DINAS PERTANIAN
Kabupaten jombang
RENCANA KERJA
TAHUN 2015
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kabupaten Jombang merupakan wilayah dengan potensi pertanian dengan sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya pada bidang pertanian. Oleh karena itu pembangunan pertanian memegang peran strategis dalam perekonian daerah. Peran strategis pertanian tersebut digambarkan melalui kontribusi yang nyata melalui penyumbang terbesar PDRB, penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan, penyerap tenaga kerja, sumber devisa negara dan sumber pendapatan serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan. Sejalan dengan peran strategis tersebut maka pembangunan pertanian di Kabupaten Jombang dilaksanakan dalam upaya meningkatan produksi, produktivitas dan pendapatan petani dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dalam konsep pembangunan pertanian yang ramah lingkungan, mandiri dan berkelanjutan.
Untuk mencapai gambaran pembangunan pertanian diatas, Dinas Pertanian Kab. Jombang berupaya meningkatkan kesiapan SDM pertanian, tertatanya kelembagaan, berkembangnya inovasi teknologi tepat guna spesifik lokasi dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai.
Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Tahun 2015 ini memberikan gambaran kebijakan yang akan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan dengan landasan hukum yang berlaku. Hal ini dilakukan agar tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud secara efektif dan terukur. Bahasan dalam Renja ini diawali dengan pendahuluan yang dilanjutkan dengan evaluasi Renja tahun 2014 serta uraian mengenai tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang akan
1.2. Landasan Hukum
Landasan Hukum dalam penyusunan dokumen Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Dinas Pertanian adalah : a) Undang – Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
b) Undang-undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008;
c) Undang – Undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.
d) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
e) Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Pencana Pembangunan Daerah
f) Peraturan Presiden nomor 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2004 – 2009. g) Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas
Kinerja Instansi.
h) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah , sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007. i) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2006
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur.
j) Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor 19 Tahun 2008, tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Jombang Tahun 2005 – 2025.
k) Peraturan Daerah Kabupaten Jombang Nomor Tahun 2014, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang Tahun 2014– 2018.
1.3. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian ini dimaksudkan untuk :
a) Memberikan arahan bagi seluruh jajaran pejabat dan staf dilingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya kepada masyarakat pada tahun 2015.
b) Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target kinerja dalam RKPD Kab. Jombang dengan Renja Dinas Pertanian.
c) Mewujudkan keadaan yang diinginkan dalam waktu satu tahun dalam urusan pertanian, dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka menengah, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Jombang.
Adapun tujuan disusunnya Renja Dinas Pertanian adalah memberikan pedoman dan arahan dalam pelaksanaan pembangunan Pertanian Kabupaten Jombang pada tahun 2015 di masing–masing bidang pada Dinas Pertanian.
1.4. Sistematika
Sistematika penyajian dokumen Renja Dinas Pertanian ini adalah : a) Bab I : Pendahuluan, yang berisi latar belakang, landasan
hukum, maksud dan tujuan, dan sistematika penulisan Renja Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
b) Bab II : Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Kabupaten Jombang I Tahun 2014, yang berisi hasil evaluasi pelaksanaan Renja 2014, analisis kinerja pelayanan pelayanan, isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pertanian, review pada rencana kerja awal serta penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat.
Renja serta Program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2015.
d) Bab IV : Penutup
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA DINAS PERTANIAN TAHUN 2014
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Dinas Pertanian Tahun Lalu dan Capaian Renstra Dinas Pertanian
Pelaksanaan kegiatan Dinas Pertanian selama tahun 2009 – 2013 mengacu pada target kinerja yang telah ditetapkan dalam Renstra Dinas Pertanian Tahun 2009-2013. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan sampai dengan tahun 2013 dibandingkan dengan target kinerja sampai dengan tahun 2013 maka sebagian besar kegiatan telah memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan.
Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan sampai dengan Tribulan I Tahun 2014 baru tercapai 0,45%. Hal ini disebabkan pelaksanaan kegiatan sampai dengan Tribulan I Tahun 2014 masih dalam tahap penyelesaian administrasi kegiatan dan penetapan Calon Lokasi/Calon Petani (CPCL).
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas Pertanian
Kinerja pelayanan Dinas Pertanian diukur berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Ketahanan Pangan. Indikator yang menjadi tolok ukur adalah Ketersediaan dan Cadangan Pangan, melalui penjabarannya :
(1) Ketersediaan energi dan protein perkapita
Ketersediaan energi diperoleh dari ketersediaan pangan yaitu tersedianya pangan dari hasil produksi dalam negeri dan/atau sumber lainnya. Penyediaan pangan terdiri dari komponen produksi, perubahan stok, impor dan ekspor. Dari ke-4 komponen tersebut yang menjadi kinerja pelayanan Dinas Pertanian adalah dalam penyediaan produksi pangan yaitu padi/beras, jagung, dan
Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan pada Sub Round I Tahun 2014 menunjukkan bahwa produksi padi sebesar 256.761 ton, jagung 25.833 ton dan kedelai 97 ton.
(2) Penguatan cadangan pangan
Cadangan pangan adalah tersedianya pangan untuk dikonsumsi, bahan baku industri dan untuk menghadapi keadaan darurat. Cadangan pangan meliputi cadangan pangan nasional, cadangan pangan pemerintah (pusat, provinsi, kabupaten/kota dan desa) serta cadangan pangan masyarakat. Penyelenggaraan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah dapat dilakukan melalui pengembangan lumbung pangan masyarakat. Penyediaan cadangan pangan pemerintah di tingkat kabupaten/kota minimal sebesar 100 ton ekuivalen beras dan ditingkat provinsi minimal sebesar 200 ton ekuivalen beras.
Berdasarkan hasil analisa hasil produksi padi tahun 2013 maka beras tersedia untuk konsumsi sebesar 255.739 ton. Berdasarkan angka Provinsi Jawa Timur bahwa konsumsi beras penduduk perkapita/tahun sebesar 91,26 kg maka kebutuhan beras untuk tahun 2013 sebesar 117.756 ton sehingga terjadi surplus beras sebesar 137.987 ton. Sedangkan unutk Sub Round I Tahun 2014 produksi beras diperkirakan sebesar 162.273 ton sehingga terjadi surplus beras sebesar 44.517 ton. Surplus beras tersebut menunjukan bahwa cadangan pangan pemerintah masih cukup besar jauh diatas kebutuhan minimal yang ditentukan.
Sedangkan produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya pada Sub Round I Tahun 2014 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2013. Peningkatan seluruh komoditas pangan utama tersebut terjadi karena : a) semakin intensifnya penerapan teknologi budidaya, misalnya penerapan System of Rice Intensification/SRI, Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu/SLPTT, jajar legowo dan pertanian organik oleh petani, b) tersedianya sarana produksi usaha tani dalam jumlah
yang mencukupi dan kualitas yang bermutu, c) pengawalan pertanaman dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) dan gerakan pengendalian hama melalui penerapan slogan STOP SPOT dan d) semakin intensifnya pendampingan petugas kepada petani.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Dinas Pertanian
Berdasarkan hasil analisis kinerja pelayanan selama Tribulan I Tahun 2014 dapat dilihat bahwa seluruh target peningkatan produktivitas dan produksi telah tercapai bahkan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2013, karena kondisi iklim pada tahun 2014 lebih baik dan lebih menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.
Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pertanian selama Tribulan I tahun 2014 adalah :
1. Meningkatnya kerusakan lingkungan dan perubahan iklim global 2. Masih belum optimalnya tingkat kesuburan lahan
3. Terbatasnya ketersediaan infrastruktur, sarana prasarana, lahan, dan air 4. Keterbatasan akses petani terhadap permodalan dan masih tingginya
suku bunga usahatani
5. Lemahnya kapasitas dan kelembagaan petani dan penyuluh 6. Rendahnya nilai tukar petani (NTP)
7. Terbatasnya pemasaran hasil pertanian
8. Belum padunya antar sektor dalam menunjang pembangunan pertanian
Pelaksanaan program dan kegiatan Dinas Pertanian selama tahun 2014 adalah dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan daerah yaitu Peningkatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintah dan Penguatan Ketahanan Pangan.
