• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 52/PHPU.D-VIII/2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 52/PHPU.D-VIII/2010"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

0

MAHKAMAH KONSTITUSI

REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 52/PHPU.D-VIII/2010

PERIHAL

PERMOHONAN PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN

UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA

DAERAH KABUPATEN PASER

ACARA

PEMERIKSAAN PERKARA

(I)

J A K A R T A

(2)

1

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

--- RISALAH SIDANG

PERKARA NOMOR 52/PHPU.D-VIII/2010 PERIHAL

Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Paser

PEMOHON

Yusriansyah Syarkawi dan Azhar Bahruddin

TERMOHON

KPU Kabupaten Paser

ACARA

Pemeriksaan Perkara (I)

Kamis, 24 Juni 2010 Pukul 13.05 –12.00 WIB

Ruang Sidang Panel Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat

SUSUNAN PERSIDANGAN

1) Achmad Sodiki (Ketua)

2) Ahmad Fadlil Sumadi (Anggota) 3) Maria Farida INdrati (Anggota)

(3)

2

Pihak yang Hadir:

Kuasa Hukum Pemohon: - Khairul Anwar

- Poltak Siringoringo

Termohon (KPU Kabupaten Kab Bima):

- Ihwan (Ketua KPUD Kab Bima) - Ilyas (Anggota KPUD Kab. Bima)

- Ahmad Yasin (Anggota KPUD Kab Bima) - Susilawati (Anggota KPUD KAb Bima)

Kuasa Hukum Termohon:

- Atik Karnila

- Elizabeth Agustiana - Agus Wiriadi

- Andi Muhammad Taufik

Kuasa Hukum Pihak Terkait:

(4)

3

1. KETUA: ACHMAD SODIKI

Mahakamah Konstitusi dalam rangka mempersidangkan Perkara Nomor 52/PHPU.D-VIII/2010 dengan ini saya nyatakan akan dibuka dan terbuka untuk umum.

Asalamualaikum wr. wb. Selamat siang salam sejahtera untuk kita semua.

Baiklah pada kesempatan awal ini saya persilakan kepada Pemohon memperkenalkan diri dulu siapa yang hadir pada saat ini.

2. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Terima kasih, asalamualaikum wr. wb.

Perkenankan kami Khairul Anwar, S.H. dan Poltak Siringoringo, S.H, M.H. selaku Kuasa dari pada Bapak Drs. H. Yusriansyah Sarkawi dan H. Azhar Bahruddin selaku Pemohon dalam permohonan keberatan dan pembatalan penetapan hasil Pemilukada Bupati Wakil Bupati Kabupaten Paser.

3. KETUA: ACHMAD SODIKI

Yang dibelakang siapa?

4. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Maaf, asisten kami, Pak.

5. KETUA: ACHMAD SODIKI Oh, asisten ya, oke.

Saya persilakan Termohon, ditekan yang abu-abu itu.

6. KUASA HUKUM TERMOHON: ATIK KARNILA

Perkenalkan kami dari LBH HAPPY Kalimantan Timur, saya Atik Karnila S.H dan rekan kami Elisabeth S.H selaku Kuasa KPUD dari Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Terima kasih.

SIDANG DI BUKA PUKUL 13.00 WIB

(5)

4

7. KETUA: ACHMAD SODIKI

Di sampingnya?

8. KUASA HUKUM TERMOHON: ELIZABETH AGUSTIANA

Sudah Pak, saya Elisabeth Agustina S.H dari LBH HAPPY Kalimantan Timur, selaku KPUD Kabupaten Paser.

9. KETUA: ACHMAD SODIKI

Lalu yang mendampingi ini?

10. KUASA HUKUM TERMOHON : AGUS WIRIYADI.

Terima kasih, Pak. kami dari Jaksa Pengacara Negara pada Kejaksaan Negeri Tanah Grogot, nama Agus Wiriyadi, S.H., M.H. dan Saudara Andi Muhamad Taufik, S.H., M.H. untuk mewakili KPU.

11. KETUA: ACHMAD SODIKI

Ya, baiklah sebagaimana biasanya…, eh, Pihak Terkait saya lupa,, saya persilakan.

