studi Pendahuluan Penelusuran Program
Perkuliahan Penelitian Laboratorium (PL)
Mahasiswa Calon Guru Kimia Universitas
Cenderawasih Papua dalam Merancang
Rekonstruksi Didaktis PL yang Berbasis
problem solving
–
decision making
untuk
Meningkatkan Keterampilan Berpikir
18 Darminto
Inferensi Induktif Siswa SMP Pada
xii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERNo
Pemateri
Judul
Waktu dan
Tempat
19 Mujakir
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas
VII SMPN 1 Selorejo pada Materi Koloid
20 Susanto
Proses Berpikir Mahasiswa Dalam
Membuktikan Teorema-Teorema tentang
Kekongruenan Segitiga
21 Pramudya Dwi Aritya
Putra
Pembelajaran Fisika dengan Model
Guided Discovery
(GD) dan
Problem
Based Instruction
(PBI) ditinjau dari
Kemampuan Berpikir Abstrak dan
23 Anatasija Limba
Studi Awal tentang Penyiapan
Pedagogical Content Knowledge
(PCK)
24 Endhah Purwandari
Simulasi Penentuan Daya RF Optimum
dalam Proses Fabrikasi Sel Surya
Berbasis Silikon Amorf Terhidrogenasi
25 M. Toyep
Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk
Mengajarkan Keterampilan Berpikir
Kritis di SMAN Ngoro Jombang
26 Sri Astutik
Efektifitas Model Pembelajaran
Mentari-Inovatif Pada Mata Pelajaran Ujian
Nasional Siswa Sma Di Wilayah Kota
Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Dan
Kabupaten Probolingg
27 Khaeruddin
Karaketeristik Perangkat Pembelajaran
Guru SMA ditinjau dari Persfektif
Keterampilan Berpikir Kritis
28 Sri Wahyuni
Pengembangan
E-portfolio Assessment
pada Mata Kuliah Elektronika Dasar 1
untuk Meningkatkan Keterampilan Proses
Sains Mahasiswa Calon
29 Binar Kurnia Prahani
Analisis Miskonsepsi Topik Tekanan
pada Siswa SMA dan Mahasiswa
30 Giyono
Kemampuan Peserta Didik Berpikir Kritis
Inferensi dan Analisis pada Gerak Lurus
Beraturan dengan Berbantuam Program
Software Chart
xiii
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 201334 Arika Indah K
Aktivitas Mahasiswa Melalui Model
Pembelajaran Standar Nctm Dengan
Pendekatan
Lesson Study
Pada Mata
Kuliah Statistika Matematika I
14.00-16.00
Ruang 7
Gedung 3
FKIP
35
Rif’ati Dina Handayni
Lesson Study
Untuk Meningkatkan Proses
Pembelajaran Teknik Laboratorium 1
36 Hendrawan Wahyu
Putra
Efektivitas Pembelajaran IPA
Menggunakan Laboratorium Alam
Berbasis
Green Economy
Sebagai Upaya
Menumbuhkan Jiwa Kepedulian Alam
37 Trapsilo Prihandono
Pengembangan Bahan Ajar Fisika
Sekolah Melalui Pembelajaran Fisika
Tanpa Rumus
38 Edy Supriyanto
Injeksi Spin Pada Divais Spintronika
Berstruktur TIO2:CO/TIO2/TIO2:CO
39 Maryani
Analisis Miskonsepsi Muatan Listrik
1
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERMAKALAH UTAMA
MEMPERBAIKI CARA PEMBELAJARAN AGAR SISWA/MAHASISWA
SEBAGAI GENERASI PENERUSLEBIH BERKUALITAS
25
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERPEMAKALAH KE 2
PERAN PENDIDIK DALAM MENGANTISIPASI ABAD 21 DAN
KURIKULUM 2013
Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd
Universitas Negeri Surabaya
Disampaikan pada Seminar Nasional MIPA dan PMIPA di Universitas Negeri
jember 31 Maret 2012
A.
