• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pelepasan Ngengat Mandul Chilo auricilius Dudgeon (Lepidoptera : Pyralidae) Hasil radiasi Sinar Gamma dengan Empat Variasi Dosis, Terhadap Penurunan Populasi Ngengat F-1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Pelepasan Ngengat Mandul Chilo auricilius Dudgeon (Lepidoptera : Pyralidae) Hasil radiasi Sinar Gamma dengan Empat Variasi Dosis, Terhadap Penurunan Populasi Ngengat F-1"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

セ\@

A I

fl

I

/:C}:' .

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL

Chilo auricilius Dudgeon

(LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) HASIL RADIASI SINAR GAMMA

DENGAN EMPAT VARIASI DOSIS, TERHADAP

PENURUNAN POPULASI NGENGAT

fセャ@

Oleh

DYAH RINI INDRIYANTI

JURUSAN HAM A DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOG 0 R

(2)

RINGKASAN

DYAH RINI INDRIYANTI. Pengaruh Pelepasan Ngengat Man.dul

Chilo auricilius Dudgeon (Lepidoptera : pyralidae) Hasil

Radiasi Sinar Gamma Dengan Empat Variasi Dosis, Terhadap

Penurunan Populasi Ngengat F-l (Di bawah bimbingan SYAFRIDA

* **

MANUWOTO dan M. HOEDAYA SOEMARTAPUTRA ).

Penelitian yang dilakukan di Laboratorium ini

bertuju-an untuk menilai kemampubertuju-an ngengat Chilo auricilius Dudgeon

mandul yang dilepas ke dalam populasi ngengat normal dapat

meredukasi populasi ngengat F-l.

Untuk mendapatkan ngengat mandul, kepompong berumur

5 - 6 hari diradiasi dengan sinar gamma dari kobalt-60

me-lalui alat penyinar Gamma Cell 220. Dosis radiasi yang

di-berikan adalah 100, 150, 200 dan 250 Grey. Perbandingan

jumlah ngengat normal dengan ngengat mandul adalah 3 : 27,

sebagai kontrol dipelihara 3 pasang ngengat normal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan ngengat

mandul telah dapat mereduksi populasi ngengat F-l, sehingga

populasi menurun. Dosis 100, 150, 200 dan 250 Grey

bertu-rut-turut menyebabkan nilai reduksi sebesar 47.37%, 57.02%,

75.44% dan 83.33%.

Penurunan populasi ngengat F-l terselil·ut disebabkan

ka-rena radiasi sinar gamma mempengaruhi jumlah telur F-l yang

diletakkan dan persentase penetasan telur F-l. Radiasi

ti-dak mempengaruhi viabilitas ulat menjadi kepompong dan

(3)

bilitas kepompong menjadi ngengat secara nyata.

Makin tinggi dosis radiasi jumlah telur per betina

yang diletakkan makin menurun (r = - 0.8213). Kontrol,

perlakuan dosis 100, 150, 200 dan 250 Grey berturut-turut

menyebabkan jumlah telur per betina yang diletakkan

sebe-sar 97, 92, 94, 70 dan 74 butir.

!-lakin tinggi dosis radiasi menyebabkan persentase

pe-netasan telur makin menurun (r = - 0.9782). Persentase ーセ@

netasan pada kontrol, perlakuan dosis 100, 150, 200 dan

250 Grey berturut-turut adalah 80.76%, 5.45%, 4.64%, 2.·91%

dan 2.43%.

Viabili tas ulat menjadi kepompong pad a kontrol, perl§.

kuan 100, 150, 200 dan 250 Grey berturut-turut sebesar

66.81%, 57.62%, 51.15%, 57.38% dan 46.43%. Sedangkan

via-bilitas kepompong menjadi ngengat berturut-turut sebesar

(4)

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL Chilo auricilius

Dudgeon (LEPIDOPTERA : PYRALIDAE) HASIL

RADIA-SI RADIA-SINAR GAMMA DENGAN EMPAT VARIARADIA-SI DORADIA-SIS,

TERHADAP PENURUNAN POPULASI NGENGAT F-l

Oleh

DYAH RINI INDRIYANTI

l。セッイ。ョ@ masalah khusus sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pertanian

pada

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOG 0 R

(5)

