• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KARTU SORTIR (CARD SORTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN DI SMK NEGERI 1 MEDAN T.P. 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KARTU SORTIR (CARD SORTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN DI SMK NEGERI 1 MEDAN T.P. 2013/2014."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KARTU SORTIR (CARD SORTS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN DI SMK NEGERI 1 MEDAN

TP 2013/2014

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh:

FAHMIA ANNISA NIM 7103141046

PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

i

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikumwarahmatullahiwabarakatuh,

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang

telah memberikan rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Caard Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kearsipan di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014”. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas

Ekonomi Universitas Negeri Medan.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis menyadari tidak dapat berjalan

sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, baik dari segi materil

maupun spiritual. Dengan penuh rasa hormat penulis menyampaikan rasa terima

kasih yang sebesar-besarnya terutama kepada Universitas Negeri Medan.

Pada kesempatan ini ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada

pihak yang telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini, adalah

sebagai berikut:

1. Bapak Prof. DR. Ibnu Hajar, M.Si. Sebagai Rektor Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Drs. Kustoro Budiarta, ME, Sebagai Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Drs. Thamrin, M.Si. Selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi

(3)

ii

4. Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi, sekaligus sebagai dosen penguji saya,

Bapak Dr. Arwansyah, M.Si.

5. Kepada Dosen Pembimbing Skripsi saya, Bapak Drs. Mangarap Sinaga, M.S,

terimakasih untuk bimbingan dan arahan selama saya menulis dan menyusun

skripsi ini hingga selesai.

6. Kepada bapak Drs. Bangun Napitupulu, M.Si, selaku dosen pembimbing

akademik sekaligus Dosen Penguji saya. Terimakasih saya hanturkan atas

perhatian dan bimbingannya selama ini.

7. Ibu Dra. Gartima Sitanggang, M.Si, Selaku dosen penguji saya yang telah

memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyusunan skripsi ini.

8. Orangtua Ayahanda (Alm. Djoko Sugiarno) dan Ibunda tersayang (Meida

Nugrahalia) yang senantiasa memberikan inspirasi, semangat, dan doa untuk

penulis, untuk Abang tersayang (Fikri Ahadian), dan kakak terbaik (Tuti

Miniarti) terima kasih atas segala motivasi, doa, perhatian serta dukungan

moril maupun materiil yang senantiasa diberikan dengan tulus dan penuh

kasih sayang kepada penulis.

9. Buat sahabat yang selama ini memotivasi penulis menyelesaikan skripsi ini.

Special thank’s untuk Zahra Hafizah, Margaretha Sinaga, Putri Amelia,

Muhammad Hanip Lubis, Dedy Syahputra, Muhammad Reza, Iwansen Munte,

Mustafa Kamal, Ananda, Eky Nurrahman Nainggolan, Fadlan, dan semua

sahabat yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terimakasih untuk

(4)

iii

10.Buat teman-teman se-Pendidikan Ekonomi stambuk 2010 yang baik hatinya,

tetaplah semangat dan jangan rapuh.

11.Dan semua pihak yang memberikan dukungan dan doa baik langsung maupun

tak langsung kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu per satu, Terima

kasih.

Akhirnya penulis merasa bahwa tulisan ini masih jauh dari sempurna.

Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk

menyempurnakan skripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat

bermanfaat bagi pembaca.

Medan, Juli 2014

(5)

iv ABSTRAK

Fahmia Annisa, NIM : 7103141046. Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Kearsipan di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan 2014.

Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Kearsipan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar Kearsipan siswa di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014.

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Medan Jalan Sindoro No. 1 Medan T.P. 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI AP1 dan XI AP3 yang terdiri dari dua kelas berjumlah masing-masing 37 siswa kelas XI AP1 dan 37 orang kelas XI AP3. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes hasil belajar Kearsipan siswa kelas eksperimen sebesar 44,97 dengan standar deviasi 14,06 dan nilai rata-rata pretes hasil belajar Kearsipan siswa kelas kontrol 41,95 dengan standar deviasi 12,28. Sedangkan untuk nilai rata-rata postes pada kelas eksperimen 75,46 dengan standar deviasi 11,82 dan nilai rata-rata postes untuk kelas kontrol adalah 69,73 dengan standar deviasi 12,49. Dari uji t diperoleh thitung = 2,026 dan ttabel = 1,992 pada taraf  0,05 dan dk = 72. Dengan demikian, maka thitung > ttabel, yang artinya ada pengaruh yang positif dan signifikan model kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar Kearsipan siswa di SMK Negeri 1 Medan T.P. 2013/2014.

