• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY. P DENGAN ISOLASI SOSIAL DI RUANG ENDANG

(2)

Definisi

Isolasi sosial ( menarik diri) merupakan keadaan dimana seseorang individu

(3)

Etiologi

1. Predisposisi

a. Faktor tumbuh kembang b. Faktor Biologik

c. Faktor Sosial Cultural

d. Faktor komunikasi dalam keluarga

2. Presipitasi

(4)

Manifestasi

Apatis

Ekspresi wajah sedihAfek tumpul

Menghindar dari orang lainKlien tampak memisahkan diri

dengan orang lain

Komunikasi kurangKontak mata kurang

Berdiam diri

Kurang mobilitas

Gangguan pola tidur (Tidur

berlebihan/ kurang tidur)

Mengambil posisi tidur seperti

janin

Kemunduran kesehatan fisikKurang memperhatikan

(5)

Identitas Pasien Nama : Ny. P

TTL : Batang, 01 February 1962

Alamat : Mojolengeh

Jenis Kelamin : Perempuan Usia : 53 tahun

Nomor RM : 12.48.41 Status : Menikah Pend. Terakhir: SD Pekerjaan : Petani

Tanggal MRS : 12 September 2015

Identitas Penanggung Jawab :

Nama : Ny. S

(6)

Alasan masuk

Pasien masuk pada tanggal 13 September 2015

dibawa oleh Ibu Surati anak kandung pasien

menurut data pada catatan medis lasan pasien dibawa ke RSJS karena pasien tidak mau minum obat karena menurut pasien obatnya bau.

Pasien banyak diam, menyendiri kemudian sering berbicara sendiri serta klien tidak mau makan saat dirumah. Keluarga langsung

(7)

Fakor predisposisi

1. Riwayat gangguan jiwa

Menurut Catatan Medis, ini kali kedua klien masuk RSJ pertama kali pada tahun 2014 karena sering

tersenyum sendiri dan melamun. 2. Riwayat pengobatan

Menurut Catatan Medis, ini kali kedua klien masuk RSJ pertama kali pada tahun 2014 karena sering

tersenyum sendiri dan melamun. 3. Riwayat penganiayaan

(8)

4. Riwayat anggota keluarga yang gangguan jiwa Menurut Catatan Medis, keluarga klien

mengatakan bahwa di keluarganya ada yang mengalami gangguan jiwa yaitu anak

(9)

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

(10)

Pemeriksaan Fisik

Tekanan Darah : 120/80 mmHg

Suhu : 36,5 C RR: 18 x/menit

HR : 88 x/menit BB : 45 kg

TB : 145 cm

(11)

Psikososial

(12)

Hubungan antar anggota keluarga

Klien merupakan anak tunggal.

Pola Asuh

Saat ditanya apakah klien di didik keras oleh orang tuanya klien mengganggukkan

kepalanya.

Pengambilan Keputusan

(13)

2. Konsep Diri

Citra tubuh : belum terkajiIdentitas diri : belum terkajiPeran

Klien berperan sebagai ibu dari tiga orang anak.

(14)

3. Hubungan Sosial

Saat ditanya orang terdekat apakah suaminya, pasien

mengganggukkan kepala. Bersumber dari kakaknya di catatan medis dijelaskan klien jarang mengikuti kegiatan dilingkungan. Klien adalah anak tunggal. Saat dirumah sakit klien menyendiri dan terlihat mengurung diri.

MK : Isolasi Sosis

4. Spiritual

Klien susah mengungkapkan tentang pandangannya

(15)

Status Mental

a. Penampilan

Klien berpenampilan kurang rapi, memperbaiki

penampilannya dengan bimbingan. b. Pembicaraan

Pembicaraan seperlunya klien apatis, sering membisu dan

frekuensi suara sangat lambat. Serta tidak mau bercakap-cakap dengan orang lain. Saat diajak berkumpul dengan temannya klien mengelengkan kepala dan mengatakan disini saja. Kemudian ditanya kembali tidak menrespon.

(16)

c. Aktivitas motorik

Pasien sering duduk dibawah badannya mengukung.

Apabila dipegang kadang menyingkirkan tangan kemudian pergi. Klien menolak mengulurkan tangan saat diajak

berkenalan. d. Alam perasaan

Klien hanya diam saja saat ditanya perasaan yang sedang

dialaminya. e. Afek

Saat diajak interaksi tidak ada perubahan roman muka, afek

(17)

f. Interaksi selama wawancara

Pasien menolak berkenalan dengan orang lain, sering

menggelengkan kepalanya. Pasien tidak mau menatap lawan bicara

MK : Isolasi Sosial

g. Persepsi sensori

Klien kadang terlihat mondar mandir, umik-umik jika didekati

seperti membaca do’a serta pasien kadang tersenyum sendiri

MK : Gangguan persepsi sensori : halusinasi

h. Proses pikir

(18)

i. Isi pikir

Tidak ada gangguan pada isi pikir

j. Tingkat kesadaran

Tidak ada gangguan kesadaran. Klien tidak dapat menyebutkan

tempat saat ini klien berada. k. Memori

Pasien masih susah untuk mengingat nama seseorang. Untuk

memori jangka panjang klien dapat mengingat suami dan anak-anaknya yang berjumlah tiga orang. Pada saat pengkajian klien dengan b

l. Tingkat konsentrasi dan berhitung

(19)

m. Kemampuan penilaian

Gangguan penilaian ringan dapat mengambil

keputusan yang sederhana dengan bantuan orang lain, memberikan pilihan untuk makan atau menyapu terlebih dahulu dengan diberi penjelasan klien dapat memutuskan

n. Daya tilik diri

Klien menyangkal apabila dikatakan sedang

(20)

Kebutuhan Persiapan Pulang

1. Makan

Frekuensi : 3x sehari, pagi, siang dan soreJumlah : dua centong nasi

Variasi : sayur, buah, lauk hewani : telor,

tempe/tahu, selingan teh hangat

Cara makan : sesuai dengan etika makan,

makan tidak belepotan

Pasien mampu menyiapkan makan serta

(21)

2. Defekasi/berkemih

Klien dapat buang air kecil dan buang air besar di

kamar mandi serta dapat membersihkannya tanpa bantuan orang lain

3. Mandi

Klien mengatakan :

(22)

4. Berpakaian

Klien mampu berpakaian secara mandiri, senang memperhatikan

penampilan supaya terlihat rapi, dibuktikan dengan rajin menyisir rambut

5. Istirahat dan tidur

Tidak ada masalah tidur, klien merasa segar saat bangun tidur.

Klien mempunyai kebiasaan tidur pada siang hari yaitu sekitar 1- 1,5 jam

6. Kemampuan klien

Klien dapat membuat keputusan berdasarkan keinginan sendiri,

(23)

7. Sistem pendukung klien

Klien kurang mendapat dukungan penuh

dari keluarganya. 8. Pekerjaan klien

Klien bekerja sebagai petani. Klien

(24)

Mekanisme Koping

Klien mampu memberikan koping yang adaptif

apabila terdapat masalah yang sekiranya mengganggu. Respon adaptif berubah

(25)

Pengetahuan

Klien tidak mengetahui secara pasti penyebab

(26)

Aspek Medik

Diagnosa Medis : F.20.3 = skizofrenia tak

terinci

Terapi :

(27)

Pohon Masalah

Perubahan Persepsi sensori : halusinasi

(akibat)

Isolasi sosial : menarik diri (Core problem)

Gangguan konsep diri Harga diri rendah

(28)

Analisa Data

Tgl/jam Data Fokus Diagnosis Paraf

13/9/201 5

10.00

DS :

Pasien mengatakan saya disini saja (dipojok sendirian dengan badan meringkuk)

DO :

Pasien sering terlihat duduk menyendiri

Pasien susah diajak interaksi Pasien mengurung diri

Pasien tidak mau bercakap-cakap dengan orang lain

Pasien menolak berkenalan dengan orang lain

(29)

13/9/2015

10.15 DS :Pasien menggelengkan kepala saat ditanya apakah ada suara-suara yang mengganggu

DO :

Pasien umak-umik sendiri

Pasien kadang tersenyum sendiri Pasien terkadang

mondar-mandir

(30)

DIAGNOSA

1. Isolasi Sosial

(31)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

TGL. NO.

