BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A.Latar BelakangLatar Belakang Se
Sebbagagaiaimmanana a didikketetahahuui i ssalalah ah ssatatu u mmininereral al uuttamamaa penyusun tulang adalah kalsium. Kurangnya konsumsi kalsium penyusun tulang adalah kalsium. Kurangnya konsumsi kalsium ak
akan an memengangakibkibatkatkan an berberkukuranrangnygnya a kakalsilsium um yanyang g terterdapdapatat pada tulang, sehingga lama kelamaan akan terjadi perubahan pada tulang, sehingga lama kelamaan akan terjadi perubahan p
padada a mmikikrrooararststekekttur ur tutulalang ng ddan an tutulalang ng mmenenjajadi di lulunanakk A
Akikibabatntnya ya tutulalang ng mmenenjajadi di kkehehililanangagan n kkepepadadatatan an ddanan kek
kekuatannya, sehingga mudah uatannya, sehingga mudah retak/ patah.retak/ patah.
Osteomalasia ialah perubahan patologik berupa hilangnya Osteomalasia ialah perubahan patologik berupa hilangnya min
mineraeralislisasi asi tultulang ang yanyang g disdisebaebabkbkan an berberkukuranrangnygnya a kakadardar kalsium fosfat sampai tingkat di bawah kadar yang diperlukan kalsium fosfat sampai tingkat di bawah kadar yang diperlukan untuk mineralisasi matriks tulang normal, hasil akhirnya ialah untuk mineralisasi matriks tulang normal, hasil akhirnya ialah rasio antara mineral tulang
rasio antara mineral tulang dengan matriks tulang dengan matriks tulang berkurberkurang.ang. Ban
Banyak yak fakfaktor tor yanyang g dapdapat at memenyenyebabbabkakan n ostosteomeomalaalasia sia .. Kekurangan kalsium dan vitamin terutama di masa ke!il dan Kekurangan kalsium dan vitamin terutama di masa ke!il dan remaja saat di mana terjadi pembentukan massa tulang yang remaja saat di mana terjadi pembentukan massa tulang yang m
makaksisimmalal, , mmererupupakakan an pepennyyebebab ab ututamama a ooststeoeommalalasasiaia Konsumsi kalsium yang rendah atau menurunnya kemampuan Konsumsi kalsium yang rendah atau menurunnya kemampuan tubuh untuk menyerap kalsium yang umumnya terjadi pada tubuh untuk menyerap kalsium yang umumnya terjadi pada de
dewwasasa a , , dadapapat t memenynyebebababkkan an ososteteomomalalasasia ia ,s,selelaiain n itituu ganguan pada sindroma malabsorbsi usus ,penyakit hati
ganguan pada sindroma malabsorbsi usus ,penyakit hati ,gagal,gagal ginjal kronis dapat juga menyebab terjadinya osteomalasia. ginjal kronis dapat juga menyebab terjadinya osteomalasia.
"
"erjadinya erjadinya osteomalasia osteomalasia merupakmerupakan an rangkaian rangkaian awalawal terjadinya osteoporosis .pada saat sekarang ini
terjadinya osteoporosis .pada saat sekarang ini angka kejadianangka kejadian te
tersrsebebut ut sasangngat at memeniningngkakat t tatajajam m babaik ik papada da ananak ak # # ananakak ,dewasa atau pun orang tua.
,dewasa atau pun orang tua.
Berdasarkan hasil penelitian $niversity of Otago, Selandia Berdasarkan hasil penelitian $niversity of Otago, Selandia B
dip
dipublublikikasiasikakan n +ur+uropeopean an ouournrnal al of of &li&lini!ni!al al 'ut'utritrition ion tahtahunun -, perempuan (ndonesia hanya mengonsumsi -
-, perempuan (ndonesia hanya mengonsumsi - miligrammiligram kalsium per hari.
kalsium per hari.
0al tersebut berarti asupan perempuan (ndonesia bahkan 0al tersebut berarti asupan perempuan (ndonesia bahkan kurang dari 12 rekomendasi kalsium harian yang dibutuhkan kurang dari 12 rekomendasi kalsium harian yang dibutuhkan untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
untuk menjaga kekuatan dan kesehatan tulang. Asupan yang kurang dari
Asupan yang kurang dari 12 rekom12 rekomendasi harian tersebutendasi harian tersebut bah
bahkakan n jugjuga a terterjadjadi i di di 3 3 negnegara Asia, ara Asia, sepseperterti i terterlihlihat at padpadaa pe
penenelilititian an yayang ng didilalakkukukan an 44yeyengngar ar dadan n titim m papada da --55.. Kebutuhan kalsium yang dianjurkan per harinya adalah 6.7 Kebutuhan kalsium yang dianjurkan per harinya adalah 6.7 6.- mg.
