• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manajemen Kinerja dan Kompensasi"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

Minggu Kedua

(2)

1.

Pembinaan SDM

2.

Perencanaan dan Pelaksanaan Kinerja

3. Mengelola Produktivitas dan Kualitas

4. Umpan Balik dan Pengukuran Kinerja

5. Tools dan Proses Penilaian Kinerja

6. Review dan Evaluasi Kinerja

7. Presentasi

1st Week

Materi Kuliah

(3)

1st Week

Materi Kuliah

8. Pembinaan SDM (Coaching, Counselling, &

Mentoring)

9. Praktek Penilaian Kinerja Di Perusahaan

10. Overview Manajemen Kompensasi

11. Job Evaluation

12. Salary survey dan Penetapan patokan gaji

13. Strategi Pengelolaan Kompensasi

14. Presentasi Rancangan Sistem Penggajian Suatu

Usaha Kecil

(4)

Perencanaan Kinerja

(5)

Perencanaan Strategis

DEFINISI

Perencanaan

strategis

adalah

proses

memformulasikan,

mengimplementasikan,

dan

mengevaluasi

keputusan

yang

memungkinkan organisasi

mencapai tujuannya

(Wibowo 2016:37).

Terdapat tiga asumsi untuk memahami rencana strategis:

Perencanaan strategis dibuat dengan sengaja,

Perencanaan strategis terjadi ketika sasaran saat ini tidak

terpenuhi,

Sasaran organisasional membutuhkan rencana strategis baru.

(6)

Proses Perencanaan Strategis

PROSES

Define Goals

Define the scopes of product and services

Assess internal resource

Assess the external environment Analyze internal

arangement Assess competitive

advantage Develop a competitive

strategy

Communicate the strategy to stakeholder Implement the strategy Evaluate the

outcomes

Stop in process

(7)

Tujuan dan Sasaran

PENGERTIAN TUJUAN

• Dalam perumusan strategis, perumusan tujuan harus dilakukan. Hal ini karena tujuan merupakan kiblat organisasi, sehingga semua aktivitas dalam organisasi berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai (Abdullah, 2014:43).

• Tujuan merupakan apa yang diharapkan untuk dicapai oleh suatu

organisasi, fungsi, departemen dan individu dalam suatu periode tertentu.

(8)

Tujuan dan Sasaran

TINGKATAN TUJUAN

Strategic Entreprise

Level

Operating Unit Level

Individual Employment

Level

Harvard Business Essentials, 2006:3

Wibowo 2016:47-48

Strategic Goals

Strategic Plans

Tactical Goasl

Tactical Plans

Operational Goals

Operational Plans

Top Management ( Organization-wide perspective)

Middle Management

(Department perspective)

First-Level Management

(Unit/ Individual perspective)

(9)

Tujuan dan Sasaran

INTEGRASI TUJUAN

Corporate goals

Senior management goals

Department/ Functional goals

Team goals

Individual goals Influences

• Key results

• Customer feedback • Market circumstances • External factors

• Employee feedbacks

Feedback

Amstrong dan Baron, Performance Management, 1998:288

(10)

Tujuan dan Sasaran

INTEGRASI TUJUAN

SASARAN

Memperbaiki tingkat pelayanan

Memperinci aspek pelayanan pelanggan untuk mana fungsi bertanggung jawab dan target fungsional manyeluruh untuk perbaikan pelayanan

Korporat

Amstrong dan Baron, Performance Management, 1998:289

Memperinci target tim dalam bidang fungsional pelayanan pelanggan dan perbaikan target untuk fungsi

Memperinci target individu untuk memberi kontribusi bagi prestasi target tim

TINGKAT

Fungsional

Tim

Individu

(11)

Tujuan dan Sasaran

KARAKTERISTIK TUJUAN YANG EFEKTIF

Consistance

(Konsistensi)

Agreed

(Disetujui)

Time- related

(Dihubungkan dengan waktu)

Teamwork-oriented

(berorientasi kerja sama tim)

Recognized as important

Clear

Written in specific term

Measurable and framed in time

Aligned with organizational

strategy

Achievable but challenging

Supported by approriate

reward

Amstrong dan Baron, Performance Mgt, 1998:290 Harvard Business Essentials,2006:7

(12)

Tujuan dan Sasaran

Wibowo 2016:50

Karakteristik Tujuan Yang Efektif: (Amstrong & Baron)

1. Consistence

(konsisten) ; terdapat konsistensi antara nilai2

organisasi dengan tujuan departemen dan korporasi.

2. Precise

(tepat) artinya dinyatakan dengan jelas, dirumuskan

dengan baik dan menggunakan kata positif sehingga tidak

menimbulkan interpretasi.

3. Challenging

(menantang) artinya penentuan tujuan cukup

memberikan tantangan sehingga bersifat merangsang

standard kerja tinggi dan mendorong kemajuan,

4. Measureable

(dapat diukur), artinya tujuan dapat

dihubungkan dengan ukuran kinerja secara kuantitatif dan

kualitatif.

5. Achievable

(dapat dicapai) terjangkau dalam kapabilitas

(13)

Tujuan dan Sasaran

Wibowo 2016:50

Karakteristik Tujuan Yang Efektif (lanjutan):

6. Agreed

(disetujui) ; disetujui bersama oleh manajer dan

individu.

7. Time related (dihubungkan dengan waktu) : tujuan yang

ditentukan dapat tercapai dalam waktu yg ditentukan.

(14)

Tujuan dan Sasaran

Wibowo 2016:50-51

Karakteristik Tujuan Yang Efektif

(Harvard Business)

1. Recognized as important (dikenal penting)

2. Clear (dinyatakan dengan jelas)

3. Written in specific terms (tertulis dg terminology spesifik)

4. Measurableand framed in term (dapat diukur dan

ditentukan waktunya)

5. Aligned with organizational strategy (diselaraskan dengan

strategi organisasi)

6. Achievable but challenging (dapat dicapai tapi menantang)

7. Supported by appropriate reward (didukung oleh reward yg

(15)

Tujuan dan Sasaran

TUJUAN MEMFASILITASI KINERJA

Goal content:

• Challenging

• Attainable

• Specific and measurable

• Time- limited

• Relevant

Goal commitment:

• Supervisory authority

• Peer and group pressure

• Public display

• Expectation of success

• Incentive and reward

• participation

Work behavior:

• Direction

• Effort

• Persistance

• planning

Knowledge of result (Feedback) Job knowledge

and ability

Task Complexity

Performance

Situational constraints: (tools, materials,

and equipment)

Kathryn M. Bartol dan David C. Martin, Managemnet, 1991:165

Wibowo 2016:55

(16)

Tujuan dan Sasaran

KESALAHAN YANG HARUS DIHINDARI

Performance Metrics

(Metrik Kinerja)

Goal and Reward Misalignments

(Tidakselaras Tujuan dan Penghargaan)

Insufficient Challenged

(Tidak Cukup Tantangan)

Wibowo 2016:55-56

Kesalahan dalam menetapkan tujuan akan berdampak pada arah dan jalannya organisasi, kesalahan dalam menetapkan tujuan karena

(17)

Tujuan dan Sasaran

SASARAN KINERJA

Sasaran kinerja merupakan suatu pernyataan secara spesifik yang menjelaskan hasil yang harus dicapai, kapan dan oleh siapa sasaran yg ingin dicapai tersebut diselesaikan. Sifatnya dapat dihitung, prestasi yang dapat diamati dan dapat diukur. Sasaran merupakan harapan.

Sebagai sasaran, kinerja mencakup unsur- unsur, yaitu:

The performers: orang yang menjalankan kinerja

The action/ the performance: tentang tindakan atau kinerja yang dilakukan oleh performer.

A Time element : menunjukkan waktu kapan pekerjaan dilakukan

An Evaluation Method: tentang cara penilaian bagaimana hasil pekerjaan dapat dicapai.

(18)

Tujuan dan Sasaran

SASARAN KINERJA

Sasaran yang efektif dinyatakan secara spesifik untuk menyelesaikan pekerjaan yang juga sangat berguna ketika menulis sasaran, contoh

Memproduksi spatu merk XC 725 pasang sepatu setiap bulannya pada tahun 2018.

Sasaran yang efektif dinyatakan secara spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, berorientasi pada hasil dan dalam batasan waktu tertentu yg dinyatakan dalam akronim SMART:

Specific (S): jelas, singkat dan mudah dimengerti

Measurable (M): dapat diukur dan dikuantifikasi

Attainable/achievable (A): menantang dan dapat terjangkau

Result oriented/realistic/relevant (R): focus pada hasil untuk dicapai

(19)

Tujuan dan Sasaran

PERUMUSAN SASARAN

Masukan Aktivitas Keluaran

Bahan- bahan Orang

Dana

Memfasilitasi Mengorganisasi Merencanakan Mengoordinasi

Meningkatkan produksi

Menurunkan Pengeluaran operasi Meningkatkan penjualan per tahun

(20)
(21)

Manajemen Kinerja dan Kompensasi

Minggu Kedua

(22)

Kesepakatan Kinerja

PENGERTIAN KESEPAKATAN KINERJA

Kesepakatan kinerja merupakan kontrak kinerja antara pekerja dengan manajer yang disebut sebagai personal contract.

Manfaat kesepakatan kinerja:

Bagi Manajer:

• Kejelasan dukungan yang harus diberikan kepada karyawan

• Ukuran penilaian prestasi kerja karyawan

Bagi Karyawan:

• Mengetahui harapan manajer kepada mereka

(23)

Perencanaan Kinerja

PENGERTIAN PERENCANAAN KINERJA

Perencanaan kinerja merupakan bagian terpenting dalam manajemen kinerja. Menurut Abdullah (2014, 37) perencanaan kinerja merupakan desain kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan mengelola kinerja.

Beberapa contoh perencanaan dan penetapan sasaran kinerja:

 Penjualan: dalam tahun ini dapat menutup lima kontrak penjualan dengan nilai masing- masing diatas Rp 5 milyar.

 Pelayanan pelanggan: merespon semua pertanyaan dalam 24 jam.

 Manufacturing: meningkatkan pengiriman tepat waktu lebih tinggi 20% dari tahun lalu.

 Pemasaran: membuka 10 gerai baru di Surabaya sebelum bulan

november.

(24)

Perencanaan Kinerja

AKTIVITAS DALAM PERENCANAAN KINERJA

1. Rencana

4. Tanggung Jawab Manajer:

Membangun sasaran umum

Menjadwal diskusi perencanaan kinerja

Membantu pekerja dalam menentukan prioritas

Meninjau kembali konsep rencana kerja bawahan

Membantu pekerja dalam meningkatkan kemampuan kinerja

Memelihara arsip

Mengembangkan metode monitoring

Bekerja bersama pekerja untuk mengubah sasaran pekerja (apabila rencana bisnsi berubah signifikan)

5. Tanggung Jawab Pekerja:

Membiasakan diri dengan sasaran organisasi

Mengembangkan sasaran SMART

Mempersiapkan data pendukung setiap sasaran

Menentukan sumber daya dan koordinasi yang diperlukan

Mendaftar pertanyaan dan masalah potensial

Mengukur tingkat persyaratan keterampilan

Mengembangkan aktivitas persiapan pengembangan

Mendiskusikan konsep dengan manager

Menegosiasikan sasaran

(25)

Standar Kinerja

PENGERTIAN STANDAR KINERJA

Beberapa ahli menggunakan pengertian standar kinerja dengan

“kondisi yang akan terjadi ketika segmen pekerjaan dikerjakan dengan

baik.” sementara terdapat ahli lain yang mengatakan bahwa standar kinerja merupakan “kondisi yang akan terjadi ketika segmen pekerjaan

dikerjakan dengan cara yang dapat diterima.”

FUNGSI STANDAR KINERJA

Beberapa fungsi standar kinerja antara lain:

 Tolak ukur untuk menentukan keberhasilan

 Memotivasi karyawan agar bekerja lebih keras untuk mencapai

standar

 Memberikan arah pelaksanaan pekerjaan

 Memberikan pedoman kepada karyawan mengenai proses

(26)

Standar Kinerja

PERSYARATAN STANDAR

• Relevan dengan Strategi Organisasi

• Memperhatikan pengaruh faktor eksternal

• Mencerminkan keseluruhan

tanggung jawab

• Dapat membedakan kinerja yang diterima atau tidak

• Memperhatikan teknologi dan

proses produksi

• Memberikan tantangan kepada

karyawan

• Realistis dan dapat dicapai

• Berhubungan dengan waktu

pencapaian standar

• Dapat diukur dan terdapat alat ukurnya

• Standar harus konsiten

• Standar harus adil

• Memenuhi ketentuan

undang-undang dan peraturan

(27)

Standar Kinerja

STANDAR YANG EFEKTIF

Standar Didasarkan pada Pekerjaan

Standar Dapat Dicapai

Standar Dapat Dipahami

Standar Disepakati

Standar Spesifik dan Teratur

Standar Berorientasi pada Waktu

Standar Harus Tertulis

(28)

Pelaksanaan Kinerja

(29)

1. Sumber Daya Manusia • Gaya kepemimpinan

• Hubungan pimpinan dan bawahan • Penghargaan yang diberikan

• Program pengembangan SDM 2. Sumber Daya Lainnya

• Dana • Bahan • Peralatan • Teknologi

• Mekanisme Kerja

Lingkungan Kinerja

Kinerja dalam suatu organisasi dilakukan oleh segenap sumber daya manusia dalam organisasi, baik unsur pmimpinan maupun pekerja. Banyak

fakttor yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia dalam

menjalankan kinerjanya.

Faktor Internal Faktor Eksternal

• Fluktuasi nilai rupiah • Kenaikan suku bunga

di Bank Sentral

• Kenaikan harga minyak • Tarif bea dan cukai

(30)

Memahami Kinerja

Pernyataan tentang maksud dan nilai

Manajemen strategis

Manajemen sumber daya manusia

Pengembangan organisasi

Konteks organisasi

Desain organisasi

a. Konsep baru tentang orang

b. Konsep baru tentang kekuatan

c. Konsep baru tentang

nilai- nilai

(31)

Memahami Kinerja

Fungsionalisasi

Budaya

Kerja sama

Tiga masalah fungsional yang mempengaruhi kinerja:

a. Dalam organisasi yang beroperasi secara global, kantor

pusat hanya mengurus rencana bisnis dan prestasi.

b. Dalam organisasi skala nasional, dapat memindahkan

kewenangan ke tingkat yang lebih tinggi atau rendah.

(32)

Perilaku Mendorong Kinerja

Behavior Job Demands Behavior Job Demands Behavior Job Demands

Low

Performance PerformanceModerate PerformanceHigh Tingkat Kinerja

(33)

Perilaku Mendorong Kinerja

1. Performance Blocking Behavior

 Disebabkan oleh faktor eksternal.

 Sering dikorelasikan dengan kehilangan kekuasaan dan kontrol

 Untuk mengurangi Performance Blocking Behavior adalah dengan mendapatkan feedback dari orang lain.

2. Perilaku Kepemimpinan

Beberapa tipe perilaku kepemimpinan adalah:

Performance- sustaining behavior

Performance- accelerating behavior

Balancing

3. Hubungan Perilaku dengan Prestasi Manajemen

Perilaku manajerial berkepentingan dengan tingkat: Relationship with people

Assessing the situation

Getting the task accomplished

(34)

Model Kinerja

Performance

Knowledge Structure

Human Process Process integration

Nonhuman Process Process integration

Strategic Positioning

Integration

Paul Hersey, Kenneth H. Blanchard, dan Dewey E. Johnson,

(35)

Model Kinerja

FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA

Menurut Armstrong dan Baron

(1998:16):

1. Personal Factors

2. Leadership Factors

3. Team Factors

4. System Factors

5. Contextual/ Situational Factors

Menurut Hersey, Blanchard, dan

Johnson:

1. A- Ability (Knowledge and skill)

2. C- Clarity (understanding/ role

perception)

3. H- Help (Organizational Support)

4. I- Incentive (motivation/

willingness)

5. E- Evaluations (Coaching and

performance feedback)

6. V- Validity (Valid and legal

personnel practices)

7. E- Environment (Environmental

(36)

Indikator Kinerja

Indikator kinerja kadangkala digunakan secara bergantian

dengan ukuran kinerja. Akan tetapi, indikator kinerja hanya

dapat dipakai untuk aktivitas yang telah ditetapkan secara

kualitatif atas dasar perilaku yang dapat diamati.

Motive

Competence

Feedback

Goals

Standard

Opportunity Means

Paul Hersey, Kenneth H. Blanchard, dan Dewey E. Johnson,

(37)

Kinerja Organisasional

Sebagian besar kesuksesan suatu organisasi ditentukan oleh manajer. Apabila suatu organisasi telah mencapai tujuannya, maka membuat anggotanya memperoleh kemakmuran dan kesejahteraan.

Dalam mengevaluasi manajer dan organisasi, Peter Drucker

menggunakan kriteria dan konsep dalam ukuran efisiensi dan

efektivitas.

Kinerja organisasional dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti

struktur organisasi, pengetahuan, sumber daya bukan manusia, posisi strategis, dan proses sumber daya manusia.

(38)

Kinerja Individu dan Kelompok

Fasilitas Sosial

• Kecenderungan bahwa kehadiran orang lain kadangkala dapat meningkatkan kinerja individu dan pada waktu yang lain menghambatnya

Social Loafing

• Kecenderungan anggota kelompok untuk menggunakan lebih sedikit usaha individu pada tugas tambahan apabila ukuran kelompok meningkat

• Beberapa cara untuk mengatasi social loafing:

• a. Make each performer identifiable

• b. Make work tasks importans and interesting

• c. Reward individual’s for contributing to their group’s performance

(39)

Referensi

Dokumen terkait

Selanjutnya, kedua sasaran tersebut diukur dengan empat indikator kinerja output berupa:(1) Jumlah paket teknologi spesifik lokasi yang dimanfaatkan (akumulasi 5

 Tujuan merupakan misi sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang akan datang..  Manajer bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai

Sasaran 11 : sebanyak 4 indikator yang ditetapan dan diukur, seluruhnya (100%) dicapai dengan predikat kinerja sangat baik yakni dengan rata-rata capaian kinerja

Capaian indikator kinerja sasaran Dinas Pertanian Kabupaten Magetan merupakan tingkat pencapaian target dari indikator kinerja sasaran yang dicapai pada Tahun 2015,

Angka tersebut berarti bahwa sebesar 73,4% kinerja proyek yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan faktor spesifik proyek (project specific factors),

Mengingat strategisnya peranan system informasi remunerasi, maka sistem tersebut harus didesain sebaik mungkin agar dapat memberikan layanan yang cepat dan akurat untuk karyawan

Pengertian lain manajer adalah orang yang memiliki pengalaman, pengetahuan serta keterampilan yang baik dan diakui oleh organisasi/perusahaan tersebut untuk dapat

Batasan Penelitian Agar dapat dicapai sasaran pembahasan secara sistematis serta mudah difahami dan tetap mengacu pada kerangka pokok permasalahan, maka batasan masalah yang akan