1
BukanSiEmak adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan seperti keripik, basreng, batagor serta kerupuk khas Bandung yang berdiri pada bulan Mei tahun 2011 dengan bentuk sole proprietorship. Pasar dari Bukan SiEmak mencakup seluruh kalangan dan seluruh Indonesia.
Dengan pasar penjualan dari Bukan SiEmak yang mencakup hampir seluruh Indonesia, banyak dari calon pelanggan yang kesulitan untuk mendapatkan produk BukanSiEmak karena para koordinator dan bujend BukanSiEmak mendapatkan kesulitan dalam penyediaan stok barang untuk di pasarkan di daerah masing – masing. Kesulitan pun didapatkan oleh pihak distribusi Bukan SiEmak dalam mendistribusikan setiap produk Bukan SiEmak kepada setiap koordinator dan bujend masing – masing daerah dimana sering terdapat penumpukan produk di daerah – daerah tertentu dan sering pula terjadi kekurangan produk untuk daerah – daerah tertentu. Dengan terjadinya penumpukan produk di daerah tertentu, maka akan menyebabkan kerugian besar dimana setiap produk memiliki waktu kadaluarsa terbatas. Banyak pula para pelanggan untuk daerah tertentu tidak dapat mendapatkan produk Bukan SiEmak dikarenakan stok terbatas untuk daerah tertentu.
Berdasarkan masalah yang diuraikan maka dibutuhkan Sistem Distribusi Keripik BukanSiEmak Bandung, dimana sistem ini akan dibangun berbasis website yang dapat di akses oleh setiap admin pusat BukanSiEmak, koordinator dan bujend.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas dapat dirumuskan masalah yaitu bagaimana membangun sistem distribusi keripik Bukan Si Emak Bandung.
1.3. Maksud Dan Tujuan
Berdasarkan pada masalah yang telah dirumuskan, penelitian ini di lakukan dengan maksud untuk membangun, membuat dan merealisasikan sebuah sistem distribusi keripik BukanSiEmak, dengan harapan dapat memanajemen keseluruhan data penjualan produk setiap bujend dan mengoptimalkan kinerja setiap koordinator dan bujend di masing – masing wilayah. Adapun tujuan terhadap sistem informasi yang akan di bangun ini, yaitu untuk menentukan jumlah barang yang didistribusikan agar tidak terjadi penumpukan dan kekuran produk di beberapa wilayah.
1.4. Batasan Masalah
Batasan masalah dilakukan agar penulisan skripsi dapat memberikan pemahaman yang terarah dan sesuai dengan yang diharapkan. Agar pembahasan tidak menyimpang dari pokok perumusan masalah yang ada, maka perlu adanya batasan yaitu sebagai berikut :
4. Metode yang digunakan untuk proses peramalan pembagian barang setiap bujend adalah double moving average dan mean squeare error.
1.5. Metodelogi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut.
1.5.1. Tahap Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Studi Pustaka.
Studi pustaka digunakan untuk mengumpulkan data kepustakaan dengan menggunakan berbagai literature yang menunjang dan berkaitan dengan materi yang diambil meliputi pengumpulan buku-buku sumber dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan judul penelitian termasuk informasi dari internet.
b. Observasi.
Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap permasalahan yang diambil.
c. Interview.
1.5.2. Tahap Pembuatan Perangkat Lunak
Metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan yaitu metode Waterfall. Waterfall Model adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekuensial dan terdiri dari beberapa tahap yang saling terkait seperti terlihat pada gambar 1.1 berikut :
Requirements Definition
System and Software Design
Implementation and Unit Testing
Integration and System Testing
Operation and Maintenance
Gambar 1. 1 Waterfall (Sommerville, 2011).
a. Kebutuhan Sistem
Tujuan dilakukan tahapan ini untuk memahami sistem yang sedang berjalan untuk mendefinisikan permasalahan sistem sehingga selanjutnya dapat menentukan kebutuhan sistem secara garis besar sebagai persiapan ke tahap perancangan.
b. Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan diintensifkan dan difokuskan, khususnya pada software. Untuk memahami sifat program yang dibangun, analis harus memahami domain informasi, tingkah laku, unjuk kerja, dan interface yang diperlukan. Kebutuhan baik untuk sistem maupun software didokumentasikan dan dilihat lagi dengan pelanggan.
c. Desain Perangkat Lunak
sistem. Tahap perancangan ini digunakan untuk persiapan implementasi. Desain dilakukan dengan menggunakan pemodelan terstruktur.
d. Implementasi Perangkat Lunak
Setelah tahap perancangan sistem selanjutnya dilakukan konversi rancangan sistem kedalam kode-kode bahasa pemrograman yang diinginkan. Pada tahap ini dilakukan pembuatan komponen-komponen sistem yang meliputi modul program, antarmuka, dan basis data. Bahasa pemrograman yang akan digunakan adalah PHP dan menggunakan DBMS Mysql.
e. Uji Mesin Formal Informasi Perangkat Lunak
Tahap pengujian ini dilakukan untuk mendapatkan serta memastikan bahwa perangkat lunak yang dihasilkan adalah valid dan sesuai dengan kebutuhan yang telah dideskripsikan.
f. Operasi dan Perawatan
Pada tahap ini perangkat lunak sudah diserahkan kepada pengguna. Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap sistem yang baru untuk mengetahui apakah sistem telah memenuhi tujuan yang ingin dicapai.
1.6. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas tentang profil perusahaan dan menjelaskan landasan teori dalam penulisan tugas akhir ini mencangkup pengertian sistem, informasi, sistem informasi, basis data, analisis sistem, kamus data, teknologi informasi, PHP dan Mysql.
BAB III. ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN SISTEM Membahas analisis kebutuhan dalam membangun perangkat lunak, analisis sistem yang sedang berjalan sesuai dengan metode pembangunan perangkat lunak yang digunakan. Terdapat pula perancangan antarmuka untuk aplikasi yang akan dibangun sesuai dengan hasil analisis yang telah dibuat. Model dalam perancangan yang akan digunakan adalah pemodelan terstruktur.
BAB IV. PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI
Membahas hasil implementasi dari hasil analisis dan perancangan yang telah dibuat disertai juga dengan hasil pengujian yang dilakukan di keripik BukanSiEmak Bandung sehingga diketahui apakah sistem yang dibangun sudah memenuhi syarat sebagai aplikasi yang mudah digunakan.
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
7
2.1.1. Sejarah Bukan SiEmak
Pada bulan Mei tahun 2011, pendiri Bukan SiEmak yang bernama Ilham Pratama mendirikan Bukan SiEmak dengan bentuk sole proprietorship. Dalam masa pembentukan, pendiri mengajak beberapa orang untuk membentuk sebuah tim yang solid untuk mengembangkan Bukan SiEmak. Tim tersebut diajak mengembangkan Bukan SiEmak sekaligus mendapatkan hak untuk dapat memasukan barangnya kedalam jalur distribusi Bukan SiEmak dengan syarat-syarat penerimaan produk yang ditentukan secara bersama-sama kualitas dan rasa nya.
