i
PROFIL KESEHATAN TAHUN 2021 KOTA YOGYAKARTA
(DATA TAHUN 2020)
PEMERINTAH KOTA YOGAKARTA DINAS KESEHATAN
Jl.Kenari No. 56 Telp. (0274) 515868; 515869, Fax . 515869 Yogyakarta 55165 Email : [email protected]; Email intranet : [email protected]
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillaah, puji syukur bagi Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Profil Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2021 selesai disusun. Profil Kesehatan Kota Yogyakarta merupakan data statistik kesehatan yang menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan di Kota Yogyakarta. Data statistik disampaikan dalam bentuk tabel, grafik, gambar dan narasi yang menunjukkan capaian pembangunan bidang kesehatan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Profil Kesehatan juga menggambarkan keadaan sumber daya kesehatan baik sarana pelayanan kesehatan dan SDMK di wilayah Kota Yogyakarta pada satu tahun berjalan. Profil Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2021 ini disusun dengan pelibatan dan peran aktif seluruh Bidang, Bagian, Seksi dan Subbagian dan Programmer di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Konstribusi dari semua unsur diharapkan dapat memberikan gambaran status kesehatan yang representatif di Kota Yogyakarta.
Laporan ini jauh dari sempurna dan banyak kekurangan, masukan dan kritikan sangat diperlukan untuk penyempurnaan profil pada periode berikutnya. Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan konstribusi dan peran aktif dalam penyusunan dan penyelesaian Profil Kesehatan Tahun 2021
Yogyakarta, Agustus 2020 Tim Penyusun/
Seksi Surveilans PD Data dan SIK Kepala
apt. Solikhin Dwi Ramtana, MPH.
NIP. 19681203 200312 1 002
iii
SAMBUTAN
KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuhu.
Puji Syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia rahmat dan barakah sehingga kita senantiasa dalam kebaikan dan kesehatan.
Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2017 – 2022 menjelaskan bahwa ketugasan Dinas Kesehatan sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Yogyakarta adalah membantu Walikota dalam melaksanakan urusan pemerintah daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan bidang kesehatan.
Selanjutnya, atas dasar ketugasan tersebut Dinas Kesehatan melaksanakan fungsi dalam ; 1. Merumuskan kebijakan teknis bidang kesehatan,
2. Menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kesehatan, 3. Melaksanakan koordinasi penyelenggaraan urusan di bidang kesehatan,
4. Melakukan pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kesehatan,
5. Melaksanakan pengelolaan kesekretariatan yang meliputi perencanaan umum, kepegawaian, keuangan, evaluasi dan pelaporan,
6. Melaksanakan pengawasan, pengendalian evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan.
Fungsi-fungsi tersebut diturunkan menjadi program dan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur dari organisasi Dinas Kesehatan baik bidang, bagian, seksi dan subbagian. Program dan kegiatan tahunan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam bentuk indikator kualitatif dan kuantitatif. Indikator capaian yang menggambarkan keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerinta Provinsi dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Gambaran capaian pembangunan kesehatan dituangkan dalam dokumen pelaksanaan sebagai profil kesehatan di daerah yang disusun setiap tahun. Profil Kesehatan Kota Yogyakarta 2021 yang telah disusun ini merupakan hasil kerja dan menggambarkan kinerja seluruh perangkat struktur organisasi Dinas Kesehatan dalam melaksanakan ketugasan pada tahun 2020.
Terjadinya fluktuasi capaian program dan kegiatan dapat terjadi sepanjang perjalanan organisasi perangkat daerah. Kondisi demikian dipengaruhi oleh faktor internal atau eksternal yang memberikan dampak terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang telah
iv
direncanakan. Pandemi Covid-19 tahun 2020 (di Kota Yogyakarta kasus pertama tejadi pada Maret 2020) memberikan dampak sangat besar terhadap pelaksanaan program dan kegiatan OPD Dinas Kesehatan. Kondisi pandemi menjadikan program dan kegiatan difokuskan pada penyelamatan warga Kota Yogyakarta dengan program dan kegiatan pengendalian penyebaran Covid-19. Kegiatan rutin yang berpotensi/berimplikasi pada risiko penularan Covid-19 dihentikan dan ditunda sampai kondisi memungkinkan. Program dan kegiatan rutin tahunan yang seiring dengan pengendalian penyebaran Covid-19 dapat dilaksanakan disela program pengendalian penyebaran Covid-19 dengan protokol keselamatan (protokol kesehatan) yang ketat. Hal demikian menjadikan capaian indikator kualitatif dan kuantitatif terjadi pergeseran dibandingkan dengan kondisi normal.
Selaku Kepala Dinas Kesehatan, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat dan staf di lingkungan Dinas Kesehatan yang telah melaksanakan program dan kegiatan tahunan diantara padatnya kegiatan pengendalian penyebaran Covid-19 yang membutuhkan perhatian serius dan fokus untuk penyelamatan warga Kota Yogyakarta.
Kepada Tim Penyusun Profil Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2021 saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Merupakan effort yang luar biasa untuk melakukan serangkaian kegiatan pengumpulan data, pengolahan data, penyusunan narasi, komunikasi dan konfirmasi dengan pihak terkait disela-sela ketugasan pengendalian penyebaran Covis-19 dan vaksinasi.
Semoga dokumen profil kesehatan ini memberikan manfaat dan pembelajaran dalam melaksanakan ketugasan melalui pelaksanaan program dan kegiatan yang terukur dengan capaian indikator yang ideal.
Demikian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuhu.
Yogyakarta, Agustus 2021 Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta
Kepala :
Drg. Emma Rahmi Aryani, MM.
NIP. 19660609 199303 2 004
Paraf Koordinasi
Jabatan Paraf Tanggal
Ka.Bidang P2P Pengeloaan Data dan SIK Ka. Sie. Surveilans Pengeloaan Data dan SIK
v
DAFTAR ISI
PROFIL KESEHATAN TAHUN 2021 ... i
KATA PENGANTAR ... ii
SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KOTA YOGYAKARTA ... iii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR GRAFIK ... viii
DAFTAR GAMBAR... xiii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
BAB II ... 5
GAMBARAN UMUM ... 5
A. Geografis ... 5
1. Luas Wilayah ... 5
2. Kemiringan ... 6
B. Demografi... 7
1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk ... 7
2. Pendidikan ... 10
BAB III ... 12
CAPAIAN PROGRAM 2020 ... 12
A. Status Gizi Masyarakat ... 12
1. Status Gizi Balita ... 12
2. Status gizi balita berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). ... 15
3. Status gizi balita berdasarkan indikator Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) ... 17
4. Upaya Penanganan Gizi Buruk di Kota Yogyakarta ... 20
5. Anemia Ibu Hamil ... 22
6. Cakupan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) ... 23
7. Ibu Nifas mendapatkan Vitamin A ... 25
8. Ibu hamil mendapatkan tablet Fe 30 tablet (Fe1) dan Fe 90 tablet (Fe3) ... 26
9. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) ... 27
vi
10. Bayi mendapatkan ASI Eksklusif ... 28
11. Pemberian vitamin A bagi bayi dan balita ... 29
12. Partisipasi Masyarakat (Balita Ditimbang di Posyandu) ... 30
B. Angka Kematian ... 32
1. Angka Kematian Ibu ... 32
2. Angka Kematian Bayi dan Angka Kematian Anak Balita ... 35
C. Angka Kesakitan ... 45
1. Diare ... 45
2. Pneumonia ... 48
3. Demam Berdarah Dengue (DBD) ... 54
4. Malaria ... 55
5. Filariasis ... 56
6. Surveilans AFP (Acute Flaccid Paralysis)/Lumpuh Layuh Mendadak ... 57
7. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) ... 61
8. Situasi KLB di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 65
D. Penanganan Pandemi Corona Virus Deseases 19 (Covid-19) dan Surveilans Kesehatan ... 68
1. Pandemi Corona ... 68
2. Upaya Pengendalian Covid-19 ... 70
BAB IV ... 82
UPAYA KESEHATAN... 82
A. Pelayanan Kesehatan Posbindu ... 82
B. Skrining Usia Produktif... 83
C. Pelayanan Kesehatan Pada ODGJ ... 84
D. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan... 86
1. Rumah Sakit Dengan Pelayanan Gawat Darurat Level 1 ... 86
2. Kepesertaan Jaminan Kesehatan ... 86
3. Mutu Pelayanan Di Kota Yogyakarta Dengan Akreditasi Puskesmas ... 95
E. Perilaku Hidup Masyarakat ... 97
1. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Posyandu ... 97
F. Keadaan Lingkungan ... 122
1. Kualitas Air... 122
vii
2. Jamban Sehat ... 123
3. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ... 124
4. Tempat Tempat Umum (TTU)... 124
5. Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) ... 125
G. Kefarmasian... 126
1. Realisasi Kegiatan ... 126
2. Capaian Atau Realisasi Anggaran dan Realisasi Fisik ... 132
BAB V ... 134
SUMBER DAYA KESEHATAN ... 134
A. Sarana Kesehatan ... 134
1. Sarana Kesehatan UKP ... 134
2. Sarana Kesehatan UKM-UKBM ... 134
3. Fasilitas Pelayanan Kesehatan ... 136
BAB VI ... 143
PEMBIAYAAN ... 143
viii
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Jumlah Penduduk Kota Yogyakarta Tahun 2015-2020 ... 8
Grafik 2 Jumlah Penduduk Laki-Laki dan Perempuan di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 8
Grafik 3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 10
Grafik 4. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur (BBU) ... 13
Grafik 5. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 dengan Indikator Tinggi Badan Menurut Umur ... 15
Grafik 6. Status Gizi Balita dengan Indikator Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 19
Grafik 7. Kasus Gizi Buruk Dirawat di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 20
Grafik 8. Tren Anemia Ibu Hamil di Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 22
Grafik 9. Tren Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK) Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 24
Grafik 10. Pemberian Vitamin A Pada Ibu Nifas Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 25
Grafik 11. Bumil Mendapat Tablet Fe Kota Yogyakarta Tahun 2015-2020 ... 26
Grafik 12. Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 27
Grafik 13. Pemberian ASI Ekslusif di Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 28
Grafik 14. Cakupan Pemberian Vitamin A Pada Bayi, Anak Balita dan Balita KotaYogyakarta Tahun 2016-2020 ... 30
Grafik 15. Partisipasi Masyarakat Ke Posyandu (D/S) Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 31
Grafik 16. Tren AKI Kota Yogyakarta Tahun 2015 – 2020 ... 32
Grafik 17. Tren AKB Kota Yogyakarta Tahun 2015-2020 ... 35
Grafik 18. Tren AKABA Kota Yogyakarta Tahun 2015- 2020 ... 36
Grafik 19. Kematian Bayi Kota Yogyakarta Berdasarkan Umur Tahun 2020 ... 36
Grafik 20. Penyebab Kematian Bayi Kota Yogyakarta Tahun 2019 - 2020 ... 37
Grafik 21. Kunjungan K1 dan K4 Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 40
Grafik 22. Persalinan di Fasilitas Kesehatan dan Pelayanan Ibu Nifas di Kota Yogyakarta Tahun 2014 – 2020... 42
Grafik 23. Cakupan KN1 dan KNL di Kota Yogyakarta Tahun 2014 - 2020 ... 43
Grafik 24. Cakupan KN1 Berdasarkan Puskesmas di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 43
Grafik 25. Cakupan KNL Berdasarkan Puskesmas di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 44
Grafik 26. Cakupan PKO dan PKN di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 45
ix
Grafik 27. Notifikasi Kasus Diare Kota Yogyakarta ... 46
Grafik 28. Proporsi kasus diare berdasar jenis kelamin Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 47
Grafik 29. Notifikasi Kasus Diare di Puskesmas Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 47
Grafik 30. Penemuan Pneumonia Balita Kota Yogyakarta ... 48
Grafik 31. Jumlah Pneumonia Balita Berdasar Jenis Kelamin ... 49
Grafik 32. Jumlah Kasus Pneumonia Balita Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 50
Grafik 33. Angka Case Notification Rate (CNR) Kasus TB Semua Type ... 51
Grafik 34. Proporsi Pasien TB Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 52
Grafik 35. Angka Keberhasilan Pengobatan TB di Kota Yogyakarta Tahun 2010 s/d 2020... 53
Grafik 36. Temuan Kasus AFP per Bulan Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 58
Grafik 37. Kasus AFP Menurut Jenis Kelamin ... 60
Grafik 38. Status Pemeriksaan Laboratorium CBMS Tahun 2020 ... 62
Grafik 39. Kejadian Memenuhi Kriteria KLB Di Kota Yogyakarta Tahun 2014-2020 ... 66
Grafik 40. Kejadian Memenuhi Kriteria KLB Per Bulan Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 66
Grafik 41. Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Puskesmas Tahun 2020 ... 67
Grafik 42. Kejadian Luar Biasa (KLB) Menurut Kecamatan Tahun 2020 ... 67
Grafik 43. Kejadian Memenuhi Kriteria KLB Tahun 2020 ... 68
Grafik 44. Distribusi Posbindu Menurut Puskesmas di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 82
Grafik 45. Distribusi Pelayanan Kesehatan Usia Produktif Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 83
Grafik 46. Distribusi Pelayanan Kesehatan ODGJ Berat Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 85
Grafik 47. Telaah Kemandirian Posyandu Kota Yogyakarta Tahun 2018 -2020 ... 100
Grafik 48. Tingkat Perkembangan Posyandu Berdasarkan Strata di Kota Yogyakarta Tahun 2018 – 2020... 100
Grafik 49 Jumlah Posyandu Aktif di Kota Yogyakarta Tahun 2018 – 2020 ... 105
Grafik 50. Pelayanan Posyandu di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 107
Grafik 51 Jumlah Kader Posyandu di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 108
Grafik 52. PHBS Tatanan Rumah Tangga Berdasarkan Indikator di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 112
Grafik 53. Capaian PHBS Tatanan Rumah Tangga Tahun 2020 ... 113
Grafik 54. Sarana Air Minum Yang di IKL Tahun 2020 ... 123
Grafik 55. Jumlah Sarana Air Minum Memenuhi Syarat Diperiksa Laboratorium Tahun 2020 ... 123
Grafik 56. Persentase TTU yang Memenuhi Syarat Tahun 2020 ... 125
x
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian Wilayah Kecamatan (di atas permukaan laut) ... 6
Tabel 2. Luas Wilayah Kota Yogyakarta Berdasarkan Kemiringan Lahan ... 7
Tabel 3. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Tahun 2015 - 2020 ... 9
Tabel 4. Persentase Penduduk Berusia 10 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Tahun 2018-2020 ... 11
Tabel 5. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016 - 2019 Dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur ... 12
Tabel 6. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2020 Dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur (Berdasar PMK No.2/2020) ... 13
Tabel 7. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 Dengan Indikator Tinggi Badan Menurut Umur ... 15
Tabel 8. Status Gizi Balita Dengan Indikator Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2016-2019 ... 18
Tabel 9. Status Gizi Balita Dengan Indikator Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2020 (Berdasar PMK No. 2/2020) ... 18
Tabel 10. Kasus Gizi Buruk Dirawat Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 19
Tabel 11. Pemberian MPASI Baduta Gakin di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 21
Tabel 12. Capaian SPM Bidang Kesehatan, Kesehatan Ibu, Bayi, Anak dan Remaja Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 39
Tabel 13. Penemuan Pasien TB Resisten Obat Tahun 2012-2020 ... 52
Tabel 14. Kasus Demam Berdarah Dengue Per Kecamatan Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 54
Tabel 15. Kasus Penyakit Malaria Per Kecamatan Di Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 55
Tabel 16. Kasus Penyakit Filariasis Per Kecamatan Di Kota Yogyakarta Tahun 2020... 56
Tabel 17. Kasus AFP Menurut Lokasi Domisili Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 ... 61
Tabel 18. Matriks Program Pengendalian Penyebaran Covid-19 Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta .. 72
xi
Tabel 19. Matriks Implementasi Pengendalian Penyebaran Covid-19
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta ... 75
Tabel 20. Pemeriksaan RT-PCR Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta ... 77
Tabel 21. Peserta Jaminan Kesehatan Penduduk Menurut Jenis Jaminan ... 87
Tabel 22. Pemanfaatan dan Realisasi Penggunaan Dana Selama Tahun 2020 ... 88
Tabel 23. Hasil Pembayaran Premi PBI Pemda ke BPJS Kesehatan ... 89
Tabel 24. Sumber Dana Kompensasi Pajak Rokok dan Cukai Hasil Tembakau... 90
Tabel 25. Jumlah Aktifasi PDPD Jamkesda ... 90
Tabel 26. Klaim Jaminan Kesehatan Berdasar Bulan Pembayaran ... 91
Tabel 27. Klaim Jaminan Kesehatan Berdasar Identitas Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ... 92
Tabel 28. Klaim Jaminan Kesehatan Berdasarkan Kegawatdaruratan Kasus 24 jam PSC 119 YES .... 92
Tabel 29. Hasil Klaim Jaminan Pelayanan Covid-19 ... 93
Tabel 30 . Hasil Klaim Pelayanan Berdasarkan Rumah Sakit... 93
Tabel 31. Hasil Klaim Pelayanan Berdasarkan Rumah Sakit ... 94
Tabel 32. Hasil Klaim Pelayanan Jaminan Persalinan ... 94
Tabel 33. Hasil Klaim Pelayanan Jampersal Berdasar Fasyankes ... 95
Tabel 34. Akreditasi Puskesmas Kota Yogyakarta Tahun 2020 ... 96
Tabel 35. Jumlah Posyandu di Kota Yogyakarta ... 98
Tabel 36. Tingkat Perkembangan Posyandu ... 99
Tabel 37 Kriteria Kelurahan Siaga ... 118
Tabel 38. Stratifikasi Kelurahan Siaga di Kota Yogyakarta ... 119
Tabel 39 Saluran Media Promosi Kesehatan Tahun 2020 ... 120
Tabel 40 Tema Media Promosi Kesehatan Tahun 2020 ... 121
Tabel 41 Media Saluran Media Promosi Kesehatan Tahun 2020... 121
Tabel 42. Jenis TTU Tahun 2020 ... 125
Tabel 43. Ketersediaan obat Kota Yogyakarta tahun 2020 ... 126
xii
Tabel 44. Distribusi obat, vaksin dan alkes di Puskesmas per-bulan tahun 2020 ... 127
Tabel 45. Distribusi obat, vaksin dan alkes berdasarkan Puskesmas tahun 2020 ... 128
Tabel 46. Perencanaan dan Serapan Obat Program Tahun 2020 ... 128
Tabel 47. Indikator Kinerja POR Tahun 2020 ... 129
Tabel 48. Pembinaan Penanggungjawab / Pemiliki Ijin PIRT Tahun 2020 ... 130
Tabel 49. Hasil Pemeriksaan Sampel Makanan dan Minuman Tahun 2020 ... 130
Tabel 50. Hasil Pengawasan Sarana Pelayanan Kefarmasian BBPOM DIY Tahun 2020 ... 131
Tabel 51. Hasil Pengawasan Post – Market PIRT Oleh BBPOM DIY ... 132
Tabel 52. Realisasi Anggaran APBD dan DAK Menurut Alokasi Belanja Tahun 2020 ... 133
Tabel 53. Jumlah Sarana Kesehatan Menurut Kepemilikan Kota Yogyakarta ... 135
Tabel 54. Alokasi Anggaran Kesehatan ... 143
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Tatalaksana Kasus Lumpuh Layuh Mendadak atau Acute Flaccid Paralysis (AFP) ... 57
Gambar 2. Target dan Temuan Kasus AFP Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020... 59
Gambar 3. Kasus AFP Berdasarkan Unit Pelapor(Penemu) Tahun 2016-2020 ... 59
Gambar 4. Kasus AFP Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2016 - 2020... 60
Gambar 5. Hasil Pemeriksaan Laboratorium CBMS (Seluruh Suspek : 122) Tahun 2020... 63
Gambar 6. Hasil Pemeriksaan Laboratorium CBMS (Domisili Kota Yogyakarta : 107) Tahun 2020 .. 63
Gambar 7. Trend Kasus Suspek Campak, Positif Campak dan Rubella Tahun 2020 ... 64
Gambar 8. Trend Kasus Suspek Campak, Positif Campak dan Rubella Tahun 2011-2020 ... 65
Gambar 9. Peran Dinas Kesehatan dan OPD Dalam Pengendalian Penyebaran Covid-19 ... 74
Gambar 10. Jumlah Kasus Suspek, Konfirmasi Covid-19 dan Sebaran Menurut Kecamatan Tahun 2020 ... 77
Gambar 11. Kasus Baru Konfirmasi Covid-19 Tahun 2020 ... 78
Gambar 12. Tren Kasus Aktif Covid-19 Bulan Oktober-Desember Tahun 2020... 78
Gambar 13. Kasus Covid-19 dan Suspek Menurut Kelurahan Tahun 2020 ... 79
Gambar 14. Kematian Covid-19 Tahun 2020... 79
Gambar 15. Kasus Covid-19 Menurut Kelompok Umur Tahun 2020 ... 80
Gambar 16. Kasus Covid-19 Menurut Status Penelusuran Tahun 2020 ... 80
Gambar 17. Kasus Covid-19 Menurut Komorbid Tahun 2020 ... 81
Gambar 18. Kasus Covid-19 dan Suspek Menurut Jenis Komorbid dan Proporsi Menurut Jenis Kelamin Tahun 2020 ... 81
Gambar 19. Jejaring Kelurahan Siaga ... 115
Gambar 20. Sebaran Klinik Menurut Kemantren Tahun 2020 ... 137
Gambar 21. Sebaran Klinik Menurut Kemantren Tahun 2020 ... 138
Gambar 22. Sebaran Apotek Menurut Kemantren Tahun 2020 ... 140
1
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan kesehatan secara umum bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap warga masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Arah kebijakan pembanguan bidang kesehatan Kota Yogyakarta mengacu pada Peraturan Daerah No. 11 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2017 – 2022 yang merupakan merupakan penjabaran visi, misi, dan program Walikota. Penjelasan Perda 11 Tahun 2017 menyebutkan bahwa kemajuan pembangunan Kota Yogyakarta perlu didukung pemberian pelayanan bermutu dan berkualitas serta mempuyai daya saing tinggi.
Dalam upaya pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kota Yogyakarta telah disusun Rencana Strategis Dinas Kesehatan (sebagai pengampu pembangunan bidang kesehatan) Tahun 2017 – 2022 yang mengacu RPJMD, Renstra Kementrian Kesehatan dan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Periode 2017-2022 ditetapkan “Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat” sebagai tujuan pembangunan kesehatan di Kota Yogyakarta dengan Indikator :
1. Penurunan Jumlah Kematian Ibu 2. Penurunan Angka Kematian Bayi
3. Penurunan Prevalensi Balita Gizi Buruk dan Kurang 4. Penurunan prevalesnsi stunting.
2
Dua sasaran ditetapkan untuk mendukung capaian tujuan ; pertama, peningkatan mutu fasilitas kesehatan dan kedua, peningkatan keluarga sehat. Dalam mewujudkan tujuan dan sasaran dilaksanakan strategi 6 strategi sebagai berikut :
1. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Dasar 2. Peningkatan Pelayanan Kesehatan Rujukan 3. Peningkatan Upaya Pelayanan Kesehatan
4. Peningkatan Regulasi dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan 5. Peningkatan Kesehatan Masyarakat
6. Peningkatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Mengacu pada tujuan, sasaran, dan strategi untuk mewujudkan sasaran organisasi dengan indikator sasaran sebagai tolok ukur keberhasilannya ditetapkan rencana program, Kegiatan Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif per-tahun. Tahun 2020 ditetapkan dan dilaksanakan Program Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sebagai berikut :
1. Program Pelayanan Kesehatan Dasar 2. Program Pelayanan Kesehatan Rujukan 3. Program Upaya Pelayanan Kesehatan
4. Program Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat
5. Program Regulasi dan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan 6. Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
7. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
8. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
9. Program Peningkatan Pengembangan Sistem pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Dari seluruh upaya atau rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu tahun, perlu adanya pencatatan, pelaporan, pengolahan data dan analisis data menjadi informasi, serta penyajian informasi dari setiap program yang ada di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
Diharapkan data dan informasi dari masing-masing setiap program dapat menjadi sumber informasi yang akurat, lengkap, tepat waktu sehingga dapat bermanfaat sebagai bahan dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan kebijakan.
3
Data maupun informasi yang dihimpun berdasarkan hasil kegiatan bidang kesehatan di wilayah Kota Yogyakarta, kemudian dirangkum menjadi sebuah dokumen “Profil Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2021” yang berisi data dan informasi kesehatan tahun 2020. Selain informasi tentang kesehatan, didukung juga dengan data kependudukan, pendidikan, keluarga berencana, serta anggarana pendapatan dan belanja daerah.
Dokumen Profil Kesehatan Kota Yogyakarta Tahun 2021 menunjukan gambaran derajat kesehatan masyarakat Kota Yogyakarta, antara lain angka kesakitan, angka kematian maupun status gizi. Selain itu juga merupakan bahan yang penting di dalam proses perencanaan, monitoring, serta evaluasi kegiatan atau program pembangunan kesehatan, khususnya di Kota Yogyakarta . Dengan demikian dapat diketahui prioritas permasalahan yang lebih dahulu perlu mendapatkan perhatian, agar kegiatannya yang dilakukan lebih efisien dan efektif.
Tabel-tabel lampiran Profil Kesehatan ini merupakan rangkuman dari penyajian data kesehatan yang ada di Kota Yogyakarta. Belum sempurnanya pengumpulan data dan dengan perangkat yang ada ternyata masih banyak data yang belum dapat kami sajikan secara lengkap namun akurasinya tetap diupayakan semaksimal mungkin. Selain itu juga adanya perubahan format pelaporan profil, penambahan beberapa tabel yang pada tahun sebelumnya belum ada juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan. Masih ada beberapa instrumen pelaporan yang belum mencantumkan item gender maupun bertambahnya data tentang penyakit tidak menular merupakan salah satu sistem yang masih dalam proses penyempurnaan.
Sistematika dalam Profil Kesehatan Kota Yogyakarta ini adalah sebagai berikut :
Bab 1 Pendahuluan Penjelasan tentang maksud dan tujuan profil kesehatan dan sistematika dari penyajian.
Bab 2 Gambaran Umum gambaran umum Kota Yogyakarta. Selain uraian tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lainnya misal kependudukan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan lingkungan.
Bab 3 Capaian Program 2020 uraian tentang indikator mengenai Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Balita, Angka Kesakitan dan Status Gizi.
4
Bab-4 : Upaya Kesehatan menguraikan tentang pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang, akses dan mutu pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat, serta keadaan lingkungan. Upaya pelayanan kesehatan yang diuraikan dalam bab ini juga mengakomodir indikator kinerja Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan serta upaya pelayanan kesehatan lainnya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Bab-5 : Sumber Daya Kesehatan menguraikan tentang sarana kesehatan, tenaga kesehatan, pembiayaan
kesehatan dan sumber daya kesehatan lainnya Bab-6 : Pembiayaan
Lampiran Lampiran data kesehatan tahun 2020
5
BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Geografis 1. Luas Wilayah
Kota Yogyakarta merupakan salah satu dari 5 Kabupaten/Kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan posisi di tengah-tengah, terletak antara 110o 20’ 41” sampai 110o 24’ 14” Bujur Timur dan 07o 45’ 57” sampai 07o 50’ 25” Lintang Selatan.
Secara administratif Kota Yogyakarta berbatasan langsung dengan 4 kabupaten lainnya ; a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Sleman
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Sleman c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bantul
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Sleman
PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA
DINAS KESEHATAN
TAHUN 2020
Kota yogyakarta Kab. Sleman Kab. Bantul
6
Kota Yogyakarta memiliki luas wilayah 32,5 km2 atau 1,02% dari luas wilayah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibagi dalam 14 wilayah kecamatan dan 45 wilayah kelurahan. Ketinggian tanah rata-rata 75 meter sampai dengan 132 meter di atas permukaan air laut. Wilayah Utara pada umumnya mempunyai permukaan tanah yang lebih tinggi dibandingkan wilayah-wilayah kecamatan di bagian Selatan. Kota Yogyakarta dilalui oleh 3 aliran sungai yang membelah kota di bagian barat, tengah dan timur ;
a. Sungai Gajah Wong yang mengalir di bagian timur kota b. Sungai Code yang mengalir di bagian tengah kota c. Sungai Winongo yang mengalir di bagian barat kota
Tabel 1. Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian Wilayah Kecamatan (di atas permukaan laut)
No Kecamatan
Luas Menurut Ketinggian (Ha)
0-25 m 25-50 m 50-100 m 100-700 m 500-1000 m
1 Mantrijeron - - 261,0000 - -
2 Kraton - - 140,0000 - -
3 Mergangsan - - 202,1050 28,8950 -
4 Umbulharjo - - 604,6456 205,3544 -
5 Kotagede - - 302,4915 4,5085 -
6 Gondokusuman - - - 399,0000 -
7 Danurejan - - - 110,0000 -
8 Pakualaman - - - 63,0000 -
9 Gondomanan - - 41,8925 70,1075 -
10 Ngampilan - - 30,7500 51,2500 -
11 Wirobrajan - - 72,4263 103,5737 -
12 Gedongtengen - - - 96,0000 -
13 Jetis - - - 170,0000 -
14 Tegalrejo - - - 291,0000 -
Jumlah (Ha) - - 1.655,3109 1.592,6891 -
Sumber : Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta
2. Kemiringan
Secara umum Kota Yogyakarta merupakan daratan dengan permukaan tanah yang datar dengan kemiringan lahan maksimum relatif datar dengan kemiringan lahan 0-2% seluas 2.790,88 hektar dan kemiringan lahan >40% seluas 10,94 Ha. Wilayah kecamatan yang
7
mempunyai kemiringan di atas 40% terluas terdapat di Kecamatan Kotagede dengan kemiringan mencapai 3,94 hektar. Luas wilayah berdasarkan kemiringan lahan per kecamatan dapat dilihat pada data sebagai berikut :
Tabel 2. Luas Wilayah Kota Yogyakarta Berdasarkan Kemiringan Lahan
Sumber : Kantor Pertanahan Kota Yogyakarta
B. Demografi
1. Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa dalam satu tahun ini terjadi kenaikan jumlah penduduk.
Pada tahun 2018 sebanyak 412.726 jiwa dan pada tahun 2019 sebanyak 416.041 jiwa sehingga mengalami kenaikan sebanyak 3.315 jiwa. Oleh sebab itu kepadatan penduduk Kota Yogyakarta juga mengalami kenaikan pada tahun 2018 dari 12.703 jiwa/km2 menjadi 12.805 jiwa/km2 pada tahun 2019.
8
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta
Grafik 1. Jumlah Penduduk Kota Yogyakarta Tahun 2015-2020
Jumlah penduduk Kota Yogyakarta dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2020 lebih banyak perempuan. Pada tahun 2020 ini, dari seluruh penduduk, jumlah perempuan sebesar 51% dari seluruh pendudukdan laki-laki sebanyak 49% atau selisih sebanyak 2,41% (9.936 jiwa).
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta
Grafik 2 Jumlah Penduduk Laki-Laki dan Perempuan di Kota Yogyakarta Tahun 2020
9
Data selengkapnya mengenai jumlah penduduk dirinci menurut laki-laki, perempuan, dan kepadatan penduduk di Kota Yogyakarta selama tahun 2015 – 2020 adalah sebagai berikut
Tabel 3. Jumlah Penduduk dan Kepadatan Penduduk Tahun 2015 - 2020
No. Uraian Tahun
2015 2016 2017 2018 2019 2020
1 Laki-Laki 199.724 200.595 201.296 201.395 203.031 202.282 2 Perempuan 209.762 210.687 211.396 211.331 213.018 212.422 3 Jumlah 409.486 411.282 412.692 412.726 416.049 414.704 4 Kepadatan* 12.603 12.655 12.702 12.703 12.805 12.760
Ket : *) jiwa/km2
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta
Dengan mengetahui jumlah penduduk di tiap kelompok umur, dapat diketahui seberapa banyak penduduk yang berpotensi sebagai beban yaitu penduduk yang belum produktif (usia 0 – 14 tahun) dan penduduk yang dianggap kurang produktif (65 tahun ke atas).
Dengan demikian dapat dihitung angka ketergantungannya (Dependency Ratio). Selain itu juga diketahui seberapa banyak usia reproduksi (15 – 49 tahun). Dilihat dari kacamata kesehatan usia produktif (15 – 64 tahun) dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatannya dan sebaliknya pada usia yang belum dan kurang produktif.
Grafik penduduk berikut ini menggambarkan besarnya usia produktif. Bila dihitung, besar Dependency Ratio di Kota Yogyakarta pada tahun 2020 ini sebesar 41, yaitu menunjukkan bahwa usia ketergantungan lebih kecil dibandingkan dengan usia produktif. Permasalahan lebih besar terdapat pada usia belum produktif daripada usia lanjut. Walaupun demikian kedua kelompok usia kurang produktif ini perlu mendapatkan perhatian lebih karena lebih rentan terhadap penyakit dan masalah kesehatan. Dilihat dari jumlah penduduk menurut jenis kelamin tidak begitu tampak perbedaannya kecuali pada usia 75 tahun ke atas. Namun dengan banyaknya wanita usia reproduktif maka diperlukan perhatian yang lebih intensif dalam rangka menurunkan angka kematian ibu, kematian neonates, dan kematian bayi.
10
0 - 4 5 - 9 10 - 14 15 - 19 20 - 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 45 - 49 50 - 54 55 - 59 60 - 64 65 - 69 70 - 74 75+
Laki-Laki 13.120 14.947 16.046 16.543 15.831 14.938 13.828 16.002 15.459 14.528 13.534 12.321 10.070 7.233 3.588 4.294 Perempuan 12.179 14.397 15.438 15.891 15.442 15.003 14.465 16.490 16.310 15.540 15.282 13.930 11.657 8.399 4.666 7.333
0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000
Sumber : Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta
Grafik 3. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur di Kota Yogyakarta Tahun 2020
2. Pendidikan
Pendidikan merupakan fakta penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tingkat pendidikan masyarakat yang lebih baik dapat berpengaruh pada peningkatan derajat kesehatan. Profil ini juga menyajikan data tingkat pendidikan masyarakat dan jumlah melek huruf pada usia 15 tahun keatas. Jumlah penduduk melek huruf di Kota Yogyakarta dilaporkan sudah mencapai 100% dari seluruh jumlah penduduk berusia 15 tahun keatas.
Adapun jumlah penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah sebanyak 328.577 jiwa. Apabila dilihat pendidikannya untuk tingkat S2/S3 menunjukkan bahwa laki-laki mempunyai tingkat pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan. Jumlah penduduk laki-laki yang tamat S2/S3 lebih banyak, sedangkan jumlah penduduk yang tamat SMA lebih banyak pada perempuan.
11
Tabel 4. Persentase Penduduk Berusia 10 Tahun Ke Atas Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan Tahun 2018-2020
No Variabel Jumlah Persentase
L P L+P L P L+P
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas
158.169 170.408 328.577 2 Penduduk Berumur 15 Tahun Ke
Atas Yang Melek Huruf
158.169 170.408 328.577 100 100 100 3 Persentase Pendidikan Tertinggi
Yang Ditamatkan
a. Tidak Memiliki Ijazah SD 8.594 11.263 19.857 5,4 6,6 6,0
b. SD/M I 18.069 22.363 40.432 11,4 13,1 12,3
c. SMP/MTs 25.177 26.683 51.860 15,9 15,7 15,8
d. SMA/MA/SMK 61.401 61.853 123.254 38,8 36,3 37,5
e. Diploma I/Diploma II 1.163 1.937 3.100 0,7 1,1 0,9
f. Akademi/Diploma III 8.427 11.263 19.690 5,3 6,6 6,0
g. S1/ Diploma IV 30.898 31.582 62.480 19,5 18,5 19,0
h. S2/S3 (Master/Doktor) 4.440 3.464 7.904 2,8 2,0 2,4
Sumber : Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Yogyakarta
12
BAB III
CAPAIAN PROGRAM 2020
A. Status Gizi Masyarakat 1. Status Gizi Balita
Pemantauan Status Gizi Balita Kota Yogyakarta dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun pada bulan Februari dan Agustus. Pemantauan bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi status gizi balita dengan indikator berat badan menurut umur (BB/U), indikator panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U), dan indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). Status Gizi Balita dengan indikator berat badan menurut umur (BB/U). Pemantauan Status Gizi Balita dengan indikator berat badan menurut umur (BB/U) periode 2016 - 2019 tertuang dalam Tabel 5. Tahun 2020 terjadi perubahan kategori Status Gizi Berat Badan menurut Umur (BB/U) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U). PMK Nomor 2/2020 menetapkan 4 kategori Status Gizi Berat Badan menurut Umur (BB/U) ; berat badan sangat kurang, berat badan kurang, berat badan normal, dan risiko berat badan lebih. Tren status gizi berdasarkan indeks BB/U menurut PMK Nomor 2/2020 tertuang dalam Tabel 5.
Tabel 5. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016 - 2019 Dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur
No Status Gizi 2016 2017 2018 2019
Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%)
1 Gizi Lebih 650 4,3 605 4,0 531 3,7 456 3,3
2 GIzi Baik 13052 86,6 13093 88,0 12705 87,8 12297 88,3
3 Gizi Kurang 1231 8,2 1136 7,6 1102 7,6 1056 7,6
4 Gizi Buruk 141 0,9 120 0,8 133 0,9 122 0,9
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Puskesmas
13
Tabel 6. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2020 Dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur (Berdasar PMK No.2/2020)
4,3 4,05 3,67 3,27
10,6
8,17 7,6 7,62 7,58 9
0,94 0,8 0,92 0,88 1,74
2016 2017 2018 2019 2020
BB Risiko Lebih
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Puskesmas
Grafik 4. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 dengan Indikator Berat Badan Menurut Umur (BBU)
Berat badan kurang (underweight) adalah kategori status gizi berdasarkan Berat Badan menurut Umur (BB/U) dengan Z-score < -2 SD (BB sangat kurang dan BB kurang). Target prevalensi balita BB sangat kurang <1%, balita BB kurang <5%, dan balita BB risiko lebih
<2,5%. Berdasarkan grafik di atas, prevalensi balita BB sangat kurang, BB kurang, dan BB risiko lebih belum mencapai target. Prevalensi BB sangat kurang dan BB kurang lebih tinggi dari target yang ditetapkan, beberapa faktor yang berkaitan tingginya prevalensi tersebut adalah :
No Status Gizi 2020
Jml (%)
1 Risiko BB Lebih 1277 10,6
2 BB Normal 9475 78,65
3 BB Kurang 1084 9
4 BB Sangat Kurang 210 1,74
14 a. Perilaku dan sikap masyarakat
1) Pola makan (frekuensi makan kurang, rendahnya kualitas makanan selingan, jarang mengkonsumsi lauk hewani)
2) Pola asuh (pemberian makan yang kurang tepat baik kualitas maupun kuantitas, ibu balita merasa tidak ada masalah dengan balita yang berat badannya kurang, menyerahkan pengasuhan sepenuhnya kepada orang lain, adanya masalah intern rumah tangga yang berdampak terhadap pengasuhan anak, penggunaan gadget) 3) Sanitasi
b. Penyakit penyerta ; TB, jantung, kelainan tumbuh kembang, kelainan kongenital c. Pelaksanaan kegiatan
1) Promosi gizi seimbang dan PMBA belum optimal 2) Penyuluhan di posyandu belum berjalan dengan baik
3) Tumbuh kembang balita tidak terpantau secara rutin pada masa pandemic covid.
Pemantauan pertumbuhan pada tahun 2020 efektif di bulan Januari- Maret, selanjutnya tidak berjalan pada bulan April-Juli. Bulan Agustus - Desember 2020 aktifitas pemantauan dilakukan dengan terbatas dan dengan metode yang disesuaikan pada kondisi wilayah :
a) Metode pemantauan pertumbuhan mandiri yang dilakukan oleh orang tua balita, kemudian hasilnya disetorkan ke kader
b) Metode posyandu mobil : kader keliling ke rumah-rumah balita
c) Metode posyandu konvensional : kedatangan balita dijadwal, waktu dibatasi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan
Perubahan definisi operasional terhadap status gizi (dengan PMK No. 2/2020), menunjukkan perubahan pada besaran prevalensi BB normal yang menurun dan prevalensi risiko BB lebih yang meningkat (sebelumnya nilai Z-score > + 2 SD termasuk kategori gizi lebih, sedangkan tahun 2020 nilai Z-score > + 1 SD termasuk kategori risiko BB lebih), risiko BB lebih berkaitan dengan :
a. Perilaku dan sikap masyarakat ; pola asuh, Pola makan dan Mindset “gemuk itu sehat”
b. Aktivitas anak kurang (di masa pandemi, aktivitas anak di luar rumah sangat dibatasi)
15
2. Status gizi balita berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U).
Status gizi balita berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan kategori pendek, sangat pendek dan stunting pada tahun 2020 meningkat dibandingkan pada tahun 2019, Tabel 3 dan Grafik 2. Kondisi tersebut menjadikan permasalahan kesehatan yang harus ditangani seiring dengan tatalaksana pengendalian Covid-19
Tabel 7. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 Dengan Indikator Tinggi Badan Menurut Umur
S
Sumber data : Laporan Pemantauan Status Gizi (PSG) Puskesmas
1,0 0,5 0,4 0,5 1,3
4,9
4,5 4,9 4,5
5,6
7,8 7,4 6,8
5,5
16,8
2016 2017 2018 2019 2020
Gizi Buruk (%) Gizi Kurang (%) Gizi Lebih(%)
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi (PSG) Puskesmas
Grafik 5. Status Gizi Balita Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020 dengan Indikator Tinggi Badan Menurut Umur No. Status
Gizi
2016 2017 2018 2019 2020
Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%) Jml (%)
1. Tinggi 485 3,0 307 2,1 316 2,2 194 1,4 57 0,5 2. Normal 13397 83,0 11981 83,6 12238 85,0 12103 87,3 10141 85,2 3. Pendek 1645 10,2 1589 11,1 1513 10,5 1340 9,7 1366 11,5 4. Sangat
Pendek 499 3,1 441 3,1 334 2,3 227 1,6 340 2,9
16
Stunting adalah kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan/Tinggi Badan menurut Umur (PB/U atau TB/U) dengan Z-score < -2 SD (pendek dan sangat pendek) dan target nasional balita stunting < 20%. Stunting merupakan masalah gizi yang bersifat kronis yang disebabkan oleh banyak faktor baik dari masalah kesehatan maupun di luar kesehatan dan berlangsung lama. Stunting berdampak pada gangguan kognitif dan resiko menderita penyakit degeneratif pada usia dewasa.
Prevalensi balita pendek sebesar dan sangat pendek (stunting) di Kota Yogyakarta tahun 2020 meningkat dibanding tahun 2019. Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi
dan pola asuh yang salah terutama di masa-masa 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Hal demikian berkaitan dengan :
a. Rendahnya pengetahuan ibu atau pengasuh tentang PMBA.
b. Penyakit infeksi berulang sebagai faktor stunting pada balita
Upaya-upaya pencegahan yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan puskesmas : a. Suplementasi Tablet Tambah Darah untuk remaja putri di sekolah disertai dengan
Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) tentang anemia, pentingnya TTD, gizi seimbang, PHBS, Germas
b. Pelaksanaan kelas calon pengantin, skrining kesehatan calon pengantin di puskesmas ; pemeriksaan Hb, golongan darah, gula darah, HIV, Hepatitis
c. Suplementasi Asam Folat calon prengantin (Catin) sebanyak 90 tablet d. Konseling gizi untuk calon pengantin, ibu hamil, dan ibu menyusui e. Kelas ibu di tiap puskesmas
f. ANC Terpadu minimal 6 kali selama kehamilan (trimester 1 : 2 kali, trimester 2 : 1 kali, trimester 3 : 3 kali), meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, konseling, suplementasi TTD dan asam folat
g. Pemberian makanan tambahan (PMT Pemulihan) bagi ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) dan PMT penyuluhan untuk ibu hamil anemia
h. Suplementasi vitamin A dosis tinggi sebanyak 2 kapsul dan TTD sebanyak 40 tablet untuk ibu nifas
i. KB pasca salin
j. Promosi dan konseling Pemberian Makan pada Bayi dan Anak (PMBA)
17
k. Optimalisasi kegiatan kelas ibu balita dan KP-Ibu
l. Optimalisasi kader yang sudah dilatih PMBA (di meja 4 posyandu) m. Tatalaksana gizi buruk akut
n. Pemberian makanan tambahan pemulihan bagi anak gizi kurang akut o. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan
p. Suplementasi kapsul vitamin A, suplementasi zink untuk pengobatan diare q. Pencegahan kecacingan
3. Status gizi balita berdasarkan indikator Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Wasting merupakan masalah gizi yang bersifat akut yang berkaitan dengan asupan yang kurang atau penyakit infeksi. Wasting berdampak pada gangguan pertumbuhan pada anak.
Wasting adalah kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang/Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB) dengan Z-score < -2 SD (gizi buruk dan gizi kurang).
Tahun 2020 terjadi perubahan kategori Status Gizi Berat Badan menurut Panjang/Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020. Sebelum tahun 2020, indeks BB/TB digunakan untuk menentukan kategori sangat kurus, kurus, normal, dan gemuk. Tahun 2020 kategori berubah menjadi gizi buruk, gizi kurang, gizi baik (normal), risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas.
Status gizi baik (normal) mengalami perubahan karena perubahan definisi operasional dengan. Sebelum tahun 2020, termasuk dalam status gizi baik adalah nilai Z-score -2 SD sampai dengan +2 SD, tahun 2020 termasuk status gizi baik adalah balita dengan nilai Z- score -2 SD sampai dengan +1 SD. Prevalensi balita gizi buruk dan gizi kurang Kota Yogyakarta tahun 2020 sebesar 6,87%, (target nasional < 5%) atau di atas nilai nasional.
18
Tabel 8. Status Gizi Balita Dengan Indikator Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2016-2019
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Puskesmas
Grafik 5 menunjukkan cakupan balita gizi buruk, gizi kurang, dan gizi lebih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kasus gizi lebih di tahun 2020 digambarkan dengan prevalensi risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas. Perubahan definisi operasional menjadikan perubahan kasus gizi lebih di tahun 2020. Periode sebelum tahun 2020 disebutkan sebagai kasus gizi lebih jika nilai Z-score > + 2 SD, pada tahun 2020, nilai Z- score > + 1 SD dimasukkan dakam risiko gizi lebih.
Tabel 9. Status Gizi Balita Dengan Indikator Berat Badan
Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2020 (Berdasar PMK No. 2/2020)
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi Puskesmas
No. Status Gizi 2016 2017 2018 2019
Juml (%) Juml (%) Juml (%) Juml (%) 1. Sangat
Kurus 144 1,0 70 0,5 55 0,4 73 0,5
2. Kurus 706 4,8 638 4,4 710 4,9 635 4,6
3. Normal 12462 85,9 12560 87,6 12628 87,9 12329 88,9
4. Gemuk 126 7,8 1066 7,4 978 6,8 831 6,0
No. Status Gizi 2020
Juml (%)
1. Gizi Buruk 150 1,26
2. Gizi Kurang 668 5,61
3. Gizi Baik 9073 76,35
4. Risiko Gizi Lebih 1122 9,45
5. Gizi Lebih 496 4,17
6. Obesitas 375 3,15
19
1,0 0,5 0,4 0,5 1,3
4,9
4,5 4,9 4,5
5,6
7,8 7,4
6,8
5,5
16,8
2016 2017 2018 2019 2020
Gizi Buruk (%) Gizi Kurang (%) Gizi Lebih(%)
Sumber : Laporan Pemantauan Status Gizi (PSG) Puskesmas
Grafik 6. Status Gizi Balita dengan Indikator Berat Badan Menurut Tinggi Badan Kota Yogyakarta Tahun 2016-2020
Tabel 10. Kasus Gizi Buruk Dirawat Di Kota Yogyakarta Tahun 2020
No. Puskesmas Kasus Gizi Buruk
Prosentase Jumlah Dirawat
1 Danurejan1 6 6 100%
2 Danurejan 2 2 2 100%
3 Gondokusuman 1 18 18 100%
4 Gondokusuman 2 9 9 100%
5 Gondomanan 9 9 100%
6 Gedongtengan 11 11 100%
7 Jetis 16 16 100%
8 Kotagede 1 7 7 100%
9 Kotagede 2 5 5 100%
10 Kraton 17 17 100%
11 Mergangsan 1 1 100%
12 Mantrijeron 4 4 100%
13 Ngampilan 1 1 100%
14 Pakualaman 0 0 -
15 Tegalrejo 4 4 100%
16 Umbulharjo 1 35 35 100%
17 Umbulharjo 2 2 2 100%
18 Wirobrajan 9 9 100%
Kota Yogyakarta 156 156 100%
Sumber : Laporan PWS Gizi Puskesmas Tahun 2020
20
DN 1
DN 2
GK 1
GK
2 GM GT JT KG 1
KG
2 KT MG MJ NG PA TR UH 1
UH 2 WB Gizi Buruk 6 2 18 9 9 11 16 7 5 17 1 4 1 0 4 35 2 9 Dirawat 6 2 18 9 9 11 16 7 5 17 1 4 1 0 4 35 2 9
0 5 10 15 20 25 30 35 40
Sumber : Laporan PWS Gizi Puskesmas Tahun 2020
Grafik 7. Kasus Gizi Buruk Dirawat di Kota Yogyakarta Tahun 2020 4. Upaya Penanganan Gizi Buruk di Kota Yogyakarta
Balita dengan tanda klinis gizi buruk dan atau indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) dengan nilai Z-score < -3 SD dikategorikan sebagai kasus balita gizi buruk. Penanganan kasus gizi buruk di Kota Yogyakarta dilakukan dengan upaya ;
a. Menurunkan angka balita gizi buruk
Salah satu upaya untuk menurunkan angka balita gizi buruk di Kota Yogyakarta pada tahun 2020 adalah dengan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) kepada anak Bawah Dua Tahun (Baduta) dari keluarga miskin. Pemberian MP-ASI kepada baduta gakin membantu mengurangi angka kejadian gizi buruk di Kota Yogyakarta
21
Tabel 11. Pemberian MPASI Baduta Gakin di Kota Yogyakarta Tahun 2020
No Puskesmas
Jumlah Baduta Gakin
Persentase Sasaran Mendapat (%)
MP ASI
1 Danurejan I 21 21 100
2 Danurejan II 68 68 100
3 Gedongtengen 25 25 100
4 Gondokusuman I 42 42 100
5 Gondokusuman II 26 26 100
6 Gondomanan 152 0 0
7 Jetis 132 60 45.4
8 Kotagede I 64 64 100
9 Kotagede II 20 20 100
10 Kraton 24 6 25
11 Mantrijeron 22 22 100
12 Mergangsan 90 90 100
13 Ngampilan 20 20 100
14 Pakualaman 27 27 100
15 Tegalrejo 155 58 37.4
16 Umbulharjo I 13 13 100
17 Umbulharjo II 47 47 100
18 Wirobrajan 20 20 100
KOTAYOGYAKARTA 968 629 64,98
Sumber : Laporan PWS Gizi Puskesmas Tahun 2020
b. Perawatan balita gizi buruk
Setiap temuan gizi buruk di Kota Yogyakarta dilakukan perawatan (Permenkes Nomor 347/Menkes/IV/2008). Aktifitas surveilans gizi dilakukan untuk menjaring dan menemukan kasus gizi buruk di wilayah untuk diberikan perawatan.
Jumlah kasus balita gizi buruk yang mendapatkan perawatan di Kota Yogyakarta pada tahun 2019 yaitu sebanyak 84 anak dan pada tahun 2020 meningkat dua kali lipat menjadi 156 anak. Wilayah puskesmas dengan jumlah gizi buruk terbanyak di Puskesmas Umbulharjo 1 yaitu sejumlah 35 anak.
Di Kota Yogyakarta semua kasus gizi buruk (156 kasus) telah mendapatkan perawatan baik di puskesmas maupun di Rumah Pemulihan Gizi Kota Yogyakarta, sesuai dengan target sebesar 100%