PRIORITAS
DAN
SASARAN
PEMBANGUNAN
DAERAH
4.1.
Tujuan
dan
Sasaran
Pembangunan
Sebagai wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam melaksanakan
pembangunan di (almahera Selatan, maka dalam RPJMD Kabupaten (almahera
Selatan tahun
‐
ditetapkan Visi dan Misi pembangunan daerah. Untuk
merealisasikan Visi dan Misi tersebut, maka dirumuskan tujuan dan sasaran
strategis pembangunan daerah yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke
depan. Tujuan dan sasaran strategis dirumuskan untuk memberikan arah terhadap
program pembangunan daerah serta dalam rangka memberikan kepastian
operasionalisasi dan keterkaitan antara misi dengan program pembangunan
sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang ukuran‐ukuran terlaksananya
misi dan tercapainya visi.
Persoalan dan dimensi pembangunan yang dihadapi selalu berubah dan
makin kompleks. Permasalahan dan tuntutan pembangunan yang dihadapi akan
bertambah banyak, sedangkan kemampuan dan sumber daya pembangunan yang
tersedia cenderung terbatas. Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten
(almahera Selatan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
yang tersedia untuk memenuhi tuntutan yang tidak terbatas dengan membuat
pilihan dalam bentuk skala prioritas. Dalam menentukan pilihan tersebut,
pemerintah bersikap realistis, dengan tidak membuat sasaran‐sasaran yang sejak
semula disadari tidak bisa dipenuhi.
Tujuan dan sasaran pembangunan sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD
Kabupaten (almahera Selatan tahun
‐
diuraikan sebagai berikut :
Tabel
4.1
Tujuan
dan
Sasaran
Pembangunan
Daerah
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Tahun
2010
2015
No
Misi
Tujuan
Sasaran
I
Mewujudkan
suasana
yang
aman
dan
damai
dalam
kehidupan
bermasyarakat
dilandasi
nilai
‐
nilai
keagamaan
yang
universal.
1.
Terpeliharanya
situasi
keamanan
yang
kondusif
di
Halmahera
selatan
1) Meningkatnya
kepatuhan
masyarakat
terhadap
peraturan
perundangan
2)
Terciptanya
kondisi
yang
aman
diseluruh
wilayah
Halmahera
Selatan
3)
Meningkatnya
profesionalitas
aparat
penegak
hukum
Pemda.
2.
Terciptanya
kehidupan
sosial,
ekonomi,
budaya
dan
politik
yang
serasi
dan
harmonis
Meningkatnya
partisipasi
masyarakat
dalam
kehidupan
sosial
ekonomi
dan
politik.
3.
Terwujudnya
tata
kehidupan
yang
religius
dan
berbudaya
1) Meningkatnya
aktivitas
keagamaan
dimasyarakat
2)
Meningkatnya
aktivitas
pembinaan
keagamaan
di
sekolah.
3)
Terpeliharanya
seni
dan
kebudayaan
daerah
4.
Terwujudnya
masyarakat
yang
memiliki
ketahanan
yang
tinggi
terhadap
isu
dan
provokasi
yang
tidak
bertanggung
jawab.
1) Meningkatnya
ketahanan
masyarakat
terhadap
bahaya
konflik
SARA
2)
Meningkatnya
pengaruh
tokoh
agama
dalam
menjaga
keharmonisan
masyarakat
5.
Terwujudnya
kemudahan
umat
beragama
dalam
menjalankan
ibadahnya
dan
peningkatan
peran
dan
fungsi
lembaga
keagamaan.
1) Meningkatnya
pelaksanaan
kegiatan
beribadah
2)
Meningkatnya
peran
dan
fungsi
lembaga
keagamaan.
II
Meningkatkan
Sumber
Daya
Manusia
yang
berkualitas
dan
berdaya
saing
1.
Terwujudnya
kesempatan
seluas
‐
luasnya
bagi
masyarakat
untuk
mendapatkan
pelayanan
kesehatan
yang
seoptimal
mungkin
dan
pendidikan
yang
setinggi
‐
tingginya
di
dalam
wilayah
Halmahera
Selatan.
1) Terwujudnya
derajat
kesehatan
yang
tinggi
dan
gizi
yang
cukup
2)
Terwujudnya
kualitas
pendidikan
yang
baik
dan
tinggi.
2.
Terwujudnya
keberadaan
SDM
pelayanan
kesehatan
dan
pendidikan
yang
cukup
di
seluruh
wilayah
Halmahera
Selatan
1) Terpenuhinya
kebutuhan
SDM
untuk
pelayanan
kesehatan
2)
Terpenuhinya
kebutuhan
SDM
untuk
pelayanan
pendidikan
3.
Terwujudnya
fasilitas
pengembangan
SDM
sesuai
dengan
potensinya
1) Tersalurnya
potensi
dan
bakat
olah
raga
dan
seni
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
No
Misi
Tujuan
Sasaran
4.
Terwujudnya
peningkatan
kesejahteraan
keluarga
1) Meningkatnya
peran
perempuan
dalam
bidang
politik,
ekonomi
dan
sosial
2)
Meningkatnya
perlindungan
perempuan
dan
anak.
3)
Meningkatnya
pelayanan
KB
dan
keluarga
sejahtera
4)
Meningkatnya
pelayanan
bantuan
sosial.
III
Mewujudkan
ekonomi
kerakyatan
berbasis
pengelola
an
Sumber
Daya
Kepulauan
yang
berdaya
saing
1.
Terwujudnya
optimalisasi
pengelolaan
sumber
daya
alam
kelautan,
pertambangan,
kehutanan
dan
perkebunan
1) Meningkatnya
hasil
produksi
dan
nilai
investasi
bidang
kelautan
dan
perikanan
2)
Meningkatnya
hasil
produksi
di
bidang
sumber
daya
alam
lainnya,
3)
Meningkatnya
nilai
investasi
pengelolaan
sumber
daya
alam
lainnya
2.
Terwujudnya
keberdayaan
masyarakat
perdesaan
di
bidang
ekonomi
melalui
pemerataan
pembangunan
daerah.
1) Terwujudnya
penanggulangan
kemiskinan
dan
pengangguran
yang
merata
2)
Terciptanya
pemberdayaan
ekonomi
masyarakat
pedesaan
yang
merata
3.
Menyediakan
lembaga
keuangan
mikro
syariah
yang
mudah
diakses.
Tersedianya
lembaga
keungan
mirko
syariah.
4.
Terlaksananya
kegiatan
dan
usaha
perdagangan
serta
pelayanan
jasa
yang
efisien.
Terciptanya
iklim
usaha
perdagangan
dan
jasa
yang
kondusif.
IV
Mewujudkan
tata
kelola
pemerintahan
daerah
yang
bersih
dan
professional
1.
Terwujudnya
sinergitas
antara
pelaku
pembangunan
daerah
dan
dengan
pemerintah
daerah
1) Selarasnya
pembangunan
Halmahera
Selatan
dengan
pembangunan
provinsi
Maluku
Utara
dan
nasional
2)
Terakomodirnya
aspirasi
semua
pemangku
kepentingan
ke
dalam
rencana
dan
pelaksanaan
pembangunan
daerah.
2.
Terlaksananya
tata
pemerintahan
yang
aspiratif,
partisipatif
dan
terpadu
1) Meningkatnya
kualitas
perencanaan
pembangunan
daerah
2)
Meningkatnya
kualitas
data
dan
informasi
3)
Meningkatnya
kualitas
pengelolaan
keuangan
daerah
4)
Meningkatnya
kualitas
pengawasan
terhadap
pelaksanaan
No
Misi
Tujuan
Sasaran
3.
Pengadaan
aparatur
pemerintah
daerah
yang
berkualitas,
berfungsi
melayani
masyarakat,
profesionaal,
berdaya
guna,
produktif,
transparan
dan
bebas
dari
korupsi
1) Meningkatnya
kualitas
dan
kompetensi
aparatur
dalam
melakukan
pelayanan
pada
masyarakat.
2)
Meningkatnya
kualitas
pengelolaan
kepegawaian.
4.
Mewujudkan
pelayanan
public
yang
prima
dan
berorientasi
pada
rakyat
1) Tersedianya
standar
pelayanan
minmal
(SPM)
dan
standar
operasional
prosedur
(SOP).
2)
Meningkatnya
pelayanan
bidang
kependudukan
dan
catatan
sipil.
3)
Meningkatnya
tata
kelola
kearsipan
derah
dan
setiap
SKPD
4)
Meningkatnya
akses
masyarakat
terhadap
informasi
pembangunan
daerah.
5)
Meningkatnya
minat
baca
masyarakat.
V
Mewujudkan
pembangunan
yang
ramah
lingkungan
dan
berkelanjutan
1.
Mewujudkan
tata
ruang
wilayah
yang
dilaksanakan
secara
benar
dan
konsisten
1) Tersedianya
perda
tentang
RTRW
Kabupaten
dan
derivasinya
2)
Meningkatnya
penataan
kawasan
strategis
kabupaten.
2.
Melaksanakan
tata
kelola
lingkungan
yang
baik
dan
konsisten
1) Terwujudnya
kelestarian
lingkungan
hidup
yang
berkualitas
2)
Meningkatnya
kemampuan
dan
pengetahuan
masyarakat
serta
aparatur
dalam
mitigasi
dan
penanggulangan
bencana.
VI
Mewujudkan
aksesibiltas
infrastruktur
yang
mamadai
dan
merata
1.
Mewujudkan
infrastruktur
yang
layak
bagi
pertumbuhan
ekonomi
Tersedianya
infrastruktur
yang
layak
untuk
aksesibilitas
darat,
laut
dan
udara
2.
Mewujudkan
fasilitas
pemerintahan
yang
layak
Tersedianya infrastruktur
pemerintahan
untuk
pelayanan
prima.
3.
Mewujudkan
kawasan
permukiman
yang
asri
Miningkatnya
lingkungan
perumahan
layak
huni
Sumber : RPJMD Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2010‐2015
Sedang tujuan dan sasaran pembangunan Provinsi Maluku Utara Tahun
‐
9 sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Maluku
Utara Nomor Tahun
sebagai berikut :
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Tabel
4.2
Tujuan
dan
Sasaran
Pembangunan
Daerah
Provinsi
Maluku
Utara
Tahun
2014
2019
No
Misi
Tujuan
Sasaran
1
Membangun
masyarakat
Maluku
Utara
yang
berkualitas
dan
mandiri
(Misi
Cerdas).
