• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sebagaimana yang diamanahkan dalam Undang-undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih, dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme terutama yang diatur dalam pasal 3 mengatur asas umum penyelenggaraan negara/daerah meliputi asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggara negara, asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas dan asas akuntabilitas. Asas akuntabilitas mengandung arti bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari penyelenggaraan pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara. Amanah yang terkandung dalam Undag-undang tersebut dipertegas dengan Instruksi Presiden Indonesia (Inpres) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Insatansi Pemerintah dan Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Oleh karena itu Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul sebagai salah satu unsur penyelenggara pemerintahan negara mempunyai kewajiban menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) sebagai bentuk perwujudan

(2)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

2

dari akuntabilitas dinas sesuai dengan kewenangan dalam pengelolaan sumber daya berdasarkan Rencana Strategik tahun 2011 yang telah ditetapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Laporan akuntabilitas disusun dengan menggunakan pengukuran kinerja berupa Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penetapan Indikator Kinerja (TAPKIN). Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Penetapan Indikator Kinerja (TAPKIN) dipergunakan sebagai manivestasi pengukuran pencapaian kinerja tahunan yang tergambar dalam Rencana Strategis (Renstra) masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Dalam rencana kinerja tersebut disusun Rencana Kinerja Tahunan (Renja) yang merupakan konfilasi keseluruhan program dan kegiatan dalam satu tahun anggaran. Kesemua ini sebagai langkah awal dalam pengukuran capaian visi dan misi Satuan Kinerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terhadap pencapaian sasaran visi dan misi akhir atau target pencapaian 5 (lima) tahun dan sebagai penjabaran dan operasionalisasi dari Rencana Kinerja Pemerintah Daerah (RKPD). Untuk itu Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharuskan menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

(3)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

3

Laporan tersebut sebagai wujud pertanggungjawaban kepada publik atas apa yang telah dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dalam laporan tersebut digambarkan mengenai peranan dinas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun penyelenggaraaan urusan pemerintahan di daerah.

1.2. GAMBARAN UMUM ORGANISASI

Organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dibentuk yang merupakan gabungan dari Bagian Keuangan yang membidangi dalam pengelolaan keuangan daerah, Bagian Aset yang membidangi dalam pengelolaan aset/kekayaan daerah dan Dinas Pendapatan Daerah yang membidangi pengelolaan pendapatan daerah. Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana yang terdapat pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul merupakan komplilasi dari ke tiga instansi tersebut serta ditambah dengan pengadaan sarana dan prasaran yang dilaksanakan dari tahun 2009 s/d tahun 2011. Organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul ini dibentuk dengan ketetapan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 tanggal 20 Nopember 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul. Tugas, pokok dan fungsi dari organisasi Dinas

(4)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

4

Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul diatur dalam Peraturan Bupati Bantul Nomor 70 tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul.

I.3. STRUKTUR ORGANISASI

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul pada Bagian Keempatbelas Paragraf 1 dan Pasal 30, susunan organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, terdiri atas

a. Kepala Dinas;

b. Sekretaris, terdiri atas : 1. Sub. Bagian Umum;

2. Sub. Bagian Program; dan 3. Sub. Bagian Keuangan.

c. Bidang Pendapatan, terdiri atas :

1. Seksi Perencanaan dan Pengembangan Pendapatan; dan 2. Seksi Pengelolaan Pendapatan Daerah.

d. Bidang Anggaran, terdiri atas :

1. Seksi Perencanaan Anggaran; dan 2. Seksi Bidang Pengendalian Anggaran;

e. Bidang Belanja, terdiri atas : 1. Seksi Verifikasi; dan 2. Seksi Perbendaharaan.

(5)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

5

f. Bidang Akuntansi, terdiri atas : 1. Seksi Pembukuan; dan

2. Seksi Pengolahan Data dan Laporan.

g. Bidang Aset, terdiri atas :

1. Seksi Inventarisasi dan Penghapusan; dan 2. Seksi Penilaian dan Optimalisasi.

h. UPT

i. Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagan susunan organisasi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sesuai dengan lampiran Peraturan Daerah Kabupaten Bantul Nomor 16 Tahun 2007 adalah sebagai berikut :

(6)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

6

Bidang Aset

Seksi Inventarisasi &

Penghapusan

Seksi Penilaian

& Optimalisasi Kelompok

Jabatan Fungsional

Kepala Dinas

Bidang Belanja Bidang

Anggaran

Seksi Perencanaan Anggaran

Seksi Pengendalian Anggaran

Seksi Verifikasi

Seksi Perbendaharaan

Bidang Akuntansi

Seksi Pembukuan

Seksi Pengolahan Data dan Laporan Bidang

Pendapatan

Seksi Perenc. &

Pengembangan Pendapatan

Seksi Pengelolaan Pendapatan Daerah

Sekretariat

Sub Bagian Umum

Sub Bagian Program

Sub Bagian Keuangan dan Aset

(7)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

23

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan salah unsur pelaksana pemerintah daerah yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan berkedudukan di bawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Ketugasan dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah melaksanakan urusan rumah tangga pemerintahan daerah dan tugas pembantuan di bidang pengelolaan keuangan daerah.

