PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERHADAP
KONDISI DAYA TAHAN FISIK SSB KARYA BERSAMA SUBANG U-15
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian
Dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
OLEH:
AGUNG SULAKSANA PUTRA G1C.18.OO14
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SUBANG 2022
LEMBAR PENGESAHAN
S K R I P S I
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERHADAP KONDISI DAYA TAHAN FISIK SSB KARYA BERSAMA SUBANG U-15
Disusun Oleh:
AGUNG SULAKSANA PUTRA G1C.18.0014
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang pada tanggal ... dan dinyatakan
telah memenuhi syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.
Dosen Penguji
No Nama Jabatan Tanda Tangan
1. Ketua Penguji ………
2. Penguji Pendamping ………
3. Penguji I ………
4. Penguji II ………
Subang, 2022
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang
Dekan
Dr. Nita Delima, S.Si, M. Pd.
NIDN: 041803850
LEMBAR PERSETUJUAN
S K R I P S I
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERHADAP KONDISI DAYA TAHAN FISIK SSB KARYA BERSAMA U15 SUBANG
AGUNG SULAKSANA PUTRA G1C.18.0014
Diperiksa dan disetujui untuk Menempuh Ujian Sidang Skripsi
Pembimbing I
R Dadan Pra Rudiana M. Pd.
NIDN: 040104840
Pembimbing II
Aris Risyanto, M. Pd.
NIDN: 0401048408
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Subang
R. Dadan Pra Rudiana, M. Pd.
NIDN: 040104840
iii
MOTTO
“Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan. Tidak ada kemudahan tanpa doa ”. – Ridwan Kamil
“akan selalu ada jalan menuju sebuah kesuksesan bagi siapapun, selama orang tersebut mau berusaha dan bekerja keras untuk memaksimalkan kemampuan yang ia miliki ”. – Bambang Pamungkas
“Tangga kesuksesan tak pernah penuh sesak di bagian puncak”. – Napoleon Hill
”Kamu tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tetapi kamu harus memulai untuk menjadi hebat”. – Zig Ziglar
iv
PERSEMBAHAN
Dalam skripsi ini ijinkanlah penulis untuk mengucapkan rasa terima kasih banyak, sebagai ungkapan penghargaan yang tiada terkira terutama kepada:
1. Ibu Dr. Nita Delima, S.Si., M. Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang.
2. Bapak Dr. Deni Mudian, M. Pd. selaku Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang.
3. Bapak R. Dadan Pra Rudiana, M. Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Subang, atas ijin dan rekomendasinya untuk mengadakan penelitian dan penyusunan penelitian ini.
4. Bapak R Dadan Pra Rudiana, M. Pd. Selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu untuk motivasi, bimbingan dan arahannya selama penulis menyusun skripsi penelitian.
5. Bapak Aris Risyanto, M. Pd. Selaku dosen pembingbing II yang telah meluangkan waktu untuk bimbingan dan arahannya selama penulis menyusun skripsi penelitian.
6. Staff ,Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat selama perkuliahan.
7. Orangtua saya yang selalu berjuang untuk memberikan motivasi, materil dan do’a yang selalu dipanjatkan.
8. Terimakasih kepada manager SSB Karya Bersama Bapak Dadang Hermawan dan tim pelatih yang terus mensuport dan membingbing penulis saat melakukan pengambilan data penelitian.
9. Terimakasih kepada siswa SSB Karya Bersama U-15 Subang yang telah ikut berpartisipasi dalam proses pengambilan data penelitian.
10 Terimakasih untuk keluarga besar PJKR Universitas Subang, dan PJKR Angkatan 2018, karena dengan adanya kalian saya bisa sampai sejauh ini.
11 Untuk teh Wida Maelani terimakasih telah memberikan pinjaman laptop untuk proses pengerjaan skripsi ini.
10. Untuk Dhean yang selalu mengingatkan, memberi dukungan selama penelitian dan bimbingan skripsi.
11. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu atas segala bentuk bantuan dan kerja samanya.sesuatu apapun yang dapat penulis berikan selain do’a dan harapan, semoga amal baik semua pihak menjadi ibadah dan mendapatkan balasan yang lebih baik dan dilipat gandakan oleh Allah SWT.
