• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN LATIHAN/DRILL TERHADAP HASIL BELAJAR PELAJARAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 MEDAN. PADA TAHUN AJARAN 2015/2016.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN LATIHAN/DRILL TERHADAP HASIL BELAJAR PELAJARAN KETERAMPILAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 MEDAN. PADA TAHUN AJARAN 2015/2016."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN

LATIHAN (DRILL) TERHADAP HASIL BELAJAR

PELAJARAN KETERAMPILAN SISWA

KELAS VII SMP NEGERI 9 MEDAN

T.A 2015/2016

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH :

DESI NATALISA PERANGIN-ANGIN

NIM. 5103341006

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Desi Natalisa Perangin-Angin,

5103341006, Pengaruh Penerapan

Metode Pembelajaran Latihan/Drill Terhadap Hasil Belajar Pelajaran Keterampilan Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Medan. Pada Tahun Ajaran 2015/2016: Skripsi : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga 2010 : Fakultas Teknik : Universitas Negeri Medan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada pengaruh hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015. Lokasi penelitian di SMP Negeri 9 Medan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Medan Tahun Ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah 178 siswa. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampel bertujuan (Purposive Sampling) dan di dapat dua kelas yakni VII-2dengan jumlah 32 siswa yang diajarkan dengan metode latihan (drill) dan VII-3 dengan jumlah 32 siswa yang diajarkan dengan metode konvensional. Teknik analisis data penelitian menggunakan uji-t. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan dengan kisi-kisi yang telah di validkan oleh validator (guru dan dosen yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran, diperoleh nilai rata-rata = 58,3 dengan tingkat kecenderungan kurang. Sedangkan hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran latihan (drill), diperoleh nilai rata-rata = 85,5 dengan tingkat kecenderungan baik. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung > ttabel yaitu (22,948>

2.00), yang artinya Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan.

Dengan demikian hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran latihan (drill) lebih tinggi/baik dibandingkan hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

berkat dan kesempatan yang dilimpahkan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan

dengan baik. Skripsi ini mengungkap “Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran

Latihan (Drill) Terhadap Hasil Belajar Pelajaran Keterampilan Siswa Kelas VII

SMP Negeri 9 Medan.

Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih yang

sedalam – daamnya kepada ibu Dra. Nurhayati Tanjung, M.Pd selaku dosen

pembimbing skripsi penulis yang bersedia membimbing sampai skripsi ini

terselesaikan.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis tidak memungkiri bahwa terdapat

kekurangan seperti kesalahan penulisan, tata bahasa yang salah dan lain – lain.

Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari ibu – ibu nara sumber dan

para pembaca untuk perbaikan agar tujuan dari penulisan skripsi ini dapat

terlaksana. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terima kasih.

Medan , Januari 2016 Penulis

Desi Natalisa Perangin - Angin

(7)

DAFTAR ISI

BAB II KAJIAN TEORITIS,KERANGKA BERFIKIR HIPOTESIS PENELITIAN A. Kerangka Teoritis ... 9

1. Hakikat hasil belajar ... 9

2. Hakikat metode pembelajaran ... 13

3. Hakikat metode pembelajaran latihan drill………... 13

4. Hakikat kerajinan limbah kemas botol mineral dan koran ... 18

1. Limbah Anorganik ... 18

2. Sampah Organik ... 19

3. Sampah berbahaya atau sampah/limbah B3 ... 19

4. Limbah Kemas Botol Mineral Dan Koran ... 19

5. Bahan Dan Alat Membuat Tempat Pensil Dari Limbah Kemas Botol Mineral Dan Koran ... 22

6. Cara Membuat Tempat Pensil Dari Limbah Kemas Botol Mineral Dan Koran ... 23

C. Kerangka Konseptual ... 25

(8)

iii

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...