Kabupaten Jombang : Menjamin Kelestarian Lingkungan Hidup. Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama Tribulan I Tahun 2014 dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup antara lain melalui sosialisasi dan penyuluhan pertanian organik kepada para petani.
Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan pembangunan pertanian antara lain :
1. Peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk pertanian dengan menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan melalui penerapan pertanian organik.
2. Penggunaan pupuk kimiawi dan organik secara berimbang untuk memperbaiki dan meningkatkan kesuburan tanah.
3. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur lahan, air, perbenihan/perbibitan dan penyediaan alat mesin pertanian.
4. Fasilitasi akses pembiayaan pertanian dengan suku bunga rendah bagi petani kecil.
5. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dan petugas melalui penyuluhan dan pelatihan serta penataan kelembagaan petani melalui reposisi kepengurusan dan penataan UPTD Pertanian Terpadu.
6. Penguatan kelembagaan usaha ekonomi produktif yang kokoh di perdesaan.
7. Fasilitasi pemasaran melalui pasar lelang, kemitraan dengan Pihak III dan pelaksanaan program tunda jual di tingkat kelompok tani.
8. Pembentukan kawasan agropolitan.
2.4. Riview terhadap Rancangan Awal RKPD
Rancangan awal RKPD merupakan hasil dari proses pelaksanaan perencanaan yang diamanatkan di dalam Undang - undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah. Dimana dalam proses perencanaan pembangunan sangat membutuhkan partisipasi dan
kerjasama yang baik dari semua masyarakat (stakeholders), instansi vertikal, eksekutif maupun legislatif, sehingga proses perencanaan pembangunan yang dihasilkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik.
Dalam proses perencanaan awal program dan kegiatan Dinas Pertanian diperoleh dari hasil musrenbang kecamatan. Berdasarkan hasil musrenbang kecamatan tahun 2014 (untuk usulan tahun 2015) maka Dinas Pertanian memperoleh usulan sebanyak 273 kegiatan dengan jumlah anggaran Rp. 27.534.554.000,- terdiri dari : a) Kegiatan Non PID sebanyak 106 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran sebesar Rp. 13.663.589.000,- dan b) Kegiatan PID sebanyak 167 kegiatan dengan jumlah usulan anggaran sebesar Rp. 13.870.965.000,-.
Dalam proses perencanaan awal program dan kegiatan hasil Usulan Rancangan Renja dengan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam Renja SKPD, terdapat beberapa usulan yang tidak sama dengan alokasi rencana yang telah ditetapkan. Hal itu, disebabkan karena adanya beberapa perubahan - perubahan mengenai Peraturan - peraturan Perundang - undangan, kebijakan dan arahan baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dalam mewujudkan target dan sasaran pembangunan nasional terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Rencana Kerja Dinas Pertanian tahun 2015 disusun dengan berpedoman pada Renstra Dinas dan mengacu pada RKPD, memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Usulan program dan kegiatan berasal dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat, LSM, asosiasi,
kesepakatan hasil musrenbang dan digunakan sebagai bahan masukan dalam penyusunan Rancangan Rencana Kerja Dinas.
Selanjutnya hasil musrenbang kecamatan dipilah berdasarkan kesesuaian dengan tugas pokok dan fungsi Dinas, Renstra Dinas serta isu-isu strategis yang sedang terjadi di masyarakat. Hasil pencermatan usulan musrenbang kecamatan digunakan sebagai bahan untuk menyusun rancangan Renja Dinas.
Rancangan Renja Dinas dibahas dalam forum SKPD yang dikoordinasikan oleh Bappeda. Tujuan pembahasan Rancangan Renja Dinas adalah penyelarasan program dan kegiatan, penajaman indikator dan target kinerja program dan kegiatan, mensinergikan pelaksanaan dan optimalisasi pencapaian sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas, serta penyesuaian pendanaan program dan kegiatan berdasarkan pagu indikatif masing-masing Dinas.
Selanjutnya Rancangan Renja Dinas Pertanian disempurnakan dan diverifikasi dengan berpedoman pada RKPD Kabupaten. Berdasarkan penyempurnaan dan verifikasi serta memperhatikan hasil komisioning lembaga legilatif maka ditetapkan Renja Dinas Pertanian.
BAB III
TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Telaah Terhadap Kebijakan Nasional
Dalam RPJMN tahun 2010-2015 sasaran yang ingin dicapai mencakup: 1) kesejahteraan rakyat, 2) penguatan pembangunan demokrasi, dan 3) penegakan hukum. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam mencapai sasaran pembangunan kesejahteraan rakyat meliputi: (1) ekonomi, (2) pendidikan, (3) kesehatan, (4) pangan, (5) energi, dan (6) infrastruktur.
Dari sasaran utama pembangunan nasional tersebut diatas, pembangunan pertanian ditujukan pada kesejahteraan rakyat melalui penguatan pangan nasional.
Selanjutnya, sasaran pembangunan pertanian melalui penguatan pangan nasional adalah dengan meningkatkan pertumbuhan komoditas pangan utama baik kualitas maupun kuantitas yang meliputi: (1) produksi padi 3,22 persen per tahun, (2) produksi jagung 10,02 persen per tahun, (3) kedelai 20,05 persen pertahun, (4) gula 12,55 persen per tahun, dan (5) daging sapi 7,40 persen per tahun.
Untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara di masa mendatang, pembangunan nasional diprioritaskan untuk menjamin implementasi dari 11 prioritas nasional yaitu: (1) reformasi birokrasi dan tata kelola; (2) pendidikan; (3) kesehatan; (4) penanggulangan kemiskinan; (5) ketahanan pangan; (6) infrastruktur; (7) iklim investasi dan usaha; (8) energi; (9) lingkungan hidup dan bencana; (10) daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan paskakonflik; serta (11) kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.
Dari kesebelas prioritas pembangunan nasional tersebut diatas, yang terkait langsung dengan Kementerian Pertanian adalah
pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam. Peningkatan pertumbuhan PDB sektor pertanian sebesar 3,7% dan Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 115-120 pada tahun 2015.
Substansi dari program aksi ketahanan pangan adalah sebagai berikut:
1. Lahan, Pengembangan Kawasan dan Tata Ruang Pertanian yang meliputi Penataan regulasi untuk menjamin kepastian hukum atas lahan pertanian. Selain itu, pengembangan areal pertanian baru seluas 2 juta hektar dan penertiban serta optimalisasi penggunaan lahan terlantar;
2. Infrastruktur, Pembangunan dan pemeliharaan sarana transportasi dan angkutan, pengairan, jaringan listrik, serta teknologi komunikasi dan sistem informasi nasional yang melayani daerah-daerah sentra produksi pertanian demi peningkatan kuantitas dan kualitas produksi serta kemampuan pemasarannya;
3. Penelitian dan Pengembangan yang meliputi Peningkatan upaya penelitian dan pengembangan bidang pertanian yang mampu menciptakan benih unggul dan hasil peneilitian lainnya menuju kualitas dan produktivitas hasil pertanian nasional yang tinggi; 4. Investasi, Pembiayaan, dan Subsidi dimana kebijakannya meiputi
Dorongan untuk investasi pangan, pertanian, dan industri perdesaan berbasis produk local oleh pelaku usaha dan pemerintah, penyediaan pembiayaan yang terjangkau, serta sistem subsidi yang menjamin ketersediaan benih varietas unggul yang teruji, pupuk, teknologi dan sarana pasca panen yang sesuai secara tepat waktu, tepat jumlah, dan terjangkau;
5. Pangan dan Gizi, dimana kebijakannya meliputi Peningkatan kualitas gizi dan keanekaragaman pangan melalui peningkatan pola pangan keluarga harapan;
6. Adaptasi Perubahan Iklim. Pengambilan langkah-langkah kongkrit terkait antisipasi, mitigasi dan adaptasi kegiatan usahatani dalam
rangka tetap mampu menunjang keamanan pangan ditengah perubahan iklim yang tidak menentu.