(6)

v ABSTRACT

Fahmia Annisa, NIM: 7103141046. Influence Learning Model Card Sort To the Student Results In Filing Subjects in SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014. Thesis, Department of Economic Education Study Program Office Administration, Faculty of Economics, University of Medan 2014.

The problem in this study is "The low student learning outcomes in subjects Filing. The purpose of this study was to determine the effect of model Card Sorts on learning outcomes of students in SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014.

This research was conducted at SMK Negeri 1 Medan at Sindoro Street No. 1 A.C 2013/2014. The samples in this study were students of class XI AP1 and XI AP3 are composed of two classes totaling 37 students each class XI AP1 and XI AP3 37. Techniques used in data collection is achievement test.

The results showed that the results were obtained an average value of pretest of experimental class students Archives of 44.97 with a standard deviation of 14.06 and an average value of pretest of students learning control results Archival 41.95 with standard deviation 12.28 . As for the value of the average post-test in the experimental class 75.46 with a standard deviation of 11.82 and an average value for the posttest control class is 69.73 with a standard deviation of 12.49. From the obtained t test = 2.026 and the t table = 1.992 at level 0.05 and df = 72. Accordingly, the ttest > t table, which means there is a positive and significant influence of model Card Sorts on learning outcomes of students in Filing SMK Negeri 1 Medan A.C 2013/2014.

(7)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan

Kelompok Belajar Konvensional... 13

Tabel 2.2. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif... 14

Tabel 2.3. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Tipe Card Sorts ... 17

Tabel 3.1. Populasi Peserta Didik Kelas XI AP

SMK Negeri 1 Medan ... 29

Tabel 3.2. Sampel Peserta Didik ... 30

Tabel 3.3. Rancangan Penelitian ... 33

Tabel 3.4. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Kognitif

(8)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus ... 55

Lampiran 2. RPP Eksperimen ... 60

Lampiran 3. RPP Kontrol ... 66

Lampiran 4. Soal Pretest ... 72

Lampiran 5. Kunci Jawaban ... 81

Lampiran 6. Soal Postest ... 82

Lampiran 7. Kunci Jawaban ... 90

Lampiran 8. Tabel Validitas Instrumen Penelitian ... 91

Lampiran 9. Perhitungan Validitas Tes ... 92

Lampiran 10. Tabel Reliabilitas Tes... 94

Lampiran 11. Perhitungan Reliabilitas Tes ... 95

Lampiran 12. Tabel Tingkat Kesukaran Tes ... 96

Lampiran 13. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal ... 97

Lampiran 14. Tabel Daya Pembeda Tes ... 99

Lampiran 15. Perhitungan Daya Beda Soal... 100

Lampiran 16. Data Hasil Belajar Siswa ... 102

Lampiran 17. Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi ... 106

Lampiran 18. Perhitungan Uji Normalitas Data ... 109

Lampiran 19. Peritungan Uji Homogenitas Data ... 114

Lampiran 20. Perhitungan Uji Hipotesis ... 115

Lampiran 21. Dokumentasi Penelitian ... 119

Lampiran 22. Tabel Nilai-Nilai r-Product Moment... 125

Lampiran 23. Daftar Nilai Kritis untuk Uji Liliefors... 126

Lampiran 24. Tabel Wilayah Luas di Bawah Kurva Normal 0 ke z ... 127

Lampiran 25. Daftar Nilai Persentil untuk Distribusi F ... 128

(9)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Pendidikan bertujuan untuk menciptakan kualitas individu yang memiliki

karakter kuat, berpandangan luas ke depan untuk meraih cita-cita yang diharapkan

dan mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan di mana individu tersebut

berada. Secara umum, pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan

terencana untuk membangun suasana guna mengembangkan potensi yang ada

dalam diri seseorang agar memiliki kepandaian dalam hal keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, di samping keahlian

khusus lainnya yang dapat diterapkan dalam kehidupannya. Pendidikan yang

diperoleh seseorang amat penting artinya karena akan membangkitkan motivasi

yang lebih baik pada segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan

merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi kelangsungan hidup setiap

individu.

