1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang merupakan ciri era globalisasi secara eksponensial akan mengubah sangat cepat dengan cara dan gaya hidup manusia. Pengelolaan sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting untuk menunjang keberlangsungan suatu perusahaan. Dalam peraturan organisasi atau perusahaan, suatu pengelolaan sumber daya manusia perlu diarahkan pada suatu model yang dapat menarik seluruh potensi sumber daya manusia tersebut bagi kepentingan organisasi atau dengan kata lain pengelolaan sumber daya manusia harus dapat diarahkan pada upaya yang mampu menggali potensi SDM agar dapat memberikan pengaruh yang positif bagi perusahaan atau organisasi.
Suatu sistem teknologi dan penerapannya untuk meningkatkan kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia menuntut meningkatkan kemampuan SDM dalam teknologi bahan bakar. Masuknya berbagai lembaga keterbukaan global telah memaksa untuk memacu penelitian dan pengembangan kegiatan-kegiatan hilir untuk mendapatkan proses dan produk yang hemat energi dan ramah lingkungan. Dalam jangka panjang dilakukan usaha untuk mengembangkan kemampuan SDM dan mendukung penelitian-penelitian yang mengembangkan kemampuan alternatif yang habis pakai maupun terbaru. Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi penguasaan teknologi pemanfaatan gas bumi dan batu bara sebagai bahan bakar sintesis.
Salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengembangan teknologi minyak dan gas bumi adalah PPPTMGB (Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi) ”Lemigas” merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang penelitian dan pengembangan teknologi minyak dan gas bumi dan panas bumi di lingkungan Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi, dengan tugas melakukan penelitian dan pengembangan, dokumentasi dan informasi ilmiah, serta pelayanan jasa teknologi dibidang pertambangan minyak dan gas bumi dan pengusahaan panas bumi.
Pelaksanaan yang dilakukan oleh penelitian dan pengembangan dalam meningkatkan perilaku inovatif Lemigas saat ini telah menghasilkan banyak produk dan jasa dari penelitian-penelitian yang dilakukannya. Berikut ini adalah beberapa produk yang sukses dikembangkan oleh Lemigas seperti Coalbed Methane (CBM), Compressed Natural Gas (CNG), Pilot Plan
Biodiesel Lemigas, Lembaran Publikasi Lemigas (LPL), Lemigas Scientific Contribution (LSC).
Adapun Jumlah tiap tahun inovasi dari penelitian-penelitian di Lemigas yang sudah dipatenkan maupun belum dipatenkan seperti :
Tabel 1.1 Data Penelitian Inovasi No Tahun Jumlah penelitian
1 2005 Ada 3 penelitian ( yang sudah dipatenkan) 2 2006 Ada 3 penelitian ( yang sudah dipatenkan) 3 2007 Ada 2 penelitian ( yang sudah dipatenkan) 4 2008 Ada 1 penelitian ( yang sudah dipatenkan) 5 2009 Ada 1 penelitian ( yang sudah dipatenkan) 6 2010 Tidak ada penelitian
7 2011 Ada 2 penelitian ( belum dipatenkan ) 8 2012 Ada 5 penelitian ( belum di patenkan ) Sumber: dari PPPTMGB “Lemigas”
Dari table 1.1 diatas pada tahun 2005 dan 2006 masing-masing ada 3 penelitian yang sudah dipatenkan, tahun 2007 mengalami penurunan cuma ada 2 penelitian yang juga sudah dipatenkan, dan pada tahun 2008-2009 juga mengalami penurunan hanya masing-masing ada 1 penelitian yang sudah dipatenkan, tetapi pada tahun 2010 tidak ada nya penelitian, dan pada tahun 2011 ada 2 penelitian tetapi di tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 5 penelitian hanya pada tahun tersebut belum dapat dipatenkan. Maka pada tahun 2010 tidak ada penelitian di karenakan kurangnya laboraturium yang belum memadai sehingga perlu penataan dan penambahan agar dapat menghasilkan inovasi dalam penelitian. Di samping alatnya kurang, pada penelitian tahun 2009 itu untuk penelitian selanjutnya belum dilakukan karena di tahun 2009 penelitian yang dilakukan untuk tahun berikutnya belum semuanya terselesaikan sehingga pada tahun 2010 tersebut tidak adanya inovasi dalam penelitian karena untuk tahun tersebut penelitiannya belum sempurna sehingga dilakukan untuk tahun berikutnya saja.
