KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI RA/TK
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI RA/TK TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA GURU
Oleh : KHOLIFATUL AZIZAH, S.Pd.I.
Kepala RA dan Pemerhati Pendidikan Anak Usia Prasekolah
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Bagi suatu organisasi, peran seorang pemimpin sangat penting artinya. Hal ini dikarenakan seorang pemimpin adalah otak organisasi, pemimpin organisasi selalu membuat keputusan, membuat rencana dasar dan menentukan tujuan organisasi. Keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh pemimpin dan gaya kepemimpinannya dalam organisasi.
Menurut Winardi (2000 : 36) gaya kepemimpinan adalah cara yang dilakukan oleh seseorang yaitu pemimpin dalam menjalin suatu hubungan dan mempengaruhi bawahannya untuk bekerja sama secara sukarela dalam suatu mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin. Didalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, seorang guru akan sangat membutuhkan adanya dorongan semangat dan motivasi dari pimpinan mereka sebab hal ini merupakan moda yang sangat penting sehingga hampir setiap tindakan dan
kebijakan yang diambil/dilakukan oleh seorang pemimpin mempunyai dampak yang positif dan negatif bagi bawahan yang dipimpinnya. Seorang pemimpin harus dapat memotivasi
bawahannya sedemikian rupa sehingga dalam melaksanakan tugasnya, guru akan memiliki efektivitas kerja yang tinggi dan diharapkan mampu membuahkan hasil yang memuaskan, baik bagi sekolahan maupun guru itu sendiri.
Motivasi kerja mengandung pengertian bahwa suatu kondisi yang membangkitkan,
menggerakkan, mengarahkan dan memelihara perilaku guru untuk bekerja dalam lingkungan kerjanya dalam upaya mencapai tujuan pribadi guru dan tujuan organisasi sedangkan pemimpin mempunyai arti seseorang yang karena kecakapan-kecakapan pribadinya, dengan atau
tanpa pengangkatan resmi dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk mengerahkan untuk bersama ke arah pencapaian sasaran tertentu (Suad Hasan, 1990 : 36), sehingga jelas bahwa seorang pemimpin mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup sekolahnya. Sangat pentingnya arti seorang pemimpin sehingga dapat dikatakan bahwa sukses atau tidaknya sekolahan sangat tergantung oleh pimpinan sekolahnya itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa salah satu kunci keberhasilan suatu usaha adalah
kemampuan seorang pemimpin dalam mengatur dan memotivasi gurunya agar bekerja lebih giat demi tercapainya tujuan sekolahan. Usaha sekolahan untuk menumbuhkan kinerja guru dapat ditempuh dengan cara memberi dorongan dan pemenuhan kesejahteraan guru agar menciptakan suasana kerja yang kondusif serta menumbuhkembangkan keharmonisan hubungan kerja antara atasan dengan bawahan (Moekijat,
1994 : 170).
▸ Baca selengkapnya: program kerja kepala sekolah ra
(2)pengaruh yang nyata terhadap motivasi kerja. Taman Kanak-Kanak adalah salah satu bentuk pendidikan yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat tahun sampai memasuki pendidikan dasar yang termasuk jalur pendidikan sekolah yang bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas penulis sangat tertarik untuk mengangkat judul “Kepemimpinan Kepala Sekolah Di Taman Kanak-Kanak” ini.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan alasan pemilihan judul yang telah diuraikan di atas, pokok permasalahan yang ada antara lain :
1. Apakah arti kepemimpinan itu ?
2. Faktor apa yang mempengaruhi efektivitas kerja seorang pemimpin ? 3. Bagaimana pengaruh kepemimpinan terhadap efektivitas kerja ? C. Tujuan Penulisan
Dalam pemilihan judul ini, penulis ingin mengetahui tujuan dari penulisan, sebagai berikut: 1. Untuk menjelaskan arti seorang pemimpin.