3.2. Tujuan dan Sasaran Renja Dinas Pertanian 3.2.1. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam pembangunan pertanian tahun 2015 adalah :
1. Meningkatkan daya dukung lahan dan lingkungan bagi usaha tani 2. Menjadikan kelembagaan petani sebagai basisi penyuluhan 3. Mengoptimalkan kegiatan penyuluhan
4. Meningkatkan pendapatan petani
5. Mewujudkan kawasan agropolitan tanaman pangan dan hortikultura 6. Mewujudkan agrowisata di kawasan agropolitan
3.2.2. Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembangunan pertanian tahun 2015 adalah :
1. Meningkatkan kandungan bahan organik dan keanekaragaman hayati
2. Membangun kelembagaan petani yang maju dan mandiri 3. Meningkatkan SDM Petani
4. Meningkatkan fungsi dan peran BPP 5. Meninkatkan SDM Penyuluh
6. Melengkapi prasarana dan sarana penyuluhan
7. Meningkatkan produktivitas pertanian tanaman pangan dan hortikultura
8. Menjamin ketersediaan kebutuhan sarana prasarana pertanian 9. Mengembangkan rakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi 10. Penanganan pasca panen yang efektif dan efisien
11. Membangun dan memperkuat pola kemitraan dan akses pasar produk pertanian
12. Mempercepat peingkatan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura serta mempercepat pembinaan kelembagaan petani dan peningkatan kemampuan petugas di kawasan agropolitan
3.3. Program dan Kegiatan
a. Faktor-faktor Rumusan Program dan Kegiatan
Berdasarkan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional yang terkait dengan Ketahanan Pangan maka pembangunan pertanian di Kabupaten Jombang diarahkan pada upaya pencapaian Prioritas Pembangunan “Penguatan Ketahanan Pangan” dengan sasaran meningkatkan produksi pangan. Upaya meningkatkan produksi pangan dilaksanaan melalui pelaksanaan program strategis :
1. Program Kemandirian Pangan dengan indikator : a. Ketersediaan energi dan protein,
b. Penguatan cadangan pangan.
2. Program Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan, Hortikultura, Tanaman Perkebunan, Peternakan dan Perikanan, dengan indikator :
a. Tercapainya produktivitas padi sebesar 5,00 – 6,00 ton/ha b. Tercapainya produksi daging, telur serta swasembda daging
sapi.
c. Tercapainya produksi tanaman tebu, tembakau, kopi, kako dan cengkeh.
d. Tercapainya produksi perikanan dan jumlah pembudidaya ikan
b. Rekapitulasi Program dan Kegiatan
Program dan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian tahun 2015 terdiri dari Kegiatan Non PID dan Kegiatan PID, sebagai berikut :
Program
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur
4) Program Perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
5) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tanaman Pangan
6) Program Pemerdayaan Penyuluh Pertanian Lapangan 7) Program Pengembangan Kawasan Agropolitan Cluster
Tanaman Pangan
8) Program Rehabilitasi Infrastruktur Kawasan Agropolitan cluster Tanaman Pangan
9) Program Pengelolaan Lahan Tanaman Pangan
10) Program Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Air Tanaman Pangan
11) Program Pembangunan Infrastruktur Kawasan Agropolitan cluster Tanaman Pangan
12) Program Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Prasarana Sumur Dangkal Pertanian
13) Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian
14) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian 15) Program Peningkatan Produksi Pertanian
16) Program Rehabilitasi Infrastruktur Pengelolaan Air Tanaman Pangan
17) Program Pembangunan /Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Dam Parit Pertanian
18) Program Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif 19) Program Peningkatan Daya Dukung lahan, air, dan
lingkungan pertanian
20) Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Pertanian
22) Program Pengembangan Produk Hasil Agribisnis menjadi Bahan Jadi atau Setengan Jadi
Kegiatan
Penjabaran program-program tersebut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2015, sebagai berikut:
A. APBD Kabupaten Jombang
1) Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
a. Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 770.647.000,-
Keluaran : Terpenuhinya sarana prasarana pelayanan administrasi perkantoran selama 12 bulan
Hasil : Terwujudnya pelayanan administrasi perkantoran dan kinerja aparatur
b. Penyediaan Jasa Tenaga Administrasi Teknis Perkantoran
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 277.700.000,-
Keluaran : Tersedianya jasa tenaga pelayanan administrasi perkantoran selama 12 bulan
Hasil : Meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran 100%
2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
a. Pengadaan Sarana Prasarana Gedung Kantor
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 51.500.000,-
Keluaran : Tersedianya perlengkapan gedung kantor, peralatan gedung kantor, mebeleur kantor sebanyak 3 paket. Hasil : Meningkatnya ketersediaan sarana
prasarana aparatur 100%
b. Pemeliharaan Rutin/Berkala/Sedang/Berat Gedung Kantor/Bangunan Pendukungnya
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 96.592.500,-
Keluaran : Terlaksananya pemeliharaan rutin gedung kantor selama 12 bulan
Hasil : Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana aparatur 100%
c. Pemeliharaan Rutin/Berkala/Sedang/Berat Sarana dan Prasarana Gedung Kantor
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 37.500.000,-
Keluaran : Terlaksananya pemeliharaan peralatan kantor selama 12 bulan
Hasil : Meningkatnya ketersediaan sarana prasarana aparatur 100%
d. Pemeliharaan Rutin/Berkala/Sedang/ Berat Kendaraan Dinas/Kendaraan Operasional
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 38.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pemeliharaan kendaraan dinas/operasional selama 12 bulan
e. Pengadaan Pakaian Dinas dan Pakainan Khusus Lainnya
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 45.000.000,-
Keluaran : Tersedianya pakaian olah raga bagi pegawai sebanyak 300 stel
Hasil : Meningkatnya kedisiplinan aparatur 100%
3) Program Peningkatan Disiplin Aparatur
a Pengadaan Pakaian Dinas dan Pakainan Khusus Lainnya
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 45.000.000,-
Keluaran : Tersedianya pakaian olah raga bagi pegawai sebanyak 300 stel
Hasil : Meningkatnya kedisiplinan aparatur 100%
4) Program Perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
a. Penyusunan Rencana Strategis SKPD
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 5.000.000,-
Keluaran : Tersusunnya dokumen Renstra SKPD sebanyak 5 buku
Hasil : Terlaksananya perencanaan strategis dan pelaporan capaian kinerja serta keuangan SKPD 100%
b. Penyusunan Rencana Kerja SKPD
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 10.000.000,-
Keluaran : Tersusunnya dokumen Rencana Kerja sebanyak 1 dokumen
Hasil : Terlaksananya perencanaan strategis dan pelaporan kinerja serta keuangan SKPD
c. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja SKPD
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 15.000.000,-
Keluaran : Tersusunnya dokumen Laporan Capaian Kinerja dan Laporan Akuntabilitas Kinerja SKPD sebanyak 2 dokumen
Hasil : Terlaksananya perencanaan strategis dan pelaporan kinerja serta keuangan SKPD
d. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 10.000.000,-
Keluaran : Tersusunnya dokumen laporan keuangan semester dan prognosis serta laporan realisasi anggaran sebanyak 2 dokumen
Hasil : Terlaksananya perencanaan strategis dan pelaporan kinerja serta keuangan SKPD
5) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tanaman Pangan
Keluaran : Terlaksananya pelatihan agribisnis bagi petani dan pelaku usaha
