• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemasaran Roti Kacang di Kota Tebing Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Strategi Pemasaran Roti Kacang di Kota Tebing Tinggi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka

Salah satu produk olahan kacang adalah roti kacang. Tekstur kuenya yang lembut merupakan khas roti kacang Tebing Tinggi. Roti kacang ini terbuat dari tepung roti dan tentu saja kacang. Sehingga roti kacang dijadikan makanan khas oleh – oleh dari Kota Tebing Tinggi. Varian rasa favorit pada roti kacang di Kota Tebing Tinggi adalah kacang hijau dan kacang hitam.

Kacang – kacangan merupakan sumber protein yang baik, dengan kandungan protein berkisar antara 20 – 35%. Selain itu, kacang – kacangan juga merupakan sumber lemak, vitamin, mineral dan serat pangan (dietary fiber). Protein kacang –

kacangan umumnya kaya akan lisin, leusin dan isoleusin, tetapi terbatas dalam hal kandungan asam amino sulfur, yaitu metionin dan sistein. Kadar serat dalam kacang – kacangan mempunyai peran yang sangat penting, yaitu untuk mencegah

berbagai penyakit akibat rendahnya serat di dalam makanan – makanan ala Barat (Astawan, 2009).

(2)

Kacang hitam tinggi protein. Kelebihannya dibanding kacang pada umumnya adalah kandungan antioksidan kacang hitam yang lebih tinggi dibandingkan kacang lainnya. Kelebihan lain dari kacang hitam adalah molybdenum yang sangat berlimpah dalam kacang hitam. Molybdenum adalah mineral yang berperan penting dalam penguraian dan detoks sulfit yang terdapat pada makanan.Kacang hitam bisa dikonsumsi seperti halnya kacang lain. Diolah sebagai aneka macam camilan, hingga menjadi bahan kue dan sup, kacang hitam memberikan cita rasa yang enak (Anonimous, 2012).

Roti kacang Tebing Tinggi hampir sama dengan bakpia dari Yogyakarta. Hanya kulitnya lebih tebal dengan taburan wijen di atasnya. Rasa roti kacang Tebing Tinggi enak dan sehat. Roti kacang Tebing Tinggi tanpa bahan pengawet dan diproduksi dalam industri rumah tangga yang bersih.Gula murni sudah jadi bahan pengawet. Jadi tak perlu pengawet lagi. Roti kacang ini bisa tahan 22 hari.

Roti kacang Tebing Tinggi dikemas dalam bentuk kotak. Kemasan besar berisi 27 roti, sedangkan kemasan kecil berisi 15 roti. Roti kacang dijual di pasar – pasar kota Tebing Tinggi dan sepanjang jalan lintas Tebing Tinggi.

2.2 Penelitian Terdahulu

(3)

agroindustri pancake durian, jumlah tenaga kerja pada agroindustri pancake durian dan promosi/sistem penjualan produk pancake durian. Peluang agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah ketersediaan bahan baku dalam agroindustri pancake durian, pangsa pasar produk pancake durian dan tingkat selera masyarakat terhadap produk pancake durian. Ancaman agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah perusahaan pesaing agroindustri pancake durian, pengeruh pergantian musim/cuacaterhadap agroindustri pancake durian dan daya beli masyarakat terhadap produk pancake durian. Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran agroindustri pancake durian di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths Oppurtunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan sebagai berikut: 1) Meningkatkan modal usaha dengan ketersediaan bahan baku 2) Memanfaatkan peluang pasar dengan harga jual produk 3) Memanfaatkan peluang pada tingkat selera masyarakat dengan meningkatkan jumlah produksi.

2.3 Landasan Teori

2.3.1 Konsep Dasar Pemasaran

(4)

Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Basu dan Hani, 2004).

Menurut Philip Kotler (2005), pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk memperoleh yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai. 2.3.2 Teori Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran adalah sebuah keseluruhan, program perusahaan untuk menentukan target pasar dan memuaskan konsumen dengan membangun kombinasi elemen dari bauran pemasaran, produk distribusi, promosi dan harga (Kurtz, 2008).

Menurut Kotler & Amstrong (2008), strategi pemasaran adalah logika pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan mendapatkan keuntungan dari hubungannya dengan konsumen.

Menurut Kotler (2008), dalam upaya untuk mendapatkan kepuasan konsumen di tengah persaingan, perusahaan harus mengerti terlebih dahulu apa kebutuhan dan keinginan konsumennya. Sebuah perusahaan menyadari bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi keinginan konsumen yang sangat berbeda-beda. Perusahaan menyiapkan strategi pemasaran dengan memilih segmen konsumen terbaik yang dapat menciptakan keuntungan yang sebesarnya. Proses ini meliputi market segmentation, market targeting, positioning, dan differentiation.