2. Untuk menjelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas kerja pemimpin.
3. Untuk menjelaskan pengaruh kepemimpinan terhadap efektivitas kerja.
D. Manfaat Penulisan
Dari pemilihan judul ini, adapun manfaatnya adalah sebagai berikut : 1. Manfaat Teoritis
Berdasarkan pemilihan judul tentang “Kepemimpinan Kepala Sekolah di Taman Kanak-Kanak terhadap Efektivitas Kerja” ini diharapkan dapat mengetahui bagaimana kepemimpinan kepala TK terhadap efektivitas kerja guru.
2. Manfaat Praktis
Menambah pengetahuan tentang pengaruh kepemimpinan terhadap efektivitas kerja guru. .
*** BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep tentang Kepemimpinan 1. Pengertian Kepemimpinan
Di dalam suatu organisasi peran seorang pemimpin sangat penting. Hal ini disebabkan karena seorang pemimpin adalah otak organisasi. Pemimpin organisasi selalu membuat keputusan, membuat rencana dasar dan menentukan tujuan organisasi. Keberhasilan suatu organisasi sangat ditentukan oleh pemimpin dan gaya pemimpin dalam organisasi.
mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan untuk mencapai hal yang diinginkan oleh pemimpin. Sementara menurut Agus Dhanna (92:42), kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi efektivitas kerja seorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu. Pengertian tersebut di atas mengandung beberapa unsur pokok antara lain :
a. Kepemimpinan harus melibatkan orang lain yaitu : pengikut atau bawahan karena kesediaan untuk menerima pengarahan dari pimpinan anggota kelompok membantu menegaskan status kepemimpinan dan memungkinkan proses kepemimpinan. Tanpa bawahan sama sifat-sifat kepemimpinan akan menjadi tidak relevan.
b. Kepemimpinan mencakup distribusi kekuasaan yang tidak sama di antara pemimpin dan anggota kelompok. Pemimpin mempunyai wewenang untuk mengarahkan beberapa aktivitas anggota kelompok yang tidak dapat dengan cara yang sama mengarahkan aktivitas pemimpin. c. Pemimpin bisa mempengaruhi pengikut atau bawahannya dan bisa mengarahkan sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi, menggerakkan dan mengarahkan suatu tindakan pada diri seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.
2. Sifat Kepemimpinan
Sifat yang seharusnya dimiliki seorang pemimpin yang baik adalah sebagai berikut :
a. Mempunyai persepsi sosial artinya pemimpin peka terhadap kebutuhan, masalah, perasaan, sikap bawahan atau anggota kelompok.
b. Mempunyai kecerdasan yang tinggi, di sini pemimpin memiliki kecakapan untuk berfikir abstrak yang lebih tinggi daripada ratarata anggota kelompoknya.
c. Mempunyai kestabilan emosi merupakan hal yang sangat penting dalam kepemimpinan di mana seorang pemimpin harus mempunyai kematangan emosional yang berdasarkan kesadaran yang mendalam akan kebutuhan. Kebutuhan, keinginan-keinginan, cita-cita dan alam perasaan serta pengintegrasian semua itu ke dalam suatu kepribadian yang harmonis (W.A. Gerungan dalam Onong Uchjana Effendi, 1992 : 4).
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa sifat pemimpin yang baik yaitu kecakapan seorang pemimpin untuk berfikir, baik secara terang maupun secara dinamis dan aktif.
3. Syarat Pemimpin
Pemimpin selain mempunyai kemampuan teknis juga harus memiliki syarat antara lain : a. Peri kemanusiaan.
b. Adil dan mempunyai tanggung jawab.
c. Penuh percaya diri dan berani mengambil tindakan terhadap penyimpangan.
d. Penuh inisiatif dengan segala keadaan, tidak pernah kehilangan jalan serta waspada dan selalu mengoreksi diri.
e. Mempunyai daya tarik, menciptakan perhatian dan membangkitkan semangat bawahan terhadap
tugasnya.
f. Gotong-royong, mau bekerja sama baik dengan orang yang setara maupun dengan atasan dan bawahan.
kelebihan yaitu : a. Kapasitas
Kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara atau verbal fasility, kemampuan menilai. b. Prestasi
Gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan, perolehan dalam olahraga, seni dan lain-lain. c. Tanggung jawab
Mandiri, berinisiatif, tekun, ulet, percaya diri, agresif, hasrat untuk unggul. d. Partisipasi
Aktif memiliki sosiobilitas tinggi, mampu bergaul, kooperatif atau serba bekerja sama, mudah menyesuaikan diri, punya rasa humor.
e. Status
Meliputi kedudukan sosial ekonomi cukup tinggi, populer, tenar. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa kelebihan seorang pemimpin haruslah mempunyai kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status.
