• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

12 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Tugas dan fungsi serta susunan organisasi Badan Kepegawaian dan Diklat mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang dijabarkan dengan Peraturan Walikota Nomor 71 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 47 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Kepegawaian Dan Diklat Kota Surabaya.

2.1.1 Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah

Mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016, tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, yang dijabarkan dengan Peraturan Walikota Nomor 71 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 47 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Kepegawaian Dan Diklat Kota Surabaya, Badan Kepegawaian dan Diklat merupakan unsur penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan.

Badan Kepegawaian dan Diklat dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi :

1. penyusunan kebijakan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

2. pelaksanaan tugas dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan tugas dukungan teknis sesuai dengan lingkup tugasnya;

4. pembinaan teknis penyelenggaraan fungsi-fungsi penunjang Urusan Pemerintahan Daerah sesuai dengan lingkup tugasnya;

5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2)

13 a) Sekretariat

Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang kesekretariatan yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugasnya sekretariat mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi penyusunan perencanaan program, anggaran dan perundang-undangan

b. Pelaksanaan pengelolaan dan pelayanan administrasi umum dan administrasi perizinan/non perizinan/rekomendasi;

c. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian;

d. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan;

e. Pelaksanaan penatausahaan Barang Milik Daerah;

f. Pelaksanaan urusan rumah tangga, dokumentasi, hubungan masyarakat dan protokol;

g. Pengelolaan pengelolaan kearsipan dan perpustakaan;

h. Pelaksanaan Koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas bidang;

i. Pelaksanaan pembinaan organisasi dan ketatalaksanaan;

j. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas;

k. Pelaksanaan perhitungan pelaporan indikator kinerja sekretariat yang tertuang dalam dokumen perencanaan strategis;

l. Pelaksanaan koordinasi pelaporan indikator kinerja badan yang tertuang dalam dokumen perencanaan strategis;

m. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala badan sesuai tugas dan fungsinya.

b) Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja Pegawai

Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja Pegawai mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas di bidang pengembangan dan penilaian kinerja pegawai yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan

(3)

14 tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugasnya Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja Pegawai mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan penyusunan rencana program dan petunjuk teknis di bidang pengembangan pegawai dan penilaian kinerja pegawai;

b. pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang pengembangan pegawai dan bidang penilaian kinerja pegawai;

c. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang pengembangan pegawai dan bidang penilaian kinerja pegawai ; d. pelaksanaan perencanaan formasi, karir dan diklat Sumber Daya Manusia

Aparatur;

e. pelaksanaan penyusunan formasi Aparatur Sipil Negara pada setiap tahun anggaran;

f. pelaksanaan pengusulan formasi Aparatur Sipil Negara pada setiap tahun anggaran;

g. pelaksanaan pengadaan Aparatur Sipil Negara;

h. pelaksanaan pengusulan penetapan Nomor Induk Pegawai;

i. pelaksanaan perumusan kebijakan pengangkatan Aparatur Sipil Negara;

j. pelaksanaan pemutakhiran data Aparatur Sipil Negara;

k. pelaksanaan peningkatan wawasan pegawai;

l. pelaksanaan pemberian ijin dan tugas belajar;

m. pelaksanaan analisa penilaian kinerja pegawai;

n. pelaksanaan penyusunan laporan pelaksanaan penilaian kinerja pegawai;

o. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian;

p. pelaksanaan pengusulan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya;

q. pelaksanaan kegiatan Sumpah dan Janji Pegawai Negeri Sipil;

r. pelaksanaan monitoring di bidang pengembangan pegawai;

s. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

t. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang penilaian kinerja pegawai;

u. pelaksanaan pelaporan;

v. pelaksanaan tugas- indikator kinerja bidang yang tertuang dalam dokumen perencanaan strategis tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(4)