12. KUASA HUKUM PIHAK TERKAIT : ABDUL RAIS. Asalamualaikum wr. wb.

Yang terhormat Majelis Hakim, nama saya Abdul Rais S.H mewakili Pihak Terkait pasangan nomor urut 1, M. Ridwan Swidi, terima kasih.

13. KETUA: ACHMAD SODIKI

Ya, baiklah pada persidangan ini kami persilakan pada Pemohon, apa yang ingin disampaikan apa ada perbaikan terlebih dahulu apa sudah, yang dulu itu saja sudah dianggap betul?

14. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Terima kasih Majelis, mohon maaf sebelumnya. Kami akan menyampaikan revisi untuk halaman 8, 9, dan 10. Sedikit saja Pak.

15. KETUA: ACHMAD SODIKI

(6)

5 Ya, baik sekalipun tidak ada halaman dianggap pada ada halaman, pada lama itu, ya. dianu saja nanti diperbaiki lagi.

Lalu yang…, apanya…, sekarang gini, apa yang menjadi pokok dari permohonan dan alasan Saudara mengajukan permohonan ini. Dan ini pembatalan hasil pemilihan umum ini.

Saya persilakan.

16. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Terima kasih Majelis adapun yang menjadi pokok permohonan kami, yang pertama yaitu tentang Penetapan Termohon Nomor 70…, Nomor 74/271 KPTS-PSR dan 0211636 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati.

Dasar keberatan kami pertama, bahwa…, ada…, ada kec…, ada perbedaan pertama di PPS Muara Kanom…, Muara Komam kecamatan kemudian di Lori dan yang peling penting sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 juncto PP Nomor 49 Tahun 2008 serta, juncto

PKPU Nomor 68 Tahun 2009, syarat untuk seseorang mengikuti Pemilukada Bupati Kabupaten itu jelas memiliki…, harus memiliki ijazah. Ternyata telah kami teliti, Termohon dengan sengaja meloloskan pasangan nomor urut 1 walaupun tanpa memenuhi syarat sebagai yang dimaksud undang-undang tersebut.

Saya kira itu yang menjadi pokok persoalan dari permohonan ini, terima kasih.

17. KETUA: ACHMAD SODIKI

Ya, baik.

Dari apa yang saya baca dari permohonan pertama, ini minta tanggapan Saudara ya? Apa ada yang berubah di sini ya?

Satu kesalahannya adalah Termohon mengurangi jumlah surat suara yang berada dalam kotak suara, di TPS 349 Desa Muara Kuaro, Kecamatan Markomam.

Kedua, konstituen pasangan calon nomor urut 4 banyak yang tidak menerima kartu pemilih.

18. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Ya.

19. KETUA: ACHMAD SODIKI

Ketiga, Termohon mengikutsertakan pemilih yang belum cukup umur, belum nikah.

(7)

6

20. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Ya.

21. KETUA: ACHMAD SODIKI

Keempat, Termohon memberikan kartu pemilih dan undangan pemilih pada orang yang tidak berhak memilih, dan terdaftar dalam DPT untuk pasangan calon nomor urut satu, betul?

Lima penetapan pasanangan calon nomor urut 1 dinilai Pemohon cacat hukum. Karena tidak memenuhi syarat administrasi, yaitu ijazah SD yang menggunakan STSB, pogram pendidikan dasar kejar paket A insentif tahun 1995 namun menggunakan stempel paket B, STSB dikeluarkan oleh instansi yang tidak berwenang, betul?

Enam, terhadap kasus STSB telah dilakukan penahanan terhadap pembuat STSB.

Tujuh, pasangan calon nomor urut 1 menggunakan izasah fiktif. Delapan, pada periode kepemimpinan pasangan calon nomor satu 2005-2010 juga menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawasi Selatan yang diyakini tidak jelas proses hukumnya.

Sembilan, tim sukses Pemohon telah menyampaikan keberatan kepada Termohon atas penetapan pasangan calon nomor urut 1 karena dinilai tidak memenuhi persyaratan tersebut.

Ada sembilan yang…, ada tambahan nggak di situ.

22. KUASA HUKUM PEMOHON: KHAIRUL ANWAR

Saya kira cukup.