(5)

Menurut Kotler & Amstrong (2008), segmentasi pasar adalah membagi sebuah pasar menjadi grup-grup pembeli dengan keinginan, karakteristik, atau perilaku yang berbeda-beda. Pembagian pasar menurut Kotler:

a. Geografik

Segmentasi geografik adalah membagi keseluruhan pasar menjadi kelompok homogeneous berdasarkan lokasi. Lokasi geografis tidak menjamin bahwa semua konsumen di lokasi tersebut mempunyai keputusan pembelian yang sama, namun pendekatan ini dapat membantu mengidentifikasi secara umum akan kebutuhan konsumen di suatu lokasi.

b. Demografis

Segmentasi dari demografis dibagi menjadi :

1. Usia: Kebutuhan dan keinginan konsumen berubah seiring usia. 2. Jenis kelamin: Membagi pasar sesuai jenis kelamin.

3. Pendapatan: Membagi pasar sesuai kelompok pendapatan yang berbeda c. Psychographic

Membagi pasar berdasarkan kelas sosial, gaya hidup, dan karakteristik pribadi. d. Tingkah Laku

Membagi pasar berdasarkan pengetahuan konsumen, sikap, dan respon terhadap sebuah produk.

2. Market Targeting

(6)

setiap segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen untuk dimasuki. Pada umumnya market targeting dapat dibedakan menjadi beberapa level :

a. Undifferentiated Marketing (mass)

Sebuah strategi pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk mengabaikan perbedaan segmen dan masuk ke dalam sebuah pasar dengan hanya satu penawaran

b. Differentiated Marketing (Segmented)

Sebuah strategi pasar dimana perusahaan memutuskan untuk menargetkan beberapa segmen pasar dan merancang beberapa penawaran untuk setiap pasarnya.

c. Concentrated Marketing(Niche)

Sebuah strategi pasar dimana sebuah perusahaan masuk ke dalam sebuah pasar yang memiliki segmen sedikit dan sempit.

d. Micromarketing

Sebuah penyesuaian produk terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen dan konsumen lokal termasuk marketing lokal dan marketing individual.

3. Positioning

Positioning adalah memposisikan suatu produk dengan jelas, tepat, dan berbeda untuk bersaing di pikiran target konsumen

4. Differentiation

Membuat suatu perbedaan kepada target konsumen dengan menciptakan nilai yang berbeda di pikiran konsumen.

(7)

Setelah memutuskan target pasarnya, perusahaan memutuskan rencana detail untuk bauran pemasaran. Menurut Kotler (2008), bauran pemasaran adalah seperangkat taktik pemasaran yang dapat dikontrol meliputi produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menciptakan respon dari target marketnya. Bauran pemasaran juga dikenal dengan 4P. Menurut Kotler & Amstrong, 4P didefinisikan:

1. Produk (Product)

Produk adalah kombinasi benda atau jasa dari perusahaan yang ditawarkan ke target pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Produk secara luas meliputi desain, merek, hak paten, positioning, dan pengembangan produk baru 2. Harga (Price)

Harga adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan suatu produk atau jasa. Harga juga merupakan pesan yang menunjukkan bagaimana suatu brandmemposisikan dirinya di pasar.

3. Distribusi (Place)

Distribusi meliputi aktivitas perusahaan dalam membuat produknya tersedia di target pasar. Strategi pemilihan tempat meliputi transportasi, pergudangan, pengaturan persediaan, dan cara pemesanan bagi konsumen.

4. Promosi (Promotion)

Promosi adalah aktivitas perusahaan untuk mengkomunikasikan produk dan jasanya dan mempengaruhi target konsumen untuk membeli. Kegiatan promosi antara lain, iklan, personal selling, promosi penjualan, dan public relation.

(8)

Analisa SWOT menurut Kotler & Amstrong (2008) analisa SWOT adalah evaluasi secara keseluruhan terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan harus menganalisa kekuatan perusahaan dan mengidentifikasi kelemahan perusahaan. Selain itu, perusahaan juga menganalisa pasar dan lingkungan pemasaran untuk mencari kesempatan yang atraktif dan mengidentifikasi ancaman. Tujuannya adalah untuk mencocokan kekuatan perusahaan dengan kesempatan yang ada dalam lingkungan disamping mengurangi kelemahan dan meminimalisasi ancaman yang datang.

Analisa SWOT menurut Thompson (2008), adalah analisa dengan menilai kondisi intern perusahaan seperti daya kekuatan (strength) dan kelemahan maupun kondisi eksternal yang berupa kesempatan dan ancaman, yang diharapkan dapat member informasi kepada perusahaan situasi yang dihadapi perusahaan dan sebagai tindak lanjut perusahaan dalam menentukan strateginya. Konsep analisa SWOT dapat membantu mengklarifikasi situasi yang akan terjadi, isu-isu penting. a. Strength adalah daya kekuatan atau kemampuan perusahaan yang tidak

dimiliki oleh pesaing. Kekuatan dapat digunakan sebagai dasar perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetisi.

b. Weakness adalah suatu hal yang menjadi kelemahan atau kekurangan.

c. Kesempatan (Opportunities) adalah faktor eksternal dimana kondisi-kondisi tersebut dapat membuka kesempatan baru yang dapat menciptakan keuntungan bagi perusahaan.