Pendahuluan
Abad 21 sudah menjelang. Siswa-siswa yang sekarang berumur 0-20 tahun yang
pada saat iniberada di bangku sekolah akan hidup sebagai pemimpin pada masa
tersebut. Kurikulum 2013 dirancang untuk menyiapkan mereka agar bisa berhasil hidup
pada zamannya. Oleh karena itu pendidik sebagai ujung tombak pemberdayaan,
pembentukan dan pembangunan manusia, harus pula melakukan
penyesuaian-penyesuaian sehingga dapat membantu dan memfasilitasi siswa mencapai tujuan
belajarnya. Pertanyaan muncul adalah bagaimana seharusnya peran pendidik agar dapat
melaksanakan tugas dan fungsi seperti yang diinginkan? Sebelum menjawaqb
pertanyaan tersebut beberapa hal sebagai latar belakang perlu ditinjau terlebih dahulu.
26
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERperlu pula tujuan tersebut diimbangi dan dikontrol dengan pembentukan karakter
positif, sikap yang baik, memiliki nilai-nilai; (6) Perkembangan informasi berjalan
dengan luar biasa cepat, sehingga informasi tersedia berlimpah di mana saja, kapan saja.
Situasi seperti ini tidak lagi memungkinkan guru untuk menguasai dan menyampaikan
semua informasi kepada siswa; (7) Komunikasi berlangsung dari mana saja dan kemana
saja. Untuk dapat berhasil hidup diperlukan orang yang mandiri, sekaligus mampu
menjalin kerjasama dengan orang lain. (8) Kerangka ini menunjukkan bahwa
berpengetahuan
[melalui
core
subjects
]
saja
tidak
cukup,
harus
dilengkapi:
berkemampuan kreatif
–
kritis,
berkarakter
kuat [bertanggung jawab,
sosial, toleran, produktif, adaptif. Disamping itu didukung dengan kemampuan
memanfaatkan informasi dan berkomunikasi; (9)
Kurikulum 2013 memberi
penekanan pada pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui
Mengamati (menyimak, melihat, membaca, mendengar), Menanya, Menalar, Mencoba,
Mengkomunikasikan; (10) Perubahan penekanan
proses penilaian
dari berfokus pada
pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian
proses dan output.
B.
Fakta Pembelajaran di Lapangan
Diperoleh petunjuk bahwa di lapangan terjadi proses belajar mengajar yang
belum sepenuhnya mempertimbangkan kecenderungan-kecenderungan di atas. Berikut
ini disajikan beberapa contoh kejadian yang dirumuskan dengan berdasar pada hasil
wawancara, pengamatan, dan diskusi serta hasil penelitian terdahulu.
1.
Banyak guru berpendapat bahwa target kurikulum yang harus dicapai di dalam
setiap pembelajaran adalah menyelesaikan materi (baca: menamatkan
buku).Ukuran keberhasilan pembelajaran adalah tersampaikan semua materi
pelajaran.Pembelajaran berhasil ditandai dengan tuntas materi dan tertib
administrasi. Padahal menurut Bragg sesuatu yang penting di dalam sains
BUKAN-lah memperoleh sebanyak-banyaknya fakta baru melainkan menemukan cara-cara
baru dan memikirkannya. Kurikulum yang berlaku adalah KTSP, yang menjadi
target yang harus dicapai adalah kompetensi. Tujuan pendidikan haruslah menjadi
panduan ke mana proses pembelajaran diarahkan.
2.
Pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas dikendalikan oleh ujian akhir,
karena itu pendekatan yang dilakukan sering terjadi dalam bentuk drill, latihan
mengerjakan soal, berlatih menggunakan metode
smart solution, tryout
ujian
nasional, dsb.Pembelajaran berorientasi tercapainya tujuan jangka pendek yaitu
lulus dalam ujian nasional atau ujian masuk perguruan tinggi. Padahal,
pembelajaran seharusnya dirancang dan dilaksanakan untuk mencapai kompetensi
dan bertujuan memberi bekal kepada siswa untuk berhasil hidup jangka panjang.