J u d u 1

Nama Mahasiswa

Nomor yokok

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL

Chilo auricilius Dudgeon

(LEPIDOP-TERA : PYRALIDAE) HASIL RADIASI Sl

NAR GAMMA DENGAN EMPAT VARIASI

DO-SIS, TERHADAP PENURUNAN POPULASI

NGENGAT F-1

DYAH RINI INDRIYANTI

A 19 1296

Menyetujui

(Dr I Syafrida Manuwoto)

Dosen Pembimbing I

(Drs M. Hoedaya Soemartaputra)

Dosen Pembimbing II

( Dr Ir Meity • Sinaga ) Komisi Pendidikan

Tangga1 Lulus

a

9 FEB 1987

(6)

RIWAYAT RIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 7 April 1963 di

Sema-rang. Putri pertama, lima bersaudara dari ayah

Soedjatmi-ko dan ibu Mulyatini.

Tahun 1975 penulis lulus dari Sekolah Dasar Negeri

Grogol Selatan Jakarta, tahun 1979 lulus dari Sekolah Me-nengah Pertama Negeri 48 Jakarta, dan tahun 1982 lulus

dari Sekolah Menengah Atas Negeri 32 Jakarta.

Penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian

Bogor melalui jalur Proyek Perintis II pada tahun 1982,

dan pada tahun 1983 terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.

atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menye-lesaikan laporan masalah khusus ini, yang merupakan salah

satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Dengan tersusunnya laporan ini, penulis menghaturkan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

Ibu DR Ir Syafrida Manuwoto sebagai pembimbing pertama

dan bapak Drs M. Hoedaya Soemartaputra sebagai

pembim-bing kedua, yang telah berkenan membimpembim-bing dan

menga-rahkan penulis baik dalam peneli tian maupun penyusunan

laporan ini.

Bapak Ir Wandowo Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan

Radi-asi, BATAN, Pasar Jumat, Jakarta, yang telah

mengijin-kan penulis untuk menggunamengijin-kan fasilitas yang ada sehing

ga penelitian ini dapat dilaksanakan.

Bapak Dodon Sutardji, D. Lattuconsina dan semua anggota

Kelompok Pemberantasan Hama PAIR yang telah membantu

terselenggaranya penelitian ini.

Semua Dosen Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan,

Fakul-tas Pertanian, IPB yang telah memberikan bekal ilmu

se-lama penulis kuliah dan kepada semua pihak yang secara

langsung maupun tidak langsung telah membantu

(8)

Juga tak 1upa penulis haturkan terima kasih tak terhing

ga kepada yang tercinta Bapak Ibu Soedjatmiko dan Bapak

Ibu Karti Hadi yang te1ah memberikan perhatian dan kasih

sayangnya kepada penulis.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam isi maupun

penulisan 1aporan ini, karenanya saran dan perbaikan dari

para pembaca sangat penu1is harapkan demi kesempurnaan

1a-poran ini.

Akhir kata penulis berharap semoga hasi1 pene1i tian

ini dapat bermanfaat sebagai penunjang pene1itian se1anjul

nya dan juga bagi pembaca umumnya.

Bogor, Pebruari 1987

(9)

I.

II.

III.

IV.

DAFTAR lSI

DAFTAR TABEL

.

.

" "

.

" " " " " " " "

. .

"

. .

.

"

. .

.

"

.

" " DAFTAR GAM BAR " " " "

. .

" " " " "

.

" " "

.

" " " " " " "

. .

" PENDAHULUAN

. . .

" " " "

. . .

" " " "

.

"

. .

.

.

" "

.

" " "

.

" 1. Latar Be1akang

.

"

.

" " " "

.

" "

.

" " " " " " " " 2. Tujuan Peneli tian .. ,," ." .. "" .. " "" "

3.

Hipotesa " " " "

.

" "

.

" "

...

" " " "

.

"

.

"

..

"

.

TINJAUAN PUSTAKA

. .

" " "

.

"

.

"

.

" "

.

" " "

.

" "

.

" " "

1.

2.

4.

5.

Bio1ogi dan Eko1ogi Chilo auri cili us Dudgeon " ... " " " . " " " " " . " . " " .

