2015, Dit. Pembinaan SMA ii
KATA PENGANTAR
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun pelajaran 2013/2014 telah menetapkan kebijakan implementasi Kurikulum 2013 secara terbatas di 1.270 SMA sasaran dan sejumlah SMA yang melaksanakan secara mandiri. Selanjutnya pada tahun pelajaran 2014/2015, Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh SMA untuk kelas X dan XI.
Mempertimbangkan pentingnya Kurikulum 2013 dan masih ditemukannya beberapa kendala teknis, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kebijakan penataan kembali implementasi Kurikulum 2013 pada semua satuan pendidikan mulai semester dua tahun pelajaran 2014/2015 melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013. Implementasi Kurikulum 2013 di SMA akan dilakukan secara bertahap mulai semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di 10% SMA sampai dengan tahun pelajaran 2020/2021 di seluruh SMA. Sepanjang implementasi secara bertahap tersebut akan dilakukan evaluasi, perbaikan konsep dan strategi implementasi Kurikulum 2013 agar siap untuk dilaksanakan secara menyeluruh di semua SMA.
Sejalan dengan kebijakan diatas, Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya terus melakukan fasilitasi pembinaan implementasi Kurikulum 2013, antara lain melalui pengembangan naskah pendukung kurikulum. Pada tahun 2015 Direktorat Pembinaan SMA melakukan reviu naskah yang dikembangkan tahun sebelumnya dan menyusun naskah baru mengikuti perkembangan kebijakan Kurikulum 2013. Naskah- naskah yang direviu dan disusun sebagai berikut : Panduan Pengembangan KTSP, Panduan Pengembangan Silabus, Panduan Pengembangan RPP, Model-Model Pembelajaran, Panduan Pengembangan Penilaian, Model Pembelajaran dan Penilaian Projek, Model Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan, Model Penyelenggaraan SKS, Model Penyelenggaraan Aktualisasi Mata Pelajaran Dalam Kegiatan Kepramukaan, Model Penyelengaraan Peminatan, Model Penyelenggaraan Pendalaman Minat, Panduan Pengembangan Muatan Lokal, Model Penyelenggaraan Kewirausahaan, Panduan Transisi Kurikulum 2013 ke Kurikulum 2006, dan Panduan Pengisian Aplikasi Rapor. Naskah- naskah pendukung kurikulum dikembangkan oleh tim pengembang yang terdiri dari unsur staf Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, pengawas, kepala sekolah, dan guru dengan prinsip dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Naskah-naskah tersebut disusun sebagai acuan bagi sekolah dalam mengelola pelaksanaan kurikulum dan acuan bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran di kelas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Naskah-naskah pendukung kurikulum akan terus dikembangkan, sehingga menjadi lebih operasional. Oleh karena itu, sekolah diharapkan memberi masukan untuk
penyempurnaan lebih lanjut. Kepada semua pihak yang terlibat dalam penyusunan dan pembahasan naskah-naskah ini diucapkan terima kasih.
Jakarta, 00Juni 2015 Direktur Pembinaan SMA,
Harris Iskandar, Ph.D
NIP. 196204291986011001
2015, Dit. Pembinaan SMA iii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iDAFTAR ISI ... iii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Tujuan ...3
C. Landasan Hukum ...3
BAB IIPENAMPILAN, PELAYANAN, DAN PRESTASI DI SMA ...4
A. Penampilan...4
B. Pelayanan ...9
C. Prestasi. ... 12
BAB III STRATEGI IMPLEMENTASI 3P DI SMA ... 13
A. Perencanaan ... 13
B. Implementasi 3P ... 15
C. Monitoring dan Evaluasi ... 18
PENUTUP ... 22
DAFTAR PUSTAKA ... 23
Lampiran 1: Contoh Format Rencana Aksi Pelaksanaan 3P ... 24
Lampiran 2 : Contoh Instrumen Monev Pelaksanaan 3P ... 25
2015, Dit. Pembinaan SMA
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sekolah merupakan lembaga yang dinamis dengan tatanan yang kompleks dan saling terkait serta memiliki tujuan tertentu. Tujuan sekolah mengacu kepada tujuan pendidikan nasional, yaitu: “untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap”. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, sekolah merumuskan dan menetapkan tujuan dengan memperhatikan hal-hal antara lain: 1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai; 2) mengacu pada visi dan misi sekolah; 3) mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan; 4) mempertimbangkan masukan internal dan eksternal; 5) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan di sekolah diperlukan pengelolaan penyelenggaraan yang efektif, dengan tujuan untuk menjamin: 1) akses masyarakat atas pelayanan pendidikan yang mencukupi; 2) mutu dan daya saing pendidikan serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat; dan 3) efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan.
Pengelolaan sekolah dapat dilihat dari performance sekolah. Performance merupakan kata bahasa Inggris yang berarti hasil dari suatu kinerja. Menurut Fattah (1999) performance juga dapat diartikan “sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu”.
Selanjutnya Bernardin dan Russel dalam Ahmad S Ruky (2001) menyatakan bahwa
“Performance is defined as the record of outcomes produced on a specified job function or activity during a specific time period”.
Definisi performance atau kinerja tersebut di atas mengandung pengertian bahwa performance merupakan hasil dari suatu pekerjaan atau kegiatan dalam kurun waktu tertentu, yang setiap individu didalamnya memberikan kontribusi terhadap institusi misalnya melalui prestasi yang dicapainya. Sejalan dengan pendapat ini, Rawirosentoso (1999) menyatakan bahwa : “performance adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan
2015, Dit. Pembinaan SMA
2
tanggung jawab masing-masing dalam rangka mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika”.
Selanjutnya Timpe (1988) menyatakan : “Performance adalah akumulasi dari tiga elemen yang saling berkaitan yaitu keterampilan, upaya, dan sifat-sifat keadaan eksternal”. Elemen keterampilan adalah elemen yang dibawa seseorang ke tempat pekerjaan dapat berupa pengetahuan, kemampuan, kecakapan interpersonal dan kecakapan teknis yang menghasilkan prestasi. Elemen upaya merupakan bentuk pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsinya , sedangkan elemen sifat-sifat keadaan eksternal merupakan bentuk dari penampilan.