Jadi dapat disimpulkan ada terjadinya penurunan dalam inovasinya setiap tahunnya, walaupun inovatif nya pada tahun 2012 naik tetapi belum adanya pengakuan (dipatenkan).
Beberapa jumlah orang penemu dari penelitian di Lemigas tiap tahunnya disarikan pada table berikut:
Tabel 1.2 Data Jumlah Penemu (Orang) Inovasi No Tahun Jumlah penemu (orang)
1 2005 8 2 2006 27 3 2007 8 4 2008 3 5 2009 5 6 2010 - 7 2011 15 8 2012 32
Sumber: dari PPPTMGB”Lemigas”
Pada table 1.2 di atas jumlah tiap tahun orang penemu penelitian mengalami penurunan dan kenaikan, sehingga penemu harus dapat mengembangkan kreatifitas agar bisa memberikan inovasi yang baru dan dalam produknya masih banyak yang harus dikembangkan lagi agar dapat memberikan inovatif yang lebih baik untuk penelitian-penelitian tiap tahunnya. Lemigas juga memiliki tenaga-tenaga professional dan hasilnya juga cukup baik, hanya sering kali akibat kurangnya kemampuan berkomunikasi sehingga hasil kerjanya kurang maksimal.
Menurut Howell (2005) pentingnya perilaku inovatif ditempat kerja karena keberhasilan inovatif harus mempunyai keyakinan, ketekunan, energi, rela mempertaruhkan posisi dan reputasi untuk memastikan efektif tidaknya dalam berkarateristik dan berperilaku. Sedangkan didalam organisasi misalnya orang yang berkepentingan mampu mengarahkan untuk mendukung ide-ide mereka, menanamkan kepercayaan diri karyawan, memberikan antusiasme dan ketekunan. Di PPPTMGB “Lemigas” masih kurangnya kapasitas personel, baru sebagian yang mendapat sertifikat personel sehingga diperlukan peningkatan kapasitas kompetensi tersertifikasi secara merata dan sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal, efektif dan efisien sehingga di dalam organisasi sangat mempengaruhi perilaku inovatif tersebut agar dapat memotivasi pegawai dalam memberikan ide-ide baru secara optimal untuk menghasilkan kerja yang baik.
Iklim Organiasasi Partisipatif mengacu pada presepsi individu mengenai karakteristik yang membedakan suatu organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku pegawainya bertujuan untuk memahami segala bentuk peristiwa, kebijakan, praktik dan prosedur dalam bersikap dan berperilaku di organisasi. (James dalam Bal Tastan, 2013). PPPTMGB
“Lemigas” pegawainya berdasarkan hasil pengamatan penelitian banyak bekerja diluar kantor sehingga kontrol terhadap pegawai yang masuk dan pegawai yang keluar sering tidak terdeteksi karena setiap pimpinan divisi hanya mementingkan hasil pekerjaan, sehingga untuk mengatasi perilaku pegawai diperlukan pemimpin yang memberikan contoh bahwa seorang pemimpin bisa memimpin dirinya sendiri dan bawahannya.
Self leadership merupakan orang-orang yang belajar memimpin dirinya sendiri dan orang lain dalam berinovasi. Sehingga keterampilan dalam memimpin diri sendiri sangat penting untuk keterampilan perilaku pemimpin itu misalnya seorang pemimpin memberikan solusi dan ide-ide untuk menciptakan legitimasi dan memerlukan dukungan yang baik didalam maupun diluar organisasi memerlukan hubungan pegawai yang cukup tinggi dari diri pemimpin itu sendiri. Di PPPTMGB ”Lemigas” kepemimpinannya hanya mementingkan diri sendiri karena rata-rata jabatan tertinggi adalah pesanan dari partai politik, misalnya jabatan kepada Sekjen Lemigas sehingga dalam hal ini rata-rata pegawai berkarir di Lemigas kurang mendukung kebijakan pimpinan dalam pekerjaannya.