1.4 TUGAS, POKOK DAN FUNGSI

Tugas, pokok dan fungsi dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 70 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul, dengan ketugasan membantu Bupati melalui Sekretaris Daerah dalam pelaksanaan urusan rumah tangga pemerintahan daerah dan tugas pembantuan di bidang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam melaksanakan tugas dalam bidang Pengelolaan Keuangan Daerah, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. perumusan kebijakan teknis di bidang pengelolaan keuangan dan aset;

2. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan tugas pembantuan di bidang pengelolaan keuangan dan aset;

3. pembinaan dan pelaksanaan tugas bidang pengelolaan keuangan dan aset;

(8)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

24

4. melaksanakan kesekretariatan Dinas; dan

5. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.

1.5 LANDASAN HUKUM

Sebagai dasar dibentuknya Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul yang membidangi pengelolaan keuangan daerah yaitu :

1. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

5. Undang-undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan;

6. Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Surat Edaran Bersama Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas dan Menteri Dalam

(9)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

25

Negeri Nomor 0295/M.PPN/1/2005 dan 050/166/SJ tentang Petunjuk Teknis Penyelengaraan Musrenbang Tahun 2005;

9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

10. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 07 Tahun 2009 tentang perubahan atas Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 01 Tahun 2009 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Tangerang Selatan.

1.6 SUMBER DAYA MANUSIA

Berdasarkan data kepegawaian tahun 2011, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah mempunyai komposisi kepegawaian adalah sebagai berikut :

KOMPOSISI PNS BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN

NO JENJANG

PENDIDIKAN ORANG %

1 S 3 - -

2 S 2 11 9

3 S 1 44 35 4 DIPLOMA 11 9

(10)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

26 5 SLTA 55 43

6 SLTP 4 3

7 SD 2 2

JUMLAH 127 100

Untuk lebih jelasnya komposisi PNS Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah berdasarkan jenjang pendidikan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

1.7 SARANA DAN PRASARANA

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sampai dengan tahun 2011 sarana dan prasarana yang berupa perlengkapan dan peralatan kantor tersedia dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

- 10 20 30 40 50 60

Grafik Komposisi PNS Berdasarkan Jenjang Pendidikan

ORANG

(11)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

27

Tabel

PERLENGKAPAN & PERALATAN KANTOR

No Perlengkapan dan Peralatan

Kantor Jumlah (Unit)

1 Kursi 2

2 Kursi Biro 6

3 Kursi Rapat 189

4 Kursi Busa 3

5 Kursi dengan tangan 5

6 Kursi Kayu 55

7 Kursi Lipat 13

8 Kursi Putar 7

9 Kursi Rotan 120

10 Kursi Busa 7

11 Kursi Spon 6

12 Kursi Spon Tangan 6

13 Kursi Tunggu 8

14 Meja Biro 15

15 Meja 1/2 biro 38

16 Meja bundar 1

17 Meja Counter 2

18 Meja Formulir 4

19 Meja Kayu 100

(12)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

28

20 Meja Komputer 40

21 Meja Kursi Tamu 2

22 Meja Tamu 7

23 Meja Rapat 43

24 Meja Telepon 4

25 Mesin Ketik 19

26 Monitor 7

27 Server 4

28 Komputer 42

29 Laptop 11

30 Note Book 2

31 LCD Proyektor 2

32 Lemari Es 3

33 Lemari Kecil 1

34 Mega phone 1

35 AC 6

36 Almari Besi 8

37 Almari Kaca 3

38 Almari Kayu 12

39 Almari Sorok 1

40 Brankas 8

41 Camera 3

42 Handycam 1

43 Cash Box 1

44 Dingklik Panjang 5

45 Dingklik Bundar 2

46 Dispencer 3

47 Faximilie 1

48 Filling Cabinet 30

49 Genset 1

50 Gerenda 1

51 Hub 1

52 Jam Dinding 10

(13)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

29

53 Kenap 1

54 Kipas Angin 7

55 Papan Rekap PBB 1

56 Perforator Duduk 1

57 Perforator Tangan 1

58 Power Suplay 2

59 Printer 53

60 Proyektor Light/OHP 1

61 Radio Tape 1

62 Rak Besi 7

63 Rak Kayu 17

64 Rak Kayu Kaca 3

65 Rak Telepon 1

66 Skat Ruangan 4

67 Sound System 1

68 Stabilizer 16

69 Swicth 1

70 Tangga 1

71 Telepon 18

72 Televisi 6

73 Wadrobe 1

74 White Board 6

75 Wireless 3

76 LCD 1

Disamping peralatan dan perlengkapan kantor seperti pada tabel diatas juga tersedia sarana mobilitas bagi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang berupa kendaraan dinas/operasional yaitu pada tabel dibawah ini :

Tabel

(14)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

30

Sarana Mobilitas

No Kendaraan Dinas/Operasional Jumlah (Unit)

