ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN SYOK ASUHAN KEPERAWATAN KEGAWATDARURATAN SYOK 1. Pengertian
1. Pengertian
Syok adalah suatu sindrom klinis akibat
Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkankegagalan akut fungsi sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis.
homeostasis.
Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentan
Berdasarkan penelitian Moyer dan Mc Clelland tentan g fisiologi keadaan syok dan homg fisiologi keadaan syok dan homeostasis,eostasis, syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Sirkulasi darah berguna syok adalah keadaan tidak cukupnya pengiriman oksigen ke jaringan. Sirkulasi darah berguna untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang untuk mengantarkan oksigen dan zat-zat lain ke seluruh tubuh serta membuang zat-zat sisa yang sudah tidak diperlukan
sudah tidak diperlukan
Syok merupakan keadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang Syok merupakan keadaan gawat yang membutuhkan terapi yang agresif dan pemantauan yang kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif.
kontinyu atau terus-menerus di unit terapi intensif.
Syok secara klinis didiagnosa dengan adanya gejala-gejala sebagai berikut: Syok secara klinis didiagnosa dengan adanya gejala-gejala sebagai berikut: a) Hipotensi: tekanan sistole kurang dari 80 mmHg at
a) Hipotensi: tekanan sistole kurang dari 80 mmHg at au MAP (mean arterial pressure / tekananau MAP (mean arterial pressure / tekanan arterial rata-rata) kurang dari 60 mmHg, atau menurun 3
arterial rata-rata) kurang dari 60 mmHg, atau menurun 30% lebih.0% lebih. b) Oliguria: produksi urin kurang dari 30 ml/jam.
b) Oliguria: produksi urin kurang dari 30 ml/jam. c) Perfusi perifer yang buruk, misalnya kulit dingin
c) Perfusi perifer yang buruk, misalnya kulit dingin dan berkerut serta pengisian kapiler yangdan berkerut serta pengisian kapiler yang jelek.
jelek. 2. Etiologi 2. Etiologi
Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah (serangan jantung atau Syok dapat disebabkan oleh kegagalan jantung dalam memompa darah (serangan jantung atau gagal jantung), pelebaran pembuluh darah yang abnormal (reaksi alergi, infeksi), dan kehilangan gagal jantung), pelebaran pembuluh darah yang abnormal (reaksi alergi, infeksi), dan kehilangan volume darah dalam jumlah besar (perdarahan hebat).
volume darah dalam jumlah besar (perdarahan hebat). Syok bisa disebabkan oleh:
Syok bisa disebabkan oleh: · Perdarahan (syok hipovolemik) · Perdarahan (syok hipovolemik) · Dehidrasi (syok hipovolemik) · Dehidrasi (syok hipovolemik)
· Serangan jantung (syok kardiogenik) · Serangan jantung (syok kardiogenik) · Gagal jantung (syok kardiogenik) · Gagal jantung (syok kardiogenik) · Trauma atau cedera berat
· Trauma atau cedera berat · Infeksi (syok septik) · Infeksi (syok septik)
· Reaksi alergi (syok anafilaktik) · Reaksi alergi (syok anafilaktik)
· Cedera tulang belakang (syok neurogenik) · Cedera tulang belakang (syok neurogenik) · Sindroma syok toksik.
· Sindroma syok toksik. 3. Klasifikasi
3. Klasifikasi
v Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung) v Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung) v Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah) v Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah) v Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi)
v Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi) v Syok septik (berhubungan dengan infeksi) v Syok septik (berhubungan dengan infeksi)
v Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf). v Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf). 4. Patofisiologi (Mekanisme Syok Secara Umum)
4. Patofisiologi (Mekanisme Syok Secara Umum) a. Tahapan Syok
a. Tahapan Syok
Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani Keadaan syok akan melalui tiga tahapan mulai dari tahap kompensasi (masih dapat ditangani oleh tubuh), dekompensasi (sudah tidak dapat
pulih). pulih).
1) Tahap kompensasi 1) Tahap kompensasi
2) adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau 2) adalah tahap awal syok saat tubuh masih mampu menjaga fungsi normalnya. Tanda atau
gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, gejala yang dapat ditemukan pada tahap awal seperti kulit pucat, peningkatan denyut nadi ringan, tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama. Gejala-gejala pada tekanan darah normal, gelisah, dan pengisian pembuluh darah yang lama. Gejala-gejala pada tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal. tahap ini sulit untuk dikenali karena biasanya individu yang mengalami syok terlihat normal. 3) Tahap dekompensasi dimana tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. 3) Tahap dekompensasi dimana tubuh tidak mampu lagi mempertahankan fungsi-fungsinya. Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi Yang terjadi adalah tubuh akan berupaya menjaga organ-organ vital yaitu dengan mengurangi aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. aliran darah ke lengan, tungkai, dan perut dan mengutamakan aliran ke otak, jantung, dan paru. Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan Tanda dan gejala yang dapat ditemukan diantaranya adalah rasa haus yang hebat, peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu. denyut nadi, penurunan tekanan darah, kulit dingin, pucat, serta kesadaran yang mulai terganggu. 4) Tahap ireversibel dimana kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat
4) Tahap ireversibel dimana kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. Tahap ini terjadi jika tidak dilakukan
diperbaiki. Tahap ini terjadi jika tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin, maka aliranpertolongan sesegera mungkin, maka aliran darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut darah akan mengalir sangat lambat sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak d
jantung. Mekanisme pertahanan tubuh akan mengutamakan aliran darah ke otak d an jantungan jantung sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab sehingga aliran ke organ-organ seperti hati dan ginjal menurun. Hal ini yang menjadi penyebab rusaknya hati maupun ginjal. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan rusaknya hati maupun ginjal. Walaupun dengan pengobatan yang baik sekalipun, kerusakan organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki.
organ yang terjadi telah menetap dan tidak dapat diperbaiki. 5. Gejala Umum
5. Gejala Umum Tanda
Tanda – – tanda shock secara umum : tanda shock secara umum : Ø Keadaan umum lemah
Ø Keadaan umum lemah
Ø Perfusi : kulit pucat, dingin, basah Ø Perfusi : kulit pucat, dingin, basah Ø Takikardi
Ø Takikardi
Ø Vena perifer tidak tampak Ø Vena perifer tidak tampak
Ø Tekanan darah menurun, sistolik kurang dari 90 mmHg atau turun lebih dari 50 mmHg dari Ø Tekanan darah menurun, sistolik kurang dari 90 mmHg atau turun lebih dari 50 mmHg dari tekanan semula. tekanan semula. Ø Hiperventilasi. Ø Hiperventilasi. Ø Sianosis perifer. Ø Sianosis perifer.
Ø Gelisah, kesadaran menurun Ø Gelisah, kesadaran menurun Ø Produksi urine menurun Ø Produksi urine menurun
6. Pengkajian dan Penatalaksanaan Kedaruratan Syok Secara Umum 6. Pengkajian dan Penatalaksanaan Kedaruratan Syok Secara Umum
Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat Sebagai penolong yang berada di tempat kejadian, hal yang pertama-tama dapat dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
dilakukan apabila melihat ada korban dalam keadaan syok adalah :
a. Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) , baik untuk penolong maupun yang a. Melihat keadaan sekitar apakah berbahaya (danger) , baik untuk penolong maupun yang ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api)
ditolong (contoh keadaan berbahaya : di tengah kobaran api) b. Buka jalan napas korban, dan pertahankan kepatenan jalan na
b. Buka jalan napas korban, dan pertahankan kepatenan jalan na fas (Airway)fas (Airway) c. Periksa pernafasan korban (Breathing)
c. Periksa pernafasan korban (Breathing)
d. Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation) d. Periksa nadi dan Cegah perdarahan yang berlanjut (Circulation) e. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear
e. Peninggian tungkai sekitar 8-12 inchi jika ABC clear
f. Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut) f. Cegah hipotermi dengan menjaga suhu tubuh pasien tetap hangat (misal dengan selimut) g. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. g. Lakukan penanganan cedera pasien secara khusus selama menunggu bantuan medis tiba. Periksa kembali pernafasan, denyut jantung suhu
7. Diagnosa Keperawatan 7. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa Keperawatan pada klien yang sedang dalam keadaan darurat tergantung pada masalah Diagnosa Keperawatan pada klien yang sedang dalam keadaan darurat tergantung pada masalah prioras yang ditampilkan oleh klien sebagai respon homeostasis tubuh,
prioras yang ditampilkan oleh klien sebagai respon homeostasis tubuh,
Secara umum hal yang paling diutamakan dalam kegawatdaruratan adalah pernapasan, dan Secara umum hal yang paling diutamakan dalam kegawatdaruratan adalah pernapasan, dan sirkulasi. Jadi diagnose yang mungkin muncul adalah;
sirkulasi. Jadi diagnose yang mungkin muncul adalah; 1. Ineffective airway clearance (Nanda 1980,
1. Ineffective airway clearance (Nanda 1980, 1996, 1998) b/d Obstruksi Mekanik, P1996, 1998) b/d Obstruksi Mekanik, Patologis,atologis, Penyakit sekunder
Penyakit sekunder
2. Risk Of Decrease Cardiac Output (Nanda 1980, 1996, 1998) b/d Hipovolemik. 2. Risk Of Decrease Cardiac Output (Nanda 1980, 1996, 1998) b/d Hipovolemik. 8. Intervensi Keperawatan Gawat Darurat Berdasarkan Klasifikasi
8. Intervensi Keperawatan Gawat Darurat Berdasarkan Klasifikasi A. Syok Kardiogenik
A. Syok Kardiogenik
Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah Syok kardiogenik disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. jantung menjadi berkurang atau berhenti sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel, yang mengakibatkan gangguan berat Syok kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel, yang mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan.
pada perfusi jaringan dan penghantaran oksigen ke jaringan.
Ventrikel kiri gagal bekerja sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung yang Ventrikel kiri gagal bekerja sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung yang memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan. Syok kardiogenik dapat didiagnosa dengan mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpai adanya penyakit jantung, seperti infark mengetahui adanya tanda-tanda syok dan dijumpai adanya penyakit jantung, seperti infark miokard yang luas, gangguan irama jantung, rasa nyeri daerah torak, atau adanya emboli paru, miokard yang luas, gangguan irama jantung, rasa nyeri daerah torak, atau adanya emboli paru, tamponade jantung, kelainan katub atau sekat jantung.
tamponade jantung, kelainan katub atau sekat jantung.
Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. Tujuan utama Masalah yang ada adalah kurangnya kemampuan jantung untuk berkontraksi. Tujuan utama pengobatan adalah meningkatkan curah jantung.
pengobatan adalah meningkatkan curah jantung. Etiologi Syok Kardiogenik
Etiologi Syok Kardiogenik
1. Gangguan kontraktilitas miokardium. 1. Gangguan kontraktilitas miokardium.
2. Disfungsi ventrikel kiri yang berat yang memicu
2. Disfungsi ventrikel kiri yang berat yang memicu terjadinya kongesti paru dan/atau hipoperfusiterjadinya kongesti paru dan/atau hipoperfusi iskemik.
iskemik.
3. Infark miokard akut ( AMI), 3. Infark miokard akut ( AMI),
4. Komplikasi dari infark miokard akut, seperti: ruptur otot papillary, ruptur septum, atau infark 4. Komplikasi dari infark miokard akut, seperti: ruptur otot papillary, ruptur septum, atau infark ventrikel kanan, dapat mempresipitasi (menimbulkan/mempercepat) syok kardiogenik pada ventrikel kanan, dapat mempresipitasi (menimbulkan/mempercepat) syok kardiogenik pada pasien dengan infark-infark yang lebih kecil.
pasien dengan infark-infark yang lebih kecil. 5. Valvular stenosis.
5. Valvular stenosis.
6. Myocarditis ( inflamasi miokardium, peradangan otot jantung). 6. Myocarditis ( inflamasi miokardium, peradangan otot jantung).
7. Cardiomyopathy ( myocardiopathy, gangguan otot jantung yang tidak diketahui penyebabnya 7. Cardiomyopathy ( myocardiopathy, gangguan otot jantung yang tidak diketahui penyebabnya ).
).
8. Acute mitral regurgitation. 8. Acute mitral regurgitation. 9. Valvular heart disease. 9. Valvular heart disease.
10. Hypertrophic obstructive cardiomyopathy. 10. Hypertrophic obstructive cardiomyopathy. Patofisiologi Syok Kardiogenik
Patofisiologi Syok Kardiogenik Tanda dan gejala s
Tanda dan gejala syok kardiogenik mencerminkan sifat sirkulasi patofisiologi gagal jantung.yok kardiogenik mencerminkan sifat sirkulasi patofisiologi gagal jantung. Kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah jantung, yang pada gilirannya menurunkan Kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah jantung, yang pada gilirannya menurunkan tekanan darah arteri ke organ
tekanan darah arteri ke organ-organ vital. Aliran darah ke arteri koroner berkurang, -organ vital. Aliran darah ke arteri koroner berkurang, sehinggasehingga asupan oksigen ke jantung menurun, yang pada gilirannya meningkatkan iskemia dan penurunan asupan oksigen ke jantung menurun, yang pada gilirannya meningkatkan iskemia dan penurunan lebih lanjut kemampuan jantung untuk memompa, akhirnya terjadilah lingkaran setan. Tanda lebih lanjut kemampuan jantung untuk memompa, akhirnya terjadilah lingkaran setan. Tanda
klasik syok kardiogenik adalah tekanan darah rendah, nadi cepat dan lemah, hipoksia otak yang klasik syok kardiogenik adalah tekanan darah rendah, nadi cepat dan lemah, hipoksia otak yang termanifestasi dengan adanya konfusi dan a
termanifestasi dengan adanya konfusi dan agitasi, penurunan haluaran urin, serta kulit yanggitasi, penurunan haluaran urin, serta kulit yang dingin dan lembab. Disritmia sering terjadi akibat penurunan oksi
dingin dan lembab. Disritmia sering terjadi akibat penurunan oksi gen ke jantung.seperti padagen ke jantung.seperti pada gagal jantung, penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan gagal jantung, penggunaan kateter arteri pulmonal untuk mengukur tekanan ventrikel kiri dan curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi
curah jantung sangat penting untuk mengkaji beratnya masalah dan mengevaluasi
penatalaksanaan yang telah dilakukan. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang penatalaksanaan yang telah dilakukan. Peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri yang berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure)
berkelanjutan (LVEDP = Left Ventrikel End Diastolik Pressure) menunjukkan bahwa jantungmenunjukkan bahwa jantung gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif.
gagal untuk berfungsi sebagai pompa yang efektif.
Menurut Mubin (2008), diagnosis syok kardiogenik adalah berdasarkan: Menurut Mubin (2008), diagnosis syok kardiogenik adalah berdasarkan: Keluhan Utama Syok Kardiogenik
Keluhan Utama Syok Kardiogenik 1. Oliguri (urin < 20 mL/jam). 1. Oliguri (urin < 20 mL/jam).
2. Mungkin ada hubungan dengan IMA (infark miokard akut). 2. Mungkin ada hubungan dengan IMA (infark miokard akut). 3. Nyeri substernal seperti IMA.
3. Nyeri substernal seperti IMA. Tanda Penting Syok Kardiogenik Tanda Penting Syok Kardiogenik 1. Tensi turun < 80-90 mmHg. 1. Tensi turun < 80-90 mmHg. 2. Takipneu dan dalam.
2. Takipneu dan dalam. 3. Takikardi.
3. Takikardi.
4. Nadi cepat, kecuali ada blok A-V. 4. Nadi cepat, kecuali ada blok A-V.
5. Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru. 5. Tanda-tanda bendungan paru: ronki basah di kedua basal paru. 6. Bunyi jantung sangat lemah, bunyi jantung III sering terdengar. 6. Bunyi jantung sangat lemah, bunyi jantung III sering terdengar. 7. Sianosis.
7. Sianosis.
8. Diaforesis (mandi keringat). 8. Diaforesis (mandi keringat). 9. Ekstremitas dingin.
9. Ekstremitas dingin. 10. Perubahan mental. 10. Perubahan mental.
Komplikasi Syok Kardiogenik Komplikasi Syok Kardiogenik 1. Cardiopulmonary arrest 1. Cardiopulmonary arrest 2. Disritmi
2. Disritmi
3. Gagal multisistem organ 3. Gagal multisistem organ 4. Stroke
4. Stroke
5. Tromboemboli 5. Tromboemboli
Penatalaksanaan Medis Syok Kardiogenik : Penatalaksanaan Medis Syok Kardiogenik :
1. Patikan jalan nafas tetap adekuat, bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi. 1. Patikan jalan nafas tetap adekuat, bila tidak sadar sebaiknya dilakukan intubasi. 2. Berikan oksigen 8
2. Berikan oksigen 8 – – 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk mempertahankan PO2 15 liter/menit dengan menggunakan masker untuk mempertahankan PO2 70
70 – – 120 mmHg 120 mmHg
3. Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperbesar syok yang ada harus diatasi dengan 3. Rasa nyeri akibat infark akut yang dapat memperbesar syok yang ada harus diatasi dengan pemberian morfin.
pemberian morfin.
4. Koreksi hipoksia, gangguan elektrolit, dan keseimbangan asam basa yang terjadi 4. Koreksi hipoksia, gangguan elektrolit, dan keseimbangan asam basa yang terjadi 5. Bila mungkin pasang CVP.
5. Bila mungkin pasang CVP.
6. Pemasangan kateter Swans Ganz untuk meneliti hemodinamik. 6. Pemasangan kateter Swans Ganz untuk meneliti hemodinamik. Medikamentosa.
Medikamentosa.
ü Morfin sulfat 4-8 mg IV, bila nyeri. ü Morfin sulfat 4-8 mg IV, bila nyeri. ü Anti ansietas, bila cemas.
ü Anti ansietas, bila cemas. ü Digitalis, bila takiaritmi dan
ü Sulfas atropin, bila frekuensi jantung < 50x/menit. ü Sulfas atropin, bila frekuensi jantung < 50x/menit.
ü Dopamin dan dobutamin (inotropik dan kronotropik), bila perfusi jantung tidak ü Dopamin dan dobutamin (inotropik dan kronotropik), bila perfusi jantung tidak ü adekuat.
ü adekuat.
ü Dosis dopamin 2-15 mikrogram/kg/m. ü Dosis dopamin 2-15 mikrogram/kg/m.
ü Dobutamin 2,5-10 mikrogram/kg/m: bila ada dapat juga diberikan amrinon IV. ü Dobutamin 2,5-10 mikrogram/kg/m: bila ada dapat juga diberikan amrinon IV. ü Norepinefrin 2-20 mikrogram/kg/m.
ü Norepinefrin 2-20 mikrogram/kg/m.
ü Diuretik/furosemid 40-80 mg untuk kongesti paru
ü Diuretik/furosemid 40-80 mg untuk kongesti paru dan oksigenasi jaringan.dan oksigenasi jaringan. ü Digitalis bila ada fibrilasi atrial atau takikardi supraventrikel.
ü Digitalis bila ada fibrilasi atrial atau takikardi supraventrikel. Obat alternatif:
Obat alternatif:
Menurut Dean AJ, Beaver KM (2007): Menurut Dean AJ, Beaver KM (2007): 1. Emergent therapy
1. Emergent therapy
Terapi ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien dengan oksigen, pengaturan jalan Terapi ini bertujuan untuk menstabilkan hemodinamik pasien dengan oksigen, pengaturan jalan nafas (airway control), dan akses intravena. Diperlukan
nafas (airway control), dan akses intravena. Diperlukan usaha untuk memaksimalkan fungsiusaha untuk memaksimalkan fungsi ventrikel kiri.
ventrikel kiri.
2. Volume expansion 2. Volume expansion
Jika tidak ada tanda volume overload atau edema paru, volume expansion dengan 100mL bolus Jika tidak ada tanda volume overload atau edema paru, volume expansion dengan 100mL bolus dari normal saline setiap 3 menit sebaiknya dicoba; hingga, baik perfusi yang cukup maupun dari normal saline setiap 3 menit sebaiknya dicoba; hingga, baik perfusi yang cukup maupun terjadi kongesti paru. Pasien dengan infark ventrikel kanan memerlukan peningkatan tekanan terjadi kongesti paru. Pasien dengan infark ventrikel kanan memerlukan peningkatan tekanan untuk mempertahankan atau menjaga kardiak output.
untuk mempertahankan atau menjaga kardiak output. 3. Inotropic support
3. Inotropic support
· Pasien dengan hipotensi ringan (tekanan
· Pasien dengan hipotensi ringan (tekanan darah sistolik 80-90 mmHg) dan kongesti pulmoner,darah sistolik 80-90 mmHg) dan kongesti pulmoner, untuk hasil terbaik dirawat dengan dobutamine (2,5 mikrogram/kg berat badan/menit, pada untuk hasil terbaik dirawat dengan dobutamine (2,5 mikrogram/kg berat badan/menit, pada interval 10 menit). Dobutamine menyediakan dukungan inotropik saat permintaan oksigen interval 10 menit). Dobutamine menyediakan dukungan inotropik saat permintaan oksigen miokardium meningkat secara minimal.
miokardium meningkat secara minimal. · Pasien dengan hipotensi berat (tekanan
· Pasien dengan hipotensi berat (tekanan darah sistolik kurang dari 75-80 darah sistolik kurang dari 75-80 mmHg) sebaiknyammHg) sebaiknya dirawat dengan dopamine.
dirawat dengan dopamine.
· Pada dosis lebih besar dari 5,0
· Pada dosis lebih besar dari 5,0 mikrogram/kg berat badan/menit, stimulasi alfa-adrenergikmikrogram/kg berat badan/menit, stimulasi alfa-adrenergik secara bertahap meningkat, menyebabkan vasokonstriksi perifer.
secara bertahap meningkat, menyebabkan vasokonstriksi perifer. · Pada dosis lebih besar dari 20
· Pada dosis lebih besar dari 20 mikrogram/kg berat badan/menit, dopamine meningkatkanmikrogram/kg berat badan/menit, dopamine meningkatkan ventricular irritability tanpa keuntungan tambahan.
ventricular irritability tanpa keuntungan tambahan.
· Kombinasi dopamine dan dobutamine merupakan strategi terapeutik yang efektif untuk syok · Kombinasi dopamine dan dobutamine merupakan strategi terapeutik yang efektif untuk syok kardiogenik, meminimalkan berbagai efek samping dop
kardiogenik, meminimalkan berbagai efek samping dopamine dosis tinggi yang tidak diinginkanamine dosis tinggi yang tidak diinginkan dan menyediakan bantuan/dukungan inotropik.
dan menyediakan bantuan/dukungan inotropik.
· Jika dukungan tambahan untuk tekanan darah diperlukan, maka dapat dicoba norepinephrine, · Jika dukungan tambahan untuk tekanan darah diperlukan, maka dapat dicoba norepinephrine, yang berefek alfa-adrenergik yang lebih
yang berefek alfa-adrenergik yang lebih kuat. Dosis awal : 0,5-1 mikrogram/menit.kuat. Dosis awal : 0,5-1 mikrogram/menit. 4. Terapi reperfusi
4. Terapi reperfusi
Reperfusi miokardium iskemik merupakan terapi yang efektif untuk pasie
Reperfusi miokardium iskemik merupakan terapi yang efektif untuk pasie n dengan infarkn dengan infark miokard akut dan syok kardiogenik.
miokard akut dan syok kardiogenik. Kesimpulan
Kesimpulan
Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.
pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. B. Syok Hipovolemik
B. Syok Hipovolemik
Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma, baik oleh karena Perdarahan merupakan penyebab tersering dari syok pada pasien-pasien trauma, baik oleh karena perdarahan yang terlihat maupun perdarahan yang tidak terlihat. Perdarahan yang terlihat,
perdarahan dari luka, atau hematemesis dari tukak lambung. Perdarahan yang tidak terlihat, perdarahan dari luka, atau hematemesis dari tukak lambung. Perdarahan yang tidak terlihat,
misalnya perdarahan dari saluran cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa, kehamilan di luar misalnya perdarahan dari saluran cerna, seperti tukak duodenum, cedera limpa, kehamilan di luar uterus, patah tulang pelvis, dan patah tulang besar atau majemuk.
uterus, patah tulang pelvis, dan patah tulang besar atau majemuk.
Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. Pada luka bakar Syok hipovolemik juga dapat terjadi karena kehilangan cairan tubuh yang lain. Pada luka bakar yang luas, terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. yang luas, terjadi kehilangan cairan melalui permukaan kulit yang hangus atau di dalam lepuh. Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. Pada Muntah hebat atau diare juga dapat mengakibatkan kehilangan banyak cairan intravaskuler. Pada obstruksi, ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. Pada diabetes atau
obstruksi, ileus dapat terkumpul beberapa liter cairan di dalam usus. Pada diabetes atau penggunaan diuretik kuat, dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. penggunaan diuretik kuat, dapat terjadi kehilangan cairan karena diuresis yang berlebihan. Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat, pankreatitis akut, atau peritonitis Kehilangan cairan juga dapat ditemukan pada sepsis berat, pankreatitis akut, atau peritonitis purulenta difus.
purulenta difus.
Pada syok hipovolemik, jantung akan tetap sehat dan kuat, kecuali jika miokard sudah Pada syok hipovolemik, jantung akan tetap sehat dan kuat, kecuali jika miokard sudah
mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. Respons tubuh terhadap perdarahan mengalami hipoksia karena perfusi yang sangat berkurang. Respons tubuh terhadap perdarahan bergantung pada volume, kecepatan, dan lama perdarahan.
bergantung pada volume, kecepatan, dan lama perdarahan. Bila volume intravaskular berkurang,Bila volume intravaskular berkurang, tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) tubuh akan selalu berusaha untuk mempertahankan perfusi organ-organ vital (jantung dan otak) dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal, hati, dan kulit. Akan terjadi dengan mengorbankan perfusi organ lain seperti ginjal, hati, dan kulit. Akan terjadi perubahan- perubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron, sistem ADH, dan sis
perubahan hormonal melalui sistem renin-angiotensin-aldosteron, sistem ADH, dan sistem saraftem saraf simpatis. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah un
simpatis. Cairan interstitial akan masuk ke dalam pembuluh darah un tuk mengembalikan volumetuk mengembalikan volume intravaskular, dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan
intravaskular, dengan akibat terjadi hemodilusi (dilusi plasma protein dan hematokrit) dan dehidrasi interstitial.
dehidrasi interstitial.
Dengan demikain, tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali Dengan demikain, tujuan utama dalam mengatasi syok perdarahan adalah menormalkan kembali volume intravaskular dan interstitial. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan volume intravaskular dan interstitial. Bila defisit volume intravaskular hanya dikoreksi dengan memberikan darah maka masih
memberikan darah maka masih tetap terjadi defisit interstitial, dengan akibat tanda-tanda vitaltetap terjadi defisit interstitial, dengan akibat tanda-tanda vital yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. Pengembalian volume plasma dan yang masih belum stabil dan produksi urin yang kurang. Pengembalian volume plasma dan interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid
interstitial ini hanya mungkin bila diberikan kombinasi cairan koloid (darah, plasma, dextran,(darah, plasma, dextran, dsb) dan cairan garam seimbang.
dsb) dan cairan garam seimbang.
1. Penatalaksanaan Syok Hipovolemik 1. Penatalaksanaan Syok Hipovolemik a) Pasang satu atau lebih
a) Pasang satu atau lebih jalur infus intravena no. 18/16. Infus dengan jalur infus intravena no. 18/16. Infus dengan cepat larutan kristaloidcepat larutan kristaloid atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai ve
atau kombinasi larutan kristaloid dan koloid sampai ve na (v. jugularis) yang kolaps terisi.na (v. jugularis) yang kolaps terisi. Sementara, bila diduga syok karena perdarahan, ambil contoh darah dan mintakan darah. Bila Sementara, bila diduga syok karena perdarahan, ambil contoh darah dan mintakan darah. Bila telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah, infus harus dilambatkan. Bahaya infus telah jelas ada peningkatan isi nadi dan tekanan darah, infus harus dilambatkan. Bahaya infus yang cepat adalah udem paru, terutama pasien tua. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai yang cepat adalah udem paru, terutama pasien tua. Perhatian harus ditujukan agar jangan sampai terjadi kelebihan cairan.
terjadi kelebihan cairan.
b) Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus: b) Pemantauan yang perlu dilakukan dalam menentukan kecepatan infus: Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia.
Nadi: nadi yang cepat menunjukkan adanya hipovolemia.
Tekanan darah: bila tekanan darah < 90 mmHg pada pasien normotensi atau tekanan darah turun Tekanan darah: bila tekanan darah < 90 mmHg pada pasien normotensi atau tekanan darah turun > 40 mmHg pada pasien hipertensi, menunjukkan masih perlunya transfusi cairan.
> 40 mmHg pada pasien hipertensi, menunjukkan masih perlunya transfusi cairan. Produksi urin. Pemasangan kateter urin diperlukan
Produksi urin. Pemasangan kateter urin diperlukan untuk mengukur produksi urin. Produksi urinuntuk mengukur produksi urin. Produksi urin harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. Bila kurang, menunjukkan adanya hipovolemia. harus dipertahankan minimal 1/2 ml/kg/jam. Bila kurang, menunjukkan adanya hipovolemia. Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan
Cairan diberikan sampai vena jelas terisi dan nadi jelas teraba. Bila volume intra vaskuler cukup,nadi jelas teraba. Bila volume intra vaskuler cukup, tekanan darah baik, produksi urin < 1/2 ml/kg/jam, bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk
tekanan darah baik, produksi urin < 1/2 ml/kg/jam, bisa diberikan Lasix 20-40 mg untuk mempertahankan produksi urine. Dopamin 2
mempertahankan produksi urine. Dopamin 2 – – 5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran5 µg/kg/menit bisa juga digunakan pengukuran tekanan vena sentral (normal 8
tekanan vena sentral (normal 8 – – 12 cmH2O), dan bila masih terdapat gejala 12 cmH2O), dan bila masih terdapat gejala umum pasien sepertiumum pasien seperti gelisah, rasa haus, sesak, pucat, dan
gelisah, rasa haus, sesak, pucat, dan ekstremitas dingin, menunjukkan masih perlu transfusiekstremitas dingin, menunjukkan masih perlu transfusi cairan.
cairan. Kesimpulan Kesimpulan
Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala
syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.
pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. C. Syok Anafilaktik
C. Syok Anafilaktik
Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian
Jika seseorang sensitif terhadap suatu antigen dan kemudian terjadi kontak lagi terhadap antigenterjadi kontak lagi terhadap antigen tersebut, akan timbul reaksi hipersensitivitas. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi tersebut, akan timbul reaksi hipersensitivitas. Antigen yang bersangkutan terikat pada antibodi dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi, pengeluaran histamin,
dipermukaan sel mast sehingga terjadi degranulasi, pengeluaran histamin, dan zat vasoaktif lain.dan zat vasoaktif lain. Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. Terjadi Keadaan ini menyebabkan peningkatan permeabilitas dan dilatasi kapiler menyeluruh. Terjadi hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok, sedangkan peningkatan hipovolemia relatif karena vasodilatasi yang mengakibatkan syok, sedangkan peningkatan
permeabilitas kapiler menyebabkan udem. Pada syok anafilaktik, bisa terjadi bronkospasme yang permeabilitas kapiler menyebabkan udem. Pada syok anafilaktik, bisa terjadi bronkospasme yang
menurunkan ventilasi. menurunkan ventilasi.
Syok anafilaktik sering disebabkan oleh ob
Syok anafilaktik sering disebabkan oleh obat, terutama yang diberikan intravena sepertiat, terutama yang diberikan intravena seperti antibiotik atau media kontras. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok antibiotik atau media kontras. Sengatan serangga seperti lebah juga dapat menyebabkan syok pada orang yang rentan.
pada orang yang rentan.
1. Penatalaksanaan Syok Anafilaktik 1. Penatalaksanaan Syok Anafilaktik
Penatalaksanaan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada Penatalaksanaan syok anafilaktik memerlukan tindakan cepat sebab penderita berada pada keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat keadaan gawat. Sebenarnya, pengobatan syok anafilaktik tidaklah sulit, asal tersedia obat-obat emergensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan
emergensi dan alat bantu resusitasi gawat darurat serta dilakukan secepat mungkin. Hal inisecepat mungkin. Hal ini
diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat diperlukan karena kita berpacu dengan waktu yang singkat agar tidak terjadi kematian atau cacat organ tubuh menetap.
organ tubuh menetap.
Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat
Kalau terjadi komplikasi syok anafilaktik setelah kemasukan obat atau zat kimia, baik peratau zat kimia, baik peroraloral maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan, adalah:
maupun parenteral, maka tindakan yang perlu dilakukan, adalah:
Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk Segera baringkan penderita pada alas yang keras. Kaki diangkat lebih tinggi dari kepala untuk meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan meningkatkan aliran darah balik vena, dalam usaha memperbaiki curah jantung dan menaikkan tekanan darah.
tekanan darah.
Penilaian A, B, C dari tahapan
Penilaian A, B, C dari tahapan resusitasi jantung paru, yaitu:resusitasi jantung paru, yaitu: Airway (membuka jalan napas).
Airway (membuka jalan napas).
Jalan napas harus dijaga tetap bebas, tidak ada sumbatan sama sekali. Untuk penderita yang tidak Jalan napas harus dijaga tetap bebas, tidak ada sumbatan sama sekali. Untuk penderita yang tidak sadar, posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas, sadar, posisi kepala dan leher diatur agar lidah tidak jatuh ke belakang menutupi jalan napas, yaitu dengan melakukan ekstensi kepala, tarik mandibula ke depan, dan buka mulut.
yaitu dengan melakukan ekstensi kepala, tarik mandibula ke depan, dan buka mulut. Breathing support,
Breathing support,
segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui segera memberikan bantuan napas buatan bila tidak ada tanda-tanda bernapas, baik melalui mulut ke mulut atau mulut ke
mulut ke mulut atau mulut ke hidung. Pada syok anafilaktik hidung. Pada syok anafilaktik yang disertai udem laring, dapatyang disertai udem laring, dapat mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau
mengakibatkan terjadinya obstruksi jalan napas total atau parsial. Penderita yang mengalamiparsial. Penderita yang mengalami sumbatan jalan napas parsial, selain ditolong dengan obat-obatan, juga harus diberikan bantuan sumbatan jalan napas parsial, selain ditolong dengan obat-obatan, juga harus diberikan bantuan napas dan oksigen. Penderita dengan sumbatan jalan napas total, harus segera ditolong dengan napas dan oksigen. Penderita dengan sumbatan jalan napas total, harus segera ditolong dengan lebih aktif, melalui intubasi endotrakea, krikotirotomi, atau trakeotomi.
lebih aktif, melalui intubasi endotrakea, krikotirotomi, atau trakeotomi. Circulation support,
Circulation support,
yaitu bila tidak teraba nadi pa
yaitu bila tidak teraba nadi pada arteri besar (a. karotis, atau a. femoda arteri besar (a. karotis, atau a. femoralis), segera lakukanralis), segera lakukan kompresi jantung luar.
kompresi jantung luar.
Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang Penilaian A, B, C ini merupakan penilaian terhadap kebutuhan bantuan hidup dasar yang penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru.
penatalaksanaannya sesuai dengan protokol resusitasi jantung paru. Segera berikan adrenalin 0.3
Segera berikan adrenalin 0.3 – – 0.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0.01 mk/kg0.5 mg larutan 1 : 1000 untuk penderita dewasa atau 0.01 mk/kg untuk penderita anak-anak, intramuskular. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai untuk penderita anak-anak, intramuskular. Pemberian ini dapat diulang tiap 15 menit sampai keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2 keadaan membaik. Beberapa penulis menganjurkan pemberian infus kontinyu adrenalin 2 – – 44
ug/menit. ug/menit.
Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana
Dalam hal terjadi spasme bronkus di mana pemberian adrenalin kurang memberi respons, dapatpemberian adrenalin kurang memberi respons, dapat ditambahkan aminofilin 5
ditambahkan aminofilin 5 – – 6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 6 mg/kgBB intravena dosis awal yang diteruskan 0.40.4 – – 0.90.9 mg/kgBB/menit dalam cairan infus.
mg/kgBB/menit dalam cairan infus.
Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deks
Dapat diberikan kortikosteroid, misalnya hidrokortison 100 mg atau deks ametason 5ametason 5 – – 10 mg10 mg intravena sebagai terapi penunjang untuk
intravena sebagai terapi penunjang untuk mengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau smengatasi efek lanjut dari syok anafilaktik atau syokyok yang membandel.
yang membandel.
Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi Bila tekanan darah tetap rendah, diperlukan pemasangan jalur intravena untuk koreksi hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam hipovolemia akibat kehilangan cairan ke ruang ekstravaskular sebagai tujuan utama dalam mengatasi syok anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah mengatasi syok anafilaktik. Pemberian cairan akan meningkatkan tekanan darah dan curah jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis caira
jantung serta mengatasi asidosis laktat. Pemilihan jenis cairan antara larutan kristaloid dan koloidn antara larutan kristaloid dan koloid tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya tetap merupakan perdebatan didasarkan atas keuntungan dan kerugian mengingat terjadinya peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan peningkatan permeabilitas atau kebocoran kapiler. Pada dasarnya, bila memberikan larutan
kristaloid, maka diperlukan jumlah 3
kristaloid, maka diperlukan jumlah 3 – – 4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya,4 kali dari perkiraan kekurangan volume plasma. Biasanya, pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20
pada syok anafilaktik berat diperkirakan terdapat kehilangan cairan 20 – – 40% dari volume plasma.40% dari volume plasma. Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan
Sedangkan bila diberikan larutan koloid, dapat diberikan dengan jumlah yang sama dengan perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma perkiraan kehilangan volume plasma. Tetapi, perlu dipikirkan juga bahwa larutan koloid plasma protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin.
protein atau dextran juga bisa melepaskan histamin.
Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah Dalam keadaan gawat, sangat tidak bijaksana bila penderita syok anafilaktik dikirim ke rumah sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan sakit, karena dapat meninggal dalam perjalanan. Kalau terpaksa dilakukan, maka penanganan penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang penderita di tempat kejadian sudah harus semaksimal mungkin sesuai dengan fasilitas yang
tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. P
tersedia dan transportasi penderita harus dikawal oleh dokter. P osisi waktu dibawa harus tetaposisi waktu dibawa harus tetap dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung.
dalam posisi telentang dengan kaki lebih tinggi dari jantung.
Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus Kalau syok sudah teratasi, penderita jangan cepat-cepat dipulangkan, tetapi harus
diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat diawasi/diobservasi dulu selama kurang lebih 4 jam. Sedangkan penderita yang telah mendapat terapi adrenalin lebih dari 2
terapi adrenalin lebih dari 2 – – 3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk3 kali suntikan, harus dirawat di rumah sakit semalam untuk observasi.
observasi.
2. Pencegahan Syok Anafilaktik 2. Pencegahan Syok Anafilaktik
Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat, tetapi Pencegahan syok anafilaktik merupakan langkah terpenting dalam setiap pemberian obat, tetapi ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara ternyata tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan, antara lain:
lain:
§ Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat § Pemberian obat harus benar-benar atas indikasi yang kuat dan tepat
§ Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi § Individu yang mempunyai riwayat penyakit asma dan orang yang mempunyai riwayat alergi terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok terhadap banyak obat, mempunyai risiko lebih tinggi terhadap kemungkinan terjadinya syok anafilaktik.
anafilaktik.
§ Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi § Penting menyadari bahwa tes kulit negatif, pada umumnya penderita dapat mentoleransi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi pemberian obat-obat tersebut, tetapi tidak berarti pasti penderita tidak akan mengalami reaksi
anafilaktik. Orang dengan tes kulit negatif dan
anafilaktik. Orang dengan tes kulit negatif dan mempunyai riwayat alergi positif mempunyaimempunyai riwayat alergi positif mempunyai kemungkinan reaksi sebesar 1
kemungkinan reaksi sebesar 1 – – 3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%,3% dibandingkan dengan kemungkinan terjadinya reaksi 60%, bila tes kulit positif.
bila tes kulit positif. § Yang paling utama ada
§ Yang paling utama adalah harus selalu tersedia obat penawar untuk lah harus selalu tersedia obat penawar untuk mengantisipasimengantisipasi kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adan
kemungkinan terjadinya reaksi anafilaktik atau anafilaktoid serta adan ya alat-alat bantu resusitasiya alat-alat bantu resusitasi kegawatan.
