PERB ANDINGAN PENINGK ATAN HASIL B ELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEM B ELAJ ARAN LE ARN ING CYCLE
DAN QUANTUM TEACHING DENGAN MEDIA KARTU KERJA PADA TOPIK KELARUTAN DAN KSP
Oleh
Hafizhah NIM 4101131013
Program Studi Pendidikan Kimia
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
Judul Skripsi : Perbandingan Peningkatan Hasil B elajar
Siswa Melalui Model Pe mbe laja ran Lear ning
Cycl e dan Quantum Teaching dengan Media Kartu Kerja pada Topik Kelarutan Dan Ksp
Nama Mahasiswa : Hafizhah
NIM : 4101131013
Program Studi : Pendidikan Kimia
Jurusan : Kimia
Menyetujui :
DosenPembimbing Skripsi
Dra. Hj. Gulmah Sugiharti, M.Pd NIP. 196111071988032001
Mengetahui:
FMIPA UNIMED Jurusan Kimia
Dekan, Ketua,
Prof. Drs. Motlan, M.Sc., Ph.D Drs. Jamalum Purba, M.Si NIP. 19590805 198601 1 001 NIP. 19641207 199103 1 002
ii
RIWAYAT HIDUP
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala berkat dan rahmat-Nya, skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Skripsi berjudul Perbandingan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pe mbe la ja ra n lea rning cy cle da n quant um teac hing d ipadu ka n media kartu kerja Pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan disusun untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Hj. Gulmah Sugiharti, M.Pd, sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan dan saran-saran kepada penulis sejak awal penelitian sampai dengan selesainya penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Dr. Retno Dwi Suyanti, M.Si, Bapak Dr. Ajat Sudrajat, M.Si dan dan Bapak Dr. Simson Tarigan, M.Pd yang telah memberikan masukan dan saran-saran mulai dari penelitian sampai dengan selesainya skripsi ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Drs. Pasar Maulim Silitonga, MS selaku dosen pembimbing akademik dan kepada seluruh bapak dan Ibu Dosen beserta Staf Pegawai Jurusan Kimia FMIPA Unimed yang sudah membantu penulis. Ucapan terima kasih kepada guru-guru sekolah yang telah mendidik penulis sehingga penulis dapat memperoleh gelar sarjana. Ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru kimia (Bapak Muhammad Suep, Spd) dan siswa/i kelas XI IPA1 dan XI IPA2 SMANegeri 1 Kec. Binjai yang telah banyak membantu penulis selama proses penelitian berlangsung.
v
setia memberikan dukungan, doa yang tulus, semangat terus berkobar, ketegaran menjalani cobaan, ketenangan dimasa-masa sulit dan tawa keceriaan yang selalu hadir ditengah-tengah keluarga. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih rekan-rekan mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Medan kelas Dik A 2010 khususnya buat Khairatun Nisa Manik, Tukma Sari, Juni Astuti, Siti Patimah, Dessy Rahmayanti Hasibuan, Yuriska Hotpimanda Nasution, Ardiansyah Harahap, Damayanti, Herry Purwanto Panjaitan, Indra Lasmana Tarigan, Joko Cahyono, Putri Permata Sari Siregar, Fitri Apriana, Triani Sasmi, Juwita Emilia, Rifzal Adiansyah yang telah menjalin keakraban bersama, suka duka, dukungan dan semangatnya selama menjalani perkuliahan ini.
Terima kasih juga penulis sampaikan kepada sahabat-sahabatku Surtiani, Jerni, Fitri Handayani, Masniari Batu Bara, Hotma Berutu, Nur Holidiah, Nasrul Maysa, Yuli, Uni Nelvia Anisah, Kak Warzukni, Kak Anggraini Kurniawan, dan teman-teman yang tidak bisa penulis cantumkan namanya satu per satu.
Penulis telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.