Hasil : Tercapainya Nilai Tukar Petani sub sektor tanaman pangan 110 persen
b. Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 60.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pendampingan gapoktan penerima PUAP di 21
kecamatan
Hasil : Tercapainya Nilai Tukar Petani sub sektor tanaman pangan 110 persen
c. Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 90.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pelatihan manajemen organisasi kelembagaan petani dan restrukturisasi kelembagaan 63 gapoktan
Hasil : Tercapainya Nilai Tukar Petani sub sektor tanaman pangan 110 persen
6) Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian
Lapangan
a. Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 150.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya TOT, Lokakarya, seminar bagi penyuluh pertanian
Hasil : Tercapainya peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian
b. Penyuluhan dan Pendampingan bagi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 75.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pendampingan dan Monev penyusunan programa dan rencana kerja bagi penyuluh pertanian Hasil : Tercapainya peningkatan kapasitas dan
kompetensi penyuluh pertanian
c. Sarana Prasarana Penyuluhan
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 2.000.000.000,- (DAK)
Keluaran : Tersedianya pembangunan dan rehabilitasi gedung BPP dan sarana penyuluhan 7 BPP
Hasil : Tercapainya peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian
d. Penyediaan/Pengadaan Sarana Prasarana Penyuluhan Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 150.000.000,-
Keluaran : Tersedianya sarana prasarana penyuluhan pertanian 21 kec
Hasil : Tercapainya peningkatan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian 150 PPL
a. Fasilitasi Kerjasama Regional/Nasional/Internasional Penyediaan Hasil Produksi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 50.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya kerjasama antara pelaku utama dan pelaku usaha 4 mitra Hasil : Tercapainya jumlah poktan/gapoktan
yang bermitra dengan pelaku pemasaran 4 mitra
b. Penyuluhan Pemasaran Produksi Pertanian Guna Menghindari Tengkulak dan sistem Ijon
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 60.000.000,-
Keluaran : Tersedianya pengawalan system tunda jual di tingkat kelompok tani 10 poktan Hasil : Meningkatnya jumlah lahan yang
mengikuti kemitraan dalam pemasaran hasil pertanian tanaman pangan 200 ha
c. Pengolahan Informasi Permintaan Pasar Atas Hasil Produksi Pertanian Masyarakat.
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 35.000.000,-
Keluaran : Tersedianya informasi pasar dan pasokan produk pertanian 12 bulan Hasil : Meningkatnya jumlah lahan yang
mengikuti kemitraan dalam pemasaran hasil pertanian tanaman pangan 200 ha
8) Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian
a. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Tepat Guna
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya kajian teknologi pertanian tepat guna dalam bentuk Laboratorium Lapangan 8 BPP
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
b. Pengadaan Sarana dan Prasarana Teknologi Pertanian Tepat Guna
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 2.000.000.000,- (APBD); Rp.
500.000.000,- (APBD I); Rp. 500.000.000,- (APBN)
Keluaran : Tersedianya sarana dan prasarana teknologi pertanian tepat guna
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
c. Penyuluhan Penerapan teknologi Pertanian Tepat Guna
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya gerakan masal penerapan teknologi pertanian tepat guna 1050 ha
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
d. Pelatihan Dan Bimbingan Pengoperasian Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna
Keluaran : Terselenggaranya pelatihan petugas laboratorium sebanyak 10 orang
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
e. Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian Modern Bercocok Tanam
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 220.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya Sekolah Lapang (SL) penerapan teknologi spesifik lokasi di 21 kec.
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
f. Pengadaan Sarana Operasional Laboratorium Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Tersedianya bahan peralatan laboratorium pertanian 3 paket.
Hasil : Tercapainya produktivitas tanaman pangan padi, jagung dan kedelai 2%
9) Program Peningkatan Produksi Pertanian
a. Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 70.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pelatihan penerapan teknologi pertanian di P4S 3 unit
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2%
b. Monitoring, Evaluasi Dan Pelaporan
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp 250.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya monev program peningkatan produksi dan penyaluran pupuk bersubsidi 12 bulan
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2%
c. Pemasyarakatan Teknologi dan Hasil Produksi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp 100.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya deseminasi dan apresiasi teknologi dan hasil produksi pertanian
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
d. Penyediaan Benih/Bibit Hortikultura
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp 360.000.000,- (APBN); Rp.
200.000.000 (APBD I)
Keluaran : Tersedianya benih dan bibit hortikultura serta pelatihan pemanfaatan pekarangan 5 kec
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
e. Pelatihan dan bimbingan Pengendalian Organisme Penganggu Tumbuhan (OPT)
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp 200.000.000,- (APBD) Rp.
150.000.000 (APBD I)
Keluaran : Terlaksananya Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) 5 unit
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
f. Pendampingan Program WISMP
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 200.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pembinaan program WISMP
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
g. Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 90.000.000,-
Keluaran : Tersedianya bibit komoditas unggulan daerah 6.000 batang
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
h. Penyusunan Data Base Potensi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 75.000.000,-
Keluaran : Terselenggaranya pengumpulan dan analisa data statistik pertanian
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
i. Penyediaan Sarana dan Prasarana Produksi Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 2.208.000.000,-
Keluaran : Tersedianya alat mesin perrtanian (Alsintan) 1 paket
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
j. Peningkatan Produksi, Produktivitas Dan Mutu Produk Pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 475.000.000,- (APBD); Rp.
400.000.000 (APBD I)
Keluaran : Terlaksananya kawasan penerapan teknologi agroekosistem spesifikasi lokasi tanaman pangan
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
k. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pengendalian OPT
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 250.000.000,- (APBD) Rp.
200.000.000 (APBD I)
Keluaran : Tersedianya bahan dan peralatan pengendalian OPT 2 paket
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2 %
1. Desa Jatipelem kec. Diwek sebesar Rp. 77.000.000 (DAK)
2. Desa Kayangan kec. Diwek sebesar Rp. 77.00.000 (DAK)
3. Desa Blimbing kec. Gudo sebesar Rp. 82.500.000 4. Desa Mentaos kec. Gudo sebesar Rp. 90.000.000 5. Desa Pesanggrahan kec. Gudo sebesar Rp.