Selanjutnya dalam masa pengembangan jalur distribusi ini, pendiri juga mengajak Rizky The Titans untuk ikut masuk dan mengembangkan BukanSiEmak khususnya dalam bidang pengembangan jalur distribusi.
2.1.2. Logo Perusahaan
Berikut adalah logo dari Keripik BukanSiemak Bandung :
2.1.3. Visi
Mengetahui kualitas dan kuantitas dari produk-produk yang sudah berkembang terlebih dahulu dipasaran, pendiri memiliki visi agar Bukan SiEmak dapat mengisi kekosongan-kekosongan produk pendahulunya, bukan hanya dari sisi kuantitas tetapi juga kualitas yang dapat diberikan kepada customer. Bukan SiEmak berdiri dengan tujuan untuk menghadirkan produk yang berkualitas dari sisi rasa dan tingkat kebersihan yang mengacu pada produk yang tidak merusak kesehatan bagi customer-nya dan dibuat dengan bahan-bahan dasar yang bebas dari zat-zat kimia tertentu. Selain itu, kuantitas produk pendahulunya yang saat itu sangat terbatas juga menjadi alasan mengapa Bukan SiEmak ini berdiri.
2.1.4. Misi
Berawal dari pengalaman yang kurang menyenangkan dari produk pendahulunya, misi dari Bukan SiEmak adalah menghadirkan sebuah lapangan pekerjaan dan sumber kehidupan baru bagi stakeholder-stakeholder yang berhubungan dengan produk ini. Dengan banyaknya orang-orang disekeliling pendiri yang memiliki kekurangan dari sisi perekonomian, pendiri bertekad untuk menghadirkan sebuah produk yang dapat menghidupi banyak orang dengan memberikan mereka suatu pekerjaan yang layak dan pendapatan yang cukup. Maka dari itu, pada tahap awal pengembangan Bukan SiEmak, pendiri berusaha memodali stakeholder-stakeholder nya agar mereka yang memiliki kekurangan dari sisi perekonomian tetap dapat berkembang dengan keinginan dan kegigihan mereka yang kuat untuk mendapatkan penghidupan yang lebih layak.
2.1.5. Struktur Organisasi Perusahaan
Untuk menggambarkan struktur organisasi di Bukan SiEmak Bandung, digunaan struktur organigram berikut:
Gambar 2.2 Struktur Organisasi
2.2. Landasan Teori
2.2.1. Pengertian Sistem
Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Richard F. Neuschel, Management by system, (Edisi kedua: New York: McGrawHill, 1960). Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada
elemen atau komponennya mendifinisikan sistem sebagai berikut “Sistem adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksiuntuk mencapai suatu tujuan
tertentu”. Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat- sifat tertentu diantaranya :
1. Memiliki komponen.
sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
2. Batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut 3. Lingkungan luar sistem (environment)
Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
4. Penghubung sistem (interface)
Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
5. Masukan sistem (input)
Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6. Keluaran sistem (Output)
7. Pengolah sistem (Process)
Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
8. Sasaran sistem
Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
2.2.2. Pengertian Informasi
Untuk menuju pada pengertian Sistem Informasi secara utuh, diperlukan pemahaman yang tepat tentang konsep data dan informasi. Keterkaitan data dan informasi sangatlah erat sebagaimana hubungan antara sebab dan akibat. Bahwa data merupakan bentuk dasar dari sebuah informasi, sedangkan informasi merupakan elemen yang dihasilkan dari suatu bentuk pengolahan data.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis dalam bukunya Management Informations System : Conceptual Foundations, Structures, and Development menyebut informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang berguna bagi penerimanya dan nyata, berupa nilai yang dapat dipahami di dalam keputusan sekarang maupun masa depan.
Gambar 2.3 Siklus Informasi
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa data diolah menjadi suatu informasi. Dan pada tahapan selanjutnya, sebuah informasi akan menjadi data untuk terciptanya informasi yang lain. Setiap Informasi, memiliki beberapa karakteristik yang menunjukkan sifat dari informasi itu sendiri. Karakteristik-karakteristik informasi tersebut antara lain adalah :
1. Benar atau salah.
Karakteristik tersebut berhubungan dengan sesuatu yang realitas atau tidak dari sebuah informasi.
2. Baru.
Sebuah informasi dapat berarti sama sekali baru bagi penerimanya. 3. Tambahan.
Sebuah informasi dapat memperbaharui atau memberikan nilai tambah pada informasi yang telah ada.
4. Korektif.
5. Penegas
Informasi dapat mempertegas informasi yang telah ada, hal ini masih berguna karena dapat meningkatkan persepsi penerima atas kebenaran informasi tersebut.
Sedangkan Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan oleh 3 hal pokok, yaitu relevancy, accuracy dan timelinness.
1. Relevansi (relevancy)
Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Pengukuran
nilai relevansi, akan terlihat dari jawaban atas pertanyaan “how is the message used for problem solving (decision masking)?” Informasi akan relevan jika memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda. Misalnya informasi mengenai hasil penjualan barang mingguan kurang relevan jika ditujukan pada manajer teknik, tetapi akan sangat relevan bila disampaikan pada manajer pemasaran.
2. Akurasi (accuracy)
Sebuah informasi dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias atau menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah :
1. Kelengkapan (completeness) informasi.
pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik. 2. Kebenaran (correctness) informasi.
“Are message items correct ?” Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut. Sebagai contoh, jika sebuah informasi menunjukkan total nilai gaji yang harus dibayarkan pada seorang pegawai, maka informasi tersebut haruslah sudah benar dan memuat perhitungan perhitungan matematis yang ada di dalam prosesnya seperti perhitungan tunjangan, perhitungan potongan dan sebagainya.
3. Keamanan (security) informasi.
Keamanan sebuah informasi, tergambar dari jawaban atas
pertanyaan “Did the message reach all or only the intended systems users? “ Sebuah informasiharus aman, dalam arti hanya diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja sesuai dengan sifat dan tujuan dari informasi tersebut.
3. Tepat waktu (timeliness)
2.2.3. Pengertian Sistem Informasi
Istilah sistem informasi menyiratkan suatu pengumpulan data yang terorganisir beserta tatacara penggunaanya yang mencakup lebih jauh daripada sekedar penyakian. Istilah tersebut menyiratkan suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta menyusun tatacara penggunaanya.
Menurut John Burch dan Gary Grudnitski komponen sistem informasi terdiri dari:
1. Blok Masukan (Input Block) yang terdiri atas data mentah informasi yang akan dijadikan sumber daya informasi.
2. Blok Model (Model Block) yang terdiri atas kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang ada di basis data dengan cara tertentu untuk hasil yang diinginkan.
3. Blok Keluaran (Output Block) adalah produk keluaran yang dihasilkan sistem informasi berupa informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta user.