Prinsip Dasar dan Pengembangan

Teknik Serangga Mandul ••••••••••• Radiasi Untuk Pemandulan Serangga •

Mekanisme Kemandulan Terinduksi Pada Serangga Akibat Radiasi ••••• Pengaruh Radiasi Sinar Gamma Pada

Q. auricilius •••••••.•••••••••••• BAHAN DAN CARA KERJA " "

. . .

" " "

.

"

. .

" "

. .

" " "

1.

2.

4.

5.

6.

" " " "

.

" "

.

" " " "

..

" " " Tempat dan Waktu

Rancangan Percobaan

. .

" "

. .

"

.

" " "

.

" "

Peralatan " " "

.

"

.

" "

.

" " "

. .

"

.

"

. .

" "

.

" "

p・ュ「ゥ。ォ。ョセN@ auricilius " " "

. .

"

.

. .

" Perlakuan Radiasi " "

. .

" " "

. . . .

" " "

.

" Peme1iharaan Ngengat

.

"

.

" " "

.

" " " " " " Pengamatan Hasil "

.

"

....

" " "

.

" " " " " " HASIL DAN PEMBAHASAN " " " " " " " " " " " " " " " " " " " 1. Jum1ah Telur F-l Yang Diletakkan ••

Hal am an

(10)

V.

Halaman

2. Persentase Penetasan Telur F-l ••••

32

3.

Viabilitas Ulat F-l Menjadi

Kepom-pong dan Ngengat •••• ' . . .

35

4.

Nilai Reduksi Populasi Ngengat F-l

35

• • • • • • • • • • • • • • • • • • •

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

.

.

. .

.

. .

. .

. .

.

. . .

.

.

. . .

.

LAMPIRAN

...

39

40

(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)

セ\@

A I

fl

I

/:C}:' .

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL

Chilo auricilius Dudgeon

(LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) HASIL RADIASI SINAR GAMMA

DENGAN EMPAT VARIASI DOSIS, TERHADAP

PENURUNAN POPULASI NGENGAT

fセャ@

Oleh

DYAH RINI INDRIYANTI

JURUSAN HAM A DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOG 0 R

(74)

RINGKASAN

DYAH RINI INDRIYANTI. Pengaruh Pelepasan Ngengat Man.dul

Chilo auricilius Dudgeon (Lepidoptera : pyralidae) Hasil

Radiasi Sinar Gamma Dengan Empat Variasi Dosis, Terhadap

Penurunan Populasi Ngengat F-l (Di bawah bimbingan SYAFRIDA

* **

MANUWOTO dan M. HOEDAYA SOEMARTAPUTRA ).

Penelitian yang dilakukan di Laboratorium ini

bertuju-an untuk menilai kemampubertuju-an ngengat Chilo auricilius Dudgeon

mandul yang dilepas ke dalam populasi ngengat normal dapat

meredukasi populasi ngengat F-l.

Untuk mendapatkan ngengat mandul, kepompong berumur

5 - 6 hari diradiasi dengan sinar gamma dari kobalt-60

me-lalui alat penyinar Gamma Cell 220. Dosis radiasi yang

di-berikan adalah 100, 150, 200 dan 250 Grey. Perbandingan

jumlah ngengat normal dengan ngengat mandul adalah 3 : 27,

sebagai kontrol dipelihara 3 pasang ngengat normal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelepasan ngengat

mandul telah dapat mereduksi populasi ngengat F-l, sehingga

populasi menurun. Dosis 100, 150, 200 dan 250 Grey

bertu-rut-turut menyebabkan nilai reduksi sebesar 47.37%, 57.02%,

75.44% dan 83.33%.

Penurunan populasi ngengat F-l terselil·ut disebabkan

ka-rena radiasi sinar gamma mempengaruhi jumlah telur F-l yang

diletakkan dan persentase penetasan telur F-l. Radiasi

ti-dak mempengaruhi viabilitas ulat menjadi kepompong dan

(75)

bilitas kepompong menjadi ngengat secara nyata.

