• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH RISIKO KREDIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH RISIKO KREDIT"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

RISIKO KREDIT

Manajemen Risiko

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Manajemen Resiko Disusun oleh: 1. Ade Bahtiar (21212800) 2. Andi Riandi (21212235) 3. Fauzil Wahyudi (21212238) 4. Kelvin Ryan (21212811) Kelas : MN6

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG 2015

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Risiko Kredit”.

Maksud dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Menejemen Risiko di Fakultas Ekonomi, jurusan Menejemen Universitas Komputer Indonesia(UNIKOM).

Kami berharap makalah ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang berguna bagi pembaca pada umumnya dan khususnya bagi kami serta dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna dan memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun guna menyempurnakan isi makalah ini. Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi kita semua.

Bandung, Mei 2015

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2 BAB I PENDAHULUAN...4 A. Latar Belakang...4 B. Rumusan Masalah...4 C. Tujuan Makalah...5 BAB II PEMBAHASAN...6

A. Definisi Risiko Kredit...6

B. Ruang Lingkup Risiko Kredit...6

C. Metode Pengelolaan Risiko Kredit...7

D. Jenis-Jenis Risiko Kredit...8

BAB III PENUTUP...9

A. Kesimpulan...9

B. Saran...9

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata “risiko” dan sudah banyak dipakai dalam percakapan sehari-hari oleh kebanyakan orang. Risiko merupakan bagian dari kehidupan kerja individual maupun organisasi. Berbagai macam risiko, seperti risiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain di jalan, risiko terkena banjir di musim hujan, dan sebagainya, yang dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika risiko-risiko tersebut tidak dapat diantisipasi dari awal.

Risiko berhubungan dengan ketidakpastian, ini terjadi karena kurang atau bahkan tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Dalam beberapa tahun terakhir, manajemen risiko menjadi trend utama baik dalam perbincangan, praktik, maupun pelatihan kerja. Hal ini secara konkrit menunjukan pentingnya manajemen risiko dalam bisnis pada masa kini.

Risiko kredit atau dalam bahasa asing disebut credit risk adalah suatu potensi kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan (gagal bayar) dari debitur atas kewajiban pembayaran hutangnya baik utang pokok maupun bunga, bisa juga keduanya. Risiko kredit merupakan risko yang paling signifikan dari semua risiko yang menyebabkan potensial. Hal ini terjadi karena risiko kredit adalah risiko yang terjadi karena kegagalan debitur, yang menyebabkan tak terpenuhinya kewajiban untuk membayar hutang. Secara garis besar, risko kredit dapat dibagi menjadi 3 (tiga) : risiko default,risiko exposure, dan risko

recovery. Risiko kredit dapat bersumber dari berbagai aktivitas Bank, antara lain:

pemberian kredit, transaksi derivative, perdagangan instrument keuangan, serta aktivitas Bank yang lain, termasuk yang tercatat dalam banking book maupun trading.

B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah

makalah ini adalah:

1. Apa Itu Risiko Kredit?

2. Apa Ruang Lingkup dan Hal-hal yang Termasuk Risiko Kredit? 3. Bagaimana Metode Pengelolaan Risiko Kredit?

(5)

C. TUJUAN MAKALAH

1. Untuk Mengetahui Apa Itu Risiko Kredit.

2. Untuk Mengetahui Apa Saja Ruang Lingkup Risiko Kredit. 3. Untuk Mengetahui Bagaimana Mengelola Risiko Kredit 4. Untuk Mengetahui Jenis-jenis Kredit

BAB II

PEMBAHASAN

(6)

a. Definisi Resiko

Kata risiko berasal dari bahasa inggris “risk”, yang dapat didefinisikan sebagai kemungkinan buruk yang yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang.

b. Definisi Resiko Kredit

Risiko Kredit didefinisikan sebagai risiko kerugian yang terkait dengan kemungkinan kegagalan debitur memenuhi kewajibannya atau risiko bahwa debitur tidak membayar kembali utangnya.

Risiko kredit (credit risk) didefinisikan sebagai risiko kerugian yang terkait dengan

kemungkinan kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya; atau risiko bahwa debitur tidak membayar kembali utangnya. Definisi ini dapat diperluas yaitu bahwa risiko kredit adalah risiko yang timbul dikarenakan kualitas kredit semakin menurun. Memang penurunan kualitas kredit dimaksud belum tentu berimplikasi pada terjadinya default, namun paling tidak kemungkinan terjadinya default akan semakin besar.

2.2 Ruang Lingkup dan Hal-hal yang Termasuk Risiko Kredit

Ruang lingkup risiko kredit tidak dapat dipisahkan secara jelas dan tegas dengan jenis risiko lainnya (risiko operasional, risiko pasar dan risiko likuiditas) dan keempat jenis risiko ini saling terkait.

Risiko kredit dapat timbul dikarenakan telah terjadinya risiko pasar terlebih dahulu. Sebagai contoh, nilai kredit nasabah menjadi sangat besar, dikarenakan kredit diberikan dalam dominasi valas dan nilai tukar Rupiah melemah.

Hal-hal yg termasuk Risiko Kredit

Lending Risk, yaitu risiko akibat nasabah/debitur tidak mampu melunasi fasilitas yang

telah diberikan oleh bank, baik berupa fasilitas kredit langsung maupun tidak langsung (cash loan maupun non cash loan)

Counterparty Risk, risiko dimana counterpart tidak bisa melunasi kewajibannya ke

bank baik sebelum tanggal kesepakatan maupun pada saat tanggal kesepakatan

Issuer Risk, risiko dimana penerbit suatu surat berharga tidak bisa melunasi kepada

(7)

2.3 Metode Pengelolaan Risiko Kredit

Bank menggunakan sejumlah teknik dan kebijakan dalam mengelola risiko kredit untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya atau dampak dari kerugian kredit (dikenal dengan mitigasi risiko kredit). Teknik dan kebijakan tersebut adalah:

 model pemeringkatan (grading model)untuk kredit perorangan

Kredit yang diberikan bank setiap saat dapat menjadi bermasalah namun kemungkinannya menjadi kecil jika bank menerapkan kebijakan pemberian kredit yang sehat

 manajemen portofolio kredit

Bank dengan cara yang sama mengukur portofolio kreditnya untuk memberikan keyakinan bahwa kredit yang diberikan tidak terlalu terkonsentrasi pada satu industri atau wilayah geografis tertentu.

 Sekuritisasi

Basel II mempersyaratkan bank untuk memperkirakan dampak gejolak ekonomi dan memastikan bahwa kegiatan usahanya telah didukung dengan permodalan yang memadai untuk mengantisipasi dampak gejolak ekonomi tersebut

 Peran agunan

Agunan (collateral) didefinisikan sebagai aktiva yang diperjanjikan oleh debitur untuk mendapatkan kredit dan dapat diambil alih dalam hal terjadi default

 Monitoring arus kas

Sebagian bank yang mengalami tingkat default yang tinggi menemukan bahwa tindakan segera terhadap situasi kredit yang memburuk dapat mengurangi permasalahan secara signifikan.

 Manajemen pemulihan

Manajemen yang efisien terhadap suatu kredit yang mengalami default dapat menghasilkan pemulihan (recovery) yang cukup besar dibandingkan tingkat kerugian semula. Oleh karena itu, sebagian bank menciptakan unit kerja yang secara khusus ditugasi untuk menangani pemulihan kredit macet sebagai bagian dari proses manajemen risiko kredit yang berkualitas tinggi.

2.4 Jenis-jenis Kredit

Berdasarkan Kegunaan :

 Kredit investasi, merupakan kredit jangka panjang yang digunakan untuk keperluan investasi

 Kredit modal kerja, merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan modal kerja operasional perusahaan.

Berdasarkan Tujuan Kredit :

(8)

Kredit konsumtif, Kredit yang digunakan untuk konsumsi secara pribadi.

Berdasarkan jangka waktu

 Kredit Jangka Pendek, merupakan kredit yang memiliki jangka paling lama 1 tahun, misalnya kredit modal kerja

 Kredit Jangka Menengah, merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kredit antara 1— 3 tahun

 Kredit Jangka Panjang, merupakan kredit dengan jangka waktu pengembalian diatas 3 tahun

Berdasarkan Ketersediaan dana

 Cash

Adalah kredit dengan dana langsung dicairkan kepada nasabah, contoh: kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumsi.

 Non cash

Adalah kredit yang tidak langsung ditarik dalam bentuk tunai tetapi didalamnya telah terkandung adanya suatu kesanggupan untuk melakukan pembayaran di kemudian hari.

Berdasarkan Jenis Valuta

 Kredit Valuta Rupiah , Pinjaman yang diberikan dalam mate uang rupiah  Kredit Valuta Asing , Pinjaman yang diberikan dalam mata uang asing

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu.

(9)

Dalam seuah bisnis pasti berhadapan dengan risiko dan

return. Bank adalah salah satu unit bisnis. Dengan demikian, bank

juga akan menghadapi risiko manajemen bank itu sendiri. Ada beberapa resiko utama yang mengepung perbankan diantaranya Risiko Pasar (Market Risk), Risiko Kredit (Credit Risk), Risiko Operasional (Operational Risk), Risko-risko Lainnya.

Dalam menjalankan aktivitasnya bank banyak berhubungan dengan produk-produk yang mengandung banyak risiko. Dengan begitu perbankan harus dikenal dengan baik risiko yang seolah mengancam jalan hidupnya perbankan dan para pejabat bank harus dapat mengelola dan mengukur risiko kredit seminimal mungkin dalam rangka untuk memperoleh keuntungan yang optimum.

2. Saran

Agar proses pengelolaan risiko kredit tersebut dapat berjalan secara efisien

diperlukan infrastruktur pendukung, yaitu: Kebijakan, Organisasi, Sistem Informasi, dan Risk Modelling.

DAFTAR PUSTAKA

http://uyol.blogspot.com/2012/09/belajar-risiko-kredit.html https://ircboy.wordpress.com/2011/06/25/risiko-kredit-credit-risk/ http://belajarperbankangratis.blogspot.com/2012/08/manajemen-risiko-kredit.html http://id.wikipedia.org/wiki/Risiko_kredit http://ekonomisyariah14.blogspot.com/2013/12/pengelolaan-dan-pengukuran-risiko-kredit.html

(10)

Referensi

Dokumen terkait

1) Dalam memebrikan kredit, BPR wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi utangnya sesuai dengan perjanjian... 2) Dalam memberikan

untuk menghindari suatu kerugian yang diakibatkan suatu risiko. Dalam menangani berbagai macam risiko kredit pihak Bank BJB melakukan pengawasan kredit agar kredit yang diberikan

Masalah penyaluran kredit tersebut menjadi dasar ditelitinya kembali risiko kredit, dana pihak ketiga, likuiditas dan tingkat efisiensi usaha dengan volume kredit pada

a) Manajemen risiko sangat diperlukan untuk mengatasi kemungkinan- kemungkinan risiko yang akan terjadi ataupun yang sedang terjadi terutana terhadap peyaluran

Risiko kredit atau pembiayaan adalah risiko dari kemungkinan terjadinya kerugian bank sebagai akibat dari tidak dilunasinya kembali kredit/pembiayaan yang diberikan bank

Parameter yang digunakan dalam melakukan penilaian terhadap sistem pengendalian risiko kredit utamanya meliputi pengawasan aktif dewan komisaris dan direksi

1) Meningkatnya kemungkinan kebangkrutan perusahaan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya untuk membayar utangnya saat jatuh

PROSES PERSETUJUAN KREDIT DEBITUR Seksi Pemasaran Kredit Equation System Keterangan: Komunikasi Proses Terkait Lainnya Arus Informasi Unit Kerja Laporan R Risiko System