Sistem Pengawasan Internal Gaji Dan Upah Pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Medan

Teks penuh

(1)

BAB II

PT. PERKEBUNAN NUSANTARA II (PERSERO) MEDAN

A. Sejarah Ringkas

Perusahaan Perseroan PT Perkebunan II bergerak dibidang usaha Pertanian

dan Perkebunan didirikan dengan Akte Notaris GHS Loemban Tobing, SH No. 12

tanggal 5 April 1976 yang diperbaiki dengan Akte Notaris No. 54 tanggal

21 Desember 1976 dan pengesahan Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan

No. Y.A. 5/43/8 tanggal 28 Januari 1977 dan telah diumumkan dalam Lembaran

Negara No. 52 tahun 1978 yang telah didaftarkan kepada Pengadilan Negeri Tingkat I

Medan tanggal 19 Pebruari 1977 No. 10/1977/PT. Perseroan Terbatas ini bernama

Perusahaan Perseroan (Perseroan) PT Perkebunan II disingkat “PT Perkebunan II”

merupakan perubahan bentuk dan gabungan dari PN Perkebunan II dengan PN

Perkebunan Sawit Seberang.

Pendirian perusahaan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan ketentuan-ketentuan

dalam Undang-Undang No. 9 tahun 1969, Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 1969

tentang Perusahaan Perseroan dan Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1975.

Pada tahun 1984 menurut Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang

Saham, Akte Pendirian tersebut diatas telah dirubah dan diterangkan dalam Akte

(2)

dengan Akte Nomor 26 tanggal 8 Maret 1985 dengan persetujuan Menteri

Kehakiman Nomor C2-5013-HT.0104 tahun 1985 tanggal 14 Agustus 1985.

Sesuai dengan Keputusan Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham tanggal

20 Desember 1990 Akte tersebut mengalami perubahan kembali dengan Akte Notaris

Imas Fatimah Nomor 2 tanggal 1 April 1991 dengan persetujuan Menteri Kehakiman

Nomor C2-4939-HT.01.04TH-91 tanggal 20 September 1991.

Pada tanggal 11 Maret 1996 kembali diadakan reorganisasi berdasarkan nilai

kerja dimana PT Perkebunan II dan PT Perkebunan IX yang didirikan dengan Akte

Notaris GHS. Loemban Tobing, SH Nomor 6 tanggal 1 April 1974 dan sesuai dengan

Akte Notaris Ahmad Bajumi, SH Nomor 100 tanggal 18 September 1983 dilebur dan

digabungkan menjadi satu dengan nama PT Perkebunan Nusantara II yang dibentuk

dengan Akte Notaris Harun Kamil, SH Nomor 35 tertanggal 11 Maret 1996.

Akte pendirian ini kemudian disyahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan

Surat Keputusan No. C2.8330.HT.01.01.TH.96 dan diumumkan dalam Berita Negera

RI Nomor 81. Pendirian Perusahaan yang merupakan hasil peleburan PTP-II dan

PTP-IX berdasarkan Peraturan Pemerintah Ri Nomor 7 tahun 1996. Kemudian pada

tanggal 8 Oktober 2002 terjadi perubahan modal dasar perseroan sesuai Akte Notaris

Sri Rahayu H. Prastyo, SH.1:34 PM 7/21/2008.

B. Struktur Organisasi dan Personalia

Struktur organisasi merupakan suatu sistematika penyusunan kedudukan

(3)

9

tanggung jawab dari masing-masing bagian karyawan yang disesuaikan dengan

keahliannya yang dibentuk berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Struktur organisasi bertujuan untuk mendapatkan suatu sistem kerjasama antar

karyawan dengan baik dan berguna bagi perusahaan. Agar mempermudah

pengawasan, atasan memberikan pekerjaan yang layak kepada seluruh karyawan

sesuai dengan keahlian karyawan.