78.000.000
6. Desa Plumbongambang kec. Gudo sebesar Rp. 160.000.000
7. Desa Sepanyul kec. Gudo sebesar Rp. 77.00.000 (DAK)
8. Desa Sukoiber kec. Gudo sebesar Rp. 77.00.000 (DAK)
9. Desa Sukopinggir kec. Gudo sebesar Rp. 145.00.000
10. Desa Janti, kec. Jogoroto sebesar Rp. 50.000.000 11. Desa Ngumpul kec. Jogoroto sebesar Rp.
50.000.000
12. Desa Sumberjo kec. Jombang sebesar Rp. 77.00.000 (DAK)
13. Desa Mangunan kec. Kabuh sebesar Rp. 82.500.000
14. Desa Sukodadi kec. Kabuh sebesar Rp. 100.000.000
15. Desa Sumberaji kec. Kabuh sebesar Rp. 59.000.000
16. Desa Jombok kec. Kesamben sebesar Rp. 100.000.000
17. Desa Kedungbetik kec. Kesamben sebesar Rp. 50.000.000
18. Desa Kedungmlati, Kec. Kesamben sebesar Rp. 100.000.000
19. Desa Kesamben, Kec. Kesamben sebesar Rp. 75.000.000
20. Desa Bakalanrayung kec. Kudu sebesar Rp. 50.000.000
21. Desa Katemas kec. Kudu sebesar Rp. 49.880.000 22. Desa Kepuhrejo kec. Kudu sebesar Rp.
79.500.000
23. Desa Kudu Banjar kec. Kudu sebesar Rp. 53.000.000
24. Desa Made kec. Kudu sebesar Rp. 160.000.000 25. Desa Balonggemek kec. Megaluh sebesar Rp.
56.000.000
26. Desa Gongseng kec. Megaluh sebesar Rp. 160.000.000
27. Desa Pacarpeluk kec. Megaluh sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
28. Desa Sudimoro kec. Megaluh sebesar Rp. 100.000.000
29. Desa Sumber Agung kec. Megaluh sebesar Rp. 100.000.000
30. Desa Turipinggir kec. Megaluh sebesar Rp. 60.000.000
31. Desa Johowinong kec. Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
32. Desa Karangwinongan kec. Mojoagung sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
33. Desa Kedunglumpang kec. Mojoagung sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
34. Desa Tanggalrejo kec. Mojoagung sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
36. Desa Kedungbogo kec. Ngusikan sebesar Rp. 50.000.000
37. Desa Ketapang Kuning kec. Ngusikan sebesar Rp. 52.000.000
38. Desa Kromong kec. Ngusikan sebesar Rp. 62.500.000
39. Desa Ngampel kec. Ngusikan sebesar Rp. 50.000.000
40. Desa Jatiganggong kec. Perak sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
41. Desa Temu Wulan kec. Perak sebesar Rp. 100.000.000
42. Desa Dukuh Klopo kec. Peterongan sebesar Rp. 152.000.000(APBD,DAK)
43. Desa Keplaksari kec. Peterongan sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
44. Desa Mancar kec. Peterongan sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
45. Desa Morosunggingan kec. Peterongan sebesar Rp. 200.000.000
46. Desa Darurejo kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
47. Desa Gebangbunder kec. Plandaan sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
48. Desa Kampungbaru kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
49. Desa Karangmojo kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
50. Desa Plabuhan kec. Plandaan sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
51. Desa Sumberjo kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
52. Desa Tondowulan kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
53. Desa Daditunggal kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
54. Desa Gedongombo kec. Ploso sebesar Rp. 70.000.000
55. Desa Jatibanjar kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
56. Desa Jatigedong kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
57. Desa Kebonagung kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
58. Desa Kedungdowo kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
59. Desa Pagertanjung kec. Ploso sebesar Rp. 100.000.000
60. Desa Pandan blole kec. Ploso sebesar Rp. 60.000.000
61. Desa Rejoagung kec. Ploso sebesar Rp. 70.000.000
62. Desa Tanjungkramat kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
63. Desa Badas kec. Sumobito sebesar Rp. 75.000.000
64. Desa Gedangan kec. Sumobito sebesar Rp. 75.000.000
65. Desa Kedungpapar kec. Sumobito sebesar Rp. 200.000.000
66. Desa Nglele kec. Sumobito sebesar Rp. 65.000.000
68. Desa Kedunglosari kec. Tembelang sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
69. Desa Pulo Gedang kec. Tembelang sebesar Rp. 100.000.000
70. Desa Rejoso Pinggir kec. Tembelang sebesar Rp. 51.000.000
71. Desa Tembelang kec. Tembelang sebesar Rp. 53.500.000
b. Rehabilitasi/Pemeliharaan JUT
1. Desa Jati Sukopinggir kec. Gudo sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
2. Desa Ngumpul kec. Jogoroto sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
3. Desa Jati Duwur kec. Kesamben sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
4. Desa Jombok kec. Kesamben sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
5. Desa Kedungbetik kec. Kesamben sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
6. Desa Kepuhrejo kec. Kudu sebesar Rp. 104.000.000(DAK)
7. Desa Made kec. Kudu sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
8. Desa Sidokatan kec. Kudu sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
9. Desa Turipinggir kec. Megaluh sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
10. Desa Johowinong kec. Mojoagung sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
11. Desa Karangmojo kec. Plandaan sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
12. Desa Rejo Agung kec. Ploso sebesar Rp. 77.000.000(DAK)
13. Desa Plosokerep kec. Sumobito sebesar Rp. 29.600.000
c) Fasilitasi Pengelolaan Lahan dan Air Tanaman Pangan
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Tersedianya biaya operasional pengolahan lahan dan air 12 bulan Hasil : Meningkatnya produksi dan
produktivitas tanaman pangan 2 %
11) Program Pembangunan Infrastruktur Pengelolaan Air Tanaman Perkebunan/ Pertanian
a. Pembangunan JIDES
1. Desa Bulurejo kec. Diwek sebesar Rp. 50.000.000
2. Desa Keras kec. Diwek sebesar Rp. 50.000.000 3. Desa Kwaron kec. Diwek sebesar Rp. 50.000.000 4. Desa Puton kec. Diwek sebesar Rp. 50.000.000 5. Desa Kedungturi kec. Gudo sebesar Rp.
150.000.000
6. Desa Kedungturi kec. Gudo sebesar Rp. 150.000.000
7. Desa Pucangro kec. Gudo sebesar Rp. 75.000.000
8. Desa Jogoroto kec. Jogoroto sebesar Rp. 20.000.000
9. Desa Sambirejo kec. Jogoroto sebesar Rp. 19.000.000
11. Desa Banjardowo kec. Kabuh sebesar Rp. 112.350.000
12. Desa Genenganjasem kec. Kabuh sebesar Rp. 86.840.000
13. Desa Bendungan kec. Kudu sebesar Rp. 41.920.000
14. Desa Sumberagung kec. Megaluh sebesar Rp. 50.000.000
15. Desa Gambiran kec. Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
16. Desa Murukan kec. Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
17. Desa Kepuhkembeng kec. Peterongan sebesar Rp. 50.000.000
18. Desa Karangmojo kec.Plandaan sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
19. Desa Plandaan kec.Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
20. Desa Purisemanding kec. Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
21. Desa Kedung Otok kec. Tembelang sebesar Rp. 65.000.000
22. Desa Mojorapak kec.Tembelang sebesar Rp. 30.000.000
23. Desa Pulorejo kec.Tembelang sebesar Rp. 50.000.000
b. Pembangunan JITUT
1. Desa Bendet kec.Diwek sebesar Rp. 114.600.000
2. Desa Brambang Kec.Diwek sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
3. Desa Kayangan Kec.Diwek sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
4. Desa Watugaluh Kec.Diwek sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
5. Desa BugasurKedaleman Kec.Gudo sebesar Rp. 100.000.000
