• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 BAB II PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "5 BAB II PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

A. Sejarah Singkat PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) lahir melalui berbagai perubahan

bentuk usaha dan status hukum pengusahaan jasa kepelabuhanan. Pada tahun

1945-1951 perusahaan berada di dalam wewenang Departemen Van

Scheepvaart (suatu badan peninggalan pemerintah Belanda) yang berfungsi

untuk memberikan layanan jasa kepelabuhanan yang dilaksanakan oleh Haven

Bedrijf. Pada tahun 1952 sampai dengan tahun 1959, pengelolaan pelabuhan

dilaksanakan oleh Jawatan Pelabuhan. Sejak tahun 1960 pengelolaan

pelabuhan umum di Indonesia dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara di

bawah pengendalian pemerintah. Bentuk Badan Usaha Milik Negara yaitu

Perusahaan Negara Pelabuhan yang diberi kewenangan untuk mengelola

pelabuhan umum sejak tahun 1960 sampai dengan tahun 1993 telah mengalami

beberapa perubahan, disesuaikan dengan arah kebijaksanaan pemerintah dalam

rangka menunjang pembangunan nasional dan mengimbangi pertumbuhan

permintaan layanan jasa kepelabuhanan yang dinamis.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) didirikan berdasarkan Peraturan

Pemerintah No. 56 tahun 1991 dengan akte Notaris Imas Fatimah SH No. 1

tanggal 1 Desember 1992 sebagaimana dimuat dalam Tambahan Berita Negara

Rl No. 8612 Tahun 1994, beserta perubahan terakhir sebagaimana telah

(2)

6

Nama lengkap perusahaan adalah PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I

disingkat PT. Pelabuhan I, berkantor pusat di Jalan Krakatau Ujung No. 100

Medan 20241, Sumatera Utara, Indonesia. Sejarah perusahaan sejak tahun

1960 sampai dengan sekarang adalah sebagai berikut:

Tahun 1960-1963 : Pengelolaan pelabuhan umum dilakukan oleh Perusahaan

Negara (PN) Pelabuhan I-VIII berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun

1960.

Tahun 1964-1969 : Aspek komersil dari pengelolaan pelabuhan tetap

dilakukan oleh PN Pelabuhan, tetapi kegiatan operasional pelabuhan

dikoordinasikan oleh lembaga pemerintah yang disebut Port Authority.

Tahun 1969-1983 : Pengelolaan sebagian besar pelabuhan umum dilakukan

oleh Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP) berdasarkan Peraturan Pemerintah

Nomor 18 Tahun 1969. PN Pelabuhan dibubarkan dan lembaga pemerintah

Port Authority menjadi BPP.

Tahun 1983-1992 : Pengelolaan pelabuhan umum dibedakan antara

pelabuhan umum yand diusahakan dan pelabuhan umum yang tidak

diusahakan. Pengelolaan pelabuhan umum yang diusahakan dilakukan oleh

Perusahaan Umum (Perum) Pelabuhan, sedangkan pengelolaan pelabuhan

umum yang tidak diusahakan dilakukan oleh unit pelaksana teknis di bawah

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagaimana diatur dalam Peraturan

Pemerintah Nomor 11 Tahun 1983. Perum Pelabuhan I merupakan salah satu

(3)

7

yang diusahakan dan dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14

Tahun 1983.

Tahun 1992 hingga sekarang : Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 56

tanggal 19 Oktober 1991 tentang pengalihan status Perusahaan Pelabuhan

menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), maka bentuk Perusahaan Umum

Pelabuhan diubah menjadi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I, sesuai akte

pendirian/Anggaran Dasar yang dibuat Notaris Robert Purba, SH tanggal 02

Januari 1999 sebagaimana dimuat dalam Berita Negara TI tanggal 01

November 1994 No. 87 jo Tambahan Berita Negara RI tanggal 02 Januari 1999

No. 01.