23. KETUA: ACHMAD SODIKI

Cukup, jadi ini karena item-nya sudah jelas berarti yang nanggapi

juga jelas, gitu ya? Nanggapi juga jelas, jadi tanggapan itu nanti meliputi item itu, juga nanti pembuktiannya nanti mengikuti item itu. Ya? Jadi itu, pembuktiannya itu Termohon mengurangi jumlah surat suara ya, saksinya siapa atau buktinya apa, bantahannya dari Pihak Termohon apa. Jadi nanti kita lalu menilai…, ya, akhirnya menilai.

Ya, jadi tapi untuk lebih baiknya dari permohonan ini, ini jangan Saudara pisah begini, disatukan, ya, di-insert, kan di-flasdisk atau anu…, anunyakan masih di komputer. Di-insert gini jadi nanti tidak begini dan begini, toh. Ya, masuk gini, enak toh.

Jadi Saudara tidak bingung, hakimnya ndak bingung juga Termohon ndak bingung, Terkait juga tidak bingung. Ini tidak lari kemana-mana gitu, ya? Jadi dengan demikian nanti ini perbaikannya adalah antara lain itu, ya nanti masih ada tambahan lagi dari Bapak Hakim ya, kami persilakan, Pak.

(8)

7

24. HAKIM ANGGOTA: AHMAD FADLIL SUMADI

Saudara Pemohon, Saudara Termohon dan Pihak Terkait.

Sidang ini belum pemeriksaan perkara, sehingga Saudara ndak usah apa…, mikir-mikir jawabanya apa nanti nggak usah mikirlah, ndak usah. Terkait juga gitu.

Ini yang di Mahkamah Konstitusi itu ada pemeriksaan pendahuluan. Di dalam pemeriksaan pendahuluan ini Hakim berkewajiban memberi nasihat kepada Saudara supaya permohonan Saudara itu lengkap. Supaya permohonan Saudara itu benar, dan juga jelas begitu. Kalau jelas, mudah dijawab dan kami juga mudah memberikan penilaian terhadap permohonan yang Saudara ajukan, sehingga mudah pula untuk diputuskan seperti apa putusannya.

Saya ingin menyampaikan beberapa nasihat terhadap Saudara. Kalau dari struktur ini sudah benar, pertama misalnya kewenangan Mahkmah Konstitusi ini sudah ada Pasal 24C. Lalu Undang-Undang Nomor 32 yang kemudian memberikan kewenangan kepada Mahkamah Kontitusi untuk memeriksa dan memutus soal pemilihan umum kepala daerah.

Lalu kedudukan hukum, ini Saudara di sini mesti menyebutkan bahwa Saudara itu calon nomor urut berapa? Kalau di sini kan Pemohon adalah pasangan calon dalam Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Pemohon diajukan terhadap penetapan..., permohonan diajukan terhadap..., ini kurang fokus ini, fokuskan saja bahwa berdasarkan...,

apa namanya..., Keputusan KPU, Saudara itu ditetapkan sebagai calon nomor berapa gitu saja ini yang, yang mudah saja ini tidak berputar-putar.

Lalu tenggang waktu ini ada kaitannya sebenarnya dengan Keputusan Komisi Pemilihan Umum tentang rekapitulasi itu benar ya Nomor 74 itu ya? Itu tanggal berapa di sini sudah ada tanggal 15 bulan Juni, lalu Saudara ini mengajukan tanggal berapa? Di sini diserahkan permohonan ini pada tanggal 17 Juni, sehingga ada..., apa namanya..., selang waktu dari diputusnya sampai diajukannya itu 2 hari kerja misalnya, ini berarti diterima.

Lalu yang menjadi soal sekarang itu adalah relevansi antara pokok permohonan dengan petitum Saudara. Kalau Saudara menyoal Keputusan KPU tentang hasil pemiliihan umum, itu Saudara mesti memastikan itu hasil Pemilu menurut perhitungan KPU itu berapa? Lalu menurut perhitungan Saudara itu berapa? Itu, ya, jadi kalau di sini pendahuluannya itu Saudara menyebutkan itu..., apa namanya..., yang disoal itu hasil pemilihan umum tapi kok lalu Saudara di sini meminta supaya didiskualifikasi yang kemudian diubah lagi menjadi diperbaiki dengan permohonan Saudara, coba ini kok sama saja ini? Ini sudah diperbaiki, yang intinya itu membatalkan, tidak mengikat secara hukum Keputusan KPU Nomor sekian ini mengenai penghitungan. Lalu berikutnya menyatakan dan membatalkan penetapan pemenang, ini kan