DX. DX. KEP. PERENCANAANTUUAN KRITRIA

(32)

CATATAN KEPERAWATAN

Tgl/ja

m Diagnosis Implementasi Respon

14/9/2 015 13.30

Isolasi

Sosial 1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial pasien

2. Mengidentifikasi keuntungan

berinteraksi dengan orang lain

3. Mengidentifikasikan kerugian tidak

berinteraksi dengan orang lain

4. Melatih pasien berkenalan dengan satu orang

5. Membimbing pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S : Pasien hanya diam O :

Pasien hanya diam saat diajak interaksi Pasien menolak berkenalan

Pasien tiba-tiba pergi meninggalkan percakapan seperti merasa tidak aman Pasien tidak melakukan kontak mata

A : Pasien menolak untuk

mengungkapkan kerugian dan

keuntungan berinteraksi dan menolak berkenalan

P : Lanjutkan intervensi

Diskusi keuntungan dan kerugian menyendiri

(33)

15/9/20 15

13.00

Isolasi Sosial 1. Memvalidasi masalah dan latihan

sebelumnya

2. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian

menyendiri 3. Mengajarkan

berkenalan dengan orang lain

S : -O :

Sudah ada kontak mata walau hanya sekali melihat kemudian menunduk kembali

Pasien masih menyendiri Pasien tidak bercakap-cakap dengan orang lain

A : Pasien menolak untuk

mengungkapkan kerugian dan keuntungan berinteraksi dan menolak berkenalan

P : Lanjutkan intervensi

Diskusi keuntungan dan kerugian menyendiri

(34)

16/9/2015

12.30 Isolasi Sosial 1. Mengidentifikasi keuntungan dan kerugian menyendiri 2. Mengajarkan

berkenalan dengan orang lain

S : O :

Klien mampu menyebutkan nama perawat yang mengajak berkenalan dengan bimbingan tetapi masih menolak untuk mengulurkan tangan Klien masih terlihat menyendiri tetapi sudah mulai nyaman dengan ada orang lain

Klien masih meninggalkan percakapan meskipun belum selesai

A :

Pasien mampu menyebutkan nama perawat yang mengajak berkenalan dengan bimbingan

P : Lanjutkan intervensi

Diskusi keuntungan dan kerugian menyendiri

Referensi

Dokumen terkait

Klien mengatakan lebih senang menyendiri bisa bebas dan senang bicara hanya dengan satu orang yaitu Ibu S teman dari Dinsos.

- Saat berpertemuan klien juga terlihat berbicara sendiri, setelah ditanya klien mendengar apa, klien mengatakan kalau klien diberitahu keluarganya

S :Klien mengatakan sudah mengurangi intake cairan pada malam hari dan klien sudah tidur dengan posisi yang nyaman - Klien mengatakan sudah bisa memulai tidur

maka kekuatan otot bernilai 2. 5) Minta klien untuk mengangkat tangan jika tidak. bisa minta klien untuk menggeser tangan

S : ibu klien mengatakan anaknya tidak terlalu rewel O : kesadaran klien compos metris, GCS E4M5V5, klien dapat menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh perawat

 Klien mengatakan, “Ngak apa, meskipun saya tinggal di kolong tikus seperti ini, tetapi saya lebih senang di sini, karena lebih luas, dapat melihat suasana di

- Klien mengatakan belum mengetahui lingkungn rumah yang aman bagi keluarga, pencahayaan kurang, tidak pernah menggunakan sandal selama ke kamar mandi. - Klien

1 Berikan kesempatan pada klien da keluarga untuk mengungkapkan perasaan, didiskusikan 1 Berikan kesempatan pada klien da keluarga untuk mengungkapkan perasaan, didiskusikan