(9)

Menurut Rangkuti (20008), hasil analisis pada tabel matriks faktor strategis internal dan faktor strategis eksternal dipetakan pada matriks posisi dengan cara sebagai berikut:

1. Sumbu horizontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman

2. Posisi perusahaan ditentukan dengan hasil sebagai berikut:

a. Kalau peluang lebih besar daripada ancaman, maka nilai y>0 dan sebaliknya kalau ancaman lebih besar daripada peluang maka nilainya y<0 b. Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan, maka nilai x>0 dan sebaliknya kalau kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilai x<0

Gambar 1. Matriks Posisi SWOT Kuadran III

Strategi Turn - Around

Kuadran I Strategi Agresif

Kuadran IV Strategi Defensif

Kuadran II

Strategi Diversifikasi

Y (-) Y (+)

(10)

a. Posisi menguntungkan

b. Perusahaan mempunyai peluang dan kekuatan sehingga ia dapat memanfaatkan peluang secara maksimal

Kuadran II

a. Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan mempunyai keunggulan sumber daya.

b. Perusahaan-perusahaan pada posisi seperti ini menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang jangka panjang.

Kuadran III

Perusahaan menghadapi peluang besar tetapi sumber dayanya lemah, karena itu dapat memanfaatkan peluang tersebut secara optimal fokus strategi perusahaan pada posisi seperti inilah dapat meminimalkan kendala-kendala internal perusahaan.

Kuadran IV

a. Merupakan kondisi yang serba tidak menguntungkan

b. Perusahaan menghadapi berbagai ancaman eksternal sementara sumberdaya yang dimiliki mempunyai banyak kelemahan

2.3.5 Matriks SWOT

Dengan memetakan 4 variabel yaitu, kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman, dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi :

(11)

2. Strategi ST Stratpegi (Strength-Threats) dibuat dengan dasar bahwa perusahaan dapat menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menahan atau mengatasi ancaman yang dapat mengganggu jalannya perusahaan

3. Strategi WO Strategi WO (Weakness-Opportunity) dibuat berdasarkan adanya kesempatan-kesempatan yang ada untuk digunakan dalam rangka mengatasi kelemahan yang ada.

4. Strategi WT Strategi WT (Weakness-Threats) adalah strategi dimana perusahaan dihadapkan pada ancaman dari luar dan juga kelemahan di dalam perusahaan. Strategi yang dibuat bersifat defensive dengan meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman

Tabel 1. Matriks SWOT

(12)

Dari faktor eksternal maupun internal tersebut akan diperoleh faktor – faktor yang

akan dianalisis dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oportunies, Threats) dalam bentuk matriks. Sehingga, dapat diketahui strategi yang tepat dalam pemasaran roti Kacang di Kota Tebing Tinggi.

Keterangan :

: Ada Hubungan

Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran Ancaman (T)

E k sternal

Usaha Roti Kacang di Kota Tebing Tinggi

Kegiatan Pemasaran Roti Kacang

Peluang (O)

Eksternal Kekuatan (S) Internal

Kelemahan (W) Internal

Gambar

Gambar 1. Matriks Posisi SWOT
Tabel 1. Matriks SWOT
Gambar 2. Skema Kerangka Pemikiran

Referensi

Dokumen terkait

MACHFIRA ERNISOLIA P (100304107/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI PANCAKE DURIAN DI KOTA MEDAN .Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret tahun

Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran jamur tiram (Pleurotus sp) di daerah penelitian adalah strategi SO (Strengths – Opportunities) yaitu

Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan pemasaran jamur tiram (Pleurotus sp) di daerah penelitian adalah strategi SO (Strengths – Opportunities) yaitu

Penentuan Faktor Internal (Kekuatan dan Kelemahan) Pemasaran Roti Kacang di Kota Tebing Tinggi.. No Uraian Skor

Dari uraian yang dijelaskan, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai menjadi alasan peneliti untuk meneliti analisis strategi

Analisis Saluran Pemasaran Susu Sapi di Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.. Universitas

Strategi yang diperoleh untuk meningkatkan produksi jagung di daerah penelitian adalah strategi agresif atau strategi SO (Strengths – Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan

MACHFIRA ERNISOLIA P (100304107/AGRIBISNIS) dengan judul skripsi STRATEGI PEMASARAN AGROINDUSTRI PANCAKE DURIAN DI KOTA MEDAN.Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret