115
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG STUNTING DI KLINIK BIDAN MESRA, AM,KEB KOTA PADANGSIDIMPUAN TAHUN 2020
ELVI SURYANI
AKADEMI KEBIDANAN DARMAIS PADANGSIDIMPUAN
ABSTARCT
The prevalence of stunting in Indonesia is higher than in other countries, in Southeast Asia, such as Myanmar (35%), Vietnam (23%), Malaysia (17%), Thailand (16%), and Singapore (4%). The purpose of this research is to study the knowledge of pregnant women about stunting in the midwife Am Am Keb Clinic in Padangsidimpuan in 2020. This type of research is descriptive using acedental samples with 20 respondents. Data collection uses questionnaire sheets, data on knowledge, age, education, occupation, parity, and information sources. Based on the results of research from 20 respondents, gathered a level of insufficient knowledge, namely 14 people (70%), based on the age gained less, namely 11 people (55%), based on education gained less, namely 8 people (40%), based on the results the study found less, namely 10 people (50%), based on lack of parity, namely 13 people (65%), and based on sources of information collected less, namely 7 people (35%). Based on the results of the study it can be concluded that the knowledge of pregnant women about stunting is still lacking, so it is expected that mothers will increase knowledge about stunting through health workers, print media, and electronic media.
Keyword : Knowledge Of Pregnant Women About Stunting PENDAHULUAN
Setiap Ibu hamil pasti ingin memperoleh bayi yang sehat dan tak kekurangan suatu apa pun. Untuk itu, ibu bukan cuma harus sehat raga, tapi juga jiwanya. Tentunya kita semua memahami, Selama bayi ada di rahim ibu, Segala sesuatunya masih tergantung pada bagaimana keadaan si ibu. Karenanya, Mudahlah dimengerti bahwa agar sang bayi sehat, Kehamilan yang sehat merupakan persyaratan yang harus dipenuhi. Artinya, Secara jasmani dan rohani, ibu hamil harus dalam keaadaan normal, tak ada gangguang apa pun, dan dapat berfungsi dengan baik sebagai mana mestinya (Solihah,2005). Kehamilan merupakan masa kehidupan yang penting, Pada masa ini ibu harus mempersiapkan diri sebaik- baiknya untuk menyambut kelahiran bayinya. Ibu sehat akan melahirkan bayi yang sehat. Salah satu faktor yang mempengaruh terhadap kesehatan ibu, selama kehamilan ibu perlu memperhatikan makanan sehari-hari agar terpenuhi zat gizi yang dibutuhkan selama kehamilan (Banudi, 2013). Berbagai penemuan para ahli kesehatan anak akhirnya menyimpulkan bahwa persentase terbesar dari kematian bayi dan anak di seluruh dunia (sejak berakhirnya perang dunia tersebut), adalah akibat buruknya mutu makanan mereka yang pada gilirannya mengganggu pertumbuhan badan serta daya tahan tubuh untuk mampu berrtahan dari seseorang sangat berpengaruh terhadap prestasi kerja dan produktivitas. Terdapat banyak percobaan dan penelitian yang mengaitkan kecukupan makanan terhadap produktivitas buruh pekerja serta penelitian-penelitian sosial yang mengaitkan hubungan antara kecukupan pangan penduduk di suatu daerah dan frekuensi kejadiankriminalitas (pencurian,perampokan,dll). Akhir-akhir ini masalah gizi yang menarik perhatain para ahli adalah pengaruh gizi terhadap perkembangan mental anak (Paath,dkk,2004). Menurut data World Health Organization (WHO) di seluruh dunia, 178 juta anak di bawah lima tahun di perkira kan mengalami pertumbuhan terhambat karena stunting (Dewi, 2017). Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) sebagai badan kesehatan dunia, menyatakan bahwa sekitar 20% kejadian stunting sudah terjadi saat bayi berada di dalam kandugan (Putri, 2017).
Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi dari pada negara-negara lain, di Asia tenggara,seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), Malaysia (17%), Thailand (16%), dan Singapura (4%) (Mushlih,dkk,2018).
