SESI sepuluh
Fokus Islam:
Islam melarang kita merusak,
menyalahgunakan atau mengubah sumber-sumber daya alam yang ada karena generasi penerus di masa datang masih memerlukannya.
Tujuan:
Sesi ini ditujukan untuk lebih memperkaya informasi dari Sesi Sembilan mengenai tempat-tempat khusus berikut mitos dan legenda yang berhubungan dengan Taman Nasional Meru Betiri.
Indikator:
Pada akhir sesi ini diharapkan murid-murid dapat: · Menceritakan salah satu legenda yang berhubungan
denganTaman Nasional Meru Betiri
· Menggunakan karya seni, drama, puisi atau lagu untuk menyampaikan maksud mereka
CERITA-CERITA
TENTANG HUTAN,
BAGIAN Dua
CERITA-CERITA
TENTANG HUTAN,
BAGIAN Dua
122
Langkah-langkah aktifitas:
· Mereview materi dari sesi terdahulu
· Mendiskusikan cara menghidupkan kembali suatu legenda
· Kerja kelompok membahas salah satu legenda · Presentasi kelompok
Alokasi waktu:
60 menit
Bahan-bahan tambahan:
· Kertas gambar berukuran besar · Pena atau pensil berwarna
· Bahan-bahan lain yang sesuai untuk membuat karya seni, seperti kertas berwarna, lem, dan sebagainya.
· Salinan informasi tentang lokasi-lokasi khusus di Taman Nasional Meru Betiri:
1 Gua Kiki 2 Gua Jepang 3 Kali Sengoro 4 Tumpak Gesing 5 Watu Leker
Rincian Aktifitas
Aktifitas · Guru mengingatkan tentang beberapa lokasi khusus yang dibahas pada sesi terdahulu. Metode Belajar Kreatifitas: karya seni, drama, puisi, lagu-lagu Bahan Naskah berisi informasi mengenai lokasi-lokasi Waktu1
40 menit
123
· Guru membagikan naskah yang berisi informasi mengenai tempat-tempat khusus di Taman Nasional Meru Betiri.
· Setiap kelompok diminta memahami legenda yang sudah mereka simak, lalu memikirkan cara paling kreatif untuk
menyajikan legenda itu dengan caranya sendiri. · Setiap kelompok
mengikuti petunjuk Aktifitas 1 yang
terdapat pada LKS 10: Menyajikan legenda. · Tiap kelompok secara bergantian menyajikan karya seni mereka yang terkait dengan sebuah legenda.
· Balikan dari guru dan teman-teman.
2
20 menit
Presentasi drama, karya seni, puisi atau lagu-lagu. khusus di Taman Nasional Meru Betiri: Gua Kiki, Gua Jepang, Kali sengoro Tumpak Gesing, Watu Leker.Aktifitas Tam
bahan:
Murid-muri d melanjut kan proyek pembuatan model Tam an Nasional Meru Betiri .124
LKS SESI sepuluh:
Islam melarang kita merusak,
menyalahgunakan atau mengubah sumber-sumber daya alam yang ada karena generasi penerus di masa datang masih
memerlukannya.
Aktifitas SATU:
1. Dengan seksama bacalah informasi
tentang lokasi-lokasi khusus di Taman Nasional Meru Betiri yang dibagikan guru kalian.
2. Tunjuklah salah satu anggota kelompok
kalian untuk menceritakan legenda yang terkait dengan salah satu lokasi di sana agar seluruh kelompok memahaminya.
3. Bersama-sama pikirkan apa yang paling
istimewa atau menarik dengan legenda tersebut.
4. Pikirkan cara terbaik menyajikan legenda
tersebut agar dipahami semua kelompok lainnya.
Menceritakan legenda
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya; kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari Kiamat) dengan
sebenar-benarnya. (QS 71:17-18)
4. Pikirkan cara terbaik menyajikan legenda tersebut agar dipahami semua kelompok lainnya.
5. Kalian bisa membuat gambar besar mengenai
legenda itu.
6. Atau kalian bisa juga menampilkan/memperagakan
legenda itu. Pilihlah seorang narrator. Narator adalah semacam dalang yang menuturkan kisah, sementara anggota kelompok lain menampilkannya.
7. Kalian bisa juga menggubah lagu atau puisi tentang
legenda itu.
8. Atau, kalian bisa melakukan semua aktifitas di
atas.
9. Sebelum menyajikan karya kalian, berlatihlah
bersama-sama.
10. Sekarang tiba saatnya kalian mempresentasikan
karya kalian.
