• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Tahun"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Kabupaten Tanah Bumbu lahir berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003. Pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu bersandar pada sektor pertanian khususnya sub sektor perkebunan yang telah dilaksanakan selama kurun waktu 2011-2015 dan telah memberikan hasil yang positif dalam berbagai segi kehidupan masyarakat. Namun demikian tentunya masih terdapat berbagai hal yang masih perlu ditindaklanjuti, disamping adanya hal-hal baru yang berkembang selama periode berikutnya.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2016 - 2021 merupakan penjabaran visi, misi dan program Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Tahun 2015. Dengan terpilihnya Kepala Daerah Kabupaten Tanah Bumbu periode tahun 2016 - 2020 secara demokratis dan telah dilantik pada tanggal 17 Pebruari 2016 dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.63-548 Tahun 2016 tanggal 12 Februari 2016 tentang Pengangkatan Bupati Tanah Bumbu dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.63-549 Tahun 2016 tanggal 12 Februari 2016 tentang Pengangkatan Wakil Bupati Tanah Bumbu, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih harus menyusun RPJMD Kabupaten paling lambat 3 (tiga) bulan sejak kepala daerah terpilih dilantik sebagaimana amanat pasal 19 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 ayat (2) mengatur bahwa RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah, paling lambat 3 (tiga ) bulan setelah Kepala Daerah dilantik.

Sementara itu pasal 150 ayat (3) huruf c Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 diatur bahwa RPJMD ditetapkan dengan Peraturan Daerah berpedoman pada Peraturan Pemerintah. Terkait dengan hal ini, pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014

(2)

Dalam rangka penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, RPJMD merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021 adalah tahapan ketiga dalam rangka mewujudkan visi dan misi dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025. RPJMD merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) setiap tahun.

Dalam penyusunannya, RPJMD dilakukan secara komprehensif, terpadu dan menyeluruh, serta mengedepankan keterlibatan masyarakat secara partisipatif dengan mempertimbangkan dan menampung aspirasi berbagai pemangku kepentingan. Penyusunan RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2016-2021 telah disusun melalui proses pendekatan perencanaan pembangunan yaitu politik, teknokratik, partisipatif dan perencanaan yang disusun berdasarkan masukan-masukan dari atas-bawah serta bawah-atas (top down – bottom up).

RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota menjadi Pedoman penetapan Renstra SKPD dan Penyusunan RKPD, serta digunakan sebagai instrumen evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah.

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2016-2021 yang merupakan penjabaran visi, misi dan program Bupati/Wakil Bupati Tanah Bumbu yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Tahun 2015 dibidang Kehutanan dan Perkebunan.

Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 disusun mengacu pada RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu 2016 - 2021, Renstra Kementerian Kehutanan Tahun 2015 - 2019 dan Renstra

(3)

Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 memuat visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan pokok pembangunan sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai landasan dan arahan umum yang rasional dan terukur dalam jangka 2016 -2021 yang akan menjadi acuan di dalam penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD).

1.2. Landasan Hukum

Dalam penyusunan Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021, peraturan perundangan yang digunakan sebagai landasan hukum adalah :

(1) Undang Undang Dasar Repulik Indonesia Tahun 1945 Pasal 20a ayat (1) , Pasal 21, dan Pasal 33

(2) Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat republik Indonesia Nomor: VII/MPR/2001 tentang Visi dan Misi Indonesia Masa Depan;

(3) Undang Undang Nomor 12 Tahun 1999 Tentang Sistem Budidaya Tanaman;

(4) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

(5) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan;

(6) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

(4)

(9) Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan, dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4410);

(10) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

(11) Undang–Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia No. 1137), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah (Lembar Negara RI Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembar Negara RI Nomor 5589);

(12) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

(13) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

(14) Undang Undang Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal ; (15) Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang ; (16) Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi

Publik ;

(17) Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik ; (18) Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan

Pertanian Pangan Berkelanjutan ;

(5)

(20) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani ;

(21) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2014 Tentang Desa ;

(22) Undang Undang Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 308) :

(23) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah menjadi Undang Undang ; (24) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan

Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

(25) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; (26) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian

Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Kabupaten, Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;

(27) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

(28) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPI) ;

(29) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(30) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2009 tentang Perlindungan Wilayah Geografis Penghasil Produk Perkebunan Spesifikasi Lokasi ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 60);

(6)

(33) Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN ;

(34) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dana Perkebunan ;

(35) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional ;

(36) Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi Tahun 2010 – 2025 ;

(37) Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) ;

(38) Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ;

(39) Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ;

(40) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);

(41) Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan Dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (CPO Supporting Fund) ; (42) Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1986 tentang

Pengembangan Perkebunan Dengn Pola Perusahaan Inti Rakyat yang Dikaitkan ;

(43) Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarustamaan Gender Dalam Pembangunan Nasional ;

(44) Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang e-Government ;

(45) Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan Dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (Bio-Fuel) sebagai Bahan Bkar Lain ; (46) Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan

(7)

Pengalihan dan Pemantauan, Pembiayaan, Pembangunan Proyek PIR-Trans ;

(47) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 803/Kpts/OT.210/7/1997 tentang Sertifikasi dan Peredaran Benih Bina ;

(48) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511/Kpts/PD.310/9/2006 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura ;

(49) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3599 Tahun 2009 tentang Perubahan Lampiran Keputusan Menteri Pertanian Nomor 511 Tahun 2006 tentang Jenis Komoditas Tanaman Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura;

(50) Keputusan Menteri Pertanian Nomor 46/Kpts/PD.300/1/2015 tentang Penetapan Kawasan Perkebunan Nasional ;

(51) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 7 Tahun 2009 tentang Pedoman Penilaian Usaha Perkebunan ;

(52) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 23 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum SPI ;

(53) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

(54) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 75/PMK.011/2012 tentang Penetapan Barang Ekspor yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar ;

(8)

(57) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015;

(58) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 105/Permentan/PD.300/8/2014 tentang Integrasi Usaha Perkebunan Kelapa Sawit Dengan Usaha Budidaya Sapi Potong ;

(59) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/RC.220/4/2015 tentang Pedoman Upaya Khusus Percepatan Swasembada Pangan dan Peningkatan Produksi Komoditas Strategis Melalui APBN-P Tahun 2015 (60) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11/Permentan/OT.140/3/2015

tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System/ISPO) ;

(61) Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14.1/Permentan/OT.140/3/2015 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Indonesian Sustainable Palm Oil Certification System/ISPO) ;

(62) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016 ;

(63) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK.01/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (CPO Fund) ;

(64) Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan kedudukan Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2007 Nomor 40) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2007 tentang Pembentukan kedudukan Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011 Nomor 21);

(9)

(65) Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pembentukan kedudukan Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2007 Nomor 41) Sebagaimana Telah Diubah Beberapa Kali Terakhir dengan Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kedudukan Tugas Pokok dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Tanah Bumbu (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2011 Nomor 20);

(66) Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025;

(67) Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembangunan Perkebunan Berlanjutan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2013 Nomor 2);

(68) Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 26 Tahun 2015 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2016 (Lembaran Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 26 Tambahan Lembaran Daerah Nomor 82);

(69) Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 16 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016; (70) Peraturan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 31 Tahun 2015

tentang Kawasan Industri Batulicin ;

1.3 Maksud dan Tujuan

(10)

visi, misi, tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan oleh Bupati/Wakil Bupati Tanah Bumbu dengan memperhatikan arahan RPJPD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006 - 2025, serta memperhatikan berbagai aspirasi seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu.

Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu juga dimaksudkan untuk menjadi acuan dan pedoman resmi bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD), serta sekaligus merupakan acuan penentuan program Dinas yang akan dibahas dalam rangkaian forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kabupaten Tanah Bumbu secara berjenjang.

1.3.2Tujuan

Tujuan penyusunan Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 adalah sebagai berikut :

(1) Menyempurnakan penjabaran visi, misi, agenda pembangunan dan program Bupati/Wakil Bupati Tanah Bumbu ke dalam arah kebijakan dan program pembangunan yang rinci, terarah, terukur dan dapat dilaksanakan dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 untuk mewujudkan tercapainya visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah ;

(2) Menyediakan satu acuan resmi bagi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu dalam menentukan prioritas program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan dengan sumber dana APBD Kabupaten Tanah Bumbu, APBN dan sumber dana lainnya;

(3) Mendorong terwujudnya koordinasi, integrasi, sinergi dan sinkronisasi pembangunan baik antar SKPD, antar Pemerintah Kabupaten/Kota, antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat;

(4) Menyediakan tolak ukur untuk mengukur kinerja dan mengevaluasi kinerja setiap Bidang di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu;

(11)

(5) Menciptakan iklim pemerintahan yang aman dan kondusif dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan;

(6) Mengoptimalkan kerjasama dan kemitraan antara Pemerintah Daerah, swasta dan masyarakat.

(12)

Tahapan proses penyusunan, secara diagramatis dapat dilihat pada gambar 1 Gambar. 1

Proses Penyusunan

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021

Sumber :

 Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004  Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014  Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008  Permendagri Nomor 54 Tahun 2010

 RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021 RPJPD Kabupaten Tanah Bumbu

Tahun 2006-2025

Rancangan Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan

Visi, Misi, Program Kehutanan dan Perkebunan Evaluasi Program dan

Kegiatan Dinas Kehutanan dan Perkebunan

Mengacu kepada RPJM Provinsi Tahun

2016-2020

Rancangan Akhir Renstra Dinas Kehutanan dan perkebunan

Penetapan Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan

- Penetapan Renstra SKPD oleh Kepala SKPD Paling lama 7 hari setelah Renstra SKPD ditetapkan oleh Kepala Daerah

Mengacu kepada RPJM Nasional Tahun

2015-2019 RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu

(13)

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika Penulisan Renstra Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 adalah sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Memuat latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan serta sistematika penulisan.

Bab II Gambaran Pelayanan SKPD

Memuat tugas, fungsi, struktur organisasi SKPD, sumber daya SKPD, kinerja pelayanan SKPD, tantangan dan peluang pengembangan pelayanan SKPD.

Bab III Isu- Isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan SKPD, telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, telaahan renstra kementerian dan renstra provinsi, telaahan rencana tata ruang wilyah dan kajian lingkungan hidup strategis, penentuan isu-isu strategis.

Bab IV Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran, Strategis Dan Kebijakan

Memuat visi dan misi SKPD, tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD, strategi dan kebijakan.

Bab V Rencana Program Dan Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran Dan Pendanaan Indikatif

Memuat rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif

Bab VI Indikator Kinerja SKPD Yang Mengacu Pada Tujuan Dan Sasaran RPJMD

Memuat indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

(14)

1.5 Hubungan Renstra SKPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya Pembangunan daerah merupakan subsistem dari Pembangunan Nasional. Oleh karena itu, RPJP Daerah harus mengacu kepada RPJP Nasional. Selanjutnya, RPJP Daerah menjadi acuan untuk menyusun RPJM Daerah. Selanjutnya RPJM Daerah menjadi acuan untuk menyusun Renstra SKPD. Hubungan-hubungan antara RPJP Nasional dan Daerah serta Renstra SKPD disajikan pada Gambar 2.

Gambar. 2

Keterkaitan Perencanaan Nasional dan Perencanaan Daerah

Dalam sistem perencanaan pembangunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, RPJMD merupakan satu kesatuan yang utuh dari manajemen pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu khususnya dalam menjalankan agenda pembangunan yang telah tertuang dalam berbagai dokumen perencanaan. Hubungan antara RPJMD dengan dokumen perencanaan lainnya adalah sebagai berikut:

(1) RPJMD dan RPJPD Kabupaten Tanah Bumbu

RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 merupakan RPJMD Kedua dari tahapan pelaksanaan RPJPD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006 - 2025. Oleh sebab itu, penyusunan RPJMD selain menjabarkan RPJP NASIONAL RPJM NASIONAL RKP RPJP DAERAH RPJM DAERAH RKPD RENJA SKPD RENSTRA SKPD PEDOMAN DIJABARKAN PEDOMAN DIJABARKAN PEDOMAN PEDOMAN DIPERHATIKAN DIACU DIACU

(15)

memuat visi, misi dan program prioritas Bupati/Wakil Bupati Tanah Bumbu masa bakti tahun 2016 - 2020, juga berpedoman pada visi, misi dan arah kebijakan yang termuat dalam RPJPD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006 - 2025.

(2) RPJMD dan RTRW Kabupaten Tanah Bumbu

Penyusunan RPJMD memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai pola dan struktur tata ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Tanah Bumbu sebagai dasar untuk menetapkan lokasi program pembangunan yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang daerah di Kabupaten Tanah Bumbu.

(3) RPJMD dan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah

RPJMD menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang berwawasan 5 (lima) tahunan. Renstra SKPD merupakan penjabaran teknis RPJMD yang berfungsi sebagai dokumen perencanaan teknis operasional dalam menentukan arah kebijakan serta indikasi program dan kegiatan setiap urusan bidang dan/atau fungsi pemerintahan untuk jangka waktu 5 (lima) tahunan, yang disusun oleh setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Tanah Bumbu.

(4) RPJMD dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

Pelaksanaan RPJMD Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 setiap tahun dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai suatu dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu yang memuat prioritas program dan kegiatan dari Rencana Kerja SKPD. Selanjutnya Rancangan RKPD merupakan bahan utama pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kabupaten Tanah Bumbu yang dilaksanakan

(16)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN 2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

Dinas Kehutanan dan Perkebunan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah No. 16 Tahun 2007 dan Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 20 Tahun 2008, tentang tugas pokok, fungsi uraian tugas dan tata kerja, sebagai berikut :

- Dinas Kehutanan dan perkebunan mempunyai tugas melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan dibidang Kehutanan dan Perkebunan

- Untuk menyelenggarakan tugas pokok sebagaimana tersebut di atas, Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang Kehutanan dan Perkebunan sesuai dengan kebijaksanaan yg ditetapkan oleh Bupati berdasarkan peraturan Perundang – undangan yang berlaku

b. Pengelolaan urusan pemolaan dan pemanfaatan hutan.

c. Pengelolaan urusan pembinaan dan perlindungan hutan dan perkebunan

d. Pengelolaan urusan perkebunan

e. Pemberian perijinan dan pelayanan umum. f. Pengelolaan urusan ketatausahaan

g. Pembinaan dan pengelolaan Unit pelaksana Teknis Dinas

Unsur-unsur organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari : a. Sekretariat

b. Bidang Pemolaan dan Pemanfaatan Hutan

c. Bidang Pembinaan, Perlindungan Hutan dan Perkebunan d. Bidang Perkebunan

e. Unit Pelaksana Teknis Dinas f. Kelompok Jabatan Fungsional

(17)

Sekretariat mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan

administrasi yang meliputi pembinaan penyusunan program perencanaan kerja, keuangan, umum dan kepegawaian, evaluasi, dokumentasi, pelaporan, keprotokolan dan memberikan pelayanan teknis administratif kepada semua unsur organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan.

Sekretariat mempunyai fungsi melaksanakan :

a. Pengumpulan dan pengelolaan data serta penyusunan program dan rencana kerja dinas

b. Pengelolaan urusan keuangan c. Pengelolaan urusan kepegawaian

d. Pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan e. Pengelolaan surat menyurat, kehumasan dan keprotokolan f. Pengelolaan kegiatan evaluasi, dokumentasi dan pelaporan

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

Bidang Pemolaan dan Pemanfaatan Hutan mempunyai tugas

pokok melakukan penyusunan pedoman pelaksanaan inventarisasi dan pemetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan hutan, pembinaan penyelenggaraan dan pengawasan produksi hasil hutan, pengolahan hasil hutan, peredaran dan legalitas hasil hutan, pengukuhan dan penatagunaan kehutanan serta penyusunan rencana

kerja usaha kehutanan dan pungutan kehutanan.

Bidang Pemolaan dan Pemanfaatan Hutan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan penetapan pedoman inventarisasi dan pemetaan hutan, penyelenggaraan tata batas hutan, rekomendasi dan penataan batas kawasan hutan produksi dan hutan lindung

b. Penetapan kawasan serta perubahan fungsi dan status hutan dalam rangka perencanaan tata ruang kabupaten

(18)

dan tata usaha pungutan kehutanan serta penertiban peredaran hasil hutan

e. Penyelenggaraan perizinan pengelolaan kawasan hutan, penilaian rencana karya tahunan dan izin usaha pemanfaatan

Bidang Pembinaan dan Perlindungan Hutan dan Perkebunan

mempunyai tugas Pokok melakukan penyelenggaraan dan pengawasan serta pembinaan pengembangan hutan, rehabilitasi dan konservasi tanah, pembenihan, pemeliharaan hutan tanaman dan perhutanan sosial, menyiapkan bahan pembinaan, petunjuk teknis kegiatan pengamanan hutan, penanggulangan bencana kehutanan, pengawasan pengelolaan dan pengembangan kawasan konservasi, pemanfaatan dan peredaran flora dan fauna

Bidang Pembinaan, Perlindungan Hutan dan Perkebunan mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan perencanaan pembinaan dan pengawasan pengembangan hutan, rehabilitasi lahan, konservasi tanah dan pembenihan

b. Pelaksanaan urusan perlindungan hutan dan hasil hutan c. Pelaksanaan urusan perlindungan perkebunan

d. Penyelenggaraan perizinan

Bidang Perkebunan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan,

peningkatan, pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan, pengawasan dan perlindungan tanaman perkebunan.

Untuk Menyelenggaraan tugas di Bidang Perkebunan memiliki fungsi sebagai berikut :

a. Pengelolaan perumusan kebijaksanaan teknis pengelolaan, pembinaan produksi dan pengembangan perkebunan

b. Perumusan kebijaksanaan teknis pengelolaan, pembinaan usaha dan perlindungan perkebunan

(19)

sumber daya manusia dan penerapan standar teknis sarana produksi perkebunan

d. Penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan bintek rehabilitazsi, perluasan, intensifikasi dan diversifikasi tanaman perkebunan

e. Penyiapan bahan pembinaan dan pelaksanaan bimbingan teknis penanggulangan dan pengendalian bencana penyelenggaraan kegiatan perkebunan.

Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 16. Tahun 2007, susunan Organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan terdiri dari Kepala Dinas, Sekretariat dengan 3 (tiga) sub bagian, 3 (tiga) Kepala Bidang dengan 7 (tujuh) Seksi, unit Pelaksana Teknis serta kelompok jabatan Fungsional Struktur Organisasi Dinas Kehutanan dan Perkebunan adalah sebagaimana pada Lampiran 1.

(20)

2.2 Sumber Daya SKPD

Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam menjalankan tugas dan fungsinya menggunakan sumber daya manusia dan asset/modal.

Keadaan pegawai dan asset/modal pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Jumlah Pegawai

Jumlah pegawai pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu berjumlah 68 orang yang terdiri dari 48 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS), 16 Orang CPNS dan 4 Orang PTT

Berdasarkan eselon terdiri dari :

Pejabat eselon II : 1 orang

Pejabat eselon III : 4 orang

Pejabat eselon IV : 12 orang

Non eselon : 47 orang

Tenaga PTT : 4 orang

Tenaga Kontrak : 14 orang

2) Asset/Modal

Asset / Modal yang dimiliki oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu sejak pemekaran dari Kabupaten Kotabaru sampai dengan Desember 2015 adalah sebagaimana Tabel berikut :

Tabel 1.1 Asset /Modal Dinas Kehutanan dan Perkebunan

NO Nama Bidang/Barang Jumlah Kondisi Barang Ket

Baik RusakRingan RusakBerat

1 2 3 4 5 6 7

1 Tanah 14

2 Mobil 3 Bh 3 Bh

3 Sepeda Motor 23 Bh 23 Bh

4 Mesin ketik manual 2 Bh 2 Bh

5 Laptop 10 Bh 5 Bh 2 Bh 3 Bh

(21)

NO Nama Bidang/Barang Jumlah Kondisi Barang Ket Baik RusakRingan RusakBerat

1 2 3 4 5 6 7 9 Printer 22 Bh 22 Bh 13 Bh 10 Plotter 1 Bh 1 Bh 11 Rak kayu 11 Bh 11 Bh 12 Meja Kerja 60 Bh 37 Bh 13 Kursi Kerja 64 Bh 54 Bh 10 Bh 14 Kursi Tamu 1 Bh 1 Bh 15 Brankas 2 Bh 1 Bh 1 Bh 16 AC Unit 2 Bh 2 Bh 17 Kipas Angin 19 Bh 10 Bh 9 Bh 18 Televisi 1 bh 2 bh 19 Camera Digital 2 Bh 1 Bh 1 Bh 20 Handycam 1 Bh 1 Bh 1 Bh 21 LCD Proyektor 1 Bh 1 Bh 22 Genset 1 Bh 1 Bh 1 Bh

23 Mesin Pompa Air 1 Bh 1 Bh

24 Soun System 1 Bh 1 Bh

25 Mesin Absensi 2 Bh 2 Bh

26 GPS 2 Bh 2 Bh

27 Gorden 2 Set 1 Set 1 Bh

28 Tong Air 1 Bh 1 Bh

29 Rumah Dinas 3

30 Kantor 8

31 Gedung 3

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Capaian kinerja, anggaran dan realisasi pendanaan pelayanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan periode sebelumnya (2011 - 2015) dapat dilihat pada tabel 2.1 dan tabel 2.2 (terlampir)

(22)

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Keberhasilan pembangunan merupakan sasaran perioritas atau target kinerja dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk itu perlu adanya identifikasi agar dapat diketahui dan ditentukan faktor – faktor yang termasuk dalam kategori kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman sesuai dengan strategi yang akan ditetapkan.

Hasil identifikasi faktor – faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian sasaran dengan menggunakan tehnik peta kekuatan (SWOT Analisis) identifikasi faktor internal dan eksternal sebagai berikut :

- Lingkungan internal meliputi :

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar kendali organisasi yang mempengaruhi kinerja organisasi melalui peluang (opportunities) dan ancaman (threats).

Analisis terhadap lingkungan internal Dinas Kehutanan dan Perkebunan memperlihatkan unsur-unsur kekuatan dan kelemahan organisasi, yaitu :

1. Kekuatan (strength)

a. Masih terdapat sumberdaya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya perkebunan

b. Tersedianya Komoditas perkebunan yang direkomendasi dan unggul.

c. Potensi kawasan hutan yang cukup luas.

d. Tersedianya Sumberdaya manusia yang professional, petugas teknis dan pekebun/tenaga kerja sangat tersedia.

e. Bibit / benih dan penangkar tersedia dengan cukup. 2. Kelemahan (weaknesses)

a. Masih terdapatnya tanaman tua/rusak sehingga produktivitas rendah.

b. Masih terdapat lahan kritis yang cukup luas. c. Kualitas produksi rata-rata masih rendah.

(23)

e. Modal pekebun sangat kecil/kurang modal. f. Gangguan usaha perkebunan / OPT masih tinggi

Analisis terhadap lingkungan Eksternal Dinas Kehutanan dan Perkebunan memperlihatkan unsur-unsur peluang dan ancaman organisasi, yaitu :

1. Peluang (opportunities)

a. Permintaan pasar tinggi baik pasar ekspor maupun domestik. b. Meningktatnya jejaring kerja sama kemitraan pengusaha dan

Pekebun.

c. Meningkatnya mutu produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani.

d. Meningkatnya pembangunan yang memerlukan komoditas perkebunan

e. Meningkatnya minat Investor di bidang perkebunan.

f. kelembagaan Pekebun, koperasi dan pasar sangat mendukung. 2. Ancaman (threats)

a. Adanya persaingan perdagangan dalam MEA. b. Perekonomian dunia dan nasional yang lesu. c. Kepastian hukum belum mantap.

d. Kondisi iklim tidak mendukung (elnina, elnino).

e. Semakin tingginya tekanan terhadap kawasan hutan dari kegiatan perambahan dan pembalakan liar.

f. Adanya isu lingkungan. Penyusunan Formulasi Strategi

Penentuan strategi dilakukan dengan mengintegrasi faktor – faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT sebagai berikut :

(24)

c. Memanfaatkan peningkatan pembangunan yang memerlukan komoditas perkebunan melalui sumberdaya manusia yang

professional petugas teknis cukup dan pekebun/tenaga kerja sangat tersedia

d. Meningkatkan mutu produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani melalui bibit / benih dan penangkar tersedia dengan cukup.

2. Strategi menggunakan kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman (ST) adalah :

a. Meningkatkan komoditas perkebunan yang direkomendasikan dan unggul untuk menghadapi persaingan perdagangan dalam MEA. b. Memberikan kepastian hukum dalam memanfaatkan lahan untuk

pengembangan budidaya perkebunan

c. Dapat menghasilkan bibit/benih yang mampu bertahan terhadap kondisi iklim yang tidak mendukung

d. Memanfaatkan sumberdaya manusia yang professional dalam menanggulangi isu lingkungan

3. Strategi mengurangi kelemahan dan memanfaatkan peluang (WO) adalah :

a. Meningkatkan mutu produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani melalui peremajaan tanaman tua/rusak

b. Meningkatkan kualitas produksi dengan meningkatkan mutu produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani.

c. Memanfaatkan kelembagaan pekebun, koperasi dan pasar untuk meningkatkan kualitas pekebun

d. Memanfaatkan investor untuk membangun kebun masyarakat. 4. Strategi mengurangi kelemahan untuk mencegah dan mengatasi

ancaman ( WT ) adalah :

a. Meningkatkan kualitas pekebun yang masih rendah guna menghadapi persaingan perdagangan dalam MEA.

b. Meningkatkan kualitas produksi dalam menghadapi perekonomian dunia dan nasional yang lesu

(25)

Asumsi Dasar

Untuk dapat melaksanakan sasaran pembangunan kehutanan dan perkebunan dalam jangka menengah antara tahun 2016 - 2021 maka ditetapkan asumsi-asumsi dasar. Asumsi dasar dipergunakan dalam melalukan analisa SWOT untuk menentukan asumsi strategi yang dituangkan dalam SWOT.

Asumsi dasar dimaksud, adalah :

a. Rencana strategis Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu mendapat dukungan dan menjadi komitmen dari segenap jajaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu.

b. Sumber daya manusia yang ada terpenuhi dalam kuantitas dan kualitas yang optimum dan dapat didayagunakan sebaik mungkin.

c. Berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan mendukung sepenuhnya berbagai program yang tertuang dalam rencana ini.

d. Stakeholders yang ada mendukung dan berpartisipasi secara aktif dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan kehutanan dan perkebunan.

e. Teralokasi dana pembangunan yang memadai dalam menunjang program yang direncanakan.

f. Adanya pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan di lapangan.

g. Adanya stabilitas politik, sosial, ekonomi, keamanan di daerah. Faktor Penentu Keberhasilan

Faktor penentu keberhasilan merupakan faktor yang sangat berperan dalam pencapaian keberhasilan visi dan misi organisasi sehingga harus dipertimbangkan secara akurat dan berfungsi untuk memfokuskan strategi

(26)

Faktor-faktor penentu keberhasilan internal yang ada dan harus ada di Dinas Kehutanan dan Perkebunan meliputi aspek sumber daya manusia, sistem, prosedur dan manajemen organisasi. Sedangkan faktor penentu keberhasilan eksternal bersifat incontrolable.

Faktor-faktor penentu keberhasilan diantaranya adalah :

a. Adanya kewenangan daerah (Dinas Kehutanan dan Perkebunan) dalam melaksanakan pengelolaan hutan dan kebun.

b. Adanya peraturan perundang-undangan yang dijiwai paradigma baru untuk memfasilitasi pemerintah daerah dalam mengelola hutan.

c. Tersedianya tenaga kerja untuk mendukung pelaksanaan pembangunan kehutanan dan perkebunan.

(27)

Tabel 2.3 FORMULASI STRATEGI SWOT I F A S

E F A S

Kekuatan (S).

- Masih terdapat sumberdaya

lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya perkebunan

- Tersedianya Komoditas

perkebunan yang

direkomendasi dan unggul.

- Potensi kawasan hutan yang

cukup luas

- Tersedianya Sumberdaya

manusia yang professional petugas teknis cukup dan pekebun/tenaga kerja sangat tersedia.

- Bibit / benih dan penangkar

tersedia dengan cukup.

Kelemahan (W).

- Masih terdapatnya

tanaman tua/rusak sehingga produktivitas rendah.

- Masih terdapat lahan

kritis yang cukup luas.

- Kualitas produksi

rata-rata masih rendah.

- Kualitas pekebun

rata-rata masih rendah.

- Modal pekebun sangat

kecil/kurang modal.

- Gangguan usaha

perkebunan / OPT masih tinggi

Peluang (O).

- Permintaan pasar tinggi baik

pasar ekspor maupun domestik.

- Meningktatnya jejaring kerja

sama kemitraan pengusaha dan Pekebun.

- Meningkatnya mutu produk

yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani.

- Meningkatnya

pembangunan yang memerlukan komoditas perkebunan

- Meningkatnya minat Investor

di bidang perkebunan.

- Kelembagaan Pekebun,

koperasi dan pasar sangat mendukung.

Strategi SO.

- Ekstensifikasi lahan

perkebunan melalui minat investor perkebunan

- Meningkatkan mutu produk

perkebunan melalui penggunaan komoditas perkebunan yang

direkomendasi dan unggul

- Memanfaatkan peningkatan

pembangunan yang memerlukan komoditas perkebunan melalui sumberdaya manusia yang professional petugas teknis cukup dan pekebun/tenaga kerja sangat tersedia

- Meningkatkan mutu produk

yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani melalui bibit / benih dan penangkar tersedia dengan cukup.

Strategi WO.

- Meningkatkan mutu

produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani melalui peremajaan tanaman tua/rusak

- Meningkatkan kualitas

produksi dengan meningkatkan mutu produk yang dikelola oleh Pekebun/ kelompok tani.

- Memanfaatkan

kelembagaan pekebun, koperasi dan pasar untuk meningkatkan kualitas pekebun

- Memanfaatkan investor

untuk membangun kebun masyarakat.

Ancaman (T).

- Adanya persaingan

perdagangan dalam MEA.

- Perekonomian dunia dan

nasional yang lesu.

- Kepastian hukum belum

mantap.

- Kondisi iklim tidak

mendukung (elnina, elnino).

- Tingginya tekanan terhadap

Strategi ST.

- Meningkatkan komoditas perkebunan yang

direkomendasikan dan unggul untuk menghadapi persaingan perdagangan dalam MEA. - Memberikan kepastian hukum

dalam memanfaatkan lahan untuk pengembangan budidaya

perkebunan

Strategi WT.

- Meningkatkan kualitas pekebun yang masih rendah guna menghadapi persaingan perdagangan dalam MEA.

- Meningkatkan kualitas produksi dalam menghadapi

(28)

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Permasalahan Dinas Kehutanan dan Perkebunan antara lain yaitu : Sektor Kehutanan :

1. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian SDH/SDA 2. Maraknya kegiatan illegal logging dan perambahan kawasan hutan 3. Pemantapan kawasan yang belum selesai.

4. Pengukuhan kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu sebagaimana dimaksud dalam Kepmenhut No. SK.435/Menhut-II/2009 belum dilaksanakan sepenuhnya sehingga menyebabkan ketidakpastian hukum dilapangan.

5. Masih adanya pemukiman masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu

6. Masih adanya overlapping penggunaan kawasan hutan

Sektor Perkebunan :

1. Adanya usaha perkebunan dalam kawasan hutan yang sebagian besar telah memiliki Hak Guna Usaha namun belum melakukan proses tukar menukar kawasan hutan.

2. Masih ada petani yang belum memahami teknik budidaya kelapa sawit dan cara memelihara kelapa sawit dengan baik.

3. Peserta UPPB masih banyak yang belum menggunakan rumah asap cair/tungku asap (penggumpal lateks) dan cara pengoperasiannya. 4. Tingkat produksi komoditi perkebunan rakyat masih rendah

dibandingkan dengan produksi komoditi Perkebunan Besar Swasta / Negara (PBS/N).

5. Masih banyaknya tumpang tindih penggunaan lahan. 6. Menurunnya harga komoditas lateks.

(29)

8. Produksi dan Produktivitas tanaman perkebunan masih rendah, hal ini karena :

a. kondisi tanaman yang sebagian sudah tua dan rusak (30%),

b. klon yang digunakan sebagian besar (85%) masih klon GT 1 yang sudah mengalami degeneratif,

c. adanya serangan Jamur Akar Putih (JAP)

d. kering alur sadap (KAS) pada tanaman karet produktif.

9. Pemakaian bidang sadap karet rakyat secara umum boros karena petani pekebun cenderung memforsir tanaman untuk memproduksi lebih banyak dengan cara penyadapan berat/sadap setiap hari

10. Secara umum mutu hasil perkebunan yang dihasilkan oleh para Pekebun masih bermutu rendah, terutama pada bahan olah karet rakyat (bokar)

3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Dalam mengantisipasi tantangan kedepan menuju kondisi yang diinginkan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan sebagai salah satu Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu perlu mengembangkan peluang untuk mendukung program strategis kabupaten.

Visi adalah cita-cita atau pandangan jauh ke depan yang ingin dicapai dari suatu organisasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Visi yang baik harus realistis dan mampu menjadi tuntutan bagi organisasi agar eksis, unggul, antisipasif dan inovatif. Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan serta bersifat mendukung Visi Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu ” Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai poros maritim utama serta pusat perdagangan, industri dan pariwisata di

(30)

Misi Kabupaten Tanah Bumbu adalah :

1. Menyelenggarakan Penataan dan Pengelolaan Pelabuhan sebagai Terminal Poin guna Mendorong Pemanfaatan Keunggulan Maritim serta Menyelenggarakan Pengelolaan Wilayah Pesisir yang Mampu Mendorong Optimalisasi Perekonomian Masyarakat dan Pariwisata 2. Meningkatkan Kegiatan Industri dan Perdagangan Berbasis Ekonomi

Kerakyatan Melalui Perluasan Kesempatan dan Perlindungan bagi Pelaku Industri guna Menopang Daya Saing Masyarakat Lokal ditengah Arus Regional dan Nasonal

3. Pengelolaan dan Pemanfaatan SDA dan SDE yang Berkelanjutan, Berwawasan Lingkungan serta Memperhatikan Kearifan Lokal untuk Menghadirkan Kesejahteraan

4. Menyelenggarakan Program Penguatan Kualitas SDM yang Memiliki Daya Saing ditengah Arus Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan basis pada Masyarakat yang Berakhlak dan Memiliki Akar Lokal

5. Menyelenggarakan Tata Kelola Pemerintahan dan Birokrasi yang Baik, Efektif dan Bersih

Dari telaahan visi dan misi Kepala daerah tersebut dapat di jabarkan tugas dan fungsi SKPD adalah sebagai berikut :

Dinas Kehutanan dan Perkebunan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Daerah dalam menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan serta pembantuan di bidang Kehutanan dan Perkebunan.

Sedangkan Fungsi Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam menyelenggarakan tugas pokok tersebut di atas meliputi :

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Kehutanan dan Perkebunan sesuai dengan kebijakan yang di tetapkan oleh Bupati berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

2. Pengelolaan urusan pemolaan dan pemanfaatan hutan.

3. Pengelolaan urusan pembinaan dan perlindungan hutan dan perkebunan.

4. Pengelolaan urusan perkebunan. 5. Pengelolaan urusan ketatausahaan.

(31)

3.3 Telaahan Renstra Kementerian dan Renstra Provinsi/Kabupaten Strategi Ditjen. Perkebunan tahun 2015 - 2019 dalam pencapaian 6 sasaran strategis Kementerian Pertanian tahun 2015 - 2019 diantaranya meliputi :

1. Strategi pemenuhan penyediaan bahan baku tebu dalam rangka peningkatan produksi gula nasional.

2. Strategi peningkatan diversifikasi pangan berbasis komoditas perkebunan.

3. Strategi peningkatan komoditas perkebunan bernilai tambah dan berorientasi ekspor dalam mewujudkan daya saing sub sektor perkebunan.

4. Strategi pemenuhan penyediaan bahan baku bio-energy dan pengembangan fondasi sistem pertanian bio-industry.

5. Strategi akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik. 6. Strategi peningkatan pendapatan keluarga pekebun.

3.4 Telaahaan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

1. Faktor penghambat yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD ditinjau dari implikasi RTRW, yaitu adanya perbedaan dalam pengaturan tata ruang nasional dan tata ruang daerah. Hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi dan langkah langkah supervisi dalam peraturan perundang undangan sebelum UU 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yang menyebakan timbulnya permasalahan dalam aspek hukum.

2. Faktor pendorong yang mempengaruhi permasalahan pelayanan SKPD :

(32)

maupun Kementerian terkait dalam penyusunan review tata ruang.

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis

a. Isu - isu strategis untuk sub sektor Kehutanan di Kabupaten Tanah Bumbu adalah masih tingginya tingkat kerusakan hutan dan akibat sampingan yang disebabkan oleh kerusakan hutan, seperti banjir dan tanah longsor.

Isu strategis itu muncul disebabkan oleh :

1. Penggiatan usaha Hutan Tanaman Industri (HTI) yang relatif masih kurang.

2. Masih tingginya tekanan terhadap kawasan hutan dari aktivitas perambahan dan illegal logging.

3. Belum maksimalnya pembinaan terhadap masyarakat sekitar hutan, termasuk pembelajaran kepada masyarakat agar dapat mengalihkan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan mereka sehari-hari, tidak tergantung dengan menebang pohon.

4. Peningkatan pemanfaatan sumberdaya hutan belum memperhatikan kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

5. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada saat musim kemarau masih kurang diperhatikan.

6. Daerah tangkapan air (catchment area) masih belum mendapat perhatian yang serius.

b. Isu-isu strategis subsektor Perkebunan, di Kabupaten Tanah Bumbu yaitu masih rendahnya daya saing mutu hasil perkebunan, terutama karet dan belum terpikirkannya hasil perkebunan agar diolah menjadi produk olahan yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dan lebih banyak menampung tenaga kerja.

(33)

Isu strategis tersebut disebabkan oleh :

1. Rendahnya mutu produk pengolahan karet secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat

2. Tidak adanya industri pengolahan yang berbahan baku karet atau berbahan baku kelapa sawit

3. Masih rendahnya tingkat pengusahaan perkebunan yang diusahakan oleh PTP, baik untuk karet maupun kelapa sawit

(34)

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGIS DAN KEBIJAKAN 4.1. VISI DAN MISI

Pembangunan Tanah Bumbu pada RPJM Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016-2021, merupakan tahapan ketiga dari pelaksanaan RPJP Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2006-2025, tentunya akan menuntut perhatian lebih, karena tidak hanya untuk melanjutkan hal-hal yang belum terselesaikan, juga dalam rangka melaksanakan rencana pembangunan tahapan ketiga dari RPJP Daerah, dan tentunya juga untuk mengantisipasi perubahan yang muncul dimasa yang akan datang.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 -2021, selain menyelesaikan isu yang bersifat lokal, juga mempertimbangkan isu-isu yang bersifat nasional dan global. Seperti pertumbuhan dan pemerataan, kemiskinan, pengangguran, lingkungan hidup dan penataan ruang

Rencana Strategis Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 -2021 merupakan penjabaran visi, misi dan program Dinas Kehutanan dan Perkebunanyang mendukung penyelesaian isu yang bersifat lokal, juga mempertimbangkan isu-isu yang bersifat nasional dan global tersebut di atas.

4.1.1 V I S I

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas, serta potensi, kondisi dan permasalahan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, maka Visi Kabupaten Tanah Bumbu yang hendak dicapai pada tahun 2016 -2021 adalah: “Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu sebagai poros maritim utama serta pusat perdagangan, industri, dan pariwisata, di Kalimantan berbasis pada keunggulan lokal dan potensi strategis daerah menuju Tanah Bumbu yang maju, sejahtera, dan berintelektual tinggi.”

(35)

Visi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu adalah “Terwujudnya hutan lestari dan produktivitas tanaman perkebunan yang berbasis pada komoditi unggulan dan potensi strategis daerah menuju Tanah Bumbu yang maju, sejahtera dan berintelektual tinggi.”

4.1.2 M I S I

Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021, maka misi pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut :

1. Menyelenggarakan Penataan dan Pengelolaan Pelabuhan sebagai Terminal Poin guna mendorong pemanfaatan keunggulan maritim serta menyelenggarakan pengelolaan wilayah pesisir yang mampu mendorong optimalisasi perekonomian masyarakat dan pariwisata

2. Meningkatkan kegiatan industri dan perdagangan berbasis ekonomi kerakyatan melalui perluasan kesempatan dan perlindungan bagi pelaku industri guna menopang daya saing masyarakat lokal ditengah arus regional dan nasional

3. Pengelolaan dan pemanfaatan SDA dan SDE yag berkelanjutan, berwawasan lingkungan serta memperhatikan kearifan lokal untuk menghadirkan kesejahteraan

4. Menyelenggarakan program penguatan kualitas SDM yang memiliki daya saing ditengah arus persiapan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dengan basis pada masyarakat yang berakhlak dan memiliki akar lokal

5. Menyelenggarakan tata kelola Pemerintahan dan birokrasi yang baik, efektif dan bersih

Misi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2016 - 2021 tersebut, adalah sebagai berikut :

1. Mengoptimalkan rehabilitasi hutan dan lahan

(36)

4.2 TUJUAN DAN SASARAN JANGKA MENENGAH SKPD 4.2.1 Tujuan :

1. Meningkatkan kondisi, fungsi dan daya dukung daerah aliran sungai (DAS) 2. Meningkatkan produksi dan produktivitas melalui rehabilitasi, intensifikasi,

ekstensifikasi dan diversifikasi

3. Pembinaan administratif dan teknis usaha perkebunan berkelanjutan. 4.2.2 Sasaran :

1. Berkurangnya luas kerusakan hutan dan lahan kritis

2. Meningkatnya produksi dan produktivitas tanaman perkebunan (karet, sawit dan kakao)

3. Meningkatnya penyediaan sarana dan prasarana perkebunan

4. Meningkatnya unit usaha/kelompok usaha/pelaku usaha yang tertib administrasi

4.3Strategi dan Kebijakan 4.3.1 Strategi

1. Meningkatkan pemahaman terhadap masyarakat baik yang berada di dalam kawasan maupun di luar kawasan hutan tentang pentingnya rehabilitasi hutan dan lahan untuk keberlangsungan kehidupan dan kejasejahteraan masyarakat

2. Meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan melalui penggunaan sarana dan prasarana produksi perkebunan

3. Meningkatkan komoditas perkebunan yang direkomendasikan dan unggul untuk menghadapi persaingan perdagangan

4. Menghasilkan bibit/benih yang mampu bertahan terhadap kondisi iklim yang tidak mendukung

5. Meningkatkan kualitas karet untuk menjaga kestabilan harga karet

6. Meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB)

(37)

4.3.2 Kebijakan

1. Membuat undang-undang atau peraturan pemerintah yang mendukung kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan

2. Menyediakan sarana dan prasarana produksi perkebunan

3. Melakukan pembinaan kepada para penangkar dan membangun sarana dan prasarana produksi perkebunan

4. Memanfaatkan kelembagaan pekebun untuk meningkatkan kualitas pekebun

5. Meningkatkan mutu produk yang dikelola oleh pekebun/kelompok tani melalui peremajaan tanaman tua/rusak

6. Membina pekebun untuk memiliki Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) Selanjutnya diuraikan rangkaian rumusan pernyataan strategi dan kebijakan Dinas Kehutanan dan Perkebunanan Kabupaten Tanah Bumbu dalam lima tahun mendatang, sebagaimana dihasilkan pada tahapan perumusan Strategi dan Kebijakan Pelayanan Jangka Menengah Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 (terlampir)

(38)

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Penyusunan rencana program dan kegiatan didasarkan pada visi, misi dan program kerja Kepala Daerah serta amanat RPJP Kabupaten Tanah Bumbu tahap kedua. Sedangkan untuk kebutuhan pendanaan didasarkan pada hasil evaluasi dan prediksi kondisi atas potensi dan kebutuhan pembangunan tahunan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan perubahannya pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007.

Pembangunan Kabupaten Tanah Bumbu periode tahun 2016 -2020 yang dijadikan dasar untuk mengarahkan dan memperkuat visi dan misi pembangunan dan nantinya akan dijabarkan ke dalam RKPD setiap tahunnya. Untuk menerapkan strategi dan kebijakan yang telah dibuat, maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan menyusun program strategis sebagai berikut :

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Peningkatan Sarana Prasarana Aparatur 3. Peningkatan Disiplin Aparatur

4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 5. Rehabilitasi Hutan dan Lahan

6. Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Hutan 7. Perencanaan dan Pengembangan Hutan

8. Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian / Perkebunan)

9. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/ Perkebunan 10. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian / Perkebunan

11. Peningkatan Produksi Pertanian / Perkebunan

Program tersebut di atas dilaksanakan dengan dana yang bersumber dari APBD II, APBD I dan APBN. Adapun rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif untuk tahun 2016 - 2020 dapat dilihat pada tabel 5.1 (terlampir).

(39)

BAB VI

INDIKATOR KINERJA DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD KABUPATEN TANAH

BUMBU TAHUN 2016 - 2021

Indikator kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan merupakan tolak ukur pencapaian pembangunan yang dilaksanakan selama lima tahun periode tahun 2016 - 2021, secara bersama-sama pemerintah daerah dan masyarakat dengan memperhatikan konstribusi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten, serta pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten Tanah Bumbu. Indikator kinerja tersebut merupakan implementasi dari target pencapaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.

Indikator kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang mengacu pada tujuan dan sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2016 - 2021 sebagaimana tabel 6.1 terlampir.

(40)

BAB VII

KAIDAH PELAKSANAAN

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu, merupakan penjabaran dari visi dan misi Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu.

Renstra Dinas Kehutanan dan Perkebunan untuk tahun 2016 - 2021, dimaksudkan untuk memberikan arah pembangunan kehutanan dan perkebunan untuk periode 5 (lima) tahun ke depan dan merupakan pedoman bagi penyusunan rencana kerja tahunan (Renja).

Renstra ini dikomunikasikan kepada seluruh pimpinan dan staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu. Hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan seluruh anggota organisasi mewujudkan visi dan misi, sehingga seluruh program kegiatan yang direncanakan terlaksana, terkoordinasi dan dilakukan secara sinergis berkesinambungan.

Dengan dirumuskannya Rencana Strategis (Renstra) ini, dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk semua penetapan Rencana Kerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu periode 2016 – 2021.

Dalam pelaksanaan Renstra senantiasa dilakukan pengawasan dan evaluasi sebagai wujud penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan dan good governance. Pencapaian kinerja pelayanan sebagaimana tugas pokok dan fungsi yang berkaitan dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan merupakan bagian pencapaian kinerja dan pertanggungjawaban kepada Bupati dan Wakil Bupati serta secara moral dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.

Gambar

Tabel 1.1 Asset /Modal Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Tabel 2.3 FORMULASI STRATEGI SWOT

Referensi

Dokumen terkait

Renstra SKPD ini memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Kecamatan Bojonggede

Renstra SKPD ini memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi Kecamatan

Rencana Strategis (RENSTRA) Sekretariat DPRD Kabupaten Soppeng merupakan dokumen perencanaan 5 (lima) tahunan yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, strategi,

Indikator Kinerja Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tasikmalaya pada periode 2011-2015 disusun sebagai salah satu tolok ukur pencapaian kinerja terhadap

Secara umum materi Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas Tahun 2010-2015 berisi tentang visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan,

Renstra Kecamatan Ngemplak memuat rumusan visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan tugas dan fungsi

T-IV.C.26 Tujuan, Sasaran, Strategis dan Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Visi : "Terwujudnya Riau Yang Berdaya Saing, Sejahtera, Bermartabat dan Unggul di Indonesia"

Rencana Strategis (RENSTRA) 2016 – 2021 Kecamatan Mantup 7 perangkat daerah untuk 5 (lima) tahun kedepan, yang menggambarkan visi, misi, strategi atau kebijakan umum