Demikian mendasarnya kebutuhan pendidikan bagi setiap individu, tak

terkecuali di Indonesia, sehingga negara pun ikut mengatur mengenai pendidikan

di Indonesia seperti tercantum pada alinea ke empat Pembukaan UUD 1945 yang

menyatakan bahwa pendidikan sebagai sebuah hak dasar atau hak yang hakiki

(10)

2

(1) Undang-undang Dasar 1945 Amandemen Ke-2 tahap ke-4 yang menegaskan

bahwa setiap individu berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu,

juga ditegaskan bahwa salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan

bangsa. Negara memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pendidikan

warganya tanpa terkecuali agar tercapai kesejahteraan bagi seluruh masyarakat

Indonesia. Indikator suatu negara dikatakan negara maju, berkembang, atau

bahkan negara tertinggal, dapat dilihat dari pemenuhan hak atas pendidikan

rakyatnya. Sumber daya manusia yang berpendidikan tinggi dan memiliki

kompetensi tinggi sangat dibutuhkan guna mengelola kekayaan sumber daya alam

yang ada di negara Indonesia sekaligus menjawab tantangan di era globalisasi.

Hal tersebut hanya dapat tercipta melalui pendidikan yang berkualitas.

Pendidikan sangat erat kaitannya dengan belajar baik secara formal atau

nonformal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapatkan peserta didik

melalui sekolah dengan kurikulum yang sudah dibakukan, dan hasilnya berupa

sertifikat yang berlaku umum. Sedangkan pendidikan nonformal adalah

pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara

terstuktur dan berjenjang, fleksibel, berlangsung sepanjang hayat dan tingkat

kompetensi peserta didiknya dapat disetarakan dengan kompetensi pada

pendidikan formal (Sudjana, 2007). Dengan demikian, belajar merupakan suatu

rangkaian proses interaktif antara kegiatan jiwa dan raga dengan lingkungan yang

(11)

3

nilai dan sikap yang berkaitan dengan kognitif, afektif dan psikomotor seseorang

(Djamarah, 1999; KBBI).

Ayapoe (2013) dalam bukunya telah mengutip pernyataan Gagne yang

menjelaskan bahwa belajar merupakan sebuah perubahan yang ditampakkan

dalam bentuk perubahan tingkah laku dan pola pikir, di mana keadaannya

berbeda, mulai dari sebelum dan sesudah melakukan tindakan belajar. Perubahan

pola pikir dan tingkah laku yang terjadi merupakan akibat dari adanya suatu

pengalaman atau latihan selama proses belajar. Dengan demikian, proses belajar

merupakan kunci utama terhadap keberhasilan seseorang dalam melaksanakan

pendidikan. Dalam skala yang lebih kecil, proses belajar umumnya dilaksanakan

di dalam kelas yang melibatkan interaksi antara pendidik dan peserta didik.

Proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas sangat penting dan

sangat menentukan terhadap hasil belajar yang diharapkan. Interaksi antara

peserta didik-peserta didik dan peserta didik-pendidik penting dihadirkan dalam

kelas. Suasana harmonis dan kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran

harus diciptakan sedemikian rupa, sehingga dapat berjalan lancar. Namun, proses

tersebut terkadang tidak berjalan dengan sempurna. Beberapa hambatan yang

sering ditemukan antara lain hambatan yang berasal dari faktor internal dan

eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik

misalnya kondisi psikologis ketika belajar. Peserta didik sebaiknya dalam keadaan

(12)

4

Beberapa faktor internal lain misalnya kejenuhan belajar yang timbul karena

peserta didik dijejali materi belajar secara terus menerus selama berlangsungnya

pembelajaran, subjek yang dipelajari tidak menarik sehingga tidak memunculkan

motivasi belajar, atau kurang mengetahui manfaat subjek yang dipelajari.