Medan, Juli 2014 Penulis,
PERBANDINGAN PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LEA RNING
CYCLE DAN QUANTUM TEACHING DIPADUKAN MEDIA
KARTU KERJA PADA MATERI POKOK
KELARUTAN DAN Ksp
Hafizhah (4101131013)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar melalui model Pembelajaran Learning Cycle dan Quantum Teaching dipadukan media kartu kerja pada materi pokok Kelarutan dan Hasil kali Kelarutan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI IPA SMA Negeri 1 kec. Binjai, Kab. Langkat yang terdiri dari 3 kelas rata-rata jumlah siswa 45 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini diambil dengan teknik random sampling sebanyak 2 kelas, sebagai kelas eksperimen I dan kelas eksperimen II. Masing – masing kelas terdiri atas 45 orang siswa. Sebelum melaksanakan penelitian, terlebih dahulu dilaksanakan uji coba instrumen tes penelitian. Hasil uji reliabilitas instrumen Tes menggunakan Kuder Richardson-20 (KR-20) diperoleh rhitung sebesar 0,895 dimana harga rtabel
dengan α 0,05 sebesar 0,312. Karena harga rhitung > rtabel sehingga dapat dinyatakan
bahwa secara 20 soal yang valid dinyatakan reliabel Siswa pada kelas eksperimen diberi pengajaran menggunakan model Pembelajaran Learning Cycle dengan Media Kartu Kerja. Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II diberi model pembelajran Quantum Teaching dengan media kartu kerja. Hasil pengolahan data menunjukkan siswa pada kelas ekperimen I memiliki rata–rata nilai pretest 21,89 + 6,33 dan post-tes 72,22 + 7,43 dengan rata–rata gain sebesar 0,64. Sedangkan siswa pada kelas eksperimen II memiliki rata–rata nilai pretest 21,67 + 6,39 dan pos-tes 63,22 + 7,32 dengan rata–rata gain sebesar 0,53.Hasil uji statistik uji t dua pihak dari data gain diperoleh bahwa nilai thitung sebesar 2,36 sedangkan nilai ttabel
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 44
4.1. Hasil Penelitian Peningkatan Hasil Belajar 44
4.1.1. Analisis Data dan Instrument Penelitian 44
4.1.2. Data Hasil Penelitian 46
4.2. Analisis Data Penelitian 47
4.2.1. Uji Normalitas Data 47
4.2.2. Uji Homogenitas Data 47
4.2.3. Uji Hipotesis 48
4.2.4. Persentase (%) Peningkatan Hasil Belajar 49
4.3. Pembahasan Hasil Penelitian 50
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 53
5.1. Kesimpulan 53
5.2. Saran 53
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 14 Tabel 3.1 Klasifikasi Analisis validitas isi 33
Tabel 4.1. Data Hasil Penelitian 46
Tabel 4.2. Uji Normalitas Data Pretes Dan Postest 47
Tabel 4.3. Uji Homogenitas Data 47
Tabel 4.4. Hasil uji Hipotesis 48
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tahap Model Pembelajaran Siklus Belajar 12 Gambar 3.1 Model Pretest-Posttest Control Group Design 37 Gambar 3.2 Prosedur Penelitian 39
Gambar 4.1. Grafik Data Hasil Belajar Siswa 46
Gambar 4.2. Grafik Persentase (%) Peningkatan Hasil Belajar 49
x
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Silabus 56
Lampiran 2 RPP Eksperimen 1 59 Lampiran 3 RPP Eksperimen 3 69 Lampiran 4 Contoh Soal Quantum Teaching Pertemuan III 79 Lampiran 5 Media Kartu Kerja 81 Lampiran 6 Kunci Jawaban Kartu Kerja 89 Lampiran 7 Kisi-Kisi Soal 97 Lampiran 8 Soal Sebelum Validasi 111 Lampiran 9 Kunci Jawaban Soal Sebelum Validasi 122
Lampiran 10 Kisi – Kisi Instrumen Tes Sesudah Validasi 123
Lampiran 11 Instrumen Tes Sesudah Validasi 125
Lampiran 12 Kunci Jawaban Sesudah Validasi 131
Lampiran 13 Tabel Validitas Instrumen Tes 132
Lampiran 14 Perhitungan Validitas Tes 133 Lampiran 15 Tabel Reabilitas Tes 135 Lampiran 16 Perhitungan Reabilitas Tes 136 Lampiran 17 Tabel Tingkat Kesukaran Tes 137 Lampiran 18 Perhitungan Tingkat Kesukaran Tes 139 Lampiran 19 Tabel Daya Beda Instrumen Tes 141 Lampiran 20 Perhitungan Daya Beda Tes 144 Lampiran 21 Tabel Distruktor 146
Lampiran 22 Perhitungan Distruktor 147 Lampiran 23 Rekap Analisis Instrumen Test 149 Lampiran 24 Tabel Data Hasil Belajar Siswa 150 Lampiran 25 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi, dan Varians 153 Lampiran 26 Uji Normalitas 156 Lampiran 27 Uji Homogenitas 162 Lampiran 28 Uji Hipotesis gain 165 Lampiran 29 Persen (%) Peningkatan Hasil Belajar 167 Lampiran 30 Tabel aspek kognitif 172 Lampiran 31 Tabel Nilai –Nilai R-Product Moment 176 Lampiran 32 Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi Kuadrat (X2) 177 Lampiran 33 Tabel Nilai Kritis Distribusi F 178
Lampiran 34 Tabel t 180
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Undang-undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Sanjaya, 2006).
Pendidikan merupakan pondasi utama dalam mengelola, mencetak dan meningkatkan sumber daya manusia yang handal dan berwawasan yang diharapkan mampu untuk menjawab tantangan di masa yang akan datang. Dalam hal ini sekolah sebagai lembaga pendidikan merupakan tempat terjadinya proses pembelajaran yang diusahakan dengan sengaja untuk mengembangkan kepribadian dan segenap potensi siswa sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan dan fungsi pendidikan nasional (Km.E. K.Wardani, 2014).
Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai anak didik (Slameto, 2010)
Pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dengan siswa. Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila siswa mencapai kompetensi yang diharapkan, karena hal itu merupakan cerminan dari kemampuan siswa dalam menguasai suatu materi. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan guru dalam memilih dan menggunakan model dan media yang tepat dan efektif.
2
tentang alam sekitar yang diperoleh dari pengalaman melalui serangkaian proses ilmiah. Namun pada saat ini sains (kimia) merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa sekolah menengah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya rumus perhitungan kimia yang memerlukan analisis perhitungan matematis. Selain hal tersebut, perlu adanya variasi dalam mengajar agar siswa dapat termotivasi dalam pembelajaran didalam kelas (Setyowati, 2007).
Kenyataan di lapangan, siswa memandang pelajaran kimia sebagai pelajaran yang sulit dipahami, tidak menarik, dan membosankan karena identik dengan rumus-rumus dan perhitungan-perhitungan. Sehingga dalam pembelajaran siswa kurang berminat mendalami kimia dan menyebabkan hasil belajar kimia siswa rendah.
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti, di SMA N 1 Kec.Binjai kepada guru mata pelajran kimia diketahui bahwa KKM pada mata pelajaran kimia tahun pelajaran 2012/2013 adalah 72. Sedangkan yang mencapai KKM pada ulangan harian pada pokok bahasan kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah sebanyak 75%, sisanya diremedial. Model yang biasa digunakan adalah model pembelajaran konvensional terutama dalam materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan. Proses pembelajaran konvensional yang disampaikan guru berupa ceramah dan tanya jawab. Menurut Burrowes, dalam (Rusianum 2012) pembelajaran konvensional menekankan pada resitasi konten, tanpa memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk merefleksi materi-materi yang dipresentasikan, menghubungkannya dengan pengetahuan sebelumnya, atau mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
model pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle) dan model pembelajaran Quantum Teaching
Dengan adanya model pembelajaran Learning Cycle dan Quantum Teaching diharapkan situasi pembelajaran kimia yang menegangkan menjadi
pembelajaran yang menyenangkan sehingga siswa lebih mudah mencapai kompetensi yang diharapkan.
Beberapa penelitian telah menunjukkan keefektifan model pembelajaran Learning Cycle untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian Sri Maydar (2010)
menyimpulkan bahwa model pembelajaran Learning Cycle meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu sebesar 69%. Handoko Suprapto dalam penelitiannya memperoleh peningkatan efektivitas 26,50% . Rika Rusianum (2012) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen dan setelah menggunakan model Learning Cycle mengalami peningkatan 58,2%. Dengan demikian, penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas.
Begitu juga dengan penelitian yang menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Sri Muliani (2011) dalam penelitiannya memperoleh rata–rata kelas eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar sebesar 74,3%, sedangkan kelas kontrol hanya mengalami peningkatan sebesar 68,3%. Selain itu Lusyi Affriyani Simarmata (2012) dalam penelitiannya memperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan model Quantum Teaching memberikan hasil belajar siswa yang lebih tinggi daripada pembelajaran menggunakan model konvensional.
Selain model pembelajaran media pembelajaran juga merupakan hal penting yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu nilai tersampaikan pada siswa.
4
Penelitian dengan menggunakan media kartu kerja juga telah dilakukan sebelumnya dan menghasilkan hasil yang baik. Rasid (2010) menyebutkan Pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui penggunaan media kartu kerja lebih baik dari pada pembelajaran kooperatif tipe TGT tanpa menggunakan media kartu kerja pada materi pokok ikatan kimia. Hasil penelitian Simanjuntak (2009) pada pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw menggunakan kartu kerja juga menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan yaitu sebesar 84,54%.
Model pembelajaran Learning Cycle ataupun model pembelajaran Quantum Teaching berbantuan kartu kerja diharapkan dapat menuntun siswa
untuk memperbaiki proses belajar, dan siswa lebih memahami akan materi kimia salah satunya yaitu materi kelarutan dan hasil kali kelarutan.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pe rbandingan Peningkatan Hasil B elajar Siswa Melalui Model Pe mb e laja ran Lea rning C ycl e dan
Quantum Teaching dengan Media Kartu Kerja pada Topik Kelarutan Dan Ksp”
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah yang relevan pada penelitian antara lain:
1. Hasil belajar kimia sebagian siswa yang masih rendah, yaitu dibawah kriteria ketuntasan minimal.
2. Siswa menganggap pelajaran kimia merupakan pelajaran yang sulit dan kurang menarik terutama dalam rumus dan perhitungannya.
3. Proses belajar mengajar di kelas yang masih menggunakan pengajaran berpusat pada guru sehingga belajar tidak menyenangkan bagi siswa tersebut.
5. Selama kegiatan belajar mengajar di kelas, guru kurang maksimal dalam melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.
1.3. Batasan Masalah
Mengingat luasnya permasalahan maka diperlukan pembatasan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut:
1. Sampel penelitian adalah siswa SMA Negeri 1 Kec. Binjai kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 Semester Genap T.A 2013/2014.
2. Pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran yang menggunakan model Learning Cycle dan model Quantum Teaching dengan media Kartu Kerja, pada materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. 3. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil tes kognitif.
1.4. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah dikemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle dengan dibandingkan model pembelajaran Quantum Teaching dengan media Kartu Kerja pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan di kelas XI Semester Genap SMA Negeri 1 Kec. Binjai T.A 2013/2014?
1.5. Tujuan Penelitian
6
1.6. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai berikut:
1. Sebagai bahan informasi bagi guru, khususnya guru kimia untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan.
2. Untuk mengetahui keberhasilan dari penerapan model pembelajaran Learning Cycle dan model pembelajaran Quantum Teaching dengan
Media Kartu Kerja dalam meningkatkan hasil belajar, semangat dan minat belajar siswa.
3. Bagi peneliti, (a) sebagai masukan untuk menambah wawasan tentang model pembelajaran, (b) sebagai masukan agar dapat diterapkan di dalam kegiatan belajar mengajar nantinya.
4. Sebagai bahan masukan dan referensi bagi peneliti lain dalam melakukan penelitian dengan menggunakan model dan media yang sama.
1.7. Defenisi Operasional
Untuk menghindari pemahaman yang meluas, maka peneliti memberikan penjelasan istilah terhadap judul penelitian ini. Adapun istilah yang perlu dijelaskan adalah:
1. Learning Cycle merupakan salah satu model pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis. Diperkenalkan pertama kali oleh Robert Karplus dalam Science Curriculum Improvement Study (SCIS). Yang awalnya terdiei dari tiga tahap siklus yang kemudian dikembangkan menjadi lima tahap (Wena, 2011)
2. Quantum Teaching merupakan penggubahan belajar yang meriah dengan segala nuansanya yang berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas. Metode ini mempunyai kerangka berupa TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai (pemberian kata kunci), Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan) (De Porter, Hernacki,2001,dalam Wena, 2011).
dengan tingkat kemampuan intelektualnya. Sehingga kemampuan siswa dalam asas perbedaan individu lebih diperhatikan (Pasaribu, dalam Rasid, 2012).
4. Hasil belajar merupakan perilaku sebagai akibat dari proses belajar mengajar (Dimyati dan Mudjiono, 2002).
53 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Ada perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar melalui model Pembelajaran Learning Cycle menggunakan Media Kartu kerja (gain 64%) dibandingkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yang diajar melalui model Pembelajaran Quantum teaching menggunakan media kartu kerja (gain 53%) pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan.
2. Besarnya perbedaan peningkatan hasil belajar kimia siswa antara model pembelajaran Learning Cycle menggunakan media kartu kerja maupun model pembelajaran Quantum Teaching menggunakan media kartu kerja adalah 11%.
5.2. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari hasil penelitian, maka penulis menyarankan hal-hal berikut :
1. Bagi guru dan calon guru diharapkan dapat menerapkan pembelajaran Learning Cycle atau Quantum Teaching menggunakan media kartu kerja
pada materi pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan untuk meningkatkan
hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Bahri., Syaiful Djamarah., (2010), Strategi Belajar Mengajar, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Dahar., (2011), Teori-teori Belajar dan pembelajaran, PT Gelora Aksara Pratama, Bandung.
Daryanto., H. (2001), Evaluasi Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta.
De Porter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2001. Quantum Learning. Bandung : Kaifa. Dimyati., dan Mudjiono., (2002), Belajar dan Pembelajaran, Penerbit Rineka
Cipta, Jakarta.
Maydar., Sri., (2010), Pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan termokimia di kelas xi semester 1 SMA negeri 1 Tanjung Morawa. Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Muliani., Sri., (2011), Pengaruh penerapan model pembelajaran quantum teaching dengan media power point dalam meningkatkan hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan hidrokarbon kelas X SMA Negeri 6 Medan T.P 2010/2011. Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Rasid., Abdul., (2012), Pembelajaran Kooperatif Tipe Tgt dengan
Rosa Indriyani, Irma. 2013. Learning Cycle Dan Mengembangkan Siswa Sma Kelas X Program Studi Magister Pendidikan Fisika Fakultas Program Universitas Ahmad Dahlan Pengembangan Lks Fisika Berbasis Siklus Belajar Cycle) 7e Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa Sma Kelas X Pokok Bahasan Elektromagnetik. Tesis, FKIP Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta.
55
Sanjaya., (2006), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Penerbit Kencana Prenada Media, Jakarta.
Setyowati., Kristina., (2007), Peningkatan hasil belajar kimia siswa kelas XI-IPA SMA Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2006 / 2007 pada konsep larutan asam dan basa melalui metode Quantum Teaching, Jurnal, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Silitonga., PM., 2011, Metodologi Peneliian Pendidikan, penerbit Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Medan, Medan.
Simanjuntak, M.,(2009), Penerapan Konstruktivisme dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Menggunakan Kartu Kerja di SMA N 10 Medan, Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Simarmata., Lusyi Afriyani., (2012), Pengaruh penerapan model pembelajaran quantum teaching terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok kelarutan dan hasil kali kelarutan di SMA Negeri Rantau Utara Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Situmorang., David.,(2011), Penerapan Model Pembelajaran React (relating, experiencing, applying, cooperating, transfering) pada pokok bahasan laju reaksi di kelas xi sma methodist indonesia lubuk pakam TA 2010/201. Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung : Tarsito
Sudrajat, A., (2013), Pembelajaran Kolaboratif Dan Pembelajaran Kooperatif, http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2013/05/06/pembelajarankolabo ratif-danpembelajaran-kooperatif/
Suprapto., Handoko., (2010), Efektifitas model pengajaran Learning Cycle dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok larutan elektrolit dan non elektrolit di kelas X SMA Negeri 1 Hinai TA 2009/2010. Skripsi, FMIPA, Unimed, Medan.
Utami., Budi., (2009), Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI Program Ilmu Alam, Depdiknas, Jakarta.
Wena., Made., (2009), Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.