Makin tinggi dosis radiasi jumlah telur per betina

yang diletakkan makin menurun (r = - 0.8213). Kontrol,

perlakuan dosis 100, 150, 200 dan 250 Grey berturut-turut

menyebabkan jumlah telur per betina yang diletakkan

sebe-sar 97, 92, 94, 70 dan 74 butir.

!-lakin tinggi dosis radiasi menyebabkan persentase

pe-netasan telur makin menurun (r = - 0.9782). Persentase ーセ@

netasan pada kontrol, perlakuan dosis 100, 150, 200 dan

250 Grey berturut-turut adalah 80.76%, 5.45%, 4.64%, 2.·91%

dan 2.43%.

Viabili tas ulat menjadi kepompong pad a kontrol, perl§.

kuan 100, 150, 200 dan 250 Grey berturut-turut sebesar

66.81%, 57.62%, 51.15%, 57.38% dan 46.43%. Sedangkan

via-bilitas kepompong menjadi ngengat berturut-turut sebesar

(76)

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL Chilo auricilius

Dudgeon (LEPIDOPTERA : PYRALIDAE) HASIL

RADIA-SI RADIA-SINAR GAMMA DENGAN EMPAT VARIARADIA-SI DORADIA-SIS,

TERHADAP PENURUNAN POPULASI NGENGAT F-l

Oleh

DYAH RINI INDRIYANTI

l。セッイ。ョ@ masalah khusus sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Sarjana Pertanian

pada

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor

JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN

FAKULTAS PERTANIAN, INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOG 0 R

(77)

J u d u 1

Nama Mahasiswa

Nomor yokok

PENGARUH PELEPASAN NGENGAT MANDUL

Chilo auricilius Dudgeon

(LEPIDOP-TERA : PYRALIDAE) HASIL RADIASI Sl

NAR GAMMA DENGAN EMPAT VARIASI

DO-SIS, TERHADAP PENURUNAN POPULASI

NGENGAT F-1

DYAH RINI INDRIYANTI

A 19 1296

Menyetujui

(Dr I Syafrida Manuwoto)

Dosen Pembimbing I

(Drs M. Hoedaya Soemartaputra)

Dosen Pembimbing II

( Dr Ir Meity • Sinaga ) Komisi Pendidikan

Tangga1 Lulus

a

9 FEB 1987

(78)

RIWAYAT RIDUP

Penulis dilahirkan pada tanggal 7 April 1963 di

Sema-rang. Putri pertama, lima bersaudara dari ayah

Soedjatmi-ko dan ibu Mulyatini.

Tahun 1975 penulis lulus dari Sekolah Dasar Negeri

Grogol Selatan Jakarta, tahun 1979 lulus dari Sekolah Me-nengah Pertama Negeri 48 Jakarta, dan tahun 1982 lulus

dari Sekolah Menengah Atas Negeri 32 Jakarta.

Penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian

Bogor melalui jalur Proyek Perintis II pada tahun 1982,

dan pada tahun 1983 terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan

(79)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT.

atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat

menye-lesaikan laporan masalah khusus ini, yang merupakan salah

satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada

Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Dengan tersusunnya laporan ini, penulis menghaturkan

terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

Ibu DR Ir Syafrida Manuwoto sebagai pembimbing pertama

dan bapak Drs M. Hoedaya Soemartaputra sebagai

pembim-bing kedua, yang telah berkenan membimpembim-bing dan

menga-rahkan penulis baik dalam peneli tian maupun penyusunan

laporan ini.

Bapak Ir Wandowo Kepala Pusat Aplikasi Isotop dan

Radi-asi, BATAN, Pasar Jumat, Jakarta, yang telah

mengijin-kan penulis untuk menggunamengijin-kan fasilitas yang ada sehing

ga penelitian ini dapat dilaksanakan.

Bapak Dodon Sutardji, D. Lattuconsina dan semua anggota

Kelompok Pemberantasan Hama PAIR yang telah membantu

terselenggaranya penelitian ini.

Semua Dosen Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan,

Fakul-tas Pertanian, IPB yang telah memberikan bekal ilmu

se-lama penulis kuliah dan kepada semua pihak yang secara

langsung maupun tidak langsung telah membantu

(80)

Juga tak 1upa penulis haturkan terima kasih tak terhing

ga kepada yang tercinta Bapak Ibu Soedjatmiko dan Bapak

Ibu Karti Hadi yang te1ah memberikan perhatian dan kasih

sayangnya kepada penulis.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam isi maupun

penulisan 1aporan ini, karenanya saran dan perbaikan dari

para pembaca sangat penu1is harapkan demi kesempurnaan

1a-poran ini.