Hambatan tersebut memunculkan efek diantaranya adalah rasa bosan

belajar bagi peserta didik sehingga merasa berat untuk belajar. Sedangkan faktor

eksternal umumnya berasal dari luar diri peserta didik, dalam hal ini dapat berupa

faktor yang berasal dari pendidik atau kondisi lingkungan sekolah (Kamseno, 10

Agustus 2011). Salah satu contoh dikemukakan oleh Sagala (2009:54) yaitu

dalam proses pembelajaran, beberapa pengajar mengandalkan kegiatan yang

kurang perlu misalnya menggunakan model pembelajaran konvensional, yakni

mencatat pelajaran yang sudah ada pada buku atau bercerita tentang hal yang

kurang bermanfaat. Temuan lain misalnya, waktu kontak antara pendidik dengan

peserta didik tidak dimanfaatkan secara maksimal, pendidik lebih suka

memaksakan kehendaknya dalam mengajar, supaya peserta didik menjadi seperti

yang diinginkan pendidik. Hambatan dalam proses belajar inilah yang sebaiknya

diminimalisir dengan berbagai cara, salah satu caranya adalah dengan penerapan

model pembelajaran kooperatif yang menciptakan suasana belajar yang aktif dan

progresif.

Observasi mengenai proses pembelajaran dilakukan di SMK N 1 Medan.

(13)

5

Medan, memiliki sarana dan prasarana belajar mengajar yang memadai, dan

lingkungan sekolah yang cukup kondusif untuk belajar. Hasil observasi dan

wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada awal semester genap di SMK N 1

Medan, Januari 2014 ditemukan bahwa ternyata nilai-nilai peserta didik pada mata

pelajaran Kearsipan masih belum seluruhnya mencapai KKM yaitu 75. Rata-rata

nilai peserta didik berada pada rentang 60-69, hanya sedikit di atas KKM.

Meskipun demikian perlu kiranya dikaji lebih jauh untuk meningkatkan KKM

peserta didik hingga mencapai pembelajaran yang tuntas. Sejauh ini, pendidik

lebih banyak menggunakan metode ceramah ketika menyampaikan materi yang

cukup padat, sulit dan banyak. Efisiensi waktu menjadi alasan pendidik

menggunakan metode ceramah tersebut.

Pada mata pelajaran Kearsipan, ditemukan adanya kesulitan yang cukup

tinggi dalam topik Sistem Kearsipan. Misalnya pada sistem abjad dan sistem

masalah. Dalam kedua sistem tersebut terdapat kerumitan pada bagian

mengindeks nama dan menentukan kode dari surat yang telah di indeks. Salah

satu model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan untuk topik ini adalah

model pembelajaran kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts). Model tersebut

selain dirasa cukup baik untuk diterapkan di kelas karena akan membuat kegiatan

belajar peserta didik lebih bermakna dan membuat peserta didik lebih aktif, juga

dapat melatih peserta didik untuk berkolaborasi dengan temannya untuk

(14)

6

dibahas atau mereview informasi. Disamping itu, gerakan fisik yang dominan

dalam model pembelajaran ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh

atau bosan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka model pembelajaran

kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts) akan dipilih untuk mengatasi masalah

yang ada pada mata pelajaran Kearsipan pada sub-topik sistem kearsipan.

Oleh karena itu penulis merasa tertarik untuk melkukan penelitian dengan

judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kartu Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kearsipan Di SMK Negeri 1 Medan TP 2013/2014”.

1.2.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalahnya dapat diidentifikasi

sebagai berikut:

1. Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Kearsipan belum

mencapai KKM, dikarenakan bagi sebagian siswa, materi dirasa cukup

padat dan sulit untuk dipahami.

2. Kurangnya minat peserta didik dalam belajar sistem kearsipan, disebabkan

oleh materi yang padat disampaikan dengan model pembelajaran ceramah.

