• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMAN 1 Semarapura

Kelas / Semester : XI/2

Tema : Sifat Koligatif Larutan Sub Tema : Tekanan Osmosis Pembelajaran ke : 4

Alokasi waktu : 3 x 45 menit

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning, diharapkan siswa dapat :

1. Menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis 2. Membedakan larutan hipotonis, hipertonis, dan isotonis

3. Mencari hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan osmosis larutan 4. Memberi contoh penerapan konsep tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari 5. Menganalisis penyebab adanya fenomena tekanan osmosis

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

No Kegiatan Karakter

1. Pendahuluan

a. Guru memberi salam dan berdoa

b. Melakukan apersepsi dan atau motivasi

c. Menyampaikan tujuan, materi dan strategi pembelajaran

10’

Religiositas

2. Kegiatan Inti

1. Peserta didik mempelajari materi yang diberikan guru dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar alternatif sebagai berikut:

a. Bahan Ajar Kimia kelas XII/halaman 9 https://bit.ly/Sifat_Koligatif_Larutan

b. Power point (Google Drive) dengan link sbb:

https://bit.ly/PPT_KIMIA_KELASXII

c. Video Pembelajaran (Youtube) dengan link sbb:

https://youtu.be/keYvW9kLdV4

2. Peserta didik mencoba mempraktikkan penerapan materi tekanan osmosis dirumah melalui lebar kerja berikut:

https://bit.ly/LK_Prakt_OSMOSIS

3. Berdasarkan kegiatan mandiri peserta didik dan ditambah

penguatan oleh guru peserta didik dapat menjelaskan pengertian osmosis dan tekanan osmosis

4. Peserta didik dapat membedakan larutan hipotonis, hipertonis, dan isotonis

5. Peserta didik dapat mencari hubungan antara konsentrasi larutan

110’

Berfikir kritis, kolaboras,

integritas

(2)

dengan tekanan osmosis larutan

6. Peserta didik dapat memberi contoh penerapan konsep tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari

7. Peserta didik dapat menganalisis penyebab adanya fenomena tekanan osmosis

8. Peserta didik mencoba mengerjakan latihan soal pada materi tekanan osmosis melalui alternatif materi latihan sebagai berikut:

https://bit.ly/LKPD_TEKANAN_OSMOSIS

9. Peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembahasan latihan soal melalui group daring (Zoom, Webex, G-Meet, dll).

3. Penutup

a. Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran b. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang

berkinerja baik

c. Melaksanakan penilaian untuk mengetahui ketercapaian indikator d. Memberikan tugas kepada peserta didik berupa LKP tekanan

osmosis.

e. Memberi salam dan berdoa

15’

Religiositas, Kemandirian.

C. PENILAIAN PEMBELAJARAN

1. Penilaian Sikap : Jurnal (Observasi sikap pada proses pembelajaran). (terlampir) 2. Penilaian Pengetahuan : Tes terulis (soal uraian dan pilihan ganda). (terlampir)

3. Penilaian Keterampilan: Presentasi dan portofolio. (terlampir)

Semarapura, 7 April 2022 Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

I Putu Sudibawa I Putu Sudibawa

NIP. 19730908 199801 1 001 NIP 19730908 199801 1 001

(3)

RINGKASAN MATERI

Osmosis adalah berpindahnya partikel pelarut dari larutan encer ke dalam larutan yang lebih pekat melalui selaput semipermiabel. Selaput semipermeabel hanya dapat dilalui oleh partikel pelarut dan tidak dapat dilalui oleh partikel terlarut.

Tekanan osmotik adalah tekanan hidrostatik yang terbentuk pada larutan akibat proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semipermeabel. Selain itu, tekanan osmosis juga dapat didefinisikan sebagai tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui membran semipermeabel.

