• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Hidayat (2010:2) mengemukakan bahwa Website atau situs

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI. Menurut Hidayat (2010:2) mengemukakan bahwa Website atau situs"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

7 2.1. Konsep Dasar Web

2.1.1. Website

Menurut Hidayat (2010:2) mengemukakan bahwa “Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait, yang masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman”.

Hal ini dapat dimungkinkan dengan adanya teknologi World Wide Web (WWW) fasilitas hypertext guna menampilkan data berupa teks, gambar, animasi, suara dan multimedia lainya data tersebut dapat saling pada web server untuk dapat diakses melalui jaringan internet. Agar data pada web dapat dibaca kita harus menggunakan web browser terlebih dahulu seperti Mozila Firefox, Internet Explorer, Google Chrome, Opera Mini atau yang lainya.

Jenis-jenis web berdasarkan sifat atau style-nya:

1. Website Dinamis, merupakan sebuah website yang menyedia kan content atau isi yang selalu berubah-ubah setiap saat.

2. Website statis, merupakan website yang content-nya sangat jarang diubah. Bahasa pemograman yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan database.

(2)

Berdasarkan pada fungsinya, website terbagi atas :

1. Personal website, website yang berisi informasi pribadi seseorang.

2. Commercial website, website yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang bersifat bisnis.

3. Government website, website yang dimiliki oleh instansi pemenntahan, pendidikan yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pengguna.

4. Non-Profit Organization website, dimiliki oleh organisasi yang bersifat non-profit atau tidak bersifat bisnis.

Ditinjau dari segi bahasa pemrograman yang digunakan, website terbagi atas :

1. Server Side, merupakan website yang menggunakan bahasa pemogrograman yang tergantung kepada tersedianya server. Seperti PHP, ASP, NET dan lain sebagainya. Jika tidak ada server, website yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman di atas tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. 2. Client side, adalah website yang tidak membutuhkan server dalam

menjalankannya cukup diakses melalui browser saja.

2.1.2. Internet A. Sejarah Internet

Menurut Simarmata (2010:50) “internet pertama kali digunakan sebagai proyek penelitian yang ditemukan o1eh Advance Research Project Agency (ARPA) Departement Of Defence (DOD) di Amerika Serikat”. Pada dasarnya internet digunakan untuk menghubungkan komputer. Versi yang pertama disebut Advance Research Project Agency Network (ARPANET). Pada tahun 1972, ARPA berubah

(3)

menjadi Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dengan tetap mempromosikan proyek ARPANET. Pengembangan internet dengan jenis peralatan yang berbeda, namun bisa saling berhubungan satu sama lain merupakan tantangan yang besar pada saat itu.

Pada tahun 1973-1974, peneliti merancang sebuah Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TPC/IP). Pada awalnya TPC/IP dimaksudkan untuk menyediakan dukungan untuk kebutuhan berikut:

1. Interoperabilitas antar sistem yang beraneka ragam (heterogen). 2. Komunikasi end to end berbagai jaringan berbeda.

3. Operasi otomatis dan sempurna didalam menghadapi terjadinya kegagalan hubungan data.

Pada saat itu, aplikasi yang digunakan masih sangat sederhana daripada yang digunakan saat ini. Aplikasi yang paling banyak yang digunakan mungkin adalah Telnet untuk login remote dan FTP untuk perpindahan file dan e-mail. Pada awal tahun 1980-an, ARPANET dipecah menjadi dua bagian. Yaitu MILNET dan ARPANET karena pertimbangan keamanan. Pihak militer berjalan tenis dengan MILNET, sedangkan penelitian, pengembangan, dan sektor lain tetap memakai ARPANET. Pada pertengahan tahun 1980-an, National Science Foundation (NSF) di Washington, D.C. mendistribusikan teknologi internet kepada beberapa universitas selanjutnya internet pun mulai menyebar diseluruh dunia.

Pada tahun 1990, DOD memutuskan untuk membubarkan ARPANET dan menggantikannya dengan pendukung (backbone) NSFNET, bekerja sama dengan agen jaringan lain. Hal inilah yang kemudian menjadi prinsip pendukung jaringan Internet.