3. Rendahnya aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran

(15)

7

4. Pemilihan model pembelajaran yang masih kurang tepat yang

mengakibatkan hasil belajar peserta didik belum mencapai KKM.

1.3.Batasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan permasalahan yang telah teridentifikasi, maka

perlu adanya batasan masalah yaitu: Penerapan Model Pembelajaran Tipe Kartu

Sortir (Card Sorts) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kearsipan

di SMK Negeri 1 Medan T.P 2013/2014.

1.4.Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah di atas, maka rumusan

masalah dari penelitian ini yaitu:

“Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran

tipe Kartu sortir (Card Sorts) terhadap hasil belajar peserta didik pada

mata pokok bahasan sistem kearsipan di SMK N 1 Medan T.P

(16)

8

1.5.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe kartu sortir (Card

Sorts) terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran

Kearsipan di SMK N 1 Medan T.P 2013/2014.”

1.6.Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

1. Menambah pengetahuan peneliti tentang model pembelajaran kooperatif

tipe kartu sortir (Card Sorts) sebagai salah satu model pembelajaran yang

efektif digunakan dalam proses pembelajaran.

2. sebagai penambah pengetahuan bagi mahasiswa di lingkungan pendidikan

khususnya di Universitas Negeri Medan.

3. Sebagai bahan masukan bagi sekolah dalam memilih model pembelajaran

yang mampu meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar peserta

didik.

4. Sebagai salah satu alternatif model pembelajaran untuk mengasah

kemampuan berkomunikasi peserta didik, sehingga peserta didik dapat

lebih aktif dalam proses pembelajaran.

5. Sebagai bahan referensi bagi semua pihak yang membutuhkan, maupun

(17)

50 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:

1. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif

tipe Card Sorts (75,46) lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang

diajarkan dengan model pembelajaran konvensional (69,73) dan berbeda

secara signifikan pada taraf α = 0,05.

2. Penggunaan model pembelajaran tipe kartu sortir (Card Sorts) dapat

diterapkan pada mata pelajaran kearsipan dengan tujuan mereview materi

yang telah diajarkan sebelumnya.

3. Pengaturan waktu yang baik, dapat memaksimalkan hasil belajar menjadi

lebih baik lagi dari sebelumnya.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran

yang dapat diajukan oleh peneliti, yakni:

1. Bagi guru bidang studi, diharapkan dapat menjadikan model pembelajaran

kooperatif tipe kartu sortir (Card Sorts) ini sebagai salah satu alternatif

(18)

51

2. Bagi guru yang akan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe

kartu sortir (Card Sorts) ini, diharapkan lebih efisien dalam hal pengaturan

waktu, yakni dalam pembagian kelompok berdasarkan kartu yang

diperoleh, waktu dalam berdiskusi, serta waktu dalam menyampaikan hasil

diskusi secara singkat.

3. Bagi peneliti selanjutnya, agar lebih menyempurnakan penelitiannya agar

memperoleh hasil yang maksimal. Hal ini sangat penting dilakukan, agar

hasil penelitian ini nantinya menjadi lebih baik dan dapat dijadikan inovasi

bagi dunia pendidikan, khususnya dalam penggunaan model-model

pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif jika diterapkan

(19)

52

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2011. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Astuti, Esti P, dkk. 2014. Meningkatkan Pemahaman Konsep Kegiatan Ekonomi Melalui Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sorts. Jurnal Mahasiswa PGSD. Volume 8/No. 2/2014/ ISSN: 2337-8786. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Dimyati. Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Ahdi Mahastya

Fadeh. 2009. Aplikasi Metode Card Sorts dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi Al-Qur’an Hadist di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Bululawang. Universitas Islam Negeri Malang.

Fatah, Yasin A. 2008. Dimensi-Dimensi Pendidikan Islam. Malang: UIN Malang Press.

Hamalik. Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara

Hamruni. 2012. Model Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.

Hartono. 2006. Strategi Pembelajaran Active Learning (Suatu Strategi Pembelajaran Berbasis Student Centered). www.sanaky.com.

Haryanto. 2012. Pengertian Pendidikan Menurut Ahli. Belajarpsikologi.com. http://belajarpsikologi.com/pengertian-pendidikan-menurut-ahli/ (diakses tanggal 28 Desember 2013)

Haryanto. 2011. Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif Card Sort dan Index Card Match Terhadap Prestasi Belajar Getaran dan Gelombang. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika (JP2F). Volume2/No.

2/Septtember/2011/ISSN: 2086-2407. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengeahuan Alam IKIP PGRI Semarang. (165-174)

Isjoni. 2011. Cooperative Learning Mengembangkan Kemampuan Belajar Berkelompok. Bandung: Alfabeta.

Jihad, Asep. Haris, Abdul. 2012. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo.

(20)

53

http://joegolan.wordpress.com/2009/04/13/pengertian-belajar/ (diakses pada tanggal 2 Januari 2014).

Kamseno, S. 2011. Kendala-Kendala Peserta didik dalam Belajar. Sigitkamseno.student.umm.ac.id.

http://sigitkamseno.student.umm.ac.id/2011/08/10/kendala-kendala-peserta didik- dalam- belajar/ (diakses tanggal 28 Desember 2013)

Lie. Anita. 2002. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo

________. 2008. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo

Nugrahanggarini, Putri Septa. Budiningarti, Hermin. 2014. Pengaruh Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS (Think Pair Share) dengan Teknik Card Sort pada Materi Fluida Statik Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA N 1 Puri Mojokerto. Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF). Volume 3/No. 2/2014/ISSN: 2302-4496. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. (65-69)

Rozik, Achmad Ulul, dkk. (2012). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe STAD dengan Strategi Kartu Sortir (Card Sort) Terhadap Prestasi Belajar Fisika pada Materi Fluida Statis di Kelas XI SNA Megeri 1 Mojokerto. Jurnal Pendidikan Fisika. Volume 1/No. 1/2012/ISSN: 2302-4496. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. (182-187)

Sagala, S. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV. Alfabeta.

Sudjana, 2005. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudjana, Djuju. 2007. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Imtima.

Sanjaya, Wina. 2006. Model Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sani, Ridwan. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Silberman, Melvin L. 2006. Actice Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusa Media.

Silitonga, P. M. 2011. Statistik Teori dan Aplikasi dalam Penelitian. FMIPA Universitas negeri Medan. Medan.

(21)

54

Trianto. 2010. Model Pembelajraan Terpadu, Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). PT Bumi Aksara. Jakarta.

Warpala, I Wayan. 2009. Pendekatan Pembelajaran Konvensional. Edukasi.kompasiana.com. http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/20/pen dekatan-pembelajaran-konvensional-40376.html (Diakses pada tanggal 2 Februari 2014)

Winarsih Yuni R, dkk. 2014. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Pembelajaran Aktif Tipe Card Sort pada Kelas VIII B MTs Tarbiyatul ‘Ulum Tirtomoyo Poncowarno. Jurnal RADIASI Pendidikan Fisika. Volume 4/No. 1/April/2014/ISSN: 2301-6111.Fakultas Maematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Muhammadiyah Purworejo. (69-72)

Gambar

Tabel 2.1. Perbedaan kelompok belajar kooperatif dengan                 Kelompok Belajar Konvensional.....................................................

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi berjudul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Picture and Picture Pada Mata Pelajaran Gambar Teknik Di Kelas X SMK Parulian 3 Medan

M.. Pengaruh Remedial Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan di SMK Swasta Budi Satrya Medan. Skripsi, Jurusan Pendidikan

Pengaruh Lingkungan Sekolah, Motivasi Belajar Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas X Administrasi

sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang berjudul “ Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi Genius Learning terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran melakukan prosedur administrasi

Card Sort (sortir kartu) adalah metode pembelajaran aktif bagi siswa untuk menyelesaikan masalah mata pelajaran Bahasa Indonesia secara berkelompok. Card Sort dalam

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “ Hubungan Penguasaan Mata Pelajaran Matematika dengan Keberhasilan Belajar Mata Pelajaran Mekanika Teknik Siswa DPIB