• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pergeseran Makna Bentuk Sajian Tari Dolalak Mlaranan Periode 1980-2015 T1 362012014 BAB VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Pergeseran Makna Bentuk Sajian Tari Dolalak Mlaranan Periode 1980-2015 T1 362012014 BAB VI"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

79 BAB VI

KESIMPULAN

Tarian Dolalak yang ditarikan saat ini memberikan sedikit gambaran tentang bagaimana kebudayaan telah berkembang seiring perkembangan zaman. Melalui analisis semiotika Roland Barthes yang telah membedah beberapa tanda yang muncul didalam tarian Dolalak yang telah berkembang disertai munculnnya tiga versi dalam Dolalak: Kaligesingan, Mlaranan dan Pesisiran. Terdapat beberapa fakta yang ditemukan oleh peneliti mengenai pergeseran makna Tarian Dolalak versi Mlaranan dari periode 1980-2015 yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Ada presepsi masyarakat bahwa tarian Dolalak dengan adanya “Sawer” menjadi salah satu daya tarik tersendiri sebagai hiburan ditengah masyarakat kelas menengah kebawah. Unsur sensualitas dalam Tarian Dolalak dengan penggunaan pakaian yang seksi serta gerakan yang erotis,

2. Mengenai makna-makna yang tersembunyi didalam Tarian Dolalak menggambarkan adanya suatu presepsi tentang motif, harapan, minat, dan nilai tentang sensualitas yang ada dan berkembang didalam kehidupan masyarakat seperti yang terdapat dalam pementasan tari Dolalak dengan pakaian seksi, gerakan erotis, serta musik dangdut. 3. Tanda – tanda modernitas yang tampak dalam Tarian Dolalak saat ini menggambarkan

realitas yang terjadi didalam masyarakat, dimana dalam pementasan Tari Dolalak diiringi dengan lagu yang disukai masyarakat kelas menengah kebawah, realitas tersebut dapat menimbulkan berbagai pro dan kontra dalam sebuah tarian Dolalak yang dianggap sebagai ikon kota Purworejo.

(2)

80 5. Pergantian pelaku seni Dolalak dari penari putra ke penari putri menandakan adanya

budaya kapitalisme dengan tujuan memenuhi kebutuhan pangsa pasar. Tari Dolalak dimana sebagai media tradisional juga memiki pangsa pasar dengan tujuan penonton merasa memiliki tarian Dolalak dan tentunya dengan adanya pergeseran fungsi dan makna asli ke fungsi dan makna sebagai hiburan semata. Perempuan menjadi sorotan utama dalam pementasan tari Dolalak saat ini, perempuan menjadi pertukaran tanda (sign exchange), dalam rangka mengembakan nilai tanda (sign value), dengan melakukan modifikasi tarian dan kostum terhadap penari putri Dolalak.

6. Dalam semiotika Roland Barthes terdapat mitos yang terdapat dalam pementasan tarian Dolalak masa kini, dimana adanya mitos budaya massa. Budaya massa menjadi sebuah mitos terhadap perkembangan budaya tradisional yang notabene adalah suatu yang harus dilestarikan secara turun-menurun. Dapat diketahui bahwa produk dari kebudayaan asli tidak menjadi tampak secara nyata, tetapi hanya nampak sebagai kebudayaan yang harus dijual untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasar. Budaya massa dalam hal ini membuat kebudayaan asli menjadi tereliminasi dari budayanya sendiri, karena terpaksa menerima budaya yang diproduksi secara massa. Sampai detik ini masih ada pro dan kontra mengenai keberadaan budaya massa bagi kebudayaan yang telah ada sebelumnya.

Saran Penelitian 1. Saran Akademis

a. Semiotika merupakan metode kajian yang membutuhkan wawasan yang luas untuk bisa mendapatkan kajian yang mendalam. Untuk itu, disarankan kepada penulis-penulis selanjutnya agar dapat memperoleh data sedetail-detailnya mengenai penelitiannya

b. Untuk meneliti sebuah kebudayaan non material salah satunya tarian

Peneliti terlebih dulu memastikan keadaan dilapangan dan siapa saja narasumber yang akan diwawancarai agar lancar saat akan meneliti lebih lanjut.

2. Saran Praktis

(3)

penulis-81 penulis lain agar memperbanyak wacana-wacana yang berkaitan dengan objek analisanya.

3. Saran Penelitian Selanjutnya

Referensi

Dokumen terkait

lebih dalam memahami tentang makna yang terdapat di balik ritual

Atas berkat dan rahmat dari Allah Yang Maha Kuasa yang selalu menyertai dan melindungi kita, maka skripsi tentang “Dari Ritual Ke Pasar: Pergeseran Makna Saguer Pada Masyarakat

Sebagian besar masyarakat Halmahera Utara memang mengharapkan Saguer sebagai budaya tradisional tidak mengalami pergeseran makna, karena meminum Saguer bagi

Tri Widiarto, M.Pd., selaku kepala program studi pendidikan sejarah sekaligus dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, perhatian dan selalu memberikan saran

pada saat akan mementaskan tari Prajuritan tidak melakukan ritual puasa. seperti yang dilakukan para penari

masyarakat setempat, anggota paguyuban seni tari prajuritan. Sedangkan sumber lainnya dapat diperoleh dengan cara. memanfaatkan sumber pustaka. Sumber pustaka dalam

adalah salah satu tarian di daerah Salatiga yang telah resmi menjadi tarian. milik kota Salatiga khususnya

Kurangnya dukungan pemerintah ikut menjadi faktor pergeseran makna pentingnya pelestarian budaya, jarang menerima tanggapan untuk tampil kurangnya dana kas kelompok