EFISIENSI RELATIF SISTEM MONETER BEBAS BUNGA: BEBERAPA BUKTI EMPIRIS
Dianalisa dari:
THE RELATIVE EFFICIENCY OF INTEREST-FREE MONETARY SYSTEM: SOME EMPIRICIAL EVIDENCE
Ali F. Darrat
Oleh:
Ummu Khuzdaifah (E20151005)
Maliva Farah N.H (E20151007)
Fitri Febrianti (E20151012)
Tutik Indana Zulfa (E20151016)
Fajar Sahroni (E20151037)
Nur Kamila (E20151040)
Anisatun Jamila (E20151042)
A. Paradigma Positivisme
cara memandang dunia secara metodis,ontologis dan epistimologis. Secar singkat, Denzin & Lincoln ( 1994:107) mendefinisikan “paradigm as basic belief system based on ontological,epistemological, and methodological assumption.” Paradigm merupakan sistem keyakinan dasar berdasarkan asumsi ontologis,epistimologis, dan metodologi. Denzin & Lincoln (1994:107) menyatakan : “ A paradigm may be viewed as a set of basic beliefs (or methaphysics) that deals with ultimates or first principle.” Suatu paradigma dapat dipandang sebagai seperangkat kepercayaan dasar (atau yang berada dibalik fisik yaitu metafisik) yang bersifat pokok atau prinsip utama. Sedangkan Guba (1990:18) menyatakan suatu paradigma dapat dicirikan oleh respon terhadap tiga pertanyaan mendasar yaitu pertanyaan ontologi,epitimologi dan metodologi. Sedangakn positivisme merupakan satu bentuk pemahaman yang bertujuan untuk mengkonfirmasi,merevisi atau memperluas teori yang sudah ada.
Paradigma positivisme menurut beberapa pendapat yaitu komunikasi merupakan sebuah proses linier atau proses sebab akibat yang mencerminkan upaya pengirim pesan untuk mengubah pengetahuan penerima pesan yang pasif (Ardianto, 2009). Jadi, paradigma Positivisme ini memandang proses komunikasi ditentukan oleh pengirim (source-oriented). Berhasil atau tidaknya sebuah proses komunikasi bergantung pada upaya yang dilakukan oleh pengirim dalam mengemas pesan, menarik perhatian penerima ataupun mempelajari sifat dan karakteristik penerima untuk menentukan strategi penyampaian pesan.
ditangkap indra. Bagi positivisme hakikat sesuatu adalah benar-benar pengalaman indra, tidak ada campur tangan yang bersifat batiniahJadi, Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua harus didasarkan pada data empiris.Karena aliran ini lahir sebagai penyeimbang pertentangan yang terjadi antara aliran empirisme dan aliran rasionalisme. Aliran positivisme ini lahir berusaha menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme, dengan cara memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Berangkat dari ilustrasi paradigma positivisme diatas, penulis melihat bahwa dalam artikel ini selalu berdasar pada fakta atau kenyataan yang ada hal ini sesuai dengan pandangan paradigm positivisme yaitu sesuatu yang bisa dijadikan sumber penelitian atau pengetahuan adalah fakta atau kenyataan yang ada.Dalam artikel ini penulis tidak mengemukakan sumber sumber data yang bersifat metafisik. Data data keuangan dan ekonomi iran dan Pakistan ataupun data data yang lain pada sekitar tahun 1960-1999 dan selebihnya menjadi sumber informasi yang digunakan dalam artikel ini.
Begitu juga dengan akibat atau dampak dari diterapkannya sistem perbankan bebas bunga pada ekonomi makro dan pengaruhnya terhadap kecepatan aliran uang di kedua Negara yang menerapkan sistem yang bebas bunga ( Iran dan Pakistan) dapat dipahami berkaitan atau bersesuaian dengan paradigma positvisme yaitu merupakan sebuah proses linier atau proses sebab akibat yang mencerminkan upaya pengirim pesan untuk mengubah pengetahuan penerima pesan yang pasif.
B. Jenis Riset Ex Post Facto
Penelitian expost facto sering disebut juga sebagai penelitian kasual komparatif, karena penelitian tersebut berusaha mencari informasi tentang hubungan sebab akibat dari suatu peristiwa.Menurut Kerlinger (Emzir, 2013: 119) penelitian kausal komparatif atau expost facto adalah penyelidikan empiris yang sistematis di mana ilmuan tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena eksistensi dari variabel tersebut telah terjadi, atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi.Kesimpulan tentang adanya hubungan diantara variabel tersebut dibuat berdasarkan perbedaan yang mengiringi variabel bebas dan variabel terikat, tanpa intervensi langsung.