(4)

B. Pengertian Internet

Menurut Simarmata (2010:47) menyimpulkan bahwa “Internet adalah kelompok atau kumpulan dari jutaan komputer”. Penggunaan Internet memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi dan komputer yang ada di dalam kelompok tersebut dengan asumsi bahwa pemilik komputer memberikan izin akses. Untuk mendapatkan sebuah informasi, sekumpulan protokol harus digunakan, yaitu sekumpulan aturan yang menetapkan bagaimana suatu informasi dapat dikirim dan diterima.

2.1.3. Web Browser

Menurut Wahana Komputer (2012:33) mengemukakan bahwa “Web Browser adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menjalankan dokumen web. Anda tidak akan dapat menampilkan hasil akhir file HTML tanpa sebuah web browser”.

Text dan image pada halaman web dapat berisikan hyperlink ke halaman web lain pada website yang sama maupun yang berbeda. Dengan web browser seorang pengguna bisa mengakses informasi yang disediakan pada banyak website secara cepat dan mudah. Meskipun web browser pada umumnya digunakan untuk mengakses world wide web, web browser juga digunakan untuk mengakses informasi yang disediakan web browser secara privat atau pada sistem file.

Contoh dan beberapa web browser diantaranya:

1. Opera sekarang adalah browser yang penuh internet suite, dengan web, email, news (usenet dan RSS) dan chat dengan kekayaan fitur untuk pengguna baru ataupun power user.

(5)

2. Firefox

Firefòx telah menjadi web browser alternatif paling sukses setelah berakhirnya perang browser pertama (antara IE dan netscape navigator). Produk unggulan mozila foundation ini adalah turunan dan netscape navigator. Firefox didesain untuk simplicity, security dan extensibility (tersedia ratusan extension).

3. Flock

Flock adalah “social browser” yang dibangun berdasarkan core firefox yang berintegrasi dengan layanan web untuk bloging, photo sharing, dan bookmark sharing.

4. K-meleon

Bertahun-tahun sebelum firefox, K-meleon sudah diluncurkan untuk menciptakan web browser yang ringan untuk windows menggunakan core mozila. Kekuatan K-meleon adalah kecepatan dan kemampuan untuk dikustomasi.

2.1.4. Web Server

Menurut Simarmata (2010:88) menyatakan bahwa “Web Server adalah potongan perangkat lunak yang mendukung berbagai protokol web seperti HTTP, HTTPS dan lain-lain untuk memproses permintaan client”.

Mode operasi dasar web server antara lain adalah menunggu untuk koneksi dan client web dan untuk setiap perrnintaan, menempatkan koresponden dokumen pada sistem file dan mengirimkannya ke browser jika muncul permintaan untuk halaman statis. Setiap pembuatan aplikasi berbasis web akan metnbutuhkan web

(6)

server untuk meletakkan aplikasi tersebut sehingga bisa diakses menggunakan protokol HTTP.

2.1.5. Hyper Text Tranfer Protokol (HTTP)

Menurut Simarmata (2010:52) memberikan menyimpulkan bahwa “Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) adalah protocol komunikasi stateless yang berbasiskan pada TCP yang awalnya digunakan untuk mengambil kembali file-file HTML dan server web ketika dirancang pada tahun 1991”. Versi 1.1 (ditetapkan di RFC2616) telah mengalami peningkatan. Versi ini mengijinkan client dan server menggunakan banyak headers untuk menyampaikan status informasi dan deskripsi agen pengguna (user-agent) dan bertindak sebagai alat yang bersifat elementer untuk autentikasi pengguna.

Fungsi dan protokol http adalah sebagai media komunikasi antara browser dan server. HTTP disebut juga protokol client atau server. Dengan arti bahwa browser adalah client dan server web adalah server. Pada HTTP, sebuah server biasanya menunggu permintaan client. Contoh sederhana permintaan client:

2.1.6. Hyper Text Preprocessor (PHP)

Menurut Arief (2011c:43) PHP adalah Bahasa server-side –scripting yang menyatu dengan HTML untuk membuat halaman web yang dinamis. Karena PHP merupakan server-side-scripting maka sintaks dan perintah-perintah PHP akan diesksekusi diserver kemudian hasilnya akan dikirimkan ke browser dengan format HTML.