Dari deskripsi di atas , performance sekolah dapat diartikan sebagai penampilan, pelayanan dan prestasi sekolah. Performance sekolah dibangun oleh semua komponen sekolah yang bersinergi satu dengan lain dan dilakukan oleh setiap individu yang akan memberikan kontribusi kepada sekolah.
Implementasi 3P adalah upaya untuk mewujudkan sekolah ideal. Profil sekolah ideal menurut IAQ Design Tools For School, US EPA, 2011, adalah : 1) Lingkungan yang sehat;
2) Fisik Bangunan yang indah, bersih, aman, dan nyaman dan menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai; 3) Lingkungan yang ramah dan bersahabat, baik gurunya, siswanya, maupun pegawai yang lainnya; 4) Melaksanakan pelayanan maksimum baik didalam maupun keluar sekolah; 5) Memiliki prestasi yang menonjol dan dapat dibanggakan, akademik dan non akademik; 6) Melakukan komunikasi yang baik dengan orang tua, serta melibatkan masyarakat yang tinggi.
Penampilan, pelayanan, dan prestasi bukan merupakan hal baru di sekolah, tetapi kenyataannya saat ini masih terdapat sekolah yang belum memperhatikan hal tersebut sebagaimana mestinya. Sebagai contoh, masih ada identitas sekolah yang berupa papan nama di bagian depan sekolah dengan kondisinya sudah kusam dan lapuk sehingga tidak dapat dibaca dengan jelas dan tidak dapat memberikan informasi yang akurat tentang sekolah tersebut. Contoh lain, masih ada sekolah yang mengabaikan kebersihan, keamanan, kenyamanan dan keindahan lingkungan sekolah seperti halaman, ruangan (gedung) dan lain-lain. Demikian juga dengan kurangnya perhatian sekolah terhadap kerapian, kebersihan dan keserasian penampilan dan prilaku yang diperlihatkan oleh warganya. Dalam hal pelayanan, masih ada sekolah yang mengabaikan bentuk pelayanan yang diberikan, misalnya masih ada warga sekolah yang tidak mampu memberikan informasi yang jelas tentang hal hal yang berhubungan dengan sekolah kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu, masih terdapat juga sekolah yang belum dapat mengoptimalkan sumber dayanya dalam meningkatkan
2015, Dit. Pembinaan SMA
3
prestasi di bidang akademik maupun non akademik, serta memanfaatkan prestasi yang diraihnya untuk sebagai alat atau media publikasi dan promosi sekolah.
Dengan memperhatikan pentingnya penampilan, pelayanan dan prestasi sekolah, serta banyaknya permasalahan dalam pelaksanaannya, maka Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas menerbitkan naskah “Meningkatkan Citra Sekolah Melalui 3P di SMA”.
B. Tujuan
Naskah Panduan Meningkatkan Citra Sekolah Melalui Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi (3P) di SMA bertujuan untuk memberikan acuan kepada para kepala SMA dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah dan/atau meningkatkan citra sekolah melalui antara lain meningkatkan penampilan fisik sarana dan warga sekolah, meningkatkan pelayanan warga sekolah melalui kemampuan yang dimilikinya, dan meningkatkan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.
C. Landasan Hukum
Beberapa landasan hukum yang dijadikan dasar dalam penyusunan naskah panduan
“Meningkatkan Citra Sekolah Melalui 3P di SMA” diantaranya sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kegiatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstra Kurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
8. Kesepakatan Bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 03/MENLH/02/2010 dan Nomor 01/II/KB/2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup;
9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Program Adiwiyata.
2015, Dit. Pembinaan SMA
4
BAB II
PENAMPILAN, PELAYANAN, DAN PRESTASI DI SMA
A. Penampilan
Penampilan fisik sekolah adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penampilan dalam dan luar sekolah yang mudah diamati dan dinilai secara langsung, serta dapat menimbulkan respon atau tanggapan tertentu dari orang lain atau lingkungan sekelilingnya.
Penampilan sekolah yang langsung dapat diamati, antara lain lingkungan yang bersih, aman, nyaman, indah, rapi, dan rindang. Sekolah yang bersih berarti sekolah yang
“keadaan lingkungannya bebas sampah , tidak tercemar kotoran”, bebas asap rokok, dan seluruh warganya menerapkan budaya 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun.
Sekolah yang aman berarti sekolah yang “bebas dari bahaya dan gangguan, terlindungi, bebas dari tawuran siswa/bullying, dan tertib, sehingga membuat warganya atau orang luar tidak “merasa takut dan khawatir”. Sedangkan sekolah yang nyaman adalah sekolah yang lingkungannya dapat membuat situasi orang “merasa segar, sehat, sejuk”.
Sekolah yang indah tidak berarti mewah, tetapi sekolah yang penampilannya baik dan menarik, meskipun sekolah tersebut memiliki fisik yang sederhana. Sekolah yang rindang merupakan sekolah yang asri dengan penataan tanaman yang dapat meneduhkan lingkungan sekolah.
Penampilan sekolah merupakan cerminan citra diri sekolah yang dinilai secara langsung oleh masyarakat yang harus dibenahi terus menerus oleh seluruh warga sekolah. Penampilan dapat menjadi modal utama bagi sekolah sebagai nilai jual di masyarakat dan orang tua. Penampilan juga menjadi satu bagian penting terkait membentuk dan meningkatkan citra profesional serta memberi rasa kepercayaan diri yang tinggi bagi seluruh warga sekolah untuk mengekspresikan potensinya masing-masing.
Penampilan fisik sekolah meliputi, antara lain:
1. Identitas sekolah
Identitas sekolah terdiri atas :
1) Identitas utama berupa papan nama sekolah yang mencantumkan nama dan alamat lengkap serta logo yang menunjukan karakteristik dari sekolah. Papan nama harus terpelihara, bersih, indah (warna tidak pudar dan tidak berlumut) dan dilengkapi dengan lampu penerangan agar tetap terlihat dan terbaca saat malam hari
2015, Dit. Pembinaan SMA
5
Gambar 1 : Identitas Utama
2) Identitas tambahan berfungsi sebagai media promosi untuk program unggulan atau program khusus yang diselenggarakan oleh sekolah. Papan nama tambahan ini, dapat dibuat dalam bentuk permanen atau non permanen, seperti spanduk, banner, poster dan lain-lain. Substansi dari papan tambahan mencakup informasi yang mempromosikan sekolah, misalnya: jenis dan keunggulan program, manfaat/nilai tambah program bagi peserta didik, prestasi/penghargaan yang diperoleh terkait dengan program sekolah.
Identitas tambahan ditulis dengan menggunakan kalimat sederhana, menarik (tidak harus formal), tetapi tetap menggambarkan atau mencirikan program yang dilaksanakan di sekolah. Agar lebih menarik, identitas tambahan dapat dilengkapi dengan ilustrasi gambar yang mencirikan program unggulan yang dilaksanakan, dibuat dalam bentuk permanen atau non permanen, dan harus diperbaharui (up date) secara periodik sesuai dengan kebutuhan.
a. Identitas utama (papan nama) b. Identitas utama (papan nama)
Slogan yang menunjukan
Promosi Sekolah unggulan Slogan Promosi Sekolah
2015, Dit. Pembinaan SMA
6
Gambar 2 : Identitas Tambahan
3) Informasi sekolah
Agar masyarakat mengetahui identitas program dan keunggulan sekolah, dapat dibuat media informasi sebagai berikut:
a. Profil sekolah menyangkut Visi, Misi, Tujuan sekolah, dan data persekolahan (ketenagaan, sarana prasarana dan peserta didik).
b. Media Informasi program sekolah memuat program dan kegiatan pembelajaran intra dan ekstra kurikuler, program pengembangan sekolah dan berbagai informasi lain yang terkait dengan program pemenuhan SNP.
c. Tata tertib, slogan, himbauan yang dapat memotivasi seluruh warga sekolah dalam implementasi sekolah.
d. Petunjuk arah dan Identitas ruangan yang berfungsi sebagai informasi dan penanda setiap tempat atau ruangan di lingkungan sekolah.
e. Memiliki program yang mencakup data kehadiran guru, guru pengganti dan kegiatan-kegiatan yang dapat mengisi kekosongan jam pelajaran akibat dari ketidakhadiran guru.
f. Majalah dinding berisi berbagai informasi hasil karya peserta didik, pengetahuan dan atau kreasi warga sekolah, dan informasi pendidikan pada umumnya, yang berguna untuk diketahui oleh warga sekolah,. Pengumuman harus diperbaharui/di update secara periodik sesuai perkembangan terbaru.
Identitas tambahan menunjukan Katagori sekolah
Menunjukkan sekolah berwawasan lingkungan
2015, Dit. Pembinaan SMA
7
Gambar 3 : Papan Informasi
2. Lingkungan sekolah
Lingkungan sekolah mencakup halaman, lahan, dan ruangan, baik ruangan untuk kegiatan pembelajaran maupun ruangan pendukung. Implementasi 3P pada sekolah mencakup kebersihan, ketertiban, keamanan, kekeluargaan, keindahan,
Papan informasi majalah dinding Papan informasi Visi dan Misi
Identitas ruangan Petunjuk arah lengkap dan indah
Penunjuk arah lengkap Sekolah berbudaya lingkungan
2015, Dit. Pembinaan SMA
8
kenyamanan, dan kerindangan (7K). Upaya sekolah dalam mengimplementasikan 7K dilakukan melalui program pembiasaan kepada semua warga sekolah, termasuk dalam optimalisasi fungsi dan penataan, serta perawatan peralatan ruang belajar, dan ruang pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, dan ruang guru.
Ruang kelas yang bersih, rapi, Koridor yang bersih dan indah indah dan nyaman
Halaman sekolah yang bersih dan nyaman Penempatan bak sampah
Gambar 4 : Lingkungan Sekolah
3.
Penampilan Warga SekolahWarga sekolah baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik memiliki penampilan fisik yang rapi dan serasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Demikian juga dengan warga sekolah yang memperlihatkan sikap santun dan ramah sehingga dapat menjadi teladan.
2015, Dit. Pembinaan SMA
9
Penampilan Siswa Penampilan Pendidik Gambar 5 : Penampilan Warga sekolah
B. Pelayanan
Sekolah adalah lembaga sosial yang memiliki fungsi pelayanan terhadap warga sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pelayanan di sekolah merupakan upaya yang dilakukan warga sekolah melalui optimalisasi dari tugas dan fungsinya untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, termasuk penyediaan sarana pendidikan, pelaksanaan berbagai program dan kegiatan, serta kesiapan layanan informasi dan komunikasi.
1. Pelayanan Warga Sekolah
Pelayanan harus dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan, serta peserta didik sesuai dengan peranannya masing-masing. Pelayanan dapat dilakukan dalam bentuk pemberian informasi akurat tentang data dan program sekolah yang dapat mempromosikan keunggulan dan prestasi sekolah. Untuk melaksanakan hal ini, sekolah sebaiknya memiliki program pelatihan khusus pelayanan prima, termasuk motivasi kerja dan enterpreneurship bagi seluruh warganya.
Layanan di ruang piket Layanan konseling
2015, Dit. Pembinaan SMA
10
Layanan siswa dalam praktikum Layanan dalam pembelajaran Olahraga Gambar 6 : Pelayanan Warga Sekolah
2. Penyediaan Sarana Pendidikan
Untuk mendukung keseluruhan program 3P yang telah dilaksanakan, sekolah melakukan optimalisasi dalam penggunaan dan pemeliharaan sarana prasarana (ruangan, perabot, alat dan bahan), serta pelaksanaan proses pendidikan dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
Optimalisasi pemanfaatan dan Sarana Kantin yang representative pemeliharaan Ruang guru
Optimalisasi pemanfaatan dan Optimalisasi pemanfaatan dan Pemeliharaan Lab. Bahasa Pemelihaaran Perpustakaan
Gambar 7 : Pelayanan Sarana Prasarana
2015, Dit. Pembinaan SMA
11
3. Pelaksanaan Program
Sekolah melaksanakan berbagai program untuk kepentingan pengembangan potensi peserta didik, baik program kurikuler maupun program ekstrakurikuler, yang pelaksanaannya melibatkan seluruh warga, sesuai dengan rencana kegiatan yang ada di Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
Gambar 8 : Pelaksanaan Program
4. Layanan informasi dan komunikasi
Sekolah memberikan layanan informasi dan komunikasi yang mudah diakses oleh warga sekolah dan masyarakat yang disajikan melalui data dan informasi yang disempurnakan secara berkala sesuai dengan perkembangan.
Contoh bentuk layanan informasi dan komunikasi diperlihatkan oleh Gambar-9
Layanan informasi komunikasi Informasi dalam web
Gambar 9 : Bentuk Pelayanan Informasi dan Komunikasi
Program Kurikuler Program Kesiswaan
2015, Dit. Pembinaan SMA
12
C. Prestasi.
Prestasi merupakan hasil suatu kecakapan atau hasil konkret dari warga sekolah, baik prestasi siswa, pendidik dan tenaga kependidikan dalam bidang akdemik dan non akademik. Prestasi dapat dibuktikan dengan piala, medali, piagam, sertifikat, dan sebagainya. Seluruh bukti prestasi didokumentasikan, ditata dan dipelihara dengan baik, sehingga dapat dijadikan alat promosi sekolah. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi, sekolah perlu memiliki program dan kegiatan yang menunjang, misalnya program pembinaan siswa unggulan.
Contoh hasil perolehan prestasi warga sekolah diperlihatkan Gambar-10
Dokumentasi Kejuaraan Penataan piala hasil prestasi
Prestasi siswa Karya seni siswa
Gambar 10: Bentuk Prestasi Sekolah
2015, Dit. Pembinaan SMA
13
BAB III
STRATEGI IMPLEMENTASI 3P DI SMA
Strategi implementasi 3P dilaksanakan dengan komprehensif dan difokuskan pada tugas pokok, fungsi, dan sasaran setiap warga sekolah. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, strategi implementasi 3P dilaksanakan secara terpadu oleh setiap warga sekolah yang didukung secara sinergis oleh berbagai pihak. Strategi implementasi 3P di SMA mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Untuk mengimplementasikan program-program 3P secara tepat sasaran, dibutuhkan data/informasi yang lengkap sesuai dengan analisis kebutuhan.
A. Perencanaan
Perencanaan 3P dapat dilakukan dengan melalui langkah-langkah:
1. Membentuk tim kerja yang melibatkan wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan , komite sekolah, dan OSIS
2. Tim kerja menganalisis kekuatan, dan kelemahan dari aspek dan indikator 3P (bagian dari analisis konteks)
Contoh 1: Hasil analisis komponen 3P
No Aspek Kekuatan Kelemahan Rencana Tindak Lanjut 1. Penampilan
Identitas Sekolah
Papan nama sekolah terbuat dari bahan yang kuat.
Papan nama sekolah sulit terbaca karena sudah berkarat dan kotor
Perbaikan papan nama sekolah dengan
mengecat ulang dan memperjelas tulisan 2. Pelayanan
Tenaga Administrasi Sekolah
Kepala tenaga administrasi sekolah/TAS
Bendahara sekolah tidak mengetahui RKAS.
Peningkatan kompetensi TAS melalui sosialisasi dan IHT
Prestasi Akademik dan non akademik
Banyak prestasi yang diraih siswa dalam non akademik
Belum banyak prestasi yang diraih oleh siswa dalam bidang akademik
Pembinaan siswa dalam pencapaian pretasi dalam bidang akademik menjadi juara tingkat Kab/Kota/Prov/
Nas/Regional
3. Dari hasil analisis, ditentukan kegiatan dan sasaran yang akan diprogramkan untuk peningkatan citra sekolah melalui 3P yang disusun berdasarkan skala prioritas
4. Menentukan indikator keberhasilan, atau target yang ingin dicapai.
2015, Dit. Pembinaan SMA
14
5. Menentukan jadwal kegiatan, berdasarkan skala prioritas.
6. Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan.
7. Menyusun program/rencana aksi yang akan dijadikan acuan dalam pelaksanaan.
Contoh 2 : Rencana Aksi 3P dari ketiga contoh 1 di atas
No. Aspek/Kegiatan Sasaran Indikator Keberhasilan
Unsur yang
Terlibat Jadwal Sumber
Dana Pelaksana 1. Penampilan
Perbaikan papan nama sekolah dengan
mengecat ulang dan memperje las tulisan
Papan nama sekolah
Papan nama sekolah tertulis jelas dan mudah
terbaca, bersih dan indah
Wakasek sarana, tenaga ke- bersihan, tukang
20 Juli
2015 Komite Sekolah/
APBD
Tukang
2. Pelayanan Peningkatan kompetensi Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) melalui pelatihan
Kepala TAS (1 orang)
Kepala TAS memiliki kompetensi sesuai dengan tugas yang dimilikinya
Kepala TAS 25 Juli
2015 Komite Sekolah/
APBD
Lemba-ga yang berwe- nang
3. Prestasi Pembinaan dan pembimbing-an siswa untuk mengikuti Olimpiade sains
Siswa berpres- tasi akademik 5 orang /mapel
Siswa meraih kejuaraan bidang akademik (Olimpiade) sains tingkat Kabupaten/
Kota
Wakasek Kesiswaan, Wakasek Bidang Akademik dan Guru Mapel
Juli sampai Desem- ber 2015
Komite Sekolah/
APBD
Guru Mapel terkait dan Perguruan Tinggi
Contoh 2: Rencana Aksi 3P
2015, Dit. Pembinaan SMA
15
B. Implementasi 3P
Implementasi rencana aksi 3P yang telah ditetapkan, dilaksanakan dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan komite sesuai peran masing-masing. Agar implentasi 3P dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, maka diperlukan sinergitas antara kegiatan, sasaran, dan target yang ingin dicapai dengan memperhatikan substansi dan personil yang akan melaksanakannya (who doing what) diantara peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Dalam implementasi ini, sekolah dapat menerapkan prinsip, antara lain :
1. Melibatkan individu-individu atau tim untuk berpartisipasi dalam melaksanakan kegitan secara optimal, sehingga dapat menciptakan situasi dan kondisi yang memotivasi setiap warga sekolah .
2. Pembagian peran yang tepat untuk mendorong pelaksanaan program sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Penghargaan terhadap usaha aktivitas kreatif warga yang dapat dijadikan promosi bagi yang bersangkutan dan promosi sekolah .
Implementasi penampilan, pelayanan dan prestasi (3P) pada dasarnya terintegrasi pada rencana kerja sekolah yang mencakup program kesiswaan, kurikulum dan kegiatan pembelajaran, pendidik/tenaga kependidikan dan pengembangannya, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan sekolah, peran serta masyarakat dan kemitraan, serta rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu.
2015, Dit. Pembinaan SMA
16
Contoh 3: Integrasi 3P dalam rencana kerja sekolah
No Profil 3P Program Sekolah Penanggung
jawab Hasil yang diharapkan I Penampilan
A. Penampilan Fisik 1. Identitas Sekolah
Papan Nama Sekolah
Sarana Prasarana:
Melakukan perbaikan papan sekolah
Wakasek Urusan
Sarana Papan nama sekolah tertulis secara jelas dari segi ukuran huruf maupun warna tulisan dan proporsional, nama dan alamat lengkap, memiliki logo, terpelihara dan dilengkapi lampu 2. Lingkungan Sekolah Pembudayaan 7K di sekolah melalui
Jumát bersih, lomba 7K antar kelas, dan lain-lain
Wakasek Urusan
Kesiswaan Ruang, halaman dan atau lahan terdapat tanaman rindang dan atau tanaman hias (taman) yang tertata dan terawat rapi dan bersih Sarana Prasarana
Pengadaan tempat sampah
Wakasek Urusan Sarana Prasarana
Memiliki tempat sampah yang memadai di lingkungan sekolah
Tenaga kependidikan :
Pemenuhan tenaga kebersihan di sekolah Kepala Sekolah Tersedianya tenaga
kebersihan yang kompeten dengan jumlah yang memadai
Budaya Sekolah :
Pembiasaan budaya bersih (SSSP), ketertiban, keamanan, keindahan, dan kenyamanan sekolah.
Wakasek Urusan
Sarana Prasarana Penerapan program
pembiasaan budaya bersih di sekolah kepada seluruh warga sekolah, melalui berbagai strategi B. Penampilan Warga
Sekolah Budaya Sekolah :
Tata tertib berpakaian Wakasek Urusan Humas dan Kesiswaan
Berpakaian rapi dan sopan, sesuai peraturan sekolah II Pelayanan
2015, Dit. Pembinaan SMA
17
No Profil 3P Program Sekolah Penanggung
jawab Hasil yang diharapkan A. Warga Sekolah Pendidik dan Tenaga Kependidikan :
Pelatihan Pelayanan Prima Kepala Sekolah Guru menguasai dan memiliki kemampuan memberikan layanan prima B. Penyediaan Sarana
Pendidikan Sarana Prasarana :
Melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan
Wakasek Urusan
Sarana Prasarana Sarana dan prasarana tetap berfungsi mendukung proses pendidikan
C. Keterlaksanaan Program
Sekolah Pengelolaan :
Menyusun Rencana Kerja Tahunan Kepala Sekolah Memiliki kemampuan melaksanakan program sekolah secara efektif, efisien dan hasil yang optimal, dengan melibatkan seluruh warga sekolah D. Kesiapan Layanan
Informasi dan Komunikasi Sarana Prasarana :
Menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif dan mudah
Diakses
Keapala Laboratorium Komputer dan Admin
Memiliki data dan informasi (kuantitatif dan kualitatif) terkait dengan
penyelenggaran dan
pengelolaan sekolah dalam rangka pemenuhan SNP III Prestasi
A. Prestasi Akademik Kesiswaan :
Melakukan pembinaan prestasi unggulan Wasek Kesiswaan, Pembina OSIS, Pembina Ekstrakurikuler
Peningkatan prestasi akademik untuk menjadi juara tingka Kab/Kota/Prov.
/Nasional Pendidik dan Tenaga Kependidikan :
Mengikutkan lomba guru berprestasi, olimpiade guru, karya ilmiah, dan lomba inovasi pembelajaran.
Lomba Pegawai Teladan.
Kepala Sekolah
dan Kepala TAS Menjadi juara tingkat
Kab/Kota/Prov./Nasioal dan Internasional.
B. Prestasi Non Akademik Kesiswaan :
Melakukan pembinaan prestasi unggulan, misal: O2SN, FLS2N, dan lain-lain
Kepala Sekolah Menjadi juara tingkat Kab/Kota/Prov./Nasional
2015, Dit. Pembinaan SMA
18
Tabel di atas menunjukan bahwa strategi implementasi 3P pada program sekolah, dapat dilakukan dengan cara mengoptimalkan pelaksanaan program- program sekolah dengan memberdayakan seluruh warga sekolah.
Contoh mengintegrasikan 3P dalam program sekolah diperlihatkan Gambar-11
Pembuatan taman dalam program ekskul Program sarana prasarana
Hasil Program Budaya Sekolah Program Pendidik dan tenaga kependidikan Gambar-11: Pengintegrasian 3P dalam Program Sekolah
C. Monitoring dan Evaluasi
Monitoring implementasi 3P dilaksanakan melalui observasi sistematis dan berkelanjutan untuk mengamati implementasi 3P yang sedang dilaksanakan di sekolah dengan mengacu kepada prinsip evaluasi yaitu berkesinambungan, menyeluruh, objektif, sahih, kritis dan berorientasi kepada kegunaan dan manfaat.
Monitoring 3P juga dilakukan dengan periode waktu tertentu (misal setiap bulan), dan mengacu kepada rencana aksi yang telah ditetapkan dengan tujuan: 1) menghasilkan implementasi 3P yang terbaik dengan cara memperoleh feedback dari semua pihak atau aspek yang sedang dikerjakan sekolah; 2) meningkatkan rencana kerja dan melakukan tindakan perbaikan segera terhadap beberapa kegiatan yang
2015, Dit. Pembinaan SMA
19
tidak sesuai dengan program; 3) menjajaki kemajuan dan perubahan yang terjadi dari sisi input, proses maupun output melalui sistem pelaporan dan pencatatan reguler; 4) membantu pengambil keputusan, hal-hal apa saja yang memerlukan fokus perhatian penuh; 5) temuan hasil monitoring akan menjadi bahan atau bagian dari alat evaluasi untuk pembinaan selanjutnya.
Hasil monitoring ditindaklanjuti dengan kegiatan evaluasi untuk menentukan efektifitas, keberhasilan, dan kelayakan implementasi 3P, sehingga sekolah dapat memperbaiki dan mengembangkan program berikutnya.
Monitoring dan evaluasi 3P dapat menggunakan contoh instrumen sebagaimana terlampir di lampiran 2.
Gambar 12 : Papan Nama Utama
2015, Dit. Pembinaan SMA
20
Contoh penggunaan sebagian instrumen yang mengukur aspek fisik sekolah:
No Aspek Indikator
Kondisi
Kurang Cukup Baik
1.Fisik Sekolah
1.1 Identitas sekolah
1.1.1 Papan nama sekolah tertulis jelas dan mudah terbaca
1.1.2 Terpampang informasi pada tempat-tempat strategis meliputi visi, misi, data persekolahan, peraturan, pengumuman, dll yang penting diketahui warga sekolah dan tamu
1.2 Kebersihan, kerapian dan kenyamanan
1.2.9 Di semua ruang laboratorium:
a. Perabot tertata rapi, bersih, tidak rusak, tidak ada
coretan/gambar, penempatan sesuai fungsi
b. …..dst…..
Untuk mengisi indikator 1.1 dengan sub indikator 1.1.1, apabila ditemukan sekolah dengan papan nama yang kondisinya ditunjukan oleh gambar-12, maka dapat diberikan kualifikasi baik dengan cara memberikan ceklis pada instrumen di atas, sebab papan nama tersebut selain menampilkan nama sekolah tertulis jelas dan mudah terbaca juga dalam keadaan tertata rapi, bersih dan indah, selalu diperbaharui. Hal tersebut merupakan kekuatan bagi sekolah (tabel analisis) untuk dipertahankan dan diperbaharui sesuai dengan perkembangan.
2015, Dit. Pembinaan SMA
21
Lain halnya dengan indikator 1.2 dengan sub indikator 1.2.9a, apabila ditemukan sekolah dengan kondisi yang ditunjukan oleh gambar 13, maka kondisinya dapat diberikan kualifikasi kurang, sebab perabot tidak tertata rapi, tidak bersih, perabot rusak dibiarkan berserakan, penempatan tidak sesuai fungsi .Tentunya hal tersebut merupakan kelemahan bagi sekolah (tabel analisis) untuk bahan perbaikan yang dituangkan dalam kegiatan strategi implementasi.
Gambar-13 Keadaan Peralatan di Laboratorium Kimia
Evaluasi terhadap implementasi 3P dengan menggunakan instrumen 3P (Lampiran- 3) dapat dilakukan secara mandiri oleh sekolah (internal) sebagai bentuk dari evaluasi diri. Agar hasilnya lebih objektif, petugas evaluasi memberikan penilaian sesuai dengan kondisi nyata.
2015, Dit. Pembinaan SMA
22
BAB IV PENUTUP
Implementasi meningkatkan citra Sekolah melalui Penampilan, Pelayanan dan Prestasi (3P) di SMA merupakan upaya sekolah untuk:
1. Meningkatkan penampilan fisik sarana dan warga sekolah;
2. Meningkatkan pelayanan warga sekolah melalui kemampuan yang dimilikinya;
3. Memperoleh dan meningkatkan prestasi dalam bidang akademik maupun non akademik.
Penampilan, Pelayanan dan Prestasi (3P) sekolah bukan program yang terimplementasi sesaat saja, tetapi merupakan kegiatan pembiasaan (habituasi) dan berkelanjutan.
Untuk itu diperlukan pengelolaan yang efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, evaluasi serta pengembangan program oleh segenap warga sekolah sesuai tugas, fungsi dan peran masing-masing.
Keberhasilan implementasi 3P dibangun melalui kinerja semua warga sekolah yang sinergi, dan 3P berhubungan dengan sasaran yang kompleks antara individu, sarana prasana, dan lingkungan. Oleh sebab itu diperlukan pemahaman setiap warga sekolah dalam substansi penampilan, pelayanan dan prestasi sekolah yang akan dijadikan rujukan dalam penilaian kinerja.
Melalui monitoring dan evaluasi keterlaksanaan 3P, sekolah dapat mengetahui keberhasilan dan permasalahan sekolah, sehingga hasilnya dapat dijadikan umpan balik dalam meningkatkan dan memperbaiki program.
2015, Dit. Pembinaan SMA
23
DAFTAR PUSTAKA
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010.
3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kegiatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstra Kurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
8. Kesepakatan Bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 03/MENLH/02/2010 dan Nomor 01/II/KB/2010 tentang Pendidikan Lingkungan Hidup.
9. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Program Adiwiyata.
2015, Dit. Pembinaan SMA
24
Lampiran 1: Contoh Format Rencana Aksi Pelaksanaan 3P
1. Nama SMA : ...2. Kab/Kota : ...
3. Provinsi : ...
4. Nama Kasek : ...
No. Kegiatan Sasaran Indikator Keberhasilan
Unsur Yang Terlibat
Jadwal Sumber
Dana Pelaksana
I A. Penampilan
1...
2...
II B. Pelayanan
1...
2...
III C. Prestasi
1...
2...
..., ... 2015 Kepala SMA ...
...
2015, Dit. Pembinaan SMA
25
Lampiran 2 : Contoh Instrumen Monev Pelaksanaan 3P
PETUNJUK MONEV PELAKSANAAN PENAMPILAN, PELAYANAN DAN PRESTASI (3P) DI SMA 1. Instrumen ini diisi oleh petugas monev.
2. Isilah identitas sekolah dan kepala sekolah.
3. Berikan skor untuk setiap aspek dengan cara melingkari angka pada kolom Skor sesuai dengan terjadinya
aktualisasi setiap kriteria. Pemberian skor dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pemeriksaan dokumen.
4. Tuliskan dengan singkat namun jelas kolom catatan petugas sesuai kondisi nyata di sekolah.
IDENTITAS
1. Nama Sekolah :
2. NPSN :
3. Alamat :
4. Alamat email : 5. No. Telepon/faximile : 6. Kabupaten/Kota :
7. Provinsi :
8. Nama Kepala Sekolah :
9. Nomor Hp :
10. Alamat email : A. PENAMPILAN
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
1 Identitas Sekolah
a. Papan Nama Sekolah 1) Tertulis dengan jelas
Keterangan Nilai Kategori 4: Sangat baik 3: Baik 2: Cukup 1: Kurang 2) Mudah terbaca/dibaca
2015, Dit. Pembinaan SMA
26
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
3) Bersih, terawat dengan baik 0: Sangat Kurang
4) Tidak kusam/buram b. Papan Nama
Tambahan 1) Terpampang visi dan misi sekolah
2) Terpampang data persekolahan
3) Terpampang peraturan atau tata tertib sekolah 4) Terpampang pengumuman
c. Tulisan Petunjuk
Ruangan 1) Sesuai peruntukannya 2) Tertulis dengan jelas
3) Mudah dibaca 4) Tidak buram/kusam
2 Lingkungan Sekolah
a. Pelaksanaan 7K 1) Bersih dan nyaman (Kebersihan,
Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan, Keindahan, Kerindagan dan Kekeluargaan)
2) Tertib dan aman 3) Indah dan rindang
4) Kekeluargaan
2015, Dit. Pembinaan SMA
27
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
b. Semua Ruang Kelas
Kursi, Meja, papan tulis, almari dan sejenisnya
1) Tertata rapi
2) Bersih dan tidak rusak 3) Tidak ada coret-coretan 4) Penempatan sesuai fungsi
Jendela dan pintu 1) Dapat dibuka dan ditutup 2) Tidak rusak dan bisa dikunci
3) Bersih tidak ada coretan
4) Terawat dengan baik
Kondisi Ruangan 1) Cat dinding tidak terlihat debu
2) Lantai bersih terkesan dipel 3) Tidak ada sawang dan rayap 4) Tidak ada sarang laba-laba
dan terang
2015, Dit. Pembinaan SMA
28
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
c. Ruang Kasek, Guru dan Tenaga Adminstrasi Sekolah
Kursi, Meja, papan tulis, almari dan sejenisnya
1) Tertata rapi
2) Bersih dan tidak rusak
3) Tidak ada coret-coretan
4) Penempatan sesuai fungsi
Jendela dan pintu 1) Dapat dibuka dan ditutup 2) Tidak rusak dan bisa dikunci
3) Bersih tidak ada coretan
4) Terawat dengan baik
Kondisi Ruangan 1) Cat dinding tidak terlihat debu
2) Lantai bersih terkesan dipel 3) Tidak ada sawang dan rayap
2015, Dit. Pembinaan SMA
29
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
4) Tidak ada sarang laba-laba dan terang
d. Semua Ruang Laboratorium
Kursi, Meja, papan tulis, almari dan sejenisnya
1) Tertata rapi
2) Bersih dan tidak rusak 3) Tidak ada coret-coretan
4) Penempatan sesuai fungsi
Jendela dan pintu 1) Dapat dibuka dan ditutup 2) Tidak rusak dan bisa dikunci 3) Bersih tidak ada coretan 4) Terawat dengan baik
Kondisi Ruangan 1) Cat dinding tidak terlihat debu
2) Lantai bersih terkesan dipel 3) Tidak ada sawang dan rayap 4) Tidak ada sarang laba-laba
dan terang
2015, Dit. Pembinaan SMA
30
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
e. Khusus Ruang
Komputer 1) Jumlah computer dapat melayani kebutuhan praktik siswa
2) Dalam kondisi bisa dipakai 3) Ada jadwal perawatan/
perbaikkan
4) Ada jaringan internet
f. Perpustakaan 1) Tertata rapi dan bersih
Perabot 2) Tidak rusak
3) Tidak ada coret-coretan
4) Penempatan sesuai fungsi
Jendela dan Pintu 1) Dapat dibuka dan ditutup
2) Tidak rusak dan bisa dikunci
3) Bersih tidak ada coretan 4) Terawat dengan baik
2015, Dit. Pembinaan SMA
31
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
Semua Almari 1) Diisi dengan barang yang masih digunakan
2) Tertata dengan rapi 3) Pintu bisa dibuka dan
ditutup 4) Bisa dikunci
Pengelolaan Perpustakaan
1) Ada jadwal penggunaan /program tahunan 2) Ada tata tertib
3) Pengunjung/peminjam terdata dengan lengkap
4) Sistem komputerisasi
g. Kantin 1) Ruangan kantin memadai untuk melayani siswa 2) Bersih, tertata rapi, terang,
tidak jorok, tersedia tempat sampah dan tempat cuci tangan
3) Jenis makanan yang dijual terjaga kebersihan dan
2015, Dit. Pembinaan SMA
32
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
kualitasnya 4) Ada sistem kontrol
kebersihan dan kualitas makanan dari sekolah h. Jamban/Toilet 1) Jumlah jamban memadai
untuk melayani seluruh warga sekolah
2) Semua jamban bersih, terang dan tidak terkesan jorok/kumuh, tidak berbau 3) Pintu jamban dapat ditutup
dan dapat dikunci 4) Pembersihan dilakukan
secara periodik 3 Warga Sekolah (Kasek,
Guru, TAS, Teknisi, Laboran, Keamanan, dan Tenaga Kebersihan
1) Seluruh warga sekolah berpakaian rapi dan bersih 2) Perilaku sopan dan santun 3) Bersahabat
4) Menunjukkan wajah ceria
2015, Dit. Pembinaan SMA
33
B. PELAYANAN
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
1 Kepala Sekolah 1) Mampu menjelaskan kondisi umum, program dan
kegiatan sekolah 2) Menguasai data umum
sekolah seperti data terkini tentang siswa, guru, SNP, ketatausa-haan, gedung dan bangunan
3) Bersikap ramah, akrab, bersahabat dan tidak sombong
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas wakasek, guru, siswa, TAS, dan satpam
2 Para Wakasek 1) Mampu menjelaskan program dan kegiatan sekolah secara detail 2) Menguasai data terkini
terkait dengan bidang tugasnya
3) Bersikap ramah, akrab, bersahabat dan tidak sombong
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas kasek, wakasek lain, guru, siswa, TAS, dan satpam
2015, Dit. Pembinaan SMA
34
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
3 Guru
1) Mampu menjelaskan program dan kegiatan sekolah secara detail
2) Menguasai data terkini terkait dengan bidang tugasnya
3) Bersikap ramah, akrab, bersahabat dan tidak sombong
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas kasek, wakasek, guru lain, siswa, TAS, dan satpam
4 Tenaga Administrasi
Sekolah 1) Mampu menjelaskan
program dan kegiatan sekolah secara detail 2) Menguasai data terkini
terkait dengan bidang tugasnya
3) Bersikap ramah, akrab, bersahabat dan tidak sombong
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas kasek, wakasek, guru, siswa, staf TAS lain, dan satpam
2015, Dit. Pembinaan SMA
35
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
5 Siswa 1) Mampu menjelaskan
kegiatan sekolah yang telah, sedang dan akan dilaksanakan
2) Bersikap sopan dan santun, ramah, akrab dan
bersahabat
3) Menggunakan Bahasa yang baik dan santun
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas kasek, wakasek, guru, siswa lainnya, staf TAS, dan satpam
6 Satpam/Keamanan 1) Terdapat jadwal tugas/piket
2) Bersikap sopan dan santun, ramah, akrab dan
bersahabat
3) Menggunakan Bahasa yang baik dan santun
4) Mengenal karakter, potensi dan aktivitas kasek, wakasek, guru, siswa, staf TAS, dan satpam/keamanan lainnya
2015, Dit. Pembinaan SMA
36
C. PRESTASI
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
1 Prestasi Akademik pada 5 tahun terakhir
1) Memiliki dan menampilkan bukti prestasi akademik yang dicapai siswa berupa piala, medali, piagam, sertifikat, produk dan sejenisnya yang tertata rapi.
2) Memiliki dan menampilkan bukti prestasi akademik yang dicapai pendidik dan tenaga kependidikan berupa piala, medali, piagam, sertifikat dan sejenisnya yang tertata rapi.
3) Memiliki program peningkatan prestasi akademik siswa 4) Memiliki program
peningkatan prestasi akademik pendidik dan tenaga kependidikan 2 Prestasi Non Akademik
pada 5 tahun terakhir
1) Memiliki dan menampilkan bukti prestasi non akademik yang dicapai siswa berupa piala, medali, piagam, sertifikat, produk dan sejenisnya yang tertata rapi.
2015, Dit. Pembinaan SMA
37
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
2) Memiliki dan menampilkan bukti prestasi non akademik yang dicapai pendidik dan tenaga kependidikan berupa piala, medali, piagam, sertifikat dan sejenisnya yang tertata rapi.
3) Memiliki program
peningkatan prestasi non akademik siswa
4) Memiliki program peningkatan prestasi akademik pendidik dan tenaga kependidikan 3 Prestasi Bidang Sain dan
Teknologi pada 5 tahun terakhir
1) Sekolah memiliki prestasi bidang sain dan teknologi tingkat Internasional 2) Sekolah memiliki prestasi
bidang sain dan teknologi tingkat Nasional
3) Sekolah memiliki prestasi bidang sain dan teknologi tingkat Propinsi
4) Sekolah memiliki prestasi bidang sain dan teknologi tingkat Kabupaten 4 Prestasi Bidang Olahraga
dan atau Seni pada 5 tahun terakhir
1) Sekolah memiliki prestasi bidang olahraga dan atau seni tingkat Internasional
2015, Dit. Pembinaan SMA
38
No Komponen dan Aspek Indikator Skor
Indikator Nilai
Aspek Kategori Catatan Petugas
2) Sekolah memiliki prestasi bidang olahraga dan atau seni tingkat Nasional 3) Sekolah memiliki prestasi
bidang olahraga dan atau seni tingkat Propinsi 4) Sekolah memiliki prestasi
bidang olahraga dan atau seni tingkat Kabupaten
CONTOH TABEL I: REKAPITULASI HASIL PENILAIAN
KOMPONEN BOBOT NILAI BOBOT X NILAI ∑ B X N NILAI AKHIR KATEGORI CATATAN PETUGAS
PENAMPILAN 3 1.0 3.0 21.0 2.1 BAIK 1. KESIMPULAN: SEKOLAH INI SECARA
UMUM BERKINERJA BAIK, TERUTAMA MEMILIKI PRESTASI AKADEMIK YANG BAIK, NAMUN MASIH MEMILIKI KELEMAHAN PADA ASPEK PENAMPILAN DAN PELAYANAN 2. REKOMENDASI:
SEMUA WARGA SEKOLAH HARUS MENINGKATKAN UPAYA-UPAYA KEBERSIHAN SEKOLAH DAN
PELAYANAN KEPADA STAKEHOLDERS.
PELAYANAN 3 2.0 6.0
PRESTASI 4 3.0 12.0
TOTAL 10
2015, Dit. Pembinaan SMA
39
CONTOH TABEL II: PETA KONDISI ASPEK DAN KOMPONEN
KOMPONEN ∑ SKOR INDIKATOR < 1 % INDIKATOR < 1
PENAMPILAN 60 70%
PELAYANAN 45 45%
PRESTASI 10 20%
TOTAL/RERATA 115 45%
PETA INDIKATOR ASPEK PENAMPILAN
Aspek belum memenuhi Apek telah memenuhi
………., ………. 2015
Petugas Monev Tanda Tangan Mengetahui
Kepala SMA……….
1………. ………
………
NIP. ……….
2……… ………
2015, Dit. Pembinaan SMA