TUGAS ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR
KEBUDAYAAN KOTA BOGOR DAN PENGARUH ARUS
GLOBALISASI
Stephanie Felitania Lestari
1408305020
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PENDAHULUAN
Kebudayaan Sunda termasuk salah satu kebudayaan tertua di Nusantara. Sebagai suatu suku, bangsa Sunda merupakan cikal bakal berdirinya peradaban di Nusantara (SundaLand). Sunda memiliki sejumlah nilai-nilai seperti kesopanan, rendah hati terhadap sesama, hormat kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yang lebih kecil. Pada kebudayaan Sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat Sunda melakukan gotong-royong untuk mempertahankannya.
Banyak kesenian yang dimiliki oleh kebudayaan sunda mulai dari upacara, kesenian, hingga permainan tradisional yang dimainkan oleh anak anak, salah satu kota yang memiliki kebudayaan sunda adalah Kota Bogor. sunda itu teradapat pula pada Kota Bogor. Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor. Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya 949.066 jiwa (2010). Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi.. iklim lokal ini dimanfaatkan oleh para perencana kolonial Belanda dengan menjadikan Bogor sebagai pusat penelitian botani dan pertanian, yang diteruskan hingga sekarang.
SEJARAH
Lambang
Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Batavia dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang. Bogor terletak pada kaki Gunung Salak dan Gunung Gede sehingga sangat kaya akan hujan orografi. Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan. Hampir setiap hari turun hujan di kota ini dalam setahun (70%) sehingga dijuluki "Kota Hujan"
KESENIAN
Bogor yang menyimpan budaya Sunda memiliki banyak kesenian.
Angklung
Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambukhusus yangditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awalpenggunaannyaangklung masih sebatas kepentingan kesenian local atau tradisional
Degung / Rampak Kendang
Kecapi Suling
Suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang memadukan suara alunan Suling dengan Kacapi (kecapi), iramanya sangat merdu yang biasanya diiringi oleh Mamaos (tembang)Sunda yang memerlukan cengkok/ alunan tingkat tinggi khas Sunda, yang padaumumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan,yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.
Tanah Sunda (Priangan)jaipong
Dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik,Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaiponganatau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karenamerupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaituKetuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula,yaituDegung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang,Go’ong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan ‘Orkestra’ dalam musikEropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak,dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian
Tari Topeng
Adalah tarian suku sunda yang dibawakan oleh sekelompok orangpenari pria atau wanita, yang menggunakan topeng khas suku sunda , dan biasanyatarian ini untuk menyambut tamu-tamu yang ingin berkunjung datang , dan sebagai pementasan pada saat acara-acara tertentu .Seperti perkawinan, khitanan,dan sebagainya
Wayang Golek
kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Dalam Wayang Golek, ada ‘tokoh’ yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang lucu dan menarik.
Kuda lumping
Kuda Lumpingmerupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca, rumput.Selain itu orang yang memerankannya akan di cambuk seperti halnya menyabuk kuda.
PERMAINAN TRADISIONAL
Engrang atau jajangkungan adalah permainan yang memerlukan keahlian khusus. Pemainnya harus berdiri pada injakan bambu sepanjang 30cm pada bambu berukuran kurang lebih 210cm dan kedua tangan harus memegang tongkat bambu bagian atas, sehingga untuk bermain egrang ini membutuhkan latihan keseimbangan tubuh.
kelompok lawan, dan kelompok yang berhasil menyentuh atau memegang benteng lawan terlebih dahulu adalah pemenangnya.
Oray-orayan biasanya dimainkan oleh banyak anak sekaligus misalnya lebih dari 15 orang, mereka berderet berbaris memegang pundak temannya sehingga membentuk barisan yang panjang dan mereka berjalan melingkar seperti oray, sambil bernyanyi.
Kelom batok adalah permainan yang mengharuskan pemainnya mengatur keseimbangan serta ketahanan tubuh. Kelom atau pijakan dibuat dari tempurung kelapa yang dibelah dua.
Ketepel atau bandring adalah Mainan yang menggunakan dahan yang bercabang dua dan seimbang. Mainan yang memakai tiga material yaitu kayu, karet, dan kulit.
Selain dari permainan-permainan di atas, masih banyak permainan tradisional Jawa Barat yang lain seperti: gagarudaan, dam-daman, ular tangga, sapintrong dan lain sebagainya.