6. Desa Gempollegundi Kec.Gudo sebesar Rp. 75.000.000
7. Desa Japanan Kec.Gudo sebesar Rp. 150.000.000
8. Desa Kedungturi Kec.Gudo sebesar Rp. 50.000.000
9. Desa Pucangro Kec.Gudo sebesar Rp. 125.000.000
10. Desa Spanyul Kec.Gudo sebsar Rp. 50.000.000 (TP)
11. Desa Sukoiber Kec.Gudo sebesar Rp. 50.000.000
12. Desa Tanggungan Kec.Gudo sebesar Rp. 60.000.000
13. Desa Wangkalkepuh Kec.Gudo sebesar Rp. 150.000.000 (TP)
14. Desa Janti Kec.Jogoroto sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
15. Desa Ngumpul Kec.Jogoroto sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
16. Desa Sawiji Kec.Jogoroto sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
17. Desa Sukosari Kec.Jogoroto sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
18. Desa Plandi Kec.Jombang sebesar Rp. 50.000.000
20. Desa Sengon Kec.Jombang sebesar Rp. 50.000.000
21. Desa Dapur Kejambon Kec.Jombang sebesar Rp. 120.000.000
22. Desa Tambakrejo Kec.Jombang sebesar Rp. 100.000.000
23. Desa Sumbergondang Kec.Kabuh sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
24. Desa Gumulan Kec.Kesamben sebesar Rp. 50.000.000
25. Desa Jatiduwur Kec.Kesamben sebesar Rp. 50.000.000
26. Desa Jombatan Kec.Kesamben sebesar Rp. 100.000.000
27. Desa Pojok kulon Kec.Kesamben sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
28. Desa Pojokrejo Kec.Kesamben sebesar Rp. 100.000.000
29. Desa Menturus Kec.Kudu sebesar Rp. 50.000.000
30. Desa Sidokaton Kec.Kudu sebesar Rp. 50.500.000
31. Desa Dukuh Arum Kec.Megaluh sebesar Rp. 146.875.000
32. Desa Sumberagung Kec.Megaluh sebesar Rp. 50.000.000
33. Desa Betek Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
34. Desa Dukuhmojo Kec.Mojoagung sebesar Rp. 150.000.000
35. Desa Janti Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
36. Desa Kauman Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
37. Desa Kedunglumpang Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
38. Desa Mancilan Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
39. Desa Miagan Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
40. Desa Tanggalrejo Kec.Mojoagung sebesar Rp. 50.000.000
41. Desa Keboan Kec.Ngusikan sebesar Rp. 50.000.000
42. Desa Cangkringrandu Kec.Perak sebesar Rp. 47.500.000
43. Desa Glagahan Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
44. Desa Kepuhkajang Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
45. Desa Pagerwojo Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
46. Desa Plosogenuk Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
47. Desa Sukorejo Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
48. Desa Sumberagung Kec.Perak sebesar Rp. 60.000.000
49. Desa Temuwulan Kec.Perak sebesar Rp. 50.000.000
50. Desa Gebangbunder Kec.Plandaan sebesar Rp. 50.000.000
52. Desa Tondowulan Kec.Plandaan sebesar Rp. 50.000.000 (TP)
53. Desa Mentoro Kec.Sumobito sebesar Rp. 70.000.000
54. Desa Mlaras Kec.Sumobito sebesar Rp. 50.000.000
55. Desa Kalikejambon Kec.Tembelang sebesar Rp. 130.000.000
56. Desa Kedunglosari Kec.Tembelang sebesar Rp. 90.600.000
57. Desa Mojokrapak Kec.Tembelang sebesar Rp. 50.000.000
58. Desa Mojokrapak Kec.Tembelang sebesar Rp. 50.000.000
12) Program Pembangunan Infrastruktur Kawasan
Agopolitan Cluster Tanaman Pertanian a) Pembangunan JUT
1. Desa Gondek kec. Mojowarno sebesar Rp. 35.0000
2. Desa Rejoslamet kec. Mojowarno sebesar Rp. 145.000.000
3. Desa Sidokerto kec. Mojowarno sebesar Rp. 50.000.000
4. Desa Kertorejo kec. Ngoro sebesar Rp. 50.000.000
5. Desa Sugihwaras kec. Ngoro sebesar Rp. 77.000.000 (DAK)
c. Pembangunan JIDES
1. Desa Bareng kec. Bareng sebesar Rp. 60.000.000
2. Desa Kebondalem kec. Bareng sebesar Rp. 80.000.000
3. Desa Ngampungan kec. Bareng sebesar Rp. 75.000.000
4. Desa Catakgayam kec. Mojowarno sebesar Rp. 36.000.000
5. Desa Mojowangi kec. Mojowarno sebesar Rp. 40.000.000
6. Desa Penggaron kec. Mojowarno sebesar Rp. 30.000.000
d. Pembangunan JITUT
1. Desa Genukwatu kec. Ngoro sebesar Rp. 100.000.000
2. Desa Pakel kec. Bareng sebesar Rp. 52.000.000 3. Desa Pulosari kec. Bareng sebesar Rp.
66.500.000
4. Desa Tebel kec. Bareng sebesar Rp. 70.000.000 5. Desa Gedangan kec. Mojowarno sebesar Rp.
175.000.000
6. Desa Japanan kec. Mojowarno sebesar Rp. 60.000.000
7. Desa Kedungpari kec. Mojowarno sebesar Rp. 128.000.000
8. Desa Latsari kec. Mojowarno sebesar Rp. 103.000.000
9. Desa Mojojejer kec. Mojowarno sebesar Rp. 72.000.000
10. Desa Mojowarno kec. Mojowarno sebesar Rp. 85.000.000
11. Desa Selorejo kec.Mojowarno sebesar Rp. 60.000.000
12. Desa Badang kec. Ngoro sebesar Rp. 50.000.000
14. Desa Jombok kec.Ngoro sebesar Rp. 80.000.000 15. Desa Kauman kec. Ngoro sebesar Rp.
75.000.000
16. Desa Ngoro kec.Ngoro sebesar Rp. 50.000.000 17. Desa Pulorejo kec.Ngoro sebesar Rp.
50.000.000
18. Desa Sidowarek kec.Ngoro sebesar Rp. 50.000.000
19. Desa Sugihwaras kec.Ngoro sebesar Rp. 135.000.000
13) Program Pengembangan Kawasan Agropolitan
cluster Tanaman Pangan
a. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Budidaya Tanaman Pangan
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 150.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya gerakan masal penerapan teknologi tepatguna budidaya tanaman pangan 2000ha Hasil : Tercapainya peningkatan produksi
tanaman pangan 2%
b. Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 60.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya pelatihan manajemen teknis bagi pengurus kelembagaan 3 gapoktan
Hasil : Tercapainya peningkatan produksi tanaman pangan 2%
14) Program Rehabilitasi Infrastruktur Kawasan Agropolitan Cluster Tanaman Pangan
1. Desa Grobogan kec. Mojowarno sebesar Rp. 42.000.000
2. Desa Wringin pitu Kec.Mojowarno sebesar Rp.32.000.000.
15) Program Rahabilitasi Sarana dan Prasarana Sumur Dangkal Pertanian/Perkebunan
1. Desa Sambirejo Kec.Jogoroto sebesar Rp.75.000.000
2. Desa Sumbermulyo Kec .Jogoroto sebesar Rp.82.500.000
3. Desa Murukan,Kec Mojoagung sebesar Rp.82.500.000.
4. Desa Bongkot,Kec.Peterongan sebesar Rp.82.500.000
5. Desa Mancar kec.Peterongan sebesar Rp.330.000.000.
6. Desa Klitih Kec.Plandaan sebesar Rp.75.000.000 7. Desa Panglungan kec.Wonosalam sebesar
Rp.75.000.000
8. Desa Mojotengah Kec.Bareng sebesar Rp.75.000.000
16) Program Rehabilitasi Infrastruktur Pengelolaan Air Tanaman Pertanian
1. Desa Bandung Kec.Diwek Sebesar Rp.30.000.000
2. Desa Plosogeneng Kec.Jombang Sebesar Rp.50.000.000
4. Desa Peterongan,Kec Peterongan Sebesar Rp.60.000.000
5. Desa Jatigedong,Kec.Ploso Sebesar Rp.98.000.000
6. Desa Bendet Kec.Diwek sebesar Rp.50.000.000 7. Desa Brambang Kec.Diwek Sebesar
Rp.50.000.000
8. Desa Bugasurkedaleman Kec.Gudo Sebesar Rp.50.000.000
9. Desa Tanggungan Kec.Gudo Sebesar Rp.50.000.000
10. Desa Podoroto Kec.Kesamben Sebesar Rp.50.000.000
11. Desa Tanggalrejo Kec.Mojoagung Sebesar Rp.50.000.000
12. Desa Jatiganggong Kec.Perak sebesar Rp.50.000.000
13. Desa Kalangsemanding Kec.Perak Sebesar Rp.50.000.000
14. Desa Bongkot Kec Peterongan Sebesar Rp.200.000.000
15. Desa Tanggungkramat Kec.Ploso Sebesar Rp.81.000.000
17) Program Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Dan Prasarana Dam Parit Pertanian
1. Desa Plosogeneng Kec.Jombang Sebesar Rp.104.000.000
2. Desa Bangsri Kec.Plandaan Sebesar Rp.104.000.000
18) Program Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Dan Prasarana Embung Pertanian.
