PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KARTU SORTIR (CARD SORTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN DI SMK NEGERI 1 MEDAN
TP 2013/2014
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Oleh:
FAHMIA ANNISA NIM 7103141046
PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
i
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh,
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang
telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Caard Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kearsipan di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas
Ekonomi Universitas Negeri Medan.
Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis menyadari tidak dapat berjalan
sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi materil
maupun spiritual. Dengan penuh rasa hormat penulis menyampaikan rasa terima
kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada
pihak yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini, adalah
sebagai berikut:
1. Bapak Prof. DR. Ibnu Hajar, M.Si. Sebagai Rektor Universitas Negeri Medan.
2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Medan.
3. Bapak Drs. Thamrin, M.Si. Selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi
ii
4. Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi, sekaligus sebagai dosen penguji saya,
Bapak Dr. Arwansyah, M.Si.
5. Kepada Dosen Pembimbing Skripsi saya, Bapak Drs. Mangarap Sinaga, M.S,
terimakasih untuk bimbingan dan arahan selama saya menulis dan menyusun
skripsi ini hingga selesai.
6. Kepada bapak Drs. Bangun Napitupulu, M.Si, selaku dosen pembimbing
akademik sekaligus Dosen Penguji saya. Terimakasih saya hanturkan atas
perhatian dan bimbingannya selama ini.
7. Ibu Dra. Gartima Sitanggang, M.Si, Selaku dosen penguji saya yang telah
memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyusunan skripsi ini.
8. Orangtua Ayahanda (Alm. Djoko Sugiarno) dan Ibunda tersayang (Meida
Nugrahalia) yang senantiasa memberikan inspirasi, semangat, dan doa untuk
penulis, untuk Abang tersayang (Fikri Ahadian), dan kakak terbaik (Tuti
Miniarti) terima kasih atas segala motivasi, doa, perhatian serta dukungan
moril maupun materiil yang senantiasa diberikan dengan tulus dan penuh
kasih sayang kepada penulis.
9. Buat sahabat yang selama ini memotivasi penulis menyelesaikan skripsi ini.
Special thank’s untuk Zahra Hafizah, Margaretha Sinaga, Putri Amelia,
Muhammad Hanip Lubis, Dedy Syahputra, Muhammad Reza, Iwansen Munte,
Mustafa Kamal, Ananda, Eky Nurrahman Nainggolan, Fadlan, dan semua
sahabat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terimakasih untuk
iii
10.Buat teman-teman se-Pendidikan Ekonomi stambuk 2010 yang baik hatinya,
tetaplah semangat dan jangan rapuh.
11.Dan semua pihak yang memberikan dukungan dan doa baik langsung maupun
tak langsung kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu per satu, Terima
kasih.
Akhirnya penulis merasa bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna.
Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk
menyempurnakan skripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Medan, Juli 2014
iv ABSTRAK
Fahmia Annisa, NIM : 7103141046. Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kearsipan di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan 2014.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Kearsipan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar Kearsipan siswa di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014.
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Medan Jalan Sindoro No. 1 Medan T.P. 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP1 dan XI AP3 yang terdiri dari dua kelas berjumlah masing-masing 37 siswa kelas XI AP1 dan 37 orang kelas XI AP3. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes hasil belajar Kearsipan siswa kelas eksperimen sebesar 44,97 dengan standar deviasi 14,06 dan nilai rata-rata pretes hasil belajar Kearsipan siswa kelas kontrol 41,95 dengan standar deviasi 12,28. Sedangkan untuk nilai rata-rata postes pada kelas eksperimen 75,46 dengan standar deviasi 11,82 dan nilai rata-rata postes untuk kelas kontrol adalah 69,73 dengan standar deviasi 12,49. Dari uji t diperoleh thitung = 2,026 dan ttabel = 1,992 pada taraf 0,05 dan dk = 72. Dengan demikian, maka thitung > ttabel, yang artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan model kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar Kearsipan siswa di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014.
v ABSTRACT
Fahmia Annisa, NIM: 7103141046. Influence Learning Model Card Sort To the Student Results In Filing Subjects in SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014. Thesis, Department of Economic Education Study Program Office Administration, Faculty of Economics, University of Medan 2014.
The problem in this study is "The low student learning outcomes in subjects Filing. The purpose of this study was to determine the effect of model Card Sorts on learning outcomes of students in SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014.
This research was conducted at SMK Negeri 1 Medan at Sindoro Street No. 1 A.C 2013/2014. The samples in this study were students of class XI AP1 and XI AP3 are composed of two classes totaling 37 students each class XI AP1 and XI AP3 37. Techniques used in data collection is achievement test.
The results showed that the results were obtained an average value of pretest of experimental class students Archives of 44.97 with a standard deviation of 14.06 and an average value of pretest of students learning control results Archival 41.95 with standard deviation 12.28 . As for the value of the average post-test in the experimental class 75.46 with a standard deviation of 11.82 and an average value for the posttest control class is 69.73 with a standard deviation of 12.49. From the obtained t test = 2.026 and the t table = 1.992 at level 0.05 and df = 72. Accordingly, the ttest > t table, which means there is a positive and significant influence of model Card Sorts on learning outcomes of students in Filing SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014.
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan
Kelompok Belajar Konvensional... 13
Tabel 2.2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif... 14
Tabel 2.3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Tipe Card Sorts ... 17
Tabel 3.1. Populasi Peserta Didik Kelas XI AP
SMK Negeri 1 Medan ... 29
Tabel 3.2. Sampel Peserta Didik ... 30
Tabel 3.3. Rancangan Penelitian ... 33
Tabel 3.4. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Kognitif
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Silabus ... 55
Lampiran 2. RPP Eksperimen ... 60
Lampiran 3. RPP Kontrol ... 66
Lampiran 4. Soal Pretest ... 72
Lampiran 5. Kunci Jawaban ... 81
Lampiran 6. Soal Postest ... 82
Lampiran 7. Kunci Jawaban ... 90
Lampiran 8. Tabel Validitas Instrumen Penelitian ... 91
Lampiran 9. Perhitungan Validitas Tes ... 92
Lampiran 10. Tabel Reliabilitas Tes... 94
Lampiran 11. Perhitungan Reliabilitas Tes ... 95
Lampiran 12. Tabel Tingkat Kesukaran Tes ... 96
Lampiran 13. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal ... 97
Lampiran 14. Tabel Daya Pembeda Tes ... 99
Lampiran 15. Perhitungan Daya Beda Soal... 100
Lampiran 16. Data Hasil Belajar Siswa ... 102
Lampiran 17. Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi ... 106
Lampiran 18. Perhitungan Uji Normalitas Data ... 109
Lampiran 19. Peritungan Uji Homogenitas Data ... 114
Lampiran 20. Perhitungan Uji Hipotesis ... 115
Lampiran 21. Dokumentasi Penelitian ... 119
Lampiran 22. Tabel Nilai-Nilai r-Product Moment... 125
Lampiran 23. Daftar Nilai Kritis untuk Uji Liliefors... 126
Lampiran 24. Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal 0 ke z ... 127
Lampiran 25. Daftar Nilai Persentil untuk Distribusi F ... 128
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Pendidikan bertujuan untuk menciptakan kualitas individu yang memiliki
karakter kuat, berpandangan luas ke depan untuk meraih cita-cita yang diharapkan
dan mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan di mana individu tersebut
berada. Secara umum, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan
terencana untuk membangun suasana guna mengembangkan potensi yang ada
dalam diri seseorang agar memiliki kepandaian dalam hal keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, di samping keahlian
khusus lainnya yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. Pendidikan yang
diperoleh seseorang amat penting artinya karena akan membangkitkan motivasi
yang lebih baik pada segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan
merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi kelangsungan hidup setiap
individu.
Demikian mendasarnya kebutuhan pendidikan bagi setiap individu, tak
terkecuali di Indonesia, sehingga negara pun ikut mengatur mengenai pendidikan
di Indonesia seperti tercantum pada alinea ke empat Pembukaan UUD 1945 yang
menyatakan bahwa pendidikan sebagai sebuah hak dasar atau hak yang hakiki
2
(1) Undang-undang Dasar 1945 Amandemen Ke-2 tahap ke-4 yang menegaskan
bahwa setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu,
juga ditegaskan bahwa salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan
bangsa. Negara memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pendidikan
warganya tanpa terkecuali agar tercapai kesejahteraan bagi seluruh masyarakat
Indonesia. Indikator suatu negara dikatakan negara maju, berkembang, atau
bahkan negara tertinggal, dapat dilihat dari pemenuhan hak atas pendidikan
rakyatnya. Sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi dan memiliki
kompetensi tinggi sangat dibutuhkan guna mengelola kekayaan sumber daya alam
yang ada di negara Indonesia sekaligus menjawab tantangan di era globalisasi.
Hal tersebut hanya dapat tercipta melalui pendidikan yang berkualitas.
Pendidikan sangat erat kaitannya dengan belajar baik secara formal atau
nonformal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapatkan peserta didik
melalui sekolah dengan kurikulum yang sudah dibakukan, dan hasilnya berupa
sertifikat yang berlaku umum. Sedangkan pendidikan nonformal adalah
pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara
terstuktur dan berjenjang, fleksibel, berlangsung sepanjang hayat dan tingkat
kompetensi peserta didiknya dapat disetarakan dengan kompetensi pada
pendidikan formal (Sudjana, 2007). Dengan demikian, belajar merupakan suatu
rangkaian proses interaktif antara kegiatan jiwa dan raga dengan lingkungan yang
3
nilai dan sikap yang berkaitan dengan kognitif, afektif dan psikomotor seseorang
(Djamarah, 1999; KBBI).
Ayapoe (2013) dalam bukunya telah mengutip pernyataan Gagne yang
menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah perubahan yang ditampakkan
dalam bentuk perubahan tingkah laku dan pola pikir, di mana keadaannya
berbeda, mulai dari sebelum dan sesudah melakukan tindakan belajar. Perubahan
pola pikir dan tingkah laku yang terjadi merupakan akibat dari adanya suatu
pengalaman atau latihan selama proses belajar. Dengan demikian, proses belajar
merupakan kunci utama terhadap keberhasilan seseorang dalam melaksanakan
pendidikan. Dalam skala yang lebih kecil, proses belajar umumnya dilaksanakan
di dalam kelas yang melibatkan interaksi antara pendidik dan peserta didik.
Proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas sangat penting dan
sangat menentukan terhadap hasil belajar yang diharapkan. Interaksi antara
peserta didik-peserta didik dan peserta didik-pendidik penting dihadirkan dalam
kelas. Suasana harmonis dan kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran
harus diciptakan sedemikian rupa, sehingga dapat berjalan lancar. Namun, proses
tersebut terkadang tidak berjalan dengan sempurna. Beberapa hambatan yang
sering ditemukan antara lain hambatan yang berasal dari faktor internal dan
eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik
misalnya kondisi psikologis ketika belajar. Peserta didik sebaiknya dalam keadaan
4
Beberapa faktor internal lain misalnya kejenuhan belajar yang timbul karena
peserta didik dijejali materi belajar secara terus menerus selama berlangsungnya
pembelajaran, subjek yang dipelajari tidak menarik sehingga tidak memunculkan
motivasi belajar, atau kurang mengetahui manfaat subjek yang dipelajari.
Hambatan tersebut memunculkan efek diantaranya adalah rasa bosan
belajar bagi peserta didik sehingga merasa berat untuk belajar. Sedangkan faktor
eksternal umumnya berasal dari luar diri peserta didik, dalam hal ini dapat berupa
faktor yang berasal dari pendidik atau kondisi lingkungan sekolah (Kamseno, 10
Agustus 2011). Salah satu contoh dikemukakan oleh Sagala (2009:54) yaitu
dalam proses pembelajaran, beberapa pengajar mengandalkan kegiatan yang
kurang perlu misalnya menggunakan model pembelajaran konvensional, yakni
mencatat pelajaran yang sudah ada pada buku atau bercerita tentang hal yang
kurang bermanfaat. Temuan lain misalnya, waktu kontak antara pendidik dengan
peserta didik tidak dimanfaatkan secara maksimal, pendidik lebih suka
memaksakan kehendaknya dalam mengajar, supaya peserta didik menjadi seperti
yang diinginkan pendidik. Hambatan dalam proses belajar inilah yang sebaiknya
diminimalisir dengan berbagai cara, salah satu caranya adalah dengan penerapan
model pembelajaran kooperatif yang menciptakan suasana belajar yang aktif dan
progresif.
Observasi mengenai proses pembelajaran dilakukan di SMK N 1 Medan.
5
Medan, memiliki sarana dan prasarana belajar mengajar yang memadai, dan
lingkungan sekolah yang cukup kondusif untuk belajar. Hasil observasi dan
wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada awal semester genap di SMK N 1
Medan, Januari 2014 ditemukan bahwa ternyata nilai-nilai peserta didik pada mata
pelajaran Kearsipan masih belum seluruhnya mencapai KKM yaitu 75. Rata-rata
nilai peserta didik berada pada rentang 60-69, hanya sedikit di atas KKM.
Meskipun demikian perlu kiranya dikaji lebih jauh untuk meningkatkan KKM
peserta didik hingga mencapai pembelajaran yang tuntas. Sejauh ini, pendidik
lebih banyak menggunakan metode ceramah ketika menyampaikan materi yang
cukup padat, sulit dan banyak. Efisiensi waktu menjadi alasan pendidik
menggunakan metode ceramah tersebut.
Pada mata pelajaran Kearsipan, ditemukan adanya kesulitan yang cukup
tinggi dalam topik Sistem Kearsipan. Misalnya pada sistem abjad dan sistem
masalah. Dalam kedua sistem tersebut terdapat kerumitan pada bagian
mengindeks nama dan menentukan kode dari surat yang telah di indeks. Salah
satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan untuk topik ini adalah
model pembelajaran kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts). Model tersebut
selain dirasa cukup baik untuk diterapkan di kelas karena akan membuat kegiatan
belajar peserta didik lebih bermakna dan membuat peserta didik lebih aktif, juga
dapat melatih peserta didik untuk berkolaborasi dengan temannya untuk
6
dibahas atau mereview informasi. Disamping itu, gerakan fisik yang dominan
dalam model pembelajaran ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh
atau bosan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka model pembelajaran
kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts) akan dipilih untuk mengatasi masalah
yang ada pada mata pelajaran Kearsipan pada sub-topik sistem kearsipan.
Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk melkukan penelitian dengan
judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kearsipan Di SMK Negeri 1 Medan TP 2013/2014”.
1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalahnya dapat diidentifikasi
sebagai berikut:
1. Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Kearsipan belum
mencapai KKM, dikarenakan bagi sebagian siswa, materi dirasa cukup
padat dan sulit untuk dipahami.
2. Kurangnya minat peserta didik dalam belajar sistem kearsipan, disebabkan
oleh materi yang padat disampaikan dengan model pembelajaran ceramah.
3. Rendahnya aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran
7
4. Pemilihan model pembelajaran yang masih kurang tepat yang
mengakibatkan hasil belajar peserta didik belum mencapai KKM.
1.3.Batasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan permasalahan yang telah teridentifikasi, maka
perlu adanya batasan masalah yaitu: Penerapan Model Pembelajaran Tipe Kartu
Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kearsipan
di SMK Negeri 1 Medan T.P 2013/2014.
1.4.Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah di atas, maka rumusan
masalah dari penelitian ini yaitu:
“Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran
tipe Kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar peserta didik pada
mata pokok bahasan sistem kearsipan di SMK N 1 Medan T.P
8
1.5.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
“Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe kartu sortir (Card
Sorts) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
Kearsipan di SMK N 1 Medan T.P 2013/2014.”
1.6.Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
1. Menambah pengetahuan peneliti tentang model pembelajaran kooperatif
tipe kartu sortir (Card Sorts) sebagai salah satu model pembelajaran yang
efektif digunakan dalam proses pembelajaran.
2. sebagai penambah pengetahuan bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan
khususnya di Universitas Negeri Medan.
3. Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam memilih model pembelajaran
yang mampu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta
didik.
4. Sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk mengasah
kemampuan berkomunikasi peserta didik, sehingga peserta didik dapat
lebih aktif dalam proses pembelajaran.
5. Sebagai bahan referensi bagi semua pihak yang membutuhkan, maupun
50 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif
tipe Card Sorts (75,46) lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang
diajarkan dengan model pembelajaran konvensional (69,73) dan berbeda
secara signifikan pada taraf α = 0,05.
2. Penggunaan model pembelajaran tipe kartu sortir (Card Sorts) dapat
diterapkan pada mata pelajaran kearsipan dengan tujuan mereview materi
yang telah diajarkan sebelumnya.