Jadi tekanan osmosis suatu larutan dapat berupa tekanan hidrostatis yang terbentuk di dalam larutan itu sendiri atau tekanan luar yang diberikan pada larutan tersebut untuk menghentikan proses osmosis.

Ada 3 jenis istilah jika kita bandingkan tekanan osmotik suatu larutan dengan larutan lainnya, yaitu:

 Isotonik, larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama dengan tekanan osmotik larutan lainnya

 Hipertonik, larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih besar dari tekanan osmotik larutan lainnya

 Hipotonik, larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih kecil dari tekanan osmotik yang lain.

 Rumus dari tekanan osmotik adalah:

π = M. R. T.i Di mana :

M = Molaritas Larutan

R = Tetapan Gas (0,082 L.atm/mol.K) T = Suhu (Kelvin = K)

i = faktor Van't Hoff = 1 + α(n-1)

n adalah jumlah ion dan α adalah derajat ionisasi

Larutan elektrolit kuat α=1

Larutan elektrolit lemah 0<α<1

Larutan non elektrolit α=0

(4)

PENERAPAAN KONSEP TEKANAN OSMOTIK DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 1. Pembuatan teh celup.

Saat kita memasukkan tek celup ke air panas, air akan masuk melalui membran sachet teh.

Lalu akan terpentuk larutan pekat teh. Larutan ini memiliki konsentrasi teh terlarut yang tinggi.

Sementara air di luar sachet teh memiliki konsentrasi teh rendah. Perlahan larutan teh akan berpindah dari dalam sachet ke seluruh cangkir atau teko tempat air dan membentuh larutan teh dengan konsentrasi yang merata melalui osmosis.

2. Cuci darah (dialisis)

Cuci darah adalah terapi yang harus dilakukan penderita gagal ginjal. Akibat rusajnya ginjal, darah tidak bisa dibersihkan dari kotoran dan dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Karena itu darah hatus dicuci menggunakan mesin dialisis. Pada proses ini darah akan dialirkan ke saluran mesin melalui membran semi permeabel. Lewat membran ini, kotoran di darah yang berkonsentrasi tinggi akan berpindah lewat membran dialisis keluar dari darah, sehingga darah bisa menjadi bersih.

3. Penyerapan air oleh akar tumbuhan

Konsentrasi air di tanah lebih tinggi dari di dalam akar tunbuhan. Akibatnya akan timbul tekanan osmotik dan air akan masuk terserap ileh akan. Di dalam akar, air dan zat terlarut di dalamnya akan dibawa naik melalui pembuluh kayu (xylem), sehingga sampai ke daun. Di daun air dan zat hara ini digunakan untuk fotosintesi yang menghasilkan makanan bagi tanaman.

4. Pengusir siput, cacing dan lintah

Hewan seperti siput, cacing dan lintah memiliki kulit yang dapat dilalui dengan mudah oleh air. Akibatnya, ketika kulit berada dalam kondisi kondisi kadar air rendah, misalnya saat terkena garam, air dari dalam sel-sel tubuh akan keluar melalui osmosis. Ini dapat membunuh siput, cacing dan lintah ini. Fenomena ini dimanfaatkan untuk mengusir dan menghalau siput, cacing dan lintah dengan menggunakan garam dapur.

(5)

INTRUMEN OBSERVASI SIKAP Nama Satuan pendidikan : SMAN 1 Semarapura

Tahun pelajaran : 2021/2022 Kelas/Semester : XII/Ganjil

Mata Pelajaran : Kimia

No Waktu Nama Kejadian/

Perilaku Butir Sikap Positif/

Negatif Tindak Lanjut 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

(6)

Instrumen Penilaian Pengetahuan KARTU SOAL

(Uraian) Mata Pelajaran : Kimia

Kelas/Semester : XII/Ganjil Kurikulum : 2013

Penyusun : I Putu Sudibawa

Kompetensi Dasar : 3.2 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

Materi : Tekanan Osmosis

Indikator Soal : Diberikan parameter yang berkaitan dengan pembuatan cairan infus dari NaCl dan besarnya tekanan darah, peserta didik dapat menyimpulkan apa yang terjadi bila cairan infus tersebut diinjeksikan kepada pasien