4. Blok Teknologi (Technology Block). Teknologi merupakan ”kotak alat” atau tool box dalam sistem informasi yang digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan akses data, memperoleh dan mengirim output serta kontrol dari sistem secara keseluruhan komponen teknologi (brainware, hardware dan software)
2.2.4. Funsi Dan Tujuan Persediaan
Inventori pada hakikatnya bertujuan untuk mempertahankan kontinuitas eksistensi suatu perusahaan dengan mencari keuntungan atau laba perusahaan itu. Caranya adalah dengan memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan dengan menyediakan barang yang diminta.
Fungsi persediaan menurut Freddy Rangkuti (2004, p15) adalah sebagai berikut.
1. Fungsi Batch Stock atau Lot Size Inventory
Penyimpanan persediaan dalam jumlah besar dengan pertimbangan adanya potongan harga pada harga pembelian, efisiensi produksi karena psoses produksi yang lama, dan adanya penghematan di biaya angkutan.
2. Fungsi Decoupling
Merupakan fungsi perusahaan untuk mengadakan persediaan decouple, dengan mengadakan pengelompokan operasional secara terpisah-pisah. 3. Fungsi Antisipasi
produksi yang berubah-ubah. Penyediaan inventory bertujuan untuk menghadapi kondisi ketidakpastian. Permintaan barang tidak bisa diketahui secara pasti, oleh karena itu perlu diramalkan untuk meminimalisir kerugian akibat over stock atau permintaan yang melampaui ramalan, perhitungan persediaan barang harus dilakukan dengan hati-hati dan teliti.
2.2.4.1. Tujuan Pengendalian Persediaan
Suatu pengendalian persediaan yang dijalankan oleh suatu perusahaan suatu tentu mempunyai tujuan-tujuan tertentu. Tujuan pengendalian persediaan menurut Assauri secara terinci dapat dinyatakan sebagai berikut.
1. Menjaga jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.
2. Menjaga agar pembentukan persediaan oleh perusahaan tidak terlalu besar atau berlebihan, sehingga biaya-biaya yang timbul dari persediaan tidak terlalu besar.
3. Menjaga agar pembelian kecil-kecilan dapat dihindari karena ini akan memperbesar biaya pemesanan.
Dari keterangan di atas dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengendalian persediaan adalah untuk memperoleh kualitas dan jumlah yang tepat dari bahan-bahan barang yang tersedia pada waktu yang dibutuhkan dengan biaya-biaya yang minimum untuk keuntungan atau kepentingan perusahaan. Dengan kata lain pengendalian persediaan menjamin terdapatnya persediaan pada tingkat yang optimal agar produksi dapat berjalan dengan lancar dan biaya persediaan adalah minimal.
sesuai dengan yang diharapkan. Pengelolahan inventori yang baik diperlukan kemahiran dan pengalaman dalam membuat sistem inventori.
2.2.4.2. Proses Sistem
Model proses sistem inventory retail meliputi kegiatan-kegiatan yang dijelaskan dalam urutan berikut ini (Roy et al.,1997).
1. Pengiriman barang dari pabrik.
2. Pengepakan dan penyimpanan produk pada gudang pusat. 3. Pengiriman barang dari gudang pusat ke toko-toko retail.
4. Pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan mengunakan barang-barang yang ada dalam toko.
Model proses sistem inventory retail ini dapat dilihat dalam Gambar 2.4
Gambar 2.4 Diagram skematik dari sistem
Sumber: Benjamin Van Roy et al, Inventory Management
pabrik dan toko akan memesan barang dari gudang. Manajer bagian pegudangan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi pesanan toko. Proses pemesanan dari pabrik ke gudang dan dari gudang ke toko, memerlukan waktu dan biaya transportasi. Dengan ketidakpastian permintaan, maka dimungkinkan terjadi keterlambatan pemesanaan barang yang mengakibatkan kekosongan barang.
Aliran barang disajikan pada Gambar 2.5
Gambar 2.5 Ilustrasi Buffer pada sistem
Sumber: Benjamin Van Roy et al,. Inventory Management, p8
Penyimpanan barang di gudang memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap biaya dan servis kepada pelanggan. Sebagai contoh, barang yang disimpan di dalam gudang mempunyai tingkat fleksibilitas yang tinggi dibandingkan dengan menyimpan pada satu toko. Terlihat bahwa barang yang terdapat di gudang dapat digunakan untuk memenuhi pemesanan dari toko. Tetapi, kelebihan stok pada suatu toko tidak dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan toko lain.
2.2.5. Peramalan
2.2.5.1. Pengertian Peramalan
disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer. Peramalan adalah tahap awal, dan hasil ramalan merupakan basis bagi seluruh tahapan pada perencanaan produksi.
2.2.5.2. Pola Data Metode Time Series
Terdapat beberapa pola permintaan dalan peramalan, yaitu:
1. Pola horizontal (constant), terjadi bilamana data berfluktuasi disekitar nilai rata-rata yang konstan. Suatu produk yang penjualannya tidak meningkat atau menurun selama waktu tertentu termasuk jenis ini.
2. Pola musiman (seasonal), terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor musiman (misalnya kuartal tahun tertentu, bulanan, atau hari-hari pada minggu tertentu). Penjualan dari produk seperti minuman ringan, es krim, dan bahan bakar pemanas ruang semuanya menunjukkan jenis pola ini.
3. Pola siklis (cycle), terjadi bilamana datanya dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis. Contoh: Penjualan produk seperti mobil, baja, dan peralatan utama lainnya.
4. Pola trend, terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data. Contoh: Penjualan banyak perusahaan, GNP dan berbagai indikator bisnis atau ekonomi lainnya.
Gambar 2.6 Contoh data perusahaan
2.2.5.3. Peramalan Kuantitatif Time Series
1. Pendekatan Naif
Pendekatan naif (naive approach) ini merupakan model peramalan objektif yang paling efektif dan efisien dari segi biaya. Paling tidak pendekatan naif memberikan titik awal untuk perbandingan dengan model lain yang lebih canggih.