(9)

8

nggak singkron dengan positanya. Positanya itu kalau mau penghitungan harus menyatakan penghitungan yang KPU itu yang Saudara anggap salah penghitungan yang benar itu yang dari Saudara, yang dimintakan Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan yang benar itu penghitunga Saudara. Menetapkan pasangan nomor 4 Yusriansyah sebagai pemenang, di sini nggak ada dalil-dalilnya yang terkait dengan itu. Oleh karena itu, ingin saya beritahukan kepada Saudara ya? Permohonan perselisihan hasil Pemilu itu..., coba Saudara sudah punya ini kan sudah punya..., apa namanya..., Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 15 Tahun 2008 kan, sudah punya belum Pak? Ada ya? Kalau sudah ada dibuka itu pada Pasal 4-nya itu kan, ”objek perselisihan Pemilu adalah hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon, dalam hal ini KPU yang memengaruhi pasangan itu masuk dalam putaran kedua atau memengaruhi terpilihnya sebagai kepala daerah,” itu, itu intinya. Lalu uraiannya itu di dalam posita, Anda mesti menguraikan kesalahan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon itu kenapa? Kalau itu yang diminta, lalu ada permintaan atau petitum untuk membatalkan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon. Ya, petitum untuk menetapkan hasil penghitungan suara yang benar, itu yang Saudara lakukan itu.

Nah, tapi memang ada yang berikutnya yaitu permintaan untuk diulang penghitungannya itu, karena misalnya ada penghitungan misalnya soal coblos tembus itu secara simetris itu KPU edarannya menyatakan tidak sah, kemudian berikutnya lagi menyatakan sah begitu sehingga terjadi kebingungan di dalam..., apa namanya..., TPS-TPS itu sehingga perlu dihitung ulang yang semula dianggap tidak sah itu kemudian dihitung lagi. Atau oleh karena ada kesalahan-kesalahan yang bersifat terstruktur, terstruktur itu artinya melibatkan pihak yang berkuasa, siapa pun yang berkuasa itu yang ada rentangnya dari yang tinggi sampai yang berikutnya yang paling rendah, kesalahan itu dilakukan oleh mereka yang berkuasa itu dan bersifat sistematis artinya terkait sejak penghitungan misalnya sampai pemilihannya sampai apa katakan saja pengaruhnya pada orang-orang yang akan memilih dan juga bersifat masif artinya semua orang diasumsikan terpengaruh oleh kesalahan itu, sehingga ini memengaruhi hasil. Oleh karena mempengaruhi hasil maka minta supaya pemungutan suaranya diulang.

Nah, ini kan tidak jelas Saudara keberatan terhadap..., apa namanya..., penetapan hasil pemilihan umum tapi yang dimohon justru membatalkan pasangan calon nomor urut sekian, ini soal yang mana ini? Soal output apa soal prosedur, begitu Pak ya? Kalau soal prosedur harus masif, harus

sistematis, harus terstruktur dan itu terjadi di TPS mana itu locusnya, apakah seluruh TPS atau untuk kecamatan mana atau untuk desa mana?

Nah, ini mesti jelas locus-nya, locus-nya jelas.

Kemudian subjeknya itu yang, yang melakukan siapa? Tempusnya juga harus jelas, kapan terjadi itu? Jadi subjeknya siapa, kapan terjadi,

(10)

9 dimana, dan bagaimana dampaknya? Ada keresahan misalnya karena dipaksa dan seterusnya.

Nah, di sini yang sudah tadi dirinci oleh Pak Ketua tadi tidak, tidak tergambar di sini, tidak tergambar secara..., apa namanya..., cermat begitu. Oleh karena itu, ya, ini nasihat ya namanya nasihat itu kami hanya menjalankan kewajiban. Saudara sebagai Pemohon ini tidak termasuk perintah hakim, sehingga Saudara boleh mempertimbangkan untuk tidak dilaksanakan kalau memang itu bukan mau Saudara, gitu ya? Kalau mau Saudara itu yang ini, ya sudah ini saja dipertahankan, gitu, tapi kalau dipertimbangkan, oh ya, daritadi ada soal-soal yang mesti diperbaiki, silakan dipertimbangkan untuk sebagai bahan meperbaiki di permohonan Saudara, gitu ya, Pak, ya? Jadi harus jelas harus ada kait-mengkaitnya antara petitumnya dengan positanya, gitu ya?