Level Kognitif : L3 Soal:

1. Seorang pasien yang memerlukan injeksi cairan nutrisi/infus (NaCl, Mr NaCl = 58,5), harus bersifat isotonik dengan cairan dalam darah, yaitu berkisar 7,7 atm pada suhu ruangan 27oC. Cairan infus yang diinjeksikan ke dalam tubuh yang tidak isotonis dapat mengakibatkan kerusakan organ tubuh.

Dalam situasi darurat, seorang pasien memerlukan 1 liter cairan infus, sementara jumlah garam yang tersedia 10 gram lalu seluruhnya dilarutkan dalam 1 liter air.

Bila cairan infus yang dihasilkan diinjeksikan pada tubuh pasien, prediksilah dampaknya terhadap organ tubuh dan beri alasan!

PEDOMAN PENSKORAN:

No. Uraian Jawaban/Kata Kunci Skor

1 NaCl(aq)  Na+(aq) + Cl-(aq)

(n = 2, α = 1), i = n 2

2 Volume larutan = 1 L = 1000mL

Massa NaCl yang diperlukan untuk membuat 1 liter cairan infus agar isotonis dengan tekanan osmosis darah adalah

π = xRxT xi xVol

Mr

gram 1000

7,7 = ) 0,082 300 2

1000 1000 5

,

(58 x K x

K mol

atm x L

L x mol

X

X =

2 300 082

, 0

5 , 58 7 , 7

x x

x

4

(7)

= 2 , 49

45 , 450

= 9,155 gram

3 Untuk mendapatkan cairan infus yang isotonis dengan darah, maka dibutuhkan garam 9,155 gram dilarutkan dalam air hingga volume larutan 1 liter pada suhu 27 oC.

2

4 Karena massa garam yang dilarutkan > dari garam yang dibutuhkan maka cairan infus yang dihasilkan memiliki tekanan osmosis > tekanan osmosis darah (hipertonis) sehingga bila cairan infus tersebut

diinjeksikan ke tubuh pasien dapat mengakibatkan kerusakan organ- organ tubuh

2

Total Skor 10

KARTU SOAL (PILIHAN GANDA)

Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XII/1 Kurikulum : 2013

Kompetensi Dasar

: Menganalisis fenomena sifat koligatif larutan (penurunan tekanan uap jenuh, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis).

Materi : Sifat koligatif larutan

Indikator Soal : Disajikan gambar penambahan garam dapur dalam pembuatan produk dan diagram P-T, peserta didik dapat menghubungkan fenomena pada gambar dengan diagram P-T yang sesuai.

Level Kognitif : Level 3/C4

(8)

Perhatikan gambar dan diagram P-T berikut!

Gambar di atas adalah proses pembuatan es krim yang banyak dilakukan oleh penjual es krim. Penambahan garam dapur diharapkan dapat membuat es krim membeku lebih lama ketika dijual. Dalam pembuatan es krim dengan pemanfaatan garam dapur, maka daerah yang sesuai pada diagram P–T ditunjukkan oleh nomor….

A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5

Kunci Jawaban:

E

Soal-soal Pengembangan:

1. Mengapa bila ke dalam tubuh lintah bila dilumuri garam beberapa saat kemudian lintahnya mati.

2. Mengapa bila kismis dicelupkan ke dalam air berubah mengembang, sedangkan bila dimasukkan ke dalam larutan gula kismis berubah mengkerut?

3. Temukan hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan osmosis larutan 4. Beri contoh penerapan konsep tekanan osmosis dalam kehidupan sehari-hari Penilaian Keterampilan

a. Presentasi

No

Nama Siswa

Sistemati ka

Presenta si

Penggunaan bahasa

Kejelasan menyampaika

n

Komunikati f

Kebenaran Konsep 1.

