Tanggung Jawab Direksi atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Perseroan menjadi salah satu wadah yang paling populer bagi pelaku kegiatan bisnis untuk melakukan kegiatan usahanya. Salah satu organ perseroan adalah Direksi yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan (persona standi in judicio). Perseroan Publik yang telah memiliki 300 pemegang saham dan modal disetor minimal Rp.3.000.000.00 (tiga milyar rupiah) berlaku prinsip keterbukaan yang mewajibkan direksi untuk menyampaikan laporan keuangan secara berkala kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) sebagaimana dalam Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7. Dalam setiap laporan keuangan yang disampaikan, Direksi Emiten atau Perusahaan Publik wajib membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan yang ditandatangani oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Bilamana dalam laporan keuangan terdapat informasi / fakta material yang menimbulkan kerugian kepada pihak ketiga,UUPT maupun Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 mengatur bahwa Direksi Emiten atau Perusahaan Publik bertanggung jawab secara tanggung renteng kepada pihak-pihak yang dirugikan, oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan Perusahaan Publik”.

Bahwa yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kriteria untuk menentukan direksi telah melakukan pelanggaran dalam hal penandatanganan pernyataan yang merugikan pihak di luar perseroan dan bagaimana bentuk pertanggung jawaban direksi atas laporan keuangan menurut ketentuan UUPT dan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11.

Bahwa jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif analisis dengan sumber data berasal dari data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui penelitian kepustakaan (library research) data yang ada di Perpustakaan baik melalui penelusuran katalog maupun browsing internet sedangkan analisa data dilakukan dengan pendekatan kualitatif selanjutnya ditarik suatu kesimpulan yang bersifat deduktif sebagai jawaban atas permasalahan yang diteliti.

Kriteria untuk menentukan apakah direksi telah melakukan pelanggaran dalam hal penandatanganan surat pernyataan tanggung jawab direksi atas laporan keuangan yang menimbulkan kerugian kepada pihak diluar perseroan dapat dilihat dari dari substansi laporan keuangan apakah diperbut dengan itikad baik (good faith) dan penuh tanggung jawab demi kepentingan dan tujuan usaha perseroan (proper purpose), apakah direksi telah menerapkan standar of care atau standar

(2)

kehati-hatian sehingga terhindar dari kelalaian (negligence) yang dapat merugikan pihak lain, serta apakah direksi melampaui kewenangan tidak hanya terhadap apa yang dilarang dalam anggaran dasar perseroan, tetapi juga terhadap peraturan yang berlaku ataupun ketertiban umum (ultra vires), serta apakah direksi membuat keputusan bisnis didasarkan kepada rasional basis yang dilakukan dengan cara yang layak dipercayai sebagai yang terbaik bagi perseroan. Bentuk pertanggungjawaban direksi atas laporan keuangan menurut ketentuan UUPT dan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 dalam hal adanya informasi / fakta material yang tidak benar dan atau menyesatkan yang menimbulkan kerugian bagi pihak lain adalah secara tanggung renteng oleh seluruh anggota direksi perusahaan publik karena benar atau tidaknya substansi surat pernyataan direksi yang berkaitan dengan laporan keuangan adalah mengikat dan menjadi tanggung jawab juridis dari seluruh anggota direksi perusahaan publik, mengingat Direktur Utama dan Direktur Keuangan yang menandatangani surat pernyataan tersebut adalah bertindak untuk dan atas nama perseroan sepanjang prinsip duty of care, good faith dan rational basis dalam penyusunan laporan keuangan diterapkan oleh Direktur Utama dan Direktur Keuangan maka seluruh anggota direksi wajib bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian pihak ketiga.

Saran penulis dalam penelitian ini adalah penyempurnaan UUPT dan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 khususnya mengenai penjabaran lebih jelas dan terperinci mengenai apa yang dimaksud dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab, yang mencakup standar standar of care atau standar kehati-hatian, prinsip duty of care dan good faith serta rational basis dalam mengambil suatu keputusan-keputusan bisnis (bussiness judgement rule) untuk kepentingan perseroan atau perusahaan publik, sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang multi tafsir atas peraturan tersebut bagi direksi perseroan dalam membuat laporan keuangan maupun bagi stakeholder untuk mengetahui kebenaran dari informasi yang terwujud dalam bentuk laporan keuangan direksi perseroan tersebut serta perlu dilakukan penyempurnaan terhadap UUPT dan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.11 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan khususnya mengenai batasan dan penegasan sejauh mana pertangungjawaban renteng seluruh anggota direksi secara perdata maupun pengaturan mengenai sanksi pidana terhadap setiap pelanggaran atas laporan keuangan direksi perusahaan publik sebagai lex specialist dari ketentuan pasar modal, sehingga perusahaan publik dalam menyampaikan laporan keuangan lebih bertindak hati-hati dengan menyampaikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab tentang kondisi keuangan perusahaan publik.

Kata Kunci : Pertanggungjawaban Direksi, Laporan Keuangan, Surat Pernyataan Direksi, Perusahaan Publik.

(3)

ABSTRACT

A company is one of the most popular place for business practitioners to do their business activities. One of the orghans of a company is Board of Directors that are fully responsible for the management, interest, and goals of a company and representing the company either in or outside of court of law (persona standi in judicio). Public company with 300 shareholders the minimal deposited capital of Rp. 3,000,000,000 (three billion rupiah) applies the principle of transparency requiring the Board of Directors to periodically provide a financial report to Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam = Capital Market Supervisory Board) as regulated in the Regulation of Bapepam No. VIII.G.7. In the financial report submitted, Board of Directors of Public Company are required to issue a Letter of Responsibility of Board of Directors for the Financial Report signed by President Director and Financial Director. If an information /material fact inflicting loss to the third party is found in the financial report, according to Law on Limited Liability Company and the Regulation of Bapepam No. VIII.G.7, the Board of Directors of Public Company is jointly and severally reponsible for the injured parties. Therefore, the writer is interested in doing a

study entitled “The Responsibility of Board of Directors for the Financial report of Public Company”.

The problems discussed in this study were what criteria were used to determine whether or the Board of Directors had committed the offense in terms of signing a statement inflicting loss to the party outside of the company and how the Board of Directors is responsible for the financial report in accordance with the La w on Limited Liability Company and the Regulation of Bapepam No. VIII.G.7.

The data for this descriptive normative legal study were the secondary data in the forms of primary, secondary and tertiary legal materials collected through catalog and internet browsing (library research), and the data obtained were qualitatively analyzed to obtain a deductive conclusion as the answer to the problems studied.

The criteria determining whether or not the Board of Directors made an offense in terms of signing a statement stating the responsibility of Board of Directors for the financial report inflicting loss to the party outside of the company can be seen from the substance of the financial report whether or not it was made under good faith and full of responsibility for the proper purpo se of the company, whether or not the Board of Directors had applied the standard of care that they were avoided from negligence that can inflicting loss to other parties, whether or not the Board of Directors had been beyond their authority, not only to what is prohibited in the statutes of the company but also to the existing regulations or public order (ultra vires), and whether or not the Board of Directors made their business decision based on rational basis. The form of the

(4)

responsibility of the Board of Directors for the financial report according to the Law on Limited Liability Company and the Regulation of Bapepam No. VIII.G.7 in the case of incorrect or misleading information/material fact inflicting loss to other parties was a joint responsibility off all members of the Board of Dir ectors of the public company because whether or not the substance of the letter of statement of the Board of Directors related to the financial report was correct, was binding and become juridical responsibility of all members of the Board of Directors of public company, considering that President Director and Financial Director signing the financial report acted for and on behalf of the company as long as the principles of duty of care, good faith and rational basis in d rafting and preparing the financial report were applied by the President Director and Financial Director, all of the members of the Board of Directors are required to have a joint responsibility for the loss inflicted to the third party.

The writer, through this study, suggest that the Law on Limited Liability Company and the Regulation of Bapepam No. VIII.G.7 be improved, especially the explanation about what is meant by good faith, fully responsible including standard of care, the principle of duty of car e, good faith, and rational basis in making a business judment rule for the interest of company or public company that it did not result in a multi-interpretation understanding about the rule for the Board of Directors of the company in making the financia l report or for the stakeholders to find out the truth of the information existing in the form of financial report of the Borad of Directors of the company, and it also needs to improve the Law on Limited Liability Company and the Regulation of Bapepam No. VIII.G.11 on the Responsibility of the Board of Directors for Financial report, especially about the limitation and emphasis to what extent the joint responsibility of all of the members of the Board of Directors according to civil law or the regulation on criminal sanction for any violation done to the financial report of the Board of Directors of public company as lex specialist of the capital market regulations that public company in submitting its financial report should be more careful by delivering accurate information and responsibility for the financial condition of the public company.

Keywords: Responsibility, Board of Directors, Financial Report, Letter of Statement, Public Company

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...