Petitumnya tadi sudah saya gambarkan ada penghitungan, ada penghitunga ulang, lalu ada pemungutan suara ulang,

Kalau misalnya arahnya kepada..., mendiskualifikasi pasangan peserta yang sudah sekarang menang itu harus Saudara gambarkan sejak semula itu bagaimana usaha Saudara itu? Tapi bagaimana respon KPU sebagai penyelenggara? Kalau itu sudah diperkarakan, sudah sejauh apa tingkatan perkaranya, sehingga kita tahu KPU itu ini perkara sedang berjalan kok ini lalu tetap dijalankan juga, tidak menunggu hasil ini dan seterusnya. Jadi ini supaya, supaya jelas begitu Pak ya?

Jadi, apakah usaha Anda itu benar-benar sejak semula, sebab kalau penghitungan sendiri sebenarnya dari PPK ketika direkap itu kalau Anda keberatan hari itu juga diperbaiki. Tapi mengapa kok sampai ke sini? Tentu ada usaha-usaha yang tidak berhasil, dan tidak berhasilnya itu adalah sangat-sangat mendasar sehingga Saudara perlu untuk menyampaikan di sini. Misalnya rekap di kabupaten itu kan Saudara sebenarnya punya hak untuk keberatan dan kalau keberatan hari itu juga kan diperbaiki, tapi kenapa di sini? Ini harus ada argumentasinya, begitu Pak ya?

Begitu Saudara Pemohon? Sudah cukup jelas jadi..., Saudara Pemohon tunggu saja apa yang akan dia..., apa..., tulis itu nanti, itulah yang dijawab, kalau sekarang tidak usah dijawab dulu yang sudah ada ini, kecuali dia menetapkan ini loh yang dijadikan permohonan, begitu ya?

Demikian juga Pihak Terkait. Terima kasih, Pak Ketua.

25. KETUA: ACHMAD SODIKI

Saya persilakan Ibu Maria.

26. HAKIM ANGGOTA: MARIA FARIDA INDRATI

(11)

10 Ya, ada yang mengetahui bahwa kewenangan Mahkamah dalam Pemilukada ini adalah memeriksa dan mengadili hasil penghitungan suara. Tapi yang Anda kemukakan di awal tadi justru bukan mengenai penghitungan suara, Anda mempermasalahkan mengenai syarat administratif, sehingga Anda sebetulnya melihat pada proses. Nah, Anda mengajukan ini apakah karena setelah kalah baru mengajukan atau sejak awal, itu yang harus dijelaskan secara rinci di sini, ya?

Di nomor 6 permohonan Anda, Anda yang mengatakan bahwa Pemohon keberatan terhadap Keputusan KPU Kabupaten Paser nomor 74 dan seterusnya tanggal 15 Juni 2010, tentang penetapan dan pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati tahun 2010 tanggal 15 Juni 2010 disebabkan atau berkenaan dengan semuanya ini, kemudian Anda mengatakan dan mengakibatkan berkurangnya atau hilangnya suara jumlah dukungan suara Pemohon yaitu terutama.

Nah, di sini kan sebetulnya. Kenapa? Kalau Anda mempermasalahkan keputusan tentang rekapitulasi berarti kan hasil penghitungan, ya kan? Kalau Anda tadi mengatakan mengenai syarat administratif, mestinya Anda juga mempermasalahkan mengenai keputusan tentang penetapan calon nomor urut kan ada kan? Nah, mestinya itu yang belum Anda kemukakan. Dan kemudian walaupun Anda sudah memperbaiki ini ada satu hal yang sebetulnya dalam permohonan Anda yang pertama Anda justru menyalahkan Anda sendiri, ini karena nggak ada halamannya tapi saya lihat ini mungkin halaman 4, bahwa di sini ada yang nomor di atas ada menuliskan 3. Dr. H. Nurhayati dan seterusnya, ya? Nomor 4. Drs. Yusriansyah Serkawi dan seterusnya, coba Anda melihat kalimat terakhir dalam halaman ini. Di sini justru Anda menyalahkan Anda sendiri. Bahwa selain itu Pemohon telah sengaja melakukan kesalahan diantaranya yang salah Pemohon apa Termohon, nanti balik di sini. Nah, ya? Jadi Anda kurang cermat di sini, coba dilihat lagi, nanti dari pada Anda kemudian..., malah terbalik. Disalahkan oleh Pihak Termohon.