2. Rata-Rata Bergerak
Peramalan rata-rata bergerak (moving average) menggunakan sejumlah data aktual masa lalu untuk menghasilkan peramalan. Secara matematis,rata-rata bergerak sederhana (merupakan prediksi permintaan periode mendatang) dinyatakan sebagai berikut :
∑ permintaan n periode sebelumnya ...(2.1) n
3. Rata-rata bergerak dengan pembobotan (weighted moving average)
Dapat digunakan saat ada tren atau ada pola terdeteksi. Rata-rata bergerak dengan pembobotan digambarkan secara matematis sebagai berikut :
∑ (bobot pada periode n) (permintaan pada periode n) ...(2.2)
∑ bobot
4. Penghalusan Eksponensial
Penghalusan eksponensial (exponential smoothing) merupakan metode peramalan rata-rata bergerak dengan pembobotan yang canggih namun, masih mudah digunakan. Metode ini menggunakan sangat sedikit pencatatan data masa lalu. Persamaannya sebagai berikut:
Peramalan baru = peramalan periode lalu + ...(2.3) α [(permintaan aktual periode baru – peramalan periode lalu)]
dimana α adalah sebuah bobot atau konstanta penghalusan (smoothing
constant), yang dipilih oleh peramal, yang mempunyai nilai antara 0 dan 1. Persamaan diatas dapat ditulis secara matematis :
Ft = Ft-1 + α(At-1 - Ft-1) ...(2.4)
dimana :
Ft = peramalan baru
Ft-1 = peramalan sebelumnya
α = konstanta penghalus (pembobot) (0 ≤ α ≤ 1) At-1 = permintaan aktual periode lalu
5. Penghalusan Eksponensial dengan Penyesuaian Tren
Penghalusan eksponensial yang sederhana gagal memberikan respons terhadap tren yang terjadi. Untuk itu, penghalusan eksponensial harus diubah saat ada tren. Untuk memperbaiki peramalan kita, berikut akan diilustrasikan model penghalusan eksponensial yang lebih rumit, yang dapat menyesuaikan diri pada tren yang ada. Rumus barunya adalah:
Peramalan dengan tren (FITt) = ...(2.5)
peramalan penghalusan eksponensial (Ft) + tren penghalusan eksponensial (Tt)
Sedangkan untuk menghitung rata-rata dan tren untuk setiap periode
menggunakan dua konstanta penghalusan, α untuk rata-rata dan β untuk tren.rumusnya sebagai berikut.
Ft = α(permintaan aktual periode terakhir) + ...(2.6) (1-α)(peramalan periode terakhir + estimasi tren periode terakhir)
atau
Ft = α(At-1) + (1-α) (Ft-1 + Tt-1)
Tt = β(peramalan periode ini – ...(2.7)
peramalan periode terakhir) + (1-β) (estimasi tren periode terakhir) atau
Tt = β(Ft - Ft-1) + (1-β) Tt-1
Ft = peramalan dengan eksponensial yang dihaluskan dari data berseri pada periode t
Tt = tren dengan eksponensial yang dihaluskan pada periode t At = permintaan aktual pada periode t
β = konstanta penghalusan untuk tren (0 ≤ β ≤ 1)
Dapat disimpulkan, tiga langkah menghitung peramalan dengan yang disesuaikan dengan tren adalah:
1. Langkah 1: menghitung Ft, peramalan eksponensial yang dihaluskan untuk periode t.
2. Langkah 2: menghitung tren yang dihaluskan, Tt
3. Langkah 3: menghitung peramalan dengan tren, FITt, dengan formula FITt = Ft + Tt
6. Metode Double Moving Average
Rumus untuk Double Moving Average adalah sebagai berikut:
(Yt + Y(t-2)) + ... (Yt - n+2) ...(2.8) Mt =
n
(Mt + M(t-2)) + ... (Mt - n+2) M't =
n
at = 2Mt - M't ...(2.9)
2
br = (M - M't) n - 1
yt = at + br
Keterangan :
Yt = Data penjualan minggu ke t
N = Banyaknya data untuk menghitung moving average ( n=3 ) p = jumlah periode kedepan yang akan diramal
Moving 3 = Rata-rata bergerak dalam waktu (t) tertentu.
7. MAD (Mean Absolute Deviation)
MAD (Mean Absolute Deviation) adalah metode untuk mengevaluasi metode peramalan menggunakan jumlah kesalahan-kesalahan yang absolut. MAD mengukur ketepatan ramalan dengan merata-rata kesalahan dugaan (nilai absolut masing-masing kesalahan). MAD berguna ketika mengukur kesalahan ramalan dalam unit yang sama sebagai deret asli. Untuk mengukur tingkat kesalahan peramalan dilakukan perhitungan nilai MAD, semakin kecil nilai MAD maka semakin akurat pula nilai peramalan tersebut. Berikut adalah rumus dari MAD :
MAD = ½ ∑n |Yt - Y't| ...(2.10)
Keterangan :
Yt = Permintaan
Y’t = Peramalan
2.2.6. HTML (Hypertext Markup Language)
Pada dasarnya pembangunan sebuah web didasarkan pada penulisan perintah-perintah dalam format khusus yang disebut HTML (HyperText Markup Language). Sesuai dengan namanya, bahasa ini menggunakan tanda (markup) untuk menandai perintah-perintahnya. Penulisan struktur dasar HTML adalah sebagai berikut :
Contoh1. Html <HTML>
<HEAD>
<TITLE>contoh1.html</TITLE>
</HEAD>
</BODY>
</HTML>
Struktur diatas diapit oleh tag <html> dan </html> yang menandai awal dan akhir dari sebuah dokumen HTML. Didalamnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian head atau kepala dokumen yang digunakan untuk menyisipkan informasi mengenai dokumen.
2.2.7. Apache
Web server Apache merupakan salah satu web server yang paling banyak digunakan oleh para pembuat situs dalam internet yang berfungsi sebagai pengendali program yang berbasis internet. Kelebihan yang dimiliki oleh web server Apache adalah bahwa perangkat lunak ini mampu menterjemahkan kode demi kode yang dituliskan dalam bentuk script.
2.2.8. PHP (PHP Hypertext Preprocessor)
(PHP adalah singkatan dari (PHP Hypertext Preprocessor) yang merupakan bahasa pemprograman berbetuk script yang ditempatkan dan diproses dalam server (bersifat server site), lalu hasilnya dikirim ke klien jika klien memintanya,dengan menggunakan web browser. PHP bersifat Open Source, karena gratis dan bebas. PHP tidak perlu melakukan compile sebelum digunakan,karena bersifat bahasa script. Dengan PHP kita dapat mengolah data yang diambil dengan sebuah form, membuat aplikasi-aplikasi tertentu dalam sebuah web, ataupun membuat database dalam sebuah web.
Kelebihan-kelibihan PHP:
1. Mudah dibuat dan kecepatan aksesnya tinggi. 2. Script-nya adapat ditempalkan di tag HTML 3. Dapat dijalankan pada web server yang berbeda. 4. Mampu berkoneksi dengan berbagai macam database. 5. Termasuk aplikasi serverslide programming.
File PHP harus diawali dengan tanda <?php dan diakhiri dengan tanda ?>, sebagai contoh yaitu :
<?php
………
?>
Di dalam PHP variabel tidak perlu di deklarasikan, perintah pokok di dalam skrip php antara lain :
$variable = “value”; echo “value”;
if(syarat){kondisi}
else{kondisi}
function namafungsi(){
value dari fungsi
}
Adapun fungsi – fungsi bawaan dari PHP antara lain : strlen();
addslashes();
htmlentities();
mysql_query();
mysql_fetch_array();
2.2.9. MySQL (My Strukture Query Language)
MYSQL (My Strukture Query Language) adalah perangkat lunak untuk database server relasional yang cukup terkenal dibawah General Publik Lisensi.
