• Tidak ada hasil yang ditemukan

SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME LAPORAN VLK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SGS INDONESIA (Associated Documents) RESUME LAPORAN VLK"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PT SGS INDONESIA, Cilandak Commercial Estate # 108 C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia, CONTACT PERSON: Fourry Meilano - Tel: +62 21 781 81 11 - Fax: +62 21 780 79 14

www.sgs.com

RESUME LAPORAN VLK

o Projek:

ID/JKT-2953

Nama Pemegang Ijin: PT. Indo Furnitama Raya

Alamat: Desa Gerongan, Kecamatan Keraton Kabupaten Pasuruan, Prov. Jawa Timur, Indonesia

No. Sertifikat: SGS-ID-LKI-0001

Tipe Sertifikasi: VLK Pada Pemegang IUIPHHK Kapasitas >6000 M3/Tahun dan IUI Dengan Nilai Investasi >500 Juta

Tanggal Terbit: 16 Desember 2014 Berlaku sampai

dengan tanggal: 15 Desember 2017 Total Area / Kapasitas

Produksi

Industri Penggergajian Kapasitas Produksi 18.000 m3/tahun, Industri Kayu Lapis Kapasitas Produksi 180.000 m3/tahun, Industri Moulding dan Komponen Bahan Bangunan dengan Kapasitas Produksi: Kayu Lantai: 10.000 m3/tahun, Block Parket: 5.000 m3/tahun, Sirap dan Setle: 2.500 m3/tahun, Atap Kayu: 2.500 m3, Penutup Konstruksi Beton: 3.500 m3/tahun dan Pengerjaan Kayu untuk Bahan Bangunan lainnya: 11.000 m3/tahun

Ruang Lingkup: Pembelian kayu bulat, kayu gergajian dan veneer untuk produksi dan penjualan kayu lapis, moulding dan komponen bahan bangunan sesuai dengan IUIPHHK No. SK. 198/Menhut-II/2011 dengan Kapasitas Produksi Kayu Gergajian 18.000 m3/tahun, Kapasitas Produksi Kayu Lapis 180.000 m3/tahun dan IUI Lanjutan No. 530/45/Kpts/102.04/XII/2008 dengan Industri Moulding dan Komponen Bahan Bangunan dengan Kapasitas Produksi: Kayu Lantai: 10.000 m3/tahun, Block Parket: 5.000 m3/tahun, Sirap dan Setle: 2.500 m3/tahun, Atap Kayu: 2.500 m3, Penutup Konstruksi Beton: 3.500 m3/tahun dan Pengerjaan Kayu untuk Bahan Bangunan lainnya: 11.000 m3/tahun berlokasi di Desa Gerongan, Kec Keraton Kab Pasuruan, Prov Jawa Timur

Kontak Informasi Pemegang Ijin:

Dhirgo Cahyono

Alamat: Desa Gerongan, Keraton Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia

Tel: 0343-424470, 413100

Fax 0343-426833

Email: Indo Furnitama [email protected], website : www.Indo Furnitama Raya.com Tanggal Verifikasi:

Verifikasi Utama 15 – 18 September 2014

Surveillance 1 -

(2)

(1) IDENTITAS LVLK

a. Nama Lembaga : PT. SGS Indonesia b. Nomor Akreditasi : LVLK-008-IDN

c. Alamat : Cilandak Commercial Estate #108C, Jl. Raya Cilandak KKO, Jakarta 12560, Indonesia

d. Nomor telepon/fax/E-mail : +62 21 781 8111/+62 21 780 7914/ [email protected]

e. Direktur : Guy Francois Marie Escarfail

f. Standar : Peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan No: P.8/VI-BPPHH/2012

g. Tim Audit : Ir. Jubaedi Nu’man (Lead Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : Zaenal Abidin

(2) IDENTITAS AUDITEE

PT. Indo Furnitama Raya merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang industri kehutanan yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 59 tanggal 11 Maret 1996 dengan Notaris B.R.AY. Mahyastoeti Notonagoro, S.H yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia nomor C2-9312.HT.01.01.TH.1996. Kemudian perusahaan melakukan perubahan akta berdasarkan Akta Notaris No. 74 tanggal 8 Desember 2010 dengan Notaris Ny. Wahayu Krisma Suyanto, SH.

Kepemilikan saham PT. Indo Furnitama Raya sesuai akta perubahan terakhir sebagai berikut:

Idrus Alwi Bone : 12.000 lembar saham (10 %), senilai Rp. 1.200.000.000,-

Abdurachman Assegaf : 108.000 lembar saham (90 %) senilai Rp. 10.800.000.000,-

Berdasarkan akta perubahan terakhir, susunan pengurus perusahaan sebagai berikut:

Komisaris : Idrus Alwi Bone

Direktur : Abdurachman Assegaf

PT. Indo Furnitama Raya memperoleh Ijin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu (IUIPHHK) dari Menteri Kehutanan Nomor: SK.198/MENHUT-II/2011 tanggal 6 April 2011 tentang perubahan atas Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK.511/Menhut-VI/BPPHH/2006 tanggal 11 April 2006 tentang pembaharuan ijin usaha industri primer hasil hutan kayu atas nama PT. Indo Furnitama Raya. Berdasarkan keputusan tersebut PT. Indo Furnitama Raya diberikan ijin dengan kapasitas produksi jenis industri penggergajian kayu sebesar 18.000 M3/tahun dan kapasitas produksi jenis industri kayu lapis sebesar 180.000 M3/tahun. Selain itu perusahaan memperoleh ijin perluasan untuk usaha industri lanjutan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Nomor: 530/Kpts/102.04/XII/2008 tanggal 22 Desember 2008

(3)

(3) RINGKASAN TAHAPAN

Tanggal Waktu Penilai Area/Departemen/Proses/Indikator PIC

15-9-2014

06.00-07.00 Tim Auditor SGS

Perjalanan dari Soekarno Hatta airport,Jakarta menuju Juanda airport, Surabaya.

07.00-09.00 Tim Auditor SGS

Perjalanan dari Surabaya menuju pabrik di Pasuruan. (penjemputan Tim Auditor dilakukan oleh perusahaan)

09.00-10.00

Tim Auditor SGS dan Managemen

Opening meeting:

- Sambutan (perusahaan dan Tim audit), - Perkenalan tim audit dan tim perusahaan,

- Penjelasan mengenai audit VLK/re-sertifikasi (latar belakang, tujuan, ruang lingkup, proses, metodologi audit)

- Dan lain-lain.

10.00-12.00 GW Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Pemegang Izin Usaha Mendukung Terselenggaranya Perdagangan Kayu Yang Sah) 10.00-12.00 HPUR

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Unit Usaha Mempunyai dan Menerapkan Sistem Penelusuran Kayu Yang Menjamin

Keterlacakan Kayu Dari Asalnya)

12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch

13.00-17.00 GW Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 1 (Pemegang Izin Usaha Mendukung Terselenggaranya Perdagangan Kayu Yang Sah)-lanjutan

13.00-17.00 HPUR

Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 2 (Unit Usaha Mempunyai dan Menerapkan Sistem Penelusuran Kayu Yang Menjamin

Keterlacakan Kayu Dari Asalnya)-lanjutan

16-9-2014

08.00-10.00 GW Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Keabsahan Perdagangan atau Pemindahtanganan Hasil Produksi)

08.00-10.00 HPUR Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 4 (Pemenuhan Terhadap Peraturan Ketenagakerjaan Bagi Industri Pengolahan)

10.00-12.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak Lain (jika ada) 12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch

13.00-17.00 GW Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Keabsahan Perdagangan atau Pemindahtanganan Hasil Produksi)

13.00-17.00 HPUR Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 4 (Pemenuhan Terhadap Peraturan Ketenagakerjaan Bagi Industri Pengolahan)

17-9-2014

08.00-10.00 GW Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 3 (Keabsahan Perdagangan atau Pemindahtanganan Hasil Produksi)

08.00-10.00 HPUR Pengecekan dokumen dan rekaman Prinsip 4 (Pemenuhan Terhadap Peraturan Ketenagakerjaan Bagi Industri Pengolahan)

10.00-12.00 GW+HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak Lain (jika ada) 12.00-13.00 Tim Auditor Break & lunch

13.00-17.00 GW Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4 dan Pengecekan Jasa Pihak Lain (jika ada) 13.00-17.00 HPUR Pengecekan dan Validasi Lapangan Prinsip 1,2,3,4

dan Pengecekan Jasa Pihak Lain (jika ada)

18-9-2014

08.00-09.00 Tim Auditor Menyusun ringkasan hasil audit 09.00-10.00 Tim Auditor Closing Meeting

10.00-End Tim Auditor Perjalanan dari Pasuruan menuju Surabaya, dilanjutkan menuju Jakarta.

(4)

(4) RESUME HASIL PENILAIAN

Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan Pemenuhan 1.1.1. Unit Usaha Pengolahan adalah produsen yang memiliki izin yang sah

a. Akte Pendirian Pemegang izin dan perubahan terakhir

Akte pendirian perusahaan telah tersedia

berikut perubahannya, lingkup usaha yang

tertuang dalam akte perusahaan sesuai

dengan yang dijalankan saat ini. Akta

pendirian telah didaftarkan ke instansi

berwenang

Memenuhi

b. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Perdagangan yang tercantum dalam izin industri

Pemegang izin memiliki Surat Izin Perdagangan masih berlaku dan sesuai dengan kegiatan usahanya.

Memenuhi

c. Izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar Industri)

Pemegang izin memiliki Izin Gangguan yang yang masih berlaku dan sesuai dengan ruang lingkup usahanya.

Memenuhi

d. Tanda Daftar Pemegang izin (TDP) Pemegang izin memiliki Tanda Daftar yang masih berlaku sesuai dengan kegiatan usahanya.

Memenuhi

e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Pemegang izin memiliki NPWP dan PKP dan sesuai dengan dokumen lainnya.

Memenuhi f. AMDAL / Upaya Pengelolaan Lingkungan

(UKL) - Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) / Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) /Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)/Surat Izin Lingkungan (SIL)/Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH)

PT. Indo Furnitama Raya mempunyai

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup,

yang telah disahkan oleh Kepala BLH Kab.

Pasuruan No. 667/1705/424.076 tanggal

13 Desember 2010. Terdapat laporan

pengelolaan dan pemantauan lingkungan

yang merujuk pada dokumen lingkungan.

Memenuhi

g. IUIPHHK, Izin Usaha Industri (IUI) atau

Izin Usaha Tetap (IUT).

Berdasarkan dokumen IUIPHHK No. SK.

198/MENHUT-II/2011 tanggal 6 April 2011,

kegiatan usaha: industri penggergajian dan

plywood. Selain itu berdasarkan IUI

lanjutan (sekunder) No.

530/Kpts/102.04/XII/2008 tanggal 22

Desember 2008, kegiatan usaha: Industri

Moulding dan Komponen Bahan

Bangunan.

PT. Indo Furnitama Raya saat ini

melaksanakan kegiatan usaha berupa

industri plywood, wood working dan garden

furniuture.

Memenuhi

h. Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) untuk Izin Usaha Industri Primer Hasil Hutan (IUIPHHK)

PT. Indo Furnitama Raya melaporkan

RPBBI secara online kepada instansi

berwenang.

Memenuhi

1.1.2. Eksportir produk hasil kayu olahan adalah eksportir yang memiliki izin sah, berupa eksportir produsen

Berstatus Eksportir Terdaftar Produk Industri Kehutanan (ETPIK).

Pemegang izin memiliki ETPIK yang sah dan sesuai dengan dokumen pendukung lainnya. Realisasi ekspor sesuai dengan produk yang terdapat dalam ETPIK.

Memenuhi

1.2.1. Importir adalah importir yang memiliki izin yang sah

a. Dokumen pengakuan dan / atau pengenal sebagai importer.

Verifier ini tidak dinilai karena perusahaan bukan sebagai importer.

Tidak Dinilai

2.1.1. Unit Usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah.

a. Kontrak suplai bahan baku dan atau dokumen jual beli.

Pemegang Izin menerima bahan baku dilengkapi dengan dokumen kontrak suplai

(5)

b. Berita Acara pemeriksaan yang ditanda-tangani oleh petugas kehutanan yang berwenang untuk penerimaan kayu bulat dari hutan Negara dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah

Seluruh penerimaan kayu bulat dari hutan negara dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan yang ditandatangani oleh petugas kehutanan yang berwenang dan sesuai dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Memenuhi

c. Berita Acara serah terima kayu dan / atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Pemegang izin menerima bahan baku selain kayu bulat dari hutan negara (kayu rakyat) dilengkapi dengan berita acara serah terima kayu dan/atau bukti serah terima kayu dan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Memenuhi

d. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Pemegang Izin menerima bahan baku dilengkapi dengan Dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Memenuhi

e. Nota dan Dokumen Keterangan (Berita Acara dari Petugas Kehutanan Kabupaten / Kota atau Aparat Desa / Kelurahan ) yang dapat menjelaskan asal usul untuk kayu bekas / hasil bongkaran, serta Deklarasi Kesesuaian Pemasok.

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin tidak menerima kayu bekas/hasil bongkaran.

Tidak dinilai

f. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin tidak menerima kayu limbah industri.

Tidak dinilai g. Dokumen Sertifikat Legalitas kayu /

sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari yang dimiliki pemasok dan / atau dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin belum berkewajiban memenuhi persyaratan verifier ini sampai dengan batas akhir 31 Desember 2014.

Tidak dinilai

h. Dokumen LMKB/LMHHOK Pemegang Izin memiliki laporan mutasi produksi yang sesuai dengan dokumen pendukung produksi.

Memenuhi

i. Dokumen pendukung RPBBI PT. Indo Furnitama Raya melaporkan RPBBI secara online kepada instansi berwenang dan didukung dengan dokumen sumber bahan baku.

Memenuhi

2.1.2. Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah

a.

Pemberitahuan Impor Barang (PIB) Pemegang melakukan import bahan baku dilengkapi dokumen Pemberitahuan Import Barang yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung import lainnya

Memenuhi

b.

Bill of Lading (B / L) Pemegang melakukan import bahan baku dilengkapi dokumen Bill of Lading yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung import lainnya

Memenuhi

c.

Packing List (P / L) Pemegang Izin melakukan import material bahan baku dilengkapi dokumen Packing List yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung import lainnya

Memenuhi

d.

Invoice Pemegang Izin melakukan import material bahan baku dilengkapi dokumen Invoice yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung import lainnya

Memenuhi

e.

Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang izin belum berkewajiban memenuhi persyaratan verifier ini sampai dengan batas akhir 31 Desember 2014

Tidak dinilai

f.

Bukti pembayaran bea masuk bila terkena bea masuk

Verifier ini tidak dinilai karena Pemegang Izin tidak menerima bahan baku yang dikenakan bea masuk.

Tidak Dinilai

g.

Dokumen lain yang relevan (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya

Pemegang Izin tidak menggunakan jenis kayu yang dibatasi perdagangannya dan tidak termasuk jenis dalam CITES.

Tidak Dinilai

2.1. 3. Unit Usaha menerapkan sistem penelusuran kayu

(6)

a. Tally sheet penggunaan bahan baku dan hasil produksi

bahan baku mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi sampai dengan barang jadi produk.

b. Laporan produksi hasil olahan

Pemegang Izin memiliki laporan mutasi produksi serta proses logis produksi antara input dan output produksi. Perhitungan rendeman sesuai standard.

Memenuhi

c. Produksi industri tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan

-Jenis produk sesuai dengan IUI.

-Pemegang izin memiliki realisasi produksi yang tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan.

Memenuhi

d.Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak menerima bahan baku kayu lelang

Tidak Dinilai e.Dokumen LMKB dan LMHHOK Pemegang izin memiliki laporan mutasi

produksi yang sesuai dengan dokumen pendukung produksi.

Memenuhi

2.1. 4. .Proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga)

a. Dokumen kontrak jasa pengolahan produk dengan pihak lain

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).

Tidak Dinilai

b. Dokumen Sertifikat Legalitas Kayu dan / atau dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok yang dimiliki penerima jasa.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).

Tidak Dinilai

c. Berita Acara serah terima kayu yang dijasakan .

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).

Tidak Dinilai

d. Ada segregasi/separasi produk yang dijasakan pada pemegang izin jasa

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).

Tidak Dinilai

e. Adanya pendokumentasian bahan baku, proses dan produksi dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui industri jasa.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa atau kerjasama dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga).

