Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan Masyarakat
melalui Rumah Pintar
Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
2013
Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D.
▸ Baca selengkapnya: sk komunitas belajar satuan pendidikan
(2)Kerangka Penyajian
1
3
4
Draft Permendikbud Tahun 2013 tentang Pendirian S-PNF
Sinergi Layanan
Peningkatan Keaksaraan Orang Dewasa dan Budaya Baca
5
Kewirausahaan
Rumah Pintar Sebagai
Satuan Pendidikan Nonformal Sejenis (SPNF-S)
PENGERTIAN:
Satuan pendidikan nonformal sejenis
merupakan penyedia layanan pembelajaran
sepanjang hayat
sesuai dengan kebutuhan setempat yang diprakarsai oleh, dari, dan
untuk masyarakat sehingga mampu memberdayakan, meningkatkan kemandirian,
m
eningkatkan kualitas hidup, mengembangkan, dan membangun masyarakat.
•
Satuan Pendidikan Nonformal Sejenis adalah seperti rumah pintar, lembaga
bimbingan belajar, komunitas pendidikan rumah, atau bentuk lain yang
berkembang di masyarakat dan ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan
Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal.
•
Rumah Pintar dapat menyelenggarakan program:
a. pendidikan anak usia dini;
b. pendidikan keaksaraan;
c.
pendidikan kesetaraan;
d. pendidikan kecakapan hidup;
e. pendidikan pemberdayaan perempuan;
f.
peningkatan minat baca, seni dan budaya; dan/atau
g. pendidikan nonformal lain yang diperlukan
3
Persyaratan Pendirian dan Tata Cara Perizinan
1. Persyaratan pendirian Satuan PNF terdiri atas: (i) persyaratan administratif; dan (ii)
persyaratan teknis.
2. Persyaratan administratif terdiri atas:
a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pendiri; b. Susunan pengurus dan rincian tugas;c. Surat keterangan domisili Kepala Desa/Lurah;
d. Keterangan kepemilikan atau kuasa penggunaan tempat pembelajaran selama 3 (tiga) tahun.
e. Dalam hal Pendiri adalah badan hukum, Pendiri melampirkan Surat Penetapan Bada Hukum dari Kementerian di bidang Hukum.
3. Persyaratan teknis berupa dokumen Rencana Pengembangan Satuan Pendidikan dengan
mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
Tata Cara Perizinan:
1. Pendiri Mengajukan surat permohonan pendirian Satuan PNF dengan melampirkan
persyaratan teknis dan administratif kepada Kepala Dinas.
2. Kepala Dinas melakukan verifikasi berkas administrasi dan teknis.
3. Kepala Dinas memberi persetujuan atau penolakan pendirian Satuan PNF paling lambat
30 (tiga puluh) hari kerja, sejak permohonan diterima.
