• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN KIMIA PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2015 PRAKATA - SEJARAH FARADAY DAN HESS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENDIDIKAN KIMIA PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEGURUAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2015 PRAKATA - SEJARAH FARADAY DAN HESS"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAH HUKUM FARADAY DAN HUKUM HESS

Kelompok 9

Nurmala 1413023048

Pina Budiarti Pratiwi 1413023049

Putra Bayu KE 1413023050

Putriana 1413023051

Putu Endriyana WR 1413023052 Qudwah Mutawakkilah 1413023053 Regina Rissa Nadia 1413023054

Mata Kuliah : Sejarah Kimia

Dosen Pengampu : Dr. Ratu Beta Rudibyani, Msi

PENDIDIKAN KIMIA

PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

(2)

PRAKATA

Puji syukur kami haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Sejarah Hukum Faraday dan Hukum Hess ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Dr. Ratu Beta Rudibyani, M.Si. selaku Dosen mata kuliah sejarah kimia yang telah memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai sejarah hukum faraday dan hukum hess. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Bandar Lampung, Mei 2015

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PRAKATA... ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 2

1.3. Tujuan Penulisan ... 2

BAB II PEMBAHASAN... 3

2.1.Permulaan Kimia Listrik... ... 3

2.2.Hukum Hess………... 13

BAB III PENUTUP... 16

3.1.Kesimpulan... 16

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Salah satu kajian dari ilmu sains yang terkenal adalah kajian tentang hukum faraday dan hukum hess. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu. Hukum Faraday menyatakan bahwa massa yang dihasilkan dalam suatu sistem sel elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang mengalir dalam sel tersebut.

Dasar dari hukum Hess yaitu entalpi atau energi internal merupakan besaran yang tidak tergantung pada jalannya reaksi. Suatu reaksi kadang-kadang tidak hanya berlangsung melalui satu jalur akan tetapi bisa juga melalui jalur lain dengan hasil yang diperoleh adalah sama. Hukum Hess adalah hukum yang digunakan untuk menentukan besarnya perubahan entalpi suatu reaksi.

(5)

Hal itu sangat penting artinya bagi perkembangan ilmu kimia karena energy listrik mempunyai pengaruh besar dalam reaksi kimia.

Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang optimal mengenai sejarah tentang permulaan kimia listrik, hukum faraday dan hukum hess, maka dilakukanlah pembuatan makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana permulaan kimia listrik ?

2. Apa yang dimaksud dengan hukum hess dan bunyi hukum hess?

1.3. Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini, antara lain:

1. Mengetahui bagaimana permulaan kimia listrik.

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Permulaan Kimia Listrik

A.

Penemuan Galvani

Luigi Galvani (1737-1798) adalah seorang dokter di Italia. Pada tahun 1971 ia menerbitkan naskah tentang peristiwa yang dialaminya dalam laboratorium. Pada suatu waktu ia membedah katak yang telah mati yang terletak di meja di dekat mesin listrik. Secara kebetulan ia melihat bahwa kaki katak itu bergerak pada waktu ia menyentuhnya dengan pisau. Kejadian ini menarik perhatiannya dan percobaan serupa dilakukan lagi dengan lebih teliti. Sebuah logam tembaga diletakkan pada sumsum tulang belakang dan batang perak pada kaki katak. Bila kedua batang logam ini disentuhkan maka otot-otot katak nampak bergerak-gerak. Ia memperoleh kesimpulan bahwa gerakan ini disebabkan oleh adanya listrik yang mengalir dan ia menamakannya “listrikhewan”. Listrik hewan ini dianggap sumber pada tubuh binatang itu sendiri dan memegang peranan yang penting dalam proses fisiologi.