Penelitian expost facto menurut Sukardi (2013:165) merupakan penelitian dimana vaiabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini keterikatan antar variabel bebas dengan variabel bebas maupun antar variabel bebas dengan variabel terikat telah terjadi secra alami dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali jika dimungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya. Menurut Polit dan Back (2008:194) expost facto berasal dari bahasa Latin yang berarti “After the Fact” dan mengamati hubungan dari suatu kejadian yang terjadi secara alami tanpa adanya intervensi dari peneliti. Tujuan dari penelitian expost facto sama dengan penelitian eksperimental yaitu keduanya memahami hubungan antar variabel. Sebuah perbedaan penting antara dua tipe ini ini adalah ketika pelaksanaan penelitian expos facto yaitu “ lebih sulit dibanding hubungan kausal karena disana tidak terdapat kontrol manipulasi dari variabel bebas karena variabelnya telah terjadi dan pengujian variabel bebasnya setelah terjadi suatu kejadian”.
Penelitian expost facto disamakan dengan penelitian eksperimen yang juga menarik kesimpulan tentang hubungan sebab-akibat.Pada penelitian eksperimen peneliti dapat melakukan perlakuan atau intervensi terhadap variabel bebas yang dapat berpengaruh terhadap variabel terikatnya.Namun, pada penelitian ex post facto kesimpulan ditarik tanpa adanya intervensi langsung peneliti terhadap variabel bebas maupun variabel yang menyertainya.
Penelitian expost facto disamakan dengan penelitian eksperimen karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari hubungan sebab akibat dari beberapa variabel. Menurut Subali (2010:4) Penelitian expos facto merupakan penelitian dengan cara mencari penyebab atas akibat yang sekarang terjadi atau mencari akibat lanjut dari peristiwa yang telah terjadi.
Sebagian ahli membagi penelitian expost facto menjadi dua jenis, yaitu penelitian korelasional dan penelitian kausal komparatif (Sukardi, 2013: 165). Sebagian ahli yang lain membedakan antara penelitian expost facto dengan penelitian korelasional dan menyamakan penelitian e post facto dengan penelitian kausal komparatif.
Sebenarnya antara penelitian korelasional dengan penelitian expost facto memiliki kesamaan, diamana masing-masing penelitian dilakukan setelah suatu peristiwa terjadi (non eksperimental) dan masing-masing penelitian tidak dilakukan perlakuan atau intervensi terhadap variabel bebasnya. Namun demikian, keduanya memiliki perbedaaan yaitu: a. dalam penelitian korelasional, peneliti tidak mengidentifikasi atau membedakan antara variabel bebas dengan variabel terikat, dan b. dalam penelitian expost facto, peneliti berusaha mengidentifikasi hubungan sebab akibat antara variabel bebas dengan variabel terikatnya (Sukardi, 2013: 172)
b. Prinsip-Prinsip Penelitian Ex Post Facto
1. Dilakukan setelah suatu peristiwa terjadi
yang mungkin terjadi dari kegiatan yang dilakukan oleh subjek penelitian yang telah ditentukan oleh peneliti sebelumnya.
2. Tidak ada manipulasi atau intervensi terhadap variabel bebas
Penelitian ex post facto dilakukan setelah suatu peristiwa terjadi yang diduga peristiwa tersebut menjadi sebab terjadinya perubahan, sehingga peneliti tidak dapat melakukan manipulasi atau mengintervensi terjadinya peristiwa tersebut.Pada penelitian ex post facto desain retrospective study pengambilan data dilakukan dengan tinjauan kebelakang dari kejadian-kejadianya yang telah terjadi.Pada desain prospective study peneliti terlebih dahulu melakukan pengamatan dalam beberapa waktu untuk melihat perubahan yang terjadi dari kejadian tertentu. Dalam penelitian eksperimental peneliti dapat membentuk kelompok secara random (acak) dan memanipulasi suatu variabel, yaitu dapat menentukan “siapa” yang akan mendapatkan “apa”, dan “apa” yang akan menjadi variabel bebas. Menurut Gay (Emzir, 2013: 122) dalam penelitian expost facto kelompok telah terbentuk sebelumnya dan perbedaan telah terjadi pada variabel bebas. Dengan kata lain, pada penelitian expost facto, dalam suatu peristiwa, perbedaan antara kelompok-kelompok (variabel bebas) tidak dibentuk atau disebabkan oleh peneliti.
Dari penjelasan diatas dapat kita analisis bahwa dalam artikel the relative efficiency yang ditulis oleh Ali F. Darrat memanglah sesuai dengan jenis riset ini karena hal yang di analisis dalam artikel ini adalah suatu kejadian yang mana berlaku syarat atau ketentuan bahwa suatu kejadian bisa terjadi apabila kejadian yang lain sudah terjadi. Dalam hal ini kami mengaitkan dengan masalah yang di bahas yakni manfaat dari pemberlakuan kebijakan perbankan bebas bunga di iran dan Pakistan baru akan diketahui ketika kebijakan tersebut telah di terapkan. Dalam artikel ini data data yang digunakan adalah data data yang empiris yakni berupa data perekonomian kedua Negara yakni iran dan Pakistan. Dalam hal ini ilmuwan yang meneliti tidak dapat melakukan manipulasi karena data data yang digunakan adalah data empiris dan berkaitan dengan hal yang sudah terjadi jadi sifatnya pasti.
apabila kejadian yang lain sudah terjadi. Dalam hal ini kami mengaitkan dengan masalah yang di bahas yakni manfaat dari pemberlakuan kebijakan perbankan bebas bunga di iran dan Pakistan baru akan diketahui ketika kebijakan tersebut telah di terapkan.