6.- mg.
ata kepadatan tulang yang dianalisa oleh )usat )enelitian ata kepadatan tulang yang dianalisa oleh )usat )enelitian da
dan n ))enengegemmbabangngan an 8)8)ususlilitbtbanang9 g9 :i:i;i ;i BoBogogor r papada da --11,, ditemukan bahwa - dari 1 orang (ndonesia berisiko menderita ditemukan bahwa - dari 1 orang (ndonesia berisiko menderita kerapuhan tulang.
kerapuhan tulang. a
ari ri jujumlmlah ah kkejejadadiaian n didiatatas as dadan n kkonondidisi si pepenynyakakit it yayangng memerlukan pendeteksian dan penanganan sejak dini, penulis memerlukan pendeteksian dan penanganan sejak dini, penulis te
tertrtararik ik ununtutuk k mmenenululis is mmakakalalah ah < < AsAsuhuhan an KKepepererawawatatanan osteomalasia.
osteomalasia.
B.Rumusan Masalah B.Rumusan Masalah
6.
6. Bagaimana anatomBagaimana anatomi dan =siologi dari *uskuloski dan =siologi dari *uskuloskeletal >eletal > -.
-. BagaiBagaimanmana a de=nde=nisi, etiologi, klasi=kisi, etiologi, klasi=kasi pada asi pada pasiepasien n dengadengann Osteomalasia >
Osteomalasia > ?.
?. Bagaimana pBagaimana pato=siologi pada paato=siologi pada pasien dengan Osteomsien dengan Osteomalasia >alasia > 5.
5. Bagaimana @OBagaimana @O& pada pasien dengan O& pada pasien dengan Osteomalasia>steomalasia> 1
1.. BBaaggaaiimmaanna a *e*enniiffeessttaassi i kklliinniis s ppaadda a ppaassiieen n ddeennggaann Osteomalasia>
Osteomalasia> .
. BagBagaimaimana ana pempemerieriksaksaan an diadiagnognostistik k papada da paspasien ien dendengangan Osteomalasia >
Osteomalasia >
. Bagaimana asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan osteomalasia>
B. Tujuan
6. "ujuan $mum
$ntuk mendapatkan gambaran dan mengetahui tentang bagaimana Asuhan Keperawatan pada klien Osteomalasia.
-. "ujuan Khusus
iharapkan mahasiswa mampu memberikan gambaran asuhan keperawatan meliputiC
a. *ampu memberikan gambaran tentang pengkajian pada klien dengan Osteomalasia.
b. *ampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan Osteomalasia.
!. *ampu membuat ren!ana keparawatan pada klien dengan Osteomalasia.
d. *ampu menyebutkan faktor pendukung dan penghambat dalam asuhan keperawatan pada anak dengan Osteomalasi.
C.Manfaat
*ahasiswa mampu memahami konsep teori tentang Osteomalasia, sehingga mampu menyusun konsep asuahan keperawatan pada pasien Osteomalasia.
BAB II PEMBAHASAN
A.Anatom !an "solog
Sistem muskuloskeletal merupakan penunjang bentuk tubuh dan mengurus pergerakan. Komponen utama dari sistem muskuloskeletal adalah tulang dan jaringan ikat yang menyusun kurang lebih -1 2 berat badan dan otot menyusun kurang lebih 12. Sistem ini terdiri dari tulang, sendi, otot rangka, tendon, ligament, dan jaringan7jaringan khusus yang menghubungkan struktur7struktur ini. 8)ri!e,S.A,6331 C619 6. "ulang Sebagai Struktur dan Organ
"ulang membentuk rangka penunjang dan pelindung bagi tubuh dan menjadi temppat melekatnya otot7 otot yang menggerakkan kerangka tubuh. "ulang adalah jaringan terstruktur dengan baik dan mempunyai lima fungsi utamaC a. *embentuk rangka badan
b. Sebagai pengumpil dan tempat melekat otot
!. Sebagai bagian dari tubuh untuk melindungi dan mempertahankan alat7 alat dalam seperti otak sumsum tulang belakang, jantung, dan paru7 paru.
d. Sebagai tempat mengatur dan deposit kalsium fosfat, magnesium, dan garam.
e. %uang di tenganh tulang tertentu sebagai organ yang mempunyai fungsi tambahan lain, yaitu sebagai jaringan hemopoietik untuk memproduksi sel darah merah sel darah putih dan trombosit.