B. Volta

(7)

Ternyata yang satu menunjukkan adanya muatan listrik positif sedang yang lain negatif. Pendapat volta adalah setiap logam mempunyai “fluida listrik” dengan suatu tegangan tertentu. Apabila suatu logam diletakkan pada logam lain akan terjadi perpindahan fluida listrik dari suatu tegangan yang tinggi ke tegangan yang rendah. Apabila keduanya dihubungkan oleh penghantar, fluida listrik akan mengalir kembali ke logam asalnya. Teori ini disebut “TeoriKontak”. J.K Ritter mengamati dua buah logam diletakkan berdempetan maka dalam keadaan basah logam yang satu lebih lekas rusak oleh korosi daripada logam-logam itu terpisah. Ia berpendapat perusakan ini adalah peristiwa listrik. Tanpa adanya oksidasi tak akan terjadi listrik. Daftar yang dibuat Volta dianggap daftar afinitas logam terhadap oksigen. Teori Ritter ini disebut Teori Kimia.

Volta berhasil membuat pilar yang terdiri atas tumpukan logam seng dan perak dengan susunan sebagai berikut : seng – perak – penghantar – seng – perak – pengahantar – seng – perak ….. dan seterusnya, sehingga ujung yang satu adalah logam seng dan ujung yang lain adalah logam perak. “Pilar Volta” ini dibuat pada tahun 1800. Anthony Carlisle dan William Nicholson melakukan elektrolisis air dan larutan garam, basa atau asam. Hasilnya gas hidrogen dan oksigen terjadi pada tempat yang terpisah. Pada tahun 1805 Grotthuss menerangkan dalam elektrolisis air, kutub negatif mengambil atom hiodrogen dari molekul air yang terdekat dan oksigen yang tinggal merampas atom hydrogen dari molekul air di dekatnya dan membentuk molekul air lagi dan ini terjadi secara berantai. Akhirnya oksigen yang tinggal dekat kutub positif tertarik oleh kutub dan keluar sebagai gas.

3. Humphry Davy

(8)

listrik dan juga memberi kuliah di Royal Insitutiton. Tanggal 6 Oktober 1807 ia melakukan percobaan dengan potas, dalam peristiwa ini ia menemukan logam kalium dan kemudian Davy menemukan logam natrium dengan proses yang sama. Tahun 1808 ia menulis pembuatan logam magnesium, kalsium, stronsium, barium secara elektrolisis. Pada tahun 1801 di dalam laboratorium Royal Instituition Davy mengadakan penyelidikan terhadap “muriatic acid”(HCl). Guillaume Francois Roulle, seorang guru kimia kebangsaan Perancis, berpendapat garam adalah gabungan asam dan basa. Lavoisier percaya semua asam mengandung oksigen. Dan muratic acid (HCl) dianggap mengandung oksigen.

Hal ini diperkuat oleh kenyataan asam ini sebagai gas yang kering kapur (CaO) menghasilkan garam dan air. Jadi asam ini serupa dengan asam belerang. Muratic acid ini haruslah terdiri atas suatu radikal dengan oksigen. Radikal yang belum diketahui itu disebut “murium”atau “muriaticum”. Scheele memperoleh gas klor dari reaksi muriatic acid dengan oksida mangan dan ia menamakannya “dephlogisticated marine acid”.

Karena ia berpendapat bahwa pada reaksi tersebut phlogiston keluar dari muriatic acid atau marine acid dan terjadi gas klor. Dengan diketemukannya oksigen maka Berthollet mengubah nama gas tersebut menjadi “oxidized muriatic acid”. Dari nama ini kita mengetahui bahwa oxymuriatic acid mengandung oksigen lebih banyak daripada muriatic acid. Berbagai macam usaha telah dilakukan Davi namun ia tidak berhasil menunjukkan adanya oksigen dalam muriatic acid maupun oxymuriatic acid. Demikian pula Gay-Lussac dan Thenard tak berhasil dalam usaha mereka untuk menunjukkan adanya oksigen.

(9)

Paris pada tahun 1813 bersama dengan Faraday ditunjukkan kepadanya suatu zat yang diketemukan oleh Courtois pada tahun 1811. Oleh karena terbukti bahwa beberapa asam tak mengandung oksigen, maka Davy berpendapat bahwa yang penting pada asam bukanlah oksigen tetapi hydrogen. Sayang sekali karena pengaruh Lavoisier masih terlalu kuat maka pendapat Davy tidak mendapat sambutan. Gay-Lussac mengusulkan sutau kompromi, yaitu bahwa asam ada yang mengandung dan ada pula yang tidak mengandung oksigen.

Golongan asam yang tidak mengandung oksigen disebut “hydracids”. Dari penyelidikan terhadap gas-gas serta sebab-sebab terjadinya ledakan maka ia berhasil membuat lampu yang dapat digunakan dalam tambang tanpa menyebabkan terjadinya bahaya kebakaran maupun ledakan. Lampu ini dibuat pada tahun 1816 dan terdiri atas lampu biasa yang diselubungi oleh kawat kasa disekelilingnya . Bila dua buah atom saling mendekati, mereka akan memiliki muatan listrik yang berlawanan, dan apabila atom tadi bergabung maka muatan tersebut saling menetralkan. Karena itu maka suatu senyawa dapat diuraikan kembali menjadi unsur-unsurnya oleh suatu arus listrik dalam peristiwa elektrolisis. Gagasan Davy ini tidak dikembangkan lagi lebih lanjut akan tetapi di kemudian hari digunakan sebagai dasar teori yang dikemukakan oleh Berzelius.

4. Michael Faraday

(10)

Pada suatu hari ia diajak oleh seorang anggota Royal Institution untuk menghadiri ceramah Davy. Faraday membuat catatan tentang ceramah tersebut. Keinginanya yang sangat besar untuk mengembangkan pengetahuannya mengenai sains menyebabkan ia menulis surat kepada Davy dengan mengirimkan catatan mengenai ceramah yang pernah diikutinya. Pada tahun 1813 Faraday diminta oleh Davy untuk menjadi asistennya. Karena kecerdasan Faraday yang luar biasa, Davy menyarankan untuk mengangkatnya menjadi direktur laboratorium Royal Institution pada tahun 1825. Pada tahun 1833 ia diangkat menjadi guru besar dalam ilmu kimia hingga ia meninggal pada tahun 1867.

Sebagian besar karya Faraday adalah dibidang ilmu fisika, khususnya mengenai listrik. Tulisannya mengenai elektrolisis dimuat dalam naskah yang berjudul “Experimental Research in Electricityoi”. Karyanya dibidang kimia diberi judul “Research in Chemistry and Physics” pada tahun 1859.

Yang paling penting adalah pendapat Faraday tentang elektrolisis. Hampir semua istilah ‘kutub’ diganti dengan ‘elektroda’. Setiap zat yang diuraikan oleh listrik dinamakan elektrolit, sedangkan proses penguraian tersebut disebut elektrolisis. Elektroda positif dinamakan anoda, dan elektroda negatif dinamakan katoda. Bagian atau komponen garam-garam disebut ion, ion yang menuju katoda disebut kation, dan yang menuju anoda disebut anion.

Pada tahun 1832 Faraday membuktikan bahwa pada elektrolisis jumlah zat yang diuraikan sebanding dengan kuat arus dan lamanya proses, atau sebanding dengan kuantitas listrik yang dikenakan pada zat itu. Pada tahun 1833 dibuktikan bahwa berat zat yang diendapkan oleh arus yang sama atau sebanding dengan bobot ekuivalensinya.

(11)

Hukum Faraday menyatakan bahwa massa yang dihasilkan dalam suatu sistem sel elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang mengalir dalam sel tersebut.

Besarnya muatan listrik yang terjadi dalam sel merupakan hasil kali antara kuat arus yang dialirkan dengan lamanya waktu elektrolisisnya. Pernyataan ini merupakan prinsip dasar Hukum Faraday yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a.Hukum Faraday I

Jumlah massa zat yang dihasilkan pada katoda atau anoda berbanding lurus dengan jumlah listrik yang digunakan selama elektrolisis.

Apabila arus listrik sebesar 1 Faraday (1F) dialirkan ke dalam sel maka akan dihasilkan :

1 ekuivalen zat yang disebut massa ekuivalen (e) 1 mol elektron ( e- )

Cara menghitung massa ekuivalen (e) :

e = Ar n

e = Ar Unsur / jumlah muatan ionnya

Sebagai contoh jika 1 F dialirkan ke reaksi elektrolisis : Cu2+ + 2e- → Cu

maka massa ekuivalen ( e ) logam Cu (Ar Cu = 63,5) = e Cu = 63,5/2 = 31,75 jika arus listrik diperbesar menjadi 2 kalinya, massa Cu yang diendapkan juga dikali 2.