Struktur organisasi biasanya melibatkan pembentukan divisi-divisi,

departemen-departemen ataupun cabang-cabang fungsional. Unit-unit tersebut dibuat

untuk memungkinkan spesialisasi tenaga kerja. Struktur organisasi juga memotivasi

karyawan untuk bekerja sama demi kebaikan perusahaan.

(4)
(5)

C. Job Description

Job description merupakan pelaksanaan tugas-tugas, wewenang, dan

tanggung jawab setiap kepala bagian yang dilakukan berdasarkan pembagian

tugas dari masing-masing bagian. Berikut ini penulis akan menjelaskan struktur

organisasi pada PTP. Nusantara II (Persero) Medan yang akan disajikan dalam

daftar lampiran (Lampiran 1). Adapun yang akan dijelaskan adalah tugas utama,

serta tanggung jawab masing-masing bagian sebagai berikut:

1. Direktur Utama a. Tugas Utama

Di bawah ini adalah tugas utama dari Direktur Utama:

1) Melaksanakan fungsi–fungsi manajemen sebagai kepala pimpinan

perusahaan.

2) Sebagai pengendali perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan

yaitu memperoleh laba sebesar-besarnya.

3) Sebagai pemimpin dalam kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham

(RUPS).

4) Sebagai pengendali kegiatan promosi, mutasi karyawan.

5) Menjalin kerjasama antar stakeholders.

b. Tanggung Jawab

Selain tugas dan wewenang, Direktur Utama juga mempunyai tanggung

jawab sebagai berikut :

1. Dewan Direksi harus bertanggung jawab terhadap kegiatan

operasional perusahaan.

(6)

2. Dewan Direksi bertanggung jawab kepada dewan komisaris.

3. Mempertanggungjawabkan keputusan yang telah dibuat dalam rapat

RUPS.

4. Dewan Direksi bertanggung jawab terhada dewan komisaris.

5. Dewan Direksi bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatannya.

2. Direktur Produksi a. Tugas Utama

Di bawah ini merupakan tugas utama dari Direktur Produksi :

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional

bidang tanaman, teknik, pengolahan mutu dan lingkungan sesuai

dengan rencana untuk pencapaian.

2. Mengevaluasi dan menyempurnakan sistem kerja (proses bisnis)

bidang produksi.

3. Mengendalikan biaya produksi serta investasi sarana/pra sarana

produksi pada tingkat yang efektif dan efisien.

4. Melaksanakan sistim penilaian kerja bagi Sumber Daya Manusia

(SDM) dibidang produksi.

b. Tanggung Jawab

Selain memiliki tugas utama dan wewenang, Direktur Produksi Perusahaan

juga mempunyai tanggung jawab :

1. Mewakili perusahaan baik di dalam maupun diluar Pengadilan serta

melakukan yang berhubungan dengan tanaman, teknik, pengolahan,

(7)

13

2. Menandatangani Dokumen dan Surat-Surat Berharga, surat-surat

keputusan.

3. Menjalin koordinasi untuk dan atas pelaksanaan tugas dan tanggung

jawabnya dengan pejabat dan instansi terkait lainnya.

4. Membimbing,membina dan mengembangkan karyawan bawahannya.

3. Direktur Pemasaran dan RENBANG a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari Direktur Pemasaran dan Renbang:

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional

bidang Pemasaran produk, perencanaan dan pengkajian.

2. Mengendalikan sistem persediaan hasil produk.

3. Mengembangkan dan membina hubungan baik dengan mitra bisnis

serta mitra aliansi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari Direktur Pemasaran dan

Renbang:

1. Menjalin koordinasi untuk dan atas tugas dan tanggung jawabnya

dengan pejabat dan instansi terkait.

2. Menilai prestasi kerja Kepala Bagian yang merupakan bawahannya

langsung, serta mengevaluasi hasil penilaian prestasi kerja Kepala

urusan yang diajukan oleh Kepala Bagian bawahannya.

3. Menginformasi kebutuhan pasar secara berkesinambungan kepada

(8)

4. Direktur Keuangan a. Tugas Utama

Di bawah ini merupakan tugas utama Direktur Keuangan:

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan operasional

bidang Akuntansi dan Pembiayaan sesuai dengan rencana.

2. Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan penggunaan anggaran

yang telah disediakan untuk Direktorat Keuangan.

3. Mewujudkan sistem informasi manajemen yang transparan dan akuntabel

serta tepat waktu.

b. Tanggung Jawab

Adapun tanggung jawab dari Direktur Keuangan adalah :

1. Menilai prestasi kerja Kepala Bagian Akuntansi dan Teknologi

Informasi, Kepala Bagian Pembiayaan, dan Kepala Bagian Pengadaan.

2. Menetapkan sistem sarana dan prasarana informasi melalui teknologi

informasi yang ter-integrasi berbasis Data Base.

5. Direktur SDM/UMUM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama Direktur SDM/UMUM:

1. Merumuskan serta menetapkan kebijakan strategis dan Operasional

Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, Hukum, Pertanahan, Sistem

(9)

15

2. Mengkaji kelayakan usaha dan membina usaha kecil dan koperasi,

serta menyalurkan dana PKBL, terutama di wilayah kerja/sekitar

kebun-kebun PTP Nusantara II.

3. Melaksanakan dan mengevaluasi program peningkatan Quality of Life

karyawan PTP Nusantara II.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari Direktur SDM/UMUM:

1. Menandatangani Dokumen dan Surat-surat Berharga, surat lainnya

yang berhubungan dengan Bidang Sekretariat, Sumber Daya Manusia,

Umum, Hukum dan Pertanahan.

2. Menilai prestasi kerja Manajer dan Kepala Unit bersama Direktur

Produksi.

6. Kepala Bagian Sekretariat a. Tugas Utama

Berikut merupakan tugas utama dari kepala bagian Sekretariat:

1. Membuat Rencana Kerja Anggaran (RKAP) dan Rencana Kerja

Operasional (RKO) bagiannya.

2. Membuat jadwal dan Agenda Rapat.

3. Menghadiri Rapat Direksi dan membuat Berita Acara/Risalah rapat

serta proses pengesahannya.

4. Menyelenggarakan kegiatan ketata usahaan dan tugas-tugas protokoler

(10)

b. Tanggung Jawab

Berikut merupakan tanggung jawab dari kepala bagian Sekretariat:

1. Menjaga kerahasiaan perusahaan.

2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

3. Menyimpan dan mengamankan seluruh dokumen yang bersifat Penting

dan Rahasia.

7. Kepala Bagian Satuan Pengawasan Intern a. Tugas Utama

Dibawah ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Satuan

Pengawasan Intern:

1. Mengusulkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) dan

Rencana Kerja Operasional (RKO) bagiannya.

2. Mengajukan perubahan SE dan SI kepada Direkksi jika dianggap

sudah tidak layak lagi untuk dilaksanakan.

3. Membuat laporan keapada Direktur Utama tentang pelaksanaan tugas

bagian serta memberikan saran-saran perbaikan sistem dan prosedur.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Satuan Pengawasan

Intern:

1. Menyusun kebijakan pengawasan audit (audit policy), Program Kerja

Pengawasan Tahunan (PKTP), program pemeriksaan, evaluasi hasil

pemeriksaan, laporan triwulan dan laporan tahunan bagian satuan

(11)

17

2. Mempelajari peraturan dan perundangan-undangan yang dikeluarkan

pemerintah/instansi yang terkait untuk tujuan peningkatan efektifitas

pengawasan.

8. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengkajian a. Tugas Utama

Adapun tugas utama dari kepala bagian Perencanaan dan Pengkajian

adalah sebagai berikut:

1. Menyusun Rencana dan Strategi perusahaan jangka lima tahun

(RJP Lima Tahun).

2. Membuat profil perusahaan dan norma-norma kerja komoditi

PTP Nusantara II (persero).

3. Membuat laporan hasil pekerjaan Bagian Perencanaan dan Pengkajian

dan memeberikan informasi kepada Direksi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan tanggung jawab dari kepala bagian Perencanaan

dan Pengkajian:

1. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

2. Menjamin kelancaran dan hasil kerja di bidangnya.

3. Menyimpan dan mengamankan seluruh dokumen yang bersifat Penting

(12)

9. Kepala Bagian Tanaman a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari kepala bagian Tanaman:

1. Menyusun Rencana dan Strategi bidang Tanaman jangka lima tahun

(RJP Lima Tahun).

2. Mengevaluasi RKAP/RKO bidang Tanaman Kelapa Sawit, Karet,Tebu

dan Tembakau.

3. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan/hasil-hasil kerja

pemeliharaan dan bidang produksi Tanaman.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Tanaman :

1. Membuat dan mengevaluasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS),

Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) urusan Tanaman Tahunan

dan Tanaman Semusim.

2. Membuat laporan kepada Direksi tentang pelaksanaan tugas bagian

setia bulan serta memberikan saran-saran perbaikan sistem dan

prosedur.

10.Kepala Bagian Pengembangan a. Tugas Utama

Berikut ini adalah tugas utama dari kepala bagian Pengembangan :

1. Membuat Rencana dan strategi perusahaan Bagian Pengembangan

(13)

19

2. Mengevaluasi RKAP dan RKO bidang Pengembangan Usaha dan

Areal,Wilayah Papua dan Kebun Barumun.

3. Melaksanakan tugas khusus yang berkaitan dengan Bagian

Pengembangan yang diberikan oleh Direksi.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini adalah tanggung jawab dari kepala bagian Pengembangan,

yaitu:

1. Membuat program kerja,mengendalikan Program Kerja dari Program

Pengembangan Usaha, Perluasan areal dan usaha lainnya.

2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

11.Kepala Bagian Pembiayaan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pembiayaan:

1. Meneliti, dan memproses permintaan PPAB, DPBB, Daftar Permintaan

Uang (DPU) Distrik/Bagian/Kebun/Rumah Sakit/unit tanaman tahunan

dan tanaman semusim.

2. Mengatur sumber dan penggunaan dana untuk operasional perusahaan

yang berpedoman kepada RKAP Perusahaan.

3. Memberikan usul dan saran kepada Direksi tentang kondisi keuangan

perusahaan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari

(14)

1. Melaksanakan fungsi Budgeting Control baik untuk

pengeluaran-pengeluaran investasi maupun eksploitasi.

2. Melaksanakan proses pembayaran sesuai prosedur yang berlaku.

12.Kepala Bagian Akuntansi a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Akuntansi:

1. Otorisasi Permintaan Pembayaran (PP).

2. Melaksanakan kegiatan administrasi aktiva dan investasi.

3. Membuat laporan administrasi hasil setiap bulannya.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

Akuntansi:

1. Mengawasi dan memerikasi semua dokumen transaksi aktiva,

pasiva perusahaan beserta kelengkapannya.

2. Mengawasi pencatatan dan akurasi perhitungan angka-angka dalam

dokumen transaksi.

13.Kepala Bagian Pengadaan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pengadaan :

1. Memberikan Bimbingan dan Konsultasi kepada Bagian, Distrik,

kebun, dan unit perihal pelaksanaan kebijakan di bidang pengadaan

(15)

21

2. Menyelenggarakan proses pengadaan barang dan jasa yang

penyelenggaraannya sesuai dengan prosedur dan peraturan yang

berlaku.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari

Kepala Pengadaan:

1. Melaporkan kepada Direksi mengenai realisasi Pelelangan yang telah

dilaksanakan oleh Bagian Pengadaan setiap bulan.

2. Mengevalusi survey kepuasan pengguna barang/jasa dan pemasok.

14.Kepala Bagian Pemasaran a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian pemasaran:

1. Memonitor mutu komoditi/produk yang akan dipasarkan.

2. Merencanakan promosi dan mencari pasar yang menguntungkan

perusahaan yang mengacu kepada peraturan yang berlaku.

3. Mencari terobosan untuk menciptakan pasar baru bagi komoditi

perusahaan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari

Kepala Pemasaran :

1. Melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik.

2. Menjamin kelancaran dan hasil kerja dibidangnya.

(16)

15.Kepala Bagian SDM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian SDM:

1. Menyusun dan mengevaluasi struktur organisasi perusahaan dan

unit kerja serta job description .

2. Memonitor gaji, asuransi, sumbangan kemalangan antar PTPN.

3. Membuat administrasi pensiunan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

bagian SDM:

1. Mengawasi kinerja bagian SDM.

2. Memeriksa peralatan keselamatan kesehatan kerja (K3) di

kebun/pabrik/unit.

16.Kepala Bagian UMUM a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian UMUM:

1. Melakukan usaha-usaha pemulihan terhadap pinjaman kurang lancar,

diragukan dan macet.

2. Menyampaikan laporan pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina

Lingkungan kepada Menteri BUMN.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

(17)

23

1. Monitoring dan evaluasi kinerja Bagian Umum dan PKBL.

2. Mengevaluasi dan menyusun norma-norma kerja dalam bidang

Investasi dan Eksploitasi di Bagian Umum.

17.Kepala Bagian Hukum Pertanahan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Hukum Pertanahan:

1. Mengurus dan menyelesaikan permasalahan/kasus hukum yang terkait

dengan kepentingan perusahaan.

2. Mengkoordinir kegiatan-kegiatan yang terkait dalam bidang

Pertanahan/Keagrariaan.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

bagian Hukum Pertanahan:

1. Menjamin kelancaran dan hasil kerja dibidangnya.

2. Melaksankan standar sistem manajemenn yang berlaku.

18.Kepala Bagian Teknik dan Pengolahan Tanaman Semusim a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Teknik dan

Pengolahan Tanaman Semusim:

1. Menyususn program kegiatan dan kebutuhan anggaran Bagian Teknik

Pengolahan Tanmana Semusim.

2. Mengurus izin dan pemakaian ABT / APU.

(18)

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

bagian Teknik dan Pengolahan Tanaman Semusim:

1. Menjamin kelancaran dan hasil kerja dibidangnya.

2. Melaksanakan standar sistem manajemen yang berlaku.

19.Kepala Bagian Pengolahan Tanaman Tahunan a. Tugas Utama

Berikut ini merupakan tugas utama dari kepala bagian Pengolahan

Tanaman Tahunan:

1. Memeriksa permintaan peralatan/bahan-bahan laboraturium dan

bahan-bahan pembantu proses pengolahan yang diajukan melalui DPBB.

2. Memeriksa mutu air untuk kebutuhan pabrik.

b. Tanggung Jawab

Berikut ini merupakan yang termasuk dalam tanggung jawab dari kepala

bagian Pengolahan Tanaman Tahunan:

1. Melaksanakan konsultasi teknis dengan Distrik/unit usaha.

2. Menjamin kelancaran dan hasil kerja urusannya.

D. Jaringan Usaha/Kegiatan

PTPN. II (Persero) Medan merupakan perusahaan milik negara yang

bergerak dalam bidang perkebunan. Perusahaan membuka 40 grup unit usaha

yang tersebar diseluruh kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Berikut ini adalah

(19)

25

1. Grup unit usaha-I (Distrik Rayon Utara, Kebun Sei Musam, Kebun Sei Serdang,

Kebun Air Tenang, Kebun Batang Serangan, Kebun Sawit Hulu Utara,

Kebun Sawti Hulu Selatan, Kebun Sawit Seberang, Kebun Babalan,

PKS Padang Tualang),

2. Grup unit usaha-II (Distrik Rayon Selatan, Kebun Melati, Kebun Tg

Garbus-Pagar Marbau, Kebun Limau Mungkur, Kebun Patumbak, Kebun Bandar Klipa),

3. Grup unit usaha-III (SBU Tebu, Kebun Kwala Bingei, Kebun Kwala Madu,

Kebun Tanjung Jati, Kebun Tandem Hilir, Kebun Sei Semayang, PG. Kwala

Madu, PG Sei Semayang, Kebun Tandem, Kebun Sampali, Kebun Bulu Cina,

Kebun Klumpang),

4. Grup unit usaha-IV (SBU Tembakau, Kebun ARSO, Unit Bengkel Pusat,

Balai Penelitian Tembakau Deli, Risbang Tebu, Unit Pendidikan dan Pelatihan),

5. Grup unit usaha-V (Distrik Rumah Sakit, RS GL. Tobing, Klinik Tembakau

Deli, RS. Bangkatan, RS. Tg. Selamat),

E. Kinerja Usaha Terkini

PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) mengusahakan komoditi kelapa

sawit, karet, tebu dan tembakau dengan areal konsesi seluas 153.872 hektar.

Budidaya kelapa sawit diusahakan pada areal seluas 112.625,11hektar, tebu 7,796

hektar dan tembakau seluas 7.963,77 hektar. Selain penanaman komoditi pada

areal sendiri + inti, PTPN. II (Persero) juga mengelola areal plasma milik petani

seluas 9.158,56 hektar untuk tanaman kelapa sawit seluas 8.996,56 hektar dan

(20)

Berikut ini adalah kapasitas produksi PTP Nusantara II (Persero) Medan

per tahunnya yaitu :

Komoditi Kelapa Sawit

CPO 406.291.780 kg

Inti Sawit 17.465.502 kg

RBD Olein 72.750 ton

Komoditi Tembakau 21.041 ton

Tabel 2.2

Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

F. Rencana Kerja

Rencana kerja merupakan prospek kedepan perusahaan dengan suatu

perencanaan yang telah disusun secara akurat. Berikut ini adalah rencana kegiatan

PTP. Nusantara II (Persero), yaitu:

1. Strategi Bisnis

Strategi kepemimpinan biaya (overall cost leadership), dengan memberikan

perhatian pada aspek skala usaha (ekonomi), biaya input, teknologi produksi,

(21)

27

2. Strategi Operasional

a. Meningkatkan nilai perusahaan dengan perluasan areal dan pengembangan

industri hilir,

b. Menerapkan SOP (standard operations procedure) pemeliharaan, panen,

pengolahan, dan perawatan pabrik secara konsisten,

c. Mengadakan peremajaan/replanting tanam secara teratur setiap tahun,

d. Mengurangi/meniadakan kerugian dari usaha perkebunan teh,

e. Mengintensifkan lahan produktif,

f. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui penerapan praktek-praktek

bisnis terbaik mencakup baku teknis, manajemen dan sistem kerja,

g. Meningkatkan kemampulabaan dengan efisiensi di segala bidang

3. Strategi Produksi

analisis sebelum dilakukan penjualan CPO,

b. Menjaga konsistensi mutu dan mempertahankan ISO 9001 dan 14000.

5. Strategi Sumber Daya Manusia

a. Membangun insan PTPN II yang produktif yang ditandai dengan

(22)

b. Mendistribusikan SDM secara seimbang pada setiap bidang sesuai

kebutuhan,

c. Memenuhi hak-hak normatif karyawan sesuai dengan ketentuan dan

perundang-undangan,

d. Memprogram peningkatan kualitas Organisasi Serikat Pekerja (SP).

6. Strategi Keuangan

a. Meningkatkan kesadaran biaya semua personil perusahaan,

b. Peningkatan manajemen kas,

c. Peningkatan efektifitas pengendalian biaya melalui pengendalian biaya

yang sudah ada.

7. Kemitraan memaksimalkan hubungan kemitraan dengan stakeholders.

8. Pengabdian masyarakat bagian kemitraan bina lingkungan (KBL) merupakan

unit khusus yang menangani program kemitraan BUMN dengan usaha kecil

Figur

Tabel 2.1 Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Tabel 2.1

Struktur Organisasi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) p.4
Tabel 2.2 Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)

Tabel 2.2

Kapasitas Produksi PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) p.20

Referensi

Memperbarui...