4. Teori Kepemimpinan a. Teori Berdasarkan Ciri-Ciri
Inti teori ini terlihat pada pendapat yang menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang sangat tergantung pada bakat yang dibawa sejak lahir. Penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang mudah ditakdirkan untuk menjadi pimpinan sehingga bagaimanapun sejarah
perjalanan hidupnya akan menimbulkan situasi yang memungkinkan tempat sebagai pemimpin yang efektif. Tegasnya teori ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin dilahirkan dan tidak karena apapun.
b. Teori Ketergantungan pada Keadaan
Ini pikiran dalam teori ini adalah bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang dalam suatu organisasi sangat tergantung menyesuaikan gaya kepemimpinan yang menjadi karakteristik utamanya dengan tuntutan pelaksanaan tugas yang harus terselenggara dalam organisasi. Teori ini berkembang akibat adanya dua “kubu” pendapat bahwa gaya kepemimpinan seseorang adalah suatu “fixed” dalam arti bahwa yang bersangkutan tidak akan bisa merubah kepemimpinan dan oleh karena itu organisasilah yang harus menyesuaikan diri dengan gaya tertentu itu. Pandangan lain mengatakan seorang pimpinan dengan tuntutan organisasi. Pandangan ini menekankan bahwa pimpinan dalam organisasi tidak mampu merubah kepemimpinannya, yang bersangkutan perlu diganti dengan seseorang yang kepemimpinannya dipandang cocok dengan ketentuan organisasi.
c. Teori Jalan Tujuan
Teori ini berpendapat bahwa tidak selalu mampu mengidentifikasikan kebutuhannya secara tepat, kalaupun ada mereka tidak selalu mengetahui gaya yang paling tepat untuk memuaskannya. Oleh karena itu pimpinan diharapkan mampu membantu para bawahannya dengan menunjukkan “jalan” yang seyogyanya ditempuh untuk para bawahan itu sehingga berbagai tujuan pribadinya tercapai sebagai bagian dari usaha pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.
d. Teori Keperilakuan
menjamin keberhasilan kepemimpinan. Keseimbangan sangat penting karena dengan demikian tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi benarbenar terlaksana dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi.
e. Teori Situasi
Teori ini menyatakan bahwa seorang pimpinan dalam menjalankan tugasnya pasti menghadapi situasi yang berbeda-beda dari waktu ke waktu dan faktor situasional tersebut berbeda antara satu organisasi dengan organisasi yang lain. Adapun beberapa faktor situasi yang berpengaruh antara lain :
1) Kompleksitas tugas yang harus dilaksanakan.
2) Jenis pekerjaan, apakah bersifat rutin dan teknis atau menuntut sikap yang inovatif dan kreatif.
3) Bentuk teknologi yang digunakan.
4) Persepsi sikap dan gaya manajerial yang pada dasarnya dimiliki oleh para pemimpin.
5) Norma yang dianut oleh kelompok kerja dalam organisasi.
6) Rentang kendali yang dianggap paling tepat yang pada gilirannya dapat mengarah kepada tingkat pendelegasian wewenang yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
7) Faktor ancaman, hambatan dan gangguan yang bila tidak dihadapi akan mempunyai dampak negatif bagi organisasi.
f. Teori Pimpinan – Partisipasi
Ini teori ini menyatakan bahwa pada analisa terakhir efektivitas seorang manager sangat
tergantung pada tingkat kemampuannya untuk mengikutsertakan para bawahannya dalam seluruh proses manajemen terutama dalam proses pengambilan keputusan.
g. Teori Penerimaan
Teori ini sering disebut dengan istilah “Acceptance Theory” yang intinya terletak pada pendapat yang menyatakan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tercermin pada pengakuan dan penerimaan orang lain terhadap kepemimpinan yang bersangkutan. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa teori kepemimpinan adalah seseorang yang mempunyai bakat dan bisa memberi jalan.
5. Gaya Kepemimpinan
Menurut Fremont E. Kast dan Janes E. Rosenzweig (1995 : 536) ada 3 gaya kepemimpinan dalam kelompok yang relatif menonjol di mana 3 gaya ini berorientasi pada tugas, yaitu : a. Kepemimpinan gaya otoriter adalah suatu kepemimpinan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dan kegiatan yang akan dilakukan, diputuskan oleh pemimpin. Dengan ciri tersebut berarti memberikan instruksi secara pasti, menuntut kerelaan, menekankan pelaksanaan tugas, melaksanakan pengawasan tertutup, bawahan tidak mempengaruhi keputusan, memakai paksaan, ancaman dan kekuasaan untuk melakukan disiplin serta menjamin pelaksanaannya.
b. Kepemimpinan gaya demokratis adalah suatu gaya kepemimpinan di mana guru dilibatkan dalam penentuan sasaran strategi dalam pembagian tugas. Dengan ciri tersebut seperti
akan dilakukan lebih banyak diserahkan pada bawahan. Ciri kepemimpinan ini yaitu bawahan menentukan tujuan dan mengambil keputusan sendiri, pemimpin hanya memberikan nasehat atau pengarahan sejauh yang diminta saja.
Dari ketiga gaya kepemimpinan di atas pada prinsipnya semuanya baik tergantung pada situasi yang terjadi. Kepemimpinan demokratik adalah yang terbaik dalam keadaan normal. Sedangkan dalam keadaan darurat kepemimpinan otokratik akan lebih baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing gaya kepemimpinan mempunyai kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu kombinasi dari ketiganya disesuaikan dengan kondisi sekolah yang ada merupakan gaya kepemimpinan yang terbaik.
B. Konsep tentang Efektivitas 1. Pengertian Efektivitas Kerja
Menurut Kamus Administrasi, efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang mengandung pengertian mengenai terjadinya efek/akibat yang dikehendaki kalau seseorang melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud tertentu yang memang dikehendaki maka perbuatan ini dinyatakan efektif kalau menimbulkan akibat atau mencapai maksud bagaimana dikehendaki. Menurut Musanef, suatu pekerjaan ini efektif bila dapat diselesaikan tepat pada waktunya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Efektivitas menurut The Liang Gie (1981:21) adalah keadaan yang menimbulkan hasil seperti yang dikehendaki yang terjadi akibat sejumlah rangkaian efektivitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan oleh manusia dalam hal ini adalah guru mencapai tujuan tertentu.
Dengan demikian dapat disimpulkan yang dimaksud efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukkan aktifitas pekerjaan yang memberikan hasil atau akibat seperti yang dikehendaki sampai dengan waktu yang telah ditetapkan.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pemimpin
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi efektivitas pemimpin diantaranya : a) kepribadian, pengalaman masa lalu dan harapan pemimpin, b) pengharapan dan perilaku atasan, c)
karakteristik harapan dan perilaku bawahan, d) kebutuhan tugas setiap bawahan, e) iklim dan kebijakan organisasi serta, f) harapan dan perilaku rekanan.
Pemimpin kependidikan adalah semua orang yang bertanggung jawab dalam proses peningkatan mutu pada semua tingkatan dan satuan organisasi lembaga pendidikan. Peranan dan tanggung jawab pemimpin pendidikan dimaksud sudah tentu berbeda dalam tingkatan dan ruang
lingkupnya sesuai dengan tingkatan dan satuan organisasi bersangkutan. Pemimpin utama (kepala sekolah) terus mempunyai visi yang jelas tentang lembaga pendidikan yang dipimpinnya, dan harus mampu menjelaskan visi itu kepada pemimpin-pemimpin bawahannya sehingga semua memahaminya dan dapat menjabarkannya menjadi program-program kerja. Di samping itu, pemimpin baik, pemimpin utama maupun pemimpin di bawahnya harus mampu membudayakan mutu sehingga dia dapat menjadi teladan bagi bawahannya.