Aamiin Allahumma Aamiin
Subang, Mei 2022 Penulis,
Agung Sulaksana Putra G1C.18.0014
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERHADAP KONDISI DAYA TAHAN FISIK SSB KARYA BERSAMA SUBANG U-15” yang disusun oleh Agung Sulaksana Putra dengan NPM G1C. 180014, penelitian ini benar-benar merupakan karya sendiri.
Walaupun ada karya atau pendapat yang diterbitkan oleh orang lain itu merupakan acuan dalam penulisan skripsi ini.
Tanda tangan dosen pembimbing dan ketua program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi yang tertera dalam halaman lembar pengesahan adalah asli. Jika tidak penulis siap menerima hukuman yang ada.
Subang, 2022
Agung Sulaksana Putra G1C. 18. 0014
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena hanya dengan rahmat dan ridha-Nya skripsi penelitian Agung Sulaksana Putra dapat terselesaikan yang berjudul “Pengaruh Latihan Interval Terhadap Kondisi Daya Tahan Fisik SSB Karya Bersama U-15 Subang”.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menempuh ujian Sarjana Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Subang.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna dan masih banyak kekurangan. Semoga skripsi ini bisa berguna bagi semua orang yang membacanya dan menjadikan berkah untuk kita semua.
Subang, Mei 2022 Penulis,
Agung Sulaksana Putra G1C.18.0014
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TERADAP KONDISI DAYA TAHAN FISIK SSB KARYA BERSAMA U-15 SUBANG
Oleh:
Agung Sulaksana Putra G1C.18.0014
ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan fakta di lapangan, Penelitian ini membahas tentang latihan interval. Adapun tujuannya untuk mengetahui kondisi daya tahan fisik SSB Karya Bersama U-15 Subang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini Eksperimen, teknik tes dan pengukuran sebagai alat pengambilan data. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah One-Group Pretest-posstest Design. Kelebihan desain ini adalah dilakukannya pretest dan posttest sehingga dapat diketahui dengan pasti perbedaan hasil akibat perlakuan yang diberikan. Populasi dalam penelitian ini adalah 15 siswa SSB Karya Bersama U-15 Subang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuh dan total sampling berjumlah 15 siswa.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes, dan dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah Beep test. Pengukuran dilakukan dua kali yaitu tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest), tes awal dilakukan sebelum diberikan perlakuan dan tes akhir setelah diberikan perlakuan.
Hasil penelitian ini menunjukan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti <
0,05. Maka hasil ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan. Dengan demikian terdapat pengaruh latihan interval terhadap kondisi daya tahan fisik di SSB Karya Bersama Subang U-15.
Kata Kunci: Pengaruh Latihan interval terhadap kondisi daya tahan fisik SSB Karya Bersama U15 Subang.
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ... 2
LEMBAR PERSETUJUAN ... iii
DAFTAR ISI ... x
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 4
C. Rumusan Masalah ... 4
D. Tujuan Penelitian ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 4
BAB II ... 6
KAJIAN PUSTAKA ... 6
A. Deskripsi Teori ... 6
1. Sepakbola ... 6
a. Teknik Dan Prinsip Sepakbola ... 7
b. Sekolah Sepak Bola (SSB) ... 8
2. Latihan ... 9
3. Latihan Interval ... 10
a. Latihan Interval Ekstensif Menggunakan Lintasan 400 meter ... 15
4. Kondisi Fisik ... 17
5. Daya Tahan ... 18
B. Hasil Penelitian Yang Relevan... 20
C. Kerangka Berpikir ... 23
D. Hipotesis ... 23
BAB III ... 25
METODOLOGI PENELITIAN ... 25
A. Lokasi Penelitian ... 25
B. Metode dan Desain penelitian ... 25
C. Skenario Latihan Interval ... 26
a. Populasi ... 26
b. Sampel ... 26
D. Instrumen Penelitian ... 27
E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ... 33
F. Prosedur Penelitian ... 34
G. Analisis Data ... 34
1. Uji Prasyarat ... 34
a. Uji Normalitas ... 34
b. Uji Homogenitas ... 35
c. Uji Hipotesis ... 35
BAB IV ... 36
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36
A. Hasil Penelitian ... 36
B. Hasil Uji Prasyarat ... 36
a. Uji Normalitas ... 36
b. Uji Homogenitas ... 37
c. Hasil Uji Hipotesis ... 38
C. Pembahasan... 38
BAB V ... 41
KESIMPULAN DAN SARAN ... 41
A. Kesimpulan ... 41
B. Saran ... 41
DAFTAR PUSTAKA ... 42
LAMPIRAN... 44
DAFTAR TABEL BAB III
Tabel 3.1 Skenario Latihan ... 26
Tabel 3.2 Kriteria Multistage fitness test atau Beep test ... 29
Tabel 3.3 Skor Dan Norma VO2max ... 30
BAB IV Tabel 4.1 Hasil Pretest dan Posttest Akurasi Passing ... 36
Tabel 4.2 Uji Normalitas ... 37
Tabel 4.3 Uji Homogenitas ... 37
Tabel 4.4 Hasil Uji Hipotesis ... 38
DAFTAR GAMBAR BAB II
Gambar 2.1 Sepakbola ... 6 Gambar 2.2 Interval ... 10 BAB III
Gambar 3.1 Desain Penelitian ... 26 Gambar 3.2 Multistage fitness test atau Beep test ... 27
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Program Latihan ... 44
Lampiran 2. SK Dekan FKIP ... 52
Lampiran 3. Surat Permohonan Izin Penelitian ... 54
Lampiran 4. Surat Keterangan Penelitian ... 55
Lampiran 5. Data Pretest dan Posttest ... 56
Lampiran 6. Analisis Data ... 57
Lampiran 7. Dokumentasi ... 59
A. Latar Belakang
BAB I
PENDAHULUAN
Sepak bola adalah cabang olahraga yang menggunakan bola yang umumnya terbuat dari bahan kulit dan dimainkan oleh dua tim yang masing-masing beranggotakan 11 (sebelas) orang pemain inti dan beberapa pemain cadangan.
Memasuki abad ke-21. Sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak- banyaknya dengan memasukan bola ke gawang lawan. Sepak bola dimainkan dalam lapangan yang berbentuk persegi panjang, di atas rumput atau rumputsintetis.
Secara umum, hanya penjaga gawang saja yang berhak menyentuh bola dengan tangan di dalam daerah gawangnya, sedangkan 10 (sepuluh) pemain lainnya diizinkan menggunakan seluruh tubuhnya selain tangan, biasanya dengan kaki untuk menendang, dada untuk mengontrol, dan kepala untuk menyundul bola. Tim yang mencetak gol paling banyak pada akhir pertandingan menjadi pemenangnya.
Jika hingga waktu berakhir masih berakhir imbang, maka dapat dilakukan undian, perpanjangan waktu maupun adu penalti, bergantungpadaformat penyelenggaraan kejuaraan. Dari sebuah pertandingan resmi, 3 poin diberikan kepada tim pemenang, 0 poin untuk tim yang kalah dan masing-masing1 poin untuk dua tim yang bermain imbang. Meskipun demikian, pemenang sebuah pertandingan sepak bola dapat dibatalkan sewaktu-waktu atas skandal dan tindakan kriminal yang terbukti kemudian hari. Sebuah laga sepak bola dapat dimenangkan secara otomatis oleh sebuah tim dengan 3-0 apabila tim lawan sengaja mengundurkan diri dari pertandingan.
Menurut Danurwindo (2017:2) dalam buku “kurikulum sepakbola Indonesia”. Menyatakan bahwa sejarah sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 19 April 1930 dengan pimpinan Soeratin Sosrosoegondo. Sekarang muncul FILANESIA atau filosofi sepakbola Indonesia. Apa Itu Filosofi Sepakbola Indonesia? Sebuah filosofi yang akan menjadi pondasi dan karakter sepakbola Indonesia, baik untuk pembinaan usiadini sampai professional dari segi individu maupun tim.
1
2
Filosofi ini telah menjadi salah satu perhatian khusus kepengurusan PSSI periode 2016-2020. Pada bagian buku ini sebelumnya, telah dijelaskan fakta objektif dalam sepakbola. Fakta tersebut ditentukan oleh FIFA (Laws of The Game).
Dimana peraturan permainan FIFA membuat sepakbola menjadi permainan universal. Fakta bahwa sepakbola harus dimenangkan dengan cetak gol lebih banyak dari kebobolan adalah sesuatu yang tak terbantahkan. Itulah yang kemudian sepakbola mengenal momen menyerang, bertahan dan transisi. Pada kerangka objektif untuk capai kemenangandengan cetak gol lebih banyak dari kebobolan, di dalamnya terdapat pilihan-pilihansubjektif. Suatu pilihan subjektif tentang cara menyerang, bertahan dan transisi. Nah, Filosofi Sepakbola Indonesia adalah suatu rumusan cara bermain yang dipiliholeh Indonesia untuk menuju ke level prestasi sepakbola tertinggi. Dalam kurikulum pembinaan sepakbola Indonesia. Saat melakukan suatu kegiatan apapun,tentu hal yang paling penting adalah memahami sepenuhnya definisi objektif dari kegiatan tersebut. Tak salah bila sebelum berkegiatan sepakbola, kita berusaha mempelajari serta memahami definisi dan konsep dasar sepakbola. Muncullah pertanyaan paling dasar dari segala dasar, yakni: Apa itu Sepakbola? Jawabannya begitu mudah, tapi beragam. Ada yang dengan sederhana mengatakan permainan 11v11 dengan 1 bola. Lalu ada yang mengatakan sepakbola adalah permainan yangdigemari banyak Apa Itu Sepakbola?
orang. Pihak lain menjabarkan sepakbola sebagai olahraga yang terdiri dari teknik- taktik-fisik-mental. Bahkan Bill Shankleydengan garang katakan bahwa “sepakbola adalah permainan yang lebih penting daripada soal hidup dan mati”. Semua jawaban di atas tidaklah salah. Tetapi untukmulai mempelajari sepakbola tentu dibutuhkan suatu jawaban yang objektif, faktual dan universal. Bukan suatu jawaban yang subjektif, opini dan lokal. Artinya jawaban yang berdasarkan fakta bukan pendapat, serta berlaku di segala tempat. Jawaban yang objektif mewakili sepakbola di segala level, usia dan tempat.
Sukadiyanto (2012:67) dalam Fajar (2019:116) menyatakan bahwa berdasarkan jenisnya latihan interval adalah jenis latihan yang sangat penting dalam jadwal latihan modern. Interval mengedepankan faktor-faktor di antaranya adalah jarak lari, jumlah ulangan lari, tempo atau kecepatan lari, interval atau waktu istirahat. Sedangkan latihan fartlek adalah bentuk aktivitas lari yang dilakukan dengan cara jalan, jogging, sprint, dan jalan secara terus menerus.Melihat dari jenis latihanya, hal ini sangat sejalan dengan konsep permainan sepakbola yang kadang
3
kala membuat pemain sepak bola harus berlari dengan sangat cepat, kadang-kadang istrihat dengan jalan biasa dan kadang-kadang harus berlari jauh. Dengan konsep latihan interval tersebut maka ada kemungkinan daya tahan fisik siswa dapat ditingkatkan. Daya tahan merupakan salah satu komponen biomotorik yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas fisik, merupakan salah satu komponen yang terpenting dari kesegaran jasmani. Daya tahan diartikan sebagai waktu bertahan yaitu lamanya seseorang dapat melakukan suatu intensitas kerja atau jauh dari keletihan.
komponen yang juga perlu di perhatikan bagi seorang olahragawan salah satunya yaitu daya tahan. Terdapat dua macam daya tahan antara lain: daya tahan otot dan daya tahan pada umumnya. Dalam permainan sepakbola, daya tahan aerobik, kecepatan, kelincahan, kekuatan dan daya ledak dinilai sebagai indikator penentu per- forma yang superior (Casamichana et al., 2015; Joo et al., 2016; Lacome et al., 2018). Namun demikian, perlu dicatat bahwa karakteristik fisiologis dan fisik di antara berbagai posisi dalam permainan sepakbola bervariasi (Halouani et al., 2017). Tuntutan upaya meningkatkan daya tahan aerobik yang dilakukan melalui bentuk-bentuk latihan yang sesuai dengan karakteristik permainan sepakbola mendorong berkembangnya metode latihan small sided games. Small sided games dilakukan di area yang lebih kecil, dengan aturan yang dimodifikasi dan dengan pemain yang lebih sedikit daripada permainan sepakbola sesungguhnya (Badin et al., 2016; Sarmento et al., 2018).
SSB Karya Bersama adalah sekolah sepakbola yang berada di kota Subang.
Yang terdiri dari berbagai kelompok usia dari mulai KU- 10 KU-13 KU-15 dan KU- 17. Siswa dari masing-masing kelompok usia bervariasi dari mulai 15-30 siswa.
Dalam game internal dan pertandingan SSB Karya Bersama U15 dari segi Teknik dasar dan prinsip bermain sudah menguasai dan bisa dibilang diatas rata- rata. Tapi kekurangan siswa ketika game internal dan bertanding hilangnya fokus ketika memasuki babak kedua, karena kurangnya kondisi daya tahan fisiknya.
Berdasarkan fakta dan hasil Latihan dilapangan, permasalahan di dalam SSB Karya Bersama U15 kurangnya kondisi daya tahan fisik. Hal tersebut di benarkan oleh kepala pelatih. Prioritas SSB Karya Bersama pengembangan dan menciptakan pemain-pemain hebat nantinya. Sesuai dengan filosofi sepakbola Indonesia usia 9- 17 adalah usia pengembangan dan tujuan bermain sepakbola bukan untuk menang melainkan perkembangan baik itu fisik, mental, dan visi bermain sepakbola yang baik dan benar. Daya tahan kondisi
4
fisik menjadi hal dasar yang perlu ditingkatkan, Dengan menerapkan metode Latihan interval kedepannya berharap dapat meningkatkan kondisi daya tahan fisik siswa SSB Karya Bersama.melihat dari beberapa penelitian sebelumnya bahwa Latihan interval dapat meningkatkan kondisi daya tahan fisik dan telah terbukti dilapangan.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan dapat diidentifikasikan beberapa sebagai berikut:
1. Kondisi daya tahan fisik SSB Karya Bersama dibawah rata-rata atau kurang baik 2. Ketika bermain di babak kedua mengalami kelelahan sehingga tidak fokus.
3. Belum diketahui pengaruh latihan interval terhadap kondisi daya tahan fisik SSB Karya Bersama.
C. Rumusan Masalah
Dari latar belakang, rumusan masalah, dan batasan masalah yang telah diuraikan, maka permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : “ Apakah terdapat pengaruh Latihan interval terhadap kondisi daya tahan fisik SSB Karya Bersama Subang U-15”
D. Tujuan Penelitian
Ingin mengetahui sejauh mana pengaruh Latihan interval terhadap kondisi daya tahan fisik di SSB Karya Bersama Subang U-15
E. Manfaat Penelitian 1. TEORITIS
Dapat digunakan sebagai informasi dalam pembinaan dan pengembangan olahraga sepakbola, salah satu nya adalah Latihan interval untuk mengetahui seberapa efektif dan seberapa besar pengaruh nya terhadap kondisi daya tahan fisik.
5
2. PRAKTIS
Dapat dijadikan sebagai pegangan pelatih dan siswa untuk meningkatkan kondisi daya tahan fisik dengan menggunakan latihan interval.