Saya rasa yang lainnya sudah dikemukakan oleh hakim yang lain, saya rasa cukup Pak Ketua.

27. KETUA: ACHMAD SODIKI

Ya, jadi itu beberapa, beberapa nasihat dari Majelis supaya bisa dipahami, ya sekali lagi, lihatlah peraturan yang ada di sini, Pasal 4 dan Pasal 6 mengenai objectum litis dari perselisihan itu dan kemudian juga mengenai apa yang harus dicantumkan dalam petitim, sekalipun Saudara minta pembatalan toh Saudara sepertinya sudah juga memperhitungkan tentang perolehan surat suara dari apa yang Saudara maksud itu, ya

toh?

Nah, ini nanti bagi Termohon dan Terkait baru bisa memberikan tanggapan setelah Pemohon itu memperbaiki permohonannya. Atas

(12)

11 dasar apa yang telah terjadi, tercatat di dalam persidangan ini tentang perbaikan itu, ya? Jadi, kalau Saudara tadi mulai halaman 10, ya kalau 10-nya nggak ada, ini jumlah saja 9 kok halaman 10, lucu juga ya? Saya hitung 9 kok halaman 10, ya? Jadi nanti di insert page number ketik, kalau perlu saya kasih tahu sekali fontnya itu ariel..., apa..., arial bukan ariel..., arial 12, ya? Semua juga begitu, nanti semua itu, itu nanti oleh Panitera di minta supaya nanti di dalam penyusunan putusan, Panitera

nggak usah ngetik lagi. Gitu loh, revisian ya?

Softcopy-nya saja yang disampaikan, ya? Jadi ada yang ingin disampaikan dari para Pihak di sini? Kalau nggak saya ingin menyampaikan bahwa perbaikan itu harus sudah Saudara sampaikan besok, tanggal 25 Juni sore, jam 16:00. Ini kan tadi tinggal insert dan merubah Termohon menjadi..., Pemohon menjadi Termohon, gitu ya? Antara lain itu dan beberapa nasihat tadi.

Besok jam 16:00, tanggal 25 Juli, diserahkan pada PP dan kepada Termohon maupun Terkait jam 16:00 itu silakan mengambil perbaikan yang sudah diperbaiki oleh Termohon, jelas ya? Jelas.

Cukup ini, 24 jam sudah cukup.

Yang kedua sidang yang kedua, artinya sidang pemeriksaan pembuktian, termasuk nanti sebelumnya jawaban Pemohon, Termohon maupun Terkait itu akan dilaksanakan hari Rabu, tanggal 30 Juni 2010, jamnya jam 15.30. Ya? Saya ulang hari Rabu, tanggal 30 Juni jam 15.30, ya?

Di dalam persidangan itu, sebelumnya besok itu juga saya..., saya minta pada Pemohon, apabila akan mengajukan Saksi silakan diserahkan kepada Panitera, Saksinya berapa? Diberitahu juga bahwa Saksi-Saksi itu harus ada KTP-nya, ya? Jadi selesai..., diurut, ya? Ya, syukur-syukur nanti..., syukur-syukur Saudara Pemohon tadi, ketika saya tanya sudah jelas itu kira-kira ada 9 item, 9 dalil itu..., itu Saudara sudah bisa ngatur, yang akan memberikan kesaksian tentang jumlah surat suara berada dalam kotak suara dikurangi itu Saksinya siapa? Ini sudah diatur dulu, ya? Konstituen tidak menerima kartu pemilih itu Saksinya siapa? Jadi dengan demikian kesaksian itu sesuai dengan dalil item-item yang sudah ada di situ, dengan demikian juga bukti-bukti surat yang Saudara miliki, nah kan enak toh, ini dalilnya begini, buktinya begini. Pihak KPU ngikutin, saja dalil itu begini, argumentasinya begini, lah saya lain, kan

gitu saja.