1. Desa Sumberingin Kec.Kabuh Sebesar Rp.104.000.000
19) Program Peningkatan Daya Dukung Lahan,Air Dan Lingkungan Pertanian.
a. Kegiatan Peningkatan daya dukung lahan pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya reklamasi lahan 10 ha
Hasil : Tercapainya luas lahan yang meningkatkan bahan organik 1%
b. Kegiatan Peningkatan kualitas ekosistem lahan pertanian
Masukan : Tersedianya dana sebesar Rp. 100.000.000,-
Keluaran : Terlaksananya reklamasi lahan 10 ha Hasil : Tercapainya luas lahan yang
meningkatkan bahan organik 1%
20) Program Pembinaan Lingkungan Sosial Bidang Pertanian
a. Kegiatan Pembinaan kemampuan dan keterampilan usaha budidaya tanaman hortikultura bagi masyarakat dilingkungan IHT dan/atau daerah penghasil bahan baku IHT
Keluaran : Meningkatnya kemampuan petani ex tembakau dalam bercocok tanam hortikultura 50 ha.
Hasil :Tercapainya luasan tanaman tembakau menjadi hortikultura 50 ha
b. Kegiatan penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan,mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui bantuan sarana dan prasarana produksi usaha budidaya hortikultura
Masukan :Tersedianya dana sebesar Rp.500.000.000.
Keluaran :Terlaksananya penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan industri tembakau melalui bantuan sarana dan prasarana produksi usaha budidaya hortikultura 2 unit. Hasil :Tercapainya luasan tanaman
tembakau menjadi hortikultura 50 ha.
21) Program Pengembangan Kawasan Agropolitan
cluster Hortikultura
a. Pengembangan komoditas unggulan dikawasan agropolitan cluster hortikultura
Masukan :Tersedianya dana sebesar Rp.150.000.000
Keluaran :Terlaksananya konservasi pohon durian bido dan gerakan missal penanaman komoditas unggulan 2 kecamatan.
Hasil :Tercapainya produktifitas hortikultura di kawasan agropolitan 2 persen
b. Peningkatan kemampuan lembaga petani di kawasan agropolitan cluster hortikultura
Masukan :Tersedianya dana sebesar Rp.75.000.000
Keluaran :Terlaksananya pelatihan manajemen dan teknis bagi pengurus kelembagaan di wilayah agropolitan tanaman hortikultura 3 gapoktan.
Hasil :Tercapainya produktifitas hortikultura di kawasan agropolitan 2 persen.
c. Peningkatan kapasitas tenaga penyuluh pertanian Masukan :Tersedianya dana sebesar
Rp.30.000.000
Keluaran :Terlaksananya pelatihan manajemen dan teknis bagi petugas pembina di wilayah agropolitan tanaman hortikultura 40 orang.
Hasil :Tercapainya produktifitas hortikultura di kawasan agropolitan 2 persen.
22) Program Pengembangan Produk Hasil Agribisnis Menjadi Bahan Jadi Atau Setengah Jadi
a. Pengelolaan hasil produksi pertanian
Masukan :Tersedianya dana sebesar Rp.100.000.000.
Keluaran :Terlaksananya bantuan alat pengolah hasil panen 2 unit dan fasilitasi prosesing gabah menjadi beras 250 ha.
Hasil :Terwujudnya produk beras oleh petani/kelompok tani 500 ton.
Lokasi Program dan Kegiatan
Penyebaran lokasi program dan kegiatan tahun 2015 : 1) Tingkat Kabupaten
Kegiatan-kegiatan yang bersifat rutin dan administrasi dilaksanakan ditingkat kabupaten.
2) Tingkat Kecamatan
Target lokasi kegiatan pembangunan pertanian adalah kelompok tani yang tersebar di seluruh kecamatan.
Pagu Indikatif
Pagu indikatif kegiatan pembangunan Dinas Pertanian tahun 2015 berdasarkan Rancangan Renja SKPD dari anggaran
APBD Kabupaten dan DAK adalah sebesar
27.534.554.000,-BAB IV PENUTUP
Rencana Kerja (Renja) Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Tahun 2015 adalah perencanaan teknis operasional tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang yang merupakan implikasi kebijakan pembangunan nasional (RPJP Nas, RPJM Nas dan RKP Nas), Penjabaran Kebijakan Pembangunan Daerah (RPJPD, RPJMD, dan RKPD) Kabupaten Jombang dan kelanjurtan Renstra Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Tahun 2009 – 2014.
Renja ini merupakan pedoman dan arahan bagi pembangunan pertanian di Kabupaten Jombang pada tahun 2015. Memberikan arahan bagi seluruh jajaran pejabat dan staf dilingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dalam melaksanakan tugas dan pelayanannya kepada masyarakat. Mewujudkan sinkronisasi pembangunan di daerah khususnya antara target kinerja dalam RKPD Kab. Jombang dengan Renja Dinas Pertanian serta mewujudkan keadaan yang diinginkan dalam waktu satu tahun dalam urusan pertanian, dalam rangka kelanjutan pembangunan jangka menengah, sehingga secara bertahap dapat mewujudkan cita-cita masyarakat Kabupaten Jombang.
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp Dinas Pertanian 131,778,947,442 85.47% 33,448,151,308 10,469,859,000 2.41 252,755,987 2.41 252,755,987 25.57 33,700,907,295 1 1 Meningkatnya pelayanan administrasi perkatoran 500% 6,400,263,270 100% 997,179,617 100% 1,206,325,000 30% 184,547,187 30% 184,547,187 130% 1,181,726,804 26.00% 18.46% 1 Penyediaan Jasa Administrasi Teknis Perkantoran Tersedianya Tenaga pelayanan administrasi perkantoran
60 bln 1,695,386,270 12 bulan 269,600,000 12 bulan 276,300,000 3 bulan 29,800,000 3 bulan 29,800,000 15 bln 299,400,000 25.00% 17.66%
2 Penyediaan Pelayanan Administrasi Perkantoran Terpenuhinya sarana prasarana pelayanan administrasi perkantoran.
60 bln 4,764,706,980 12 bulan 727,579,617 12 bulan 930,025,000 3 bulan 154,747,187 3 bulan 154,747,187 15 bln 882,326,804 25.00% 18.52%
2 Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana aparatur 500% 1,365,051,519 100% 210,970,991 100% 126,229,000 30% 5,174,000 30% 5,174,000 130% 216,144,991 26.00% 15.83% 1 Pengadaan sarana dan prasarana gedung kantor Tersedianya perlengkapan gedung kantor, peralatan gedung kantor, mebeleur kantor 3 paket 60 bln 329,064,890 12 bln 51,035,000 12 Bulan 14,724,000 0 - 0 - 0 51,035,000 20.00% 15.51% 13 = 6 + 12 14=13/5 x100% 15 Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi umum dan perlengkapan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
7 8 12
1 2 3 4 5 6
Target Kinerja dan Anggaran RENJA SKPD Tahun Berjalan (Tahun n-1)
yang di-evaluasi)
Realisasi Kinerja Pada Triwulan
Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran
Renja SKPD yang dievaluasi
Realisasi Kinerja dan Anggaran Renstra SKPD s/d tahun . (Akhir Tahun Pelaksanaan Renja) 2015 Tingkat Capaian Kinerja Dan Realisasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun 2015 ( % ) unit SKPD Penanggu ng Jawab I
EVALUASI TERHADAP HASIL RENJA DINAS PERTANIAN KABUPATEN JOMBANG PERIODE PELAKSANAAN TRIWULAN I TAHUN 2015
No Sasaran Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra SKPD pada Tahun 2014 -2018 (Akhir
Periodw Rentra SKPD)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra SKPD sampai
dengan Renja SKPD Tahun Lalu (n-2)
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp 13 = 6 + 12 14=13/5 x100%
15
7 8 12
1 2 3 4 5 6
Target Kinerja dan Anggaran RENJA SKPD Tahun Berjalan (Tahun n-1)
yang di-evaluasi)
Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran
Renja SKPD yang dievaluasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun . (Akhir Tahun Pelaksanaan Renja) 2015 Kinerja Dan Realisasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun 2015 ( % ) unit SKPD Penanggu ng Jawab I
No Sasaran Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra SKPD pada Tahun 2014 -2018 (Akhir
Periodw Rentra SKPD)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra SKPD sampai dengan Renja SKPD Tahun Lalu (n-2) 2 Pemeliharan rutin/berkala/sedang/ berat gedung kantor/bangunan pendukungnya Terlaksananya pemeliharaan rutin gedung kantor. 60 bln 589,703,819 12 bulan 91,934,000 12 Bulan 47,505,000 0 - 0 - 0 91,934,000 20.00% 15.59% 3 Pemeliharaan Rutin/Berkala/sedang/ berat sarana dan prasarana gedung kanor
Terlaksananya pemeliharaan peralatan kantor.