A. Desain Penelitian ... 28

1. Rancangan Penelitian ... 28

2. Prosedur Penelitian dan Skenario Penelitian ... 29

B. Defenisi Operasional Variabel Penelitian ... 39

1. Defenisi Operasional ... 39

2. Variabel Penelitian ... 40

C. Populasi dan Sampel Penelitian ... 40

1. Populasi ... 40

2. Sampel ... 40

D. Jenis penelitian ... 41

E. Instrumen Penelitian ... 41

F. Uji Kesepakatan Lembar Pengamatan ... 45

G. Anilisis Data ... 45

1. Tabulasi Data ... 45

2. Uji Persyaratan Analisis ... 46

3. Pengujian Hipotesis ... 47

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 48

A. Deskriptif Data Penelitian ... 48

1. Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional ... 48

2. Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Latihan (Drill) ... 50

B. Tingkat Kecenderungan Penelitian ... 52

1. Tingkat Kecenderungan Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional ... 52

2. Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Latihan (Drill) ... 53

C. Uji Persyaratan Analisis ... 54

(9)

2. Uji Homogenitas ... 55

D. Pengujian Hipotesis ... 56

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 59

A. Kesimpulan ... 59

B. Implikasi ... 59

C. Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 61

DOKUMENTASI

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Data Hasil Belajar Keterampilan Siswa Kelas VII SMP Negeri 9

Medan ... 3

2. Langkah Langkah Pembelajarn Di Kelas Eksperimen... 30

3. Jumlah Seluruh Siswa Populasi ... 40

4. Kisi – Kisi Kemampuan Membuat Tempat Pensil Dari Limbah Kemas Botol Mineral Dan Koran ... 43

5. Distribusi Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Konvesional ... 38

6. Hasil Belajar Keterampilan Siswa Membuat Tempat Pensil Dari Limbah Kemasan Botol Mineral dan Koran Berdasarkan Penilaian Setiap Latihan... 50

7. Distribusi Hasil Belajar Keterampilan Siswa Meggunakan Metode Pembelajaran Latihan Drill... 51

8. Tingkat Kecendrungan Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Konvesional... 53

9. Tingkat Kecendrungan Hasil Belajar Keterampilan Siswa Menggunakan Metode Pembelajaran Latihan (Drill)... 54

10. Uji Normalitas Data... 54

11. Uji Homogenitas... 55

(11)

DAFTAR GAMBAR

Tabel Halaman

1. Kerajinan Limbah Kemas Botol Mineral Dan Koran ... 20

2. Alat Membuat Kerajinan Tempat Pensil ... 20

3. Bahan Membuat Tempat Kerajinan Tempat Pensil ... 21

4. Memotong Kemas Botol Mineral dan Menggunting Koran ... 21

5. Menggulung Koran ... 22

6. Menutupi Kemas Botol Mineral Dengan Koran ... 22

7. Menutupi Kemas Botol Mineral Dengan Gulungan Koran ... 23

8. Menutupi Bawah Tempat Pensil Dengan Gulungan Koran ... 23

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

1. Data Pengamatan

2. Rekapitulasi Data Pengamatan

3. Deskripsi Data Penelitian

4. Identifikasi Tingkat Kecendrungan

5. Uji Normalitas

6. Perhitungan Uji Homogenitas

7. Pengujian Hipotesis

8. RPP Kelas Eksperimen

9. RPP Kelas Kontrol

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Inti dari proses pendidikan secara keseluruhan adalah proses belajar

mengajar. Proses belajar - mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik.

Usaha mengembangkan manusia berkualitas yang siap menghadapi

berbagai tantangan hidup dimulai sedini mungkin melalui pendidikan. Kegiatan

pendidikan diberikan antara lain melalui sejumlah mata pelajaran yang

dimaksudkan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan

bervariasi bagi peserta didik. Oleh sebab itu mata pelajaran keterampilan perlu

diberikan pada peserta didik di tingkat SMP/MTs. Mata pelajaran Keterampilan

diarahkan agar peserta didik mengembangkan kecakapan hidup (life skills) yang

meliputi keterampilan personal, sosial, pra-vokasional, dan akademik. Penekanan

jenis keterampilan yang dipilih oleh satuan pendidikan perlu mempertimbangkan

minat dan bakat peserta didik serta potensi lokal, lingkungan budaya, kondisi

ekonomi dan kebutuhan daerah.

Keberhasilan pendidikan akan ditentukan oleh berbagai komponen yang

menunjangnya, baik itu dari siwa, guru, lingkungan sekolah, sarana – prasarana

dan sebagainya.

Rusman (2010) Guru adalah sorang penddik, pelatih dan pembimbing yang

(14)

Hal ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan interaksi

antara guru dan siswa dalam rangka pencapaian tujuan belajar.