3. Mempertahakan Suhu Tubuh 3. Mempertahakan Suhu Tubuh
Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah Suhu tubuh dipertahankan dengan memakaikan selimut pada penderita untuk mencegah kedinginan dan mencegah kehilangan panas. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita kedinginan dan mencegah kehilangan panas. Jangan sekali-kali memanaskan tubuh penderita karena akan sangat berbahaya.
karena akan sangat berbahaya. a) Pemberian Cairan
a) Pemberian Cairan
b) Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar, mual-mual, muntah, atau b) Jangan memberikan minum kepada penderita yang tidak sadar, mual-mual, muntah, atau
kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru. kejang karena bahaya terjadinya aspirasi cairan ke dalam paru.
c) Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat c) Jangan memberi minum kepada penderita yang akan dioperasi atau dibius dan yang mendapat trauma pada perut serta kepala (otak).
trauma pada perut serta kepala (otak).
d) Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. d) Penderita hanya boleh minum bila penderita sadar betul dan tidak ada indikasi kontra. Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah.
Pemberian minum harus dihentikan bila penderita menjadi mual atau muntah.
e) Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam e) Cairan intravena seperti larutan isotonik kristaloid merupakan pilihan pertama dalam melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume
melakukan resusitasi cairan untuk mengembalikan volume intravaskuler, volume interstitial, danintravaskuler, volume interstitial, dan intra sel. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intra sel. Cairan plasma atau pengganti plasma berguna untuk meningkatkan tekanan onkotik intravaskuler.
intravaskuler.
f) Pada syok hipovolemik, jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan f) Pada syok hipovolemik, jumlah cairan yang diberikan harus seimbang dengan jumlah cairan yang hilang. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang, yang hilang. Sedapat mungkin diberikan jenis cairan yang sama dengan cairan yang hilang, darah pada perdarahan, plasma pada luka bakar. Kehilangan air harus diganti dengan larutan darah pada perdarahan, plasma pada luka bakar. Kehilangan air harus diganti dengan larutan hipotonik. Kehilangan cairan berupa air dan
hipotonik. Kehilangan cairan berupa air dan elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik.elektrolit harus diganti dengan larutan isotonik. Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3
Penggantian volume intra vaskuler dengan cairan kristaloid memerlukan volume 3 – – 4 kali4 kali volume perdarahan yang hilang, sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah volume perdarahan yang hilang, sedang bila menggunakan larutan koloid memerlukan jumlah yang sama dengan jumlah
yang sama dengan jumlah perdarahan yang hilang. Telah perdarahan yang hilang. Telah diketahui bahwa transfusi eritrositdiketahui bahwa transfusi eritrosit konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. konsentrat yang dikombinasi dengan larutan ringer laktat sama efektifnya dengan darah lengkap. g) Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. g) Pemantauan tekanan vena sentral penting untuk mencegah pemberian cairan yang berlebihan. h) Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan h) Pada penanggulangan syok kardiogenik harus dicegah pemberian cairan berlebihan yang akan membebani jantung. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan membebani jantung. Harus diperhatikan oksigenasi darah dan tindakan untuk menghilangkan nyeri.
nyeri.
i) Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat, mengingat pada syok septik i) Pemberian cairan pada syok septik harus dalam pemantauan ketat, mengingat pada syok septik biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). Diperlukan
biasanya terdapat gangguan organ majemuk (Multiple Organ Disfunction). Diperlukan pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP, “Swan Ganz” kat
pemantauan alat canggih berupa pemasangan CVP, “Swan Ganz” kat eter, dan pemeriksaaneter, dan pemeriksaan analisa gas darah.
analisa gas darah. j)
j)
Kesimpulan Kesimpulan
Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.
pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. D. Syok Septik
D. Syok Septik
Syok septik adalah syok yang disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas yang merupakan Syok septik adalah syok yang disebabkan oleh infeksi yang menyebar luas yang merupakan bentuk paling umum syok distributif. Pada kasus trauma, syok septik dapat terjadi bila pasien bentuk paling umum syok distributif. Pada kasus trauma, syok septik dapat terjadi bila pasien
datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien datang terlambat beberapa jam ke rumah sakit. Syok septik terutama terjadi pada pasien-pasien dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus.
dengan luka tembus abdomen dan kontaminasi rongga peritonium dengan isi usus.
Mikroorganisme penyebab syok septik adalah bakteri gram negatif. Ketika mikroorganisme Mikroorganisme penyebab syok septik adalah bakteri gram negatif. Ketika mikroorganisme menyerang jaringan tubuh, pasien akan menunjukkan suatu respon imun. Respon imun ini menyerang jaringan tubuh, pasien akan menunjukkan suatu respon imun. Respon imun ini membangkitkan aktivasi berbagai mediator kimiawi yang mempun
mengarah pada syok, yaitu peningkatan permeabilitas kapiler, yang mengarah pada perembesan mengarah pada syok, yaitu peningkatan permeabilitas kapiler, yang mengarah pada perembesan cairan dari kapiler dan vasodilatasi.
cairan dari kapiler dan vasodilatasi.
Bakteri gram negatif menyebabkan infeksi sistemik yang men
Bakteri gram negatif menyebabkan infeksi sistemik yang men gakibatkan kolaps kardiovaskuler.gakibatkan kolaps kardiovaskuler. Endotoksin basil gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan Endotoksin basil gram negatif ini menyebabkan vasodilatasi kapiler dan terbukanya hubungan pintas arteriovena perifer. Selain itu, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Peningkatan pintas arteriovena perifer. Selain itu, terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Peningkatan kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif, kapasitas vaskuler karena vasodilatasi perifer menyebabkan terjadinya hipovolemia relatif, sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke sedangkan peningkatan permeabilitas kapiler menyebabkan kehilangan cairan intravaskuler ke intertisial yang terlihat sebagai udem. Pada syok septik
intertisial yang terlihat sebagai udem. Pada syok septik hipoksia, sel yang terjadi tidakhipoksia, sel yang terjadi tidak disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk disebabkan oleh penurunan perfusi jaringan melainkan karena ketidakmampuan sel untuk menggunakan oksigen karena toksin kuman. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia menggunakan oksigen karena toksin kuman. Gejala syok septik yang mengalami hipovolemia sukar dibedakan dengan s
sukar dibedakan dengan syok hipovolemia (takikardia, vasokonstriksi perifer, produksi urin < 0.5yok hipovolemia (takikardia, vasokonstriksi perifer, produksi urin < 0.5 cc/kg/jam, tekanan darah sistolik turun dan me
cc/kg/jam, tekanan darah sistolik turun dan menyempitnya tekanan nadi). Pasien-pasien sepsisnyempitnya tekanan nadi). Pasien-pasien sepsis dengan volume intravaskuler normal atau hampir
dengan volume intravaskuler normal atau hampir normal, mempunyai gejala takikardia, kulitnormal, mempunyai gejala takikardia, kulit hangat, tekanan sistolik hampir normal, dan tekanan nadi yang melebar.
hangat, tekanan sistolik hampir normal, dan tekanan nadi yang melebar.
Manifestasi spesifik akan bergantung pada penyebab syok, kecuali syok neurogenik akan Manifestasi spesifik akan bergantung pada penyebab syok, kecuali syok neurogenik akan mencakup :
mencakup :
· Kulit yang dingin dan lembab · Kulit yang dingin dan lembab · Pucat
· Pucat
· Peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan · Peningkatan kecepatan denyut jantung dan pernapasan · Penurunan drastis tekanan darah
· Penurunan drastis tekanan darah
· Sedangkan individu dengan syok neurogenik akan memperlihatkan kecepatan · Sedangkan individu dengan syok neurogenik akan memperlihatkan kecepatan
· denyut jantung yang normal atau melambat tetapi akan hangat dan kering apabila kulitnya · denyut jantung yang normal atau melambat tetapi akan hangat dan kering apabila kulitnya diraba.
diraba.
1. Penatalaksanaan 1. Penatalaksanaan
1) Pengumpulan spesimen urin, darah, sputum dan drainase luka dilakukan dengan tekhnik 1) Pengumpulan spesimen urin, darah, sputum dan drainase luka dilakukan dengan tekhnik aseptik.
aseptik.
2) Pemberian suplementasi nutrisi tinggi kandungan protein secara agresif dilakukan
2) Pemberian suplementasi nutrisi tinggi kandungan protein secara agresif dilakukan selama 4selama 4 hari dari awitan syok.
hari dari awitan syok.
3) Pemberian cairan intravena dan obat-obatan yang diresepkan termasuk antibiotik Dopamin, 3) Pemberian cairan intravena dan obat-obatan yang diresepkan termasuk antibiotik Dopamin, dan Vasopresor untuk optimalisasi volume intravaskuler
dan Vasopresor untuk optimalisasi volume intravaskuler 2. Komplikasi
2. Komplikasi
Kegagalan multi organ akibat penurunan aliran darah dan hipoksia jaringan yang berkepanjangan Kegagalan multi organ akibat penurunan aliran darah dan hipoksia jaringan yang berkepanjangan Sindrom distres pernapasan dewasa akibat destruksi pertemuan alveolus kapiler karena hipoksia Sindrom distres pernapasan dewasa akibat destruksi pertemuan alveolus kapiler karena hipoksia Kesimpulan
Kesimpulan
Insiden syok septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pengendalian infeksi, melakukan Insiden syok septik dapat dikurangi dengan melakukan praktik pengendalian infeksi, melakukan teknik aseptik yang cermat, melakukan debriden luka untuk membuang jarinan nekrotik,
teknik aseptik yang cermat, melakukan debriden luka untuk membuang jarinan nekrotik, pemeliharaan dan pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan dengan benar. pemeliharaan dan pembersihan peralatan secara tepat dan mencuci tangan dengan benar.
Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita syok, mengetahui, dan mengantisipasi penyebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok.
pada saat-saat/menit-menit pertama penderita mengalami syok. E. Syok Neurogenik
E. Syok Neurogenik
Syok neurogenik disebut juga s
Syok neurogenik disebut juga syok spinal merupakan bentuk dari syok dyok spinal merupakan bentuk dari syok distributif, Syokistributif, Syok neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh darah neurogenik terjadi akibat kegagalan pusat vasomotor karena hilangnya tonus pembuluh darah
secara mendadak di seluruh tubuh.sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada secara mendadak di seluruh tubuh.sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels). Hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah pembuluh tampung (capacitance vessels). Hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah
sistemik ini diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: trauma kepala, cidera
sistemik ini diakibatkan oleh cidera pada sistem saraf (seperti: trauma kepala, cidera spinal, atauspinal, atau anestesi umum yang dalam).
anestesi umum yang dalam).
Syok neurogenik juga disebut sinkop. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal Syok neurogenik juga disebut sinkop. Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus berlebihan yang mengakibatkan terjadinya vasodilatasi menyeluruh di daerah splangnikus
sehingga aliran darah ke otak berkurang. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu sehingga aliran darah ke otak berkurang. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu
lingkungan yang panas, terkejut, takut, atau nyeri hebat. Pasien merasa pusing dan biasanya jatuh lingkungan yang panas, terkejut, takut, atau nyeri hebat. Pasien merasa pusing dan biasanya jatuh pingsan. Setelah pasien dibaringkan, umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara pingsan. Setelah pasien dibaringkan, umumnya keadaan berubah menjadi baik kembali secara
spontan. spontan.
Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Adanya syok pada trauma kepala Trauma kepala yang terisolasi tidak akan menyebabkan syok. Adanya syok pada trauma kepala harus dicari penyebab yang lain. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi harus dicari penyebab yang lain. Trauma pada medula spinalis akan menyebabkan hipotensi akibat hilangnya tonus simpatis. Gambaran klasik dari syok n
akibat hilangnya tonus simpatis. Gambaran klasik dari syok n eurogenik adalah hipotensi tanpaeurogenik adalah hipotensi tanpa takikardi atau vasokonstriksi perifer.
takikardi atau vasokonstriksi perifer. Etiologi Syok Neurogenik
Etiologi Syok Neurogenik
Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal). Trauma medula spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal).
Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang. Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang. Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal.
Rangsangan pada medula spinalis seperti penggunaan obat anestesi spinal/lumbal. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom).
Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom). Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut.
Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut. Manifestasi Klinis Syok Neurogenik
Manifestasi Klinis Syok Neurogenik
Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan Hampir sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun, nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai darah turun, nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Sedangkan pada keadaan dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia atau paraplegia . Sedangkan pada keadaan lanjut, sesudah pasien menjadi tidak sadar, ba
lanjut, sesudah pasien menjadi tidak sadar, barulah nadi bertambah cepat. Karena terjadinrulah nadi bertambah cepat. Karena terjadinyaya pengumpulan darah di dalam arteriol, kapiler dan vena, maka kulit terasa agak hangat dan cepat pengumpulan darah di dalam arteriol, kapiler dan vena, maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan.
berwarna kemerahan.
Penatalaksanaan Syok Neurogenik Penatalaksanaan Syok Neurogenik ü Konsep dasar untuk syok
ü Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dandistributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin, untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena efedrin, untuk mengurangi daerah vaskuler dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut.
kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut.
ü Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg). ü Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi Trendelenburg). ü Posisi Trendelenburg.
ü Posisi Trendelenburg.
ü Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen, sebaiknya dengan menggunakan masker. ü Pertahankan jalan nafas dengan memberikan oksigen, sebaiknya dengan menggunakan masker. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat, penggunaan endotracheal tube Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat, penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Langkah ini untuk menghindari pemasangan
dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi
endotracheal yang darurat jika terjadi distres respirasi yang berulang. Ventilator mekanik jugadistres respirasi yang berulang. Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi.
otot respirasi.
ü Untuk keseimbangan hemodinamik, sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Cairan ü Untuk keseimbangan hemodinamik, sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Cairan kristaloid seperti NaCl 0,9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan
kristaloid seperti NaCl 0,9% atau Ringer Laktat sebaiknya diberikan per infus secara cepat 250-per infus secara cepat 250-500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah, akral, turgor kulit, dan 500 cc bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah, akral, turgor kulit, dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi.
urin output untuk menilai respon terhadap terapi. ü Bila tekanan darah dan
ü Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih, berikan obat-obat vasoaktifperfusi perifer tidak segera pulih, berikan obat-obat vasoaktif (adrenergik; agonis alfa yang indikasi kontra bila
(adrenergik; agonis alfa yang indikasi kontra bila ada perdarahan seperti ruptur lien) :ada perdarahan seperti ruptur lien) : ü Dopamin; Merupakan obat pilihan
dengan norepinefrin. Jarang terjadi takikardi. dengan norepinefrin. Jarang terjadi takikardi. ü Norepinefrin; Efektif jika dopamin tidak adekua
ü Norepinefrin; Efektif jika dopamin tidak adekua t dalam menaikkan tekanan darah. Monitort dalam menaikkan tekanan darah. Monitor terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. Pada pemberian subkutan, diserap tidak sempurna jadi sebaiknya tekanan darah secara adekuat. Pada pemberian subkutan, diserap tidak sempurna jadi sebaiknya diberikan per infus. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi diberikan per infus. Obat ini merupakan obat yang terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). Pemberian obat ini dihentikan perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal kembali. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil, karena bila tekanan darah sudah normal kembali. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil, karena
dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus. dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus.
ü Epinefrin; Pada pemberian subkutan atau im, diserap dengan sempurna dan dimetabolisme ü Epinefrin; Pada pemberian subkutan atau im, diserap dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam badan. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung cepat dalam badan. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat dengan pengaruhnya terhadap jantung Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok
Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh hipovolemik. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik
diberikan pada pasien syok neurogenik
ü Dobutamin; Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac ü Dobutamin; Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer.
output. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi perifer. Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neuro
Pasien-pasien yang diketahui/diduga mengalami syok neuro genik harus diterapi sebagaigenik harus diterapi sebagai
hipovolemia. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu hipovolemia. Pemasangan kateter untuk mengukur tekanan vena sentral akan sangat membantu pada kasus-kasus syok yang meragukan.
pada kasus-kasus syok yang meragukan. Kesimpulan
Kesimpulan
Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala Berhasil tidaknya penanggulangan syok tergantung dari kemampuan mengenal gejala-gejala syok, mengetahui, dan mengantisipasi pen
syok, mengetahui, dan mengantisipasi pen yebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kitayebab syok serta efektivitas dan efisiensi kerja kita pada saat-saat/menit-menit pertama pasien mengalami syok.
pada saat-saat/menit-menit pertama pasien mengalami syok. Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Alexander R H, Proctor H J. Shock. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Alexander R H, Proctor H J. Shock. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Physicians. USA, 1993 ; 75
Physicians. USA, 1993 ; 75 – – 94 94
Atkinson R S, Hamblin J J, Wright J E
Atkinson R S, Hamblin J J, Wright J E C. Shock. Dalam buku: Hand C. Shock. Dalam buku: Hand book of Intensive Care.book of Intensive Care. London: Chapman and Hall, 1981; 18-29.
