LAPORAN KIMIA ORGANIK Reaksi Dehidrasi Alkohol
Nama Kelompok :
RenantyaPuspitasari (14613030) ViviViantySahetapy (14613037) WardatulHasanah (14613082) RizqahMiftahul Jannah (14613093)
Kelompok : C7 Asisten :IntanNurHidayah
LABORATORIUM KIMIA FARMASI PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
A. TujuanPercobaan
Mampu menggunakan teori dehidrasi alkohol dalam pembuatan sikloheksena. B. DasarTeori
Alkohol adalah senyawa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bidang laboratorium dan dalam bidang kesehatan. Alkohol adalah kelompok senyawa yang mengandung satu atau lebih gugus fungsi hidroksil (-OH) pada suatu senyawa alkana. Alkohol dapat dikenali dengan rumus umunya R-OH. Alkohol merupakan salah satu zat yang penting dalam kimia organic karena dapat diubah dari dan ke banyak tipe senyawa lainnya. Reaksi dengan alcohol akan menghasilkan 2 macam senyawa. Reaksinya dapat menghasilkan senyawa yang mengandung ikatan R-O atau dapat juga menghasilkan senyawa mengandung ikatan O-H.
Reaksi dehidrasi didefinisikan sebagai reaksi yang melibatkan pelepasan air dari molekul yang bereaksi. Reaksi dehidrasi merupakan subset dari reaksi eliminasi. Karena gugus hidroksil (-OH) adalah gugus lepas yang buruk, pemberian katalis asam Bronsted sering kali membantu protonasi gugus hidroksil, menjadikannya gugus lepas yang baik, H2O. Dehidrasi alcohol merupakan rute sintesis yang bermanfaat pada alkena. Agen dehidrasi yang umum meliputi asam sulfat pekat, asam fosfat pekat, alumunium oksida panas, keramik panas.
Alkohol pada umunya menjalani reaksi eliminasi jika dipanaskan dengan katalis asam kuat, misal H2SO4 atau asam fosfat (H3PO4) untuk menghasilkan alkena dan air. Asam sulfat pekat akan menimbulkan banyak reaksi sampingan. Katalis tidak bersifat asam, tetapi juga merupakan agen pengoksidasi kuat. Katalis mengoksidasi beberapa alcohol menjadi karbon dioksida dan disaat yang sama tereduksi dengan sendririnya menjadi sulfur oksida. Kedua gas tersebut (karbon dioksida dan sulfur oksida) harus dikeluarkan dari alkena.
b) Uji kualitatif sikloheksena (uji ikatan rangkap) 1) Uji bromine (adisi bromine)
2) Uji Baeyer (oksidasi alkena dengan permanganate)
Hasil percobaan
5 ml Natrium klorida anhidrat
Corong pisah Ditampung destlat dalam gelas
ukur (gelas ukur dalam icebath) minimal 5 ml
Dipanaskan dalm suhu 800-900 C
E. DATA dan PERHITUNGAN Organoleptis
a. Warna
Sebelumuji : Bening
SesudahujiBromin : Bening
Sesudahuji KMnO4 : Terbentukendapancoklat b. Bau
Sebelumuji : BerbauKhas
SesudahujiBromin ; BerbauKhas
Sesudahuji KMnO4 1. Perhitungan
BM Sikloheksanol = 100,16 g/mol BM Sikloheksena = 100,16 g/mol BM Sikloheksanol = 100,16 g/mol BM Sikloheksena = 100,16 g/mol
VolueSikloheksana yang diperoleh = 3 ml
BobotSikloheksanol yang digunakan = Vol. Sikloheksao x BJ Sikloeksanol = 8 ml x 0,96 g/ml MolSikloheksanol ≈ Mol Sikloheksena = 0,0767mol
BobotSikloheksenaTeoritis = Mol x BM
= 0,0763mol x 82,16 g/mol = 6,3017
BobotSikloheksenaPercobaan = BJ Sikloheksena x Vol.Sikloheksena yang diperoleh
= 0,81 g/ml x 3ml 2,43 gram
= 6,30172,43gg x 100% =38,5610%
F. HASIL DAN PEMBAHASAN 1) Mekanisme Reaksi
a) Reaksi umum
c) Terbentuknya karbokation
d) Terjadi peñata ulangan bentuk hingga stabil
e) Kembali ke asam atau katalis asam terbentuk asam sulfat
Pada praktikum ini, bertujuan agar dapat menggunakan teori reaksi dehidrasi alkohol dalam pembuatan sikloheksena dan mampu memahami teori reaksi dehidrasi alkohol.
Zat yang tertinggal pada labu alas bulat adalah sikloheksanol, H2SO4, dan H3PO4 yang tidak selesei bereaksi atau tidak bereaksi secara sempurna. Titik didik alkaloid lebih tinggi dibandingkan alkena karena alkohol dapat membentuk ikatan hydrogen dengan seksamanya. Ikatan hydrogen adalah sejenis gaya tarik antar molekul atau antar dipole-dipol yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Ikatan hydrogen bias digunakan untuk meramalkan titik didih suatu senyawa. Semakin banyak ikatan hydrogen yang bisa dibuat oleh solute dan solvent maka akan semakin tinggi titik didih yang diperlukan[1]
Alcohol mempunyai titik didih yang jauh lebih tinggidari pada titik didih alkena, karena dalam keadaan cair molekul-molekul alcohol terionisasi yang umumnya membentu kikatan hirogen yaitu ikatan antara “O” dari salah satu molekul dengan atom “H” dari alcohol yang lain. Energy tambahan diperlukan untuk memutuskan ikatan-ikatan tersebut sebelum terjadi penguapan, sehingga lakohol akan mempunyai titik didih yang lebih tinggi (makin banyak atom “C” maka makin tingg ititik didihnya )[2]
Asam klorida bukan merupakan pilihan yang baik sebagai katalis asam karena di dalam reaksi dehidrasi alcohol yang dilaksanakan tidak digunakan katalis HCl, karena HCl dapat berikatan dengan air yang akan menghasilkan garam yang berarti katalis tersebut tidak akan terbentuk lagi setelah reaksi selesai. Hidrogen klorida (HCl) adalah asam monoprotik, yang berarti bahwa ia dapat berdisosiasi melepaskan suatu H+ hanya sekali. Dalam larutan asam klorida, H+ ini bergabung dengan molekul air membentu ion hidronium. Ion lain yang terbentuk adalah ion klorida (Cl-).
Reaksi HCl dan air
HCl + H2O H3O+ + HSO4 -HSO4- + H2O H3O+ + SO4- [3]
Dilakukan uji heksanol yang direaksikan dengan Br2 yang digunakan sebagai pembanding serta untuk melihat ketidakjenuhan pada senyawa organic. Hasil ujiini terbentuk 2 fase, fase atas tidak berwarna sedangkan bagian bawah putih keruh. Hal ini menunjukkan bahwa alcohol tidak dapat diadisi olehBr2 .Bromin disini bertindak sebagai pengujia dapun persamaan reaksinya sebagai berikut[4]
Uji kalium permanganate dengan sikloheksen amenghasilkan larutan tidak berwarna dan terdapa tendapan berwarna coklat kehitaman. Jika senyawa alkena direaksikan dengan KMnO4 akan membentuk endapan. Uji sikloheksene dengan KMnO4 disini digunakan sebagai pembanding untuk mengetahui keberadaan ikatan ragkap atau untuk sintesis. Hasi luji yang didapatkan adalah endapan pada larutan berwarna kecoklatan (kalium permanganate disini bertindak sebagai penguji )[5]
H. KESIMPULAN
kebening, sedangkan setelah uji bayer sebelumnya dari warna bening menjadi membentuk endapan coklat. Dengan massa percobaan yang didapat 7,68 g.
I. DAFTAR PUSTAKA
[1] Be Miller,J.N, and Whistler.R., 2009., Starch : Chemistry and technology., Academic Press., USA., 85-89.
[2] Riswanto., 2009.,Kimia Organik., Erlangga., Jakarta., 75-77.
[3] Lehninger AL., 1993.,Dasar-dasarBiokimiajilid 1., Erlangga., Jakarta., 65-68.
[4] Anwar, Chairil et al., 1996.,PengantarPraktikum Kimia., DepartemenPendidikandanKebudayaan (DIKTI)., Jakarta., 81-85.
[5] Drs.Harizon,M.Si., 2003., PenuntunPraktikum Kimia Organik 1., UniversitasJanbi., jambi., 35-38.
J. LAMPIRAN
Sikloheksanol Sebelum Uji Kualitatif
Setelah Uji Kualitatif