Setidaknya 5 kemampuan dasar yang harus ada pada setiap pemimpin yaitu : a) visi yang jelas, b) kerja keras, c) ketekunan yang penuh ketabahan, d) pelayanan dengan rendah hati dan e) disiplin kuat.
Kepemimpinan kependidikan ialah ciri dan kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin kependidikan. Di atas telah disebut lima kemampuan dasar seorang pemimpin. Kelima
yang termasuk unsur-unsur kepemimpinan kependidikan. Setiap pemimpin pendidikan harus memiliki ciri kepemimpinan dimaksud, di samping ilmu dan teknologi yang menjadi
spesialisasinya.
Setiap pemimpin kependidikan perlu menyadari dan melaksanakan prinsip-prinsip berikut : a) visi dan simbol : pemahaman tentang pandangan masa depan dan prinsip-prinsip lembaga pendidikan yang dipimpinnya perlu dikomunikasikan kepada seluruh tenaga kependidikan, pegawai administrasi anak didik, dan masyarakat, b) pemimpin perlu turun ke bawah bertemu dengan tenaga kependidikan, pegawai administrasi, anak didik dan masyarakat untuk
berkomunikasi, bertukar pikiran dan memahami aspirasi mereka berkenaan dengan
pengembangan lembaga, c) pemimpin harus memperhatikan kebutuhan dan aspirasi mereka, d) pemimpin harus mendorong tumbuhnya dan berkembangnya prakarsa dan inovasi seluruh SDM, e) pemimpin harus berusaha menumbuhkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan kesetiakawanan di lingkungan guru dan juga anak didik.
Sesuai dengan prinsip-prinsip dan pandangan di atas, pemimpin kependidikan mempunyai peranan penting dalam membudayakan mutu total sebagaimana diharapkan peran yang dimaksud antara lain : a) mengembangkan sistem komunikasi yang baik dengan seluruh guru dan anak didik, b) membimbing guru dan mendorong tumbuhnya motivasi untuk mengatasi berbagai masalah, c) mengembangkan kerja sama yang efektif dan efisien, d) mengembangkan peluang bagi tenaga kependidikan untuk berinisiatif meningkatkan mutu proses belajar mengajar (Yusuf Hanafiah, 1994).
Di samping itu, pemimpin yang sangat dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu memberdayakan guru yang memiliki kecakapan meningkatkan kinerja mereka. ***
BAB III
METODE DAN SISTEMATIKA PENULISAN A. Metode Penulisan
Penulisan bersifat deduktif (otoriter, demokratis). B. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang penulis gunakan dalam tugas akhir ini adalah :
1. Pengambilan data sekunder melalui internet yaitu pengambilan data informasi melalui kecanggihan teknologi komputer melalui internet.
2. Studi pustaka. Pengumpulan data melalui studi pustaka yaitu pengumpulan data dengan membaca buku-buku literatur dengan majalah yang berhubungan dengan pembuatan tugas akhir, adapun jenis data yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir adalah : Data sekunder yaitu data yang pengumpulannya bukan diusahakan sendiri oleh penulis. Data tersebut diperoleh melalui informasi seperti studi pustaka, bahan pustaka, internet yang menyangkut tentang kepemimpinan.
C. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir merupakan garis besar penyusunan yang bertujuan
memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi tugas akhir. Sistem penulisan tugas akhir adalah sebagai berikut :
2. Bagian Utama Tugas Akhir terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN, Berisi Latar Belakang, Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA, Berisi teori-teori tentang Pengertian, Sifat, Syarat, Teori, Gaya Kepemimpinan dan Pengertian, dan Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Kerja .
BAB III METODE DAN SISTEMATIKA PENULISAN, Berisi tentang Metode Penulisan, Metode Pengumpulan Data dan Sistematika Penulisan.
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH, Berisi tentang Pengaruh Kepemimpinan terhadap Efektivitas Kerja.
BAB V PENUTUP, Berisi Simpulan dan Saran.