1 Kendaraan Dinas R4 4

2 Kendaraan Dinas R2 42

1.8 KEUANGAN

1. Belanja Tidak Langsung

a. Gaji dan Tunjangan anggaran Rp 15.164.920.700,00

b. Biaya Pemungutan Pajak Daerah anggaran Rp 2.107.577.661,00

2. Belanja Langsung

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

a. Penyediaan Jasa Surat Menyurat anggaran Rp 23.375.000,00

b. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik anggaran Rp 8.767.500.000,00

c. Penyediaan jasa pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional anggaran Rp 3.960.500,00

d. Penyediaan jasa administrasi keuangan anggaran Rp 60.936.000,00

e. Penyediaan jasa kebersihan kantor anggaran Rp 9.970.000,00

f. Penyediaan alat tulis kantor anggaran Rp 25.373.700,00

(15)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

31

g. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan anggaran Rp 334.000.000,00

h. Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan gedung kantor anggaran Rp 1.769.500,00

i. Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor anggaran Rp 799.770.000,00

j. Penyediaan peralatan rumah tangga anggaran Rp 500.000,00

k. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang- undangan anggaran Rp 12.500.000,00

l. Penyediaan makanan dan minuman anggaran Rp 59.982.500,00

m. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah anggaran Rp 195.000.000,00

n. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi kedalam daerah anggaran Rp 7.200.000,00

o. Penyediaan jasa keamanan anggaran Rp 9.780.000,00

Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

a. Pembangunan Gedung Kantor anggaran Rp 100.000.000,00

b. Pengadaan kendaraan dinas/operasional anggaran Rp 649.500.000,00

c. Pengadaan mebeleur anggaran Rp 248.380.000,00 d. Pengadaan mebelair Rp 315.000.000,00

(16)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

32

e. Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional anggaran Rp 180.875.000,00

f. Pemeliharaan rutin/berkala mebelair anggaran Rp 500.000,00

g. Pemeliharaan rutin/berkala peralatan dan perlengkapan kantor anggaran Rp 14.000.000,00

Program Peningkatan SDM Aparatur

a. Sosialisasi peraturan perundang-undangan anggaran Rp 8.590.000,00

b. Bimbingan teknis implementasi peraturan perundang- undangan anggaran Rp 35.000.000,00

Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

a. Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD anggaran Rp 97.340.000,00

Program Peningkatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah a. Penyusunan Standart Satuan Harga anggaran Rp

26.180.000,00

b. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD TA 2012 anggaran Rp 126.140.000,00

c. Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD TA 2012 anggaran Rp 93.300.000,00 d. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang

Perubahan APBD TA 2011 anggaran Rp 76.660.000,00

(17)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

33

e. Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Perubahan APBD TA 2011 anggaran Rp 65.785.000,00

f. Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2010 anggaran Rp 144.890.360,00

g. Penyusunan Rancangan KDH tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2010 anggaran Rp 81.779.000,00

h. Penyusunan Sistem Informasi Keuangan Daerah anggaran Rp 65.000.000,00

i. Peningkatan Manajemen Investasi Daerah anggaran Rp 82.450.000,00

j. Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah anggaran Rp 328.430.000,00

k. Penerbitan DPA SKPD anggaran Rp 65.230.000,00 l. Penyusunan anggaran kas anggaran Rp 23.050.000,00 m. Penerbitan SPD anggaran Rp 29.110.000,00

n. Penerbitan SP2D anggaran Rp 60.941.000,00 o. Pengelolaan gaji anggaran Rp 204.425.000,00

p. Verifikasi kelengkapan dokumen penerbitan SP2D anggaran Rp 115.245.000,00

q. TP-TGR anggaran Rp 16.650.000,00

r. Penyusunan neraca dinas/instansi anggaran Rp 115.807.500,00

(18)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

34

s. Rekonsiliasi bank dan evaluasi realisasi APBD TA 2011 anggaran Rp 40.285.000,00

t. Pengelolaan dana perimbangan anggaran Rp 122.233.000,00

u. Penyusunan SPT Tahunan anggaran Rp 50.600.000,00 v. Pengelolaan dan pelaporan dana tugas pembantuan

anggaran Rp 27.637.500,00

w. Penyusunan kebijakan dan pedoman pelaksanaan APBD TA 2012 anggaran Rp 24.300.000,00

x. Operasional pajak daerah anggaran Rp 368.120.000,00 y. Intensifikasi BPHTB anggaran Rp 99.282.500,00

z. Penyusunan laporan semesteran anggaran Rp 54.825.000,00

aa. Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan pembinaan lingkungan sosial, industri dan kualitas bahan baku anggaran Rp 298.910.000,00

bb. Fasilitasi operasional penyusunan naskah hibah anggaran Rp 84.742.500,00

cc. Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi keuangan daerah anggaran Rp 41.479.000,00

dd. Intensifikasi PPh OP (PPh pasal 21) anggaran Rp 23.030.000,00

ee. Pengendalian Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah anggaran Rp 45.250.000,00

ff. Pelaksanaan dan Pemeliharaan Program Anggaran Terkomputerisasi anggaran Rp 55.625.000,00

(19)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

35

gg. Penyusunan ASB anggaran Rp 99.350.000,00

hh. Peningkatan Penilaian Kualitas Pengelolaan Keuangan anggaran Rp 150.775.400,00

ii. Penerbitan SKPP anggaran Rp 18.000.000,00

jj. Pengelolaan dan Pelaporan Potongan IWP, Taperum dan PPh ps 21 anggaran Rp 18.000.000,00

kk. Evaluasi dan pelaporan keuangan daerah (bantuan) anggaran Rp 161.654.080,00

Program dan fasilitasi pengelolaan keuangan kabupaten a. Pembinaan bendahara anggaran Rp 42.850.000,00

b. Rekonsiliasi belanja SKPD/Unit Kerja anggaran Rp 35.855.000,00

Program penataan peraturan perundang-undangan

a. Regulasi Peraturan Pajak Daerah anggaran Rp 19.696.500,00

b. Regulasi Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Pajak Daerah anggaran Rp 146.907.350,00

c. Persiapan Perda Kelembagaan anggaran Rp 40.000.000,00

Program Pengelolaan Barang Daerah

(20)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

36

a. Peningkatan SDM Aparatur Pemda anggaran Rp 44.300.000,00

b. SIMBADA anggaran Rp 57.200.000,00

c. Penyusunan, perencanaan dan pelaporan pengelolaan barang anggaran Rp 49.525.000,00

d. Penataan aset anggaran Rp 32.075.000,00

e. Penghapusan barang daerah anggaran Rp 37.075.000,00 f. Verifikasi dan inventarisasi barang milik daerah anggaran

