ANALISIS TINDAK PIDANA PEMALSUAN AKTA AUTENTIK TANPA DIHADIRI OLEH PARA PIHAK - UNS Institutional Repository
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tanggung jawab Notaris dalam hal terjadinya pemalsuan keterangan dan dokumen yang dilakukan oleh para pihak dalam pembuatan akta Notaris menurut UUJN adalah ketika Notaris dalam
penulis dapat menyelesaikan Tesis dengan judul : “ TINDAK PIDANA PEMALSUAN AKTA OTENTIK YANG DILAKUKAN OLEH NOTARIS (AnalisisPutusanMahkamahAgungNomor
Akibat hukum terhadap notaris yang dijatuhi sanksi pidana dalam pemalsuan akta otentik adalah Notaris yang bersangkutan diberhentikan secara tetap dengan tidak
tersebut dalam sebuah skripsi dengan judul : “ Kajian Hukum Pidana Islam Terhadap Putusan Hakim Tentang Pemalsuan Akta Otentik oleh Notaris (Analisis
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka subjek pertanggungjawaban pidana pada tindak pidana pemalsuan dalam proses pembuatan akta autentik berdasarkan ketentuan
Tindak pidana yang sering terjadi adalah berkaitan dengan Pasal 263 KUHP (membuat surat palsu atau memalsukan surat), Pasal 264 KUHP (memalsukan akta-akta otentik), dan
jawab notaris terhadap akta otentik yang dibuat dan berindikasi perbuatan pidana terjadi apabila perbuatan notaris dapat dikualifikasikan sebagai suatu tindak pidana
Tinjauan Yuridis Pasal 264 KUHP dalam Perbuatan Pidana Pemalsuan Akta Jual Beli Tanah dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1161