Visi , Misi, dan Values PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)

Visi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) ditetapkan sebagai berikut:

“Menjadi Nomor Satu di Bisnis Kepelabuhanan di Indonesia”

Misi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) ditetapkan sebagai berikut:

“Menyediakan Jasa Kepelabuhanan yang Terintegrasi, Berkualitas dan

(4)

8

Values Perusahaan ditetapkan sebagai berikut:

Customer

Focus

:

Proaktif dalam melayani dan membangun hubungan

dengan pelanggan, melalui perilaku kunci : Proaktif dan

Cepat Tanggap

Integrity :

Mengutamakan perilaku terpuji sesuai dengan nilai,

prinsip dan etika Perusahaan, melalui perilaku kunci :

Jujur & Taat, serta Berani & Bertanggungjawab

Professionalism :

Penguasaan terhadap pekerjaan yang mencakup

pengetahuan keterampilan dan sikap melalui perilaku

kunci : Kompeten & Disiplin, serta Berkualitas

Teamwork :

Keinginan yang tulus untuk bekerja sama dengan orang

lain, melalui perilaku kunci: Berkolaborasi &

(5)

9 Jenis Usaha / Kegiatan

Maksud dan tujuan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) sesuai Anggaran

Dasar Perusahaan adalah melakukan usaha dibidang penyelenggaraan dan

pengusahaan jasa kepelabuhanan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya

yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang

bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan/mengejar

keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan dengan menerapkan

prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut PT Pelabuhan Indonesia I

(Persero) dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sesuai Anggaran Dasar

Perusahaan sebagai berikut:

A. Penyedia dan/atau pelayanan kolam-kolam pelabuhan dan perairan untuk

lalu lintas

B. tempat berlabuhnya kapal;

C. Penyedia dan/atau pelayanan jasa-jasa yang berhubungan dengan

pemanduan (pilotage) dan penundaan kapal;

D. Penyedia dan/atau pelayanan dermaga dan fasilitas lain untuk bertambat,

bongkar muat peti kemas, curah cair, curah kering (general cargo), dan

kendaraaan;

E. Penyedia dan/atau pelayanan jasa terminal peti kemas, curah cair, curah

(6)

10

F. Penyedia dan/atau pelayanan gudang-gudang dan lapangan penumpukan

dan tangki/tempat penimbunan barang-barang, angkutan bandar, alat

bongkar muat, serta peralatan pelabuhan;

G. Penyedia dan/atau pelayanan tanah untuk berbagai bangunan dan

lapangan, industri dan gedung-gedung/bangunan yang berhubungan

dengan kepentingan kelancaran angkutan multi moda;

H. Penyedia dan/atau pelayanan listrik, air minum, dan instalasi limbah serta

pembuangan sampah;

I. Penyedia dan/atau pelayanan jasa pengisian bahan bakar minyak untuk

kapal dan kendaraan di lingkungan pelabuhan;

J. Penyedia dan/atau pelayanan kegiatan konsilidasi dan distribusi barang

termasuk hewan;

K. Penyedia dan/atau pelayanan jasa konsultansi, pendidikan dan pelatihan

yang berkaitan dengan kepelabuhanan;

L. Pengusahaan dan pelayanan depo peti kemas dan perbaikan, cleaning,

fumigasi, serta pelayanan logistik;

Selain kegiatan utama diatas, PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I dapat

melakukan kegiatan usaha lain yang dapat menunjang tercapainya tujuan

Perusahaan dan dalam rangka

optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perusahaan meliputi :

1. Jasa angkutan;

2. Jasa persewaan dan perbaikan fasilitas dan peralatan;

(7)

11

4. Jasa pelayanan alih muat dari kapal (Ship to Ship Transfer) termasuk jasa

ikutan lainnya;

5. Properti di luar kegiatan utama kepelabuhanan;

6. Fasilitas pariwisata dan perhotelan;

7. Jasa konsultan dan surveyor kepelabuhanan;

8. Jasa komunikasi dan informasi;

9. Jasa konstruksi kepelabuhanan;

10. Jasa forwarding/ekpedisi;

11. Jasa kesehatan;

12. Perbekalan dan catering;

13. Tempat tunggu kendaraan bermotor dan shuttle bus;

14. Jasa penyelaman (salvage);

15. Jasa tally;

16. Jasa pas pelabuhan;

(8)