Dengan bersifat open source memungkinkan juga user untuk melakukan modifikasi data pada source kodenya untuk memenuhi kebutuhan spesipik sendiri MYSQL merupakan database multi user dan multi theraded yang tangguh dengan memiliki banyak feature, MYSQL bisa bersaing dengan database komersial sekalipun. MYSQL termasuk jenis RDBMS (Relation Database Managemen System). Sehingga istilah tabel, baris dan kolom tetap digunakan dalam MYSQL. Pada MYSQL sebuah database mengandung beberapa tabel, tabel ini terdiri sejumlah baris dan kolom yang sering disebut record.
Dalam bahasa SQL, pada umumnya informasi tersimpan dalam tabel – tabel secara logic merupakan struktur dua dimensi yang terdiri atas baris – baris data (row atau record). Baris pada tabel sering disebut instance dari data sedangkan kolom sering disebut atribut atau filed.
Adapun contoh perintah SQL adalah sebagai berikut: 1. Membuat Tabel
CREATE TABEL nama_tabel (field1, jenis1,field2 jenis2)
2. Memasukan Data
INSERT INTO nama_tabel(field1.field2)VALUES (nilai1,nilai2)
3. Menampilkan Data
SELECT [DISTINCT](field1,field2) FROM nama_tabel
4. Mengubah Data
UPDATE FROM nama_tabel
SET field = nilai1,field=nilai2
2.2.10. Javascript
Secara umum penggunaan javascript adalah untuk menciptakan keinteraktifan halaman web dengan user. Sebagai contoh, misalkan kita memiliki drop down menu dalam halaman web yang akan digunakan untuk pindah halaman (jump menu). Untuk membuat drop down menu kita hanya butuh tag HTML, namun agar drop down menu tersebut bisa berfungsi untuk keperluan jump menu maka kita membutuhkan javascript.
Contoh lain, misalnya untuk validasi input data dalam form yang dilakukan user. Untuk membuat form tentu kita hanya membutuhkan HTML, namun untuk bisa melakukan validasi input maka kita membutuhkan javascript. Masih banyak contoh dari kegunaan javascript yang lain terkait dengan keinteraktifan user.
Script javascript dapat di sisipkan di bagian script HTML. Berikut beberapa contoh dari script javascript :
<script type="text/javascript" language="javascript">
document.bgColor = "red";
93
yang baru. Tahap ini dilakukan setelah perancangan selesai dilakukan dan selanjutnya akan diimplementasikan pada bahasa pemrograman yang akan digunakan. Setelah implementasi maka dilakukan pengujian sistem yang baru dimana akan dilihat kekurangan-kekurangan pada aplikasi yang baru untuk pengembangan sistem selanjutnya.
4.1. Implementasi
Setelah sistem dianalisis dan didesain secara rinci, maka selanjutnya akan menuju tahap implementasi. Tujuan plementasi adalah untuk mengkonfirmasikan modul program perancangan pada para pelaku sistem sehingga pengguna dapat memberi masukan.
4.1.1. Kebutuhan Perangkat Keras
Perangkat keras yang diperlukan untuk mengimplementasikan perangkat lunak sistem informasi rumah lelang yang akan digunakan dari sisi pengelola sistem dan pengguna dijelaskan dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Kebutuhan perangkat keras
No Perangkat Keras Spesifikasi
1 Processor AMD Athlon X2
2 Monitor Monitor 18 inch
3 Memory DDR3 2Gb
4 Keyboard Standar
5 Mouse Standar
4.1.2. Kebutuhan Perangkat Lunak
Perangkat Lunak yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem informasi dapat dijelaskan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Kebutuhan perangkat lunak
No Perangkat Lunak Yang Digunakan
1 Sistem Operasi Windows XP
2 Bahasa Pemrograman PHP
3 Web Server XAMPP
4 Database Server MySQL
5 Web Browser Mozilla Firefox
6 Code Editor Geany
4.1.3. Implementasi Basis Data
Pembuatan database dilakukan dengan menggunakan aplikasi DBMS MySQL.Implementasi database dalam bahasa SQL adalah sebagai berikut.
Tabel 4.3 Implementasi Basis Data
No Nama Tabel Hasil Pembangkitan
1 admin
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `admin` (
`id_admin` int(10) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` varchar(128) NOT NULL,
`email` varchar(128) NOT NULL, `username` varchar(32) NOT NULL, `password` varchar(32) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_admin`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
2 bujend
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `bujend` (
`id_bujend` int(4) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_kota` int(4) unsigned NOT NULL,
`nama` varchar(128) NOT NULL, `email` varchar(128) NOT NULL, `username` varchar(32) NOT NULL, `password` varchar(32) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_bujend`)
3 detail_permintaan
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `detail_permintaan` ( `id_detail` int(11) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_permintaan` varchar(14) NOT NULL,
`id_stok` int(11) unsigned NOT NULL, `harga` varchar(16) NOT NULL,
`jumlah` varchar(16) NOT NULL, `retur` varchar(16) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_detail`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
4 koordinator
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `koordinator` ( `id_koordinator` int(4) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT,
`id_wilayah` int(4) unsigned NOT NULL, `nama` varchar(128) NOT NULL,
`email` varchar(128) NOT NULL, `username` varchar(32) NOT NULL, `password` varchar(32) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_koordinator`) ) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
5 kota
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `kota` (
`id_kota` int(4) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_wilayah` int(4) unsigned NOT NULL,
`kota` varchar(128) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_kota`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
6 permintaan
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `permintaan` ( `id_permintaan` varchar(14) NOT NULL, `id_bujend` int(10) unsigned NOT NULL, `id_wilayah` int(4) unsigned NOT NULL, `tanggal` datetime NOT NULL,
`total` varchar(16) NOT NULL, `retur` varchar(16) NOT NULL, `keterangan` text NOT NULL, `jarak` varchar(8) NOT NULL,
`status` tinyint(1) unsigned NOT NULL DEFAULT '1', PRIMARY KEY (`id_permintaan`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;
7 produk
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `produk` (
`id_produk` int(4) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `nama` varchar(128) NOT NULL,
`harga` varchar(16) NOT NULL, `keterangan` text NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_produk`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
8 stok
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `stok` (
`id_stok` int(11) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `id_wilayah` int(4) unsigned NOT NULL,
`id_produk` int(4) unsigned NOT NULL, `tanggal` datetime NOT NULL,
`jumlah` varchar(16) NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_stok`)
9 wilayah
CREATE TABLE IF NOT EXISTS `wilayah` (
`id_wilayah` int(4) unsigned NOT NULL AUTO_INCREMENT, `wilayah` varchar(128) NOT NULL,
`keterangan` text NOT NULL, PRIMARY KEY (`id_wilayah`)
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1 AUTO_INCREMENT=1 ;
4.1.4. Implementasi Antar Muka
Implementasi antarmuka dilakukan dengan setiap halaman program yang dibuat dan pengkodean dalam bentuk file program. Berikut adalah implementasi antarmuka yang dibuat dan dibedakan antara antarmuka untuk Admin, Koordinator dan Bujend.