Akhir kata penulis berharap semoga hasi1 pene1i tian

ini dapat bermanfaat sebagai penunjang pene1itian se1anjul

nya dan juga bagi pembaca umumnya.

Bogor, Pebruari 1987

(81)

I.

II.

III.

IV.

DAFTAR lSI

DAFTAR TABEL

.

.

" "

.

" " " " " " " "

. .

"

. .

.

"

. .

.

"

.

" " DAFTAR GAM BAR " " " "

. .

" " " " "

.

" " "

.

" " " " " " "

. .

" PENDAHULUAN

. . .

" " " "

. . .

" " " "

.

"

. .

.

.

" "

.

" " "

.

" 1. Latar Be1akang

.

"

.

" " " "

.

" "

.

" " " " " " " " 2. Tujuan Peneli tian .. ,," ." .. "" .. " "" "

3.

Hipotesa " " " "

.

" "

.

" "

...

" " " "

.

"

.

"

..

"

.

TINJAUAN PUSTAKA

. .

" " "

.

"

.

"

.

" "

.

" " "

.

" "

.

" " "

1.

2.

4.

5.

Bio1ogi dan Eko1ogi Chilo auri cili us Dudgeon " ... " " " . " " " " " . " . " " .

Prinsip Dasar dan Pengembangan

Teknik Serangga Mandul ••••••••••• Radiasi Untuk Pemandulan Serangga •

Mekanisme Kemandulan Terinduksi Pada Serangga Akibat Radiasi ••••• Pengaruh Radiasi Sinar Gamma Pada

Q. auricilius •••••••.•••••••••••• BAHAN DAN CARA KERJA " "

. . .

" " "

.

"

. .

" "

. .

" " "

1.

2.

4.

5.

6.

" " " "

.

" "

.

" " " "

..

" " " Tempat dan Waktu

Rancangan Percobaan

. .

" "

. .

"

.

" " "

.

" "

Peralatan " " "

.

"

.

" "

.

" " "

. .

"

.

"

. .

" "

.

" "

p・ュ「ゥ。ォ。ョセN@ auricilius " " "

. .

"

.

. .

" Perlakuan Radiasi " "

. .

" " "

. . . .

" " "

.

" Peme1iharaan Ngengat

.

"

.

" " "

.

" " " " " " Pengamatan Hasil "

.

"

....

" " "

.

" " " " " " HASIL DAN PEMBAHASAN " " " " " " " " " " " " " " " " " " " 1. Jum1ah Telur F-l Yang Diletakkan ••

Hal am an

(82)

V.

Halaman

2. Persentase Penetasan Telur F-l ••••

32

3.

Viabilitas Ulat F-l Menjadi

Kepom-pong dan Ngengat •••• ' . . .

35

4.

Nilai Reduksi Populasi Ngengat F-l

35

• • • • • • • • • • • • • • • • • • •

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

.

.

. .

.

. .

. .

. .

.

. . .

.

.

. . .

.

LAMPIRAN

...

39

40

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan dalam bahasa Indonesia ‘pergi’ merupakan verba yang tidak memiliki penanda atau imbuhan karena hanya merupakan kata dasar bentuk tanya, jadi dari dua pola bentuk

[r]

Penelitian lain yang sejalan yaitu penelitian tentang Faktor Risiko Obesitas pada anak SD Insan Kamil Kota bogor oleh Pramuditha (2011) dengan hasil tidak adanya

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan

[r]

- tidak ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran ekonomi antara kelas random eksperimen dengan kelas control sesudah diberikan perlakuan. Ha : - ada

Koordinasi diantara petani, tengkulak, distributor dan pedagang sangat penting untuk mewujudkan kelancaran supply chain. Di Kota Medan koordinasi yang ada terbatas

Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberi jawaban yang paling sesuai pada tempat yang sudah disediakan.. Pengukuran kelelahan menurut skala Industrial Fatigue