5
Rintisan Rumah Pintar (RUMPIN)
Pengertian
Persyaratan
Sasaran
Alokasi
Rintisan rumah pintar merupakan upaya memfasilitasi komunitas belajar masyarakat untuk menjadi rumah pintar sebagai satuan pendidikan nonformal sejenis, terutama di kawasan adat, tertinggal, terpencil, perbatasan, terdepan, dan terluar, dimaksudkan sebagai layanan menjangkau masyarakat yang belum terlayani
Lembaga calon penerima bantuan rintisan rumah pintar adalah yayasan, lembaga sosial-kemasyarakatan,
lembaga kemasyarakatan lainnya yang memiliki :
1. Legalitas, berupa akte notaris;
2. Rekomendasi dari dinas pendidikan
kabupaten/kota atau provinsi;
3. Nomor rekening bank atas nama lembaga yang masih aktif;
4. NPWP atas nama lembaga;
5. Struktur organisasi dan Sekretariat dengan alamat yang jelas;
Penerima manfaat layanan rintisan rumah pintar adalah anggota masyarakat, anak usia dini dan ibunya, anak usia sekolah, remaja/pemuda, dan anggota masyarakat secara keseluruhan khususnya di kawasan adat, tertinggal, terpencil, perbatasan, terdepan, dan terluar atau masyarakat yang belum terlayani 1. Lokus : 15 Lembaga yang layak melalui proses Kompetisi Penilaian Administratif dan Substantif di Proposal yang diajukan; 2. Anggaran: Rp. 200.000.000/ Lembaga
Kelembagaan Rumah Pintar
Koridor Sumatera
Koridor Jawa
Koridor Kalimantan
Koridor Bali–NTB-NTT
Koridor Papua - Maluku
Koridor Sulawesi
1
2
3
4
5
6
Keterangan:• Data PKBM menyesuaikan NILEM online
• TBM terdiri atas TBM, TBM-Mobile, dan TBM@Mall
Sumber: BPS &
Direktori Bindikmas, 2012
2012 2013
PKBM 1.539 Unit 1558 Unit TBM 894 Unit 1019 Unit Rumpin 28 Unit 59 Unit BPKB 7 Unit 7 Unit SKB 115 Unit 115 Unit
2012 2013
PKBM 583 Unit 594 Unit TBM 439 Unit 492 Unit Rumpin 8 Unit 25 Unit BPKB 4 Unit 4 Unit SKB 42 Unit 42 Unit
2012 2013
PKBM 1.057 Unit 1067 Unit TBM 832 Unit 887 Unit Rumpin 4 Unit 13 Unit BPKB 6 Unit 6 Unit SKB 81 Unit 81 Unit
2012 2013
PKBM 2.718 Unit 2743 Unit TBM 3.025 Unit 3.025 Unit Rumpin 206 Unit 219 Unit BPKB 3 Unit 3 Unit SKB 99 Unit 99 Unit
2012 2013
PKBM 189 Unit 191 Unit TBM 211 Unit 237 Unit Rumpin 10 Unit 12 Unit BPKB 3 Unit 3 Unit SKB 29 Unit 29 Unit
2012 2013
PKBM 486 Unit 496 Unit TBM 560 Unit 611 Unit Rumpin 4 Unit 9 Unit BPKB 3 Unit 3 Unit SKB 29 Unit 29 Unit
Pencapaian Kelembagaan PNF Dikmas
Delta Rumah Pintar per Koridor Ekonomi
KONDISI SAAT INI
Perbandingan PKBM terhadap
Rumah Pintar di:
•
Sumatera --> 1 : 26
•
Jawa --> 1 : 13
•
Kalimantan --> 1 : 24
•
Sulawesi --> 1 : 82
•
Bali, NTB, NTT --> 1 : 55
•
Papua, Maluku --> 1 : 16
KONDISI IDEAL
Perbandingan ideal PKBM terhadap Rumah
Pintar adalah
1 : 30
. Dengan demikian,
Delta Rumah Pintar adalah sebagai berikut:
•
Sumatera --> Masih diperlukan untuk
daerah terpencil dan perbatasan
•
Jawa --> Sudah terpenuhi dari segi total
pulau. Tetapi, menumpuk pada kota
Semarang sehingga masih tetap di
perlukan untuk Jawa Timur, Banten dan
Jawa Tengah dan Jawa Barat Selatan
sebanyak
25
•
Kalimantan --> Masih diperlukan untuk
daerah terpencil dan perbatasan
•
Sulawesi --> 52
•
Bali, NTB, NTT --> 35
•
Papua, Maluku --> Masih diperlukan
untuk daerah terpencil dan perbatasan
Belajar dari Kominkan
(1/3)
•
Pemerintah Jepang pada tahun 1946 menganggap bahwa
rekonstruksi bidang
pendidikan melalui sekolah atau pendidikan anak-anak tidaklah cukup
, sehingga
diperlukan model pendidikan yang betul-betul mampu menyatukan dan melayani
seluruh kebutuhan pendidikan bagi masyarakatnya.