1.
Meningkatkan
kualitas
SDM,
sarana
dan
prasarana
pendidikan
1) Meningkatnya
kualitas
SDM
2)
Bertambahnya
sarana
dana
prasarana
disemua
jenjang
dan
jenis
pendidikan
2.
Mewujudkan
masyarakat
yang
sehat,
mandiri
dan
berkeadilan
3) Terwujudnya
derajat
kesehatan
masyarakat
yang
setinggi
‐
tingginya,
mandiri
dan
berkeadilan
4)
Meningkatnya
kualitas
pelayanan
kesehatan
dasar
dan
lanjutan
yang
mendukung
pelayanan
kesehatan
di
kabupaten/kota.
2
Mendorong
pertumbuhan,
stabilitas
dan
pendistribusian
pembangunan
ekonomi
secara
adil
dan
merata
serta
peningkatan
nilai
tambah
produksi
melalui
pemanfaatan
sumber
daya
alam
secara
ber
kelanjutan
(Misi
Indah)
1.
Memperluas
kegiatan
usaha
barang
dan
jasa
secara
efisien
serta
mewujudkan
swasembada
pangan
dan
industri
yang
berbasis
SDA.
1) Terlaksananya
kegiatan
usaha
barang
dan
jasa
secara
efisien
serta
terwujudnya
industry
yang
berbasis
Sumber
Daya
Alam.
2)
Tercapainya
usaha
pertanian
yang
mampu
mewujudkan
swasembada
pangan
2. Meningkatkan
penghasilan
masyarakat
dan
lapangan
kerja.
3) Terwujudnya
kemudahan
bagi
masyarakat
dalam
mengakses
sumber
pendanaan
dan
pasar.
4)
Meningkatnya
lapangan
kerja
yang
berpihak
pada
tenaga
kerja
lokal
dan
membaiknya
pendapatan
perkapita.
3. Mewujudkan
kualitas
lingkungan
hidup
yang
berkelanjutan.
5) Terwujudnya
lingkungan
hidup
yang
berkesinambungan
dan
berkualitas
3
Mempercepat
pembangunan
infrastruktur
untuk
menunjang
pengembangan
ekonomi
wilayah
(Misi
Nikmat)
1.
Meningkatnya
sistem
pelayanan
jaringan
jalan.
1) Terlaksananya
pengembangan
jaringan
jalan
yang
menjangkau
Kawasan
Strategis
Provinsi
(KSP)
2.
Meningkatkan
konservasi
dan
pemanfaatan
sumber
daya
air,
serta
pengendalian
daya
rusak
air.
2) Terlaksananya
pemanfaatan
dan
pengelolaan
sarana
dan
prasarana
SDA
3)
Terlindunginya
wilayah
permukiman
dari
daya
rusak
air
3.
Meningkatkan
kualitas
pelayanan
jasa
transportasi
4) Mewujudkan
sistem
transportasi
wilayah
4.
Meningkatkan
sarana
dan
prasarana
perkotaan
dan
perdesaan
5) Meningkatnya
pelayanan
air
minum
dan
akses
terhadap
sanitasi
layak
No
Misi
Tujuan
Sasaran
5.
Melaksanakan
pengembangan
perumahan
dan
kawasan
permukiman
6) Meningkatnya
kualitas
perumahan
dan
permukiman
6.
Meningkatkan
layanan
listrik
dan
telekomunikasi
7) Meningkatnya
jangkauan
layanan
listrik
8)
Meningkatnya
layanan
telekomunikasi
7.
Meningkatkan
kualitas
penyelenggaraan
penataan
ruang
9) Optimalisasi
fungsi
perencanaan
dan
pengendalian
penataan
ruang
4
Membangun
kehidupan
beragama
dan
berbudaya
yang
menjadi
inspirasi
bagi
kebangkitan
diseluruh
sektor
kehidupan
masyarakat
Maluku
Utara
(Misi
Taqwa)
1.
Mewujudkan
suasana
kehidupan
masyarakat
yang
relegius
serta
meningkatkan
kepedulian
sosial
1) Terwujudnya
tata
kehidupan
masyarakat
yang
relegius.
2)
Meningkatnya
kehidupan
dan
kepedulian
sosial,
3)
Terwujudnya
kemudahan
umat
beragama
dalam
menjalankan
ibadah
dan
meningkatkan
peran
serta
fungsi
lembaga
keagamaan.
2.
Mengembangkan
seni
dan
budaya.
4) Terwujudnya
seni
dan
budaya
yang
relegius,
tangguh,
disiplin,
kuat,
inovatif
dan
kreatif.
5
Memperbaiki
tata
kelola
pemerintahan
untuk
mewujudkan
pemerintahan
yang
melayani,
bersih
dan
berwibawa
(Misi
Aman)
1.
Menciptakan
organisasi
yang
menjalankan
fungsi
pelayanan,
professional,
berdaya
guna,
produktif,
aspiratif,
partisipatif,
terpadu,
transparan
dan
bebas
dari
KKN.