-. Anatomi "ulang
Se!ara garis besar, tulang dibagi menjadi enamC
a. "ulang panjang 8long bone9, misalnya femur, tibia, =bula, ulna, dan humerus. aerah batas disebut dia=sis dan daerah yang berdekatan dengan garis epi=sis disebut meta=sis. i daerah ini sangat sering ditemukan adanya kelainan atau penyakit karena daerah ini merupakan daerah metabolik yang aktif dan banyak mengandung pembuluh darah. Kerusakan atau kelainan perkembangan pada daerah lempeng epi=sis akan menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang.
b. "ulang pendek 8short bone9, misalnya tulang7 tulang karpal.
!. "ulang pipih 8Dat bone9, misalnya tulang parietal, iga, skapula, dan pelvis.
d. "ulang tak beraturan 8irreguler bone9, misalnya tulang vertebra.
e. "ulang sesamoid, misalnya tulang patela.
f. "ulang sutura 8sutural bone9, ada di atap tengkorak.
"ulang terdiri atas daerah yang kompak pada bagian luar yang disebut korteks dan bagian dalam 8endosteum9 yang bersifat spongiosa berbentuk trabekula dan di luarnya dilapisi oleh periosteum. )eriosteum pada anak lebih tebal daripada orang dewasa, yang memungkinkan penyembuhan tulang pada anak lebih !epat dibandingkan orang dewasa.
"ulang adalah suatu jaringan dinamis yang tersusun dari tiga jenis selC
a. Osteoblas membangun tulang dengan membentuk kolagen tipe ( dan proteoglikan sebagai matriks tulang atau jaringan osteoid melalui suatu proses yang disebut osi=kasi. Ketika sedang aktif menghasilkan jaringan osteoid, osteoblas, menyekresikan sejumlah besar fosfatase alkali yang memegang peranan penting dalam mengendapkan kalsium dan fosfat ke dalam matriks tulang. Sebagai dari fosfatase alkali akan memasuki aliran darah sehingga kadar fosfatase alkali di dalam darah dapat menjadi indikator yang baik tentang tingkat pembentukan tulang setelah mengalami patah tulang atau pada kasus metastasis kanker ke tulang.
b. Osteosit adalah sel tulang dewasa yang bertindak sebagai suatu lintasan untuk pertukaran kimiawi melalui tulang yang padat.
!. Osteoklas adalah sel besar berinti banyak memungkinkan mineral dan matriks tulang dapat diabsorpsi. "idak seperti osteoblas dan osteosit, osteoklas mengikis tulang. Sel ini menghasilkan en;im proteolik yang meme!ahkan matriks dan beberapa asam yang melarutkan mineral tulang sehingga kalsium dan fosfat terlepas ke dalam aliran darah.
alam keaadaan normal, tulang mengalami pembentukan dan absorpsi pada suatu tingkat yang konstan, ke!uali pada masa pertumbuhan kanak7 kanak yang lebih banyak terjadi pembentukan dari pada absorpsi tulang. )roses ini penting untuk fungsi normal tulang. Keaadaan ini membuat tulang dapat berespons terhadap tekanan yang meningkat dan men!egah terjadi patah tulang.
Bentuk tulang dapat disesuaikan untuk menanggung kekuatan mekanis yang semakin meningkat. )erubahan tersebut juga membantu mempertahankan kekuatan tulang pada proses penuaan. *atriks organik yang sudah tua berdegenerasi sehingga membuat tulang relatif menjadi lemah dan rapuh. )embentukan tulang yang baru
memerlukan matriks organik baru sehingga memberi tambahan kekuatan pada tulang.
Eaktor yang berpengaruh terhadap keseimbangan pembentukan dan reabsorpsi tulang adalah C
a. Fitamin
Berfungsi meningkatkan jumlah kalsium dalam darah dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pen!ernaan. Kekurangan vitamin dapat menyebabkan de=!it mineralisas, deformitas dan patah tulang.
b. 0orman parathyroid dan kalsitonin
*erupakan hormone utama pengatur homeostasis kalsium. 0ormon parathyroid mengatur konsentrasi kalsium dalam darah, sebagian dengan !ara merangsang perpindahankalsium dari tulang. Sebagian respon kadar kalsiumdarah yang rendah, peningkatan hormone parathyroid akan memper!epat mobilisasi kalsium, demineralisasi tulang, dan pembentukan kista tulang. Kalsitonin dari kelenjar tiroid meningkatkan penimbunan kalsium dalam tulang.