Siswa harus bertumbuh menjadi pebelajar yang mandiri (
Self regulated learning
).
3.
Pembelajaran lebih memberi penekanan pada pengajaran kurang memberi porsi
untuk pendidikan. Pembelajaran “dipandu” oleh soal-soal evaluasi yang
berorieintasi pada hasil belajar jangka pendek. Belum memberi bekal untuk
menjadi manusia komprehensif yang mampu bersaing dan hidup jangka panjang
(Suwono, 2009; Ramdani, 2012; Suryanti, 2012).
27
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBERpelajaran: IPA, Matematika dan Bahasa, yang dilakukan oleh TIMSS (
Trends in
International Mathematics and Science Study
) (Global Institute, 2007) siswa kita
baru mencapai level 3 sementara negara lain sudah mencapai level 6. Fakta lain
dari, Global Institute, menemukan bahwa 85% siswa Indonesia baru pada
low order
thinking
, I dengan rincian: sedang 17%, rendah 30% dan di bawah minimal 48%.
Kalau diasumsikan bahwa semua orang diciptakan sama, tentu ada yang salah di
dalam pembelajaran kita, sehingga kita kalah dengan bangsa lain.
5.
Proses pendidikan yang membentuk sikap, dan karakter belum mendapat mendapat
penekanan (Ibrahim, 2008, 2009, 2010, 2012). Sikap, karakter dianggap sebagai
efek nurturans yang akan terbentuk setelah seseorang memiliki pengetahuan dan
keterampilan (by changes). Padahal faktanya tidak selalu demikian. Banyak orang
pandai, tetapi menggunakan kepandaiannya untuk hal-hal yang menunjukkan sikap
negatif.
6.
Terlalu banyak pembelajaran yang berlangsung dengan pola guru menyampaikan
apa yang ada di dalam benaknya kepada muridnya sebanyak-banyak. Penyajian
informasi jadi menjadi “prioritas”. Aristoteles pernah mengatakan bahwa semua
orang menginginkan pengetahuan, karena itu jangan diberi pengetahuan untuk
mencegah ketergantungan.
7.
Terlalu sering guru memberi jawaban untuk diingat oleh siswa, dan kurang sekali
memberi kesempatan kepada siswa untuk menyelesaikan masalah, berpikir kritis,
membangun sikap, yang semuanya ini justru dituntut di dalam kurikulum yang
berlaku.
Kalau kitamencoba membandingkan kecenderungan global di bagian A, dengan
apa yang dilakukan oleh guru di dalam kelas seperti disajikan di bagian B, hampir dapat
dipastikan bahwa proses pendidikan dan pembelajaran akan gagal mempersiapkan siswa
untuk dapat berhasil hidup pada saatnya.Guru berperan sebagai satu-satu sumber
informasi di dalam pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator yang melakukan
scaffolding
, pembimbingan, dan memberi balikan belum atau bahkan tidak dilakukan
sebagaimana mestinya.
C.
Apa yang Dapat Dilakukan?
Tujuan-tujuan pendidikan seperti tercantum di dalam dokumen-dokumen resmi
seperti Undang-undang Dasar 1945, Undang Nomor 30/2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang standar nasional adalah selaras
dengan kecenderungan global di atas dan tujuan pendidikan universal, yaitu (1)
Membentukmanusia yang UTUH, (2) Menyiapkan manusia sehingga berhasil HIDUP
JANGKA PANJANG padajamannya, (3) Menyiapkan manusia menjalankan fungsinya
sebagai PEMIMPIN (Khalifah).
28
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBER1.