(7)

Dengan demikian kode program yang ditulis dalam PHP tidak akan terlihat oleh user sehingga keamanan halaman web lebih terjamin. PHP dirancang untuk membuat halaman web yang dinamis, yaitu halaman web yang dapat membentuk suatu tampilan berdasarkan permintaan terkini, seperti menampilkan isi basis data ke halaman web.

2.1.7. Cascading Style Sheet (CSS)

Menurut Bekti (2015:47) mengemukakan bahwa “CSS (Casading Style Sheet) merupakan salah satu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mempercantik halaman web dan mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam”.

CSS digunakan untuk mengatur tampilan sebuah halaman web agar lebih menarik. CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna, bagian pada teks, warna tabel, ukuran border, warna border, mengatur margin dan parameter lainnya.

2.1.8. HyperText Markup Languange (HTML)

Menurut Anhar (2010:40) mengemukakan bahwa “Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sekumpulan simbol-simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang digunakan untuk menampilkan halaman pada web browser”. Tag-tag html selalu diawali dengan <x> dan diakhiri dengan </x>. Dimana x adalah tag html seperti h, br, tr dan lain-lain.

Menurut Simarmata (2010:52) mengemukakan bahwa “HTML adalah bahasa markup untuk menyebarkan informasi pada web”. Ketika merancang, ide ini diambil dari Standart Generalized Markup Language (SGML). SGML adalah

(8)

cara yang terstandarisasi dari pengorganisasian dan informasi yang terstruktur di dalam dokumen atau sekumpulan dokumen. Walaupun HTML tidak dengan mudah dapat dipahami kebanyakan orang, ketika diterbitkan penggunaannya menjadi jelas.

Sebagai sehuah bahasa markup, HTML membutuhkan cara untuk memberitahu web browser untuk apa fungsi sebuah text. Apakah text itu ditulis sebagai sebuah paragraf, list, atau sebagai link. Dalam HTML, tanda ini dikenal dengan istilah tag.

Hampir semua tag di dalam HTML ditulis secara berpasangan, yakni tag pembuka dan tag penutup, dimana objek yang dikenai perintah tag berada di antara tag pembuka dan tag penutup. Objek disini dapat berupa text, gambar, maupun video.

Penulisan tag berada di antara dua kurung siku “<” dan “>”. Sebagai contoh, perhatikan kode HTML berikut: <p> ini adalah sebuah paragraf</p>

Keterangan:

1. <p> adalah tag pembuka, dalam contoh ini p adalah tag untuk paragraf. 2. </p> adalah tag penutup paragraf. Perbedaanya dengan tag pembuka terletak

dari tanda backslash (/).

Jika kita lupa memberikan penutup tag, umumnya browser akan memaafkan hal ini dan tetap menampilkan hasilnya seolah-o1ah kita menuliskan tag penutup. Walaupun hal ini memudahkan kita, namun tidak disarankan.

(9)

2.1.9. Adobe Dreamweaver CS6

Menurut Madcom (2013:2) menjelaskan bahwa “dreamweaver merupakan aplikasi yang digunakan sebagai HTML editor prefessional untuk mendesain web secara virtual”. Aplikasi ini juga yang biasa dikenal dengan istilah What You See Is What You Get (WYSIWYG) yang intinya adalah ketika tidak harus berurusan dengan tag-tag HTML untuk membuat sebuah site dan dapat melihat hasil desainnya secara langsung.

Dengan Kemampuan fasilitas yang optimal dalam jendela desain akan memberikan kemampuan untuk mendesain web meskipun untuk para web desainer bahasa pemrograman seperti php, ASP, JavaScript, dan yang lainnya juga memberikan fasilitas maksimal kepada desainer web dengan menyertakan bahasa pemrograman web di dalamnya.

2.1.10. Basis Data (Database)

Menurut Anhar (2010:45) mengemukakan bahwa “Database adalah sekumpulan tabel-tabel yang berisi data dan merupakan kumpulan dan field atau kolom”. Struktur file yang menyusun sebuah database adalah data record dan file. 1. Data

Merupakan satu satuan informasi yang akan diolah. Sebelum diolah, data dikumpulkan dalam suatu file database.

2. Record

Adalah data yang isinya merupakan satu kesatuan seperti username dan password. Setiap keterangan yang mencakup username dan password

(10)

dinamakan satu record. Setiap record diberi nomor unit yang disebut nomor record (Record Number).

2.1.11. My Structured Language (MYSQL)

Menurut Anhar (2010:21) “MySQL (My Structure Query Language) adalah salah satu Database Management System (DBMS) dan sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL, dan lainnya”. MySQL merupakan DBMS yang multithread, multi-user yang bersifat gratis di bawah lisensi GNU General Public Licence (GPL). Tidak seperti Apache yang merupakan software yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-maing. MySQI dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan Swedia, yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang hak cipta kode sumbernya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, MySQL bersifat gratis atau open source sehingga kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemrograman PHP juga sangat mendukung/support dengan database MySQL sehingga apabila kita mempelajarinya dengan sungguh-sungguh kita dapat mengaplikasikan PHP & MySQL dalam membuat aplikasi website maupun dalam membuat website.

Beberapa kelebihan MySQL, antara lain:

1. MySQL dapat berjalan dengan stabil pada berbagai sistem operasi, seperti Windows, Linux, FreeBSO, Mac Os X Server, Solaris, dan masih banyak lagi. 2. Bersifat Open Source, MySQL didistribusikan secara open source (gratis), di

bawah lisensi GNU General Public Licence (GPL).

3. Bersifat Multiuser, MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah.

(11)

4. MySQL memiliki kecepatan yang baik dalam menangani query (perintah SQL). Dengan kata lain, dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu. 5. Dari segi security atau keamanan data, MySQL memiliki beberapa lapisan sekuriti, seperti level subnet mask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta password yang terenkripsi.

2.1.12. XAMPP

Risnandar dkk (2013:53) mengemukakan bahwa “XAMPP adalah suatu progam yang digunakan sebagai server untuk mengeksekusi fungsi yang ada dalam halaman website yang kita buat sekaligus menampilkan halaman website tersebut agar bisa diakses oleh user”.

XAMPP adalah suatu aplikasi yang mempunyai paket aplikasi seperti apache, Mysql, PHP, Filezilla, Mercury dan lain-lain. Dengan menginstal XAMPP pengguna tidak perlu lagi bingung untuk mengembangkan suatu aplikasi web, karena ketika menginstal XAMPP maka paket aplikasi dalam aplikasi XAMPP juga akan secara otomatis terinstal.

2.1.13. Javascript

Menurut Siberto (2013:150) “Javascript adalah suatu bahasa pemrograman yang dikembangkan untuk dapat berjalan pada web browser. Pada awalnya javascript dikembangkan pada web browser Netscape oleh Brenden Eich dengan nama Mocha, Kemudian berubah menjadi Live-Script dan yang akhirnya menjadi javascript”.

(12)

Javascript mampu memberikan fungsionalitas pada sebuah website, seperti validasi form, berkomunikasi dengan server, serta membuat website menjadi lebih interaktif dan animatif. Javascript digunakan pada banyak browser, seperti internet Exploler, Mozilla Firefox, Google chrome dan lain sebagainya. Dan hampir seluruh browser mendukung javascript.

2.1.14. JQuery

Menurut Rohingun (2015:1) mengemukakan bahwa “Jquery merupakan salah satu dari sekian banyak javascript library yaitu kumpulan fungsi javascript yang siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode javascript”. Keunggulan menggunakan jquery dibandingkan dengan cara memanggil fungsi-fungsi yang disediakan oleh jquery.

Jquery pertama kali dirilis tahun 2006 oleh John Resig. Jquery menjadi sangat populer hingga telah banyak digunakan pada website termasuk website kelas dunia seperti goole, amazone, twitter, dan lain-lain.

Kelebihan-Kelebihan JQuery antara lain : 1. JQuery kompatibel dengan banyak browser. 2. JQuery mendukung semua versi CSS. 3. Ukuran Jquery sangat kecil, sekitar 20kb. 4. Dokumentasi JQuery yang lengkap. 5. Dukungan komunitas terhadap JQuery.

(13)

2.1.15. Model Pengembangan Perangkat Lunak A. Pengertian Software Developmet Life Cycle

Dalam buku Sukamto dan Shalahuddin (2013:26) mengemukakan bahwa : Software Developmet Life Cycle (SDLC) adalah proses proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik).

B. Model Waterfall

Sukamto dan Shalahuddin (2013:28) menjelaskan bahwa “Model SDLC yaitu air terjun (waterfall) sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap mendukung (support)”

ANALISIS DESAIN PENGODEAN PENGUJIAN

SISTEM / REKAYASA INFORMASI

Sumber: Sukamto (2013:29)

Gambar II.1. Ilustrasi model waterfall

(14)

Adapun tahap-tahap dalam model waterfall menurut Sukamto yaitu: 1. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk menspesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak perlu didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan kode program

Desain harus ditranslasi ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

(15)

2.1.16. Domain

Menurut Nilasari (2014:21) mengatakan bahwa “Domain merupakan alamat unik di dunia maya yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website.” Sebuah website dapat membeli alamat domain atau memilih alamat domain yang gratis.

Sebetulnya nama domain digunakan untuk mempermudah dalam menghafalkan alamat sebuah website. Ada pengalamatan yang berdasarkan IP. IP terdiri atas deretan angka yang dikenal dengan IP Address. Kombinasi 4 deret angka IP dimulai dari dari 0.0.0.1 sampai dengan 255.255.2555.255, sedangkan pengalamatan yang didasarkan pada domain dikenal dengan istilah DNS atau Domain Name Service. Semula nama domain hanya dapat ditulis dengan menggunakan abjad latin. Namun saat ini, abjad asing sudah dimungkinkan untuk menjadi nama domain.

2.1.17. Hosting

Menurut Nilasari (2014:27) mengemukakan bahwa “Web Hosting adalah sebuah layanan hosting internet yang memberikan akses pada individu atau organisasi”. Sehingga, website mereka terakses ke world, wide, web. Perusahaan webs host menyediakan tempat di server mereka untuk disewa oleh klien, seperti sebuah pusat data. Tipe-tipe hosting sangat beragam sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Berikut ini beberapa tipe hosting.

1. Layanan Web Hosting Gratis

Layanan seperti ini ditawarkan oleh berbagai perusahaan dengan layanan yang terbatas, beberapa ada yang menyertakan iklan.

(16)

2. Layanan Shared Web Hosting

Sebuah website ditempatkan dalam server yang sama dengan situs lainnya. 3. Reseller Web Hosting

Klien akan menjadi pemilik web host sendiri, para reseller akan menyediakan layanan yang serupa dengan provider hosting.

2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi

Menurut Simarmata (2010:309) menyatakan bahwa “Stuktur navigasi adalah alur dari suatu program yang merupakan rancanfan hubungan dari rantai kerja dari beberapa area yang berbeda, juga dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website dengan memberikan perintah atau pesan”;

Ada empat macam bentuk dasar struktur navigasi, yaitu: 1. Struktur Navigasi Linier

Struktur navigasi linier hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berurut yang menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurut menurut urutannya. Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya, tidak dapat dua halaman sebelumnya atau dua halaman sesudahnya, pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dalam frame atau byte informasi satu ke yang lainnya.

Sumber: Andre (2014 : 1)

Gambar II.2. Struktur Navigasi Linier

(17)

2. Hierarki

Struktur dasar ini disebut juga struktur “linear dengan percabang-an” karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.

Sumber: Andre (2014 : 2)

Gambar II.3.

Struktur Navigasi Hierarki 3. Non-linear

Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya, seperti yang terlihat pada gambar.

Sumber: Binanto (2014 : 3)

Gambar II.4.

(18)

4. Komposit

Pengguna akan melakukan navigasi dengan (secara non-linear), tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan./atau pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hierarki, seperti yang terlihat pada gambar

Sumber: Binanto (2014 : 4)

Gambar II.5.

Struktur Navigasi Komposit

2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Yanto (2016:32) Menyatakan bahwa “ ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dan model konseptual sesuatu basis data relasional. ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dan objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas Sebagai contoh jika membuat ERD dan Sistem Perpustakaan maka bahan sebagai objek ERD bisa berupa anggota, buku, peminjaman”.

(19)

ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol. Pada dasarnya ada tiga simbol yang digunakan, yaitu:

1. Entitas (Entity)

Merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata (eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol yang digunakan adalah persegi panjang.

2. Atribut (Atribute)

Setiap Entitas pasti memiliki Atribut yang mendeskripsikan karakteristik (properti) dari Entitas tersebut. Penetapa atribut bagi sebuah entitas umumnya memang didasarkan pada fakta yang ada, tetapi tidak selalu seperti itu. Simbol yang digunakan adalah bentuk lingkaran atau elip. 3. Relasi (Relationship)

Relasi menujukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Kumpulan semua relasi diantara entitas-entitas yang terdapat pada himpunan entitas, himpunan entitas tersebut membentuk Himpunan Relasi (Relationship Sets). Simbol yang digunakan adalah belah ketupat. Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu:

a. Satu ke Satu (One to One)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

(20)

b. Satu ke Banyak (One to Many)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetatpi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

c. Banyak ke Satu (Many to One)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

d. Banyak ke Banyak (Many to Many)

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

ERD selalu dibuat secara bertahap, paling tidak ada dua kelompok pertahapan yang biasa ditempuh di dalam pembuatan diagram, yaitu:

1. Tahap pembuatan Diagram E-R awal (Preliminary design)

Objektif dari tahap yang pertama adalah untuk mendapatkan sebuah rancangan basis data minimal yang dapat mengakomodasi kebutuhan penyimpanan data terhadap sistem yang sedang kita tinjau. Tahap awal umumnya mengabaikan anomali-anomali (sejumlah pengecualian) yang memang ada sebagai suatu fakta.

(21)

Untuk tahap yang pertama langkah-langkah teknis yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan diagram E-R awal adalah:

a. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan terlibat.

b. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas c. Mengidentifikasi dan menetapkan seluruh himpunan relasi di antara

himpunan entitas-himpunan entitas yang ada beserta foreign-key-nya. d. Menentukan derajat/kardinalitas relasi untuk setiap himpunan relasi. e. Melengkapi himpunan entitas dan himpunan telasi dengan

atribut-atribut deskriptif (non key).

2. Tahap Optimasi Diagram E-R (final design)

Pada tahap kedua kita juga akan memperhatikan aspek-aspek efisiensi, performansi dan fleksibilitas, tiga hal yang sering kali bertolak belakang. Karena itulah, tahap kedua ini ditempuh dengan melakukan koreksi terhadap hasil yang pertama.Bentuk bentuk koreksi yang terjadi bisa berupa pendekomposisian himpunan entitas, penggabungan himpunan entitas, pengubahan derajat relasi, penambahan relasi baru hingga perubahan (penambahan dan pengurangan) atribut-atribut untuk masing-masing entitas dan relasi.

2.2.3. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Wulandari dalam Cahyani dan Nurmalasari (2016:69) mengemukakan Bahwa "Logical Record Structure (LRS) dibentuk dengan nomor tipe record”. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak persegi panjang dan dengan nama yang unik. Berikut tahapan transformasi ERD ke LRS:

(22)

a. Konversi ERD ke LRS, Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secaralogic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel.

Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS.

2.2.4. Black Box Testing (Pengujian Kotak Hitam)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:215) menyimpulkan bahwa “Blackbox Testing yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi masukan dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah. Misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah:

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.3.
Gambar II.5.

Referensi

Dokumen terkait

Berarti setiap entitas pada himpunan entias A dan dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya dimana setiap entitas pada himpunan entitas B

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan

Relasi satu ke banyak yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di

Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap

Yaitu suatu entity pada himpunan A dapat berhubungan dengan sejumlah entity pada himpunan B, tetapi entity yang berada pada himpunan B hanya dapat berhubungan dengan hanya satu

One to Many Satu ke Banyak Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas pertama dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas yang kedua, tetapi tidak sebaliknya,