London: Chapman and Hall, 1981; 18-29.
Alexander R H, Proctor H J. Shock. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Alexander R H, Proctor H J. Shock. Dalam buku: Advanced Trauma Life Support Course for Physicians. USA, 1993 ; 75
Physicians. USA, 1993 ; 75 – – 94 94 4. Atkinson R S, Hamblin J J
4. Atkinson R S, Hamblin J J, Wright J E C. Shock. Dalam buku, Wright J E C. Shock. Dalam buku: Hand book of : Hand book of Intensive Care.Intensive Care. London: Chapman and Hall, 1981; 18-29.
London: Chapman and Hall, 1981; 18-29. Thijs L G. The Heart in Sho
Thijs L G. The Heart in Shock (With Emphasis on Septic Shock). Dalam kumpuck (With Emphasis on Septic Shock). Dalam kumpulan makalah:lan makalah: Indonesian Symposium On Shock & Critical Care.
Indonesian Symposium On Shock & Critical Care. Jakarta-Indonesia, August 30Jakarta-Indonesia, August 30 – – September 1, September 1, 1996 ; 1
1996 ; 1 – – 4. 4.
B
B. . KonKon sseep p Dasar AsDasar Asuhuh an Kean Kepeperr awatan awatan 1.
Data subyektif : Data subyektif :
-- Pasien mengeluh kesulitan dalam bernafas.Pasien mengeluh kesulitan dalam bernafas. -- Pasien mengeluh gatal-gatal.Pasien mengeluh gatal-gatal.
-- Pasien mengeluh pusing.Pasien mengeluh pusing.
-- Pasien mengeluh kesulitan menelanPasien mengeluh kesulitan menelan -- Pasien mengeluh muntahPasien mengeluh muntah
Data objektif: Data objektif:
-- Bronkospasme dan edema saluran nafas atau laringBronkospasme dan edema saluran nafas atau laring -- Pembengkakan periorbitalPembengkakan periorbital
-- PruritusPruritus
-- Pasien tampak menggaruk daerah yang gatalPasien tampak menggaruk daerah yang gatal -- Pasien terlihat kejang - kejangPasien terlihat kejang - kejang
2.
2. Diagnosa Diagnosa KeperawatanKeperawatan
-- Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme otot bronkeolus .Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan spasme otot bronkeolus .
-- Resiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan kapasitas vaskuler.Resiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan peningkatan kapasitas vaskuler. No
No Diagnosa (NANDA) Diagnosa (NANDA) Kriteria Hasil (NOC) Kriteria Hasil (NOC) Intervensi (NIC)Intervensi (NIC) 1
1 Pola nafas Pola nafas tidak tidak efektifefektif berhubungan
berhubungan dengandengan spasme otot bronkeolus spasme otot bronkeolus Batasan karakteristik Batasan karakteristik Napas dalam
Napas dalam
Perubahan gerakan dada Perubahan gerakan dada Mengambil posisi tiga Mengambil posisi tiga titik titik Bradipneu Bradipneu Penurunan tekanan Penurunan tekanan ekspirasi ekspirasi Penurunan tekanan Penurunan tekanan inspirasi inspirasi Penurunan ventilasi Penurunan ventilasi Status Pernapasan: Status Pernapasan: Kepatenan Jalan Napas Kepatenan Jalan Napas Status Pernapasan: Status Pernapasan: Ventilasi
Ventilasi
Status Tanda-Tanda Vital Status Tanda-Tanda Vital
anajemen jalan napas anajemen jalan napas
Aktivitas : Aktivitas :
Buka jalan nafas dengan Buka jalan nafas dengan teknik mengangkat dagu teknik mengangkat dagu atau dengan mendorong atau dengan mendorong rahang sesuai keadaan rahang sesuai keadaan
Posisikan pasien untuk Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi memaksimalkan ventilasi yang potensial
yang potensial
Identifikasi masukan jalan Identifikasi masukan jalan nafas baik yang aktual nafas baik yang aktual ataupun potensial
ataupun potensial
Masukkan jalan nafas/ Masukkan jalan nafas/ nasofaringeal sesuai nasofaringeal sesuai
semenit semenit Penurunan kapasitas Penurunan kapasitas vital vital Dispneu Dispneu kebutuhan kebutuhan
Keluarkan sekret dengan Keluarkan sekret dengan batuk
batuk atauatau suction/pengisapan
suction/pengisapan
Dorong nafas dalam, Dorong nafas dalam, pelan dan batuk
pelan dan batuk
Ajarkan bagaimana cara Ajarkan bagaimana cara batuk efektif batuk efektif Kaji keinsetifan Kaji keinsetifan spirometer spirometer
.. TERAPI OKSIGENTERAPI OKSIGEN Aktivitas:
Aktivitas:
Bersihkan sekresi mulut, Bersihkan sekresi mulut, hidung dan trakea
hidung dan trakea Batasi merokok Batasi merokok
Jaga kepatenan jalan napas Jaga kepatenan jalan napas Sediakan peralatan oksigen, Sediakan peralatan oksigen,
system humidifikasi system humidifikasi Pantau aliran oksigen Pantau aliran oksigen
Pantau posisi peralatan Pantau posisi peralatan yang menyalurkan oksigen yang menyalurkan oksigen pada pasien
pada pasien
Secara teratur pantau Secara teratur pantau jumlah
jumlah oksigen oksigen yangyang diberikan pada pasien diberikan pada pasien sesuai dengan indikasi sesuai dengan indikasi Pantau kemampuan pasien Pantau kemampuan pasien mentoleransi pemindahan mentoleransi pemindahan oksigen sambil makan oksigen sambil makan
Pantau tanda keracunan Pantau tanda keracunan oksigen dan tanda oksigen dan tanda
hipoventilasi yang hipoventilasi yang dipengaruhi oksigen
dipengaruhi oksigen
Pantau kecemasan pasien Pantau kecemasan pasien terkait terapi oksigen
terkait terapi oksigen
2
2 Kekurangan Kekurangan volumevolume cairan cairan Batasan karakteristik : Batasan karakteristik : PenurunanPenurunan tekanan darah tekanan darah PenurunanPenurunan volume nadi volume nadi PenurunanPenurunan tekanan nadi tekanan nadi
Penurunan turgorPenurunan turgor kulit
kulit
Penurunan turgorPenurunan turgor lidah lidah PenurunanPenurunan haluaran urin haluaran urin PenurunanPenurunan pengisian vena pengisian vena
Kulit keringKulit kering MembraneMembrane mukosa kering mukosa kering KeseimbanganKeseimbangan Elektrolit dan Elektrolit dan Asam Basa Asam Basa KeseimbanganKeseimbangan Cairan Cairan HidrasiHidrasi
Status Nutrisi :Status Nutrisi : Asupan Makanan Asupan Makanan dan Cairan dan Cairan anajemen cairan anajemen cairan Aktivitas : Aktivitas :
Timbang BB tiap hari Timbang BB tiap hari Hitung haluran
Hitung haluran
Pertahankan intake yang Pertahankan intake yang akurat
akurat
Pasang kateter urin Pasang kateter urin
Monitor status hidrasi Monitor status hidrasi (seperti :kelebapan mukosa (seperti :kelebapan mukosa membrane, nadi) membrane, nadi) Monitor status Monitor status hemodinamik termasuk hemodinamik termasuk CVP,MAP, PAP CVP,MAP, PAP
Monitor hasil lab. terkait Monitor hasil lab. terkait retensi cairan (peningkatan retensi cairan (peningkatan BUN, Ht ↓)
BUN, Ht ↓) Monitor TTV Monitor TTV
Monitor adanya indikasi Monitor adanya indikasi retensi/overload cairan retensi/overload cairan (seperti :edem, asites, (seperti :edem, asites, distensi vena leher)
distensi vena leher) anajemen elektrolit anajemen elektrolit Aktivitas: Aktivitas: Monitor keabnormalan Monitor keabnormalan