15 c) Bidang Pembinaan, Mutasi dan Promosi Pegawai

Bidang Pembinaan, Mutasi dan Promosi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang pembinaan, mutasi dan promosi pegawai yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugasnya Bidang Pembinaan, Mutasi dan Promosi Pegawai mempunyai fungsi :

a. penyusunan rencana program dan petunjuk teknis di bidang pembinaan, mutasi dan promosi pegawai;

b. pelaksanaan rencana program dan petunjuk teknis di bidang pembinaan, mutasi dan promosi pegawai;

c. pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain di bidang pembinaan, mutasi dan promosi pegawai;

d. pelaksanaan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah;

e. pelaksanaan pemrosesan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah menjadi Pegawai Negeri Sipil Daerah;

f. pelaksanaan pemrosesan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah menjadi golongan ruang I/b s/d III/d;

g. pelaksanaan pengusulan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Daerah menjadi golongan ruang IV/a ke atas;

h. pelaksanaan pemrosesan pengangkatan dan pemberhentian pejabat fungsional;

i. pelaksanaan pemrosesan perpindahan Pegawai Negeri Sipil antar Perangkat Daerah dan antar Daerah/Instansi;

j. pelaksanaan pemrosesan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Aparatur Sipil Negara, kecuali pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Sekretaris Daerah;

k. pelaksanaan pengusulan pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian Sekretaris Daerah;

l. pelaksanaan pemrosesan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah golongan ruang III/d ke bawah dan pemberhentian sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah;

(5)

16 m. pelaksanaan pengusulan penetapan kenaikan pangkat anumerta dan

pengabdian;

n. pelaksanaan pemrosesan pemberhentian sementara Pegawai Negeri Sipil Daerah untuk golongan ruang III/d ke bawah;

o. pelaksanaan kegiatan terkait penegakan disiplin Pegawai Negeri Sipil;

p. pelaksanaan pembinaan, evaluasi dan pelaporan terkait disiplin Pegawai Negeri Sipil;

q. pelaksanaan pemrosesan pemberhentian/pembebasan sementara dari jabatan negeri bagi semua Pegawai Negeri Sipil Daerah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

r. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepegawaian;

s. pelaksanaan Evaluasi dan Pemrosesan Perpanjangan Tenaga Harian Lepas;

t. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian disiplin Pegawai Negeri Sipil;

u. pemrosesan penerbitan Surat Pemberitahuan Kenaikan Gaji Berkala;

v. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian di bidang pembinaan, mutasi dan promosi pegawai;

w. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

x. pelaksanaan pelaporan indikator kinerja bidang yang tertuang dalam dokumen perencanaan strategis;

y. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

d) Bidang Asesmen dan Diklat

Bidang Asesmen dan Diklat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan di bidang asesmen dan diklat yang meliputi menyusun dan melaksanakan rencana program dan petunjuk teknis, melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan lembaga dan instansi lain, melaksanakan pengawasan dan pengendalian, melaksanakan evaluasi dan pelaporan, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam melaksanakan tugasnya Bidang Asesmen dan Diklat mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Pelaksanaan asesmen bagi aparatur pemerintahan;

b. Pelaksanaan pembentukan asesmen center aparatur pemerintah;

(6)

17 c. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan struktural bagi aparatur

pemerintah;

d. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan teknis dan fungsional bagi aparatur pemerintah;

e. Pelaksanaan penyusunan laporan kegiatan diklat;

f. Pelaksanaan evaluasi dampak diklat;

g. Pelaksanaan penyusunan laporan evaluasi dampak diklat;

h. Pelaksanaan perhitungan pelaporan indikator kinerja bidang yang tertuang dalam dokumen perencanaan strategis;

i. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2.1.2 Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Peraturan Walikota Surabaya Nomor 47 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Walikota Surabaya Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Badan Kepegawaian Dan Diklat Kota Surabaya, Susunan Organisasi Badan Kepegawaian dan Diklat terdiri atas :

1. Badan

2. Sekretariat, Membawahi :

a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian b. Sub Bagian Keuangan

3. Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja Pegawai, membawahi : a. Sub Bidang Pengembangan Pegawai

b. Sub Bidang Penilaian Kinerja Pegawai c. Sub Bidang Pengelolaan Data Pegawai

4. Bidang Pembinaan, Mutasi dan Promosi Pegawai, membawahi:

a. Sub Bidang Pembinaan Pegawai

b. Sub Bidang Mutasi dan Promosi Pegawai 5. Bidang Asesmen dan Diklat, membawahi :

a. Sub Bidang Asesmen b. Sub Bidang Diklat 6. UPTB

7. Kelompok Jabatan Fungsional

Sedangkan bagan susunan organisasi Badan Kepegawaian dan Diklat adalah sebagai berikut :

(7)

18 Gambar 2.1

Struktur Organisasi Badan Kepegawaian dan Diklat

(8)