Tidak Dinilai

3.1.1 Unit Usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdaganganatau pemindah-tanganan hasil produksi dengan tujuan domestik.

a. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah.

Pemegang izin melakukan perdagangan domestik dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah

Memenuhi

3.2.1. Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

a. Produk hasil olahan kayu yang diekspor Pemegang izin melakukan ekspor produk yang merupakan hasil produksi sendiri.

Memenuhi b. Pemberitahuan Ekport Barang (PEB) Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi

dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya

Memenuhi

c. Packing list Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi dokumen Packing List yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya

Memenuhi

d. Invoice Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi dokumen Invoice yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya

Memenuhi

e. Bill of lading (B/L) Pemegang izin melakukan ekspor dilengkapi dokumen Bill of Lading yang sudah sesuai dengan dokumen pendukung ekspor lainnya

Memenuhi

(7)

Dokumen V-Legal Legal.

-Dokumen V legal sesuai dengan PEB. g. Hasil verifikasi teknis (Laporan

Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis

-Realisasi ekspor sesuai dengan pengaturan jenis produk yang diatur ekspornya.

-Tersedia hasil pemeriksaan verifikasi teknis oleh Surveyor.

Memenuhi

h. Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar.

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin melakukan ekspor produk yang tidak terkena bea keluar.

Tidak Dinilai

i. Dokumen lain yang relevan (diantaranya: CITES) untuk jenis kayu dibatasi perdagangannya

Verifier ini tidak dinilai karena pemegang izin tidak melakukan perdagangan jenis kayu dalam kategori CITES.

Tidak Dinilai

4.1.1. Prosedur dan implementasi K3

a. Implementasi prosedur K3. Pemegang izin memiliki SOP K3 serta terdapat struktur organisasi K3 dalam kegiatan operasional di lapangan.

Memenuhi

b. Ketersediaan jalur evakuasi dan peralatan K3 seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Peralatan K3, Alat Pelindung Diri (APD) dan jalur evakuasi

Pemegang izin memiliki peralatan K3 dan tersedia Jalur Evakuasi maupun Titik Berkumpul Darurat.

Memenuhi

c. Catatan kecelakaan kerja Pemegang Izin memiliki catatan kecelakaan kerja dan program penanganan kecelakaan kerja.

Memenuhi

4.2.1. Kebebasan berserikat bagi pekerja

Ada serikat pekerja atau kebijakan pemegang izin yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja

Pemegang izin memiliki Lembaga Kerjasama Bipartir yang telah mendapatkan pendaftaran dari instansi berwenang.

Memenuhi

4.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Pemegang izin (PP) untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang

Ketersediaan Dokumen KKB atau PP Pemegang izin memiliki Peraturan Pemegang izin disahkan oleh instansi berwenang.

Memenuhi

4.2.2. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur

Pemegang izin tidak mempekerjakan karyawan di bawah umur.

Memenuhi

Indikator Uraian Pemenuhan Kesimpulan Pemenuhan

1.1.1. Pemilik hutan hak mampu menunjukkan keabsahan haknya.

i. Dokumen kepemilikan/ penguasaan lahan yang sah (alas titel/dokumen yang diakui pejabat yang berwenang).

Verifier 1.1.1 a. Berdasarkan hasil verifikasi kesesuaian bukti kepemilikan/penguasaan lahan yang sah (alas titel/dokumen yang diakui pejabat yang berwenang) Menurut bukti Sertifikat Hak Milik, Buku Register Desa, Peta Desa, Letter C, SPPT, KTP dan KK anggota serta Surat Keterangan Kepemilikan Lahan No.73/PET/SK/XI/2013 yang disahkan Petinggi Desa Bucu, maka APHR Mitra Wana Bumi Kartini dinyatakan telah memiliki dokumen kepemilikan/penguasaan lahan yang sah

Memenuhi

j. Dokumen legalitas pemegang HGU yang sah yang mencakup Akte Perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, dokumen lingkungan, dokumen K3 serta KKB/Peraturan Perusahaan yang relevan.

Verifier 1.1.1 b tidak dinilai (not applicable) karena APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU yang sah (yang mencakup Akte Perusahaan, SIUP, TDP, NPWP, dokumen lingkungan, dokumen K3 serta KKB/Peraturan Perusahaan).

Tidak dinilai (not applicable)

k. Peta/sketsa areal hutan hak dan batas-batasnya di lapangan

Verifier 1.1.1 c. Berdasarkan hasil verifikasi dokumen dan lapangan, diketahui bahwa APHR Mitra Wana Bumi Kartini telah memiliki sketsa/peta lokasi lahan yang menunjukkan lokasi lahan anggota, tanda batas kepemilikan lahan di lapangan dapat terlihat jelas (tanda batas berupa batas alam, patok BPN dan batas tanaman pagar). Berdasarkan dokumen

(8)

Sketsa/Peta areal hutan hak dan kesesuaian dengan tanda batas yang jelas di lapangan maka APHR Mitra Wana Bumi Kartini dinyatakan telah memiliki Peta areal Hutan Hak dengan batas yang jelas di lapangan.

l. Akte notaris bagi kelompok dalam hal verifikasi dilakukan dalam kelompok.

Verifier 1.1.1 d. Berdasarkan hasil verifikasi APHR Mitra Wana Bumi Kartini memiliki Akta Pendirian Nomor 07 tanggal 20 November 2013 yang disahkan dihadapan Notaris Fatchur Rohman, SH (SK Menteri Kehakiman RI No.C386-HT.03-01 Tahun 1998 Tanggal 14 Oktober 1998) yang berlokasi di Jl. Raya Senenan No.44 Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Telp.0291-592337.

Memenuhi

1.1.2. Pemilik hutan hak (baik individu maupun kelompok) mampu membuktikan Dokumen angkutan kayu yang sah.

Dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Verifier 1.1.2 tidak dinilai (not applicable) karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini selama tiga bulan terakhir (kurun waktu bulan November 2014 sampai dengan Januari 2015) tidak melakukan kegiatan operasional penebangan dan penjualan kayu, sehingga tidak terdapat dokumen pengangkutan kayu.

Tidak dinilai (not applicable)

1.1.3. Unit kelola atas kayu yang berasal dari pohon yang tumbuh alami sebelum terbitnya alas titel

menunjukkan bukti pelunasan pungutan pemerintah sektor kehutanan dalam hal pemu ngutan atas tegakan yang tumbuh sebelum pengalihan hak / penguasaan.

Bukti pembayaran hak negara berupa PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan.

Verifier 1.1.3 tidak dinilai (not applicable) karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini tidak memanfaatkan kayu yang dibebani pungutan pemerintah sektor kehutanan (pungutan atas pembayaran PSDH/DR dan pengganti nilai tegakan), karena bukan berasal dari hutan negara.

Tidak dinilai (not applicable)

1.2.1. Akta atau dokumen pembentukan kelompok.

Akta atau dokumen pembentukan kelompok.

Verifier 1.2.1. Berdasarkan hasil verifikasi APHR Mitra Wana Bumi Kartini memiliki Akta Pendirian Nomor 07 tanggal 20 November 2013 yang disahkan dihadapan Notaris Fatchur Rohman, SH serta memiliki Susunan Pengurus dalam organisasi

Memenuhi

1.3.1. Implementasi Tanda V Legal.

Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Verifier 1.3.1. tidak dinilai (not applicable) karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini tidak diterapkan Tanda V Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan yang berlaku

Tidak dinilai (not applicable)

2.1.1. Prosedur dan implementasi K3.

a. Pedoman/prosedur K3 dan personel untuk implementasi K3.

Verifier 2.1.1.a. tidak dinilai (not applicable) untuk ketersediaan pedoman/prosedur K3 karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU

Tidak dinilai (not applicable)

b. Peralatan K3 (seperti peralatan P3K dan Alat Pelindung Diri).

Verifier 2.1.1.b. tidak dinilai (not applicable) untuk ketersediaan dan fungsi peralatan K3 dan APD karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU

Tidak dinilai (not applicable)

c. Catatan kecelakaan kerja. Verifier 2.1.1.c. tidak dinilai (not applicable) untuk ketersediaan catatan kecelakaan kerja dan upaya penanganannya karena anggota APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU

Tidak dinilai (not applicable)

(9)

perusahaan yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.

keberadaan organisasi serikat pekerja atau dokumen/ pernyataan tertulis mengenai kebijakan kebebasan berserikat karena APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU

(not applicable)

2.2.2. Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB)/ Peraturan Perusahaan (PP) untuk HGU yang mempekerjakan karyawan > 10 orang.

Ketersediaan Dokumen KKB atau PP. Verifier 2.2.2. tidak dinilai (not applicable) untuk keberadaan KKB atau PP yang mengatur hak-hak pekerja dan telah didaftarkan ke instansi yang berwenang karena APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU

Tidak dinilai (not applicable)

2.2.3. Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (di luar ketentuan).

Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur.

Verifier 2.2.3.

APHR Mitra Wana Bumi Kartini tidak melibatkan dan tidak mempekerjakan tenaga kerja di bawah umur.

Memenuhi

3.1.1. HGU atau pemilik hutan hak telah memiliki dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.

Dokumen lingkungan yang relevan seperti AMDAL, UKL-UPL, SPPL, SIL, DPLH, dan lainnya.

Verifier 3.1.1. terdapat dokumen lingkungan berupa SPPL dengan bukti tanda terima dari instansi Lingkungan Hidup No.16/SPPL-1/2015, oleh Helmi Ferdian Ssi (selaku wakil dari Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara). Hal tersebut sudah sesuai dengan Permeneg LH no 16 tahun 2012 tentang Pedoman Peyusunan Dokumen Lingkungan Hidup

Memenuhi

3.1.2. HGU atau pemilik hutan hak memiliki laporan pengelolaan dan pemantaun lingkungan.

a. Dokumen laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang relevan.

Verifier 3.1.2.a. tidak dinilai (not applicable) untuk kelengkapan dan keabsahan dokumen laporan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada APHR Mitra Wana Bumi Kartini, organisasi masih pada tahap awal persiapan

Tidak dinilai (not applicable)

b. Bukti pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan

Verifier 3.1.2.a. tidak dinilai (not applicable) untuk pelaksanaan pengelolaan lingkungan pada APHR Mitra Wana Bumi Kartini, organisasi masih pada tahap awal persiapan

Tidak dinilai (not applicable)

Berdasarkan hasil verifikasi legalitas kayu (total 52 verifier) diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

Verifier yang memenuhi norma penilaian berjumlah 37 verifier.

Verifier yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 verifier.

Verifier yang diverifikasi tetapi tidak dilakukan penilaian berjumlah 15 verifier.

Berdasarkan hasil audit tersebut, PT. Indo Furnitama Raya dinyatakan ”Memenuhi” persyaratan

legalitas kayu sesuai peraturan yang berlaku dan dinyatakan ”LULUS”, dan sertifikat Legalitas

Kayu dinyatakan “DITERBITKAN SERTIFIKAT”.

Referensi

Dokumen terkait

Verifier 1.1.1 b tidak dinilai (not applicable) karena APHR Mitra Wana Bumi Kartini adalah bukan merupakan pemegang HGU yang sah (yang mencakup Akte Perusahaan,

Verifier ini tidak dinilai karena KTH Cisanggiri merupakan lokasi hutan hak atau bukan pemegang HGU dan tidak dipersyaratkan untuk membuat pedoman/prosedur K3.

dengan kepentingan dunia, maka akan merusakkan kejujuran niat, dan pelakunya bisa dikatakan sebagai pendusta, sebagaimana kisah tiga orang yang dihadapkan kepada Allah,

e.Dokumen LMKB/LMKBK/LMHHOK Organisasi telah memiliki Laporan Mutasi Kayu Bulat and Laporan Mutasi Hasil Hutan Olahan Kayu sebagai balance proses produksi dan

Verifier ini tidak dinilai karena PT Furniplus Asia tidak melakukan proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain dan tidak terdapat pendokumentasian bahan

Seluruh penerimaan bahan baku pada perusahaan telah dilengkapi dengan dokumen serah terima barang. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh penerimaan bahan baku

Dokumen S-LK atau DKP Pemegang Izin tidak melakukan proses pengolahan produksi melalui jasa / kerjasama dengan pihak lain, sehingga tidak diperlukan dokumen kontrak

Tarita Furniture bukan pelaku usaha yang mengirimkan kayu olahan antar pulau dan tidak memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).