12 B. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan suatu cara atau sistem pembagian

tanggung jawab, wewenang, serta penetapan hubungan antara unsur-unsur

organisasi dalam pencapaian tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan

sebelumnya. Tujuan dan sasaran ini hendaknya dicapai semaksimal mungkin

dengan menggunakan potensi-potensi yang dimiliki perusahaan walaupun

potensi tersebut terbatas.

Kemampuan perusahaan dalam hubungan dengan pencapaian tujuan

dan sasaran-sasaran perusahaan banyak dipengaruhi oleh struktur organisasi

dari perusahaan tersebut. Struktur organisasi suatu perusahaan harus dapat

menggambarkan kondisi tentang tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam

perusahaan tersebut. Dengan demikian struktur organisasi merupakan suatu

alat untuk mempermudah terjadinya tujuan. Dengan adanya struktur organisasi,

maka seorang pimpinan perusahaan dan para bawahan dapat melaksanakan

tugas, wewenang, dan tanggung jawab dengan baik, sehingga pimpinan

perusahaan akan dapat melakukan pengawasan terhadap bawahan di dalam

melaksanakan kegiatannya sehingga aktivitas perusahaan berjalan sesuai

dengan rencana.

PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I didirikan berdasarkan Peraturan

Pemerintah No. 56 tahun 1991. Nama lengkap perusahaan adalah PT (Persero)

Pelabuhan Indonesia I, yang disingkat dengan PT. Pelabuhan I, berkantor pusat

(9)

13

Struktur organisasi PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I menggunakan

model struktur organisasi berbentuk garis, di mana struktur tersebut arahnya

bergerak vertikal ke bawah. Setiap karyawan bertanggung jawab kepada

pimpinan masing-masing sehingga tercipta kesatuan komando. Struktur model

ini memperhatikan dengan jelas pembagian tugas, fungsi, tanggung jawab, dan

wewenang setiap bagian dalam perusahaan, sehingga perusahaan dapat

bertanggung jawab dengan uraian tugas yang ada.

Organisasi perusahaan terdiri dari:

1) Kantor Pusat

2) Cabang Pelabuhan

3) Perwakilan

4) Unit Pelaksana Teknis

5) Anak Perusahaan

6) Perusahaan Patungan

7) Kerjasama Usaha Perusahaan dengan Pihak Lain

8) Kerjasama Operasi Perusahaan dengan Pihak Lain

Penjenjangan struktural pada Kantor Pusat terdiri dari:

1) Dewan Direksi yang dipimpin oleh Direktur Utama

2) Direktur sebagai Kepala Direktorat

3) Senior Manajer dan setingkatnya

(10)

14

Sedangkan Penjenjangan struktural pada cabang/unit terdiri dari:

1) General Manajer Cabang atau Manajer Cabang

2) Manajer Divisi dan setingkatnya

3) Asisten Manajer Divisi dan setingkatnya

(11)

15

Gambar 2.1 : STRUKTUR ORGANISASI PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

(12)

16 C.Job Description

Direksi

Direksi adalah pimpinan dan pengurus perusahaan yang bertanggung jawab

penuh atas pengurusan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan.

Direksi mempunyai tugas:

A. Memimpin, mengurus, dan mengelola Perseroan sesuai dengan tugas

pokok perusahaan dan senantiasa berusaha meningkatkan efisiensi dan

efektivitas perseroan.

B. Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan perusahaan.

C. Mewakili perusahaan di dalam dan di luar pengadilan, baik yang

berhubungan dengan maupun yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan

tugas.

D. Melaksanakan kebijakan umum yang telah digariskan oleh RUPS.

E. Merumuskan kebijakan perusahaan sesuai dengan kebijakan umum yang

telah ditetapkan oleh RUPS.

F. Menyiapkan rencana kerja tahunan perusahaan lengkap dengan anggaran

keuangan tepat pada waktunya.

G. Menyampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan perusahaan dan

perhitungan hasil usaha menurut cara dan waktu yang telah ditetapkan

oleh RUPS.

Direksi merupakan suatu kesatuan dewan yang terdiri atas:

1. Direktur Utama

Direktur Utama memiliki tugas sebagai berikut:Untuk dan atas nama

(13)

17

jawab kepada RUPS tentang kebijakan umum untuk menjalankan tugas

pokok perusahaan dan tugas lain yang ditetapkan oleh RUPS.

Mengendalikan pelaksanaan kebijakan direksi yang dilakukan oleh para

direktur.

2. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Usaha mempunyai tugas

membina dan menyelenggarakan tugas pemasaran, penyusunan trafik

produksi dan pendapatan (TPP), pengembangan usaha, perencanaan

teknik dan konstuksi, serta peralatan sesuai dengan kebijakan

pengusahaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Direktur Pemasaran

dan Pengembangan Usaha membawahi bidang:

a. Bidang Pemasaran

Bidang Pemasaran mempunyai tugas menyiapkan pembinaan,

menyusun program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan

pengkajian pasar dan penyusunan TPP serta tarif, promosi,

hubungan pelanggan, dan pengkajian kerjasama usaha. Bidang

Pemasaran membawahi Sub bidang Pengkajian Pasar, Sub Bidang

Promosi dan TPP, dan Sub Bidang Kerjasama Usaha.

b. Bidang Perencanaan dan Pengembangan Usaha

Bidang perencanaan dan pengembangan usaha mempunyai tugas

menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja,

menyelenggarakan serta serta mengendalikan corporate plan dan

business plan, pelaksanaan penelitian bidang potensi usaha, peluang

(14)

18

analisis mengenai dampak lingkungan. Bidang perencanaan dan

pengembangan usaha membawahi sub bidang perencanaan

perusahaan dan sub bidang lingkungan hidup dan master plan.

c. Bidang peralatan

Bidang peralatan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan,

penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan

keadaan dan pemeliharaan, alat bongkar muat, teknik mesin,

instalasi listrik dan air, instalasi minyak dan telekomunikasi, serta

merencanakan kebutuhan peralatan dan bahan keperluan teknik

dalam rangka menunjang kelancaran pelayanan dan pengusahaan

jasa kepelabuhan.

d. Bidang Fasilitas

Bidang fasilitas mempunyai tugas menyiapkan pembinaan,

penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan

penyusunan kegiatan survey, rancang bangun, pemeliharaan

bangunan, pemeliharaan alur dan kolam, pembangunan fasilitas serta

memberikan rekomendasi teknis untuk mendirikan bangunan.

Bidang fasilitas membawahi sub bidang rekayasa dan sub bidang

pemeliharaan.

3. Direktur Operasi

Direktur Operasi mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan

kegiatan bidang operasi pelayanan jasa kepelabuhanan, yang meliputi

pelayanan kapal dan barang, bina usaha, teknologi informasi,

(15)

19

pengusahaan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Direktur Operasi

membawahi bidang:

a. Bidang Pelayanan Kapal dan barang

Bidang Pelayanan Kapal dan Barang mempunyai tugas menyiapkan

pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta

mengendalikan pelayanan kapal, pelayanan barang, penyiapan

armada, dan pelayanan terminal penumpang. Bidang Pelayanan

Kapal dan Barang membawahi Sub Bidang Pelayanan Kapal, Sub

Bidang Pelayanan barang, Sub Bidang Pelayanan Armada, dan Sub

Bidang Pelayanann Terminal Penumpang.

b. Bidang Bina Usaha

Bidang Bina Usaha mempunyai tugas menyiapkan pembinaan,

penyusunan program kerja, menyelenggarakan pengusahaan tanah,

perairan, bangunan, air dan listrik, pengusahaan pada Unit Terminal

Peti Kemas dan pada unit usaha lainnya serta anak perusahaan.

Bidang Bina Usaha membawahi Sub Bidang Pelayanan Bina Usaha

I, Sub Bidang Pelayanan Bina Usaha II, dan Sub Bidang Aneka

Usaha.

c. Bidang Teknologi Informasi

Bidang Teknologi Informasi mempunyai tugas menyiapkan

pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan

pengembangan perangkat keras, rekayasa sistem aplikasi perangkat

lunak, jaringan LAN/WAN, e-mail, website, portal, serta penyajian

(16)

20

Bidang Pengembangan dan Penerapan Aplikasi, Sub Bidang

Perangkat Keras dan Jaringan, Sub Bidang Penyajian Data dan

Pelaporan Simoppel.

d. Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu

Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu mempunyai tugas

menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja,

menyelenggarakan serta mengendalikan kegiatan manajemen risiko,

penerapan, pengembangan, pemeliharaan sistemmanajemen mutu,

implementasi kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan

penerapan sistem pengamanan pelabuhan secara internasional (ISPS

Code). Bidang Manajemen Risiko dan Manajemen Mutu

membawahi Sub Bidang Manajemen Risiko dan K3 dan Sub Bidang

Manajemen Mutu dan ISPS Code.

4. Direktur Keuangan

Direktur Keuangan mempunyai tugas membina dan menyelenggarakan

bidang akuntansi manajemen, perbendaharaan, akuntansi keuangan,

serta kemitraan dan bina lingkungan sesuai dengan kebijakan

pengusahaan yang telah ditetapkan perusahaan. Direktur Keuangan

membawahi bidang:

a. Bidang Akuntansi Manajemen

Bidang Akuntansi Manajemen mempunyai tugas menyiapkan

pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta

mengendalikan penyusunan rencana kerja dan anggaran perusahaan,

(17)

21

pendanaan investasi dan kinerja keuangan dalam rangka menunjang

pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Akuntansi Manajemen

membawahi Sub Bidang Anggaran dan Sub Bidang Akuntansi biaya.

b. Bidang Perbendaharaan

Bidang Perbendaharaan mempunyai tugas menyiapkan pembinaan,

penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan

persediaan dan kassa, kegiatan tata usaha keuangan, analisis

pengelolaan dana, lalu lintas keuangan, dan hutang piutang dalam

rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang

Perbendaharaan membawahi Sub Bidang Persediaan dan Kassa, Sub

Bidang Tata Usaha Keuangan, dan Sub Bidang Hutang Piutang.

c. Bidang Akuntansi keuangan

Bidang Akuntansi Keuangan mempunyai tugas menyiapkan

pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta

mengendalikan akuntansi umum, verifikasi dan perpajakan dalam

rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Akuntansi

Keuangan membawahi Sub Bidang Akuntansi Umum, Sub Bidang

Verifikasi, dan Sub Bidang Perpajakan.

d. Bidang Kemitraan dan Lingkungan

Bidang Kemitraan dan Bina Lingkungan mempunyai tugas

menyiapkan pembinaan, penyusunan program kerja,

menyelenggarakan serta mengendalikan kemitraan dan bina

lingkungan dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan.

(18)

22

Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan dan Sub Bidang

Administrasi dan Pelaporan.

5. Direktur Personalia dan Umum

Direktur Personalia dan Umum mempunyai tugas membina dan

menyelenggarakan bidang perencanaan dan pengembangan organisasi

dan sumber daya manusia, memelihara hubungan ketenagakerjaan,

administrasi sumber daya manusia dan kesejahteraan sumber daya

manusia serta administrasi umum sesuai dengan kebijakan pengusahaan

yang telah ditetapkan perusahaan. Direktur Personalia dan Umum

membawahi bidang:

a. Bidang Perencanaan Organisasi dan Sumber Daya Manusia

Bidang perencanaan organisasi dan sumber daya manusia

mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program

kerja, menyelenggarakan serta mengendalikan perencanaan sumber

daya manusia, perencanaan organisasi, program pelatihan, dan

penegembangan sumber daya manusia dalam rangka menunjang

pencapaian tujuan perusahaan. Bidang Perencanaan Organisasi dan

Sumber Daya Manusia membawahi Sub Bidang Perencanaan dan

Pengembangan Organisasi dan Sub Bidang Perencanaan dan

Pengembangan Sumber Daya Manusia.

b. Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia

Bidang administrasi dan kesejahteraan sumber daya manusia

mempunyai tugas menyiapkan pembinaan, penyusunan program

(19)

23

ketenagakerjaan, administrasi dan kesejahteraan sumber daya

manusia dalam rangka menunjang pencapaian tujuan perusahaan.

Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Sumber Daya Manusia

membawahi Sub Bidang Hubungan Ketenagakerjaan, Sub Bidang

Administrasi SDM, dan Sub Bidang Kesejahteraan SDM.

c. Bidang Umum/Kepala Kantor Pusat

Bidang umum/kepala kantor pusat mempunyai tugas menyiapkan

pembinaan, penyusunan program kerja, menyelenggarakan serta

mengendalikan kegiatan umum yang meliputi administrasi

perkantoran, keprotokolan perusahaan, inventaris perusahaan dan

kerumahtanggaan, keamanan perusahaan, serta keuangan kantor

pusat. Bidang umum membawahi Sub Bidang Tata Usaha

Perkantoran, Sub Bidang Kerumahtanggaan dan Keamanan

(20)

24 D. Kinerja Usaha Terkini

PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan menerapkan penyusunan

anggaran dengan memberikan otoritas penuh pada bagian yang terlibat dalam

penyusunan anggaran biaya operasional ini, dengan mempelajari data dan

informasi pada tahun sebelumnya dan melakukan perkiraan atau estimasi akan

berjalan perusahaan dimasa depan yang tentu saja harus memperhatikan faktor

internal dan eksternal perusahaan. Penyusunan anggaran dengan sistem ini

dilakukan dengan dasar pertimbangan bahwa bagian tersebutlah yang lebih

mengetahui program apa yang akan dilaksanakan dan berapa besar dana yang

dibutuhkan. Penetapan standar yang akan digunakan sebagai pedoman dalam

pengawasan. Yang merupakan sistem penggunaan bentuk dan sasaran yang

ditetapkan dalan suatu anggaran untuk mengawasi kegiatan-kegiatan

manajerial dengan melakukan perbandingan pelaksanaan nyata dan

Gambar

Gambar 2.1 : STRUKTUR ORGANISASI PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO)

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan telah mempunyai Piagam Pengawasan (Internal Audit Charter) yang ditetapkan oleh Direksi dan disahkan oleh Dewan Komisaris sesuai dengan Surat Keputusan Direksi

Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan telah sesuai dengan teori pada kutipan yang peneliti sajikan, dimana metode yang digunakan perusahaan telah dipergunakan sepenuhnya

Ketika perusahaan mampu untuk mengelola setiap sumber daya manusia yang dimilikinya, maka akan menjadi lebih mudah bagi perusahaan untuk mencapai tujuannya yang

berdasarkan Keputusan ruPS sesuai dengan berita acara rapat umum Pemegang Sahan Tahunan Perusahaan Perseroan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tentang Pengesahan laporan

Pada awalnya jumlah buruh bagasi yang sudah berada dibawah naungan Administrator Pelabuhan yaitu berjumlah 200 orang dan jumlah anggotanya sudah ditetapkan dan tidak boleh

Seluruh pelabuhan yang diusahakandi wilayah nusantara dibagi dalam 4 (empat) kelompok yang pengusahaannya diselenggarakan secara profesional dan menerapkan prinsip –

( Persero ) Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan telah merumuskan visi yang merupakan gambaran organisasi yang ingin diwujudkan di masa depan yaitu : “ Mewujudkan pelayanan

Persero Pelabuhan Indonesia I cabang Belawan membuat neraca telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dimana penyusunan setiap pos-pos neraca seperti pos-pos aktiva