1. Implementasi Antarmuka Admin
Implementasi antarmuka yang terdapat pada perangkat lunak yang ditujukan untuk admin dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.4 Implementasi Antar Muka Admin
No Menu Deskripsi Nama File
1 Login Untuk menampilkan halaman login login.php
2 Admin Untuk menampilkan halaman data admin list-admin.php
3 Wilayah Untuk menampilkan halaman data wilayah list-wllayah.php
4 Kota Untuk menampilkan halaman data kota list-kota.php
5 Koordinator Untuk menampilkan halaman data koordinator list-koordinator.php
6 Bujend Untuk menampilkan halaman data bujend list-bujend.php
7 Produk Untuk menampilkan halaman data produk list-produk.php
8 Stok Untuk menampilkan halaman data stok list-stok.php
9 Permintaan Produk Untuk menampilkan halaman data permintaan list-permintaan.php
2. Implementasi Antarmuka Koordinator
Implementasi antarmuka yang terdapat pada perangkat lunak yang ditujukan untuk koordinator dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.5 Implementasi Antar Muka Koordinator
No Menu Deskripsi Nama File
1 Login Untuk menampilkan halaman login login.php
2 Kota Untuk menampilkan halaman data kota list-kota.php
3 Bujend Untuk menampilkan halaman data bujend list-bujend.php
4 Produk Untuk menampilkan halaman data produk list-produk.php
5 Stok Untuk menampilkan halaman data stok list-stok.php
6 Permintaan Produk Untuk menampilkan halaman data permintaan list-permintaan.php
7 Laporan Untuk menampilkan halaman laporan print-permintaan.php
3. Implementasi Antarmuka Bujend
Implementasi antarmuka yang terdapat pada perangkat lunak yang ditujukan untuk bujend dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.6 Implementasi Antar Muka Bujend
No Menu Deskripsi Nama File
1 Login Untuk menampilkan halaman login login.php
2 Produk Untuk menampilkan halaman data produk list-produk.php
3 Stok Untuk menampilkan halaman data stok list-stok.php
4 Permintaan Produk Untuk menampilkan halaman data permintaan list-permintaan.php
5 Laporan Untuk menampilkan halaman laporan print-permintaan.php
4.2. Pengujian Sistem
Pengujian yang dipergunakan untuk menguji sistem yang baru adalah metode pengujian black box. Pengujian black box terfokus pada pengujian persyaratan fungsional sistem.
Rencana pengujian yang akan dilakukan adalah dengan cara menguji sistem yang dibangun secara alpha dan beta. Pengujian sistem distribusi Keripik Bukan SiEmak Bandung menggunakan data uji berdasarkan data yang diberikan.
Pada tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap implementasi yaitu melakukan pengujian-pengujian terhadap aplikasi yang dibangun. Pengujian perangkat lunak ini menggunakan metode pengujian black box.
4.2.1. Pengujian Alpha
Pengujian alpha dilakukan dengan menggunakan metode black box. Pengujian alpha ini merupakan pengujian sebagai pengguna.
4.2.1.1. Rencana Pengujian Alpha
Rencana pengujian alpha Keripik Bukan SiEmak Bandung terdiri dari 3 pengguna, yaitu Admin, Koordinator dan Bujend. Berikut ini rencana pengujian aplikasi bagian admin dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7 Rencana pengujian aplikasi admin
Item Uji Detail Pengujian Jenis Pengujian
Login Verivikasi Login Black-Box
Daftar Login Black-Box
Pengolahan data wilayah Daftar Wilayah Black-Box
Hapus Wilayah Black-Box
Ubah Wilayah Black-Box
Pengolahan data Kota Daftar Kota Black-Box
Hapus Kota Black-Box
Ubah Kota Black-Box
Pengolahan data Koordinator Daftar Koordinator Black-Box
Hapus Koordinator Black-Box
Ubah Koordinator Black-Box
Pengolahan data Bujend Daftar Bujend Black-Box
Pengolahan data Produk Daftar Produk Black-Box
Hapus Produk Black-Box
Pengolahan data Stok Daftar Stok Black-Box
Hapus Stok Black-Box
Ubah Stok Black-Box
Pengolahan Permintaan Produk Daftar Permintaan Produk Black-Box
Pengolahan Laporan Daftar Laporan Black-Box
Berikut ini rencana pengujian aplikasi bagian koordinator dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8 Rencana pengujian aplikasi koordinator
Item Uji Detail Pengujian Jenis Pengujian
Login Verivikasi Login Black-Box
Daftar Login Black-Box
Pengolahan data wilayah Daftar Wilayah Black-Box
Pengolahan data Kota Daftar Kota Black-Box
Pengolahan data Bujend Daftar Bujend Black-Box
Hapus Bujend Black-Box
Ubah Bujend Black-Box
Pengolahan data Produk Daftar Produk Black-Box
Pengolahan data Stok Daftar Stok Black-Box
Pengolahan data Bujend Daftar Bujend Black-Box
Hapus Bujend Black-Box
Ubah Bujend Black-Box
Pengolahan Permintaan Produk Daftar Permintaan Produk Black-Box
Hapus Permintaan Produk Black-Box
Ubah Permintaan Produk Black-Box
Pengolahan Laporan Daftar Laporan Black-Box
Berikut ini rencana pengujian aplikasi bagian bujend dapat dilihat pada tabel 4.9.
Tabel 4.9 Rencana pengujian aplikasi bujend
Item Uji Detail Pengujian Jenis Pengujian
Login Verivikasi Login Black-Box
Daftar Login Black-Box
Pengolahan data Produk Daftar Produk Black-Box
Pengolahan Permintaan Produk Daftar Permintaan Produk Black-Box
Ubah Permintaan Produk Black-Box
4.2.1.2. Kasus Dan Hasil Pengujian
Berdasarkan rencana pengujian, maka dapat dilakukan pengujian Alpha pada Sistem Distribusi Keripik Bukan SiEmak Bandung sebagai berikut.