Keterlibatan kerja mengacu sejauh mana pegawai secara psikologis mengidentifikasi dengan pekerjaan mereka saat ini (Kanungo dalam Bal Tastan, 2013) untuk itu keterlibatan pegawai tidak dapat dihindari dengan identitas atau status mereka sebagai pegawai karena bersangkut paut dengan kepentingan dan tujuan hidup (Mudrack dalam Bal Tastan, 2013). Mengingat keterlibatan kerja disana tidak didukung oleh sarana dan prasarana belum semuanya tertata dengan baik seperti kekurangan peralatan laboratorium, sehingga masih perlu penataan dan penambahan agar dapat dihasilkan kerja yang lebih baik lagi dalam pengembangan dan penelitiannya oleh karena itu pegawai harus dituntut untuk mempunyai inisiatif agar meningkatkan kemampuan dirinya dalam pekerjaan.
Kepribadian proaktif adalah sifat individu dan disposisi terhadap pekerja sehingga menunjukan inisiatif pada perilaku proaktif dengan cara yang lebih luas untuk mengambil alih agar membuat perubahan dalam lingkungan organisasi (Morrison dalam Bal Tastan, 2013). Adapun menurut Ertun (2008) proaktif adalah suatu kecenderungan stabil dan berperilaku konseptual terkait dengan kebutuhan karir dan prestasi yang keduanya berperan berperilaku proaktif sehingga cenderung membuat suatu perubahan konstruktif dilingkungan organisasi. Di PPPTMGB “Lemigas” kepribadian pegawai disana mementingkan diri sendiri dan tidak ingin mencampuri pekerjaan pegawai lain apabila terjadi masalah atau belum terselesaikan karena mempunyai kesibukan masing-masing dalam pekerjaanya sehingga kepribadian proaktif di lingkungan pekerjaan sangat mempengaruhi perilaku inovatifnya agar
pegawai dapat mengembangkan ide-ide atau mempunyai inisiatif yang dapat meningkatkan kemampuannya dalam bekerja.
PPPTMGB “Lemigas” menyatakan bahwa peningkatan dalam perilaku inovatif yang diterapkan oleh perusahaan untuk meghadapi persaingan dalam industri dengan adanya perilaku inovatif yang baik, maka dapat meningkatkan keunggulan kompetitif untuk mampu bersaing didalam Industri pengembangan teknologi minyak dan gas bumi.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku inovatif ditempat kerja dan perkembangan pegawai yaitu Iklim Organisasi Partisipatif, Self Leadership serta adanya Keterlibatan Kerja dan Kepribadian Proaktif yang sebagai variabel moderating dalam perusahaan PPPTMGB “Lemigas” yang bergerak dibidang penelitian dan pengembangan. Maka penelitian ini diberi judul “Pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif, Self Leadership terhadap Perilaku Inovatif serta Keterlibatan Kerja dan Kepribadian Proaktif sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan pembahasan dan uraian pada latar belakang, maka penelitian ini merumuskan permasalahan yang perlu dijawab dalam penelitian ini, antara lain:
1. Bagaimanakah pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas” ?
2. Bagaimanakah pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta adanya Keterlibatan Kerja sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas” ? 3. Bagaimanakah pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta
adanya Kepribadian Proaktif sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas” ?
4. Bagaimanakah pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta adanya Keterlibatan Kerja dan Kepribadian Proaktif sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas” ?
5. Bagaimanakah pengaruh Self-Leadership terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas” ?
6. Bagaimanakan pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif serta Self Leadership terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas” ?
1.3 Ruang Lingkup Penelitian
Dalam melakukan penelitian, penulis harus membatasi ruang lingkup penelitian dimana penulis melakukan penelitian di PPPTMGB “Lemigas” JL. Ciledug raya kaveling 109 Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230 dengan melibatkan karyawan secara acak yang ada dalam organisasi tersebut yang dijadikan sebagai responden pada penelitian.
Ruang lingkup yang diteliti adalah iklim organisasi partisipatif, self leadership terhadap perilaku inovatif serta keterlibatan kerja dan kepribadian proaktif sebagai variabel moderating.
Penyebaran kuesioner dilakukan oleh karyawan secara acak yang dijadikan sampel dengan mengunakan simple random sampling, yaitu sebagian karyawan di jadikan sampel karena sebagai syarat mutlak menggunakan regresi, jumlah sample diharapkan kurang lebih 133 responden.
1.4 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas”
2. Untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta adanya Keterlibatan Kerja sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas”
3. Untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta adanya Kepribadian Proaktif sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas”
4. Untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif terhadap Perilaku Inovatif serta adanya Keterlibatan Kerja dan Kepribadian Proaktif sebagai variabel moderating pada PPPTMGB “Lemigas”
5. Untuk mengetahui pengaruh Self-Leadership terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas”
6. Untuk mengetahui pengaruh Iklim Organisasi Partisipatif serta Self Leadership terhadap Perilaku Inovatif pada PPPTMGB “Lemigas”
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun kegunaan atau manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1. Bagi Perusahaan :
Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk mengetahui apakah iklim organisasi partisipatif dan self leadership dengan keterlibatan kerja dan kepribadian proaktif sebagai moderating memiliki pengaruh terhadap perilaku inovatif sehingga diharapkan juga dapat membantu perusahaan untuk berkembang lebih baik.
2. Bagi Penulis :
Penelitian ini merupakan kesempatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang luas dalam penelitian dan memperluas wahana berfikir ilmiah dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia
3. Bagi dunia Pendidikan :
Sebagai referensi untuk dapat memberikan bukti empiris yang bermanfaat sebagai bahan masukan dan acuan untuk pengembangan penelitian lebih lanjut dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.
1.6 State Of The Art
Tabel 1.3 State Of The Art
No Nama Penelitian Judul Penelitian
Metode Hasil Penelitian
1 Secil Bal Tastan (2013) Procedia social and behavioral sciences 75 (2013) 407-419 The influence of participative organizational climate and self-leadership on innovative behavior and the roles of job involvement and proactive personality. Regression Hierarchical Hasil analisis menujukkan bahwa semua dimensi Iklim Organisasi Partisipatif pada keterlibatan kerja dan kepribadian proaktif dimoderasi antara iklim organisasi partisipatif dan prilaku inovatif, iklim
organisasi dan kepemimpinan diri, keterlibatan kerja
ciri-No Nama Penelitian Judul Penelitian
Metode Hasil Penelitian
ciri kepribadian yang ditentukan sebagai faktor individu lain yang memiliki peran dalam prilaku inovatif dari karyawan literatur. Dalam kerangka sikap kerja individu dan ciri-ciri kepribadian, penelitian ini berfokus pada gagasan bahwa keterlibatan kerja dan kepribadian proaktif sebagai salah satu faktor individu yang dapat mempengaruhi prilaku inovatif. 2 Mousa A. Al-Saudi (2012). International Business and Management Vol. 5, No. 2, 2012, pp. 14-27 The Impact of Organizational Climate upon the Innovative Behavior at Jordanian Private Universities as Perceived by Employees: A Field Study
Regression Hasil penelitian ini
menunjukan ada pengaruh yang signifikan dengan indikator statistik untuk dimensi iklim organisasi terhadap perilaku inovasi di kalangan responden. Penelitian ini merekomendasikan perlunya untuk meningkatkan dan mengembangkan
No Nama Penelitian Judul Penelitian
Metode Hasil Penelitian
karyawan dan untuk mengalokasikan dana yang cukup untuk mendukung kreativitas karyawan di
Universitas swasta Yordania melalui sistem insentif yang baik.