Dalam artikel ini data data yang digunakan adalah data data yang empiris yakni berupa data perekonomian kedua Negara yakni iran dan Pakistan. Dalam hal ini ilmuwan yang meneliti tidak dapat melakukan manipulasi karena data data yang digunakan adalah data empiris dan berkaitan dengan hal yang sudah terjadi jadi sifatnya pasti.
Menurut Subali (2010:4) Penelitian expos facto merupakan penelitian dengan cara mencari penyebab atas akibat yang sekarang terjadi atau mencari akibat lanjut dari peristiwa yang telah terjadi. Sesuai dengan pendapat diatas bahwa penelitian ex post facto merupakan penelitian dengan cara mencari akibat lanjut dari peristiwa yang telah terjadi,dalam hal ini artikel the efficiency off interest –free monetary system meneliti tentang manfaat dan akibat diterapkannya sistem perbankan bebas bunga di iran dan Pakistan. Data data yang digunakan adalah data data yang empiris yakni data ekonomi Iran dan Pakistan tahun 1960-1999. Dalam hal ini akibat yang ditimbulkan dari penerapan perbankan bebas bunga nyatanya tidak menghambat sistem perekonomian di kedua Negara. Dari data yang diteliti,penerapan sistem perbankan bebas bunga memberikan beberapa manfaat atau dampak yang positif bagi perekonomian kedua Negara diantaranya yakni terjadi peningkatan rata rata PDB perkapita riil di iran yang meningkat lebih dari 10% pada periode setelah penerapan sistem perbankan bebas bunga tepatnya selama periode 1984-1999. Walaupun dalam beberapa tahun terjadi penurunan standar deviasi yang cukup besar tetapi penulis menilai ada faktor faktor lain yang mempengaruhi penurunan tersebut,diantaranya perang yang terjadi di iran (September 1980 sampai Juli 1988) dan itu juga termasuk penghancuran ekonomi yang terus selama bertahun-tahun sesudahnya.
C. Metode kuantitatif
Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.
Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.
Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka. Sebagai contoh: 240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih.pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.
Ukuran sampel untuk survei oleh statistik dihitung dengan menggunakan rumusan untuk menentukan seberapa besar ukuran sampel yang diperlukan dari suatu populasi untuk mencapai hasil dengan tingkat akurasi yang dapat diterima.pada umumnya, para peneliti mencari ukuran sampel yang akan menghasilkan temuan dengan minimal 95% tingkat keyakinan (yang berarti bahwa jika Anda survei diulang 100 kali, 95 kali dari seratus, Anda akan mendapatkan respon yang sama) dan plus / minus 5 persentase poin margin dari kesalahan. Banyak survei sampel dirancang untuk menghasilkan margin yang lebih kecil dari kesalahan.
macam responden survei, survei dan administrasi statistik analisis dan pelaporan semua layanan yang diberikan oleh pengantar komunikasi. Namun, oleh karena sifat teknisnya metode pilihan pada survei atau penelitian oleh karena sifat teknis, maka topik yang lain tidak tercakup dalam cakupan ini.
Metode penelitian kuantitatif di artikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan.
Metode kuantitatif digunakan apabila masalah sudah jelas, peneliti ingin mendapatkan informasi yang jelas, peneliti ingin mendapatkan informasi yag luas dari suatu populasi, ingin mengetahui pengaruh perlakuan, ingin menguji hipotesis penelitian, ingin mendapatkan data yang akurat, dan ingin menguji validitas pengetahuan, teori, dan produk tertentu.
Kompetensi peneliti kuantitatif yaitu memiliki wawasan yang luas dan mendalam, menggunakan teori yang tepat,memberikan interprestasi terhadap data, membuat laporan secara sistematis, dan membuat abstraksi hasil penelitian. Metode dipilih sesuai dengan tujuan penelitian, setiap peneliti perlu mengidentifikasi apakah data yang dimiliki menenuhi asumsi dasar yang harus dipenuhi setiap teknik, tahapan awal adalah melakukan seleksi (screening) data, yakni mengenali perilaku data, ada atau tidaknya data, dan deskripsi secara statistik dari data yang dimiliki. Format penelitian kuantitatif dalam ilmu sosial tergantung pada permasalahan dan tujuan penelitian itu sendiri. Ada dua format penelitian kuantitatif berdasarkan paradigma dominan dalam metodologi penelitian kuantitatif yaitu format deskriptif dan format eksplanasi.