Pendidik haruslah mengusahakan untuk terwujudnya pembelajaran yang
menyiapkan siswa untuk berhasil hidup pada jamannya, yaitu dengan menciptakan
proses pembelajaran yang mampu membangun siswa secara komprehensif. Siswa
yang komprehensif dapat diibaratkan dengan sebuah gunung es. Puncak gunung es
yang muncul dipermukaan air adalah kompetensi yang dapat dilihat karena kinerja
yang ditunjukkan. Bagian es yang berada di bagian tengah di bawah permukaan air
adalah melambangkan pengetahuan, keterampilan, kemampuan yang dimiliki
seseorang dari hasil belajar. Hal-hal inilah yang memungkin seseorang memiliki
kompetensi. Makin kuat basis pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan ini,
makin besarlah puncak gunung es yang muncul di permukaan.Hal ini berarti
semakin kompetenlah orang itu. Bagian ujung paling bawah gunung es itulah
kemudi, atau kontrol berupa sikap, nilai, dan karakter yang dimiliki seseorang.
Bagian inilah yang mengendalikan seseorang berperan sebagai kemudi. (Gambar1).
Gambar 1 Gunung es sebagai model siswa komprehensif
2.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa pembelajaran untuk membangun siswa
komprehensif itu adalah seperti disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantarasebagai
berikut:
pendidikanadalahdayaupayauntukmemajukanbertumbuhnyabudipekerti
(kekuatanbatin,
karakter),
pikiran
(intellect)
dantubuhanak.
Bagian-bagianitutidakbolehdipisahkan agar
kitadapatmemajukankesempurnaanhidupanak-anakkita. Pentingnya membangun manusia yang utuh/komprehensif ini dimodelkan
pula oleh Allah SWT. di dalam Al-
Qur’an:
(2: 30-37) Allah menciptakan Adam, As.
dari tanah---
fisik
, kemudian mengajarkan ilmu---
pengetahuan
, hidup di surga
untuk magang agar siap menjadi pemimpin ---dikenalkan dengan realitas ideal
sebagai referensi jika menjadi pemimpin---Adam tidak boleh zalim yang
disimbolkan dengan mendekati pohon kezaliman---ternyata Adam tergelincir.
Apa yang bisa dipelajari dari tauladan tersebut? Fisik dan pengetahuan tidaklah
cukup untuk menjaga Adam---sehingga ditambahlah “kalimah”---wawasan tentang
moral, hikmah, dan kearifan serta budi pekerti.
3.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa kita harus membentuk manusia yang
kompetitif. Inti dari kompetitif adalah perbedaan. Siswa yang berbeda dengan orang
lain memiliki potensi dan kemampuan berkompetisi dibandingkan siswa yang
seragam dengan orang lain. Mendidik siswa dengan menuangkan apa yang ada
dibenak kita, pada hakikatnya adalah membangun siswa yang seragam. Dengan
perkataan lain kita telah membentuk siswa yang tidak kompetitif.
4.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa karena informasi sudah terdapat di
mana-mana, maka pembelajaran tidak lagi dalam bentuk memberitahu, tetapi
mengajarkan cara mencari tahu.
Competency:
Persistent Pattern of Behavior
Enabled by
Knowledge, Skill, and Ability
(Capability;Could You Do It With A Gun to Your Head?)
and Driven
29
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBER5.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa komunikasi akan berlansung dari segala
arah dan ke segala arah, maka pembelajaran diarahkan untuk memampukan siswa
untuk berkomunikasi, berkolaborasi dan menjalin hubungan kerja.
6.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa siswa yang kita didik pada masa
sekarang tidaklah hidup pada saat ini tetapi di masa depan yang pasti akan berbeda
dengan masa sekarang. Menyajikan informasi jadi kepada mereka belum tentu akan
cocok dan terpakai pada masanya. Oleh sebab itu ada baiknya kita menyimak apa
yang dikatakan Khalil Gibran melalui puisinya yang berjudul ANAK berikut ini.