Di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi ke-3 untuk jumlah stunting terbanyak. Pada tahun 2018, walaupun jumlahnya turun di bandingkan tahun-tahun sebelumnya masih ada 3 dari 10 balita Indonesia yang mengalami stunting (Hidayati,
116
2019). Persentase stunting di wilayah negera Indonesia di Nusa Tenggara Timur (52%), Papua Barat (45%), Nusa Tenggara barat (45%), Jakarta (28%), Yogyakarta (27%) dan rata-rata Nasional (37%), Artinya, pertumbuhan tak maksimal di derita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau 1 dari 3 anak Indonesia (Mushlih,dkk, 2018). Di Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6%, Sebanyak 18,5% kategori sangat pendek dan 17,1% kategori pendek (Yulianto, 2018). Di Indonesia pada tahun 2015 ada 29% balita termasuk kategori pendek presentasi di atas menurun dari tahun sebelumnya yaitu tahun 2013, pada tahun ini ada 37,2% (hampir 9 juta) anak balita mengalami stunting (Mushlih.dkk, 2018). Di Indonesia pada tahun 2018 angka stunting pada balita mencapai 30,8%, 1 dari 3 balita mengalami stunting atau kerdil, Data Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi stunting tersebut terdiri atas balita yang memiliki badan sangat pendek 11,5% sementara dengan tinggi badan pendek mencapai 19,3% (Kemenkes, 2018).
Di Provinsi Sumatera Utara angka balita yang mengalami stunting mencapai (43%) (Mushlih,dkk,2018).
Berdasrkan hasil rikesdas Di Sumatera Utara di peroleh bahwa prevalensi kependekan secara provinsi tahun 2013 mencapai (42,3%), Namun jika dibandingkan dengan 2007 (43,1%). Terjadi penurunan sebesar 0,6%. Prevalensi kependekan sebesar 42,5% terdiri dari 22,7% sangat pendek dan 19,8 persen pendek. Bila dibandingkan dengan prevalensi sangat pendek dan pendek, keadaan pada tahun 2013 menunjukkan penurunan pada prevalensi sangat pendek dari 25,2 persen tahun 2007 dan 23,4% tahun 2010. Namun terjadi peningkatan prevalensi pendek dari 17,9%, pada tahun 2007 dan 18,9 persen pada tahun 2010 (Profil Kesehatan, 2013). Berdasarkan kabupaten atau kota hasil riskesdas 2013 menunjukkan bahwa ada 25 kabupaten/kota di Sumatera Utara yang memiliki prevalensi kependekan diatas angka prevalensi nasional (37,2%). Urutan 5 (lima) tertinggi prevalensi kependekan berdasarkan kabupaten/kota yaitu, Langkat(55,%), Padang Lawas (54,9%), Nias Utara (54,8%), Batu bara (54,7%) dan Pakpak Barat (52,3%) (Profil Kesehatan, 2013).
Berdasarkan Rikesdas 2013 prevalensi stunting di Kota Padangsidimpuan balita sangat pendek 28,9%, pendek 19,0% dan normal 51,2% (Profil Kesehatan, 2013). Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan peneliti terdapat ibu hamil yang datang berkunjung ke klinik bidan mesra Am.keb Kota Padamgsidimpuan pada bulan September-November sebanyak 42 orang, Dan pada saat peneliti melakukan wawancara terhadap 6 ibu hamil yang datang berkunjung ke klinik bidan, didapatkan hanya 1 orang ibu hamil yang mengetahui tentang stunting, sehubungan dengan hal ini, peneliti merasa tertarik untuk mengambil judul “Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan survei di atas, maka yang menjadi rumusan masalah penelitian yaitu “Bagaimanakah Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020 ? “.
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020.
METODE PENELITIAN
Sampel adalah sebagian dari populasi yang meupakan wakil dari populasi itu (Machfoedz, 2009). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik acedental sampling, yaitu dilakukan berdasarkan kebetulan. Siapa saja yang ditemui, asalkan sesuai dengan persyaratan data yang diinginkan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari Penelitian yang dilakukan tentang Pengetahuan Ibu hamil Tentang stunting di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020. Penelitian mendapatkan sampel sebanyak 20 ibu hamil, maka diperoleh hasil sebagaimana disajikan dalam tabel distribusi frekuensi di bawah ini :
Tingkat Pengetahuan Responden
Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh data tentang pengetahuan ibu hamil tentang stunting adalah sebagai berikut :
117
Tabel 4.1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting No Kategori
Pengetahuan Frekuensi Persentas e%
1 Baik 2 10%
2 Cukup 4 20%
3 Kurang 14 70%
Jumlah 20 100%
Berdasarkan tabel 4.1 diatas diketahui dari 20 responden, mayoritas responden berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (70%) , Dan minoritas responden berpengetahuan baik sebanyak 2 responden (10%).
Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Berdasarkan Umur Di Klinik Bidan Mesra Am.keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020
No
Umur
Pengetahuan
Jumlah Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
1 Muda < 20 tahun
- - 1 5% 2 10% 3 15%
2 Sedang 20-
40 tahun 2 10% 3 15% 12 60% 17 85%
3 Tua > 40
tahun - - - -
Jumlah 2 10% 4 20% 14 70% 20 100%
Berdasarkan tabel 4.2 diatas diketahui dari 20 responden, mayoritas responden berpengetahuan kurang pada umur 20-40 tahun sebanyak 12 responden (55%) dan minoritas responden yang berpengetahuan cukup pada umur <20 tahun sebanyak 1 responden (5%).
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Berdasarkan Pendidikan Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020
No Pendidikan Pengetahuan Jumlah
Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
1. SD/Sederajat - - - - - - - -
2. SMP/sederajat - - 1 5% 6 30% 7 35%
3. SMA/sederajat - - 3 15% 8 40% 11 55%
4. Perguruan
Tinggi 2 10% - - - - 2 10%
Jumlah 2 10% 4 20% 14 70% 20 100%
Berdasarkan tabel 4.3 diatas diketahui dari 20 responden, mayoritas responden berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMA sebanyak 8 responden (40%), dan minoritas responden yang berpengetahuan cukup dengan pendidikan SMP sebanyak 1 responden (5%).
118
Tabel 4.4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Berdasarkan Pekerjaan Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020
No Pekerjaan Pengetahuan Jumlah
Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
1. PNS - - - - - - - -
2 Karyawan
swasta - - 2 10% 4 20% 6 30%
3. Buru Tani - - 2 10% - - 2 10%
4. IRT 2 10% - - 10 50% 12 60%
Jumlah 2 10% 4 20% 14 70% 20 100%
Berdasarkan tabel 4.4 diatas diketahui dari 20 responden, mayoritas responden berpengetahuan kurang yaitu dengan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 10 responden (50%), dan minoritas berpengetahuan baik yaitu dengan pekerjaan IRT 2 responden (5%).
Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Berdasarkan Paritas Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020
N
o Paritas Pengetahuan Total
Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
1. Primipara 1 5% 2 10% - - 3 15%
2. Scundipara - - 2 10% 13 65% 15 75%
3. Multipara - - - - 2 10% 2 10%
4. Grandemultip
ara - - - -
Jumlah 1 5% 4 20% 15 75% 20 100%
Berdasarkan tabel 4.5 diatas diketahui dari 20 responden, diperoleh bahwa pengetahuan ibu hamil tentang stunting berdasarkan paritas adalah mayoritas berpengetahuan kurang pada scundipara yaitu sebanyak 13 orang (65%), dan minoritas berpengetahuan baik pada primipara sebanyak 1 orang ( 10%).
Tabel 4.6. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Berdasarkan Sumber Informasi Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020
No Sumber
Informasi Pengetahuan Jumlah
Baik Cukup Kurang
F % F % F % F %
1. Tenaga
kesehatan 2 10% 4 20% 2 10% 8 40%
2 Media Cetak - - - - 5 25% 5 25%
3. Media
Elektronik - - - - 7 35% 7 35%
Jumlah 2 10% 4 20% 14 70% 20 100%
Berdasarkan tabel 4.6 diatas diketahui dari 20 responden, mayoritas responden berpengetahuan kurang yaitu dengan sumber informasi melalui media elektronik yaitu sebanyak 7 responden (35%), dan minoritas berpengetahuan baik melalui petugas kesehatan sebanyak 2 responden (10%).
119 Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Klinik Bidan Mesra, Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020. Maka pembahasan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
Pengetahuan Responden Berdasarkan Pengetahuan
Berdasarkan tingkat pengetahuan dapat dilihat bahwa 20 responden berpengetahuan baik sebanyak 2 responden (10%), responden berpengetahuan cukup sebanyak 4 responden (20%) dan responden berpengetahuan kurang sebanyak 14 responden (70% ).
Pengetahuan Responden Berdasarkan Umur
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tentang stunting berdasarkan umur responden berpengetahuan baik pada umur <20 tahun tidak ada, responden berpengetahuan cukup sebanyak 1 responden (5%), responden berpengetahuan kurang sebanyak 2 responden (10%) , responden berpengetahuan baik yang berumur 20-40 tahun sebanyak 2 responden (10%), responden berpengetahuan cukup sebanyak 3 responden (15%), reponden berpengetahuan kurang sebanyak 12 responden (55%), dan responden yang berumur >40 tahun yang berpengetahuan baik tidak ada, cukup tidak ada, kurang tidak ada.
Pengetahuan Responden Berdasarkan Pendidikan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tentang stunting berdasarkan pendidikan dengan responden berpengetahuan baik dengan pendidikan SD tidak ada, cukup berdasarkan pendidikan SD tidak ada, kurang berdasarkan pendidikan SD tidak ada, responden berpengetahuan baik berdasarkan pendidikan SMP tidak ada, responden berpengetahuan cukup berdasarkan SMP sebanyak 1 responden, responden berpengetahuan kurang berdasarkan pendidikan SMP sebanyak 6 responden, responden berpengetahuan baik berdasarkan pendidikan SMA tidak ada, responden berpengetahuan cukup berdasarkan pendidikan SMA sebanyak 1 responden (5%), resdponden berpengetahuan kurang berdasarkan pendidikan SMA sebanyak 8 responden (40%), dan responden berpengetahuan baik berdasarkan perguruan tinggi sebanyak 2 reponden (10%), responden berpengetahuan cukup berdasarkan perguruan tinggi tidak ada, responden berpengetahuan kurang berdasarkan perguruan tinggi tidak ada.
Pengetahuan Responden Berdasarkan Pekerjaan
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan pekerjaan dengan responden berpengetahuan baik yaitu dengan pekerjaan PNS baik tidak ada, cukup tidak ada, kurang tidak ada, tingkat pengetahuan baik yaitu dengan pekerjaan Karyawan swasta tidak ada, cukup sebanyak 2 responden (10%), kurang sebanyak 4 responden (20%), tingkat pengetahuan baik yaitu dengan pekerjaan petani tidak ada, cukup sebanyak 2 responden (10%), kurang tidak ada, dan tingkat penegatahuan baik yaitu dengan pekerjaan IRT sebanyak 2 responden (10%), cukup tidak ada, kurang sebanyak 10 responden (50%).
Pengetahuan Responden Berdasarkan Paritas
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan Paritas dengan pengetahuan baik pada primipara sebanyak 1 responden (5%), cukup sebanyak 2 responden (10%), kurang 13 responden 65%, responden berpengetahuan baik yaitu dengan paritas scundipara tidak ada, cukup sebanyak 2 responden, kurang tidak ada, responden berpengetahuan baik pada paritasmultipara tidak ada, cukup tidak ada, kurang sebanyak 2 responden (10%), responden berpengetahuan baik pada paritas grandemultipara tidak ada.
Pengetahuan Responden Berdasarkan Sumber Informasi
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan sumber informasi responden berpengetahuan baik yaitu dengan sumber informasi melalui peteugas kesehatan yaitu sebanyak 2 responden (10%), cukup sebanyak 4 responden (20%), kurang sebanyak 2 responden (10%), dan yang berpengetahuan baik melalui sumber informasi media cetak tidak ada, cukup tidak ada, kurang sebanyak 6 orang (30%), dan yang berpengetahuan baik yaitu melalui sumber informai media eloktronik tidak ada, cukup tidak ada, kurang 7 reponden (35%).
120 KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian tentang Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Stunting Di Klinik Bidan Mesra Am.Keb Kota Padangsidimpuan Tahun 2020, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1. Pengetahuan responden tentang Stunting adalah mayoritas kurang, yaitu 14 responden (75%), dan tingkat pengetahuan baik minoritas yaitu 2 responden (10%).
2. Pengetahuan responden tentang stunting berdasarkan umur mayoritas responden berpengetahuan kurang pada umur 20-40 tahun sebanyak 12 responden (55%) , dan minoritas responden berpengetahuan cukup pada umur > 20 tahun sebanyak 1 orang (5%).
3. Pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan pendidikan dengan mayoritas responden berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMA sebanyak 8 responden (40%), dan minoritas responden yang berpengetahuan cukup dengan pendidikan SMP sebanyak 1 responden (5%).
4. Pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan pekerjaan dengan mayoritas responden berpengetahuan kurang yaitu dengan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 10 responden (50%), dan minoritas berpengetahuan baik yaitu dengan pekerjaan IRT 2 responden (10%).
5. Pengetahuan responden tentang Stunting berdasarkan paritas adalah mayoritas kurang pada scundipara orang 13 (65%), dan minoritas baik pada primipara sebanyak 1 orang (5%).
6. berdasarkan sumber informasi mayoritas responden berpengetahuan kurang yaitu dengan sumber informasi melalui media elektronik yaitu sebanyak 7 responden (35%), dan minoritas berpengetahuan baik melalui tenaga kesehatan sebanyak 2 responden (10%).
SARAN
Hasil penelitian yang dilakukan, maka saran yang dapat penulis sampaikan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang Stunting di klinik bidan Mesra Am.Keb Kota padangsidimpuan tahun 2020 sebagai berikut :
1. Bagi Responden
Diharapakan bagi responden agar ibu lebih giat mencari informasi-informasi dari berbagai pihak ataupun media lainnya terkait program pencegahan Stunting agar memiliki pengetahuan yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan janin pasca lahir.
2. Bagi Tempat Penelitian
Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk lebih aktif memberikan informasi yang lebih jelas berupa penyuluhan tentang Stunting untuk lebih meningkatnkan pengetahuan ibu hamil.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber bacaan dan memberikan informasi mengenai Stunting dalam mengembangkan ilmu kebidanan, dan dapat digunakan sebagai referensi perpustakaan Akbid Darmais Padangsidimpuan, dapat memberikan penyuluhan di posyandu atau di desa tentang stunting dan penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut tentang program pencegahan Stunting dari segi sikap dan perilaku ibu hamil.
4. Bagi Petugas Kesehatan
Diharapkan petugas kesehatan terutama bidan bekerja sama dengan instansi kesehatan mengadakan kegiatan penyuluhan untuk memberikan informasi mengenai Stunting sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil khususnya ibu hamil tentang Stunting.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, 2006. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan. Jakarta : Renika Cipta.
Banudi, La, 2016. Gizi Kesehatan Dalam Reproduksi. Jakarta : EGC.
Mushlih, Ahmad, dkk, 2018. Analisis Kebijakan Paud, Jawa Tengah : Mangku Bumi.
Notoatmodjo.Soekidjo,2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
,2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
,2010.Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta : Renika Cipta.
,2005.Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta : Renika Cipta.
,2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
121
Irianto, 2017. Panduan Gizi Lengkap, Yogyakarta : C. V ANDI OFFSET (Penerbit Andi).
Paath, Francin, dkk, 2004. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi, Jakarta : Buku Kedokteran EGC.
Persatuan Ahli Gizi Indonesia, (Persegi), 2018. Stop Stunting Dengan Konseling Gizi, Jakarta : Plus (Penebar Swadaya Grup).
Prawirahardjo, Sarwono, 2018. Ilmu Kebidanan, Jakarta : PT. bina Pustaka.
Sholihah, Lutfiatus, 2005. Panduan Lengkap Hamil Sehat, Yogyakarta : Diva press (Anggota/KAPI).
Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Albeta Cipta.
Saryono, 2019.
https://www.alodokter.com/Memahami.Stunting_Pada_Anak https://helosehat.com/perenting/kesehatan_anak.pendek
hhtps://health.detik.com/beritadetikhealth/d_428474/kemenkes_luncurkan_rikesdas2018-angka_stunting_turun
https://m.republik.co.id/berita/nasional/umum/18/01/24/p30s85396_who_78_juta_balita_di_indonesia_penderita_stunting https://.sains.kompas.com./read/2017/02/08/1000300123/mengenal.stunting.dan.efeknya,pada.pertumbuhan.anak?/page:ali Scriba.com/doc/27471159//Profil_Kesehatan_Sumatera_Utara)_2013