Jadi dengan demikian lalu Saudara singkat sidangnya tidak bertele-tele, jadi di sini bukan banyaknya Saksi tapi Saksi memang relevan dengan item itu, mau bawa Saksi 100 kalau tidak ada relevansinya dan kurang ya, untuk apa, kan gitu. Pas buang-buang uang ya?

Nah, jadi di sini Saudara minta pemilu ulang karena begini, Saksi yang akan menerangkan, karena tersturktur, karena masif dan sistematis. Sehingga yang menyebabkan ini penghitungan itu menjadi diragukan kebenarannya, ya? Menurut penghitungan saya, ya mestinya

(13)

12 begitu ya? Ini saya sudah punya anu, apa..., perkiraan saya bahwa itu yang nggak dikasih DPT sekian, itu semua maunya nyoblos saya kok, kalau nggak ya nggak jadi toh. Itu, argumen-argumen itu bisa disampaikan di depan Mahkamah, ya toh?

Sekali lagi jadi ini nanti di insert masuk jadi 1, perbaikan-perbaikan yang perlu Saudara perbaiki sesuai dengan saran Majelis, bisa Saudara masukkan, ya? Kemudian ketika menot..., noto ya artinya mencoba menata Saksi, Saudara perkirakan, jadi Pemohon sendiri yang akan ngatur Saksinya siapa, ya. Ini ya? Sudah jelas ya Pak ya?

Jadi kita ingin jalannya sidang itu tidak lari kemana-mana tapi sesuai dengan sistematika yang diajukan oleh Pemohon sendiri.

Dari Termohon ada yang ingin disampaikan, cukup? Pemohon cukup? Terkait cukup? Nah Terkait juga kalau punya Saksi, ya. Ingin membantah item-item ini, ya atau persoalan yang ada di sini, ya. Sama,, jadi dengan demikian nanti penyusunan dengan draft putusan juga akan lebih cepat lagi.

Nah, jadi persidangan ini saya nyatakan selesai, cukup dan sudah dipahami kedua belah pihak, kita jumpa lagi nanti hari Rabu tanggal 31 Juni 2010. Jam 15.30. Dengan acara jawaban Termohon dan Terkait serta pembuktian dalam pemeriksaan tersebut.

Dengan demikian saya nyatakan sidang ditutup.

Jakarta, 25 Juni 2010

Kepala Biro Administrasi Perkara dan Persidangan

Kasianur Sidauruk

NIP. 19570122 198303 1 001

SIDANG DITUTUP PUKUL 13.35 WIB KETUK PALU 3X

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa dasar surat Komisi Pemilihan Umum Nomor 2545.1/13/VIII/2008 menjadi rujukan atau dasar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Timur Tengah Selatan mengetahui kepengurusan

Jadi setelah selesai semua pemeriksaan Saksi, baru kita akan mengesahkan bukti-bukti tertulis yang diajukan oleh Pemohon, Termohon maupun Pihak Terkait kalau ada?. Setelah itu

190 yang sekarang ini, yang Undang-Undang Nomor 36 itu saya baca biar Saudara dengar, ini terang-terang begini dia katakan, jadi bukan…, coba saya baca ayat (1), “Pimpinan

Di sana saya perlu cerita sedikit Bapak Ketua Hakim ya rasanya pada waktu itu di Kelurahan Putat Jaya terjadi 14 RW yang mana Beliau mempunyai ide untuk refreshing atau temu

Jadi untuk dan atas nama perkara 141, kami mohon dengan hormat kepada yang Mulia Majelis Hakim, supaya diperkenankan kami mengikuti sidang Yang Mulia ini, untuk membela hak-hak

SAKSI DARI PIHAK TERKAIT : SLAMET Ya, boleh kalau saya salah, nggak apa-apa..

[3.11] Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya mendalilkan keberatan terhadap Keputusan Termohon berupa Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan Umum Kepala

Jadi dalam petitum pertama kami meminta menerima dan mengabulkan seluruh permohonan pengujian undang-undang para Pemohon, yang kedua menyatakan Undang-Undang Nomor 4 PNPS Tahun