60 bln 265,571,850 12 bulan 43,398,000 12 Bulan 25,000,000 3 bulan 2,925,000 3 bulan 2,925,000 15 bln 46,323,000 25.00% 17.44%
4 Pemeliharaan Rutin/Berkala/sedang/ berat kendaraan dinas/kendaraan operasinal Terlaksananya pemeliharaan kendaraan dinas / operasional
60 bln 231,993,800 12 bulan 24,603,991 12 Bulan 39,000,000 3 bulan 2,249,000 3 bulan 2,249,000 15 bln 26,852,991 25.00% 11.57%
- 3 Meningkatnya kedisiplinan aparatur 500% 237,183,135 100% 31,500,000 100% 55,000,000 0 - 0 - 100% 31,500,000 20.00% 13.28% 1 Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari Tertentu Tersedianya pakaian olahraga bagi pegawai
1.180 stel 192,310,650 210 stel 31,500,000 220 stel 55,000,000 0 - 0 210 stel 31,500,000 17.80%- 16.38%
- 2 Menyelenggarakan pengendalian pelaksanaan dan pencapaian tujuan program dinas 4 Meningkatnya konsistensi perencanaan dan penganggaran program SKPD 500% 244,204,000 100% 39,167,000 100% 36,000,000 30% 3,840,000 30% 3,840,000 130% 43,007,000 26.00% 17.61% Program peningkatan disiplin aparatur Program perencanaan Strategis dan Pelaporan Capaian Kinerja serta Keuangan SKPD
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp 13 = 6 + 12 14=13/5 x100%
15
7 8 12
1 2 3 4 5 6
Target Kinerja dan Anggaran RENJA SKPD Tahun Berjalan (Tahun n-1)
yang di-evaluasi)
Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran
Renja SKPD yang dievaluasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun . (Akhir Tahun Pelaksanaan Renja) 2015 Kinerja Dan Realisasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun 2015 ( % ) unit SKPD Penanggu ng Jawab I
No Sasaran Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra SKPD pada Tahun 2014 -2018 (Akhir
Periodw Rentra SKPD)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra SKPD sampai dengan Renja SKPD Tahun Lalu (n-2) 1 Penyusunan rencana strategis SKPD Tersusunnya dokumen renstra SKPD dengan capaian 1 dokumen 1 dokumen 30,525,500 1 dokumen 4,992,000 1 dokumen 1,000,000 0 - 0 - 1 dokume n 4,992,000 100% 16.35% 2 Penyusunan rencana Kerja SKPD Tersusunnya dokumen rencana kerja 15 dokumen 61,051,000 3 dokumen 10,000,000 1 dokumen 10,000,000 1 dokumen - 1 dokume n 4 dokume n 10,000,000 28.57% 16.38% 3 Penyusunan laporan Capaian kinerja SKPD SKPD Tersusunnya dokumen laporan capaian kinerja dan laporan akuntabilitas kinerja SKPD 25 dokumen 91,576,500 5 dokumen 14,953,000 2 dokumen 15,000,000 1 dokumen 3,840,000 1 dokume n 3,840,000 6 dokume n 18,793,000 24.00% 20.52% 4 Penyusunan laporan keuangan SKPD Tersusunnya dokumen laporan keuangan semester dan prognosis serta laporan realisasi anggaran. 10 dokumen 6,105,100 2 dokumen 9,222,000 2 dokumen 10,000,000 0 - 0 - 2 dokume n 9,222,000 20.00% 151.05% 3 5 Tercapainya Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan 115 2,436,738,000 127 317,238,000 109 225,000,000 0 - 0 - 127 317,238,000 110% 13.02%
1 Pelatihan petani dan pelaku agribisnis
Terlaksananya pelatihan agribisnis bagi petani dan pelaku usaha
450 org 400,000,000 0 0 100 orang 75,000,000 0 - 0 - 0 - 25.00% 0.00% Membangun
kelembagaan petani yang maju dan mandiri serta meningkatkan SDM Petani
Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Tanaman Pangan
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp 13 = 6 + 12 14=13/5 x100%
15
7 8 12
1 2 3 4 5 6
Target Kinerja dan Anggaran RENJA SKPD Tahun Berjalan (Tahun n-1)
yang di-evaluasi)
Realisasi Capaian Kinerja dan Anggaran
Renja SKPD yang dievaluasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun . (Akhir Tahun Pelaksanaan Renja) 2015 Kinerja Dan Realisasi Anggaran Renstra SKPD s/d tahun 2015 ( % ) unit SKPD Penanggu ng Jawab I
No Sasaran Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (Outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra SKPD pada Tahun 2014 -2018 (Akhir
Periodw Rentra SKPD)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra SKPD sampai
dengan Renja SKPD Tahun Lalu (n-2)
2 Penyuluhan dan pendampingan petani dan pelaku agribisnis
Terlaksananya pendampingan PUAP 105 kecamatan 669,988,000 21 kecamata n 69,988,000 21 kecamatan 60,000,000 0 - 0 - 21 kec 69,988,000 20.00% 10.45% 3 Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani Terlaksanya pembinaan dan penilaian kelompok tani 105 kecamatan 1,471,750,000 21 kecamata n 247,250,000 21 kecamatan 90,000,000 0 - 0 - 21 kec 247,250,000 20.00% 16.80% 4 6 Rasio penyuluh pertanian yang mendapatkan pelatihan 7,048,655,000 2,017,079,300 375,000,000 0 - 0 - 2,017,079,300 28.62% - Pelatihan 1 kali 15% 31% 35% 0 - - - Pelatihan 2 kali 30% 29% 30% 0 - - - Pelatihan 3 kali 55% 40% 35% 0 - - 1 Peningkatan Kapasitas Tenaga Penyuluh Pertanian Terlaksananya TOT,lokakarya,semin ar dll bagi PPL
760 org 893,182,000 160 org 198,098,500 150 orang 150,000,000 0 - 0 160 org 198,098,500 21.05%- 22.18%
2 Penyuluhan dan pendampingan bagi pertanian Terlaksananya pendampingan dan monev penyusunan program dan rencana kerja PPL
760 org 415,575,000 160 org 77,635,000 150 orang 75,000,000 0 - 0 160 org 77,635,000 21.05%- 18.68%
3 Penyediaan/ pengadaan Sapras penyuluhan pertanian Tersedianya sarana dan prasarana penyuluhan pertanian 35 BPP 950,000,000 7 BPP 196,009,000 7 BPP 150,000,000 0 - 0 - 7 BPP 196,009,000 20.00% 20.63% Meningkatkan
fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta meningkatkan SDM Penyuluh Program pemberdayaan penyuluh pertanian lapangan