Rp 842.150.000,00

g. Pendataan dan pemetaan barang dan aset anggaran Rp 24.050.000,00

Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik Daerah a. Pemeliharaan basis data PBB anggaran Rp

228.433.650,00

Program Kerjasama Informasi dengan Mass Media

a. Sosialisasi program kegiatan SKPD melalui media massa anggaran Rp 67.360.000,00

(21)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

37

BAB II

RENCANA STRATEJIK

2.1 RENCANA STRATEJIK

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai salah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) wajib berpartisipasi guna mendukung Pemerintah Kabupaten Bantul mencapai visi dan misi Pemerintah Daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bantul.

Berdasarkan RPJMD tersebut Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten menyusun Rencana Strategis (RENSTRA) tahun 2011 s/d tahun 2015 yang memuat gambaran umum kedepan mengenai target kinerja yang ingin dicapai 5 (lima) tahun kedepan.

2.2. VISI

(22)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

38

Visi yang ditetapkan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dengan mempertimbangkan kondisi saat ini dan gambaran kondisi yang akan datang serta mempertimbangkan peluang, hambatan, kekuatan dan kelemahan :

“Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang Profesional, Akuntabel, Transparan berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang Bertumpu pada Kepentingan Masyarakat”

2.3. MISI

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah menjabarkan visi tersebut diatas ke dalam misi. Misi yang telah dirumuskan selaras dengan tugas, pokok dan fungsi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah sebagai berikut :

1. Merumuskan kebijakan umum dan teknis pengelolaan keuangan dan aset daerah; dan

2. Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan aset daerah.

2.4. TUJUAN

Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dengan mengacu pada pernyataan visi dan misi tersebut diatas, terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahunan. Tujuan yang akan diwujudkan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah sebagai berikut :

(23)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

39

1. Mewujudkan sistem kerja yang profesional dengan didukung oleh sarana prasarana dan SDM yang berkualitas;

2. Mewujudkan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan dan aset daerah yang berkualitas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan

3. Mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

2.5. SASARAN

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam rumusan yang lebih spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu/tahunan yang berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan dalam rencana stratejik.

Sasaran yang akan dicapai oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yaitu sebagai berikut :

1. Terwujudnya sistem kerja yang lebih profesional dengan didukung oleh sarana prasarana dan SDM yang berkualitas.

2. Terwujudnya sistem dan prosedur pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel, transparan dan patuh pada aturan perundang-undangan.

3. Terlaksananya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang efisien, efektif dan ekonomis.

(24)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

40

2.6. CARA PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan sebagaimana tersebut diatas dibutuhkan adanya nilai utama yang perlu ditanamkan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dalam bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah yaitu sebagai berikut :

1. Secara tertib, keuangan daerah dikelola secara tepat waktu dan tepat guna didukung dengan bukti-bukti adminstrasi yang dapat dipertanggungjawabkan;

2. Taat pada peraturan perundang-undangan, bahwa pengelolaan keuangan daerah harus berpedoman pada peraturan perundang-undangan;

3. Efektif, merupakan pencapaian hasil program dengan target yang telah ditetapkan dengan cara membandingkan keluaran dengan hasil.

4. Efisien, merupakan pencapaian keluaran yang maksimun dengan masukan tertentu atau penggunaan masukan terendah untuk mencapai keluaran tertentu.

5. Ekonomis, merupakan pemerolehan masukan dengan kualitas dan kuantitas tertentu pada tingkat harga yang terendah.

6. Transparan, merupakan prinsip keterbukaan yang memberi peluang kepada masyarakat untuk mengetahui dan mengakses informasi seluas-luasnya tentang keuangan daerah.

(25)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

41

7. Bertanggungjawab, merupakan perwujudan kewajiban seseorang untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pengendalian sumber daya dan pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

8. Keadilan, merupakan keseimbangan distribusi kewenangan dan pendanaan dan/atau keseimbangan distribusi hak dan kewajiban berdasarkan pertimbangan yang obyektif.

9. Kepatutan, merupakan suatu tindakan atau suatu sikap yang dilakukan secara wajar dan proporsional.

10. Manfaat, keuangan daerah diutamakan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan nilai utama sebagaimana tersebut diatas diharapkan menjadi landasan utama bagi jalannya roda Pemerintah Kabupaten Bantul guna mewujudkan good governance. Selain itu dengan berdasarkan nilai utama yang ditanamkan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang ditetapkan oleh Dinas Pengelolaaa Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dijabarkan dalam kebijalan-kebijakan dan program-program.

1. Kebijakan

Kebijakan yang merupakan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul sebagai pedoman atau petunjuk untuk merealisasikan tujuan, sasaran, misi dan visi. Kebijakan yang diambil adalah sebagai berikut :

(26)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

42

a. Mengupayakan sistem kerja dalam sebuah kelembagaan yang solid dan didukung oleh sarana prasarana serta SDM yang berkualitas;

b. Mengupayakan tercapainya peningkatan pengembangan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan dan asset daerah yang akuntabel dan transparan;

c. Mengupayakan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang efisien, efektif dan ekonomis.

2. Program dan Kegiatan

Program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintahan ataupun dalam kerjasama dengan masyarakat guna mewujudkan sasaran dan tujuan yang ditetapkan.

Pada tahun 2011 Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul berdasarkan Rencana Kerja Tahunan (RKT) menetapkan program-program yang berjumlah 10 program yang dijabarkan dalam 70 kegiatan.

Hubungan antara tujuan dan sasaran yang akan dicapai oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dengan melaksanakan 10 program dan 70 kegiatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(27)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

43 Tabel

Hubungan Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan

No Tujuan Sasaran Kebijakan Program Kegiatan Anggaran Ket

1 2 3 4 5 6 7

1

Menciptakan sistem kerja yang profesional yang didukung sarana prasarana dan SDM yang berkualitas

Terciptanya sistem kerja yang lebih baik yang didukung oleh sarana prasarana dan SDM yang berkualitas

Mengupayakan sistem kerja dalam sebuah kelembagaan yang teratur dan didukung oleh sarana prasarana serta SDM yang berkualitas

Pelayanan Administrasi

Perkatoran 1 Penyediaan Jasa Surat-menyurat Rp 23.375.000,00

2 Penyediaan Jasa Komunikasi, SDA

dan Listrik Rp 8.767.500.000,00

3 Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan

Perijinan Kendaraan

Dinas/Operasional Rp 3.960.500,00

4 Penyediaan Jasa Administrasi

Keuangan Rp 60.936.000,00

5 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Rp 9.970.000,00

6 Penyediaan Alat Tulis Kantor Rp 26.373.700,00

7 Penyediaan Barang Cetakan dan

Penggandaan Rp 334.000.000,00

8 Penyediaan Komponen Instalasi

Listrik/Penerangan Bangunan

Gedung Kantor Rp 1.769.500,00

9 Penyediaan Peralatan dan

Perlengkapan Kantor Rp 799.770.000,00

(28)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

44

10 Penyediaan Peralatan Rumah Tangga Rp 500.000,00

11 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan Rp 12.500.000,00

12 Penyediaan Makanan dan Minuman Rp 59.982.500,00

13 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah Rp 195.000.000,00

14 Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi Kedalam Daerah Rp 7.200.000,00

15 Penyediaan Jasa Keamanan Rp 9.780.000,00

Peningkatan Sarana dan

Prasarana Aparatur 16 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Rp 649.500.000,00

17 Pembangunan Gedung Kantor Rp 100.000.000,00

18 Pengadaan Mebelair Rp 248.380.000,00

19 Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional Rp 180.875.000,00

20 Pemeliharaan Rutin/Berkala Mebelair Rp 500.000,00

21 Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan dan Perlengkapan Kantor Rp 14.000.000,00

(29)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

45

Peningkatan Kapasitas

Sumber Daya Aparatur 22 Sosialisasi peraturan perundang-

undangan Rp 8.590.000,00

23 Bimbingan teknis implementasi

peraturan perundang-undangan Rp 35.000.000,00

Peningkatan

Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

24

Penyusunan Laporan Capaian Kinerja

dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD Rp 97.340.000,00

2 Meningkatkan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Tercapainya peningkatan prosedur pengelolaan keuangan dan asset daerah

Mengupayakan tercapainya peningkatan prosedur pengelolaan keuangan dan asset daerah

Peningkatan &

pengembang an pengelolaan keuangan daerah

25 Penyusunan Standar Satuan Harga Rp 26.180.000,00

26 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Rp 126.140.000,00

27 Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD Rp 93.300.000,00

28 Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Rp 76.660.000,00

29 Penyusunan Rancangan Peraturan

Bupati tentang Penjabaran

Perubahan APBD Rp 65.785.000,00

30 Penyusunan Rancangan Peraturan

Daerah tentang Pertanggungjawaban

Pelaksanaan APBD Rp 144.890.360,00

31

Penyusunan Rancangan Peraturan KDH tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD

Rp 81.779.000,00

32 Penyusunan sistem Informasi Keuangan Daerah Rp 65.000.000,00

(30)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

46

33 Peningkatan Manajemen Investasi Daerah Rp 82.450.000,00

34 Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Rp 328.430.000,00

35 Penerbitan DPA SKPD Rp 65.230.000,00

36 Penyusunan Anggaran Kas Rp 23.050.000,00

37 Penerbitan SPD Rp 29.110.000,00

38 Penerbitan SP2D Rp 60.941.000,00

39 Pengelolaan Gaji Rp 204.426.000,00

40 Verifikasi Kelengkapan Dokumen Penerbitan SP2D Rp 115.245.000,00

41 TP-TGR Rp 16.650.000,00

42 Penyusunan Neraca Dinas/Instansi Rp 115.807.500,00

43 Rekonsiliasi Bank & Evaluasi Realisasi APBD Rp 40.285.000,00

44 Pengelolaan Dana Perimbangan Rp 122.233.000,00

45 Penyusunan SPT Tahunan Rp 50.600.000,00

46 Pengelolaan dan Pelaporan Dana Tugas Pembantuan Rp 27.637.500,00

(31)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

47

47 Penyusunan Kebijakan dan Pedoman Pelaksanaan APBD Rp 24.300.000,00

48 Operasional Pajak Daerah Rp 368.120.000,00

49 Intensifikasi BPHTB Rp 99.282.500,00

50 Penyusunan Laporan Semesteran Rp 54.825.000,00

51 Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai

dan Pembinaan Lingkungan Sosial,

Industri, dan Kualitas Bahan Baku Rp 298.910.000,00

52 Fasilitasi Operasional Penyusunan Naskah Hibah Rp 84.742.500,00

53 Penyebarluasan dan Sosialisasi Berbagai Informasi Keuangan Daerah Rp 41.479.000,00

54 Intensifikasi PPh OP (PPh 21) Rp 23.030.000,00

55 Pengendalian Pelaksanaan Pengelolaan Keuangan Daerah Rp 45.250.000,00

56 Evaluasi dan Pelaporan Keuangan Daerah (Bantuan) Rp 161.654.080,00

57 Pelaksanaan dan Pemeliharaan Program Anggaran Terkomputasi Rp 55.625.000,00

58 Penyusunan ASB Rp 99.350.000,00

59 Peningkatan Penilaian Kualitas Pengelolaan Keuangan Rp 150.775.640,00

60 Penerbitan SKPP Rp 18.000.000,00

(32)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

48

61 Pengelolaan dan Pelaporan Potongan IWP,PPh 21 dan Taperum Rp 21.000.000,00

3

Mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Terlaksananya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang efisien, efektif dan ekonomis.

Mengupayakan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang efisien, efektif dan ekonomis.

Pembinaan dan Fasilitasi Pengelola Keuangan

Kabupaten/Kota 62 Pembinaan Bendahara Rp 42.850.000,00

63 Rekonsiliasi Belanja non Gaji SKPD/Unit Kerja semester II TA 2011 Rp 35.855.000,00

Penataan Peraturan

Perundang-undangan 64 Regulasi Peraturan Retribusi Daerah Rp 19.696.500,00

65 Regulasi Peraturan Daerah dan

Peraturan Bupati tentang Pajak

Daerah Rp 146.907.350,00

66 Persiapan Perda Kelembagaan Rp 40.000.000,00

Pengelolaan Barang

Daerah 67 Peningkatan SDM Aparatur Pemda Rp 44.300.000,00

68 SIMBADA Rp 57.200.000,00

69 Penyusunan Perencanaan dan

Pelaporan Pengelolaan Barang

Daerah Rp 49.525.000,00

70 Penataan Aset Rp 32.075.000,00

71 Penghapusan Barang Daerah Rp 37.075.000,00

(33)

Laporan Akuntabilitas Kinerja 2011

49

72 Verifikasi dan Inventarisasi Barang Milik daerah Rp 842.150.000,00

73 Pendataan dan Pemetaan Barang dan Aset Daerah Rp 24.050.000,00

Pengembangan

Data/Informasi/Statistik

Daerah 74 Pemeliharaan Basis Data PBB Rp 228.433.650,00

Kerjasama Informasi

dengan Mass Media 75 Sosialisasi Program Kegiatan SKPD melalui Media Massa Rp 67.360.000,00

(34)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

37

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1. PENGUKURAN KINERJA

Pengukuran kinerja digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan atau kegagalan kegiatan yang dilaksanakan selaras dengan program, kebijakan, sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan guna mewujudkan visi dan misi yang ditetapkan. Proses pengukuran kinerja ini digunakan sebagai alat untuk menilai pencapaian setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran yang dituangkan dalam formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dilanjutkan dengan menggunakan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS).

Pengukuran kinerja merupakan hasil dari suatu penilaian yang sistematis dan didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan. Indikator kegiatan kegiatan yag ditetapkan dikategorikan ke dalam kelompok yaitu sebagai berikut :

1. Masukan (Inputs) adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran, misalnya dana, sumber daya

(35)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

38

manusia, material, informasi, kebijakan/peraturan perundang undangan dan sebagainya.

2. Keluaran (Outputs) adalah segala sesuatu berupa produk/jasa (fisik dan atau non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan suatu program dan kegiatan berdasarkan masukan yang digunakan.

3. Hasil (Outcomes) adalah segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah atau akibat langsung dari pelaksanaan kegiatan.

4. Manfaat (Benefit) adalah berfungsinya suatu keluaran (outputs) yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. sesuatu yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan. Indikator kinerja ini menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil. Manfaat tersebut baru kelihatan/diketahui setelah beberapa waktu kemudian khususnya dalam jangka menengah dan jangka panjang.

5. Dampak (Impact) memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat baik positif maupun negatif yang diperoleh dari hasil kegiatan seperti halnya indikator manfaat, indikator dampak juga pada umumnya baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah atau jangka panjang. Indikator impact ini menunjukkan dasar pemikiran

(36)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

39

dilaksanakannya kegiatan yang menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan.

Pada tahun 2011 pengukuran kinerja Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul mencakup penilaian tingkat pencapaian target (dari rencana tingkat capaian), kegiatan dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan dan penilaian tingkat pencapaian target sasaran dari masing-masing indikator kinerja sasaran yang ditetapkan dalam dokumen Rencana Kinerja Tahunan (RKT). Perumusan pengukuran kinerja yang digunakan oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bantul dengan mempertimbangkan indikator masukan, indikator keluaran dan indikator hasil, sedangkan indikator manfaat dan indikator dampak belum digunakan dikarenakan belum adanya sistem pengumpulan data kinerja yang belum memadai serta adanya beberapa kendala dalam pengukuran kegiatan-kegiatan pada tahap manfaat maupun tahap dampak.