Sekolah Menengah Pertama yang disingkat dengan SMP merupakan

jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia setelah

dicangkanya program wajib belajar 9 tahun. Seperti yang tercantum dalam UU RI

No. 20 Pasal 7 ayat 1 yaitu pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang

melandasi jenjang pendidikan menengah. Setiap pembelajaran yang dibebankan

kepada siswa memiliki tujuan agar siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan.

Setiap pembelajaran yang dibebankan kepada siswa memiliki tujuan agar

siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar bagi lulusan SMP, agar

mampu berperan serta pada pembangunan didaerahnya, serta dapat

mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk

mengikuti pendidikan menengah (UU SPN, 2003). Sekolah menengah pertama

ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 dan diharapkan

memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar sehingga dapat merencanakan dan

mengembangkan kemampuan yang ada didalam diri, agar memiliki pengetahuan

dan keterampilan dasar sehingga dapat mengembangkan pengetahuan dan

keterampilan yang diperolehnya untuk melanjutkan pendidikan kejenjang

berikutnya baik ke Sekolah Menengah Atas maupun Sekolah Menengah

Kejuruan.

Mata pelajaran keterampilan merupakan salah satu mata peajaran yang ada

di Sekolah Menengah Pertama (SMP 9 Medan). Mata pelajaran keterampilan

(15)

membuat produk – produk keterampilan, keterampilan menggunakan alat – alat

dan bahan untuk membuat produk kerajinan.

Berdasarkan observasi pada tanggal 4 april 2015 terhadap salah satu guru

mata pelajaran keterampilan guru bidang studi keterampilan ibu Hj. Lisnawati

Susman SH, MM dari tahun ketahun siswa yang duduk dikelas VII /semester satu

masih belum sepenuhnya mampu dan masih kurang untuk mengikuti mata

pelajaran keterampilan, khususnya untuk membuat benda – benda kerajinan,

siswa masih kurang terampil dalam membuat dan mengunakan alat - alat

membuat benda kerajinan, hasil belajar siswa pada mata pelajaran keterampilan

masih tergolong rendah, masih ada siswa yang belum memenuhi Standard

Ketuntasan Minimal (KKM), KKM yang telah ditetapkan pihak sekolah pada

mata pelajaran keterampilan adalah (70).

(16)

80-89 (baik) (Sumber data : SMP Negeri 9 Medan)

Oleh karena itu berdasarkan data tersebut dilihat dari hasil belajar tiga

tahun terakhir menunjukan bahwa nilai rata – rata siswa tergolong masih rendah.

Menurut guru bidang studi keterampilan, nilai rendah timbul karena jumlah jam

pelajaran yang terbatas untuk mengerjakan produk keterampilan dan tidak

terbiasanya siswa untuk menggunakan alat – alat dan bahan dalam proses

mengerjakan sehingga dalam menggunakan alat – alat dalam pembuatan produk

keterampilan dibutuhkan waktu yang banyak, sehingga jam pelajaran yang

terbatas begitu saja berlalu dan ketika dibawa pulang kerumah hasilnya juga tidak

begitu bagus, dan banyak siswa yang belum mengumpulkan tugas keterampilan

tidak tepat pada waktunya, sedangkan guru harus melanjutkan materi selanjutnya,

sehingga siswa sering ketinggalan pelajaran.

Menurut Dimyati Mudjiono (2006) yang menjadi faktor penyebab

rendahnya hasil belajar siswa adalah faktor dari dalam dan luar. Faktor dari dalam

diri siswa itu sendiri misalnya faktor fisiologi, minat, motivasi. Faktor dari luar

siswa seperti, media belajar, sarana dan prasarana, sumber belajar dan metode

pembelajaran, dan model pembelajaranyang digunakan dalam proses kegiatan

belajar mengajar. Dalam hal ini guru sebagai pengajar harus lebih kreatif dan

inovatif untuk menyampaikan materi pelajaran agar siswa paham, mengerti dan

(17)

membuat produk keterampilan tepat pada waktunya. Salah satu cara yang dapat

dilakukan guru dalam meningkatkan kreativitas dan keterampilan siswa adalah

dengan cara menggunakan metode pembelajaran bervariatif. Metode secara

harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian umum, metode diartikan sebagai suatu

cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut

Faturrohman yang dikutip dari istarani (2011).