ANAK...
Karena pada mereka ada alam pikiran sendiri
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya
Sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan yang tiada dapat kau
kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun tidak boleh membuat mereka menyerupai engkau
Sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur
ataupun tenggelam ke masa lampau
Engkaulah busur tempat anakmu, anak panah hidup , melesat pergi
7.
Pendidik haruslah mulai menyadari apa yang dikatakan oleh Galileo:
“
Anda tidak
dapat mengajarkan seseorang segala sesuatu yang Anda ketahui, melainkan
bantulah mereka menemukan sesuatu di dalam diri mereka sendiri (Galileo). Di
sinilah peran
Scaffolding
yaitu bimbingan yang diberikan oleh orang yang lebih tahu
kepada orang yang kurang tahu, mula-mula ketat, setelah itu berangsur-angsur
terjadi alih tanggungjawab belajar kepada siswa (Vygotsky dalam Arends 2005).
8.
Pendidik haruslah mulai menyadari apa yang dikatakan oleh Roger Lewin: “Terlalu
sering kita memberi jawaban untuk diingat dari pada melatih siswa menyelesaikan
masalah". Kemampuan menyelesaikan masalah adalah hasil belajar yang paling
tinggi, karena setiap siswa dapat menyelesaikan masalah, dia sekaligus mencapai
dua hal, yaitu jawaban terhadap masalah dan kedua cara masalah itu diselesaikan.
Kemampuan menyelesaikan masalah amat penting karena setiap waktu siswa akan
berhadapan dengan masalah. Melakukan pembelajaran melalui pembimbingan
penyelesaian masalah berarti pula membelajarkan siswa cara belajar.
30
SEMINAR NASIONAL MIPA DAN PMIPA I 31 Maret 2013 FKIP UNIVERSITAS JEMBER10.
Pendidik haruslah mulai menyadari bahwa
“Cara yang paling baik mengajarkan
Sains adalah dengan cara sebagaimana Sains ditemukan (Leslie Briggs). Dengan
sains siswa belajar menyelesaikan masalah dan lewat penyelesaian masalah siswa
belajar sains.
Dai uraian di atas, dapat dirangkum dapat dirumuskan rangkuman mengenai reposisi
peran pendidik seperti ditunjukkan pada Tabel 1.
Tabel 1 Reposisi Peran Pendidik
No. PERANMEN JADI
PERAN 1. Pendidik sebagai satu-satunya
sumber informasi dalam pembelajaran
Pendidik yang mampu memberi kemudahan agarsiswa menemukan sumber belajar lain
Pengajar yang memberitahu Pendidik yang membimbing siswa menemukan cara mencari tahu
2. Pengajar yang mengajarkan siswa untuk tujuan akademik tingkat rendah dan jangka pendek
Pendidik yang memberdayakan siswa untuk berhasil hidup jangka panjang
3. Pengajar yang dominan, mentransfer informasi untuk dihafalkan
Pendidik yang memotivasi siswa terlibat secara aktif dalam serangkaian kegiatan untuk membangun pemahaman sendiri
4. Pengajar yang mengajarkan siswa secara partial
Pendidikyang memberdayakan siswa untuk membangun dirinya secara utuh /komprehensif 5. Pengajar yang mengajarkan
berbasis disiplin
Pendidik yang memberi kemudahan siswa`belajar secara terintegrasi dan melihat system
6 Pengajar yang memberitahu Pendidik yang menginspirasi dan memberi kemudahan siswa menemukan sendiri jawaban pertanyaannya
7 Pengajar yang menganggap bahwa target kurikulum adalah penyelesaian materi
Pendidik yang mengarahkan dan membimbing siswa untuk mencapai kompetensi dan tujuan pendidikan universal
8 Pengajar yang menuangkan sebanyak-banyak informasi dari dirinya kepada siswa
Pendidik yang membantu siswa mengembangkan potensi dirinya