1) Terwujudnya
organiasi
yang
tepat
fungsi
dan
tepat
ukuran
(
rightsizing
).
2)
Tersedianya
e‐database
pada
SKPD
yang
berbasis
geospasial.
3)
Meningkatnya
sistem
prosedur
dan
tata
kerja
yang
jelas,
efektif,
efisien,
terukur
dan
sesuai
dengan
prinsip
‐
prinsip
good governance
.
2.
Mewujudkan
pelayanan
publik
yang
prima.
4) Meningkatnya
aparatur
yang
berintegritas,
netral,
kompeten,
kapabel,
professional,
berkinerja
tinggi
dan
sejahtera.
5)
Meningkatnya
pelayanan
prima
yang
berorientasi
pada
masyarakat
dan
dunia
usaha.
3.
Meningkatkan
sinergitas
dan
koordinasi
antara
pemerintah
pusat,
provinsi
dan
kabupaten/kota
6) Terwujdunya
sinergitas
dan
koordinasi
dalam
pelaksanaan
pembangunan
antara
pemerintah
pusat,
provinsi
dan
kabupaten/kota
4.
Miningkatkan
kapasitas,
akuntabilitas
dan
kinerja
birokrasi
7) Meningkatnya
kapasitas,
akuntabilitas
dan
kinerja
birokrasi
Sumber : RPJMD Provinsi Maluku Utara Tahun 2014‐2019
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
4.2.
Prioritas
Pembangunan
Daerah
Prioritas Pembangunan Daerah merupakan agenda tahunan pembangunan
daerah yang menjadi benang merah/tonggak capaian antara
milestones
menuju
pencapaian sasaran lima tahunan dalam RPJMD melalui rencana program
pembangunan daerah tahunan. Prioritas pembangunan merupakan jawaban atas
sasaran pembangunan daerah yang ingin dicapai dalam bentuk pernyataan yang
mengandung komponen program prioritas atau gabungan program prioritas.
Prioritas pembangunan daerah pada dasarnya berisi program‐program
unggulan SKPD terpilih yang paling tinggi relasinya
leading
indicators
bagi
tercapainya target sasaran pembangunan daerah tahun rencana. Dalam
menentukan prioritas pembangunan, terlebih dahulu dilakukan identifikasi
permasalahan pembangunan daerah yang bersifat internal maupun eksternal.
Setelah diketahui faktor penyebab atau pemicu secara internal maupun eksternal
kemudian dapat disusun prioritas dan sasaran pembangunan beserta program
prioritas.
Dengan demikian, suatu program pembangunan daerah merupakan program
atau sekumpulan program unggulan kepala daerah yang berhubungan dengan janji
politik kepala daerah pada saat pilkada dan hasil perumusan teknokratis terkait.
Tidak semua program prioritas dapat menjadi prioritas pembangunan
daerah, karena menyangkut keterbatasan anggaran dan identifikasi masalah. Suatu
prioritas pembangunan dimasa lalu yang telah berhasil dicapai, tidak lagi
diprioritaskan dimasa berikutnya, walau tetap harus dijaga kesinambungannya
(performance
maintenance).
Suatu prioritas pembangunan daerah juga dapat dikategorikan sebagai
operasionalisasi dari tujuan strategik daerah mengingat urgensi daya ungkit pada
kesejahteraan dan cakupan pembangunannya. Sebagai suatu
strategic
, pengelolaan
kinerja menjadi faktor utama bagi kepemimpinan daerah.
Metodologi penyusunan prioritas, dengan memperhatikan beberapa kriteria,
antara lain:
a
Korelasinya terhadap pencapaian prioritas dan sasaran pembangunan
nasional, seperti terhadap MDGs, Standar Pelayanan Minimal, pengentasan
kemiskinan, penciptaan lapangan kerja.
b
Korelasinya terhadap pencapaian visi dan misi Kepala Daerah.
c
Korelasinya terhadap pengembangan sektor/bidang yang terkait keunggulan
kompetitif daerah.
d
Korelasinya terhadap isu strategis daerah.
Prioritas pembangunan pada tahun
sebagai tahun pertama RPJMD
tahun
‐
, mengutamakan peningkatan )ndeks Pembangunan Manusia
Kabupaten (almahera Selatan yang masih jauh dibawah rata‐rata provinsi Maluku
Utara atau Nasional termasuk pemenuhan pencapaian Standar Pelayanan Minimal
SPM , percepatan Pembangunan )nfrastruktur yang dapat mendorong
pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi dan pemasaran komoditi unggulan
(almahera Selatan, peningkatan kualitas lingkungan hidup serta reformasi
birokrasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan, dengan demikian diharapkan
akan berdampak pada peningkatan Daya Saing Daerah.
Memperhatikan hasil evaluasi, isu strategis, rancangan kerangka ekonomi
daerah dan pendanaan, serta dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran
pembangunan daerah Kabupaten (almahera Selatan serta tujuan dan sasaran
pembangunan Nasional maupun Provinsi Maluku Utara, maka ditetapkan tema
pembangunan Kabupaten (almahera Selatan Tahun
adalah :
“
PENINGKATAN
DAYA
SAING
DAERAH
“
Melalui tema pembangunan ini Pemerintah Kabupaten (almahera Selatan
mengajak peran serta aktif seluruh pemangku kepentingan di (almahera Selatan
terutama dunia usaha dan masyarakat untuk bersama‐sama mempercepat
perwujudan (almahera Selatan sebagai Kabupaten Kepulauan yang
Adil
dan
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
dalam RPJP Daerah Kabupaten (almahera Selatan Tahun
‐
. Untuk
menjawab tantangan dan isu strategis serta sesuai dengan tema di atas, maka
rancangan prioritas pembangunan daerah tahun
Kabupaten (almahera
Selatan sebagai berikut :
1.
Percepatan
pembangunan
infrastruktur
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian
RKPD 2013
Target RPJMN
2019
Target RKPD
2016
Laju
Pertumbuhan
Ekonomi
(LPE)
6,46
%
8,0
%
6,3
–
6,6
%
Kondisi
Mantap
Jalan
Kabupaten
N/A
100
%
70
%
Rasio
elektrifikasi
75,01
%
96,6
%
88,00
%
Akses
Air
Minum
Layak
37,72
%
100
%
50,0
%
Akses
Sanitasi
Layak
42,21
%
100
%
55,0
%
Akses
pelabuhan
50
%
N/A
80
%
Wilayah Halmahera Selatan yang dapat diakses
telekomunikasi
40
%
Kab/Kota
terjangkau
Broadband
100%
60
%
2.
Pengembangan
investasi
dan
pemasaran
komoditas
unggulan
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian
RKPD 2013
Target RPJMN
2019
Target RKPD
2016
Laju
Pertumbuhan
Ekonomi
(LPE)
6,46
%
8,0
%
6,3
–
6,6
%
PDRB
atas
dasar
Harga
Konstan
(HK)
Rp
675,74
M
Rp
‐‐‐‐‐‐
Rp
825
Milyar
PDRB
per
Kapita
atas
dasar
Harga
Konstan
(HB)
Rp
3,2
juta
Rp
6,0
juta
Rp
4,0
juta
Nilai
Investasi
(PMDN
+
PMA)
Nilai
ekspor
komoditas
Rp
.
Rp
.
Rp
.
3.
Penanggulangan
Kemiskinan,
Ketahanan
Pangan
dan
Perlindungan
Sosial
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian
RKPD 2013
Target RPJMN
2019
Target RKPD
2016
Prosentase
penduduk
miskin
6,04
%
7,0
%
‐
8,0
%
6,0
%
Tingkat
Pengangguran
Terbuka
(TPT)
4,14
%
4,0
%
‐
5,0
%
4,0
%
Kepesertaan
Jaminan
Kesehatan
N/A
96,6
%
75,0
%
4.
Pengembangan
Sumber
Daya
Manusia
yang
berkualitas
dan
berdaya
saing
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian
RKPD 2013
Target RPJMN
2019
Target RKPD
2016
Indeks
Pembangunan
Manusia
69,45
76,30
71,00
Usia
Harapan
Hidup
66,30
Thn
N/A
66,85
Thn
Angka
Melek
Huruf
96,27
%
96,10
%
97,50
%
Rata
‐
rata
Lama
Sekolah
penduduk
usia
di
atas
15
tahun
7,70
Thn
8,8
Thn
8,0
Thn
Pengeluaran
riil
yang
disesuaikan
(per
bulan)
Rp
611.910
N/A
Rp
635.000
5.
Pemantapan
tata
kelola
pemerintahan
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian RKPD
2013
Target RPJMN 2019
Target RKPD
2016
Kinerja
Pemerintah
Daerah
?
Kab/Kota
50%
dengan
Kinerja
Baik
Baik
Rata
‐
rata
Indeks
Kepuasan
Masyarakat
Baik
(2
SKPD)
N/A
Baik
(4
SKPD)
Opini
atas
LKPD
WDP
60%
Kab
capai
WTP
WTP
Tingkat
Pendidikan
Aparatur
Pemda
S1,
S2
dan
S3
N/A
50,0
%
40
%
Rasio
PAD
terhadap
total
Pendapatan
APBD
4,65
%
11,00
%
7,50
%
6.