TRANSPORTASI
Selain Bogor disebut Kota Hujan, Bogor juga memiliki sebutan “Kota Seribu Angkot”. Hal ini dilontarkan karena ada banyaknya angkutan kota (angkot) di kota Bogor ini. Bila di daerah lain penumpang akan menunggu angkutan umum, lain halnya dengan di Bogor, sopir angkot yang mengejar penumpang. Hal ini dikarenakan banyaknya jumlah angkot pada jurusan yang sama.
01 Ciawi 07 Ciparigi (Jambu Dua) 14 Laladon
02 Sukasari 08 Ciparigi (Jambu Dua) 15 Bubulak
03 Bubulak 09 Ciparigi (Jambu Dua) 16 Salabenda
04 Rancamaya 10 Bantar Kemang 17 Tanah Baru
04A Cihideung 11 Ramayana 20 Kencana
05 Cimahpar 12 Pasar Anyar 21 Pasar Bogor
06 Ciheuleut 13 Bantar Kemang 22 Pondok Rumput
Kota Bogor adalah salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki beragam wisata kuliner dan juga cinderamata serta oleh-oleh. Saat ini para wisatawan dari luar Bogor sengaja mengunjungi kota ini untuk berwisata kuliner. Mereka biasanya mencari makanan khas Bogor seperti asinan Bogor dan roti unyil di kawasan Sukasari. Jajanan khas lain selain asinan Bogor adalah talas bogor, toge goreng, laksa, gepuk karuhun, nasi tutug oncom, ayam gepuk echo raos, macaroni panggang, apple pie, es pala, comro, cincau, soto Bogor, cungkring, gepuk karuhun, ikan balita dan lain sebagainya.
Doclang
Doclang merupakan makanan khas tradisional Bogor yang terbuat dari lontong dengan siraman bumbu kacang kental.Di Bogor sendiri makanan ini semakin sulit ditemui. Makanan ini biasanya dijajakan berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya dengan cara dipikul. Doclang sendiri termasuk makanan yang sederhana. Makanan yang umumnya disantap pada saat sarapan ini terdiri atas irisan lontong ukuran besar yang dibungkus daun patat, kentang, tahu, kerupuk, dantelur rebus. Berbagai bahan ini kemudian disiram bumbu kacang yang dicampur aneka macam rempah. Kemudian, bahan-bahan tersebut ditambah kecap secukupnya, dan sambal bagi yang suka pedas.
Asinan Bogor
Asinan Bogor terdiri dari berbagai buah lokal seperti kedondong, jambu, bengkoang, nanas, dan lain sebagainya yang diberi kuah cuka dengan rasa manis asin pedas dan asam. Adapun yang berupa sayur-sayuran yaitu terdiri dari toge, mentimun, wortel, dan ubi. Makanan ini cukup banyak diminati oleh para wisatawan.
Roti Unyil
Roti Unyil yang sangat diminati wisatawan itu tak jauh berbeda dengan roti pada umumnya. Namun uniknya, roti ini dibuat dalam ukuran kecil yang hanya untuk sekali gigit.
UPACARA ADAT
mereka miliki. Di Kota Bogor sendiri memiliki berbagai upacara, seperti upacara mengandung empat bulan, Upacara mengandung tujuh bulan / Tingkeban , Upacara Mengandung Sembilan Bulan , Upacara Reuneuh Mundingeun, Upacara Memelihara Tembuni, Upacara Nenjrag Bumi, Upacara Puput Puseur, Upacara Ekah, Upacara Nurunkeun, Upacara Cukuran/Marhabaan, Upacara Turun Taneuh, Upacara Gusaran , Upacara Sepitan/Sunatan , serta upacara kematian yaitu pada sore/malam hari pada hari pertama wafatnya (poena), tiluna (tiga harinya), tujuhna (tujuh harinya), matangpuluh (empat puluh harinya), natus (seratus hari), mendak taun (satu tahunnya), dan newu (seribu harinya). Salah satu uapacara adat yang menarik adalah upacara adat sunda saat perkawinan. Untuk prosesinya sama seperti perkawinan pada umumnya seperti mengucapkan ijab Kabul dan sebagainya. Yang unik dan tak kalah sakral adalah setelah akad nikah selesai. Upacara adat sunda yang dilaksanankan setelah akad nikah adalah
Menginjak telur atau sering disebut nincak endog dengan makhsud agar malam pertama si pengantin berjalan indah dan lancar.
Muleum Harupat atau membakar segenggam lidi yang berisi 7 potongan lidi agar sifat jelek yang ada pada diri manusia seperti iri, dengki, tamak, sombong, kikir, pemarah, dan lainnya dapat terbakar atau hilang.
Meuspeun Kendi atau memecahkan kendi dengan tujuan melepas masa bujangan dan gadis pada malam pertama.