19 2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah

2.2.1 Komposisi Pegawai

Secara keseluruhan jumlah pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya sampai dengan September 2019 sebanyak 72 orang, dengan komposisi pegawai menurut kedudukan dalam organisasi Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya adalah sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1

Komposisi Pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya

No Kedudukan dalam Organisasi Komposisi Pegawai Laki-

laki

Perempuan Jumlah

1 Badan Kepegawaian dan Diklat

Kepala Badan 1 1

2 Sekretariat

Sekretaris - - -

Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kepala Sub Bagian Umum dan

Kepegawaian

1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 3 2 5

Staf Tenaga Kontrak 8 2 10

Sub Bagian Keuangan

Kepala Sub Bagian Keuangan 1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 1 1 2

Staf Tenaga Kontrak 1 1

3 Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja Pegawai Kepala Bidang Pengembangan dan

Penilaian Kinerja Pegawai

1 1

Sub Bidang Pengembangan

Kepala Sub Bidang Pengembangan - - -

Staf Pegawai Negeri Sipil 2 2

Staf Tenaga Kontrak

Sub Bidang Penilaian Kinerja Pegawai Kepala Sub Bidang Penilaian Kinerja Pegawai

1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 1 1

Staf Tenaga Kontrak 6 6

Sub Bidang Pengelolaan Data Pegawai Kepala Sub Bidang Pengelolaan Data Pegawai

1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 1 1

Staf Tenaga Kontrak 1 2 3

4 Bidang Pembinaan, Mutasi dan Promosi Pegawai Kepala Bidang Pembinaan, Mutasi

dan Promosi Pegawai

1 1

Sub Bidang Pembinaan Pegawai Kepala Sub Bidang Pembinaan Pegawai

1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 2 2

Staf Tenaga Kontrak 2 2

(9)

20 No Kedudukan dalam Organisasi Komposisi Pegawai

Laki- laki

Perempuan Jumlah

Sub Bidang Mutasi dan Promosi Pegawai Kepala sub Bidang Mutasi dan

Promosi Pegawai

1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 4 4 8

Staf Tenaga Kontrak 3 1 4

5 Bidang Asesmen dan Diklat

Kepala Bidang Asesmen dan Diklat 1 1

Sub Bidang Asesmen

Kepala Sub Bidang Asesmen 1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 2 2

Staf Tenaga Kontrak 2 2

Sub Bidang Diklat

Kepala Sub Bidang Diklat 1 1

Staf Pegawai Negeri Sipil 4 2 6

Staf Tenaga Kontrak 1 1

6 Kelompok Jabatan Fungsional

Widyaiswara 1 1 2

TOTAL 47 25 72

Berdasarkan tabel di atas, dari 72 pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat sebanyak 47 orang laki-laki dan 25 orang perempuan, dengan jumlah pejabat struktural sebanyak 12 orang, staf Pegawai Negeri Sipil (jfu) sebanyak 29 orang, JFT sebanyak 2 orang dan tenaga kontrak sebanyak 29 orang.

Proporsi kepegawaian Badan Kepegawaian dan Diklat disajikan dalam Gambar 2.2 berikut :

Gambar 2.2

Proporsi Kepegawaian Badan Kepegawaian dan Diklat

(10)

21 Berdasarkan klasifikasi tingkat pendidikan, dapat dijelaskan sebagai berikut:

 Pegawai Negeri Sipil (PNS), terdapat

Pendidikan S3 : 1 Orang

Pendidikan S2 : 7 Orang

Pendidikan S1 : 18 Orang

Pendidikan Diploma III : 2 Orang Pendidikan Diploma I : 1 Orang

Pendidikan SMA/SMK : 11 Orang

Pendidikan SMP : 3 orang

 Tenaga Kontrak, terdapat

Pendidikan S1 : 12 Orang

Diploma IV : 1 Orang

Pendidikan SMA/SMK : 16 Orang

2.2.2 Aset/Modal dan Unit Usaha yang Dimiliki Perangkat Daerah

Badan Kepegawaian dan Diklat sebagai unsur penunjang Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah di bidang kepegawaian, pendidikan, dan pelatihan didukung dengan adanya aset dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dalam tugasnya untuk melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang kepegawaian, Badan Kepegawaian dan Diklat memiliki aset sebagai berikut :

1. Tanah dan bangunan Kantor Pemerintah;

2. Gedung Diklat di Prigen;

3. Jaringan instalasi yang tersambung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika;

4. Sarana penunjang pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat, seperti komputer (PC) dan printer yang memadai, mesin fotocopy, kelengkapan ruang rapat seperti meja rapat, kursi rapat, LCD projector, serta mebeulair lainnya dan kendaraan bermotor;

5. Prasarana/infrastruktur penunjang pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat, seperti ruang rapat sebanyak 2 ruang rapat, yaitu Ruang Rapat Badan Kepegawaian dan Diklat dan Ruang Rapat Ka. BKD, di mana Ruang Rapat Badan Kepegawaian dan Diklat memiliki kapasitas sampai dengan 60 orang dan ruang rapat Ka. BKD memiliki kapasitas 15 orang.

(11)

22 Badan Kepegawaian dan Diklat tidak memiliki unit usaha mandiri, seperti koperasi Badan Kepegawaian dan Diklat untuk mendukung dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Seluruh pegawai Badan Kepegawaian dan Diklat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam Koperasi Pegawai Republik Indonesia Pemerintah Kota Surabaya.

2.3 Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Untuk merumuskan faktor-faktor penting dalam merencanakan tujuan dan sasaran Badan Kepegawaian dan Diklat pada penyusunan perubahan Renstra 2016-2021, maka pengukuran kinerja Badan Kepegawaian dan Diklat pada Renstra 2016-2021 sebelum perubahan penting untuk dilakukan. Dengan mengukur capaian tujuan dan sasaran pada Renstra 2016-2021 sebelum perubahan, akan didapatkan rumusan potensi dan permasalahan Badan Kepegawaian dan Diklat untuk dipertimbangkan dalam penyusunan Perubahan Renstra 2016-2021.

Kinerja Badan Kepegawaian dan Diklat juga diukur terhadap target program yang tertuang dalam RPJMD Kota Surabaya Tahun 2016-2021 maupun Renstra Badan Kepegawaian dan Diklat Tahun 2016-2021 sebelum perubahan.

Pencapaian Kinerja Badan Kepegawaian dan Diklat untuk periode Renstra 2016- 2021 sebelum perubahan dijelaskan pada Tabel 2.2 (T-C.23).

Berdasarkan tabel 2.2 (T-C.23) dapat disimpulkan bahwa sebagian besar kinerja Badan Kepegawaian dan Diklat tercapai dengan baik. Hal ini karena Badan Kepegawaian dan Diklat selalu melakukan perbaikan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Sesuai tugas dan fungsinya secara garis besar jenis pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat yang dapat diberikan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Kota Surabaya, masyarakat maupun pengguna layanan lainnya, antara lain:

1. Pelayanan proses administrasi penetapan kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil;

2. Pelayanan Mutasi Pegawai Negeri Sipil;

3. Pelayanan pemberian cuti Pegawai Negeri Sipil;

4. Pelayanan Peninjauan Masa Kerja;

5. Pelayanan Pemberian Pensiun Pegawai Negeri Sipil dan Pensiun Janda/Duda Pegawai Negeri Sipil;

6. Pelayanan Penugasan Pegawai Negeri Sipil mengikuti Pendidikan dan Pelatihan;

7. Pelayanan proses administrasi ijin belajar dan tugas belajar;

(12)

23 8. Pelayanan pemberian penghargaan (satya lencana) bagi Pegawai Negeri

Sipil yang memenuhi persyaratan masa kerja;

9. Pelayanan fasilitasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP);

10. Pelayanan Data Pegawai Negeri Sipil;

11. Pelayanan proses administrasi Kartu Pegawai Negeri Sipil;

12. Pelayanan proses administrasi Penerbitan Kartu Isteri/Kartu Suami Pegawai Negeri Sipil;

13. Fasilitasi pengangkatan, pemindahan dan pemberhentian PNS;

14. Pelayanan konsultasi, penyuluhan dan sosialisasi peraturan perundang- undangan terkait kepegawaian;

15. Pembinaan kepegawaian, dan

16. Pelayanan administrasi lainnya terkait kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kinerja pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat selain ditinjau dari capaian kinerja berdasarkan indikator kinerja tujuan, sasaran dan program, juga dapat ditinjau dari anggaran dan realisasi pendanaan. Pencapaian penyerapan anggaran Badan Kepegawaian dan Diklat untuk periode Renstra 2016-2021 sebelum perubahan dijelaskan pada Tabel 2.3 (T-C.24).

(13)

24 Tabel 2.2 (T-C.23)

Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya

No Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi

Target SPM

Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun

2016 2017 2018 2016 2017 2018 2016 2017 2018

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

1 Persentase aparatur (struktural & non struktural) yang kompeten

N/A 61,83% 69,69% N/A 58.38% 67.22% N/A 94.42% 96.46%

2 Tingkat capaian keberhasilan

pelaksanaan program

N/A 90,84% 91,53% N/A 100% 100% N/A 110.08% 109.25%

3 Tingkat Kepuasan Pelayanan Kedinasan

N/A 76% 77% N/A 85.74% 84.55% N/A 112.82% 109.81%

4 Indeks kepuasan SKPD terhadap pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana perkantoran

N/A 62% 64% N/A 83.28% 83.68% N/A 134.32% 130.75%

5 Persentase terlaksananya peningkatan

kompetensi aparatur

N/A 85.71% 85.71% N/A 100% 100% N/A 116.67% 116.67%

(14)

25 No Indikator Kinerja sesuai

Tugas dan Fungsi

Target SPM

Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun

2016 2017 2018 2016 2017 2018 2016 2017 2018

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

6 Persentase kesesuaian pelaksanaan Kegiatan terhadap parameter perencanaan pada Operational Plan

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

7 Persentase Kinerja Pengelolaan Sarana, Prasarana, dan Administrasi

Perkantoran Perangkat Daerah

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

8 Persentase penanganan disiplin aparatur

wilayah I

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

9 Persentase penanganan disiplin aparatur

wilayah II

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

10 Persentase penanganan disiplin aparatur

wilayah III

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

11 Persentase pejabat struktural yang mengikuti diklat struktural

N/A 88.08% 90.33% N/A 71.91% 78.24% N/A 81.64% 86.62%

(15)

26 No Indikator Kinerja sesuai

Tugas dan Fungsi

Target SPM

Target IKK

Target Indikator

Lainnya

Target Renstra Tahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun

2016 2017 2018 2016 2017 2018 2016 2017 2018

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

12 Persentase pegawai yang mengikuti diklat

teknis dan fungsional

N/A 35.58% 49.05% N/A 51.88% 70.46% N/A 145.81% 143.66%

13 Persentase terbentuknya dan berfungsinya assessment centre

N/A 20.00% 40.00% N/A 20.00% 70.00% N/A 100.00% 175.00%

14 Persentase aparatur yang memiliki kinerja

baik

N/A 91.00% 92.00% N/A 96.83% 96.68% N/A 106.41% 105.08%

15 Persentase ketepatan waktu penyusunan dan pelaporan Dokumen Perencanaan strategis

dan/atau sektoral

N/A 100% 100% N/A 100% 100% N/A 100% 100%

16 Tingkat kepuasan pegawai terhadap pelayanan administrasi

perkantoran

N/A 72.00% 74.00% N/A 85.82% 84.25% N/A 119.19% 113.85%

17 Persentase sarana dan prasarana perkantoran dalam kondisi baik

N/A 100.00% 100.00% N/A 84.21% 100.00% N/A 84.21% 100.00%

(16)

27 Tabel 2.3 (T-C.24)

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya

Uraian Anggaran pada Tahun Realisasi Anggaran pada Tahun Rasio antara Realisasi dan

Anggaran Tahun Rata-rata pertumbuhan

2016 2017 2018 2016 2017 2018 2016 2017 2018 Anggaran Realisasi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

BELANJA DAERAH Belanja tidak langsung

Belanja Pegawai 10,009,500,010 10,040,941,936 10,381,911,738 9,492,457,153 9,722,514,648 8,816,849,748 94.83% 96.83% 84.93% 186,205,864 (337,803,703) Belanja

Langsung

Belanja Pegawai 2,986,973,325 3,374,180,140 3,675,364,535 2,780,967,267 3,203,045,928 3,497,330,241 93.10% 94.93% 95.16% 344,195,605 358,181,487 Belanja Barang

dan Jasa 10,209,025,490 10,393,650,182 15,042,759,925 8,883,615,611 9,215,391,395 13,404,064,268 87.02% 88.66% 89.11% 2,416,867,218 2,260,224,329 Belanja Modal 223,179,690 300,655,998 39,044,500 215,363,500 157,740,000 36,465,000 96.50% 52.47% 93.39% (92,067,595) (89,449,250) Total 23,428,678,515 24,109,428,256 29,139,080,698 21,372,403,531 22,298,691,971 25,754,709,257 91.22% 92.49% 88.39% 2,855,201,092 2,191,152,863

(17)

28 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

Untuk mengemukakan implikasi tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat harus dilakukan analisa terhadap Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, hasil telaahan terhadap RTRW, dan hasil analisis terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis.

2.4.1 Analisis Renstra Provinsi dan Renstra Perangkat Daerah

Analisis terhadap Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur ditujukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi, dan sinergitas terhadap Renstra Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya sesuai dengan urusan serta tugas dan fungsi yang menjadi kewenangan Badan Kepegawaian dan Diklat.

Berdasarkan analisa Renstra Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur, terdapat kesamaan kondisi terkait tantangan yang dihadapi dalam pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan antara lain :

1. Peningkatan Integritas dan Profesionalisme ASN

Upaya peningkatan Integritas dan profesionalisme ASN menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh Badan kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur maupun Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya sebagai lembaga yang mempunyai wewenang dalam peningkatan integritas dan profesionalisme pegawai ASN di lingkungan kinerja pemerintahan masing- masing sebagai upaya peningkatan pelayanan publik agar dapat berjalan dengan optimal sehingga mengarah pada perubahan sikap dan perilaku serta motivasi kerja untuk menciptakan iklim kerja yang berorientasi pada etos kerja dan produktifitas yang diharapkan.

2. Peningkatan kualitas dan kapasitas ASN

Peningkatan kualitas dan kapasitas aparatur sipil negara mendesak untuk dilaksanakan agar tetap mampu meningkatkan keterampilan, pengetahuan, keahlian dan perilaku yang terus berkembang sesuai dinamika perubahan, terutama dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara serta peraturan-peraturan lainnya. Aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian kaitannya dalam kompetensi aparatur adalah E 3 yaitu :

a. Pemberdayaan (empower) yaitu memberi kesempatan agar mampu mengembangkan bakat dan keterampilan dan kontribusinya pada institusi dan masyarakat.

(18)

29 b. Pembelajaran (educate) yaitu bekal pembelajaran untuk menambah

pengetahuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang dinamis.

c. Pencerahan (enlighten) yaitu membuka wawasan aparatur sipil Negara untuk berpikir maju, dinamis dan kreatif yang mengarah pada perubahan peningkatan kinerja organisasi.

2.4.2 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah

Penelaahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya yang dilaksanakan dalam penyusunan Perubahan RPJMD Kota Surabaya untuk diacu dalam penyusunan Perubahan Renstra Perangkat Daerah, namun tidak ada implikasi rencana struktur dan pola ruang terhadap kebutuhan pelayanan Badan Kepegawaian dan Diklat.

2.4.3 Analisis terhadap Dokumen Hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) sesuai dengan pelayanan Perangkat Daerah

Program kota yang diturunkan menjadi program Perangkat Daerah dalam Renstra Perangkat Daerah telah dianalisis dalam Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) pada tahap Rancangan Awal RPJMD. Alternatif dan rekomendasi yang diberikan oleh dokumen KLHS telah ditindaklanjuti dalam dokumen RPJMD Kota Surabaya yang telah disahkan menjadi Peraturan Daerah. Namun demikian, KLHS tidak memberikan alternatif dan rekomendasi terhadap Program yang sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Kepegawaian dan Diklat.

Referensi

Dokumen terkait

Bidang Pengembangan Pendapatan Daerah mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas lingkup pengembangan pajak, retribusi dan pendapatan lain-lain.. Dalam melaksanakan

Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah di bidang Pertanggungjawaban.. Dalam melaksanakan

Bidang pelayanan kesehatan mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas kesehatan dalam melaksanakan pembinaan, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan tugas

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretariat DPRD di bidang tata usaha dan kepegawaian, rumah tangga dan perlengkapan, keuangan yang

1) Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas bidang dan pelayanan teknis serta

m. pembangunan dan konservasi sumber daya air pada wilayah sungai lintas kabupaten/kota; n. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di bidang sumber daya air; dan

Memimpin pelaksanaan tugas Dinas Pendapatan Daerah yang meliputi Sekretariat, Bidang Pendaftaran dan Pendataan, Bidang Penetapan, serta Bidang Pengendalian.. Menyelenggarakan

Inspektot Kabupaten Lampung Barat mempunyai peran dan kedudukan Strategis dalam melaksanakan prioritas pembangunan Kabupaten Lampung Barat di bidang Pemerintaha