Catatan Bagi Guru
untuk Sesi Sepuluh
1. Gua Kiki
Gua itu dinamakan gua Kiki karena di sana ada beberapa ekor anjing liar. Pohon-pohon dan semak-semak lebat menutupi gua itu. Dari jauh gua itu nampak angker dan sangat menakutkan. Penduduk setempat percaya gua itu dihuni oleh seekor siluman ular besar. Mereka percaya siluman itu akan muncul kalau orang berani berburu anjing liar di sana. Gua Kiki terletak di tengah kawasan Taman Nasional Metu Betiri. Dari desa Andongrejo, para pengunjung harus berjalan naik turun bukut selama tiga jam untuk mencapai tempat itu.
2. Gua Jepang
Gua Jepang itu sesungguhnya sebuah monumen sejarah. Tempat itu sengaja dibangun oleh serdadu Jepang selama menduduki Indonesia. Gua Jepang terletak di Taman Nasional Meru Betiri, di desa Bande Alit, kurang lebih 3 kilometer di sebelah barat Pantai Bande Alit. Sejarah menyebutkan banyak orang tewas ketika membangun gua itu. Ratusan orang dikerahkan pasukan Jepang untuk membangun gua itu, namun sesudah itu mereka lenyap. Orang yakin mereka sengaja dibunuh tentara Jepang, jasad mereka dikubur di dekat gua itu atau ditenggelamkan di laut selatan. Para pekerja itu dihabisi karena tentara Jepang khawatir orang luar akan mengetahui tempat persembunyian mereka. Pembunuhan kejam itu dimaksudkan untuk menghapus jejak, dan mencegah jangan sampai para pekerja
membocorkan keberadaan mereka kepada masyarakata luas. Mereka dihabisi di sana dan tak seorang pun selamat. Penduduk menuturkan, gua itu dijadikan gudang penyimpanan senjata oleh prajurit Jepang, dan juga dijadikan tempat bermukim selama mereka menduduki wilayah Indonesia.
3. Kali Sengoro
Kali Sengoro adalah sungai yang unik dan menarik. Di sungai itu ada fenomena alam yang membuat airnya berwarna-warni. Air sungai tersebut berwarna putih, kuning dan merah. Bagian sungai yang berwarna merah berada di tengah sungai, kurang lebih seratus meter panjangnya. Sedangkan yang berwarna kuning berada di hilir sungai jauh di dalam, hutan, kurang lebih 50 meter panjangnya, sementara bagian sungai lainnya berwarna putih. Warna-warna itu disebabkan oleh lumut yang menempel di dasar sungai yang berlapis batu cadas. Di hilir, lumut yang berwarna kuning menyebabkan air berwarna kuning. Sedangkan lumut yang berwarna merah terletak di bagian tengah, itulah yang menyebabkan air di sana menjadi kemerah-merahan. Kali Sengoro terletak di dalam kompleks Taman Nasional Meru Betiri, di sebelah barat desa Curahnongko, dekat PTP Wonowiri. Penduduk setempat percaya di sungai itu banyak siwilnya. Siwil adalah mahluk halus mirip manusia, namun tubuhnya kecil, hanya sekitar 20 cm tinggi badannya. Banyak orang mengaku pernah melihat makhluk itu mencari-cari ikan dengan kedua tangannya. Para penduduk juga percaya di sungai ada seekor gorila yang menjaga sungai itu dan melindungi siwil-siwil yang mencari ikan di sana.
4. Tumpak Gesing
Tumpak Gesing adalah sebuah nama dalam bahasa Jawa. Tumpak berarti tempat persinggahan, sedangkan Gesing berarti ribut atau bersuara keras. Tempat ini berada tepat di tengah-tengah jalan yang
menghubungkan desa Andongrejo dengan desa Bande Alit. Tempat itu disebut Tumpak Gesing karena lokasinya yang teduh dan sangat nyaman. Di sana banyak sekali kera pohon yang berteriak riuh bersahutan, burung-burung berkicau, dan dedaunan yang bergoyang ditiup angin. Itulah yang membuat tempat tersebut terkesan sibuk dan ribut, namun juga nyaman dijadikan tempat beristirahat. Penduduk setempat dan para petugas Taman Nasional Meru Betiri sering singgah sejenak di tempat itu.
5. Watu Leker
Kalau mendengar nama leker, biasanya kita langsung terbayang pada sebuah benda bulat mirip kacang sukro. Kita juga terbayang pada sesuatu yang bulat bening, mirip gundu atau kelereng yang biasa dipakai anak-anak bermain. Namun Watu Leker yang ada di Taman Nasional Meru Betiri itu bentuknya sangat berbeda. Dia adalah sebuah batu cadas berbentuk mirip kelereng, tetapi sangat besar, garis tengahnya mencapai 5 meter. Warnanya hitam dan terleletak di tengah-tengah sungai.
Dalam bahasa Jawa, Watu berarti batu. Sedangkan dalam bahasa Madura, leker berarti bulat. Tempat di sekitar Watu Leker dijadikan tempat berhenti dan beristirahat di malam hari setelah orang-orang bekerja keras mencari rempah-rempah, madu, rotan, dan bermacam-macam tanaman berkhasiat. Orang-orang yang pernah singgah di sana mengatakan, pada malam hari tempat itu sangat riuh. Mereka mendengar suara mirip orang-orang perempuan berjual beli di pasar. Penduduk setempat juga percaya adanya seorang peri cantik yang hidup di Watu Leker. Mereka juga percaya di sana ada pasar setan, tempat berjual beli bagi makhluk-makhluk halus yang tinggal di wilayah itu.
SESI sebelas
Fokus Islam:
Agama Islam mengajarkan agar kita membuat rencana untuk masa depan dan tidak bertindak gegabah tanpa perhitungan.
Tujuan:
Sesi ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk mereview semua materi dari sepuluh sesi terdahulu, sekaligus merenungkan pengetahuan dan pemahaman mereka selama mengikuti program ini. Sesi ini juga digunakan untuk menyiapkan para murid sebelum mereka melakukan presentasi di hadapan orang tua dan masyarakat mereka, pada Sesi Duabelas.
Indikator:
Pada akhir sesi ini diharapkan murid-murid dapat: · Melakukan asesmen terhadap keberhasilan belajar mereka selama mengikuti program ini · Membuat kartu pos yang merefleksikan pemahaman
mereka tentang hutan tropis
Review dan Refleksi
Review dan refleksi
Langkah-langkah aktifitas:
· Tinjauan sekilas tentang Perayaan Hari Hutan · Mereview pelajaran-pelajaran terdahulu
· Melakukan sumbang saran tentang beberapa hal terpenting
· Membuat kartu pos
· Mengambil daun kering dari pres daun · Menata daun-daun itu untuk dipamerkan · Kuis Pasca Program
· Murid menerima undangan Perayaan Hari Hutan
Alokasi waktu:
60 menit
Bahan-bahan tambahan:
· Kertas karton berukuran 15cm x 11 cm bagi setiap murid
· Pena atau pensil berwarna
Kunci Jawaban Kuis Pasca Program
1. D 2. B 3. A 4. A 5. C 6. D 7. A 8. B 9. B 10. C131
Rincian Aktifitas
Aktifitas
· Guru menjelaskan bahwa pada sesi ini semua murid akan mereview semua materi yang mereka dapatkan pada sesi-sesi terdahulu. Para murid diminta me-mikirkan apa yang akan mereka tampil-kan di hadapan para tamu undangan pada Perayaan Hari
Hutan.
· Guru meminta murid membaca-baca
kembali semua pelajaran yang mereka dapatkan sejak sesi satu. · Para murid diminta
menyimpulkan hal terpenting yang mereka ketahui dari setiap sesi yang akan mereka tampilkan pada Hari Hutan. · Guru menulis semua
poin penting yang disampaikan oleh murid.
· Guru memerintahkan murid melakukan Aktifitas 1: Membuat Kartu Pos dari Hutan Tropis, yang
memudahkan mereka mereview semua materi yang didapat-kan sejak sesi satu.
Metode Belajar Review Curah gagasan (Brain-storming) Bahan Mereview Semua Materi mulai dari Sesi 1 Waktu
1
10 menit
2
20 menit
MembuatKartu Pos Kertaskarton persegi panjang berukuran (15cm x 11cm)
132
· Persiapan presentasi, dan melepaskan daun-daun kering dari pres untuk dipajang.
· Guru memberikan Kuis Pasca Program.
· Murid-murid diminta mengisi kuis itu dan menuliskan nama mereka dengan jelas. · Murid-murid diingatkan
supaya mengundang orangtua pada
Perayaan Hari Hutan
3
20 menit
4
15 menit
Kuis KuisPasca-Program
Aktifitas Tam
bahan:
Murid-muri d menyelesa ikan model Taman Nas ional Meru Betiri.133
LKS SESI Sebelas:
Agama Islam mengajarkan agar kita membuat rencana untuk masa depan dan tidak bertindak gegabah tanpa perhitungan.
Aktifitas SATU:
1. Tulislah lima hal paling menarik yang kamu ketahui tentang hutan tropis.
. . . . 2. Kamu sudah mendapatkan selembar kertas berukuran
kartu pos standar. Di kartu kartu itu gambarlah bagian dari hutan tropis yang kamu anggap paling menarik. 3. Di balik gambar yang kamu buat tulislah pesan atau
himbauan tentang penyelamatan hutan tropis untuk teman-teman atau keluarga kalian.