3. Bagian Pelengkap Tugas Akhir, Berisi Daftar Pustaka. D.
*** BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
Pengaruh Kepemimpinan terhadap Efektivitas Kerja
Keberhasilan manajemen suatu organisasi ditentukan oleh efektivitas kepemimpinan. Karena kepemimpinan adalah inti dari manajemen. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki serta melaksanakan kepemimpinannya dengan baik agar memperoleh sukses dalam
melaksanakan tugasnya. Seorang pemimpin mengharapkan guru dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, tetapi kalau ternyata tidak dapat menyelesaikan dengan baik, maka perlu diketahui sebab-sebabnya. Ada
kemungkinan guru memang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya, karena faktor lingkungan kerja yang mengakibatkan dampak menurunnya efektifitas kerja guru. Menurut Hall T. Dauglas dan Goodale G. James dalam Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu proses melalui mana kesesuaian optimal di antara guru, pekerja, organisasi dan lingkungan. Sehingga para guru mencapai tingkat kepuasan dan performasi yang mereka inginkan dan organisasi memenuhi tujuannya.
Salah satu latar belakang yang mempunyai kaitan erat dengan efektivitas kerja guru di mana merupakan komponen dalam usaha untuk mencapai tujuan sekolah adalah latar belakang kerja di mana terdapat guru tersebut melaksanakan pekerjaan seperti diketahui bahwa lingkungan kerja merupakan segenap keadaan fisik dan non fisik yang ada di sekitar guru yang berpengaruh pada saat melaksanakan tugas dengan baik dengan menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan sesuai dengan kebutuhan guru sehingga mempengaruhi efektivitas guru.
Dalam efektivitas kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan manajemen adalah segala upaya yang dilakukan dengan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam
mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah di sekolahnya untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Sehubungan dengan itu, kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dalam manajemen dapat dilihat berdasarkan kriteria berikut :
1. Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif.
4. Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah.
5. Bekerja dengan tim manajemen, serta
6. Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Pidarta (1998) mengemukakan ada 3 macam ketrampilan yang harus dimiliki oleh kepala sekolah untuk mensukseskan kepemimpinannya yaitu ketrampilan untuk memahami dan mengoperasi organisasi; ketrampilan untuk bekerja sama, memotivasi, memimpin serta ketrampilan dalam menggunakan pengetahuan, metode, teknik serta perlengkapan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Tanpa itu semua guru tidak dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan sekolahan (Taman Kanak-Kanak) tidak akan maju.
*** BAB V PENUTUP A. Simpulan
Penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di Taman Kanak-Kanak terhadap efektivitas kerja guru sangatlah penting. Tanpa adanya kepemimpinan kepala TK, efektivitas kerja guru tidak akan berjalan dengan lancar, ini dikarenakan seorang pemimpin adalah otak organisasi. Seorang pemimpin mengharapkan guru dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
B. Saran
Setelah terselesainya tugas akhir ini penulis mencoba memberikan saran yang nantinya mungkin dapat berguna bagi semua pihak. Adapun sasarannya antara lain : sebaiknya seorang pemimpin dapat meningkatkan efektivitas kerja guru yang didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif sebab tanpa itu semua guru tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Tugas dan Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin
Muhammad Risal 5.0 Tugas dan Peran Kepala Sekolah Sebagai PemimpinTugas dan Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin
Tugas Kepala Sekolah sebagai Pemimpin
mencapainya, dianggap sebagai pemimpin yang sebenarnya. Orang yang memegang jabatan kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan.
Menurut (Dirawat, 1986 : 80) tugas dan tanggungjawab kepala sekolah dapat digolongkan kepada dua bidang, yaitu:
1.Tugas kepala sekolah dalam bidang administrasi dapat digolongkan menjadi enam bidang yaitu:
a. Pengelolaan pengajaran
Pengelolaan pengajaran ini merupakan dasar kegiatan dalam melaksanakan tugas pokok. Kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan ini antara lain: pemimpin pendidikan hendaknya menguasai garis-garis besar program pengajaran untuk tiap bidang studi dan tiap kelas, menyusun program sekolah untuk satu tahun, menyusun jadwal pelajaran, mengkoordinir kegiatan-kegiatan penyusunan model satuan pengajaran, mengatur kegiatan penilaian, melaksanakan norma-norma kenaikan kelas, mencatat dan melaporkan hasil kemampuan belajar murid, mengkoordinir kegiatan bimbingan sekolah,
mengkoordinir program non kurikuler, merencanakan pengadaan, memelihara dan mengembangkan buku perpustakaan sekolah dan alat-alat pelajaran.
