NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI PROVINSI SULAWESI UTARA OKTOBER 2015 SEBESAR 96,43 ATAU NAIK SEBESAR 0,57 PERSEN
Teks penuh
Dokumen terkait
Hal ini disebabkan perubahan yang terjadi pada indeks harga yang diterima petani dari komoditi perkebunan mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan dengan perubahan
Penurunan ini terjadi karena pertumbuhan indeks harga yang diterima petani tidak lebih cepat dibandingkan dengan peningkatan yang dialami indeks yang dibayarkan
Peningkatan indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh meningkatnya indeks pada kelompok BPPBM sebesar 0.46 persen sedangkan indeks konsumsi rumah
Sama halnya dengan perikanan tangkap, penurunan nilai tukar ini disebabkan penurunan indeks yang diterima petani sebesar 0,29 persen, sementara indeks yang dibayar petani
Peningkatan ini terjadi karena peningkatan pada indeks harga yang diterima lebih besar dibandingkan dengan peningkatan indeks yang dibayarkan petani,
Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 1,14 persen, sementara indeks harga yang diterima petani (It)
Peningkatan indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh meningkatnya indeks pada kelompok BPPBM sebesar 1.89 persen sedangkan indeks konsumsi rumah
Naiknya indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,54 persen (khususnya cabai merah, rokok kretek filter dll)