•
Model pendidikan orang dewasa dan pendidikan masyarakat merupakan sebuah
konsep yang dianggap dapat
melayani seluruh kebutuhan pendidikan bagi
masyarakat
(diantaranya program keterampilan bagi orang dewasa).
•
Konsep
Citizens’ Public Hall
(Kominkan) direkomendasikan pemerintah Jepang
sebagai sebuah
fasilitas pendidikan sosial
di setiap pemerintahan kota, dengan
harapan dapat membangun dan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan
kepercayaan diri masyarakat Jepang.
0 5000 10000 15000 20000 Junior High Schools
Public Libraries KOMINKAN 10915 2979 17143 - 50000.0 100000.0 150000.0 200000.0 250000.0 300000.0
PKBM
Perpustakaan
SMP & MTs
6.556
294.589
42.799
Catatan:
Perpustakaan termasuk perpustakaan
sekolah dan perguruan tinggi (data dari
Pustaka Indonesia
, 2012)
Sekilas tentang Pemberdayaan
Masyarakat di Negara Lain
KOMINKAN-JEPANG
(3/3)
Sinergi Layanan
Sinergi Layanan Satuan PAUDNI
13
Sentra Buku
Sentra
Komputer
Sentra Alat Permainan
Edukatif
Sentra
Audio
Visual
Sentra Kriya
TBM
Aksara
Kewirausahaan
PUG Bidang
Pendidikan
KD
KUM
PTPPO
RB3
Koran
Ibu/Koran
Anak
PKH
DESA
VOKASI
BINDIKMAS
ICT
K
U
R
S
U
S
KOBER
TK
SPS
P
A
U
D
TPA
Peningkatan Keaksaraan Orang Dewasa
Diolah dari: BPS, 2011 Laki-lak : 2.265.399 (2,98%)
Perempuan : 4.465.282 (5,87%)
Total : 6.730.682 (4,43%)
Secara % Jabar sudah diatas rata-rata nasional (2,35%)
15
33 Kab/Kota dengan Tuna Aksara di Atas 50 ribu
7 Provinsi dengan Tuna Aksara di Atas 20.000, 2011
DKI Sulut Riau Kepri Kaltim Kalteng Sumut 11,31 Jabar 11,27 Sumbar 9,5 Malut 9,42 Banten Jambi Babel Kalsel Sumsel Lampung Aceh Bengkulu D I Y Sulteng Jateng Gorontalo Maluku Papua Barat Sultra Jatim Sulbar Sulsel Angka Kemiskinan
Angka Tuna Aksara
Kalbar Bali NTT NTB Papua Kwadran II
Angka Kemiskinan Tinggi, Tuna AksaraTinggi
(7 Prov)
Kwadran I
Angka Kemiskinan Tinggi, Tuna Aksara Rendah
(9 Prov)
Kwadran IV
Angka Kemiskinan Rendah Tuna AksaraTinggi
(3 Prov)
Rata –Rata Nasional Angka Tuna Aksara Usia
19-23 tahun 5,02%
Rata –Rata Nasional Angka Kemiskinan19-23 tahun 13,33% 21,56 5,1 13,33 Stedev 8,23 Stedev 8,23
POLA HUBUNGAN
ANGKA KEMISKINAN DENGAN ANGKA TUNA AKSARA DEWASA PER PROVINSI
BERDASARKAN HASIL SENSUS 2010
Layanan Keaksaraan Orang Dewasa
Pendidikan Orang Dewasa
:Tersedia dan terjangkaunya layanan pendidikan orang dewasa berkelanjutan yang berkesetaraan, bermutu, yang
relevan dengan kebutuhan masyarakat
-Permendiknas No. 48 Tahun
2010-Ketersediaan dan Keterjangkauan Layanan
Pendidikan Keaksaraan Orang Dewasa
• Keaksaraan Dasar• Keaksaraan Usaha Mandiri
• Aksara Kewirausahaan
Ketersediaan Sarana Keaksaraan Orang
Dewasa
• Penyediaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
• Penyediaan Sarana Belajar Keaksaraan Berbasis TIK
• Penataan prasarana penyelenggara pendidikan masyarakat