Metode latihan/drill adalah suatu kegiatan melakukan hal yang sama,

berulang – ulang secara sungguh – sungguh dengan tujuan untuk memperkuat

asosiasi atau menyempurnakan suatu keterampilan agar menjadi bersifat

permanen.Ciri khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang

berkali – kali dari suatu hal yang sama.

Sumiati (2007) Menyatakan, “ Pelaksanaan latihan dan praktek akan lebih

mencapai keaktifan jika dibantu alat – alat yang sesuai dengan kebutuhan. Alat

tersebut dapat berbentuk alat – alat sederhana atau alat stimulasi yang

canggih.Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bimbingan guru dalam latihan

maupun praktek.

Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian dengan judul “ Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Latihan/Drill

Terhadap Hasil Belajar Pelajaran Keterampilan Siswa Kelas VII SMP Negeri 9

(18)

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan diatas, peneliti

mengidentifikasikan masalah yang disajikan dalam bentuk kalimat pernyataan

sebagai berikut :

1. Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi hasil belajar keterampilan siswa

membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran.

2. Siswa kurang menguasai materi keterampilan yang diberikan guru.

3. Siswa sering tidak mengumpulkan tugas tepat pada waktunya.

4. Apa yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran

keterampilan.

5. Hasil pencapaian kompetensi siswa belum dapat mencapai nilai kriteri

ketuntasan minimal (KKM).

C. Pembatasan Masalah

Sehubungan dengan luasnya cakupan masalah, keterbatasan dan

kemampuan penulis, maka dilakukan pembatasan masalah agar lebih

memudahkan dalam pemecahan masalah yang dihadapi. Banyak faktor yang

mempengaruhi hasil belajar keterampilan. Dalam hal ini penulis hanya dibatasi

pada :

1. Penelitian ini akan dilaksanakan pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Medan

2. Hasil belajar keterampilan membuat kerajinan tempat pensil dari limbah

kemasan botol mineral ukuran 600 ml dan limbah koran yang diberi

(19)

3. Hasil belajar keterampilan limbah kemasan botol mineral ukuran 600 ml dan

koran dibatasi pada tempat pensil di kelas VII SMP Negeri 9 Medan.

4. Penerapan metode latihan (drill) untuk meningkatkan hasil belajar

keterampilan siswa mebuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral

ukuran 600 ml dan koran.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah maka yang menjadi rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana hasil belajar siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan

botol mineral di kelas VII SMP Negeri 9 Medan ?

2. Bagaimanakah hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari

limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode

pembelajaran latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan?

3. Apakah ada pengaruh hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat

pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan

metode pembelajaran latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan penelitian ini

adalah :

1. Untuk mengetahui hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil

(20)

2. Untuk mengetahui hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil

dari limbah kemasan botol mineral dan koran menggunakan metode Latihan

(drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan.

3. Untuk mengetahui apa ada pengaruh hasil belajar keterampilan siswa

membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan

menggunakan metode latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan.

F. Manfaat Penelitian

Dengan dilaksanakannya penelitian ini diharapkan dapat memberikan

manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Dengan menggunakan metode latihan (drill), siswa dapat meningkatkan hasil

belajar, serta melatih keterampilan siswa

2. Sebagai bahan masukan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan kualitas

proses belajar mengajar di sekolah serta menciptakan peserta didik yang

berkualitas.

3. Sebagai bahan informasi bagi pembaca untuk menambah pengetahuan dan

wawasan mengenai pembuatan tempat pensil dari limbah kemasan botol

(21)

BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A.Kesimpulan

1. Hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah

kemasan botol mineral dan koran pada siswa kelas VII SMP Negeri 9

Medan cenderung kurang.

2. Hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah

kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode

pembelajaran latihan (drill) di kelas VII SMP Negeri 9 Medan cenderung

baik..

3. Terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar keterampilan siswa

membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran

dengan menggunakan metode pembelajaran latihan (drill) di kelas VII

SMP Negeri 9 Medan. Dengan demikian disimpulkan bahwa hasil belajar

keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol

mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran latihan

(drill) lebih tinggi/baik dibandingkan hasil belajar keterampilan siswa

membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran

dengan menggunakan metode pembelajaran konvensional.