2.

....

Rubrik Penilaian Presentasi

No. Indikator Penilaian

Kriteria Penilaian

Kurang Cukup Baik Sangat Baik

1 Sistematika Presentasi

Materi presentasi diajukan secara tidak runtut dan tidak sistematis

Materi presentasi diajukan secara kurang runtut dan tidak sistematis

Materi presentasi diajukan secara runtut tetapi kurang sistematis

Materi presentasi diajukan

secara runtut dan sistematis

(9)

2 Penggunaan

Bahasa Menggunaka n bahasa yang baik, kurang baku, dan tidak terstrukutur

Menggunakan bahasa yang baik, kurang baku, dan terstrukutur

Menggunakan bahasa yang baik, baku, tetapi kurang terstrukutur

Menggunakan bahasa yang baik, baku dan terstrukutur 3 Kejelasan

Menyampaik an

Artikulasi kurang jelas, suara tidak

terdengar, bertele- tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, tetapi bertele- tele

Artikulasi kurang jelas, suara terdengar, tidak bertele- tele

Artikulasi jelas, suara terdengar, tidak bertele-tele

4 Komunikatif Membaca catatan sepanjang menjelaskan

Pandangan lebih

banyak menatap catatan saat menjelaskan dari pada audiens

Pandangan lebih

banyak menatap audiens saat menjelaskan dari pada catatan, tanpa ada

gestur tubuh

Pandangan lebih banyak menatap audiens saat menjelaskan dari pada catatan, dan

menggunakan gestur yang membuat audiens

memperhatikan 5 Kebenaran

Konsep Menjelaskan 1 dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 2 dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan 3 dari 4 konsep esensial dengan benar

Menjelaskan seluruh konsep esensial dengan benar

b. Portofolio

1) Merancang pembuatan media tekanan osmotik LAPORAN TUGAS PROYEK MATA PELAJARAN : Kimia

TOPIK : Sifat Koligatif Larutan TUGAS : Media Tekanan Osmotik

NAMA : ………

KELAS : XII MIPA …….

Tugas Laporan Kegiatan

Mempelajari konsep Tekanan Osmotik

Tanggal:

Laporan:

Membuat rancangan Media Tekanan Osmotik sebagai berikut:

Tujuan Percobaan Alat:

Bahan:

(10)

Gambar rancangan proses pembuatan media tekanan osmotik

Cara kerjanya:

Referensi

Dokumen terkait

 Banyak angka yang mungkin jadi ratusan ada sebanyak 9 angka, tetapi dua angka sudah dipakai untuk jadi satuan dan puluhan sehingga angka yang mungkin untuk jadi ratusan hanya ada

Untuk mengetahui nilai hambatan suatu resistor dapat dilihat atau dibaca dari warna yang tertera pada bagian luar badan resistor tersebut yang berupa gelang warna.. sistem

3.1.1.1 Peserta didik dapat menganalisis diagram P-T untuk menentukan titik didih larutan dan menafsirkan kenaikan titik didih larutan melalui diskusic. 3.1.2.1 Peserta didik

Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya tentang materi kombinasi gerak lokomotor, nonlokomotor, dan manipulatif dalam menendang dan menghentikan bola pada

 Mendengarkan cerita  Siswa melakukan berbagai kegiatan terkait dengan wacana berbentuk naratif di luar tugas tatap muka dan terstruktur yang diberikan guru.. 

Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara Peserta didik diberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai

 Guru mengarahkan siswa untuk mengidentifikasi apa yang diketahui dari video tersebut dan menuliskannya pada LK berupa graphic organizer KWL yang diberikan

Dari luar negeri, Ancaman di bidang politik dilakukan oleh suatu negara dengan melakukan tekanan politik terhadap Indonesia.. Intimidasi, provokasi, atau blokade