Kesetaraan Layanan POD bagi
Perempuan, Pemuda & Anak Marjinal
• Pendidikan Kecakapan Hidup Perempuan• Pendidikan pencegahan perilaku destruktif
• Pendidikan Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)
Ketersediaan Layanan Pendidikan
Keorangtuaan untuk Mendukung
PAUDISASI dan Perlindungan Anak
Kebermutuan Lembaga Penyelenggara
Pendidikan Masyarakat
• Penataan Kelembagaan• Penataan Sinergi Kelembagaan Pendidikan Masyarakat dan UPT
Kebermutuan Layanan Pendidikan melalui
Pengarusutamaan Gender (PUG) Bidang
Pendidikan
1 2 3 5 4 17Peningkatan Budaya Baca
Pengembangan Budaya Baca
(1/5)
Ranking Pendidikan di Dunia
11. Ireland
12. Denmark
13. Australia
14. Poland
15. Germany
16. Belgium
17. USA
18. Hungary
19. Slovakia
20. Russia
Di posisi terbawah adalah
Mexico, Brazil and
Indonesia
.
Menemukan informasi dari sebuah grafik, diagram, atau tabel berdasarkan gender
Membaca teks yang meliputi tabel atau grafik berdasarkan gender
Membaca teks yang meliputi diagram atau peta berdasarkan gender
Menjelaskan cara mengatur informasi ke dalam tabel atau grafik berdasarkan gender
Pengembangan Budaya Baca
(2/5)
Perempuan lebih banyak membaca & memperhatikan bukti
Perempuan lebih banyak membaca & menggunakan informasi
Perempuan lebih banyak membaca & peka akan hal spesifik
Perbandingan Jumlah Pengguna
Media Informasi di Indonesia, 2012
Pengembangan Budaya Baca
(3/5)
Fakta:
“
Masyarakat Indonesia lebih
senang menonton TV dan
cukup menguasai informasi
dari
internet.”
Tingkat Kemampuan Membaca Indonesia
Sepuluh negara dengan kemampuan membaca tertinggi
Sepuluh negara dengan kemampuan pada level 1-2
Lebih dari 50 persen siswa Indonesia memiliki kemampuan membaca pada level 2 dari 6 level, dengan demikian:
i. Kemampuan menafsirkan dan memadukan informasi untuk Indonesia skornya hanya 399 atau peringkat 56 dari 65 negara.
ii. Kemampuan menempatkan atau menghubungkan satu atau lebih informasi yang berhubungan dan bertentangan berada pada level 2. iii. Lebih dari 50 persen siswa Indonesia menempati peringkat di bawah level 2 dalam kemampuan memadukan atau menginterpretasikan
informasi.
iv. Kemampuan merefleksikan dan mengevaluasi informasi siswa Indonesia sedikit lebih baik, yaitu berada sekitar level 2
Diolah dari Studi PISA 2009
Taman Bacaan Masyarakat
•
Taman Bacaan Masyarakat merupakan salah satu layanan paska keaksaraan
sebagai upaya untuk mencegah kekambuhan ketunaaksaraan penduduk dewasa
dan meningkatkan budaya baca dengan
‘
membacakan masyarakat dan
memasyarakatkan membaca
’
melalui sinergi program pendidikan keaksaraan
dengan perluasaan akses terhadap bahan bacaan di Taman Bacaan Masyarakat.
•
Layanan peningkatan budaya masyarakat terdiri atas:
i.
TBM Rintisan
ii. TBM Penguatan
Kewirausahaan
25