3. Pengaturan waktu yang baik, dapat memaksimalkan hasil belajar menjadi
lebih baik lagi dari sebelumnya.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran
yang dapat diajukan oleh peneliti, yakni:
1. Bagi guru bidang studi, diharapkan dapat menjadikan model pembelajaran
kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts) ini sebagai salah satu alternatif
51
2. Bagi guru yang akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
kartu sortir (Card Sorts) ini, diharapkan lebih efisien dalam hal pengaturan
waktu, yakni dalam pembagian kelompok berdasarkan kartu yang
diperoleh, waktu dalam berdiskusi, serta waktu dalam menyampaikan hasil
diskusi secara singkat.
3. Bagi peneliti selanjutnya, agar lebih menyempurnakan penelitiannya agar
memperoleh hasil yang maksimal. Hal ini sangat penting dilakukan, agar
hasil penelitian ini nantinya menjadi lebih baik dan dapat dijadikan inovasi
bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan model-model
pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif jika diterapkan
52
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2011. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
Astuti, Esti P, dkk. 2014. Meningkatkan Pemahaman Konsep Kegiatan Ekonomi Melalui Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sorts. Jurnal Mahasiswa PGSD. Volume 8/No. 2/2014/ ISSN: 2337-8786. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.
Dimyati. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Ahdi Mahastya
Fadeh. 2009. Aplikasi Metode Card Sorts dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi Al-Qur’an Hadist di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Bululawang. Universitas Islam Negeri Malang.
Fatah, Yasin A. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang Press.
Hamalik. Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara
Hamruni. 2012. Model Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Hartono. 2006. Strategi Pembelajaran Active Learning (Suatu Strategi Pembelajaran Berbasis Student Centered). www.sanaky.com.
Haryanto. 2012. Pengertian Pendidikan Menurut Ahli. Belajarpsikologi.com. http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/ (diakses tanggal 28 Desember 2013)
Haryanto. 2011. Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Card Sort dan Index Card Match Terhadap Prestasi Belajar Getaran dan Gelombang. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F). Volume2/No.
2/Septtember/2011/ISSN: 2086-2407. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengeahuan Alam IKIP PGRI Semarang. (165-174)
Isjoni. 2011. Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung: Alfabeta.
Jihad, Asep. Haris, Abdul. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.
53
http://joegolan.wordpress.com/2009/04/13/pengertian-belajar/ (diakses pada tanggal 2 Januari 2014).
Kamseno, S. 2011. Kendala-Kendala Peserta didik dalam Belajar. Sigitkamseno.student.umm.ac.id.
http://sigitkamseno.student.umm.ac.id/2011/08/10/kendala-kendala-peserta didik- dalam- belajar/ (diakses tanggal 28 Desember 2013)
Lie. Anita. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo
________. 2008. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo
Nugrahanggarini, Putri Septa. Budiningarti, Hermin. 2014. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share) dengan Teknik Card Sort pada Materi Fluida Statik Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 1 Puri Mojokerto. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF). Volume 3/No. 2/2014/ISSN: 2302-4496. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. (65-69)
Rozik, Achmad Ulul, dkk. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD dengan Strategi Kartu Sortir (Card Sort) Terhadap Prestasi Belajar Fisika pada Materi Fluida Statis di Kelas XI SNA Megeri 1 Mojokerto. Jurnal Pendidikan Fisika. Volume 1/No. 1/2012/ISSN: 2302-4496. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. (182-187)
Sagala, S. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabeta.
Sudjana, 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sudjana, Djuju. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Imtima.
Sanjaya, Wina. 2006. Model Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sani, Ridwan. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Silberman, Melvin L. 2006. Actice Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusa Media.
Silitonga, P. M. 2011. Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian. FMIPA Universitas negeri Medan. Medan.
54
Trianto. 2010. Model Pembelajraan Terpadu, Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). PT Bumi Aksara. Jakarta.
Warpala, I Wayan. 2009. Pendekatan Pembelajaran Konvensional. Edukasi.kompasiana.com. http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/pen dekatan-pembelajaran-konvensional-40376.html (Diakses pada tanggal 2 Februari 2014)
Winarsih Yuni R, dkk. 2014. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort pada Kelas VIII B MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno. Jurnal RADIASI Pendidikan Fisika. Volume 4/No. 1/April/2014/ISSN: 2301-6111.Fakultas Maematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Purworejo. (69-72)