(12)

1 F = 1 mol e

jika mol elektron = 1 mol,

maka :

Cu2+ + 2e- → Cu 1/2 mol 1 mol 1/2 mol

Hubungan Muatan Listrik dengan Arus Listrik

Keterangan :

(13)

a.Hukum Faraday II

Apabila 2 sel atau lebih dialiri arus listrik dalam jumlah yang sama (disusun seri) maka perbandingan massa zat-zat yang dihasilkan sebanding dengan massa ekuivalen (e) zat-zat tersebut.

Keterangan :

m = massa zat dalam gram e = massa ekivalen zat Ar = massa molekul relatif n = muatan ion positif zat/kation

5. Berzellius

John Jacob Berzelius dilahirkan di Vafersunda, Swedia pada tanggal 20 Agustus 1779 sebagai anak dari suatu keluarga yang miskin. Ayah dan ibunya meninggal dunia pada waktu ia masih muda. Walaupun demikian ia berhasil menamatkan sekolah menegah dan masuk ke Universitas di Upsaladi mana ia belajar ilmu kedokteran dan ilmu kimia.

(14)

mendapatkan penghargaan serta gelar kebangsawanan. Berzelius meninggal dunia pada 7 Agustus 1848.

Problem pada ilmu kimia yang timbul pada permulaan abad ke-19 ternyata bermacam-macam. Berzelius ingin dapat mengatasi problem-problem yang timbul. Ia menggunakan simbol kimia yang diambilnya dari huruf pertama atau dua huruf dari depan nama-nama unsur dalam bahasa latin seperti yang kita gunakan sekarang.

Hal ini akan lebih memudahkan pemecahan problem tersebut dan dapat mengembangkan ilmu kimia ke arah yang lebih sempurna. Berzelius adalah pengagum Lavoisier dan ia bertekad untuk menyelesaikan hal-hal yang belum sempat dilaksanakan oleh sarjana besar perancis ini.pada tahun 1805 ia menyusun suatu naskah bersama hissinger tentang elektrolisis.

Kesimpulan yang mereka peroleh ialah:

 Senyawa kimia dapat diuraikan oleh arus listrik dan

komponen-komponennya berkumpul pada kutub-kutub;

 Zat yang mudah terbakar, alkali, alkali tanah dan logam menuju ke kutub

negatif, sedangkan oksigen, asam atau oksida menuju ke kutub positif;

 Banyak sedikitnya penguraian tergantung pada affinitas dan permukaan

permukaan kutub-kutub dan sebanding pula dengan jumlah (kuantitas) listrik dan daya hantar listrik (kesimpulan ini di kemudian hari diubah berdasarkan penyelidikan faraday); dan

 Pengaruh senyawa kimia pertama-tama tergantung pada affinitas

komponen terhadap kutub, kedua pada affinitet komponen zat dengan yang lain, dan ketiga pada daya kohesi senyawa yang terbentuk.

Kesimpulan ini merupakan dasar Teori Dualistik.

(15)

garam terdiri atas asam dan basa. Asam mempunyai muatan listrik negatif dan basa mempunyai muatan listrik positif. Asam terdiri atas radikal yang bermuatan positif dan oksigen yang bermuatan negatif. Demikian pula basa terdiri atas logam yang bermuatan positif dan oksigen yang bermuatan negatif.

Teori dualistik tentang pembentukan suatu senyawa hanya dapat menerangkan senyawa biner, sedangkan senyawa terner sukar diterangkan. Di pihak lain teori tersebut dapat dipakai untuk menerangkan kenyataan pada peristiwa elektrolisis. Berdasarkan teori ini arus listrik hanyalah memisahkan garam menjadi komponen positif dan negatif yang membentuknya, dan komponen tersebut terkumpul pada kutub-kutub.

Berzelius mengatakan bahwa asam tidak dapat diuraikan, tetapi hanya memperbesar daya hantar larutan, dan dengan demikian air akan terurai oleh arus listrik menjadi gas hidrogen dan oksigen. Penguraian atau elektrolisis larutan kaliumsulfat menghasilkan asam belerang dan kalium oksida yang terkumpul pada kutub-kutub dan terhidratasi oleh air. Timbulnya gas hidrogen dan oksigen disebabkan oleh terurainya air secara bersamaan dengan terurainya kaliumsulfat.

Apabila seng sulfat diuraikan dengan jalan elektrolisis maka terjadilah logam seng pada kutub negatif, dan gas oksigen pada kutub positif. Berzelius berpendapat bahwa garam tersebut terurai dahulu menjadi asam belerang dan oksida seng. Baik asam belerang maupun air dalam hal ini tidaklah terurai. Yang terurai hanyalah oksida seng menjadi logam seng pada kutub negatif dan oksigen pada kutub positif.Beberapa kawan berzelius mengatakan bahwa pada penguraian seng sulfat tersebut terjadi oksida seng dan asam belerang. Disamping itu, air juga terurai menjadi gas hidrogen dan oksigen.

(16)

bahwa logam seng dengan air walaupuun lambat dapat bereaksi menghasilkan gas hidrogen.

Teori Berzelius ini ternyata diterima oleh sebagian besar ahli kimia walaupun ada sedikit keraguan disana-sini. Hal ini disebabkan karena teori ini dapat dipakai untuk menerangkan peristiwa kimia terutama kimia anorganik.

2.2 Hukum Hess

Hukum Hess adalah hukum yang digunakan untuk menentukan besarnya perubahan entalpi suatu reaksi. Dalam hukum Hess, nilai perubahan entalpi dinyatakan sebagai fungsi keadaan (∆H). Menurut hukum ini, karena perubahan entalpi merupakan fungsi keadaan maka perubahan reaksi kimia akan bernilai sama meskipun langkah-langkah yang diperlukan untuk menghasilkan hasil reaksi berbeda. Dengan kata lain, perubahan entalpi suatu reaksi hanya ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir reaksi dan tidak bergantung pada jalannya reaksi.

Gambar 1. Proses menghasilkan produk suatu reaksi

(17)

∆H = ∆Hf hasil reaksi - ∆Hf pereaksi

Untuk menghasilkan suatu produk hasil reaksi, terkadang melewati beberapa langkah seperti halnya gambar 1 di atas. Untuk menghasilkan produk C, ada dua cara yaitu dari A ke C atau dari A ke B kemudian dari B ke C. Untuk proses demikian, maka berlaku :

∆H = ∆H1 + ∆H2

Bunyi Hukum Hess yaitu “kalor reaksi tidak bergantung pada lintasan, tetapi hanya ditentukan keadaan awal dan keadaan akhir”. Maksudnya jika suatu reaksi dapat berlangsung menurut dua tahap atau lebih, maka kalor reaksi totalnya sama dengan jumlah aljabar kalor tahapan reaksinya. Jadi Hukum Hess adalah suatu hukum yang mengemukkan bahwa setiap reaksi memiliki ∆H tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksinya atau jumlah tetap reaksi melainkan hanya tergantung dari keadaan awal dan keadaan akhir.

Hukum Hess menyatakan bahwa besarnya entalpi dari suatu reaksi tidak ditentukan oleh jalan atau tahap reaksi, tetapi hanya ditentukan oleh keadaan awal dan keadaan akhir suatu reaksi, Selain itu Hukum Hess juga menyatakan bahwa entalpi suatu reaksi merupakan jumlah total dari penjumlahan kalor reaksi tiap satu mol dari masing-masing tahap atau orde reaksi. Oleh karena itu, besarnya H dapat ditentukan hanya dengan mengetahui kalor reaksinya saja. Dasar hukum Hess ini adalah entalpi atau energi internal adalah besaran yang tidak tergantung pada jalannya reaksi. Suatu reaksi kadang-kadang tidak hanya berlangsung melalui satu jalur akan tetapi bisa juga melalui jalur lain dengan hasil yang diperoleh adalah sama.

(18)

terlibat dalam reaksi, selain itu perubahan entalpi akan berubah bila arah reaksi berbalik. Konsep ini sangat berguna dalam memahami hukum Hess.

Pendapat Hess ini ternyata terbukti benar dan berlaku secara umum. Dengan demikian pendapat tersebut hingga sekarang dikenal sebagai Hukum Hess. Hukum ini memungkinkan untuk mengetahui kalor yang dikeluarkan atau dibutuhkan pada suatu reaksi atau tahap reaksi yang tidak dapat diukur secara langsung.

(19)

BAB III

PENUTUP

1.1.Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Penemuan kimia listrik diawali dengan penemuan Galvani, lalu Volta, Humphry davy, michael Faraday dan Berzellius.

2. Pada percobaan yang telah dilakukan oleh Galvani, Ia memperoleh kesimpulan bahwa gerakan pada otot-otot katak saat sebuah logam tembaga diletakkan pada sumsum tulang belakang dan batang perak pada kaki katak saat kedua batang logam ini disentuhkan, disebabkan oleh adanya listrik yang mengalir dan ia menamakannya “listrikhewan”. Listrik hewan ini dianggap sumber pada tubuh binatang itu sendiri dan memegang peranan yang penting dalam proses fisiologi.

3. Pendapat volta adalah setiap logam mempunyai “fluida listrik” dengan suatu tegangan tertentu. Apabila suatu logam diletakkan pada logam lain akan terjadi perpindahan fluida listrik dari suatu tegangan yang tinggi ke tegangan yang rendah. Apabila keduanya dihubungkan oleh penghantar, fluida listrik akan mengalir kembali ke logam asalnya. Teori ini disebut “TeoriKontak”..

(20)

suatu senyawa dapat diuraikan kembali menjadi unsur-unsurnya oleh suatu arus listrik dalam peristiwa elektrolisis.

5. Faraday menyatakan bahwa sel elektrolisis dapat digunakan untuk menentukan banyaknya zat yang bereaksi berdasarkan jumlah muatan listrik yang digunakan dalam rentang waktu tertentu.

6. Hukum Faraday menyatakan bahwa massa yang dihasilkan dalam suatu sistem sel elektrolisis berbanding lurus dengan muatan listrik yang mengalir dalam sel tersebut.

7. Berdasarkan pada pokok pemikiran tentang sifat listrik unsur-unsur, serta fakta-fakta elektrolisis larutan garam, maka Berzelius berpendapat bahwa garam terdiri atas asam dan basa. Asam mempunyai muatan listrik negatif dan basa mempunyai muatan listrik positif. Asam terdiri atas radikal yang bermuatan positif dan oksigen yang bermuatan negatif. Demikian pula basa terdiri atas logam yang bermuatan positif dan oksigen yang bermuatan negatif.

8. Bunyi Hukum Hess yaitu “kalor reaksi tidak bergantung pada lintasan, tetapi hanya ditentukan keadaan awal dan keadaan akhir”. Maksudnya jika suatu reaksi dapat berlangsung menurut dua tahap atau lebih, maka kalor reaksi totalnya sama dengan jumlah aljabar kalor tahapan reaksinya. 9. Jadi Hukum Hess adalah suatu hukum yang mengemukkan bahwa setiap

reaksi memiliki ∆H tetap dan tidak bergantung pada jalan reaksinya atau jumlah tetap reaksi melainkan hanya tergantung dari keadaan awal dan keadaan akhir.

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, Ifaa. 2013. Hukum Faraday.

https:/ /jendelakuuuu.blogspot.com/2013/12/hukum-faraday-faraday-menemuk an.html/

Diakses pada tanggal 09 Mei 2015 pukul 19.00

Margaretha, Ulu. 2011. Hukum Faraday.

http://m ediabelajaronline .blogspot.com/201 1 / 09 / hukum-faraday-i .html . Diakses pada tanggal 09 Mei 2015 pukul 19.10

Sari, Dian Novita. 2010. Hukum Hess.

https://diannovitasari.wordpress.com/ hukum-hess / . Diakses tanggal 09 Mei 2015 pukul 19.20

Tio, Bintang. 2014. Hukum Hess.

http:// ilmukimia.org /201 4 /08/ hukum-hess .html . Diakses tanggal 09 Mei 2015 pukul 19.30

(22)

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Nama : Ulfa Rahma Ainul F NPM : 1413023067

Pertanyaan : Mengapa Hukum Hess merupakan konsekuensi dari hukum kekekalan energi.?

Jawaban : Karena hukum hess ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energy (dinyatakan sebagai fungsi keadaan ∆H), hukum hess digunakan untuk menghitung jumlah entalpi keseluruhan proses reaksi kimia walaupun menggunakan rute reaksi yang berbeda.

2. Nama : Alfiatun Nikmah NPM : 1413023005

Pertanyaan : Apakah yang dimaksud dengan Muriatic Acid?

Jawaban : Muriatic Acid adalah nama lain dari hydrochloric acid atau asam klorida (HCl)

3. Nama : Danang Fitriono NPM : 1413023012

Pertanyaan : Mengapa pada salah satu percobaan galvani menggunakan katak?

(23)

Secara kebetulan ia melihat bahwa kaki katak itu bergerak pada waktu ia menyentuhnya dengan pisau. Kejadian ini menarik perhatiannya dan percobaan serupa dilakukan lagi dengan lebih teliti.

4. Nama : Feriyanda Putratama NPM : 1413023021

Pertanyaan : Mengapa Lavoisier dan gurunya menyatakan bahwa di dalam asam terdapat oksigen?

Jawaban : Hal ini dikarenakan bahwa asam adalah senyawa antara bukan logam dan oksigen (sekarang kita sebut anhidrida asam), sedangkan apa yang kita sebut asam sekarang, dahulu dianggap asam dan air. Jadi andaikata Lavoisier dapat menyatakan dengan simbol sekarang maka sebagai contoh rumus asam belerang adalah SO3, sedangkan asam

belerang yang kita kenal akan ditulis SO3,HO. Asam

belerang dengan kapur akan terjadi garam dan air. Air ini benar-benar dianggap berasal dari SO3,HO. Baik asam maupun basa adalah oksida sehingga Lavoisier percaya bahwa semua asam mengandung oksigen.

5. Nama : Monica NPM : 1413023039

Pertanyaan : Apa yang mendasari teori dualistik ?

Jawaban : Dasar dari teori dualistik yaitu diantaranya:

(24)

•Banyak sedikitnya penguraian tergantung pada affinitas dan permukaan permukaan kutub-kutub dan sebanding pula dengan jumlah (kuantitas) listrik dan daya hantar listrik (kesimpulan ini di kemudian hari diubah berdasarkan penyelidikan faraday); dan

Gambar

Gambar 1. Proses menghasilkan produk suatu reaksi

Referensi

Dokumen terkait

Kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa, telah melaksanakan tahapan Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Dokumen Pengadaan dengan metode tanya jawab secara elektronik

Berdasarkan enam hipotesis yang dirumuskan, hubungan antar variabel yang dikonsepkan dapat digambarkan dalam bentuk model yang mendeskripsikan proses pengaruh fashion

Melalui empat hal yang telah penulis tentukan dalam seni dampeng ini, maka akan dapat menjelaskan kepada kita tentang struktur melodi dan makna teks dampeng

(1) Pemantau Pemilu melakukan pemantauan pada suatu daerah tertentu sesuai dengan rencana pemantauan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf f dan huruf g yang

Selain dari pendapat para ahli, terdapat juga beberapa penelitian terdahulu yang menguatkan pendapat tentang motivasi dan sikap dapat mempengaruhi keputusan

sikap, etika dan perilaku yang baik dalam memberikan pelayanan kepada jamaah dan dalam ber- interaksi dengan sesama petugas haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku,

Berdasarkan hasil validasi dan uji coba lapangan, jumlah skor yang didapat yakni: (a) penilaian ahli desain pembelajaran terhadap komponen modul adalah 82,7, (b)

Hal ini dapat diperoleh melalui peningkatan output agregat (barang dan jasa) atau sering disebut PDRB atas dasar harga konstan setiap tahun. Jadi dalam pengertian ekonomi makro,