1. Pengujian Login Admin
Tabel 4.10 Pengujian Login Admin
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Username : Ali
Kasus dan hasil uji data normal Username : Ali
Password :
Apabila username dan
password dikosongkan
maka tidak dapat login
Akan muncul pesan
kesalahan pada proses
login admin
[√ ] Diterima
[ ] Ditolak
2. Pengujian Daftar Koordinator
Tabel 4.11 Pengujian Daftar Koordinator
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Nama : Jones
Kasus dan hasil uji data normal Nama : Jones
Username :
Password :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
3. Pengujian Ubah Koordinator
Tabel 4.12 Pengujian Ubah Koordinator
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Nama : Jones
Kasus dan hasil uji data normal Nama : Jones
Username :
Password :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
4. Pengujian Hapus Koordinator
Tabel 4.13 Pengujian Hapus Koordinator
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Id_koordinator : 1 Berhasil menghapus
data koordinator
Kasus dan hasil uji data normal Tidak ada kesalahan dalam proses hapus koordinator
5. Pengujian Daftar Produk
Tabel 4.14 Pengujian Daftar Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Keterangan :
keterangan produk
Kasus dan hasil uji data normal Produk : Keripik
Level 10
Harga :
Keterangan :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
6. Pengujian Ubah Produk
Tabel 4.15 Pengujian Ubah Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Produk : Keripik
Kasus dan hasil uji data normal Produk : Keripik
Level 10
Harga :
Keterangan :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
7. Pengujian Hapus Produk
Tabel 4.16 Pengujian Hapus Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Id_produk : 1 Berhasil menghapus
data produk
8. Pengujian Daftar Stok
Tabel 4.17 Pengujian Daftar Stok
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Wilayah : Sumatra
Kasus dan hasil uji data normal Wilayah : Sumatra
Produk :
Jumlah :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
9. Pengujian Ubah Stok
Tabel 4.18 Pengujian Ubah Stok
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Wilayah : Sumatra
Kasus dan hasil uji data normal Wilayah : Sumatra
Produk :
Jumlah :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
10. Pengujian Hapus Stok
Tabel 4.19 Pengujian Hapus Stok
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Id_stok : 1 Berhasil menghapus
data stok
Kasus dan hasil uji data normal Tidak ada kesalahan dalam proses hapus stok
11. Pengujian Laporan Permintaan Produk
Tabel 4.20 Pengujian Laporan Permintaan Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Tanggal : 2015-01-01
Kasus dan hasil uji data normal Tidak ada kesalahan dalam proses laporan permintaan produk
12. Pengujian Login Koordinator
Tabel 4.21 Pengujian Login Koordinator
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Kasus dan hasil uji data normal Username : halim
Password :
Apabila username dan
password dikosongkan
maka tidak dapat login
Akan muncul pesan
kesalahan pada proses
login admin
[√ ] Diterima
[ ] Ditolak
13. Pengujian Daftar Bujend
Tabel 4.22 Pengujian Daftar Bujend
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Nama : Bian
Kasus dan hasil uji data normal Nama : Bian
Username :
Password :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
14. Pengujian Ubah Bujend
Tabel 4.23 Pengujian Ubah Bujend
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Nama : Bian
Kasus dan hasil uji data normal Nama : Bian
Username :
Password :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
15. Pengujian Hapus Bujend
Tabel 4.24 Pengujian Hapus Bujend
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Id_bujend : 1 Berhasil menghapus
data bujend
Kasus dan hasil uji data normal Tidak ada kesalahan dalam proses hapus bujend
16. Pengujian Daftar Permintaan Produk
Tabel 4.25 Pengujian Daftar Permintaan Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Bujend : Bian
Kasus dan hasil uji data normal Bujend : Bian
Tanggal :
Produk :
Jumlah :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
17. Pengujian Hapus Permintaan Produk
Tabel 4.26 Pengujian Hapus Permintaan Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Id_permintaan : 1 Berhasil menghapus
data permintaan
Kasus dan hasil uji data normal Tidak ada kesalahan dalam proses hapus permintaan produk
18. Pengujian Login Bujend
Tabel 4.27 Pengujian Login Bujend
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Username : Bian
Kasus dan hasil uji data normal Username : Ali
Password :
Apabila username dan
password dikosongkan
maka tidak dapat login
Akan muncul pesan
kesalahan pada proses
login bujend
[√ ] Diterima
19. Pengujian Ubah Permintaan Produk
Tabel 4.28 Pengujian Ubah Permintaan Produk
Kasus dan hasil uji data normal
Data Masukan Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan
Bujend : Bian
Kasus dan hasil uji data normal Bujend : Bian
Tanggal :
Produk :
Jumlah :
Apabila data masih
ada yang kosong maka
tidak dapat disimpan
4.2.1.3. Kesimpulan Hasil Pengujian Alpha
Berdasarkan hasil pengujian aplikasi yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa sistem distribusi yang dibangun sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan baik itu dari segi validasi maupun proses penanganan kesalahan.
4.3. Pengujian Beta
4.3.1. Skenario Pengujian Beta
Pengujian beta dengan metode wawancara ini ditujukan kepada pimpinan, koordinator dan bujend.
Berikut adalah pertanyaan yang diajukan :
1. Apakah kegunaan aplikasi ini memudahkan admin dan bagian lain untuk mengelola data permintaan produk?
2. Apakah kegunaan aplikasi ini memudahkan admin dan bagian lain untuk mendapatkan informasi stok produk dengan mudah?
3. Apakah tampilan dan kegunaan aplikasi ini membantu admin dan bagian lain untuk memudahkan dalam pembuatan laporan permintaan produk? 4. Setelah menggunakan program ini, saran apakah yang akan anda berikan?
4.3.2. Hasil Wawancara Pengujian Beta
Berikut adalah hasil wawancara yang diajukan :
1. Kegunaan cukup memudahkan admin dan bagian yang lain dalam mengolah data permintaan produk.
2. Aplikasi ini dapat membantu admin dan bagian lain dalam mendapatkan informasi stok persediaan produk dengan mudah.
3. Aplikasi ini cukup membantu admin dan bagian lain dalam pembuatan laporan permintaan produk.
4. Diharapkan untuk kedepannya pengembangan aplikasi ini selain menampilkan dan mencetak laporan, aplikasi ini dapat didukung dengan tampilan visual berupa grafik
4.3.3. Kesimpulan Hasil Pengujian Beta
111
diperoleh setelah dilakukanan analisis, desain, dan implementasi dari perancangan perangkat lunak yang dibangun dan telah dikembangkan serta saran-saran yang akan memberikan catatan penting dan kemungkinan perbaikan yang perlu dilakukan untuk pengembangan perangkat lunak selanjutnya.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang didapat dalam penelitian dan penyusunan skripsi ini serta disesuaikan dengan tujuannya, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Dengan adanya sistem ini membantu Admin, Koordinator dan Bujend Keripik BukanSiEmak Bandung dalam meramalkan jumlah produk yang akan dipesan.
2. Sistem ini membantu dan mempermudah dalam pembuatan laporan permintaan produk serta stok produk sehingga terdapat kecocokan dan laporan yang relevan.
5.2. Saran
Sistem Distribusi Keripik BukanSiEmak Bandung masih dapat dikembangkan seiring dengan berjalan perkembangan spesifikasi kebutuhan pengguna sistem yang harus dipenuhi dalam mencapai tahap yang lebih memuaskan. Adapun beberapa saran atau masukan yang mungkin bermanfaat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan kinerja sistem agar memiiki tingkat pemanfaatan yang lebih optimal, yaitu sebagai berikut :
1. Diharapkan untuk kedepannya pengembangan system ini selain menampilkan dan mencetak laporan, sistem ini dapat didukung dengan tampilan visual berupa grafik.