3.2. METODE PENGUKURAN KINERJA

Ruang lingkup pengukuran kinerja mencakup yaitu sebagai berikut :

(37)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

40

1. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target (rencana tingkat capaian) dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan; dan

2. Tingkat pencapaian sasaran yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapkan.

Berdasarkan ruang lingkup sebagaiman tersebut diatas metode/rumus pengukuran kinerja yang digunakan adalah sebagai berikut :

a) Capaian indikator kinerja dihitung dengan dengan cara membandingkan rencana dan realisasi atau dengan rumus sebagai berikut :

Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100%

Rencana

Rumus tersebut diatas digunakan apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja.

(38)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

41

b) Capaian indikator kinerja dihitung dengan rencana dikurangi realisasi dikurang dengan rencana dibandingkan dengan rencana atau dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Rencana - (Realisasi - Rencana)

Capaian indikator kinerja = x 100%

Rencana

Atau:

(2 X Rencana) - Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100%

Rencana

Rumus tersebut diatas digunakan Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja.

(39)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

42

3.3. METODE PENYIMPULAN CAPAIAN KINERJA SASARAN

Capaian kinerja sasaran untuk masing-masing indikator kinerja kegiatan maupun pada tingkat sasaran dapat disimpulkan dengan menggunakan skala pengukuran kinerja yaitu sebagai berikut :

• > 85 = Sangat Berhasil

• 70 < X ≤ 85 = Berhasil

• 55 < X ≤ 70 = Cukup Berhasil

• ≤ 55 = Tidak Berhasil

Tingkat pencapaian pada masing-masing indikator kinerja sasaran dapat diambil kesimpulan dengan menggunakan Metode Rata- rata Dapa Kelompok yaitu dengan mengalikan jumlah indikator untuk setiap katagori sesuai dengan skala pengukuran yang terdapat pada masing-masing kelompok sasaran dengan nilai mean (rata-rata) skala pengukuran dari setiap katagori dibagi dengan jumlah indikator yang terdapat pada kelompok sasaran.

Atau rumus dari metode rata-rata data kelompok yaitu sebagai berikut :

Jumlah indikator untuk setiap kategori X nilai mean setiap kategori

Capaian Sasaran =

Jumlah indikator kinerja sasaran

(40)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

43

Nilai mean atau rata-rata setiap kategori ditetapkan yaitu sebagai berikut:

• Sangat Berhasil : 92,5

• Berhasil : 77,5

• Cukup Berhasil : 62,5

• Tidak Berhasil : 27,5

Hasil perkalian tersebut disimpulkan kembali berdasarkan skala pengukuran ordinal dengan katagori sangat berhasil, berhasil, cukup berhasil, dan tidak berhasil.

Berdasarkan hasil pengukuran dengan menggunakan metode rata-rata data kelompok diatas, tingkat pencapaian kinerja sasaran Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah tahun 2011 adalah sebagai berikut:

(41)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

44

No Sasaran Capaian

Kinerja Skala Pengukuran Ket

1 Terwujudnya sistem kerja yang lebih profesional dengan

didukung prasarana dan SDM yang berkualitas 83,56 Berhasil Sekretariat, Bidang Aset

2

Terwjudnya sistem dan prosedure pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel, transparan dan patuh pada aturan perundang-undangan

96,40 Sangat Berhasil

Sekretariat, Bidang Anggaran, Bidang Belanja. Bidang Akuntansi, Bidang Pendapatan

3 Terlaksananya pengelolaan keuangan dan aset daerah yang

efisien, efektif dan ekonomis 88,12 Sangat Berhasil Sekretariat, Bidang

Pendapatan, Bidang Aset

(42)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

45

Tingkat capaian kinerja sasaran yang telah dicapai oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah didukung pula oleh Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) atas 74 kegiatan yang telah dilaksanakan baik kegiatan-kegiatan yang bersifat fasilitasi atas terlaksananya tugas, pokok dan tata kerja maupun kegiatan- kegiatan selaras dengan wewenang dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) sebagaimana tersebut diatas akan diuaraikan pada Analisa dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja.

3.4. ANALISA DAN EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban atau untuk menjawab dan menerangkan kinerja kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan dalam rangka mencapai sasaran atau tujuan yang ditetapkan sebagai penjabaran dari visi, misi dan strateji yang ditetapkan selaras dengan kewenangan yang dimiliki dalam bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Berdasarkan Rencana Stratejik Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang memuat visi yang dijabarkan dalam 2 misi dan 3 tujuan stratejik, ditetapkan 3 sasaran stratejik yang akan dicapai. Dalam rangka merealisasikan sasaran stretejik yang telah

(43)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

46

ditetapkan, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah pada tahun 2011 melaksanakan 9 program dengan 74 kegiatan.

Pelaksanaan program dan kegiatan pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah didukung dengan jumlah anggaran belanja langsung sebesar Rp 16.822.452.780,00 terealisasi sebesar Rp 14.917.701.110,00 atau 88,68%.