Handout: Sesi Sebelas:
Kuis Pasca-program
1. Kita harus memelihara hutan karena:
a) hutan menyediakan udara yang sejuk dan bersih b) hutan adalah tempat hidupnya berbagai jenis
satwa
c) hutan menyediakan berbagai jenis tanaman d) semuanya benar
2. Hewan yang hidup di Taman Nasional Meru Betiri:
a) gajah b) kera c) kuda d) zebra
3. Apa yang dibuat kaum wanita di hutan?
a) obat-obatan tradisional b) rokok
c) tembikar d) sepatu
4. Banyak orang merusak Taman Nasional dengan cara:
a) mencuri kayunya b) memetik daunnya c) melihat satwanya
d) berjalan-jalan di taman
5. Di Goa Kiki di Taman Nasional Meru Betiri terdapat:
a) kerangka manusia b) kolam air yang sejuk
c) seekor ular besar d) sebuah pohon kecil
6. Kali sengoro di Taman Nasional Meru Betiri:
a) sangat dalam b) sangat lebar
c) mengambil nama tokoh Pak Sengoro
d) mempunyai pasir yang berwarna putih, kuning dan merah
7. Di Sembah Kelambang di Taman Nasional Meru Betiri kalian akan melihat:
a) sebuah makam
b) hantu seorang kakek tua c) sebuah air terjun
d) bukit yang besar
8. Untuk melihat penyu bertelur kalian harus pergi ke mana?
a) Taman Sendang b) Pantai Sukamade c) Watu Leker
d) Pantai Bande Alit
9. Harimau Jawa:
a) hanya terlihat di malam hari b) sudah amat langka
c) adalah seekor macan kecil d) tidak mempunyai ekor
10. Di sekitar Taman Nasional Meru Betiri terdapat:
a) 2 desa b) 11 desa c) 5 desa
d) tak ada desa satupun
Catatan Bagi Guru
untuk Sesi Sebelas
Beberapa saran untuk melaksanakan Hari Hutan: · Mulailah aktifitas hari itu dengan menampilkan murid-murid yang menyampaikan seruan mengenai pentingnya konservasi. Himbauan atau seruan itu bisa disampaikan dalam bentuk puisi akrostik yang masing-masing barisnya dibacakan secara bergilir oleh para murid. · Tambilkan beberapa kelompok murid yang akan m e m p r e s e n t a s i k a n l e g e n d a m e r e k a . · Pajanglah semua gambar yang sudah dibuat
oleh para murid.
· Pamerkan semua kartu pos yang dibuat oleh murid-murid pada Sesi Sebelas.
· Tampilkan pula kartu-kartu berisi puisi akrostik tentang hutan (dirangkai sesuai abjad). · Berikan kesempatan kepada murid-murid untuk menjelaskan berbagai aspek hutan tropis. · Pajanglah hasil pres daun-daun kering buatan
para murid.
· Tampilkan aliterasi tentang hutan karya murid-murid Anda.
· Tunjukkan alat musik perkusi yang dapat menirukan bunyi hujan kepada para hadirin. · Tampilkan semua puisi, lagu atau cerita yang sudah dipelajari para murid atau mereka karang sendiri. h u t a n
137
· Pamerkan model Taman Nasional Meru Betiri yang dibuat oleh murid-murid secara
berkelompok.
Tips Penyajian:
· Laksanakan aktifitas Anda pada hari itu dengan berpedoman pada aspirasi murid-murid: apa yang akan mereka tampilkan dan bagaimana cara mereka menampilkannya?
· Ciptakan program yang interaktif. Sebagai
contoh, persilahkan murid Anda mengajari para hadirin menyanyikan lagu tentang hutan tropis, atau membaca aliterasi dengan cepat dan
lantang.
· Penampilan tiap kelompok jangan melebihi 45 menit.
· Buatlah daftar acara yang jelas dan tegas, agar murid-murid mengetahui urutan acara dan alokasi waktunya.
· Urutan acara itu harus menyebutkan alokasi waktu setiap acara.
· Komposisi acara Anda harus seimbang. Sebagai contoh, kalau beberapa murid akan tampil menyanyi, tampilkan mereka secara berselang-seling dengan mata acara lainnya.
· Mintalah masukan dari murid tentang siapa yang akan mereka tunjuk menjadi MC atau pemandu acara.
· Pastikan anda memberikan briefing secukupnya kepada murid yang akan menjadi MC.
· Doronglah agar MC itu menepati jadual dan tepat waktu.
· Sekarang tiba saatnya merayakan prestasi murid-murid Anda!