!. )eredaran darah
)asokan darah juga mempengaruhi pembentukan tulang. engan menurunnya pasokan darah / hyperemia 8kongesti9 akan tejadi penurunan osteogenesis dan tulang mengalami osteoporosis 8berkurang kepadatannya9. 'ekrosis tulang akan terjadi bila tulang kehilangan aliran darah.
?. Biokimia "ulang
Struktur tulang berubah sangat lambat terutama setelah periode pertumbuhan tulang berakhir. Setelah fase ini perubahan tulang lebih banyak terjadi dalam bentuk perubahan mikroskopik akibat aktivitas =siologis tulang sebagai suatu organ biokimia utama tulang.
Komposisi tulang terdiri atassubstansi organik ??2 dan substansi inorganik 2
a. Substansi organik terdiri atas sel7 sel tulang serta substansi organik intraseluler atau matriks kolagen dan merupakan bagian terbesar dari matriks 8329, sedangkan sisanya adalah asam hialuronat dan kondroitin asam sulfat.
b. Substansi inorganik terutama terdiri atas kalsium dan fosfat dan sisanya adalah magnesium ,12, natrium ,2, kalsium ?32,kalium ,-2, karbonat 3,2, dan fosfat 62. +n;im tulang adalah fosfatase alkali yang diproduksi oleh osteoblas yang kemungkinan besar mempunyai peranan yang penting dalam produksi organik matriks sebelum terjadi kalsi=kasi.
B.De#ns $steomalasa
Osteomalasia adalah penyakit metabolisme tulang yang dikarakteristikkan oleh kurangnya mineral dari tulang 8menyerupai penyakit yang menyerang anak7anak yang disebut ri!kets9 pada orang dewasa, osteomalasia berlangsung kronis dan terjadi deformitas skeletal, terjadi tidak separah dengan yang menyerang anak7anak karena pada orang dewasa pertumbuhan tulang sudah lengkap 8komplit9. 8 Smelt;er. -6C -??3 9
Osteomalasia adalah penyakit pada orang dewasa yang ditandai oleh gagalnya pendepositan kalsium kedalam tulang yang baru tumbuh. (stilah lain dari osteomalasia adalah Gsoft boneG atau tulang lunak. )enyakit ini mirip dengan rakitis, hanya saja pada penyakit ini tidak ditemukan kelainan pada lempeng epi=sis 8tempat pertumbuhan tulang pada anak9
karena pada orang dewasa sudah tidak lagi dijumpai lempeng epi=sis. 8httpC//www.klikdokter.!om/illness/detail/33 9
Osteomalasia adalah penyakit metabolisme tulang yang ditandai dengan tidak memadainya mineralisasi tulang. 8Kondisi serupa pada anak dinamakan rikets.9 )ada orang dewasa osteomalasia bersifat kronik, dan deformitas skeletalnya tidak seberat pada anak karena pertumbuhan skeletal telah selesai. )ada pasien ini, sejumlah besar osteoid atau remodeling tulang baru tidak mengalami klasi=kasi. iperkirakan bahwa defek primernya adalah kekurangan vitamin aktif 8kalsitrol9, yang mema!u absorpsi kalsium dan traktur gastrointestinalis dan memfasilitasi mineralisasi tulang. )asokan kalsium dan fosfat dalam !airan ekstrasel rendah. "anpa vitamin yang men!ukupi, kalsium dan fosfat tidak dapat dimasukkan ke tempat klasi=kasi tulang. Sebagai akibat kegagalan mineralisasi, terjadilah pelunakan dan perlemahan kerangka tubuh, menyebabkan nyeri, nyeri tekan, pelengkungan tulang dan patah tulang patologik. 8Brunner H Suddarth.-6?C-??39
%.Etolog $steomalasa
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak mengalami osteomalasia yaituC
6. Anak kekurangan kalsium dan vitamin . Anak yang kekurangan kalsium akan mengalami gangguan pada proses mineralisasi. emikian juga apabila ia kekurangan vitamin . i dalam tubuh vitamin berfungsi membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh. ika kedua unsur ini tidak terpenuhi makan tulang7tulang si ke!il menjadi lunak dan mudah patah. )roses mineralisasi adalah proses proses terakhir pembentukan tulang. ika kebutuhan kalsium anak
ter!ukupi maka otomatis proses mineralisasi dalam tubuhnya akan berlangsung dengan baik.
-. Anak menderita gangguan hati seperti sirosis. 0al ini karena organ hatinya tak mampu memroses vitamin sehingga fase mineralisasi tidak terjadi.