NAMA LENGKAP : ALI JOHANNES SITEPU TEMPAT, TANGGAL LAHIR : Kuta Gugung, 10 Desember 1989
NO. TELEPON : 085321884439
EMAIL : [email protected]
ALAMAT : Jl.Titiran Dalam 1 No.19 Bandung
PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR : SDN 040478 Sigarang-garang, Kab.Karo
SMP : SMP NEGERI 3 Simpang Empat,Kab.Karo
SMA : SMA Nasrani 1 Medan
PERGURUAN TINGGI : UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
JURUSAN : TEKNIK INFORMATIKA
PENGALAMAN KERJA
NAMA PERUSAHAAN TAHUN JABATAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana
ALI JOHANNES SITEPU
10108523
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
V
KATA PENGANTAR ... ...iii
DAFTAR ISI ... ...v
DAFTAR GAMBAR ... ...ix
DAFTAR TABEL ... ...xi
DAFTAR SIMBOL...xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... ..xvii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan ... 2
1.4 Batasan Masalah... 2
1.5 Metodologi Penelitian ... 3
1.5.1 Tahap pengumpulan data ... 3
1.5.2 Tahap pembuatan perangkat lunak ... 4
1.6 Sistematika Penulisan ... 5
BAB 2 LANDASAN TEORI ... 7
2.1 Tinjauan Perusahaan ... 7
2.1.1 Sejarah Bukan SiEmak ... 7
2.1.2 Logo Perusahaan ... 7
2.1.3 Visi ... 8
2.1.4 Misi ... 8
2.1.5 Struktur Organisasi Perusahaan ... 8
2.2 Landasan Teori ... 9
2.2.1 Pengertian Sistem ... 9
VI
2.2.4.2 Proses Sistem ... 18
2.2.5. Peramalan...19
2.2.5.1 Pengertian Peramalan ... 20
2.2.5.2 Pola Data Time Series ... 20
2.2.5.3 Peramalan Kuantitatif Time Series......21
2.2.6 HTML (Hypertext Markup Language)...25
2.2.7 Apache... ... 26
2.2.8 PHP (PHP Hypertext Preprocessor) ... 26
2.2.9MySql (My Structure Query Language) ... 28
2.2.10 Javascript ... 29
BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 31
3.1.Analisis...31
3.1.1Analisis Sistem ... ...31
3.1.2 Analisis Masalah ... 31
3.1.2.1 Analisis Prosedur Yang Sedang Berjalan ... 32
3.1.2.2 Analisis Pemesanan Produk ... 32
3.1.3Analisis Distribusi Keripik Bukan Siemak ... 34
3.1.3.1 Peramalan Produk Yang Akan Didistribusikan...36
3.1.3.2 Mekanisme Peramalan ... 44
3.1.3.3 Monitoring Stok Produk ... 45
3.1.3.4 Jadwal Distribusi Produk ... 45
3.1.3.5 Aturan Bisnis ... 46
3.1.4. Analisis Non Fungsional ... 47
3.1.4.1 Analisis Perangkat keras ... 47
3.1.4.2 Analisis perangkat Lunak ... 48
VII
3.1.6.2 Data Flow Diagram ... 54
3.1.6.3 Spesifikasi Proses...63
3.1.6.4 Kamus Data...71
3.2.Perancangan Sistem ... 74
3.2.1 Skema Relasi... ... 74
3.2.2 Struktur Tabel... 74
3.2.3 Perancangan Struktur Menu ... 78
3.2.4 Perancangan Antar Muka ... 80
3.2.5 Jaringan Semantik...87
3.2.6 Perancangan Prosedural...88
BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN...93
4.1. Implementasi...93
4.1.1 Kebutuhan Perangkat keras...93
4.1.2 Kebutuhan Perangkat lunak...94
4.1.3 Implementasi Basis Data...94
4.1.4 Implementasi Antar Muka...96
4.2. Pengujian Sistem...97
4.2.1 Pengujian Alpha...98
4.2.1.1 Rencana Pengujian Alpha...98
4.2.1.2 Kasus Dan Hasil Pengujian...100
4.2.1.3 Ksimpulan Hasil Pengujian Alpha...108
4.3. Pengujian Beta...108
4.3.1 Skenario Pengujian Beta...109
4.3.2 Hasil Wawancara Pengujian Beta...109
VIII
113
Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Yogyakarta : Andi.
[3] Davis, Gordon B. 1985, Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen, Jakarta : PT. Pustaka Bimanan Pressindo.
[4] Supranto, J. 2010, Metode Ramalan Kuantitatif: Untuk Perencanaan Ekonomi dan Bisnis. Jakarta : Rineka Cipta
[5] Indrajit, Richardus Eko. 2003, Manajemen Persediaan, Jakarta : Grasindo. [6] Irawan, Budhi. 2005, Jaringan Komputer, Yogyakarta : Graha Ilmu. [7] Supranto,Johannes.2010,Metode Ramalan Kuantitatif. Jakarta;Rineka
CIpta.
[9] Fathansyah. 1999, Basis Data, Bandung : Informatika.
[10] Kadir, Abdull. 2008, Belajar DATABASE Menggunakan MySQL, Yogyakarta : Andi.
[11] Freddy Rangkuti 2004, Tujuan persediaan untuk kebutuhan permintaan,Surabaya : PT Pustaka Binaman.
[12] Sommerville, I. (2006), Software Engineering, China : China Machine Press.
iii
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul “SISTEM DISTRIBUSI KERIPIK BUKAN SI EMAK BANDUNG”. Adapun tujuan dari
penyusunan skripsi ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan studi jenjang strata satu (S1) di Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.
Meskipun dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini ditemui banyak kekurangan dan beberapa hambatan, namun karena adanya dorongan dan motivasi dari berbagai pihak maka laporan ini dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan.
Pada kesempatan kali ini dengan segala kerendahan hati dan rasa syukur penulis mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah member izin dan dukungannya dalam penulisan tugas akhir, yaitu :
1. Tuhan yang Maha Esa atas segala kemudahan dan kekuatan yang diberikan kepada penulis sehingga penyusunan tugas akhir terlaksana dengan baik.
2. Orang tua dan keluarga tercinta, yang memberikan doa dan dukungan sejak awal menempuh pendidikan hingga tugas akhir ini selesai.
3. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia yang saya hormati.
4. Bapak Prof. Dr. H. Denny Kurniadie, Ir., M.Sc, selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia yang saya hormati.
5. Bapak Irawan Afrianto, S.T.,M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika.
iv yang saya hormati.
9. Ibu Tati Harihayati M., S.T., M.T. selaku penguji sidang tugas akhir yang saya hormati.
10.Bapak dan Ibu dosen IF UNIKOM yang telah membagi ilmunya selama penulis duduk dibangku kuliah.
11.Teman-teman kosan T19 Bang Berson,Hery,Haris,Dwi,Tizar,Ramli,Jii, Suandi, teguh budianto Dll yang selalu memberikan dukungan doa dan semangat kepada penulis.
12.Seluruh teman- teman bimbingan tugas akhir seperjuangan dan teman – teman anak IF11.
Semoga Tuhan memberikan berkat dan balasan atas kebaikan dan keikhlasan untuk semua pihak tersebut dan tidak lupa juga penulis memohon maaf jika dalam penyelesaian penulisan tugas akhir ini menyakiti hati atau menyinggung perasaan semua orang baik sengaja atau tidak sengaja. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua orang yang membutuhkan.
Bandung, Januari 2015