• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Kadar Tembaga (Cu) Pada Saus Cabai Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penetapan Kadar Tembaga (Cu) Pada Saus Cabai Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

20

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 266-268.

Apriantono, A., Fardlaz, D., Puspitasari, N.L., Sedarnawati, Budianto, S. (1989). Petunjuk Laboratorium Analisis Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Univesitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Hal. 16.

Badan Standarisasi Nasional.(2006).Saus Cabai .SNI 2976-2006. Jakarta: Dewan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. Cara Uji Cemaran Logam dalam Makanan. SNI 01-2896-1998. Jakarta: Dewan Standarisasi Nasional.

Bender, G.T. (1987). Principal Of Chemical Instrumentation. Philadelphia: W.B.Sounders Company. Hal. 98.

Connel, Des W., dan Miller G. J. ( 1995). Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran. Jakarta: UI- Press. Hal. 344.

Darmono. (1995). Logam dalam Sistem Biologi Makhluk Hidup. Jakarta: UI Press. Hal. 9, 13, 25.

Gandjar, I.G., dan Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Cetakan I.Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hal. 298- 299, 305 - 306, 310 - 312, 319 - 322.

Haris, A. dan Gunawan. (1992). Prinsip Dasar Spektrofotometri Atom. Semarang: Badan Pengelola MIPA- UNDIP. Hal. 55.

Imamkhasani, S. (1984). Proceedings of the second ASEAN Workshop on Food Analytical Techniques. Bandung: National Institute Chemistry Indonesia. Hal. 15.

Kristianingrum, S. ( 2012). Kajian Berbagai Proses Destruksi Sampel dan Efeknya.Yogyakarta: MIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Hal. 197. Di akses tanggal 27 April2016.

Khopkar, S.M. (1985). Basic Concepts of Analytical Chemistry. Penerjemah: Saptorahardjo, A., dan Nurhadi, A. (1990). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI-Press. Hal. 275, 279.

(2)

21

Novary, E.W. (1999). Penanganan dan Pengolahan Sayuran Segar. Jakarta: PT Penebar Swadaya. Hal. 173.

Palar, H. (2008). Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 23, 61.

Putra I.R., Asterina, dan Isrona L. (2014). Gambar Zat Pewarna pada Saus Cabai yang Terdapat pada Jajanan yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara. Padang: UNAND. Hal. 297. Diakses Tanggal 22 April 2016.

Vogel, A. I. (1985). Textbook of Macro And Semimicro Qualitative Inorganic Analysis. Penerjemah: Pudjatmaka dan Setiono. Buku Teks Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik Makro dan Semimakro. Edisi V. Bagian I. Jakarta: Kalman Medika Pustaka. Hal. 229, 289.

Widowati, W. (2008). Efek Toksik Logam. Edisi I. Yogyakarta: Andi. Hal. 63- 64.

Referensi

Dokumen terkait

Penentuan kandungan besi (Fe) dan Tembaga (Cu) dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kandungan Besi (Fe) dalam air

Saus cabai merupakan bahan pelengkap yang digunakan sebagai tambahan makanan untuk menambah kelezatan makanan dapat berupa cairan kental (pasta) yang terbuat dari bubur buah

Vogel’s Textbook of Quantitative Inorganic Analysis Including Elementary Instrumental Analysis.. Penerjemah: Ahmad Hadiyana Pudjaatmaka dan

PENETAPAN KADAR SENG (Zn) PADA SAUS CABAI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

Saus cabai merupakan bahan pelengkap yang digunakan sebagai tambahan makanan untuk menambah kelezatan makanan dapat berupa cairan kental (pasta) yang terbuat dari bahan baku

Gangguan-gangguan (interference) pada Spektrofotometri Serapan Atom adalah peristiwa-peristiwa yang menyebabkan pembacaan absorbansi unsur yang dianalisis menjadi lebih kecil

Perhitungan Penetapan Kadar Zn pada Saus

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan penentuan kadar tembaga (Cu) dalam sampel air sumur dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA) adalah sampel air sumur, HNO