?. Adanya gangguan fungsi ginjal sehingga proses ekskresi/pembuangan kalsium akan meningkat. engan begitu proses mineralisasi akan terhambat.
5. :angguan malabsorbsi
)enyebab utama osteomalasia yang terjadi setelah masa anak7anak ialah C
a. *enurunnya penyerapan vitamin akibat penyakit bilier, penyakit mukosa usus halus proksimal dan penyakit ileum.
b. )eningkatan katabolisme vitamin akibat obat yang me7 nyebabkan peningkatan kerja en;im7en;im oksidase hati. !. :angguan tubulus renalis yang disertai terbuangnya
fosfat 8acquired9, renal tubular acidosis yang disertai disproteinemia kronik.
D.Pato#solog $steomalasa
Ada berbagai kasus osteomalasia yang terjadi akibat gangguan umum metabolisme mineral. Eaktor risiko terjadinya osteomalasia meliputi kekurangan dalan diet, malabsorpsi, gastrektomi, gagal ginjal kronik , terapi antikonvulsan berkepentingan 8fenitoinm fenobarbital9 dan kekurangabn vitamin 8diet, sinar matahari9.
"ipe malnutrisi 8kekurangan vitamin 9 sering berhubungan dengan asupan kalsium yang jelek9 terutama akibat kemiskina, tapi mematang makanan dan kurangnya pengetahuan
mengenai nutrisi juga merupakan salah satu faktor. )ling sering terjadi di bagian dunia di mana vitamin tidak ditambahkan dalam makanan dan dimana terjadi kekurangan dalam diet dan jauh dari sinar matahari.
Osteomalasia dapat terjadi sebagai akibat kegagalan absorpsi kalsium atau kehilangan kalsium berlebihan dari tubuh. Kelainan gastrointestinal dimana absorpsi lemak tidak memadai sering menimbulkan osteomalasia melalui kehilangan vitamin 8bersama dengan vitamin yang larut lemak lainnya9 dan kalsium, kalsium diekskresikan melalui feses dalam kombinasi dengan asam lemak. Kelainan ini meliputi penyakit seliak, obstruksi traktus biliaris kronik, pankreatitis kronik dan reseksi usus halus.
:agal ginjal berat mengakibatkan asidosis. Kalsium yang bersedia dipergunakan untuk menetralkan asidosis, dan hormon paratiroid terus menyebabkan pelepasan dan hormon paratiroid terus menyebabkan pelepasan klasiun dari kalsium skelet sebagai usaha untuk mengembalikan p0 =siologis. Selama pelepasan kalsium skelet terus menerus ini, terjadi =brosis tulang dan kista tulang. :lomerulonefritis kronik, uropati obstruksi dan kera!unan logam berat mengakibatkan berkurangnya kadar fosfat serum dan demineralisasi tulang.
Selain itu, penyakit hati dan ginjal dapat mengakibatkan kekurangan vitamin , karena keduanya merupakan organ yang melakukan konversi vitamin ke bentuk aktif. Akhirnya, hiperparatiroidisme mengakibatkan dekal=sikasi skelet dan artinya oateomalasia dengan peningkatan eksresi fosfat dalam urine.
Pertimbangan Gerontologik. iet yang bergi;i tinggi sangat penting terutama pada lansia. ianjurkan peningkatan asupan kalsium dan vitamin . karena sinar matahari penting,
lansia harus didorong untuk banyak berjemur di bawah sinar matahari.
Pencegahan, identi=kasi dan penanganan osteomalasia pada lansia sangat penting untuk men urunkan insidensi fraktur. Bila osteomalasia terjadi bersama dengan osteoporosis, maka insidensi fraktur akan semakin meningkat
E.&$%
13
Asidosis Gagal ginjal kronik
Mineralisasi tulang
Proses pengerasan tulang (osiikasi!
"alsiu# #enetralkan asidosis dan $or#on paratiroid "ekurangan %it& '
Pe#entukan %it& ' dikulit ter$a#at
"urang paparan sinar #ata$ari
Penurunan %it ' dala# seru# "e$ilangan %it& ' dan kalsiu# )teator$ea Asorsi le#ak "elainan G*+ 'iet Malnutrisi, a& Proses #e#atangkan #akanan terlalu la#a & "urang pengeta$uan tentang nutrisi
-& Akiat ke#iskinan Pelepasan dari kalsiu# skelet
"ekuatan otot
"ele#a$an otot MK: Intoleransi Aktivitas
"adar kalsiu# dala# otot
OSTEOMALASIA +ulang #enjadi lunak
+erjadi kon.ersi %it& ' ke entuk akti Gangguan ungsi $ati
14
Perua$an gaa jalan (jalan eek pin-ang! MK: Nyeri
Kronis eri panggung Penekanan sara .eterata
"o#presi .eterata
MK: Gangguan Moilitas !isik Pata$ tulang patulogik
Pelengkungan tulang
Pelunakan keraangka tulang
steo#alasia
+ulang pada kaki #enjadi engkok Perle#a$an kerangka tulang
Perua$an entuk tuu$ (kaki ! "aki #enopang erat adan tunu$ MK: "esiko Tinggi
Ce#era
!. Manfestas 'lns $steomalasa
:ejala yang paling sering dan paling men!emaskan pada osteomalasia adalah nyeri tulang dan nyeri tekan tulang. Sebagai akibat kekurangan kalsium, biasanya terjadi kelemahan otot. )asien akan mengalami !ara jalan bebek atau pin!ang. )ada penyakit yang telah lanjut, tungkai menjadi melengkung 8karena berat tubuh dan tarikan otot9. Fertebrata yang melunak mengalami kompresi, sehingga mengakibatkan pemendekan tinggi badan dan merusak bentuk toraks 8kifosis9. Sakrum terdorong ke bawah dan ke depan, dan pelvis tertekan ke lateral. Kedua deformitas tersebut menerangkan bentuk khas pelvis yang sering mengakibatkan perlunya dilakukan seksio sesaria pada wanita hamil yang terkena penyakit ini. Kelemahan dan ketidakseimbangan meningkatkan risiko jatuh dan fraktur.
G.E(aluas Dagnostk $steomalasa
)ada sinar # I jika terlihat demineralisasi tulang se!ara umum. )emeriksaan vertebrata memperlihatkan adanya patah tulang kompresi tanpa batas vertebrata yang jelas. )emeriksaan
laboratorium mempelihatkan kada kalsium dan fosfor yang rendah dan peningkatan moderat kadar alkali fosfatase.
Kalsium urine dan eksresi urine dan ekskresi kreatinin rendah. Biopsi tulang menunjukkan peningkatan jumlah osteoid.
%.Penatalaksanaan Tera) $steomalasa
6. Koreksi penyebab dasar osteomalasia bila mungkin.
-. Bila osteomalasia akibat kesalahan diet, maka perlu diberikan diet kaya protein dan kalsium dan vitamin tinggi. ?. Suplemen vitamin harus diresepkan. Fitamin akan meningkatkan konsentrasi kalsium dan fosfat dalam !airan ekstrasel dan maka tersedia ion kalsium fosfat untuk menetralisasi tulang.
5. Bila osteomalasia diakibatkan oleh malabsorpsi, penambahan dosis vitamin selain suplemen kalsium biasanya diresepkan.
1. )emajanan sinar matahari sebagai radiasi ultraviolet untuk mentransformasi bahan kolesterol 87dehidrokolesterol9 yang tersedia di kulit menjadi vitamin perlu dianjurkan.
. Sering, masalah skelet yang berhubungan dengan osteomalasia sembuh sendiri bila kekurangan nutris atau proses patologis yang mendasarinya telah ditangani se!ara adekuat.
. )emantauan jangka panjang pasien diperlukan untuk meyakinkan stabilitasasi atau kekambuhan osteomalasia. . Berbagai deformitas ortopedik persisten mungkin perlu
ditangani dengan bra!e atau pembedahan 8dapat dilakukan osteotomi untuk mengoreksi deformitas tulang panjang9.
I. 'om)lkas
ika memiliki osteomalasia, lebih mungkin untuk mengalami patah tulang dan deformitas, khususnya pada tulang belakang, tulang rusuk, dan kaki.
BAB III
ASUHAN 'EPERA&ATAN SE%ARA TE$RITIS A.Pengkajan
-. %iwayat Kesehatan.
a. %iwayat Kesehatan Sekarang 69 )asien mengeluh nyeri tulang -9 +kstremitas disertai nyeri tekan ?9 Kelemahan otot
59 &ara jalan bebek atau pin!ang. b. %iwayat Kesehatan ahulu
69 Kemungkinan klien pernah *alabsorbsi. -9 Kekurangan !alsium dalam diet.
?9 Klien pernah mengalami gagal ginjal kronik. 59 Klien pernah mengalami gangguan hati. !. %iwayat Kesehatan Keluarga
Orangtua klien pernah mengalami osteomalasia B.Pemerksaan "sk
Ins)eks* observasi gaya jalan, postur, !ara berdiri, posisi duduk mulai pada saat pasien memasuki ruangan. )erhatikan kesimetrisan ekstremitas tubuh, adanya deformitas kasar, genu valgum, lordosis, kifosis, serta adanya kelemahan atau atropi otot7otot skelet.
)ada pemeriksaan =sik pasien osteomalasia didapatkan deformitas skelet. eformitas vertebra dan deformitas
lengkungan tulang panjang membuat penampakan pasien menjadi tidak normal dan jalannya membebek. apat terjadi kelemahan / atropi otot, serta rasa tidak nyaman dengan penampilan mereka.
Pal)as tulang, sendi, dan otot mengenai pembengkakan, nyeri tekan, perubahan suhu lokal, ataupun adanya krepitasi.
)asien osteomalasia biasanya mengeluh nyeri tulang umum pada punggung bawah dan ekstremitas disertai dengan nyeri tekan.
%.Data !asar Pengkajan 6. Aktivitas / istirahat
"andaC keterbatasan fungsi pada bagian yang terkena, nyeri. -. Sirkulasi
"andaC takikardia 8%espon stress9. ?. 'eurosensori
:ejalaC hilang gerakan .
"andaC eformitas lokal, kelemahan. 5. 'yeri / Kenyamanan
D. Dagnosa 'e)era+atan
6. 'yeri kronis berhubungan dengan pelunakan tulang.
-. :angguan mobilitas =sik berhubungan dengan pelunakan kerangka tulang.
?. :angguan konsep diri 8gangguan body image9 berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh.
5. (ntoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot 1. %esiko tinggi !edera berhubungan dengan gangguan
muskuloskeletal. E.Peren,anaan
6. 'yeri kronis b.d. pelunakan tulang.
"ujuanC Setelah diberi tindakan selama - I menit nyeri berkurang.
Kriteria 0asilC
a. Klien mengatakan nyeri hilang dan terkontrol.
b. Klien tampak rileks, tidak meringis, dan mampu istirahat/tidur dengan tepat.
!. "ampak memahami nyeri akut dan metode untuk menghilangkannya.
d. Skala nyeri 7-. 'o
.
(ntervensi %asional
6. &atat dan kaji lokasi dan intensitas nyeri 8skala 769. Selidiki perubahan karakteristik nyeri.
$ntuk mengetahui respon dan sejauh mana tingkat nyeri pasien.
-. Berikan tindakan kenyamanan 8!ontoh ubah posisi sering, pijatan lembut9.
*en!egah pergeseran tulang dan penekanan pada jaringan yang luka. ?. Berikan lingkungan yang
tenang.
Agar pasien dapat beristirahat dan men!egah timbulnya stress.
tentang pemberian analgetik, kaji efekti=tas dari tindakan penurunan rasa nyeri.
sakit / nyeri.
1. Kolaborasi dengan ilmu gi;i tentang asupan nutrisi pasien dengan pemberian vitamin .
)emberian vitamin membantu untuk perbaikan tulang.
-. :angguan mobilitas =sik berhubungan dengan pelunakan tulang.
"ujuanC Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ? I -5 jam masalah gangguan mobilitas =sik mulai membaik.
Kriteria 0asilC
a. *enunjukkan tingkat mobilitas di tandai dengan indikator berikut 8sebutkan nilainya 671 Jketergantungan tidak berpartisipasi membutuhkan bantuan orang lain dan alat, mandiri dengan alat bantu, atau mandiri penuh9.
b. *enunjukkan penggunaan alat bantu se!ara benar dengan pengawasan.
!. *elakukan aktivitas sehari7hari se!ara mandiri. 'o
.
(ntervensi %asional
6. )antau kebutuhan akan bantuan pelayanan kesehatan dirumah dan kebutuhan akan peralatan pengobatan yang tahan lama.
*embantu menentukan intervensi yang akan dilakukan.
-. Ajarkan pasien tentang dan pantau penggunaan alat bantu mobilitas 8misalnyaC tongkat, walker, kruk, atau
*embantu perawatan diri dan memandirikan pasien tehnik pemindahan yang
kursi roda9 abrasikulit dan jatuh. ?. )antau kebutuhan pasien
akan pendidikan kesehatan.
$ntuk menentukan tindakan yang dibutuhkan oleh pasien.
?. :angguan konsep diri 8gangguan body image9 berhubungan dengan perubahan bentuk tubuh.
"ujuanC Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama - I -5 jam masalah gangguan body image teratasi.
Kriteria 0asilC
a. )asien dapat menerima keadaan tubuhnya se!ara proporsional.
b. )asien dapat beradaptasi dengan keadaan tubuhnya. 'o
.
(ntervensi %asional
6. Bina hubungan saling per!aya.
asar mengembangkan tindakan keperawatan. -. Kaji penyebab gangguan !itra
tubuh.
*eren!anakan intervensi lebih lanjut.
?. +ksplorasi aktivitas baru yang dapat dilakukan.
*emfasilitasi dengan memanfaatkan kelebihan. 5. )erhatikan perilaku menarik
diri, membi!arakan diri tentang hal negatif, penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata atau yang diterima.
*engidenti=kasi tahap berduka atau kebutuhan untuk intervensi.
1. orong ekspresi ketakutanL perasaan negatif, dan kehilangan bagian tubuh.
+kspresi emosi membantu pasien mulai menerima kenyataan dan
realitas hidup tanpa tungkai.
5. (ntoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot "ujuan C Klien dapat melakukan akti=tasnya setelah
dilakukan tindakan keperawatan ?I -5 jam. Kriteria hasil C
a. Klien dapat melakukan akti=tas sehari7hari sesuai dengan tingkat kemampuan
b. Klien dapat mengidenti=kasikan faktor7faktor yang menurunkan toleriansi akti=tas.
N o
Inter(ens Rasonal
a +valuasi laporan kelemahan, perhatikan ketidak mampuan untuk berpartisipasi dalam akti=tas sehari7hari
Klien menunjukkan
kelemahannya berkurang dan dapat melakukan akti=tasnya
Berikan lingkungan tenang dan periode istirahat tanpa gangguan
*enghemat energi untuk akti=tas
! )ertahankan istirahat tirah baring / duduk jika diperlukan
(stirahat sistemik dianjurkan selama
eksaserbasi dan seluruh fase penyakit yang
penting men!egah kelemhan
d Berikan lingkungan yang aman
*enghindari !edera akibat ke!elakaan e Konsul dengan ahli terapi =si
k atau =sioterapi.
*emformulasikan program latihan.
"ujuanC Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama - I -5 jam masalah resiko tinggi !idera teratasi.
Kriteria 0asilC "idak terjadi !idera. 'o
.
(ntervensi %asional
6. 0indari perilaku yang beresiko tinggi terhadap pasien seperti akti=tas yang berat.
Agar tidak terjadi !idera terhadap pasien.
-. )asang pengaman di tempat tidur pasien.
$ntuk menghindari terjadi jatuh terhadap pasiaen.
?. Anjurkan kepada pasien agar menggunakan sandal yang tidak li!in saat ke kamar mandi atau mobilitas.
)enggunaan sandal yang li!in atau tanpa sandal mengakibatkan pasien terjatuh.
5. Anjurkan keluarga selalu mendampingi atau membantu setiap akti=tas pasien.
Agar meminimalisir resiko !idera terhadap pasien.
BAB I-PENUTUP
A.'esm)ulan
Skelet atau kerangka adalah rangkaian tulang yang mendukung dan melindungi beberapa organ lunak, terutama dalam tengkorak dan panggul. Kerangka juga berfungsi sebagai alat ungkit pada gerakan dan menyediakan permukaan untuk kaitan otot7otot kerangka.
Osteomalasia berasal dari bahasa Munani yaitu osteomalacia yang artinya adalah mineralisasi osteoid yang
tidak adekuat atau terlambat pada tulang spongiosa atau korteks dewasa.
Osteomalasia ialah perubahan patologik berupa hilangnya mineralisasi tulang yang disebabkan berkurangnya kadar kalsium fosfat sampai tingkat di bawah kadar yang diperlukan untuk mineralisasi matriks tulang normal, hasil akhirnya ialah rasio antara mineral tulang dengan matriks tulang berkurang.
Beberapa predisposisi yang bisa menyebabkan kondisi osteomalasia adalah sebagai berikutC
6. e=siensi vitamin . -. *alabsorpsi.
?. "idak adekuatnya pajanan sinar matahari. 5. 0ipokalsemia.
1. )enyakit :injal. B.Saran
Sebagai *ahasiswa (lmu Keperawatan, sangatlah penting untuk memahami konsep penyakit dan Asuhan Keparawatan Se!ara "eoritis.
DA"TAR PUSTA'A
Brunner H Suddarth.-6?. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Edisi 8. akartaC +:&
0elmi, Nairin. -6-. Buku Ajar Gangguan Muskuloskeletal. akartaC Salemba *edika.
*uttain, Arif. -. Buku Ajar Asuhan Keperaawatan Klien Gangguan istem Muskuloskeletal. akartaC +:&