diterbitkan oleh Dana Moneter Internasional (International Financial Statistik, CD-ROM), rata-rata PDB per kapita riil di Iran adalah 2.502 riyal selama periode perbankan bebas bunga (1960-1983). Selanjutnya, kapita PDB per kapita sebenarnya meningkat lebih dari 10% mencapai 2.767 riyal selama periode 1984-1999. Perhatikan bahwa peningkatan ekonomi di iran ini dikaitkan dengan kurang variabilitas dalam PDB per kapita riil, dimana yang standar deviasi jatuh dari 1.257 riyal pada periode pertama, hanya 414 riyal di periode kedua. Perlu dicatat bahwa peningkatan kinerja ekonomi pada ekonomi Iran memang mengesankan mengingat fakta bahwa periode ini meliputi tahun dahsyat dari Iran / Perang Irak (September 1980 sampai Juli 1988) dan itu juga termasuk penghancuran ekonomi yang terus selama bertahun-tahun sesudahnya. Data pada Pakistan melukis gambar yang sama untuk GDP sebenarnya per kapita,yang lebih dari dua kali lipat dari 6.655 rupee selama periode perbankan bebas bunga dari 1960-1978, untuk 12.656 rupee untuk periode kedua 1979-1999. Seperti halnya di Iran, ini peningkatan luar biasa dalam PDB per kapita riil di Pakistan tidak memperburuk stabilitas ekonomi.standar deviasi dari GDP per kapita riil pada dasarnya tetap tidak berubah dalam dua periode (2041 rupee pada periode pertama dibandingkan dengan 2092 rupee di kedua).Oleh karena itu, sisi nyata dari kedua negara tampaknya telah meningkat secara signifikan dalam pasca periode perbankan bebas bunga. Mengamati bahwa angka-angka di atas adalah secara riil dan, dengan demikian,menghindari bias inflasi ke atas selama periode pemeriksaan. Hal ini penting karena kedua negara yang terganggu dengan tingkat inflasi yang relatif tinggi, terutama dalam dua dekade terakhir
(Untuk Iran, tingkat inflasi 8 dan 20% pada periode perbankan sebelum dan sesudah basis bebas bunga, masing-masing; dan untuk Pakistan, tingkat inflasi 7 dan 8% selama dua periode). Selain tren GDP per kapita riil, ekonom biasanya melihat dari hal yang berkaitan dengan tingkat ketidakpastian pada masa depan kesejahteraan ekonomi. Sebuah ukuran umum ketidakpastian ekonomi adalah variabilitas (Standar deviasi) dari pertumbuhan PDB riil.Di sini, sekali lagi, perekonomian Iran dan Pakistan menunjukkan beberapa perbaikan selama periode sejak diperkenalkannya perbankan bebas bunga.
pertumbuhan PDB riil di Pakistan hanya 2,5% di periode terakhir dari 1979-1999, dibandingkan dengan 4% untuk 4 periode sebelumnya.Selain variabilitas pertumbuhan PDB riil, ekonom seperti Friedman (1984) dan Mehra (1989) menggunakan variabilitas pertumbuhan uang (ketidakpastian keuangan) untuk mewakili keseluruhan ketidakpastian ekonomi. Mengikuti pendekatan itu, saya mencapai kesimpulan yang sama. Standar deviasi dari tingkat pertumbuhan basis moneter (cadangan uang) di Iran pada periode sebelum melembagakan perbankan bebas bunga adalah 18,5%, dibandingkan dengan hanya 8% untuk periode sesudahnya.
Pemeriksaan data historis untuk iran (juga di sebut dari IFS, CD-ROM) mennunjukkan bahwa perputaran uang berbasis bunga (VQ) memiliki perubahan dramatis selama satu tahun. Secara khusus VQ meningkat menjadi 24.03 di tahun 1960 dan turun menjadi 3.07 di tahun 1989.Mungkin lebih kritis dilihat dari sudut pandang kebijakan, dari tahun ke tahun perubahan VQ di Iran sama-sam dramatis dengan standar deviasi 5.09. Fluktuasi besar yang serupa merupakan ciri perputaran uang berbasis bunga di Pakista dari 21.11 di tahun 1961, VQ di pakistan turun menjadi 4.83 pada tahun 1996, dengan standar deviasi 3.72.
dibandingkan dengan 42.76%). Iran dan Pakistan berturut-turut merencakan VM dan VQ dari waktu ke waktu.
D. Analisis
1. Alur pikir dari artikel jurnal ini a. reasoning
setelah membaca, mengamati, dan menganalisa struktur tulisan yang yang ditulis oleh Ali F. Darrat dengan judul The relative efficiency of interest-free monetary system:some empirical evidence, dapat diketahui bahwa artikel ini memiliki lima alur. Pertama: peneliti berusaha mengenalkan pertumbuhan perbankan bebas bunga. Kedua: peneliti memaparkan sebuah penilaian sejarah. Ketiga: peneliti menjelaskan kecepatan uang mulai memiliki peran penting dalam analisis makro ekonomi untuk kebijakan moneter yang efektif. Keempat: peneliti melakukan pengujian empiris kegunaan kebijakan. Kelima: peneliti memberikan kesimpulan mengenai hal-hal yang dia bahas. Untuk memperoleh gambaran sedikit ulasan yang ditulis Ali F. Darrat mengenaiThe relative efficiency of interest-free monetary system:some empirical evidence , penulis memberikan sedikit gambaran tentang lima alur diatas.
Pertama: peneliti mengenalkan Perkembangan utama di bidang keuangan bisnis kontemporer sejak awal 1980-an telah menjadi awal Muncul dan pertumbuhan perbankan bebas bunga di banyak bagian dunia. Baru-baru ini, bank konvensional seperti Citibank telah mulai menawarkan jasa keuangan bebas bunga . Seiring dengan pertumbuhan ini, ada juga pencurahan penelitian tentang alam dan struktur bebas bunga bank dan efisiensi mereka lebih relatif terhadap bank” konvensional.
transaksi berbasis bunga lembaga keuangan, Perlu ditekankan di awal bahwa proses konversi bank untuk bebas bunga di lembagasedikit lebih lambat dan mungkin memakan waktu lama untuk menyelesaikan. Bahkan, baik Iran atau Pakistan telah menjadi Negara yang sepenuhnya menerapkan perbankan bebas bunga. Kedua negara dibuat dengan beberapa pengecualian untuk penyediaan larangan terhadap transaksi menarik bagi banyak pemerintah dan entitas publik.
Ketiga: kecepatan uang mulai memiliki peran penting dalam analisis makro ekonomi. Salah satu fungsi uang adalah sebagai alat pertukaran, dimana persamaannya adalah: Msx V = Y, Dimana Ms menunjukkan stok uang, V adalah kecepatannya (jumlah waktu terhadap unit Ms adalah digunakan dalam proses transaksi), dan Y menunjukkan pendapatan nominal (Y = harga X nyata GDP). Tujuan utama kebijakan moneter di negara manapun adalah pencapain harga yang stabil atau PDB riil tinggi. Hal ini dapat di capai jika V stabil dari waktu ke waktu. Sebuah kecepatan yang stabil akan melemahkan hubungan antara antara kebijakan moneter (Ms) dan sisa ekonomi (Y), dan akan memimpin untuk keseluruhan ekonomi dan keuangan.
kurangnya prediksi yang yang akurat dari kecepatan inflasi uang yang tinggi dan pengangguran yang tinggi. Oleh karena itu penting memiliki prediksi dan membuat kebijakan untuk kemakmuran ekonomi. Akibatnya saya mengkaji perilaku kecepatan uang bebas bunga dibandingkan berbasis minat agregat moneter di iran dan pakistan selama periode 1960-1999. Stok uang (M) terdiri dari mata uang dan deposito cek telegram rutin masyarakat, di negara-negara yang dikenakan bunga. Di samping itu simpanan berjangka dan tabungan yang menghasilkan bunga tetap dan dengan demikian diambil untuk mewakili kepentingan. Berdasarkan agregat moneter kurangnya minat dan pada permintaan pada mata uang dan deposito tidak membuat M (tapi tidak Q) konsisten dengan larangan bunga dalam islam.
membutuhkan pengujian formal proposisi kunci yang berkaitan dengan agregat moneter alternatif. Tujuan saya di bagian ini adalah untuk mencoba melakukan hal itu.
Perdebatan saat ini pada kegunaan kebijakan agregat moneter alternatif biasanya melibatkan dua isu utama; yaitu, pengendalian kebijakan agregat yang bersangkutan, dan hubungan mereka dengan tujuan akhir kebijakan. Secara khusus, agregat moneter yang diberikan dianggap berguna untuk pembuatan kebijakan jika memenuhi dua prasyarat utama. Pertama, agregat harus efektif di bawah kendali otoritas moneter. Kedua, harus ada keterkaitan yang handal dan kuat antara agregat moneter.
Kelima: peneliti berusaha menyimpulkan beberapa kajian yang ia lakukan yaitu jurnal ini secara empiris menilai mamfaat dan kegunaan kebijakan relatif dari sistem moneter bebas bunga dalam kasus negara Iran dan Pakistan. Kedua negara telah memiliki pengalaman panjang dan luas dengan bebas bunga perbankan sejak awal 1980-an. Dengan empat dekade data, yang mencakup periode 1960-1999, saya menyelidiki beberapa aspek penting dari memperkenalkan bebas bunga perbankan di kedua negara. Secara khusus, kontras kinerja makroekonomi secara keseluruhan Iran dan Pakistan sebelum dan setelah pengenalan interes bebas perbankan; mengkaji perilaku dari kecepatan yang mendasari bebas bunga dan berbasis bunga agregat moneter; dan menganalisis isu-isu kebijkan utama di bawah dua rezim moneter alternatif yang berkaitan dengan pengendalian agregat moneter dan hubungan mereka dengan tujuan kebijakan utama. Saya menyimpulkan hasil empiris dari ringkasan statistik untuk menilai kinerja ekonomi makro, dari analisis regression untuk mengukur dinamika jangka pendek, dan dari tes kointegrasi untuk menyelidiki hubungan jangka panjang.
b. Dasar teoritik
kapita riil di Iran adalah 2.502 riyal selama periode perbankan bebas bunga (1960-1983). Selanjutnya, kapita PDB per kapita sebenarnya meningkat lebih dari 10% mencapai 2.767 riyal selama periode 1984-1999. Perhatikan bahwa peningkatan ekonomi di iran ini dikaitkan dengan kurang variabilitas dalam PDB per kapita riil, dimana yang standar deviasi jatuh dari 1.257 riyal pada periode pertama, hanya 414 riyal di periode kedua.
Kedua : Salah satu fungsi uang adalah sebagai alat pertukaran, dimana persamaannya adalah: Msx V = Y, Dimana Ms menunjukkan stok uang, V adalah kecepatannya (jumlah waktu terhadap unit Ms adalah digunakan dalam proses transaksi), dan Y menunjukkan pendapatan nominal (Y = harga X nyata GDP). Tujuan utama kebijakan moneter di negara manapun adalah pencapain harga yang stabil atau PDB riil tinggi. Hal ini dapat di capai jika V stabil dari waktu ke waktu. Sebuah kecepatan yang stabil akan melemahkan hubungan antara antara kebijakan moneter (Ms) dan sisa ekonomi (Y), dan akan memimpin untuk keseluruhan ekonomi dan keuangan.
Ketiga: kebijakan agregat moneter alternatif biasanya melibatkan dua isu utama; yaitu, pengendalian kebijakan agregat yang bersangkutan, dan hubungan mereka dengan tujuan akhir kebijakan (lihat, misalnya, Havrilesky & Boorman, 1980; McCallum, 1989).Secara khusus, agregat moneter yang diberikan dianggap berguna untuk pembuatan kebijakan jika memenuhi dua prasyarat utama. Pertama, agregat harus efektif di bawah kendali otoritas moneter. Kedua, harus ada keterkaitan yang handal dan kuat antara agregat moneter, di satu sisi, dan tujuan kebijakan utama (s) di sisi lain. Dengan tidak adanya link seperti itu, agregat moneter akan kehilangan banyak daya tarik kebijakan bahkan jika itu efektif berdasarkan kebijakan kontrol. Sebaliknya, agregat moneter yang sangat terkait dengan tujuan kebijakan utama akan tidak berguna jika para pembuat kebijakan tidak dapat mengendalikan.
Kelima: Engle dan Granger (1987) berpendapat Dua variabel dikatakan terkointegrasi jika mereka memiliki hubungan jangka panjang. Contoh pasangan mungkin terkointegrasi ekonomi time series yaitu harga dan upah, harga dan uang, dan konsumsi dan pendapatan. Menurut Granger (1986) Teorema Representasi, setiap sistem variabel terkointegrasi dapat diwakili oleh model koreksi kesalahan (ECM). Untuk model asli yang berisi variabel stasioner, ECM menambahkan regressor lain; yaitu, residu tertinggal [disebut koreksi kesalahan (EC) jangka] yang diperoleh dari kointegrasi hubungan yang mendasari. Itu koefisien istilah EC mencerminkan proses dimana variabel dependen dalam ECM persamaan menyesuaikan dalam jangka pendek untuk posisi ekuilibrium jangka panjang nya. Pembahasan di atas, kemudian, menunjukkan bahwa penyelidikan empiris menyatakan pengendalian kebijakan harus didasarkan pada kointegrasi dan model koreksi kesalahan.
Keenam: Secara khusus, peneliti menambahkan tiga variabel dummy dalam model untuk Iran. Itu variabel dummy pertama merupakan awal dari revolusi Iran tahun 1979, sebuah peristiwa yang memiliki diragukan lagi berdampak bagi negara baik secara ekonomi dan sosial. variabelnol ditugaskan untuk periode prerevolution dari 1960-1978, dan kemudian satu setelahnya. Variabel boneka kedua merupakan langkah awal untuk periode perbankan bebas bunga, dan dibutuhkan nol untuk setiap pengamatan lebih periode 1960-1983, dan satu setelahnya. Sebuah variabel dummy ketiga juga dimasukkan dalam pengujian model yang mewakili perang Iran / Irak. variabel dummy ini mengambil nilai satu selama delapan tahun perang antara 1980-1988, dan nol sebaliknya. Seperti di Pakistan, kointegrasi yang di uji menggabungkan hanya satu variabel dummy sesuai dengan pergeseran ke perbankan bebas bunga. Oleh karena itu, variabel dummy dalam kasus Pakistan mengambil nol untuk setiap pengamatan di periode 1960-1978, dan satu setelahnya.
c. Penelitian terdahulu
tentang alam dan struktur bebas bunga. Secara empiris meneliti manfaat sistem moneter bebas bunga dalam kasus Iran dan Pakistan. Hasil dari data tahun 1960-1999 menunjukkan bahwa dikenalkannya perbankan bebas bunga si dua negara pada awal 1980-an meningkat. Selain itu dibandinkan dengan bunga berbasis agregat moneter, bebas bunga agregat moneter di kedua negara (a) memperlihatkan kecepatan uang yang stabil, (b) menyediakan pembuat kebijakan dengan lingkungan moneter yang sangat terkendali (c) sebuah kebijakan yang kuat.
Perkembangan utama di bidang keungan bisnis kontemporer sejak awal 1980-an telah menjadi awal muncul dan pertumbuhan perbankan bebas bunga di banyak bagian dunia. Alih-alih tradisional prektek perbankan yang telh ditentukan suku bunga (tetap), bebas bunga bank beroperasi dibawah pedoman umum bagi laba-rugi, baik pada aset (pinjaman) dan kewajiban (deposito).
Menurut hemat penulis, setidaknya terdapat penelitian terdahulu yang ditulis oleh tokoh. Yaitu Pertama: menunjukkan bahwa pada saat itu ada lebih dari 170 bebas bunga lembaga keuangan bebas bunga, mengelola lebih dari $ 150 miliar dana, dan beroperasi di lebih dari enam puluh negara-negara seperti Australia, Bahama, Kanada, Mesir, Perancis, Jerman, Iran, Kuwait, Luksemburg, Pakistan, Afrika Selatan, Swiss, Inggris, dan AS (The Economist,2001).
Kedua: berbasis minat Hal ini penting untuk dicatat, bagaimanapun, penelitian bahwa hampir semua sebelumnya diterbitkan di daerah ini terutama teoritis di alam.
Ketiga: Khan dan Mirakhor (1990) juga fokus pada Iran dan Pakistan dan menunjukkan bahwa dua negara telah mangakui praktek yang berbeda, terutama dalam hal peran pemerintah dalam proses konversi bank untuk mode bebas bunga. Keempat: Khan dan Mirakhor (1990) dan Abdul Gafoor (1995) juga menujukkan bahwa particulary di Pakistan, transaksi berbasis bunga terus ada setelah keputusan pemerintah untuk melarang bunga pada akhir tahun 1970.
Keenam: Engle dan Granger (1987) berpendapat bahwa menggunakan variabel stationer dalam regresi persamaan, sementara diinginkan, mungkin tetap menyaring frekuensi rendah (jangka panjang) informasi jika beberapa atau semua variabel dalam model yangberkointegrasi. Dua variabel dikatakan terkointegrasi jika mereka memiliki hubungan jangka panjang. Ketujuh: Granger (1986) Teorema Representasi, setiap sistem variabel terkointegrasi dapat diwakili oleh model koreksi kesalahan (ECM).
d. Sesuatu yang ingin dikembangkan
Berangkat dari berbagai penelitian terdahulu yang ada diatas, menurut hemat penulis, terdapat konstruksi pemikiran tokoh terdahulu yang dikembangkan oleh Ali F. Darrat. Pertama: Ali F. Darrat menjelaskan bahwa tentang perkembangan lembaga keuangan yang berbasis bebas bunga sangat baik jika menggunakan metode pengujian empiris efisiensi relatif dan penggunaan kebijakan sistem moneter berbasis bunga. Kedua: perbankan bebas bunga di dua negara (Iran dan Pakistan) pada awal 1980-an membuat peningkatan terhadap ekonomi, atau Setidaknya tidak menghambat, kinerja ekonomi makro secara keseluruhan, dengan menggunakan sitem yang berbeda memberikan dampak yang berbeda pula. Ketiga: Kecepatan uang mulai memiliki peran penting dalam analisis makro ekonomi untuk kebijakan moneter yang efektif (Thornton, 1983). Mempertimbangkan persamaan pertukaran: Msx V = Y. Dimana Ms menunjukkan stok uang, V adalah kecepatannya (jumlah waktu terhadap unit Msadalah digunakan dalam proses transaksi), dan Y menunjukkan pendapatan nominal (Y = harga X nyata GDP)..
2. Variabel penelitian
Penulis membagi variabel dalam The relative efficiency of interest-free monetary system:some empirical evidence menjadi dua variabel, yaitu pertama:
dari The relative efficiency of interest-free monetary system:some empirical evidence lima variabel, yaitu yang Pertama: pengenalan tentang perbankan berbasis bebas bunga. Kedua: penelitian dengan sejarah tentang bebas bunga.