Secara rinci capaian sasaran sesuai dengan Indikator Kinerja Utama dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel

Indikator Kinerja Utama

No Indikator Kinerja

Utama Satuan Target Realisasi Cap

aian

1 2 3 4 5 6

1 Prosentase kenaikan pajak dan retribusi

daerah % 21,15 62,57 296

2 Rasio PAD terhadap Penerimaan Daerah % 11,12 10,92 98

3 Rasio PAD terhadap Pengeluaran APBD % 10,71 11,19 104

4

Jumlah peraturan tentang pengelolaan keuangan dan aset daerah yang ditetapkan

perda/pe

rbup 3 10 333

5 Jumlah peraturan daerah tentang APBD yang ditetapkan

Perda tentang

APBD 3 3 100

6 Jumlah peraturan bupati tentang APBD yang ditetapkan

Perda tentang

APBD 3 3 100

7 Rasio Pertumbuhan Belanja Modal % 44,71 -3,11 -7

8 Penerimaan Daerah Rupiah 878.012.053.000 1.180.550.742.432 134

(44)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

47

Analisis capaian kinerja masing-masing sasaran akan diuraikan sebagai berikut :

Sasaran tersebut diatas diperuntukkan guna mewujudkan misi 1, yaitu “Merumuskan kebijakan umum dan teknis pengelolaan keuangan dan aset daerah” dan tujuan 1 yaitu

“Mewujudkan sistem kerja yang profesional dengan didukung oleh sarana prasarana dan SDM yang berkualitas” sesuai dengan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Tahun 2011.

Sasaran tersebut diatas diperuntukkan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas, fungsi dan tata kerja Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah sesuai dengan wewenang dalam bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah.

Dalam rangka mewujudkan sasaran tersebut dilaksanakan program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur dan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. Alokasi anggaran yang disediakan guna

Sasaran 1 :

Terwujudnya sistem kerja yang profesional dengan didukung oleh sarana prasarana dan

SDM yang berkualitas .

(45)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

48

melaksanakan program ini sebesar Rp 11.648.802.200,00 terealisasi sebesar Rp 11.179.031.280,00 atau 95,98%.

Indikator capaian kinerja dari sasaran ini diukur dengan terwujudnya sistem kerja yang lebih profesional dengan didukung oleh sarana prasarana dan SDM yang berkualitas dengan meningkatnya pelaksanaan tugas, pokok dan fungsi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dengan target capaian sebesar 80% tercapai sebesar 83,56% dengan katagori berhasil. Keberhasilan tersebut didukung dengan terlaksananya kegiatan-kegiatan dengan indikator capain kinerja yaitu sebagai berikut :

I. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 1. Penyediaan Jasa Surat-menyurat

Indikator kinerja dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

• Terbentuk administrasi pelayanan internal dan eksternal yang tercatat dalam bentuk surat-menyurat sebagai dokumen komunikasi yang resmi yang berbentuk arsip dinamis dan statis dapat dilihat dari jumlah surat masuk dan surat keluar, yaitu sebagai berikut :

(46)

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DPKAD 2011

49 TABEL

SURAT MASUK DAN SURAT KELUAR TAHUN 2011

No U r a i a n Target Realisasi % Capaian

1 Surat Masuk 1.750 1.380 78,86

2 Surat Keluar 6.000 3.343 55,72

Jumlah 8.750 4.723 60,94

• Tersedianya dan terpenuhinya kebutuhan terhadap perangko, materai dan benda pos lainnya.

No U r a i a n Target Realisasi %

1 Materai 2.000 1.847 92,35

2 Perangko 500 647 129,40

3 Jasa Transaksi Lainnya 20 7 35

J U M L A H 2.520 2.501 99

Indikator kinerja dari kegiatan Penyediaan Surat-menyurat adalah meningkatnya pelayanan administrasi surat- menyurat sebesar 79,97%.

2. Penyediaan Jasa Komunikasi, SDA dan Listrik

Kegiatan ini menyediakan jasa komunikasi, penerangan gedung-gedung dan penerangan jalan serta jasa komunikasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Referensi

Dokumen terkait

Kesembilan sasaran strategis tersebut merupakan arahan bagi Pengadilan Militer III-13 Madiun untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan dan membuat

Untuk mendorong terwujudnya tujuan dan sasaran sesuai dengan visi dan misi Dinas Kesehatan Kabupaten Bima sehingga organisasi mempunyai acuan yang jelas dalam pengembangan

Untuk mewujudkan Visi Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Klungkung dan sesuai dengan Misi yang telah ditetapkan dan dijelaskan tujuan serta sasarannya perlu dipertegas

Dalam upaya mewujudkan Visi, Misi, dan Program Kepala Desa tersebut, maka diperlukan langkah-langkah strategis dan sistematis guna tercapainya sasaran dan tujuan

diuraikan hasil evaluasi berupa analisis akuntabilitas kinerja sasaran dalam rangka mewujudkan tujuan, visi dan misi sebagaimana telah ditetapkan dalam

No Misi Tujuan Sasaran Strategis Program Indikasi Kegiatan Indikator Sasaran Strategis, Indikator Program (Outcom e) dan Indikator Kegiatan (Output) Target Kinerja Program

Dalam Renstra Kecamatan Pracimantoro 2016-2021 telah ditetapkan rumusan pernyataan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, kegiatan Kecamatan

Keberhasilan suatu Visi dan Misi dapat dilihat dari hasil pencapaian pelaksanaan program yang telah ditetapkan/dirumuskan dalam bentuk sasaran kegiatan yang telah