Sawer. Dilakukan dengan cara melempar barang-barang seperti permen, beras kuning, dan uang recehan diirngi dengan lagu pepatah bagi pengantin. Beras, uang receh serta permen merupakan simbol keduniaan yang harus dicari oleh kaum lelaki dan kaum perempuan harus menjaganya dengan baik.
Buka pintu atau buka panto untuk mengajarkan tradisi dan tata krama bagi suami dan isteri
TEMPAT WISATA
KebunRayaBogor
Sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 80 hektare dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB.
Puncak Bogor
Puncak adalah nama sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Daerah ini sudah sangat terkenal baik bagi wisatawan domestik maupun wiasatawan mancanegara. Keindahannya bahkan membuat terpukau Presiden Soekarno sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Luasnya perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda terhampar seperti karpet berwarna hijau. Karena suasananya yang permai inilah, maka mereka yang mempunyai penghasilan berlebih berlomba-lomba membangun villa sebagai tempa melepas penat.
Taman Safari Indonesia
mendukung pelestarian satwa, serta melakukan kampanye, pendidikan dan penyuluhan mengenai konservasi.
Istana Bogor
Salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa-rusa yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.
Prasasti Batutulis
Prasati peninggalan zaman Kerajaan Padjadjaran yang ditulis dalam bahasa Jawa kuno yang isinya menyebutkan Raja Pakuan Padjadjaran yang bernama Prabu Purana dinobatkan kembali dengan nama Sri Paduka Maharaja Ratu Haji dalam tahun yang tidak jelas karena ada huruf yang kosong, sehingga ada berbagai macam penafsiran. Prasasti ini disimpan di tepi jalan raya Batutulis, Bogor, sekitar 2 km dari pusat kota.
Plaza Kapten Muslihat (Taman Topi)
Di dalam Plaza Kapten Muslihat terdapat sebuah taman yang diberi nama Taman Ade Irma Suryani, sebelumnya taman ini memiliki nama Taman Kebon Kembang tempat orang berwisata, namun pada tahun 1980-an taman ini berubah fungsi menjadi terminal angkutan kota karena letaknya yang strategis di muka Stasiun Bogor. Terminal tersebut kemudian direnovasi menjadi Plaza Kapten Muslihat yang mengusung konsep Bangunan berbentuk Topi, sehingga masyarakat pun menyebutnya dengan Taman Topi.
LapanganSempur
senam. Pada hari Minggu tempat ini akan menjadi pasar dadakan, banyak pedagang makanan ataupun alat-alat yang menggelar dagangannya di sini setiap hari Minggu. Lapangan ini kerap digunakan untuk berbagai pergelaran musik.
Ilmiah
Kota Bogor dilengkapi juga dengan berbagai balai dan pusat penelitian antara lain Balai penelitian Tanaman Obat dan Aromatika yang terkenal dengan Wisata ilmiah disana menyediakan paket pengenalan tanaman budidaya, penanganan lepas panen tanaman rempah dan obat serta bursa benih dan produk. Balai Penelitian Hutan dan Konservasi Alam serta Pusat Penelitian Teknologi Hasil Hutan di jalan Gunung Batu no. 5 Bogor yang memiliki Arboretum,Persemaian, Laboratorium penelitian,Koleksi herbarium dan kebun percobaan gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I (2.221 m di atas permukaan laut/dpl) dan Salak II (2.180 m dpl). Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl
MUSEUM
MuseumEtnobotani
MuseumZoologi
Museum Zoologi didirikan pada tahun 1894 dengan nama Museum Zoologicum Bogoriensis. Museum zoologi Bogor didirikan oleh Dr. J.C. Koningsberger pada bulan Agustus 1894. Museum Zoologi Bogor mulanya hanyalah sebuah laboratorium kecil di sudut Kebun Raya Bogor (dulu bernama Lands Plantentuin). Tetapi kemudian MZB berevolusi menjadi lembaga kelas dunia.
Museum ini merupakan pameran ilmiah dari berbagai jenis fauna Indonesia yang memiliki ruang seluas 1.500 m2. Selain tempat wisata, tempat ini dijadikan tempat belajar dimana didalamnya terdapat fosil hewan-hewan langka atau sudah punah, di antaranya kerangka dinosaurus yang sudah membatu, 10.000 jenis serangga yang telah di awetkan,600 jenis reptil dan ikan, 650 jenis mamalia, 1100 jenis unggas dan 700 jenis invertebrata lainnya yang tentunya sudah punah tetapi diawetkan agar masyarakat pada umumnya dan pelajar khususnya mengetahui hewan-hewan pada zaman dulu yang ukuranya pun relatif besar. Di dalamnya tersimpan dan dipamerkan berbagai jenis daun dan buah yang telah dikeringkan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
MuseumTanah
Museum Tanah didirikan pada tanggal 29 September 1988. Museum ini merupakan tempat penyimpanan jenis contoh tanah yang terdapat di Indonesia yang disajikan dalam ukuran Kecil berupa makromonolit.
MuseumPembelaTanahAir(PETA)
pada tanggal 3 Oktober 1943 bertempat di bekas Kesatriaan tentara KNIL/Belanda, Pabaton.
Museum Perjuangan
PerpustakaanBogor
Didirikan pada tahun 1842 di dalam lingkungan Kebun Raya Bogor oleh ahli botani Belanda, Dr. J. Pierot. Koleksinya sekitar 300.000 jilid buku, 2.000 judul majalah ilmiah, dan lebih dari 100.000 barang cetakan lainnya. Koleksinya meliputi buku-buku ilmu pengetahuan alam murni dan praktis, dengan mengutamakan biologi, yang diperoleh dari hasil pertukaran dengan lembaga-lembaga ilmiah dan ahli-ahli botani dan biologi di seluruh dunia. Koleksi perpustakaan ini paling baik dan lengkap di Asia Tenggara.
PERUBAHAN - PERUBAHAN YANG TERJADI PADA ERA GLOBALISASI
Namun, dalam kenyataannya, mempertahankan budaya di tengah arus globalisasi yang sangat kuat memang sulit. Di Bogor sendiri, untuk mempertahankan budaya sunda ini mengalami banyak permasalahan. Masuknya paham globalisme di Indonesia, termasuk Bogor, memang tidak dapat dipungkiri sangat berdampak pada kehidupan warga Bogor, terutama bagi kaum muda. Padahal, kaum muda adalah kaum penerus dan insan yang akan melestarikan budaya mereka sendiri.
Dari segi pangan, banyak makanan tradisional yang semakin kurang diminati. Hal ini disebabkan karena banyak orang yang mulai meminati makanan-makanan fastfood dan mancanegara, kemudian melupakan makanan tradisional nya. Padahal, bila kaum muda saja sudah mulai memalingkan wajahnya dari makanan tradisional, pasti mereka pun enggan untuk mempelajari dan melestarikannya kepada anak-cucu. Di Bogor sendiri, sudah banyak masuk restoran-restoran yang menyediakan makanan mancanegara yang cukup diminati kaum muda seperti burger, pizza, steak, dan lain sebagainya. Bahkan, bila dapat dibandingkan, di Bogor jumlah tempat makan yang menyediakan makanan tradisional jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah tempat makan yang menyediakan makanan fastfood, instan dan berasal dari mancanegara.
pakaian adat daerah sendiri dan mulai berpakaian minim layaknya orang-orang di belahan bumi lain. Dari segi papan, di daerah Bogor sudah tidak ditemui lagi rumah yang berbentuk seperti rumah adat. Hal ini karena rumah dengan model yang lebih modern dianggap akan lebih kuat, lebih indah, dan lebih kondusif bila dijadikan tempat tinggal.
Majunya teknologi sebagai dampak globalisasi juga menyebabkan anak-anak Indonesia, termasuk Bogor mulai mendapat hiburan baru selain dari permainan-permainan tradisional. Kebanyakan dari mereka memilih bermain dengan gadget mereka. Gadget yang telah dilengkapi dengan fitur-fitur permainan yang seru, aplikasi yang memfasilitasi berbagai sosial media, serta fitur lainnya perlahan-lahan mengisolasi kaum muda dari budaya-budaya yang telah tercipta. Lagu-lagu yang sering didengar oleh kaum muda di Bogor pun kebanyakan lagu-lagu berbahasa inggris, lagu-lagu Korea, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin hanya beberapa anak saja yang mungkin memiliki satu lagu tradisional di gadgetnya.
Daftar Pustaka
http://permainantradisional-indonesia.blogspot.com/2014/10/permainan-tradisional-jawa-jawa-barat-2.html (diakses 23 Februari 2015)
http://www.budayaindonesia.net/2013/at-istiadat-sunda-yang-menawan.html (diakses 21 Februari 2015)
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Sunda (diakses 21 Februari 2015)
https://ruangcatatanranee.wordpress.com/2013/01/14/daftar-objek-wisata-di-bogor/ (diakses 21 Februari 2015)
http://www.wisatamelayu.com/id/destination/351-Kota-Bogor/22-Upacara-Adat-Ritual (diakses 21 Februari 2015)