B.Implikasi

Hasil hasil belajar keterampilan siswa membuat tempat pensil dari limbah

kemasan botol mineral dan koran dengan menggunakan metode pembelajaran

(22)

kompetensi yang baik. Tetapi hasil ini perlu ditingkatkan, dan perlu dilakukan

latihan yang secara kontinu kepada siswa sesuai dengan kegiatan keterampilan

yang hendak dibuat. Sehingga dengan terus-menerus dilakukan latihan praktek,

dapat meningkatkan keterampilan dalam membuat sesuatu jenis bahan yang bagus

dan menarik.

C.Saran

1. Diharapkan guru menggunakan metode latihan (drill) dalam mengajarkan

keterampilan sehingga siswa lebih mengerti dan terampilan membuat sesuatu

jenis keterampilan dari setiap bahan yang digunakan menjadi suatu hasil

kreasi yang bagus dan kreatif.

2. Diharapkan kepada siswa agar lebih sering melakukan latihan praktek di

sekolah maupun di rumah sehingga dalam membuat keterampilan dapat lebih

mudah dan kreatif sehingga mendapatkan hasil keterampilan yang lebih baik.

3. Dari hasil penelitian terdapat pengaruh hasil belajar keterampilan siswa

membuat tempat pensil dari limbah kemasan botol mineral dan koran dengan

menggunakan metode pembelajaran latihan (drill) sehingga diharapkan guru

menerapkan metode latihan (drill) dalam mengajarkan keterampilan kepada

(23)

DAFTAR PUSTAKA

Asra,Sumiati.(2013). Metode Pembelajaran, Bandung : Wacana Prima.

Ahmad Sabri. (2010). Strategi Belajar Mengajar. Padang : Quantum Teaching.

________ (2007). Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Jakarta : Quantum Teaching.

Djamarah. Syaiful Bahri. (2011). Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Dimyati, Mudjiono. ( 2006). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Eka Dsarma Wati. (2015). Pengaruh Metode Pembelajaran Latihan (Drill) Terhadap Hasil Belajar Kerajinan Siswa Di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam 2015.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2010). Metode Penelitian. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Nana Sudjana. (2002). Metode Statistika. Bandung : Tarsito

Rusman. (2012). Model – model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Roestiyah NK. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Syaiful Sagala. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

Suhuf. (2000). Berkreasi Dengan Kertas Daur Ulang. Jakarta : Puspa Swara.

Suharsimi Arikunto. (2006). Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Sugiyono. (2012). Statistika untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta Rineka Cipta.

http://suryaafrilian.blogspot.com/2010/09/memahami-polusi-dampaknya-pada-manusia.html#sthash.SOCbdPA7.dpuf

https://www.google.com/search?q=limbah+koran+adalah&oq=limbah+koran&aq

s=chrome.0.69i59j69i57j0l4.12864j0j9&sourceid=chrome&espv=2&es_sm=93&i

Gambar

Tabel
Tabel
Tabel I. Data Hasil Belajar Keterampilan Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Medan

Referensi

Dokumen terkait

 Produk tidak nyata adalah segala sesuatu yang berkaitan pelayanan dan pembentukan citra suatu produk dan hotel. Di dalam bisnis perhotelan intangible

Penelitian yang dilakukan oleh Hamdi (1999) menyimpulkan bahwa kinerja keuangan yang terdiri dari tujuh rasio keuangan, yaitu asset turnover, current ratio, operating margin

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi baik secara parsial maupun simultan terhadap keputusan konsumen dalam

pada sosis fermentasi meliputi analisis BAL, S. coli dan Salmonella. coli dan Salmonella merupakan bakteri yang bersifat mesofilik dan merupakan patogen yang berbahaya

Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian semua atau

KEKUATAN HUKUMAKTA PERNYATAAN KEPUTUSAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM PERSEROAN TERBATAS YANG DIBUAT DI HADAPAN

Nasabah mempunyai kecenderungan lebih besar untuk menunggak (menjadi nasabah gagal) apabila nasabah berada pada usia muda, tingkat pendidikan lebih rendah dari SMA,

Kondisi ini terjadi karena proses dekomposisi bahan organik di dasar perairan yang menghasilkan amonia pada kondisi anaerob, sehingga konsentrasi amonia bebas di dasar