BERBASIS MEDIA (
POWERPOINT
)
Masri*Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yasni Muara Bungo e-mail: [email protected]
Abstrak
Pembelajaran bahasa Arab dewasa ini seringkali diabaikan dan dijadikan sebagai pembelajaran yang ditakuti oleh pelajar. Tugas pendidik seyogyanya menjadikan bahasa Arab sebagai pembelajaran yang menyenangkan dan memudahkan dalam penyampaian materi yang dapat membantu siswa memahami apa yang disampaikan. Demi mencapai prestasi belajar yang memuaskan tersebut dengan system pendidikan yang semakin maju dan didukung juga perkembangan teknologi. Teknologi multimedia telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainya. Pembelajaran berbasis multimedia menjadi semakin umum. Meskipun memiliki keterbatasan,dan tentu tidak harus dilihat sebagai pengganti untuk wajah-to-face interaksi, itu memang memiliki banyak keuntungan untuk pengembangan guru profesional.Multimedia juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Pembelajaran media presentasi berupa Microsoft office powerpoint yang banyak digunakan dalam berbagai bidang salah satunya adalah bidang pembelajaran. Dalam bidang pembelajaran media pembelajaran berbasis presentasi Microsoft office powerpoint dapat memudahkan dalam penyampaian materi dalam proses pembelajaran. Misalnya dengan menggunakan Microsoft office powerpoint kita dapat mempersingkat materi pembelajaran dengan menampilkan point-point dari materi tersebut. Pembelajaran dengan menggunakan Microsoft office powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar yang bersifat multimedia, dengan menggunakan Microsoft office power point juga proses pembelajaran dapat mencampurkan berbagai media diantaranya teks, gambar, video dan animasi.
Keywords: Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, Media Power Point
A. Pendahuluan
Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil
(bodoh) terhadap permasalahan agama. Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan Bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.
Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil. Populernya bahasa Arab seiring dengan perkembangan Islam. Bahasa Arab dan Islam tidak bisa dipisahkan karena adanya al-Quran. Al-Quran adalah kitab suci Agama Islam, agama terbesar dan paling banyak pengikutnya di dunia ini menggunakan bahasa Arab seperti ditegaskan dalam surat Yusuf ayat 2, yang artinya :
َن ُ ِ ۡ َ ۡ ُ َ ّٗ ِ َ َ ً ۡ ُ ُ ٰ َ
ۡ َ َأ ٓ ِإ
Artinya: “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (Q.S. Yusuf: 2)1
Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rasul yang paling mulia (yaitu: Rasulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu
1Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya. (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, 1980), h. 348
Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini, serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).2
Jelaslah dari penjelasan-penjelasan di atas bahwa Al-Qur’an yang diturunkan dalam bahasa Arab ialah wajib hukumnya untuk kita pelajari dan berusaha untuk memaknai isi dari Al-Qur’an tersebut, di samping itu pula Al-Qur’an memuat banyak tentang ilmu pengetahuan yang bermanfaat buat kehidupan kita sehari-hari. Sebisa mungkin kita harus mengamalkan isi dari Al-Qur’an dalam kehidupan kita sehari-hari karena secara harfiah Al-Qur’an merupakan imam atau petunjuk buat umat muslim di dunia. Perkembangan bahasa Arab yang terjadi pada masa lalu kalau diamati sekarang, kondisinya akan tampak berbalik. Apalagi sejak memasuki era globalisasi, keadaannya makin mengkhawatirkan. Bahasa Arab perlahan tapi pasti posisinya mulai tergusur, dan bahasa Inggris menisbahkan diri sebagai bahasa nomor satu dunia. Permasalahannya tidak berhenti sampai di situ. Akibat globalisasi zaman, dan budaya konsumtif yang tinggi, ditambah ledakan informasi yang tidak terbendung, secara sadar atau tidak sadar, bahasa Inggris meringsek masuk ke dalam sistem-sistem sosial di Negara Islam. Misalnya, dalam bidang pendidikan, banyak
2 Abdullah bin Muhammad AluSyaikh, Tafsir Ibnu Katsir: Jilid 4. (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’I, 2008), h. 496
sekolah, terutama dalam mata pelajaran eksakta: Kimia, Fisika, Matematika dan biologi, bukunya menggunakan bahasa Inggris.
Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab Nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara 'ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, terutama di kalangan pelajar banyak yang mengilustrasikan bahasa Arab dengan mata pelajaran “angker”. Berdasarkan situasi masyarakat yang dinamis, idealnya pengajaran bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada masa lalu dan masa kini, tetapi sudah seharusnya merupakan proses yang mengantisipasi dan membicarakan masa depan. Penyebab lain dari rendahnya pencapaian hasil belajar peserta didik adalah kurangnya perhatian mereka terhadap pelajaran akibat dari metode, strategi, serta media yang digunakan oleh pendidik dalam kegiatan pembelajaran kurang bervariasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya‐upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil‐hasil teknologi dalam proses belajar.3 Termasuk di
dalamnya yaitu pemanfaatan media dalam pembelajaran. Banyak media yang digunakan guru dalam pengajaran bahasa Arab untuk meningkatkan pemahaman siswa. Berbagai media nampaknya kerap digunakan beberapa guru ketika mengajar, mulai media papan tulis, kertas karton, chart, audio, visual, dan sebagainya.
Namun dalam praktiknya, dari sekian media yang digunakan terkadang masih ada yang kurang pas cara menggunakan dan mengaplikasikannya sesuai dengan materi pelajarannya. Untuk itu diperlukan sebuah media pembelajaran yang pantas digunakan guru ketika proses belajar mengajar di kelas. Dalam hal ini, menurut penulis salah satu dari banyak media yang sesuai dan klop dalam pembelajaran bahasa Arab adalah dengan menggunakan media power point (slide show). Karena pada media power point ini di dalamnya sudah mencakup media yang lain, yaitu visual dan audio. Dalam
3 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. cet. Ke‐14, (Jakarta : Rajawali Pers, 2011), h. 2
penyajian materinya pun, program/media Power Point ini dikemas dalam beberapa slide yang di dalamnya dapat menyisipkan teks, gambar, diagram, audio, maupun video. Tentu, mungkin cara penyajian materi seperti ini akan dapat membantu proses pembelajaran bahasa Arab.
B. Pembahasan
1. Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
Secara etimologi istilah metodologi berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata Metodos yang berarti cara atau jalan, dan Logos artinya ilmu. Sedangkan secara semantik, metodologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan dengan hasil yang efektif dan efisian. Metodologi disebut juga dengan kata metodik
(methodentic) yaitu suatu penyelidikan yang sistematis dan formulasi
metode yang akan digunakan dalam penelitian. Dengan kata lain metodologi adalah: ilmu tentang metode-metode yang mengkaji/ membahas mengenai bermacam-macam metode mengajar, tentang keunggulannya, kelemahannya, lebih tepat/ serasi untuk penyajian pelajaran apa, bagaimana, penerapannya dan sebagainya.
Maksud Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab adalah: cara atau jalan yang ditempuh bagaimana menyajikan bahan-bahan pelajaran dan bahasa arab. Agar mudah diterima, diserap dan dikuasai anak didik dengan baik dan menyenangkan. Namun, perlu ditegaskan, pemakaian istilah Metodologi Pembelajaran lebih memberikan arti dan kesan, belajar dan mengajar tidak hanya teoritis tapi juga operasional dan dengan alasan ini pula penulis merasa lebih aman menggunakan istilah Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab.4
2. Beberapa Metodologi Pengajaran Bahasa Arab
a. Metode Gramatika-Terjemah (Thariqah Al-Qawa’id wat
Tarjamah)
4 Ahmad Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: Humaniora, 2009), h. 72
Cikal bakal metode ini dapat dirujuk ke abad kebangkitan Eropa (abad-15). Akan tetapi penamaan metode klasik ini dengan “Grammar Translation Method” baru dikenal pada abad ke-19, ketika metode ini juga banyak digunakan untuk pengajaran bahasa Arab, baik di negeri-negeri Arab maupun di negeri-negeri-negeri-negeri Islam lainnya termasuk Indonesia, sampai akhir abad ke-19. Metode ini mendorong pelajar bahasa untuk menghafal teks-teks klasik berbahasa asing dan terjemahannya dalam bahasa pelajar. Adapun karakteristik metode ini adalah:
1) Tujuan mempelajari bahasa asing adalah agar mampu membaca karya sastra dalam bahasa target.
2) Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu, kamus dan teks bacaan.
3) Tata bahasa disajikan secara deduktif.
4) Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tata bahasa dan kosa kata.
5) Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar-mengajar.
6) Peran guru aktif sebagai penyaji materi, sedangkan peran pelajar pasif sebagai penerima materi.
Keunggulan dari metode ini yaitu pelajar bahasa mendapatkan bekal kaidah bahasa yang dipelajari dan memahami sejumlah kosa kata. Dengan memahami kaidah bahasa yang diikuti oleh pemahaman terhadap kosa kata, praktek berbahasa dapat lebih mudah dilaksanakan.
b. Metode Langsung (Thariqah Al-Mubasyirah)
Metode ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap hasil pengajaran bahasa dengan metode gramatika terjemah dikaitkan dengan tuntutan kebutuhan nyata di masyarakat. Metode ini memperoleh popularitas pada awal abad ke-20 di Eropa dan Amerika. Adapun ciri-ciri pokok metode ini adalah:
1) Tujuan utamanya ialah penguasaan bahasa target secara lisan agar pelajar bisa berkomunikasi dalam bahasa target.
2) Materi pelajaran berupa: buku teks yang berisi daftaar kosa kata dan penggunaannya dalam kalimat.
3) Kaidah-kaidah bahasa diajarkan secara induktif. 4) Guru dan pelajar sama-sama aktif.
5) Ketepatan pelafalan dan tatabahasa ditekankan.
6) Bahasa target digunakan sebagai bahasa pengantar secara ketat, dan penggunaan bahasa ibu pelajar sama sekali dielakkan.
Metode ini memiliki keunggulan berupa (i) pelajar tidak perlu menghafal bahasa tertulis, (ii) ttidak verbalistis sebab pengajaran langsung dihubungkan dengan kenyataan, (iii) pelajar memperoleh kesempatan yang banyak untuk mempraktekkan bahasa, dan (iv) pelajar dapat mempraktekkan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.
c. Metode Membaca (Thariqah Al-Qira’ah)
Ketidakpuasan terhadap metode langsung yang kurang memberikan perhatian kepada kemahiran membaca dan menulis, mendorong para guru dan ahli bahasa untuk mencari metode baru. Oleh karena itu, Coleman dan kawan-kawan dalam sebuah laporaan yang ditulis pada tahun 1929 menyarankan penggunaan suatu metode dengan satu tujuan pengajaran yang lebih realistis, yang paling diperlukan oleh pelajar, yakni ketrampilan membaca, maka muncullah metode membaca. Metode ini dikembangkan berdasarkan asumsi bahwa pengajaran bahasa asing tidak bisa bersifat multi-tujuan, dan bahwa kemampuan membaca adalah tujuan yang paling realistis ditinjau dari kebutuhan pembelajar bahasa asing. Adapun karakteristik metode ini adalah:
1) Tujuan utamanya adalah kemahiran membaca, yaitu agar pelajar mampu memahami teks ilmiah untuk keperluan studi mereka. 2) Materi pelajaran berupa buku bacaan utama dengan suplemen
daftar kosa kataa dan pertanyaan-pertanyaan isi bacaan, buku bacaan penunjang untuk perluasan,, buku latihan mengarang terbimbing dan percakapan.
4) Kaidah bahasa diterangkan seperlunya tidak boleh berkepanjangan.
Keunggulan metode ini yaitu memotivasi pelajar agar selalu membaca. Dengan jalan membaca, kosa kata dan pengetahuan bahasa pelajar bertambah.5
d. Media Pembelajaran
1) Pengertian Media Pembelajaran
Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Sedangkan menurut Briggs media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti: buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Pengertian media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan. Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran, yang meliputi:
a) Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar
b) Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
c) Seluk-beluk proses belajar
d) Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan
e) Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran
f) Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
g) Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan
h) Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran
5
i) Usaha inovasi dalam media pendidikan.6
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.7Apabila media
itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.8
e. Manfaat Media dalam Pembelajaran
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran. Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. 9 Secara umum, manfaat media dalam proses
pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan
6 Azhar Arsyad, Media Pengajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000) h. 2 7Ibid., h. 3
8 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2007). h. 4
siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
a. Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan b. Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik c. Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
d. Efisiensi dalam waktu dan tenaga
e. Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
f. Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
g. Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
h. Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.10
Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain. Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:
1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru,
10 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan, 2003). h. 17
masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata. Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.11
3. Pengembangan Media Berbasis Multimedia (Microsoft Office PowerPoint)
a. Pengertian
Hamalik menyebutkan bahwa jenis teknologi yang digunakan dalam pengajaran terdiri dari media audiovisual (film, filmstrip, televisi, dan kaset video) dan komputer. Media komputer adalah salah satu media interaktif yang memiliki peran utama untuk memproses informasi secara cermat, cepat dan dengan hasil yang akurat. Sebagai sebuah media pembelajaran komputer dapat membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran tertentu. Selain itu, komputer sendiri dapat berfungsi sebagai salah satu sumber informasi, dengan demikian dapat menjadi sumber belajar bagi seorang siswa beberapa bagian utama dalam pembelajaran yang menggunakan media komputer.12 Microsoft power point salah satu aplikasi milik
microsoft, disamping microsoft word dan excel yang telah dikenal banyak orang. Microsoft power point menyediakan fasilitas slide untuk menampung pokok-pokok pembicaraan yang akan disampaikan pada peserta didik. Dengan fasilitas animasi, suatu slide dapat dimodifikasi dengan menarik. Begitu juga dengan adanya fasilitas : front picture, sound, dan effect dapat dipakai untuk membuat suatu slide yang bagus. Bila produk slide ini disajikan, maka pendengar dapat ditarik perhatianya untuk menerima apa yang disampaikan kepada para peserta didik. Program ini disampaikan secara khusus untuk menyampaikan presentasi, baik yang diselenggarakan oleh perusahaan, pemerintah, maupun perorangan.13
11 Azhar Arsyad, Op.Cit., h. 27
12 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 25 13 Anang Nugroho, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Power
Point Dengan Video Dan Animasi Terhadap Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar. (Yogyakarta: UNY, 2015), h. 19
Keterbatasan akan adanya media seperti perangkat presentasi yang diperlukan sebagai alat yang mampu menampilkan informasi yang terdapat pada MicrosoftOffice Power Point dapat diatasi dengan menggunakan pola penyajian stand alone. Dengan bantuan media powerpoint, seorang guru dapat mempresentasikan materi ajar kepada siswa bisa lebih mudah dalam mentransformasikan ilmunya melalui presentasi yang diberikan oleh seorang guru kepada anak didiknya di kelas. Disamping memudahkan seorang guru menguasai kelas dan membantu anak-anak didik untuk tetap fokus dengan apa yang diterangkan oleh seorang guru.
b. Keunggulan Power Point
Hujair AH. Sanaky mengungkapkan bahwa aplikasi power point mempunyai keunggulan, diantaranya:
1) Praktis, dapat digunakan untuk semua ukuran kelas.
2) Memberikan kemungkinan tatap muka dan mengamati respon dari penerima pesan.
3) Memberikan kemungkinan pada penerima pesan untuk mencatat
4) Memiliki variasi teknik penyajian dengan berbagai kombinasi warna atau animasi.
5) Dapat digunakan berulang-ulang.
6) Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar karena kontrol sepenuhnya pada komunikator.
7) Lebih sehat dibandingkan menggunakan papan tulis dan OHP.14
c. Kelemahan Power Point
Menurut Hujair AH. Sanaky power point juga memiliki kelamahan, diantaranya adalah :
1) Pengadaan alat mahal dan tidak semua sekolah memiliki.
2) Memerlukan perangkat keras (komputer) dan LCD untuk memproyeksikan pesan.
3) Memerlukan persiapan yang matang.
14 Hujair AH. Sanaky, Media Pembelajaran. (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2009), h. 135
4) Diperlukan ketrampilan khusus dan kerja yang sistematis untuk menggunakannya.
5) Menuntut ketrampilan khusus untuk menuangkan pesan atau ide yang baik pada desain program komputer power point sehingga mudah dicerna oleh penerima pesan.
6) Bagi pemberi pesan yang tidak memiliki ketrampilan menggunakan, memerlukan operator atau pembantu khusus.15
d. Tahap-tahap Pengembangan Media Power Point 1) Membuat Media Presentasi dengan Power Point
Presentasi adalah sebuah keterampilan yang perlu dikuasai setiap pekerja profesional saat ini. Bagi guru bahasa arab, presentasi dengan menggunakan Power point dapat dijadikan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Dengan media presentasi yang menarik, guru dapat mengkomunikasikan dengan baik materinya. Adapun hal yang perlu dilakukan dan diperhatikan untuk membuat media presentasi dengan Power Point yang efektif, sebagai berikut: a) Persiapan
(1) Tentukan topik materi yang akan dipresentasikan misalnya, seorang guru akan mempresentasikan Mufrodat dalam bahasa arab.
(2) Persempit topik materi menjadi beberapa pemikiran utama. buatlah kerangka utama materi yang akan dipresentasikan. (3) Buat story board agar lebih tersusun.
b) Tahapan dan Tips Singkat Bekerja dengan Power Point
(1) Bukalah program Power Point di komputer anda
(2) Mulailah dengan New file
(3) Pilih silde design yang diinginkan
(4) Membuat background tertentu untuk membuat slide agar
menarik, misalnya, presentasi mufrodat dengan
menggunakan Power Point berbentuk game.
(5) Inputlah judul utama materi presentasi yang akan disampaikan pada slide pertama. Contoh terlampir. (Mufrodat dalam bahasa arab)
(6) Inputlah sub judul materi di slide kedua (bila dipandang perlu cantumkan kembali judul utamanya
(7) Selanjutnya, inputlah point-point pokok materi setiap sub secara berurut pada slide-slide berikutnya.
(8) Membuat atau memanfaatkan gambar sederhana dengan menggunakan fasilitas shapes dan clip art yang telah tersedia pada menu insert
(9) Melalui menu insert, anda dapat pula mengimput berbagai macam ilustrasi (chart, picture, sound, movie). Untuk dapat mengimput picture, sound, movie anda harus lebih dahulu menyiapkan file-nya di dalam komputer yang anda gunakan.
(10) Tampilan Template / background hendaknya sederhana, kontras dengan objek (teks, gambar, dll), dan konsisten
(11) Jenis huruf (font) yang digunakan hendaknya tidak berkaki (san serif) seperti Arial, Tahoma, Cilibri, dan semacamnya. Hindari menggunakan huruf berkaki (serif) seperti Times New Roman, Century, Courier, atau jenis huruf rumit seperti Forte, Algerian, Freestyle Script, dan semacamnya. Jenis huruf hendaknya konsisten.
(12) Hindari menggunakan huruf terlalu kecil. Besar huruf yang disarankan minimal 18 pt (misalnya: 32 pt untuk judul, 28 pt untuk sub judul, 22 pt sub sub judul, dst).
(13) Bila menggunakan Bullet hendaknya tidak lebih dari 6 buah dalam satu slide.
(14) Warna yang digunakan hendaknya serasi dengan tetap memperhatikan asas kontras. Berikan penonjolan warna pada bagian yang dipentingkan. Hindarimenggunakan lebih dari tiga macam warna.
(15) Gunakan Visualisai (gambar, animasi, audio, grafik, video, dll) untuk memperjelaskan fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Visualisasi lebih dari sekedar kata-kata (Kalau bisa
divisualisasikan kenapa harus dengan kata-kata). Namun, penggunaan visualisasi yang berlebihan akan menjadi distraktor.
(16) Hindari menggunakan lebih dari 25 kata dalam satu slide.
(17) Buatlah power point dengan menggunakan pop up agar lebih menarik.
c) Teknik Presentasi
(1) Buat suasana yang santai dan rileks untuk pendengarmu, misalnya dengan guyonan yang relevan, atau ambil perhatian mereka dengan bahasa tubuh atau peristiwa yang dramatik.
(2) Gunakan kata ganti "personal" (misalnya kita) dalam memberikan presentasi.
(3) Lakukan kontak mata dengan pendengar.
(4) Presentasikan topik kamu dengan menggunakan suara yang ramah/akrab, tapi beri variasi sebagai penekanan pada beberapa kata.
(5) Gunakan kata/kalimat transisi yang memberitahukan pendengar bahwa kamu akan menuju ke pemikiran yang lain.
(6) Berilah pertanyaan-pertanyaan kepada pendengar untuk melibatkan mereka.
(7) Ambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran/argumentasi yang sudah dipresentasikan.
(8) Sisakan waktu untuk pertanyaan, dan mintalah masukkan pada: isi presentasi (ide-ide berhubungan yang mungkin belum disentuh).16
2) Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Media Power Point
Bahauddin mengutarakan pengertian pembelajaran dalam buku yang berjudul Metodologi pembelajaran Bahasa Arab. Menurut beliau, pembelajaran adalah proses untuk membantu santri agar dapat belajar.17 Bahasa Arab ini merupakan bahasa Asing. Belajar bahasa
Arab merupakan suatu usaha yang berat dan menjenuhkan yang
16 Niken Ariani dan Dany Haryanto, Pembelajaran Multi Media di Sekolah: Pedoman
Pembelajaran Inspiratif, Konstruktif dan Prospektif. (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010), h. 53 17 Mukhlish Fuadi, Otomatis Harakat Bahasa Arab menggunakan Pemrograman
kadang kala membuat orang frustasi. Hal itu disebabkan karena belajar Arab merupakan upaya untuk membentuk dan membangun situasi dan kondisi baru pada diri peserta didik. Dalam pembelajaran bahasa Arab, ada empat keterampilan yang dimiliki yaitu; keterampilan
istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah. Keempat keterampilan inilah yang
menjadi tolak ukur keberhasilan pembelajaran bahasa Arab. Karena keempatnya memiliki keterkaitan yang saling mempengaruhi.
Keterampilan-keterampilan tersebut di atas, bisa dicapai dengan mudah dan menyenangkan bagi peserta didik, jika dipresentasikan dengan menggunakan media power point. Tidak hanya itu, guru juga dapat mengajarkan metode qawaid dan tarjamah dengan mudah. Salah satu contoh yang penulis berikan melalui media slide pada gambar berikut ini:
Gambar. 1
Contoh Slide Ilmu Nahwu (Qawaid)
Guru juga dapat menjadikan power point sebagai mediasi bagi siswa untuk dapat mengembangkan mufrodat (kosakata). Salah satu contoh yang penulis berikan melalui media slide pada gambar berikut ini:
Gambar. 2
Contoh Slide Mufrodat
Keberagaman aksentuasi yang bisa ditampilkan melalui slide dapat membantu guru mengembangkan strategi pengajaran bahasa Arab yang menyenangkan bagi siswa. Guru juga dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam belajar seperti membuat game (permainan) atau kuis yang berkenaan dengan materi yang disampaikan. Berikut contohnya:
Gambar. 3
Contoh Slide Kuis dan Permainan
C. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan, bahwa metodologi pengajaran bahasa Arab berbasis media power point diharapkan bisa mengurangi kebosanan peserta didik, sebaliknya peserta didik akan lebih bergairah dan tertarik dengan pelajaran bahasa arab karena pelajaran lebih kreatif, atraktif dan tidak monoton. Media yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa arab adalah media berbasis multimedia, yang penulis konsen pada penggunaan perangkat komputer pada sofwer Microsoft Office PowerPoint, dan
microdedia Flash. Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan
masing-masing, karena tidak ada media yang terbaik yang bisa diterapkan kapan saja, dimana saja, untuk itu peran guru sangat
penting di dalam menganalisis kebutuhan media yang paling cocok, sesuai dengan karakteristik siswa dan situasi yang ada.
Minat dan motivasi pelajar/mahasiswa akan tumbuh jika materi ajar didesain dengan baik dan tenaga pengajarnya profesional. Tenaga pengajar tidak boleh mengajar sebelum ada pembekalan yang diinginkan oleh komitmen lembaga. Sebab keterampilan mahasiswa dalam berbahasa dan berpengetahuan bahasa berhubungan dengan keterampilan tenaga pengajarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya. (Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur’an, 1980)
Abdullah bin Muhammad AluSyaikh, Tafsir Ibnu Katsir: Jilid 4. (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’I, 2008)
Ahmad Izzan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. (Bandung: Humaniora, 2009)
Anang Nugroho, Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Power Point Dengan Video Dan Animasi Terhadap Motivasi
Belajar Dan Prestasi Belajar. (Yogyakarta: UNY, 2015)
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran. (Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Tenaga Kependidikan, 2003)
____________, Media Pengajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2000) ____________. Media Pembelajaran. Cet Ke‐14, (Jakarta : Rajawali Pers,
Hujair AH. Sanaky, Media Pembelajaran. (Yogyakarta: Safiria Insania Press, 2009)
Mukhlish Fuadi, Otomatis Harakat Bahasa Arab menggunakan
Pemrograman Java, cet.I, (Malang: UIN Maliki Press, 2010)
Niken Ariani dan Dany Haryanto, Pembelajaran Multi Media di Sekolah: Pedoman Pembelajaran Inspiratif, Konstruktif dan Prospektif. (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010)
Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008)