b. Pengelolaan kepegawaian
Termasuk dalam bidang ini yaitu menyelenggarakan urusan-urusan yang berhubungan dengan penyeleksian, pengangkatan kenaikan pangkat, cuti, perpindahan dan pemberhentian anggota staf sekolah, pembagian tugas-tugas di kalangan anggota staf sekolah, masalah jaminan kesehatan dan ekonomi, penciptaan hubungan kerja yang tepat dan menyenangkan, masalah penerapan kode etik jabatan.
c. Pengelolaan kemuridan
Dalam bidang ini kegiatan yang nampak adalah perencanaan dan penyelenggaran murid baru,
d. Pengelolaan gedung dan halaman
Pengelolaan ini menyangkut usaha-usaha perencanaan dan pengadaan, inventarisasi, pengaturan pemakaian, pemeliharaan, rehabilitasi perlengkapan dan alat-alat material sekolah, keindahan serta kebersihan umum, usaha melengkapi yang berupa antara lain gedung (ruangan sekolah), lapangan tempat bermain, kebun dan halaman sekolah, meubel sekolah, alat-alat pelajaran klasikal dan alat peraga, perpustakaan sekolah, alat-alat permainan dan rekreasi, fasilitas pemeliharaan sekolah, perlengkapan bagi penyelenggaraan khusus, transportasi sekolah, dan alat-alat komunikasi,
e. Pengelolaan keuangan
Dalam bidang ini menyangkut masalah-masalah urusa gaji guru-guru dan staf sekolah, urusan
penyelenggaraan otorisasi sekolah, urusan uang sekolah dan uang alat-alat murid-murid, usaha-usaha penyediaan biaya bagi penyelenggaraan pertemuan dan perayaan serta keramaian.
f. Pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat
Untuk memperoleh simpati dan bantuan dari masyarakat termasuk orang tua murid-murid, dan untuk dapat menciptakan kerjasama antara sekolah-rumah- dan lembaga-lembaga sosial.
g. Tugas Kepala Sekolah Dalam Bidang Supervisi
Kepala Sekolah bertugas memberikan bimbingan, bantuan, pengawasan dan penilaian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan teknis penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan pengajaran yang berupa perbaikan program dan kegiatan pendidikan pengajaran untuk dapat menciptakan situasi belajar mengajar. Tugas ini antara lain :
1. Membimbing guru-guru agar mereka dapat memahami secara jelas tujuan-tujuan pendidikan pengajaran yang hendak dicapai dan hubungan antara aktivitas pengajaran dengan tujuan-tujuan.
2. Membimbing guru-guru agar mereka dapat memahami lebih jelas tentang persoalan-persoalan dan kebutuhan murid.
3. Menyeleksi dan memberikan tugas-tugas yang paling cocok bagi setiap guru sesuai dengan minat, kemampuan bakat masing-masing dan selanjutnya mendorong mereka untuk terus mengembangkan minat, bakat dan kemampuannya.
2. Peran Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pendidikan
Penelitian tentang harapan peranan kepala sekolah sangat penting bagi guru-guru dan murid-murid. Pada umumnya kepala sekolah memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di bidang pengajaran, pengembangan kurikulum, administrasi kesiswaan, administrasi personalia staf, hubungan masyarakat, administrasi school plant, dan perlengkapan serta organisasi sekolah. Dalam memberdayakan
masyarakat dan lingkungan sekitar, kepala sekolah merupakan kunci keberhasilan yang harus menaruh perhatian tentang apa yang terjadi pada peserta didik di sekolah dan apa yang dipikirkan orang tua dan masyarakat tentang sekolah.
Kepalasekolah dituntut untuk senantiasa berusaha membina dan mengembangkan hubungan kerja sama yang baik antara sekolah dengan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efisien.
Hubungan yang harmonis ini akan membentuk saling pengertian antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan lembaga-lembaga, saling membantu antara sekolah dan masyarakat karena mengetahui manfaat dan pentingnya peranan masing-masing, dan kerja sama yang erat antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada di masyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah. Kepala sekolah juga tidak saja dituntut untuk melaksanakan berbagai tugasnya di sekolah, tetapi ia juga harus mampu menjalin hubungan kerja sama dengan masyarakat dalam rangka membina pribadi peserta didik secara optimal. Kepala sekolah dapat menerima tanggung jawab tersebut, namun ia belum tentu mengerti dengan jelas bagaimna ia dapat menyumbang ke arah perbaikan program pengajaran.
Carakerja kepala sekolah dan cara ia memandang peranannya dipengaruhi oleh kepribadiannya,
persiapan dan pengalaman profesionalnya, serta ketetapan yang dibuat oleh sekolah mengenai peranan kepala sekolah di bidang pengajaran. Pelayanan pendidikan dalam dinas bagi administrator sekolah dapat memperjelas harapan-harapan atas peranan kepala sekolah.
Menurut Purwanto, mengatakan bahwa seorang kepala sekolah mempunyai sepuluh macam peranan, yaitu : “Sebagai pelaksana, perencana, seorang ahli, mengawasi hubungan antara anggota-anggota, menwakili kelompok, bertindak sebagai pemberi ganjaran, bertindak sebagai wasit, pemegang tanggung jawab, sebagai seorang pencipta, dan sebagai seorang ayah.” (Purwanto, 2004 : 65)
Untuk lebih jelasnya, maka penulis akan menguraikan peranan kepala sekolah sebagai pemimpin, sebagai berikut :
2. Seorang pemimpin tidak boleh memaksakan kehendak sendiri terhadap kelompoknya. Ia harus berusaha memenuhi kehendak dan kebutuhan kelompoknya, juga program atau rencana yang telah ditetapkan bersama
3. Sebagai perencana (planner)
4. Sebagai kepala sekolah yang baik harus pandai membuat dan menyusun perencanaan, sehingga segala sesuatu yang akan diperbuatnya bukan secara sembarangan saja, tatapi segala tindakan diperhitungkan dan bertujuan.
5. Sebagai seorang ahli (expert) Ia haruslah mempunyai keahlian terutama yang berhubungan dengan tugas jabatan kepemimpinan yang dipegangnya.
6. Mengawasi hubungan antara anggota-anggota kelompok (contoller of internal relationship)
7. Menjaga jangan sampai terjadi perselisihan dan berusaha mambangun hubungan yang harmonis.
8. Mewakili kelompok (group representative) Ia harus menyadari, bahwa baik buruk tindakannya di luar kelompoknya mencerminkan baik buruk kelompok yang dipimpinnya.
9. Bertindak sebagai pemberi ganjaran / pujian dan hukuman. Ia harus membesarkan hati anggota-anggota yang bekerja dan banyak sumbangan terhadap kelompoknya.
10. Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and modiator) Dalam menyelesaikan perselisihan atau menerima pengaduan antara anggota-anggotanya ia harus dapat bertindak tegas, tidak pilih kasih atau mementingkan salah satu anggotanya.
11. Pemegang tanggung jawab para anggota kelompoknya Ia haruslah bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan anggota-anggotanya yang dilakukan atas nama kelompoknya.
12. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (idiologist) Seorang pemimpin hendaknya mempunyai kosepsi yang baik dan realistis, sehingga dalam menjalankan kepemimpinannya mempunyai garis yang tegas menuju kearah yang dicita-citakan.
13. Bertindak sebagai ayah (father figure) Tindakan pemimpin terhadap anak buah/kelompoknya hendaknya mencerminkan tindakan seorang ayah terhadap anak buahnya.
Apabila kita meneliti lebih lanjut, maka dapat kiranya apa yang dikemukakan oleh Bapak Pendidikan kita “Ki Hadjar Dewantara”, mengatakan bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan peranan seperti : Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, dan Ing Tut Wuri Handayani. Tugas dan PeranKepala Sekolah Sebagai Pemimpin
Dirawat, dkk, 1986, Pengantar Kepemimpinan Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional.
Purwanto Ngalim, 2002, Administrasi Dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya