• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Terselenggaranya good governance merupakan persyaratan bagi setiap pemerintah untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita- cita bangsa dan bernegara, Dalam rangka menuju hal tersebut diperlukan penerapan rencana yang tepat, jelas, terukur dan terlegitimasi, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara efektif dan efisien, bersih dan bertanggung jawab, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme

Perencanaan Kerja merupakan proses penyusunan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis yang akan dilaksanakan oleh instansi pemerintah melalui berbagai kegiatan tahunan. Dalam Rencana Kerja (Renja) ditetapkan rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan. Penyusunan Rencana Kerja dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran serta merupakan komitmen bagi instansi untuk mencapainya dalam tahun tertentu. Rencana Kerja tahun 2015, merupakan uraian lebih lanjut secara periodik dari Rencana Strategis. Rencana Strategis merupakan rencana umum lima tahunan yang diuraikan lebih lanjut ke dalam rencana tahunan agar program dan kegiatan lebih terfokus. Dengan adanya Renja yang tersusun dengan baik diharapkan kinerja organisasi dapat semakin baik dan lebih terfokus sehingga dapat terlaksana secara profesional. Dokumen Renja Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul Tahun 2015 disusun dengan tahapan sebagai berikut:

1. Bagan aliran tahapan penyusunan Renja SKPD 2. Persiapan penyusunan Renja SKPD

3. Penyusunan rancangan Renja SKPD 4. Pelaksanaan forum SKPD

(2)

Gambar 1.1

Bagan Alir Tahapan Penyusunan Renja SKPD Kabupaten

Sinkronisasi Kebijakan Nasional Pembahasan Renja SKPD pada Forum SKPD Provinsi Pengesahan Renja-SKPD Provinsi oleh Gubernur

Rancangan Renja SKPD Provinsi

·Pendahuluan, ·evaluasi pelaksanaan Renja SKPD

Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi ·Tujuan, sasaran dan program

kegiatan, ·Indikator Kinerja dan kelompok

sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi

Penyesuaian Rancangan Renja-SKPD Provinsi Penetapan Renja SKPD Provinsi oleh Kepala SKPD Renja SKPD Provinsi ·Pendahuluan, ·evaluasi pelaksanaan

Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi ·Tujuan, sasaran dan

program kegiatan , ·Indikator Kinerja dan

kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi ·dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif ·sumber dana yang

dibutuhkan untuk menjalankan program dan kegiatan ·penutup Penyempurnaan Rancangan Renja-SKPD Provinsi Rancangan Renja SKPD Provinsi ·Pendahuluan, ·evaluasi pelaksanaan

Renja SKPD Provinsi tahun lalu dan pencapaian renstra SKPD Provinsi ·Tujuan, sasaran dan program

kegiatan, ·Indikator Kinerja dan

kelompok sasaran yg menggambarkan pencapaian renstra SKPD Provinsi ·dana indikatif beserta sumbernya serta prakiraan maju berdasarkan pagu indikatif ·sumber dana yang

dibutuhkan untukmenjalankan program dan kegiatan ·penutup

Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Provinsi

Berita Acara Hasil Kesepakatan Forum SKPD Kabupaten/

Kota

Rancangan Renja-SKPD Provinsi

Nota Dinas Pengantar Kepala SKPD perihal penyampaian Rancangan Renja-SKPD Provinsi kepada Bappeda

Perumusan kegiatan prioritas Penelaahan usulan kegiatan masyarakat Telaahan Rancangan Awal RKPD Rancangan Awal RKPD Surat Edaran KDH

(perihal penyampaian rancangan awal RKPD sebagai bahan penyusunan rancangan renja-SKPD) ·agenda penyusunan RKPD, ·pelaksanaan forum SKPD, ·musrenbang RKPD, ·batas waktu penyampaian

rancangan renja-SKPD kepada Bappeda Persiapan penyusunan Renja-SKPD Pengolahan data dan informasi Isu-isu penting penyelennggaraan

tugas dan fungsi SKPD Analisis Gambaran pelayanan SKPD Mereview hasil evaluasi Renja-SKPD tahun lalu berdasarkan Renstra-SKPD Perumusan Tujuan dan sasaran Penyempurnaan Rancangan Renja-SKPD Provinsi Penyusunan Rancangan RKPD Pelaksanaan Musrenbang RKPD Perumusan Rancangan Akhir RKPD PerKDH ttg RKPD Provinsi PENYUSUNAN RKPD

Berita Acara Hasil Kesepakatan Musrenbang Provinsi

KUA & PPAS YANG DISEPAKATI KDH DAN DPRD Verifikasi Rancangan Renja SKPD sesuai T id a k s e s u a i

PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA SKPD PENETAPAN RENJA SKPD

Penyusunan KUA & PPAS

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 14 Tahun 2009 tanggal 17 September 2009 tentang Pembentukan Organisasi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana penyuluhan Kabupaten Bantul sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan. Untuk melaksanakan tugas tersebut maka Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijaksanaan teknis pelaksanaan di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan;

b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang ketahanan pangan dan penyuluhan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang ketahanan pangan dan penyuluhan; d. Melaksanakan kesekretariatan Badan; dan

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3)

Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan membawahi :

1. Sekretariat

· Sub Bagian Program · Sub Bagian Umum

· Sub Bagian Keuangan dan Aset 2. Bidang Ketahanan Pangan

· Sub Bidang Kewaspadaan Pangan

· Sub Bidang Pemberdayaan, Distribusi,dan Konsumsi 3. Bidang Penyuluhan

· Sub Bidang Pengembangan Programa, Penyuluhan, Informasi dan Teknologi · Pengembangan Kelembagaan Petani dan Penyuluhan

4. Kelompok Jabatan Fungsional 5. Unit Pengelola Teknis

1.2. Landasan Hukum

Dasar Hukum penyusunan Renja Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul Tahun 2015 adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 44);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007

(4)

Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5038);

9. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 170, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5339);

10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

15. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007;

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

(5)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2012 – 2017;

19. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 14 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2006-2025 Sebagaimana Telah Diubah Dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 12 Tahun 2010;

20. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 13 Tahun 2007 tentang Penetapan Urusan Pemerintahan Wajib dan Pilihan Kabupaten Bantul (Lembaran Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2007 Seri D Nomor 11);

21. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 24 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2008 Seri D);

22. Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 04 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantul Tahun 2010-2030.

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (RENJA BKP3) Kabupaten Bantul tahun 2015 adalah untuk mewujudkan integrasi, sinkronisasi dan sinergitas pembangunan serta untuk mewujudkan keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan perencanaan pembangunan daerah khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan penyuluhan pertanian.

Adapun tujuannya yaitu sebagai pedoman bagi setiap penyelenggara program dan kegiatan yang berada pada SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul tahun anggaran 2015. Sehingga pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan DPA yang berada pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul.

1.4. Sistematika Penulisan

(6)

Bagian ini menjelaskan mengenai gambaran umum penyusunan RENJA BKP3 agar substansi pada Bab-Bab berikutnya dapat dipahami dengan baik. Menjabarkan tentang Latar Belakang, Maksud dan Tujuan, Landasan Hukum serta Sistematika Penulisan RENJA BKP3 Tahun 2015.

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA BKP3TAHUN SEBELUMNYA

Memuat review hasil evaluasi evaluasi pelaksanaan Renja BKP3 tahun lalu, dan realisasi renstra BKP3 mengacu pada hasil Laporan kinerja tahunan BKP3.

BAB III . TUJUAN, SASARAN DAN KEGIATAN

1. Memuat penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan provinsi yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi BKP3.

2. Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi BKP3yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra BKP3.

3. Menguraikan tentang Program dan Kegiatan beserta indikasi pendanaan, output dan outcome.

BAB IV. PENUTUP

Membahas dan menjabarkan mengenai kesimpulan penyusunan Renja BKP3 Kabupaten Bantul yang merupakan dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja tahunan, serta catatan dan harapan Badan.

BAB II

(7)

2.1.

Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun 2014 dan Capaian Renstra

SKPD

Evaluasi pencapaian sasaran menunjukkan capaian kinerja sasaran dari kegiatan yang dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan dalam kurun waktu satu tahun anggaran, baik penilaian atas keberhasilan maupun kegagalan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan strategis.

Pelaksanaan kegiatan pada tahun 2014 di SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan kabupaten Bantul rata-rata kinerja fisik tercapai sebesar 96,55 %, sedangkan realisasi keuangan sebesar 91,08 %, pelaksanaan indikator kinerja rata-rata tingkatan pencapaiannya di atas 100 % dari target tahun 2014, hanya indikator kinerja cadanga pangan pemerintah tidak tercapai ini dikarenakan bahwa cadangan pangan di tingkat masyarakat dianggap sudah dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Adapun realisasi indikator kinerja Badan Ketahanan pangan dan Pelaksana Penyuluhan tahun 2014, dapat dilihat pada Tabel 2.1

Tabel 2.1 Realisasi Indikator Kinerja SKPD Tahun 2014

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Keterangan

1 Tingkat Ketersediaan Energi (%) 138,6 139,28 2 Tingkat Ketersediaan Protein (%) 133,3 133,88 3 Cadangan pangan Pemerintah

(%) 25 17

Cadangan pangan di tingkat masyarakat masih mencukupi 4 Ketersediaan Informasi harga dan akses pangan di daerah (%) 80 100

5 Stabilitasi harga dan pasokan

pangan (%) 100 100

6 Skor Pola Pangan Harapan/PPH (skor nilai ) 91,5 92,8 7 Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan (%) 70 100 8 Penanganan daerah rawan

pangan (%) 100 100

Sumber : BKP3 2014

Pelaksanaan program dan kegiatan pada Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul tahun 2014 untuk rincian realisasi kinerja dan realisasi keuangan dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut

Tabel 2.2 Realisasi Kinerja dan Keuangan Tahun 2014

No Nama Program AnggaranJumlah RealisasiKinerja

(%) Realisasi Keuangan ( Rp ) Realisasi Keuangan ( % ) 1 Program Pelayanan 265.504.000 98,01 242,356.906. 93,38

(8)

Administrasi Perkantoran 2 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 358.144.500 91,5 340.002.539 90,52 3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 14.430.000 100 12.240.000 84,32 4 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan 32.990.000 96,7 31.530.000 96.72 5 Program Pembangunan Jalan dan Jembatan 90.000.000 15 5,145.000 5,7 6 Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 688.362.500 100 625.135.000 89,30 7 Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian/ Perkebunan 1.942.675.500 100 1.865.539.600 99.16 8 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 127.955.000 100 117.525.000 91.85 9 Program Rehabilitasi

Hutan dan Lahan 100.000.000 100 89.049.500 89

10 Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/ Perkebunan Lapangan 43.110.000 56,00 15.605.000 36,20 11 Program pengembangan sarana dan prasarana kelembagaan 25.000.000 100 25.000.000 100 12 Program Pengelolaan Barang Daerah 8.600.000 100 8.600.000 100 Sumber : BKP3 2014

2.2. Analisis Kinerja pelayanan SKPD

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul merupakan SKPD teknis dalam bidang penyuluhan dan ketahanan pangan. Melalui Petugas Penyuluh Lapangan yang berada di tingkat Kecamatan melakukan pelayanan penyuluhan terhadap

(9)

petani. Untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan tersebut maka dilakukan survei Indeks Kepuasan Masyarakat yang dilakukan terutama terhadap masyarakat petani lewat alat bantu kuesioner.

Dari hasil survei diketahui nilai Indeks Kepuasan Masyarakat yang sudah terkonversi sebesar 79,74. Menurut Tabel 2.3, sebagaimana disebutkan dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 25 tahun 2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah, mutu pelayanan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul termasuk B sehingga kinerjanya Baik.

Tabel 2.3 Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan

Nilai Persepsi Nilai Interval IKM Nilai Interval Konversi IKM Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan 1 1,00 – 1,75 25 – 43,75 D Tidak baik 2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang baik 3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Baik 4 3,26 – 4,00 81,26 – 100,00 A Sangat baik

2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKP3) Kabupaten Bantul merupakan SKPD di Kabupaten Bantul yang melaksanakan salah satu urusan wajib yaitu Ketahanan Pangan sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 dan urusan Penyuluhan seperti disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006. Maka dalam kegiatannya, BKP3 menggabungkan beberapa sektor pembangunan yaitu ketahanan pangan, pertanian, perikanan, kelautan dan kehutanan sehingga perlu berkoordinasi dengan SKPD terkait sektor-sektor tersebut. Penerimaan SKPD lain terhadap BKP3 cukup baik terkait penanganan bersama hal-hal dalam bidang ketahanan pangan dan penyuluhan.

Sebagaimana telah dirumuskan dan disepakati bersama dengan melibatkan seluruh eksponen pegawai di lingkungan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul, maka Visi Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul adalah: ”Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Bantul dengan didukung oleh Ketahanan Pangan yang mantap dan berkelanjutan serta sistem Penyuluhan yang partisipatif, efektif dan efisien”

(10)

1. Sejahtera, adalah menunjukkan keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, sehat dan damai

2. Pangan, adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati dan air baik yang diolah, yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi manusia. 3. Ketahanan Pangan, adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang

tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.

4. Ketahanan Pangan yang mantap, adalah kondisi dari suatu keterkaitan yang padu di sepanjang sistem ketahanan pangan, mulai dari sub sistem ketersediaan dan kewaspadaan pangan, sub sistem distribusi dan akses pangan hingga sub sistem konsumsi dan keamanan pangan.

5. Penyuluhan diartikan sebagai proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya penyuluhan lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraannya serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

6. Sistem penyuluhan, adalah seluruh rangkaian pengembangan kemampuan,

penngetahuan ketrampilan serta sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan.

7. Partisipatif, adalah semua anggota terlibat dan memiliki hak serta kewajiban yang sama dalam mengembangkan serta mengolah (merencanakan, melaksanakan serta melakukan penilaian kinerja)

8. Efektif, adalah suatu kegiatan yang dapat membawa hasil atau berhasil guna

9. Efisien, adalah ketepatan dan kesesuaian kegiatan untuk menghasilkan sesuatu dengan tidak membuang waktu, tenaga dan biaya

Perkembangan situasi nasional yang dipacu oleh revolusi transformasi global menurut Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul untuk melakukan pengembangan / pembaharuan : Program / kegiatan sesuai dengan fungsi dan tugas pokok sehingga dapat beroperasi secara lebih efektif, efisiensi dan ekonomis serta memiliki akuntabilitas. Perkembangan inilah yang membawa Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul harus menjadi suatu institusi yang akuntabel, kredibel dan bertanggungjawab, yang berupaya menempatkan posisi dirinya sebagai pelayan publik / masyarakat.

(11)

Dari visi yang telah ditetapkan, dirumuskan misi yang diemban oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul sebagai berikut :

Misi 1. Memantapkan tersedianya pangan dan cadangan pangan yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Misi 2. Meningkatkan pengembangan distribusi dan akses pangan untuk mengantisipasi terjadinya gejolak harga, meningkatkan keberdayaan dan kemandirian masyarakat/petani untuk membangun ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.

Misi 3. Meningkatkan mutu konsumsi yang berbasis Beragam, Berimbang, Bergizi dan Aman (B3A), melalui diversifikasi pangan yang berbasis bahan baku pangan lokal dan kewaspadaan pangan untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan pangan, meningkatkan pengembangan mutu dan keamanan pangan masyarakat.

Misi 4. Meningkatkan kemampuan dan peranserta kelembagaan petani dalam pelaksanaan penyuluhan.

Misi 5. Mengembangkan sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan sesuai kearifan lokal dan kebutuhan petani, nelayan dan masyarakat.

Adapun sasaran utama pembangunan isu strategis perkuatan ketahanan pangan pada tahun 2015 adalah:

1. Terwujudnya peningkatan produksi bahan pangan utama, yaitu: padi 73,4 juta; kedelai 0,9 juta ton; jagung 20,0 juta ton; gula 2,9 juta ton; daging sapi 476,8 ribu ton; dan daging unggas 1,1 juta ton.

2. Tercapainya peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

3. Tercapainya produksi hasil ikan (diluar rumput laut) ditargetkan sebesar 13,5 juta ton, yang terdiri dari perikanan tangkap sebesar 6,2 juta ton dan perikanan budidaya sebesar 7,3 juta ton

4. Tercapainya produksi garam rakyat 2,5 juta ton

5. Tercapainya konsumsi ikan masyarakat sebesar 40,9 kg/kapita/tahun.

6. Tercapainya konsumsi kalori pada tahun 2015 minimal mencapai 2.011 kkal/kapita/hari 7. Meningkatnya skor Pola Pangan Harapan (PPH) yang mencapai 82,9 pada tahun 2015.

(12)

8. Tercapainya peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi, irigasi air tanah, rawa dan tambak seluas 628,2 ribu ha.

Sedangkan isu-isu penting yang ada, sesuai dengan penyelenggaraan tugas dan tupoksi badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan antara lain :

a. Swasembada beras pada tahun 2017

Diupayakan swasembada beras di Indonesia akan tercapai pada tahun 2017 b. Generasi muda enggan bekerja di sektor pertanian

Generasi muda cenderung meninggalkan sektor pertanian karena kurang tertarik akibat cara pandangnya terhadap bidang pertanian, sehingga petani yang mengelola lahan pertanian cenderung sudah tua.

c. Semakin maraknya konversi lahan pertanian

Ketahanan pangan tidak lepas dari adanya kebutuhan akan lahan produktif sebagai sarana pertanian karena lahan produktif adalah media bagi petani untuk menghasilkan bahan-bahan pangan. Secara pokok, lahan produktif untuk pertanian merupakan awal mula pembangun ketahanan dan kedaulatan pangan. Namun konversi lahan produktif untuk pertanian menjadi non pertanian semakin meningkat sehingga menurunkan produksi bahan pangan yang akan mempengaruhi ketahanan pangan.

d. Sedang hangatnya Pemerintah Indonesia mengImpor bahan pangan pokok.

Bahan pangan pokok pangan yang dimpor oleh negara Indonesia yaitu beras, jagung, kedelai, biji gandum, tepung terigu, gula pasir, daging ayam dan daging sapi, garam, kentang, singkong, . Hal ini menyebabkan keruntuhan kedaulatan pangan walaupun ketahanan pangan masih dapat dipertahankan.

e. Peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pada pangan lokal.

f. Konsumsi beras masih cukup tinggi yaitu sebesar 105,2 kg/kap/thn (Susenas, 2005). Walaupun kualitas konsumsi terus meningkat dan pada tahun 2005 mencapai 79,1 kg/kap/thn dan 2007 mencapai 83.1 kg/kap/thn, namun konsumsi pangan sumber protein, sumber lemak dan vitamin/mineral masih jauh dari harapan. Konsumsi pangan dengan bahan baku terigu mengalami peningkatan yang sangat tajam yakni sebesar sebesar 19,2 % untuk makanan mie dan makan lain berbahan terigu. Sedangkan untuk konsumsi pangan hewani penduduk Indonesia baru mencapai 6,6 kg/kapita/tahun, dengan demikian konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pangan lokal, masih rendah.

(13)

g. Timbulnya kasus keracunan pangan baik produk pangan segar maupun olahan pangan

Saat ini masih banyak yang menggunakan bahan tambahan pangan (penyedap, pewarna, pemanis, pengawet, pengental, pemucat dan anti gumpal) yang berbahaya bagi kesehatan. Masih kurangnya pula pengetahuan dan kepedulian masyarakat konsumen maupun produsen (khususnya industri kecil dan menengah) terhadap keamanan pangan, yang ditandai terjadinya kasus keracunan pangan baik produk pangan segar maupu olahan. Belum ada sangsi yang tegas terhadap pelanggaran peraturan keamanan pangan dan perlunya pengawasan pangan.

2.4. Review terhadap Rancangan Awal Renja

Dalam melaksanakan kegiatan pada awal tahun, di samping menyesuaikan DPA, juga menyesuaikan situasi keadaan yang sedang berjalan. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan anggaran yang ada dengan kegiatan yang sedang berlangsung, untuk itu agar dalam melaksanakan kegiatan dapat berjalan sesuai aturan yang ada maka dilakukan review rancangan rencana kegiatan yang mengakibatkan review RKPD. Pada tahun 2014 SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan telah melakukan review renja dalam rangka menyesuaikan anggaran yang disetujui oleh TAPD.

2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Program dan kegiatan yang diampu oleh SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul, di samping mengacu pada usulan dari kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dalam hal ini adalah petani, KWT, Gapoktan dan Asosiasi, dan merupakan usulan dari hasil Musrenbang dan program serta kegiatan yang diusulkan oleh stakeholder di Kabupaten Bantul. Sehingga program dan kegiatan di SKPD Badan Ketahanan Pangan sudah mengadopsi usulan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat.

Adapun untuk program dan kegiatan di SKPD yang berasal dari usulan Program dan Kegiatan masyarakat masih relatif kecil yaitu kurang lebih 50%, yang disebabkan terdapatnya kegiatan yang hanya boleh dilakukan untuk penyediaan sarana dan prasarana bagi penyuluh pertanian, mencapai 30% , sedangkan sisanya untuk kegiatan kesekretariatan SKPD.

(14)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN

3.1.

Telaahan terhadap Kebijakan Nasional

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul mengampu bidang ketugasan dari tiga Kementerian yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Kehutanan. Oleh karena itu program dan kegiatan di SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten harus menyesuaikan program, kegiatan dan kebijakan dari masing-masing Kementeria tersebut.

(15)

Kebijakan Pembangunan Nasional bidang ketahanan pangan yang dilaksanakan adalah :

a. Kebijakan swasembada pangan di tahun 2017 yang merupakan kebijakan nasional yang mengarah pada kedaulatan pangan di Negara Indonesia dimana seluruh kebutuhan pangan akan di sediakan oleh negera sendiri, dengan harapan bahwa Indonesia nantinya tidak akan mengimpor bahan pangan dari negara lain. Kemudian di tingkat Kabupaten ditindaklanjuti oleh SKPD BKP3 dengan Program peningkatan kesejahteraan petani, Kegiatan pendampingan petani dan pelaku agrobisnis. Melalui kegiatan tersebut, di Kabupaten Bantul diharapkan juga terlaksana swasembada pangan, artinya bahwa Kabupaten Bantul masih mempertahankan surplus produksi beras.

b. Stabilisasi harga pangan di tingkat produsen pada sentra produksi pangan dan harga pangan di tingkat konsumen dalam rangka menuju harga pangan yang terjangkau oleh masyarakat. Di tingkat pusat, kebijakan stabilitasi harga pada tingkat produsen. Hal ini dimaksudkan agar harga pangan ditingkat petani tetap stabil, sehingga petani tidak dirugikan, sedangkan di tingkat daerah dilaksanakan kegiatan stabilisasi harga dan pasokan pangan dengan harapan diketahuinya harga ditingkat petani (produsen) dan ditingkat pedagang serta jumlah stok pangan yang ada .

c. Dalam rangka mendukung Program Peningkatan Ketahanan Pangan khususnya dalam pencapaian swasembada pangan 3 (tiga) komoditas utama, yakni Padi, Jagung dan Kedelai, Badan Ketahanan Pangan pusat akan turut serta mensukseskan program tersebut melalui kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM) dan Model Pengembangan Pangang Pokok Lokal (MP3L). Sedangkan sasaran strategis ketahanan pangan tahun 2015 yang akan dicapai oleh Badan Ketahanan Pangan adalah meningkatnya ketahanan pangan melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan segar

3.2.

Tujuan dan Sasaran Renja SKPD

Rencana kerja tahun 2015 mempunyai tujuan, antara lain :

a. Menetapkan prioritas program dan kegiatan yang merupakan implementasi tugas pokok dan fungsi SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul

(16)

b. Memberikan kontribusi terhadap pencapaian prioritas pembangunan Kabupaten Bantul tahun 2015

c. Memberikan arah pelaksanaan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh setiap bidang di Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul

Sedangkan sasaran Renja tahun 2015 adalah :

a. Hasil penjaringan aspirasi dari kelompok tani, Gabungan kelompok tani, Penyuluh, lembaga /institusi yang berpihak pada ketahanan pangan.

b. Peningkatan kelembagaan petani

c. Peningkatan teknologi bidang budidaya pertanian dan pengolahan pangan lokal d. Peningkatan ketrampilan petani dan penyuluh

e. Peningkatan sarana dan prasarana penyuluhan pertanian

f. Meningkatkan ketahanan pangan melalui ketersediaan, distribusi, konsumsi dan keamanan pangan

g. Terlaksananya pelaksanaan Standar Pelayanan Mutu bagi SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul

3.3. Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan tahun 2015 merupakan program dan kegiatan yang disusun untuk dilaksanakan pada tahun 2015 yang meliputi program yang dilaksanakan oleh kesekretariatan, Bidang ketahanan pangan dan Bidang Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan, yang terdiri dari :

(17)

RE N C A N A KERJA Tahu n 2015

Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul 17

1 Program Pelayanan

Administrasi Perkantoran

Penyediaan Jasa Surat Menyurat

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional

Penyediaan jasa administrasi keuangan Penyediaan jasa kebersihan kantor

Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja Penyediaan alat tulis kantor

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Penyediaan komponen instalasi

listrik/penerangan bangunan kantor Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

Penyediaan makanan dan minuman

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

Rapat-rapat koodinasi dan konsultasi dalam daerah

Penyediaan Jasa Keamanan 2 Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Aparatur

Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

Pemeliharaan rutin/berkala Peralatan dan Perlengkapan Kantor

Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

3 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Penilaian angka kredit pejabat fungsional

4 Program peningkatan

pengembangan sistem

pelaporan capaian kinerja dan keuangan

Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD

Penyusunan Laporan Keuangan, Barang, Kepegawaian dan Ketatausahaan

5 Program Peningkatan

Kesejahteraan petani

Pelatihan Petani dan Pelaku Agribisnis Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis

Peningkatan Kemampuan Kelembagaan Petani dan Penyuluh

Penyuluhan Partisipasi Masyarakat dalam rangka penyuluh menyentuh

6 Program Pemberdayaan

Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan

Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan

7 Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian / Perkebunan

Penanganan daerah rawan pangan Pengembangan desa mandiri pangan Monitoring, evaluasi, dan pelaporan

Peningkatan sarana dan prasarana ketahanan pangan pertanian / perkebunan

Penyusunan Pola Pangan Harapan

Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan

Pemantauan distribusi pangan masyarakat Hari Pangan Sedunia

Sistem kewaspadaan pangan dan gizi Stabilitas harga dan pasokan pangan Ketersediaan pangan

(18)

BAB IV PENUTUP

Rencana Kerja (RENJA) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Tahun 2015 merupakan acuan dalam pelaksanaan kegiatan tahun berjalan. Renja Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan adalah Rencana Kerja 1 tahun berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul Tahun 2015 dalam menunjang tercapainya Visi dan Misi Badan serta target dan sasaran.

Rencana Kerja tahun 2015 ini dibuat sebagai acuan masing-masing pelaksana program dan kegiatan yang berada di bawah Satuan Kerja Pemerintah Daerah Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul sehingga pelaksanaan program dan kegiatan dapat terkoordinasi dan berjalan dengan baik.

Bantul, Januari 2015 Kepala Badan

Ir. PULUNG HARYADI, MSc. NIP. 19640819 199003 1 010

Gambar

Tabel  2.1 Realisasi Indikator Kinerja SKPD Tahun 2014 No. Indikator Kinerja Target Realisasi Keterangan
Tabel 2.3 Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM,  Mutu Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan

Referensi

Dokumen terkait

Renja perangkat daerah digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) perangkat daerah yang akan ditetapkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Demikian Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA SKPD) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2017 yang disusun dengan harapan dapat digunakan

Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan adalah unsur pelaksana pemerintah daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 7 tahun

Maksud penyusunan Rencana Kerja (RENJA) Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Dharmasraya ini adalah untuk memberikan gambaran dan pemahaman

Renja OPD digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Perangkat Daerah untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten

KEDUA  Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Bantul agar mengkoordinasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait untuk menyusun pedoman

Rencana Kerja Perubahan (Renja-P) Dishubkominfo Tahun 2015 sebagai dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memuat kebijakan dan program/kegiatan dalam

Demikian Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (RENJA SKPD) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar Tahun 2018 yang disusun dengan harapan dapat digunakan