• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

No.11/ 33 /DPNP Jakarta, 8 Desember 2009

S U R A T E D A R A N

Kepada

SEMUA BANK UMUM

YANG MELAKUKAN KEGIATAN USAHA SECARA KONVENSIONAL

DI INDONESIA

Perihal : Perubahan atas Surat Edaran No. 11/4/DPNP tanggal

27 Januari 2009 tentang Pelaksanaan Pedoman Akuntansi

Perbankan Indonesia

Sehubungan dengan penerapan Pernyataan Standar Akuntansi

Keuangan (PSAK) No. 55 (Revisi 2006) mengenai Instrumen Keuangan:

Pengakuan dan Pengukuran, dan berbagai tantangan serta permasalahan yang

dihadapi Bank dalam melakukan persiapan penerapan PSAK dimaksud, maka

dipandang perlu untuk mengatur penerapan estimasi penurunan nilai secara

kolektif bagi Bank yang menghadapi beberapa keterbatasan kondisi. Penerapan

estimasi tersebut diatur dengan melakukan penyesuaian terhadap Pedoman

Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) 2008 dengan tetap mengacu pada standar

akuntansi yang berlaku. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan perubahan atas

Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/4/DPNP tanggal 27 Januari 2009 tentang

Pelaksanaan Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia, dengan menyisipkan

1 (satu) angka diantara angka 4 dan angka 5 yakni angka 4A yang berbunyi

sebagai berikut:

(2)

4A. Penyesuaian PAPI 2008

a. Menyikapi berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi Bank

dalam melakukan persiapan penerapan PSAK No. 55 (Revisi 2006)

mengenai Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran yang

merupakan standar akuntansi yang kompleks dan sejalan dengan

standar akuntansi yang berlaku secara internasional, maka dipandang

perlu untuk melakukan penyesuaian terhadap PAPI 2008, khususnya

pada Bab III Penjelasan Umum angka 2 mengenai Ketentuan Transisi

dengan menambahkan huruf D.

b. Penyesuaian PAPI 2008 yang memuat estimasi penurunan nilai kredit

secara kolektif dengan keterbatasan pengalaman kerugian spesifik

sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan acuan bagi Bank

dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan serta menjadi

acuan bagi Akuntan Publik dalam melakukan pemeriksaan laporan

keuangan Bank.

c. Pemeriksaan Oleh Akuntan Publik Atas Estimasi Penurunan Nilai

Kolektif

1) Dalam pelaksanaan audit, Akuntan Publik bertanggung jawab

untuk:

a) menilai kewajaran penilaian sendiri (self-assessment) yang

dilakukan oleh manajemen dalam rangka menetapkan

keberadaan kondisi keterbatasan Bank sebagaimana

dimaksud dalam penyesuaian PAPI 2008; dan

b) menilai kewajaran estimasi manajemen dalam menentukan

penurunan nilai kredit secara kolektif.

2) Apabila dalam pelaksanaan audit, Akuntan Publik menemukan

bahwa Bank tidak berada dalam kondisi keterbatasan tetapi tetap

(3)

menerapkan estimasi penurunan nilai kredit secara kolektif

sebagaimana dimaksud dalam penyesuaian PAPI 2008, maka

Bank dinilai tidak menerapkan PSAK No. 55 (Revisi 2006) dan

PAPI 2008, serta melanggar Surat Edaran ini.

3) Akuntan Publik yang menemukan Bank yang tidak menerapkan

PSAK No. 55 (Revisi 2006) dan PAPI 2008, serta melanggar

Surat Edaran ini sebagaimana dimaksud pada angka 2) harus

memberitahukan mengenai temuan tersebut dalam laporan hasil

audit dan Surat Komentar (Management Letter) yang wajib

disampaikan kepada Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam

Peraturan Bank Indonesia mengenai transparansi kondisi

keuangan bank.

d. Transparansi Penerapan Estimasi Penurunan Nilai Kolektif

Dalam rangka memberikan informasi yang lebih transparan kepada

masyarakat dan pengguna laporan keuangan Bank, Bank yang

menerapkan estimasi penurunan nilai kredit secara kolektif

sebagaimana diatur dalam penyesuaian PAPI 2008 wajib

mengungkapkan informasi tersebut dalam Catatan atas Laporan

Keuangan dalam Laporan Tahunan sebagaimana diatur dalam Surat

Edaran Bank Indonesia mengenai laporan tahunan bank umum.

e. Sanksi

Pelanggaran dalam penerapan Surat Edaran ini dikenakan sanksi

sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia mengenai

transparansi kondisi keuangan bank.

PAPI 2008 yang telah disampaikan berdasarkan Surat Edaran Bank

Indonesia Nomor 11/4/DPNP tanggal 27 Januari 2009 beserta penyesuaian PAPI

2008 sebagaimana tercantum dalam Lampiran menjadi satu kesatuan dan

merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran ini.

(4)

Ketentuan dalam Surat Edaran Bank Indonesia ini mulai berlaku pada

tanggal 1 Januari 2010.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat

Edaran Bank Indonesia ini dengan penempatannya dalam Berita Negara

Republik Indonesia.

Demikian agar Saudara maklum.

BANK INDONESIA,

HALIM ALAMSYAH DIREKTUR PENELITIAN DAN

Referensi

Dokumen terkait

Lem baga pelaksana audit keuangan adalah Kantor Akuntan Publik. Sedangkan laporan keuangan yang dilakukan verifikasi untuk di audit adalah laporan keuangan yang

Dalam perkembangan hukum (baca: hukum ekonomi) delik yang merupakan perbuatan melawan atau melanggar hukum dalam wilayah hukum publik tidak jarang dilakukan oleh korporasi..

triwulan laporan, perbankan Sulawesi Tengah pada tahun 2008 diperkirakan masih. tetap stabil dengan beberapa pencapaian antara lain pertumbuhan kredit di

Bank Indonesia akan terus mewaspadai peningkatan tekanan inflasi tersebut dan menyesuaikan respons kebijakan moneter yang diperlukan untuk memastikan agar inflasi tetap berada

Relatif stabilnya suku bunga instrumen moneter pada bulan Juni pada bulan Juli masih diikuti oleh penurunan suku bunga kredit, sedangkan suku bunga simpanan perbankan (deposito 1 dan

Dalam model ini resiko yang ditanggung oleh bank dan LPK sebatas pada resiko pemberian kredit bank yang merupakan pelimpahan kredit dari PEMDA atau BUMN/D, dengan maksimum resiko

kredit berstatus BUMN yang tidak memenuhi persyaratan tertentu. sebagaimana dimaksud dalam huruf B.1, dalam

Penurunan BI Rate diikuti oleh penurunan suku bunga penjaminan deposito rupiah, di mana dalam periode 15 Agustus √ 14 September 2006 suku bunga penjaminan deposito rupiah 1