Ketiga : kecepatan uang mulai memiliki peran penting dalam analisis makro
ekonomi untuk kebijakan moneter yang efektif. Keempat : pengujian empiris kegunaan kebijakan. Kelima: kesimpulan.
3. Hipotesis
Dari berbagai penjelasan hasil analisa diatas dan artikel lengkap yang ditulis Ali F. Darrat yang berjudul The relative efficiency of interest-free monetary system:some empirical evidence, hemat penulis setidaknya terdapat hipotesis. Pertama: pada tahun 1980-an adalah awal munculnya lembaga keuangan yaitu perbankan berbasis bebas bunga atau perbankan yang mengunakan sistem bagi hasil dan negara yang pertama kali menggunakan perbankan dengan sistem bagi hasil adalah Iran dan Pakistan. Kedua: standar-deviasi pertumbuhan PDB riil di Iran turun dari 13% di periode 1960-1983 dan kurang dari 10% untuk periode 1984-1999. Data Pakistan menunjukkan pola yang sama dari ketidakpastian ekonomi. Ketiga: fungsi uang adalah sebagai alat pertukaran, dan rumus untuk pertukaran ini adalah Msx V = Y. Dimana Ms menunjukkan stok uang, V adalah kecepatannya (jumlah waktu terhadap unit Msadalah digunakan dalam proses transaksi), dan Y menunjukkan pendapatan nominal (Y = harga X nyata GDP). Keempat: kecepatan agregat moneter bebas bunga dikatakan tidak stabil karena cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan masih standart atau lambat. Kelima: pengujian empiris lebih kredibel membutuhkan pengujian formal proposisi kunci yang berkaitan dengan agregat moneter alternatif.
4. Hasil temuannya, apakah teori didukung atau terbantahkan?
dalam judul terdapat lima yaitu Pertama; sistem bebas bunga dikedua negara. Kedua; sugesti (spiritual) Keempat; kurang stabilnya bebas bunga. Kelima; nyata Oleh karena itu, temuan yang dimunculkan oleh Ali F. Darrat maka terdapat lima hipotesis terkadang ini juga disebut dengan kesimpulan akhir yang dibicarakan tentang hasil temuan penelitian yang dilakukan. Penting memiliki prediksi dan membuat kebijakan untuk kemakmuran ekonomi. Akibatnya saya mengkaji perilaku kecepatan uang bebas bunga dibandingkan berbasis minat agregat moneter di iran dan Pakistan.
Dan berhipotesis bahwa stabilitas harga merupakan aspirasi fundamental kebijakan moneter di Iran dan Pakistan. Pemikiran tersebut didasarkan pada teori monetaris terkenal inflasi yang memberikan peran kausal menonjol untuk pertumbuhan uang dalam proses inflasi. Mengingat kuat hubungan pertumbuhan uang / inflasi ini, memerangi inflasi umumnya dipandang sebagai tujuan penting dan realistis moneter kebijakan.
Mirip dengan pembahasan saya sebelumnya masalah pengendalian, saya pertama kali menyelidiki kehadiran kointegrasi antara agregat moneter alternatif dan harga di kedua negara. Saya menekankan aspek cointegratedness hubungan mereka sebagian karena teori moneter terkenal inflasi berpendapat bahwa inflasi terkait erat dengan pertumbuhan uang terutama di jangka panjang, dan bahwa hubungan jangka pendek antara dua variabel bisa agak rapuh tanpa serius merusak teori.
Sekali lagi, saya menggunakan pendekatan Johansen untuk menguji keberadaan kointegrasi hubungan antara harga dan masing-masing dua agregat moneter di Iran dan Pakistan. Hasil dari uji Phillips-Perron menunjukkan bahwa harga di kedua negara adalah kedua-differenced stasioner proses. Oleh karena itu, penelitian ini tidak membantah hipotesis dikeluarkan para peneliti terdahulu dan cenderung mendukung beberapa penelitian terdahulu sebagaimana tersurat diatas.
5. Keterbatasan penelitian
ditulis Ali F. Darrat setidaknya terdapat keterbatasan. Pertama: terdapat sugesti tentang menurunnya perekonomian yang ada di Iran dan Pakistan karena menggunakan sistem bebas bunga. Kedua: proses konversi lembaga perbankan tidak bebas bunga menjadi bebas bunga di rasa cukup lambat. Ketiga : perekonomian biasanya berkaitan dengan hal yang tidak pasti dalam efek samping dari kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
6. Rekomendasi
a. Theoritical recommendations
Penulis menyadari terhadap kekurangan penelitian ini. oleh karena, setidaknya terdapat dua rekomendasi teoritik yang dibutuhkan untuk masa mendatang. Pertama: peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang sama dengan tujuan untuk menemukan titik fokus agar masyarakan lebih paham lagi. Kedua: peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang berbeda dengan tujuan agar ditemukannya paradigma baru.
b. Practical recommendations
DAFTAR PUSTAKA