Pengelolaan
Sumber
Daya
Alam
yang
Berkelanjutan
Target Kinerja
:
Indikator
Capaian
RKPD 2013
Target RPJMN
2019
Target RKPD
2016
Indeks
Kualitas
Lingkungan
Hidup
(IKLH)
N/A
66,5
–
68,5
45,0
–
50,0
Tingkat
waktu
tanggap
(response
time
rate)
kurang
dari
24
jam
terhadap
Bencana
100
%
N/A
100
%
Ketaatan
terhadap
Rencana
Tata
Ruang
Wilayah
N/A
N/A
Meningkat
Piala
Adipura
‐‐
‐‐
√
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Tabel
4.3
Prioritas
pembangunan
daerah
beserta
indikator
dan
target
capaian
Prioritas Pembangunan
Daerah
Sasaran
Indikator dan Target
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
SKPD Penanggung
jawab
1
2
3
4
5
6
1.Percepatan pembangunan infrastruktur
1.1. Tersedianya infrastruktur yang layak untuk
aksesibilitas darat, laut dan udara
‐Jumlah desa dengan fasilitas dermaga/ tambatan perahu minimal 80%
‐Wilayah Halmahera Selatan yang dapat diakses telekomunikasi 60%
‐ Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perhubungan darat
‐ Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perhubungan laut
‐ Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perhubungan udara
‐ Pengembangan jaringan transportasi antar moda dan antar wilayah
‐ Pengembangan infrastruktur telekomunikasi
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN PRASARANA DAN FASILITAS PERHUBUNGAN
‐ PROGRAM REHABILITASI DAN PEMELIHARAAN PRASARANA DAN FASILITAS LLAJ
‐ POGRAM PENINGKATAN PELAYANAN ANGKUTAN
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA PERHUBUNGAN
‐ PROGRAM PENGENDALIAN DAN PENGAMANAN LALU LINTAS
‐ PROGRAM PENINGKATAN KELAIKAN PENGOPERASIAN KENDARAAN BERMOTOR
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN MEDIA MASSA
‐ Dinas Perhubungan dan Infokom
‐
Rasio panjang jalan kabupaten dengan kondisi baik 50% (Kawasan Kota Labuha 80% dan Kawasan luar Kota Labuha 35%)
‐Jaringan irigasi 100% berfungsi dengan baik.
‐Saluran drainase primer, sekunder dan tersier 80% berfungsi dengan baik.
‐ Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan
‐ Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi dan jaringan pengairan lainnya
‐ PROGRAM PENINGKATAN JALAN DAN JEMBATAN
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN
‐ PROGRAM REHABILITASI / PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE / GORONG‐GORONG
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI, RAWA DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN TURAP / TALUD / BRONJONG
Daerah
Sasaran
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
jawab
1
2
3
4
5
6
1.2. Meningkatnya penataan kawasan strategis kabupaten.
‐ Kegiatan ekonomi dan sosial budaya pada kawasan strategis dan cepat tumbuh meningkat
‐ Pengembangan pusat‐pusat kegiatan/pelayanan dan kawasan strategis kabupaten
‐ Penataan Infrastruktur Kawasan Strategis termasuk Kawasan Perkotaan Labuha
‐ Dukungan Persiapan DOB Kab. Obi Kepulauan
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH TRANSMIGRASI
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN
INFRASTRUKTUR KAWASAN STRATEGIS DAN CEPAT TUMBUH
‐ PROGRAM PERENCANAAN
PENGEMBANGAN KOTA‐KOTA MENENGAH DAN BESAR
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN KAWASAN PERSIAPAN KOTA LAIWUI
‐ Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
‐ DPU
‐ Bappeda
‐ Bag. Pemerintahan Setda
1.3. Meningkatnya perumahan dan kawasan permukiman layak huni.
‐ Proporsi penduduk dengan akses air bersih 65%
‐ Proporsi penduduk dengan akses sanitasi layak 65%
‐ Rumah layak huni 70%
‐ Kawasan kumuh perkotaan dibawah 10%
‐ Kawasan permukiman perdesaan yang layak, sehat, aman dan asri meningkat
‐ Peningkatan kualitas perumahan dan infrastruktur kawasan permukiman
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN AIR MINUM DAN AIR LIMBAH
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN PERUMAHAN
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN
‐ Dinas PU dan Kimpraswil
‐ BAPPEDA
‐ BPMD
1.4. Meningkatnya kunjungan wisatawan
‐ Angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara meningkat
‐ Pengembangan destinasi dan pemasaran kepariwisataan daerah
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA
‐ PROGRAM PEMASARAN DAN PROMOSI PARIWISATA
‐ Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
1.5. Meningkatnya ketersediaan energi listrik
‐ Ketersediaan energy listrik … MW
‐ Rasio elektrifikasi 75%
‐ Peningkatan jumlah pelayanan pengguna listrik
‐ Peningkatan pengguna energi alternative terbarukan
‐ PROGRAM PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG KETENAGALISTRIKAN
‐ PROGRAM DIVERSIFIKASI, INTENSIFIKASI DAN KONSERVASI ENERGI
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Prioritas Pembangunan
Daerah
Sasaran
Indikator dan Target
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
SKPD Penanggung
jawab
1
2
3
4
5
6
1.6. Tersedianya infrastruktur pemerintahan untuk pelayanan publik
‐ Kantor Badan / DInas 30%
‐ Kantor Camat 100%
‐ Kantor Desa 60 %
‐ Peningkatan infrastruktur pemerintahan ( kantor badan/dinas, kantor/rumah dinas camat, kantor UPTD, kantor desa)
‐ PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR
‐ PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMERINTAH DESA
‐ DPU, BPMD, Bag Pemerintahan
2.Pengembangan investasi dan pemasaran komoditas unggulan.
2.1. Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas hasil pertanian, perkebunan dan peternakan
‐ Kelapa 57.000 ton/thn,
‐ Pala 20.000 ton/thn,
‐ Kakao 7.800 ton/thn,
‐ Cengkeh 2.600 ton/thn
‐ Produktufitas tanaman kelapa …. Ton/ha, kakao ,,,, ton/ha, pala …. Ton/ha, cengkeh …. Ton/ha.
‐ Peningkatan produksi dan produktivitas komoditas unggulan Halmahera Selatan
‐ Peningkatan produksi peternakan
‐ Peningkatan penyuluhan pertanian, perkebunan dan peternakan
‐ Ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian dan peternakan
‐ Fasilitasi pengembangan industri pengolahan berbasis SDA
‐ PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN / PERKEBUNAN
‐ PROGRAM PENINGKATAN PEMASARAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN / PERKEBUNAN
‐ PROGRAM PENINGKATAN PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN / PERKEBUNAN
‐ PROGRAM PERENCANAAN
PENGEMBANGAN POTENSI PERKEBUNAN
‐ PROGRAM PEMBERDAYAAN PENYULUH PERTANIAN / PERKEBUNAN LAPANGAN
‐ PROGRAM PEMBERDAYAAN PENYULUH LAPANGAN (SDM)
‐ PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA PETANI DAN APARATUR
‐ PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PRODUKSI PERTANIAN
‐ Bapel P3K
‐ Dinas Pertanian dan Peternakan
‐ Dinas Perkebunan
2.2. Meningkatnya
pengelolaan Sumber daya hutan
‐ DBH dari provisi Sumber Daya Hutan meningkat
‐ Pengembangan pengelolaan dan pemanfaatan hutan (Hasil Kayu, Non Kayu termasuk Jasa Lingkungan)
‐ PROGRAM PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA HUTAN
‐ PROGRAM PEMBINAAN DAN PENERTIBAN INDUSTRI HASIL HUTAN
Daerah
Sasaran
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
jawab
1
2
3
4
5
6
2.3. Meningkatnya nilai
investasi sektor pertambangan
‐ Nilai Investasi Sektor Pertambangan meingkat
‐ Kontribusi sektor
pertambangan terhadap PDRB sebesar 1,5 %
‐ Perluasan kerjasama dengan swasta
‐ Fasilitasi Pengembangan Industri Pertambangan di Obi
‐ PROGRAM PEMBINAAN DAN
PENGAWASAN BIDANG PERTAMBANGAN
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA GEOLOGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
‐ Dinas Pertambangan dan Energi
2.4. Meningkatnya hasil
produksi dan nilai investasi bidang kelautan dan perikanan
‐ Produksi Perikanan Tangkap 48.000 ton/thn
‐ Produksi Budidaya KJA Kerapu 5.000 ton/thn
‐ Produksi Perikanan Budidaya 8.500 ton/thn
‐ Produksi Budidaya Rumput Laut 3.500 ton/thn
‐ Perbaikan dan peningkatan infrastruktur kelautan dan perikanan
‐ Perluasan jaringan distribusi dan pemasaran hasil kelautan dan perikanan
‐ Meningkatkan pengembangan produksi perikanan dan kelautan
‐ Revitalisasi
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM PENYULUH PERIKANAN
‐ PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR
‐ PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN DAN
PENGENDALIAN SUMBERDAYA KELAUTAN
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN BUDI DAYA PERIKANAN
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP
‐ PROGRAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PLBPM) DAN PNPM
‐ PROGRAM OPTIMALISASI PENGOLAHAN DAN PEMASARAN PRODUKSI HASIL PERIKANAN
‐ Bapel P3K
‐ Dinas Kelautan dan Perikanan
2.5. Meningkatnya
kontribusi industri kecil dan menengah serta UMKM dan koperasi terhadap pertumbuhan
‐ Pertumbuhan industri kecil dan menengah 5% per tahun
‐ Kontribusi sektor industri terhadap PDRB 19%
‐ Mengembangakan UMKM dan koperasi
‐ Mengembangkan dunia usaha dan perdagangan
‐ Pembinaan dan pengawasan terhadap industri
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF UMKM
‐ PROGRAM IKLIM USAHA UKM YANG KONDUSIF
‐ PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KELEMBAGAAN KOPERASI DAN UMKM
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH
‐ Dinas PERINDAG
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Prioritas Pembangunan
Daerah
Sasaran
Indikator dan Target
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
SKPD Penanggung
jawab
1
2
3
4
5
6
‐ Kontribusi sektor perdagangan dan hotel terhadap PDRB 29%
‐ Nilai ekspor / perdagangan antar pulau Halmahera Selatan Rp ... (meningkat)
‐ Pengembangan kawasan perdagangan Kota Labuha dan kawasan strategis cepat tumbuh
‐ Fasilitasi pengembangan industri pengolahan berbasis SDA
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN SENTRA‐ SENTRA INDUSTRI POTENSIAL
‐ PROGRAM PENINGKATAN EFISIENSI PERDAGANGAN DALAM NEGERI
‐ PROGRAM PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN PENGAMANAN PERDAGANGAN
‐ PROGRAM PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN EKSPOR
2.6. Meningkatnya
investasi di Halmahera Selatan
‐ Nilai Investasi di Halmahera Selatan Rp …… Milyar (meningkat)
‐ Peningkatan pelayanan perijinan sistem satu atap
‐ Mengembangkan penanaman modal dan investasi daerah
‐ PROGRAM PENINGKATAN, PENGENDALIAN, PENGAWASAN DAN PENATAAN PERIZINAN TERPADU
‐ KP2T
3.Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing.
3.1. Meningkatnya akses dan kualitas
‐ Pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD)
‐ Pengembangan pendidikan dasar.
‐ Pengembangan Pendidikan menengah dan kejuruan
‐ Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan
‐ Perbaikan manajemen pendidikan
‐ Pembinaan Sekolah Berbasis Nilai (PSBN)
‐ Pengembangan pendidikan Non formal
‐ PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
‐ PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR SEMBILAN TAHUN
‐ PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH
‐ PROGRAM PENDIDIKAN NON FORMAL
‐ PROGRAM MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN
‐ PROGRAM PENDIDIKAN TINGGI
‐ Dinas Pendidikan / UPTD Diknas / Sekolah
3.2. Terpenuhinya
kebutuhan SDM untuk pelayanan pendidikan
‐ Rasio guru‐murid jenjang SD/MI 1 : 32 ( 1 kelas = 1 guru )
‐ Guru dengan kualifikasi S1 70%
‐ Guru bersertifikasi 80%
‐ Peningkatan jumlah tenaga pendidik dan non
kependidikan yang berkualitas dan merata
‐ Pengembangan Desa Cerdas (Pemuda Penggerak Desa)
‐ PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
‐ PROGRAM PEMUDA PENGGERAK DESA (PPD)
Daerah
Sasaran
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
jawab
1
2
3
4
5
6
3.3. Meningkatnya
pelayanan
perpustakaan daerah
‐ Koleksi buku Perpustakaan Daerah s.d 2016 sebanyak 15.700 eksemplar
‐ Angka kunjungan ke Per‐ pustakaan daerah meningkat
‐ Peningkatan pelayanan perpustakaan daerah
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA BACA DAN PEMBINAAN PERPUSTAKAAN
‐ Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Daerah
3.4. Meningkatnya derajat
kesehatan masyarakat dan terpenuhinya gizi yang cukup
‐ Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani 80%
‐ Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan 90%
‐ Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 100%
‐ Cakupan Balita Gizi buruk mendapat perawatan 100%
‐ Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit TBC BTA 100%
‐ Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit Malaria 80%
‐ Cakupan pelayanan kesehatan rujukan (RSUD) pasien masyarakat miskin 100%
‐ Cakupan kunjungan bayi 90%
‐ Pengembangan jaminan kesehatan masyarakat
‐ Penyediaan obat dan perbekalan kesehatan yang memadai
‐ Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi
‐ Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang berperilaku hidup bersih dan sehat
‐ Mengembangkan sistem rujukan pelayanan kesehatan dan penunjangnya
‐ Peningkatan sarana dan prasarana kesehatan
‐ PROGRAM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN
‐ PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT
‐ PROGRAM PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN
‐ PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
‐ PROGRAM PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
‐ PROGRAM PENGEMBANGAN LINGK. SEHAT
‐ PROGRAM PENCEGAHAN DAN
PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR
‐ PROGRAM STANDARISASI PELAYANAN KESEHATAN
‐ PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PENDUDUK MISKIN
‐ PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA
PUSKESMAS/PUSTU DAN JARINGANNYA
‐ PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU‐PARU/RUMAH SAKIT MATA
‐ PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA
‐ PROGRAM PENINGKATAN KESELAMATAN IBU MELAHIRKAN DAN ANAK
‐ PROGRAM KEMITRAAN PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN
‐ Dinas Kesehatan
‐ RSUD
RKPD
Tahun
2016
Kabupaten
Halmahera
Selatan
Prioritas Pembangunan
Daerah
Sasaran
Indikator dan Target
Sasaran
Arah Kebijakan
Program Prioritas
SKPD Penanggung
jawab
1
2
3
4
5
6
3.5. Terpenuhinya
kebutuhan SDM untuk pelayanan kesehatan
‐ Rasio tenaga dokter tetap per PKM 100%
‐ Rasio tenaga bidan/perawat tetap per desa 100%
‐ Peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang berkualitas dan merata
‐ PROGRAM KEMITRAAN PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN
‐ Dinas Kesehatan / BKD
3.6. Tersalurnya potensi
serta bakat olah raga dan seni
‐ Partisipasi masyarakat dalam pengembangan olah raga dan seni meningkat.
‐ Peningkatan partisipasi pemuda dalam
mengembangkan prestasi olahraga
‐ Peningkatan kegiatan olahraga dan seni
‐ PROGRAM PEMBINAAN DAN
PENGEMBANGAN OLAH RAGA DAN SENI
‐ Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga
3.7. Tersalurnya potensi
serta bakat kewirausahaan pemuda
‐ Partisipasi pemuda dalam kewirausahaan meningkat
‐ Penyediaan prasarana dan sarana pendidikan dan pelatihan kewirausahaan
‐ Peningkatan kerjasama dengan swasta / dunia usaha
‐ PROGRAM PENINGKATAN PERAN SERTA KEPEMUDAAN
‐ Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga
3.8. Meningkatnya
perlindungan terhadap perempuan dan anak
‐ Cakupan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan yang mendapatkan penanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu min. 30%
‐ Cakupan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Yang mendapatkan Layanan Bantuan Hukum minimal 30%
‐ Cakupan layanan pemulangan bagi perempuan dan anak korban kekerasan minimal 50%
‐ Penegakan hukum KDRT dan perlindungan anak
‐ Penerapan perlindungan anak di bawah umur
‐ PROGRAM PENINGKATAN KULITAS HIDUP DAN PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK