• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Artikel Bahasa Indonesia"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SURAT MELALUI METODE PROJECT BASED LEARNING

PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 5 CIGUDEG KABUPATEN BOGOR Widya Tri Utomo1, Sarwiji Suwandi2, Sumarwati3.

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascarjana, UNS [email protected]

Abstract: The aim of this study were: 1) Project based learning method to improve the quality of students of class V SDN 5 Cigudeg Cigudeg, Bogor regency. 2) improve the skills of writing a formal letter grade students of SDN 5 Cigudeg districts Cigudeg Bogor district through the implementation of project-based learning methods. This research is a classroom action research is conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: (1) planning, (2) the stage of implementation, (3) the stage of observation, and (4) the stage of analysis and reflection. Data collection techniques include interviews, observation, test, and document analysis. Data were analyzed using descriptive analysis techniques comparative and critical. in the first cycle the number of students who reach KKM by 51% and the average value that is 72.3. In the second cycle after the executed test write a formal letter of students who pass the study reached 89%. Learning increased by 38%. The average value achieved on the second cycle increased to 83.4. This represents an increase of 11.1. The results showed that the application of problem-based learning methods can increase student 's positive attitude and also can improvement letter writing skills through project based learning method in class v elementary school country 5 Cigudeg, Bogor regency.

Keywords: writing skills, an official invitation letter, project based learning

Keterampilan menulis merupakan salah

satu bentuk keterampilan berbahasa yang

sangat penting, di samping keterampilan

menyimak, berbicara, dan membaca, baik

selama mengikuti pendidikan di berbagai

jenjang dan jenis sekolah, maupun dalam

kehidupannya nanti di masyarakat.

Keberhasilan pelajar dalam mengikuti

kegiatan belajar di sekolah banyak

ditentukan kemampuannya dalam menulis

(Slamet, 2008: 95). Oleh karena itu,

pembelajaran menulis mempunyai

kedudukan yang sangat strategis dalam

pendidikan pengajaran.

Barnawi (2011: 190) menyatakan “Keterampilan menulis menempati peran yang sangat penting bagi setiap orang dan

kehidupan yang profesional. Oleh karena

itu, pembelajaran menulis menjadi salah

satu komponen yang harus diajarkan dari

pendidikan dasar sampai dengan perguruan tinggi”. Berdasarkan pernyataan dan pendapat di atas dapat disimpulkan, bahwa

keterampilan menulis sangat penting

kuasai oleh semua orang khususnya oleh

siswa.

1

Mahasiswa Pascasarjana, Pendidikan Bahasa Indonesia, PPs. UNS 2

Dosen Program Studi Bahasa Indonesia, PPs. UNS (Pembimbing 1) 3

(2)

commit to user Keterampilan menulis yang dimilki

siswa juga dapat membantunya dalam

berkomunikasi. Pernyataan tersebut sesuai

dengan pendapat Beraza (2013: 15) mengungkapkan “pembelajaran menulis di sekolah merupakan sebuah kebutuhan

dasar bagi siswa untuk mencapai tujuan

yang formatif, diantaranya adalah sebagai

alat komunikasi dan sumber stimulasi intelektual”. Pendapat di atas mempunyai maksud bahwa keterampilan menulis harus

dimiki oleh semua orang, khususnya siswa

yang selalu menemui berbagai bidang ilmu

pendidikan di sekolah.

Berpijak dari penjelasan di atas,

Andayani (2014: 131-132) menjelaskan

tujuan pembelajaran bahasa Indonesia di

sekolah dasar dapat digambarkan sebagai

berikut, (a) lulusan sekolah dasar

diharapkan mempu menggunakan bahasa

Indoneisa secara baik dan benar yang

mencakup tujuan kognitif dan afektif; (b)

lulusan sekolah dasar diharapkan dapat

memahami komunikasi menggunakan

bahasa Indonesia san menghayati sastra

Indonesia; (c) penggunaan bahasa harus

sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa

sesuai fungsi bahasa sebagai alat

komunikasi; (d) pengajaran bahasa

Indonesia disesuaikan dengan tingkat

pengalaman siswa sekolah dasar; (e) siswa

diharpak dapat berkomunikasi secara

efektif dan efisien baik secara lisan

maupun tulisan sesuai dengan etika yang

berlaku; (f) siswa bangga dan menghargai

bahasa Indonesia sebagai bahasa negara

dan bahasa pemersatu bangsa Indonesia;

(g) siswa mampu memahami bahasa

Indonesia serta dapat menggunakannya

dengan tepat dan kreatif untuk berbagai

tujuan; (h) siswa mampu menggunakan

bahasa Indonesia untuk meningkatkan

kemampuan intelektual, serta kematangan

emosional dan sosial; (i) siswa dapat

membaca dan memanfaatkan karya sastra

untuk memperluas wawasan, memperhalus

budi pekerti, serta meningkatkan

pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

Sehubungan dengan pernyataan di

atas, Suyono (2005:8) mengatakan bahwa

pembelajaran menulis yang diberikan

kepada siswa kurang bervariasi, sehingga

pembelajaran menulis pun akhirnya

membosankan dan kualitas proses

pembelajaran siswa mengalami penurunan.

Bahkan ada sebagian guru tidak mampu

menyajikan materi menulis secara

menarik, inspiratif, dan kreatif. Pada era

globalisasi ini masih banyak guru

melaksanakan pembelajaran dengan

pendekatan konvensional, metode

ceramah, dan teknik penugasan. Yang

diutamakan adalah produk yang berupa

tulisan, sedangkan pembahasan dan

evaluasi atas tugasnya jarang diutamakan.

Dampak negatif dari pembelajaran

konvensional, metode ceramah, dan teknik

(3)

commit to user belajar siswa, sehingga siswa merasa

bosan dengan pembelajaran keterampilan

menulis. Padahal, teknik pengajaran yang

dipilih dan dipraktikan oleh guru dalam

pelaksanaan pembelajaran menulis sangat

berpengaruh terhadap kualitas belajar

siswa. Oleh karena itu, pembelajaran

menulis di SD perlu diajarkan.

Menurut Dowson sebagaimana

dikutip Suyatinah (2005: 406), salah satu

bentuk praktik dan latihan memperoleh

penugasaan menulis dilakukan melalui

kegiatan pembelajaran. Namun, kenyataan

di lapangan menunjukkan bahwa

pembelajaran menulis kurang mendapat

perhatian yang sewajarnya, tidak ditangani

sebagaimana mestinya. Hal ini

mengakibatkan pembelajaran keterampilan

menulis surat resmi siswa kurang efektif.

Salah satu keterampilan menulis

yang harus dimilki siswa adalah menulis

surat. Surat sebagai media komunikasi

jarak jauh dan sekarang ini sudah jarang

digunakan, karena pengaruh

perkembangan alat komunikasi yang

semakin canggih seperti munculnya

telepon, e-mail, facebook, twitter,

whatsApp, black berry massanger, dan

masih banyak lagi media sosial lainnya.

Munculnya alat komunikasi tersebut

menyebabkan orang malas untuk menulis

surat untuk berkomunikasi.

Surat resmi juga berfungsi sebagai

media komunikasi yang resmi dalam suatu

lembaga. Dengan surat tersebut, suatu

lembaga dapat menyampaikan ide, pesan,

harapan, atau hal lainnya kepada pihak lain

(Kosasih, 2012: 97). Pernyataan tersebut

menunjukkan fungsi surat memilki

kesamaan dengan medai komunikasi

lainnya. Oleh karena itu, keterampilan

menulis surat resmi perlu menjadi bekal

bagi siswa yang bermanfaat ketika terjun

langsung dalam kegiatan resmi dan dunia

kerja.

Fenomena serupa yang dipaparkan

di atas, terjadi dalam pembelajaran di SD

Negeri 5 Cigudeg, khususnya pada

pembelajaran menulis surat undangan

resmi. Keberhasilan dalam pembelajaran

tidak hanya dari nilai akhir yang diperoleh

siswa, tetapi juga harus memertimbangkan

kualitas keterlibatan belajar siswa.

Menurut Mariani (2009: 6), kualitas

pembelajaran secara operasional dapat

diartikan sebagai intensitas keterkaitan

sistemik dan sinergis guru, siswa, materi,

iklim pembelajaran, dan media dalam

menghasilkan proses dan hasil belajar

yang optimal sesuai dengan tuntutan

kurikuler.

Berdasarkan observasi pada hari

Selasa, 3 Maret 2015, pembelajaran

menulis surat undangan resmi yang telah

berlangsung di kelas V SD Negeri 5

Cigudeg dapat dikatakan kualitas proses

belajar siswa masih rendah, sehingga

(4)

commit to user pembelajaran menulis surat undangan

resmi belum menunjukkan kualitas proses

pembelajaran yang maksimal.

Rendahnya kualitas proses

pembelajaran menulis surat undangan

resmi di kelas V SD Negeri 5 Cigudeg

tersebut disebabkan oleh beberapa faktor,

yaitu: (1) siswa mengalami kesulitan

dalam menuangkan bentuk tulisan dengan

menggunakan bahasa Indonesia yang baik

dan benar, dan pemilihan kata atau diksi,

(2) kurangnya keterampilan atau

kekreatifan siswa dalam menulis surat

undangan resmi, (3) kurangnya

kemampuan siswa dalam mengembangkan

informasi yang berkaitan dengan menulis

suratundangan resmi, (4) guru kesulitan

dalam membangkitkan kualitas proses

pembelajaran siswa, (5) guru belum

menemukan metode atau cara yang tepat

untuk menyampaikan materi menulis surat

undangan resmi.

Berdasarkan masalah yang telah

diuraikan di atas, dapat dikatakan bahwa

kualitas proses pembelajaran menulis surat

undangan resmi di kelas V SD Negeri 5

Cigudeg pada pratindakan kurang baik,

yaitu (1) tingkat kualitas proses

pembelajaran siswa masih rendah, (2)

peran guru yang mengalami kesulitan

untuk meningkatkan kualitas proses

pembelajaran siswa, dan (3) hasil

keterampilan menulis surat undangan

resmi siswa kelas V SD Negeri 5 Cigudeg

pun masih rendah. Hal ini sesuai dengan

hasil pembelajaran menulis surat undangan

resmi siswa yang berhasil mendapat nilai

yang baik dan memenuhi kriteria kelulusan

minimal lebih dari 7,00 hanya 33%.

Masalah-masalah yang muncul

dalam proses pembelajaran menulis surat

undangan resmi dan hasil keterampilan

menulis surat undangan resmi yang rendah

membutuhkan penerapan metode

pembelajaran yang baru untuk memerbaiki

kualitas belajar siswa. Salah satu usaha

yang dilakukan adalah dengan menerapkan

metode pembelajaran yang sesuai dengan

materi dan menarik serta memermudah

pemahaman siswa dan akhirnya akan

bermuara pada peningkatan kualitas proses

pembelajaran dan keterampilan siswa

dalam menulis surat undangan resmi.

Sehubungan dengan hal tersebut

peneliti memberikan bantuan untuk

memecahkan pokok persoalan tersebut

dengan menerapkan metode pembelajaran

yang tepat. Makakualitas proses belajar

mengajar yang sebelumnya rendah (belum

mencapai) Kriteria Ketuntasan Minimal

(6,50) menjadi berkualitas sebagaimana

yang diharapkan mencapai batas Kriteria

Ketuntasan Minimal (KKM) 6,50. Metode

(5)

commit to user pembelajaran dengan menggunakan

metode Project Based Learning.

Menurut Wena (2009: 145),

pembelajaran berbasis proyek (project

based learnig) adalah sebuah model

pembelajaran yang inovatif dan lebih

menekankan pada belajar kontekstual

melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Afends

(dalam Abbas, 2000:13) menegaskan

Project Based Learning (PBL) adalah

model pembelajaran dengan pendekatan

pembelajaran siswa pada masalah autentik,

sehingga siswa dapat menyusun

pengetahuannya sendiri, menumbuh

kembangkan keterampilan yang lebih

tinggi dan inquiry, memandirikan siswa

dan meningkatkan kepercayaan diri

sendiri. Model ini bercirikan pengguanaan

masalah kehidupan nyata sebagai sesuatu

yang harus dipelajari siswa untuk melatih

dan meningkatkan keterampilan berpikir

kritis dan dan pemecahan masalah serta

mendapatkan pengetahuan konsep-konsep

penting, di mana tuhas guru harus

memfokuskan diri untuk membantu siswa

mencapai keterampilan mengarahkan diri

(Hosnan, 2014: 295).

Metode Project Based Learning

(PBL) juga merupakan metode pembelajaran

yang variasi dan kreatif. Lasonen dan

Vesterinen (2000: 3-18) menemukan bahwa

78% siswa mengatakan metode project

based learning dapat membantu membekali

siswa untuk persiapan memasuki dunia

kerja, karena siswa belajar bukan hanya

secara teori melainkan praktek di lapangan.

Oleh karena itu, untuk mengatasi

kekurangberhasilan pembelajaran menulis

undangan resmi, dapat dilakukan dengan

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Action Research). Melalui PTK, guru

senantiasa memperbaiki praktik

pembelajaran di kelas berdasarkan

pengalaman-pengalaman langsung yang

nyata dipandu dengan perluasan wawasan

ilmu pengetahuan dan penguasaan teoretik

praktis pembelajaran (Suwandi, 2011:16).

Dengan demikian, guru dapat

memperbaiki metode pembelajaran yang

telah diterapkan di kelas secara sadar dan

terencana.

Diadakannya Penelitian Tindakan

Kelas (Classroom Action Reseacrh) akan

meningkatkan kualitas mengajar yang

lebih baik, serta meningkatkan kualitas

dalam pelayanan dalam mengajar,

sehingga meningkat pula kinerja guru dan

siswa.Sekilas ilustrasi di atas

mengisyaratkan bahwa keterampilan

menulis perlu ditingkatkan, agar hasil

pembelajaran menulis surat resmi

meningkat. Guru juga harus memerbaiki

metode dalam pembelajaran keterampilan

(6)

commit to user diprediksi dapat meningkatkan

keterampilan menulis surat resmi.

Berdasarkan data di atas, dapat

dikemukakan bahwa masalah yang

dipecahkan adalah rendahnya keterampilan

menulis surat resmi siswa kelas V SD

Negeri 5 Cigudeg Kabupaten Bogor.

Masalah tersebut perlu dilakukan

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Action Reseacrh) dengan melaksanakan

pembelajaran dengan metode project

based learning. Oleh karena itu, judul

dalam penelitian ini adalah Peningkatan

Keterampilan Menulis Melalui Metode

Project Based Learning Pada Siswa Kelas

V SD Negeri 5 Cigudeg Kabuapaten

Bogor.

Berdasarkan data di atas, dapat

dikemukakan bahwa masalah yang

dipecahkan adalah rendahnya keterampilan

menulis surat resmi siswa kelas V SD

Negeri 5 Cigudeg Kabupaten Bogor.

Masalah tersebut perlu dilakukan

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Action Reseacrh) dengan melaksanakan

pembelajaran dengan metode project

based learning. Oleh karena itu, judul

dalam penelitian ini adalah Peningkatan

Keterampilan Menulis Melalui Metode

Project Based Learning Pada Siswa Kelas

V SD Negeri 5 Cigudeg Kabuapaten

Bogor.

Berdasarkan data di atas, dapat

dikemukakan bahwa masalah yang

dipecahkan adalah rendahnya keterampilan

menulis surat resmi siswa kelas V SD

Negeri 5 Cigudeg Kabupaten Bogor.

Masalah tersebut perlu dilakukan

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom

Action Reseacrh) dengan melaksanakan

pembelajaran dengan metode project

based learning. Oleh karena itu, judul

dalam penelitian ini adalah Peningkatan

Keterampilan Menulis Melalui Metode

Project Based Learning Pada Siswa Kelas

V SD Negeri 5 Cigudeg Kabuapaten

Bogor.Secara umum, rumusan masalah

dalam penelitian ini dapat dirumuskan

sebagai berikut. Pertama, Apakah metode

project based learning dapat

meningkatkan kualitas proses

pembelajaran menulis surat resmi siswa

kelas V SD Negeri 5 Cigudeg kabupaten

Bogor?Kedua, Apakah keterampilan

menulis surat resmi siswa kelas V SD

Negeri 5 Cigudeg kabupaten Bogor dapat

ditingkatkan melalui metode project based

learning?

Sesuai dengan rumusan masalah,

maka penelitian ini juga memiliki tujuan

sebagai berikut. Pertama, menerapkan

metode project based learning untuk

meningkatkan kualitas belajar siswa kelas

V SDN 5 Cigudeg kecamatan Cigudeg

(7)

commit to user keterampilan menulis surat resmi siswa

kelas V SDN 5 Cigudeg kecamatan

Cigudeg kabupaten Bogor melalui

penerapan metode project based learning.

Penelitian ini diharapkan

bermanfaat dalam Melengkapi teori-teori

pembelajaran menulis yang menunjang

mata pelajaran Bahasa dan Sastra

Indonesia di Sekolah Dasar.Sebagai

landasan dalam pelaksanaan penilaian

secara analitik dalam proses maupun hasil

pembelajaran menulis.

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian

tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas

V SD Negeri 5 Cigudeg Kabupaten Bogor

selama empat bulan, yaitu mulai bulan

Februari 2015 sampai bulan Mei 2015.

Informan subjek yang digunakan dalam

penelitian ini adalah Ibu Enur Nurhayati,

S.Pd selaku guru kelas V yang berjumlah

37 siswa (21 siswa putra dan 16 siswa

putri). Data sumber data yang digunakan

meliputi tempat dan peristiwa yang

menjadi sumber data, informan atau

narasumber, dan peristiwa. Teknik

pengumpulan data berbagai cara yang

digunakan yaitu pengamatan pada saat

proses pembelajaran berlangsung,

wawancara terhadap informan, analisis

dokumen dan tes digunakan untuk

mengukur keberhasilan siswa dalam

kegiatan pembelajaran. Teknik keabsahan

data dalam penelitian ini yaitu triangulasi

data sumber, triangulasi metode

pengumpulan data. Teknik analisis data

yang digunakan deskriptif komparatif dan

analisis kritis (Suwandi: 2009: 61).

Pemilihan subjek penelitian

didasarkan atas kemampuan menulis

wacana eksposisi yang dinilai masih jauh

dari KKM, sikap positif siswa dalam

proses pembelajaran masih rendah.

Prosedur penelitian mencakup tahap-tahap:

(1) Perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan

tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refeksi.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Berdasarkan pratindakan yang

dilakukan dengan memberi tugas siswa

menulissurat undangan resmi yang

diberikan. Setelah dilakukan penilaian

pada tahap pratindakan ternyata diperoleh

hasil bahwa kemampuan siswa dalam

menulis surat undangan resmi masih

rendah. Hal itu dapat dilihat dari perolehan

nilai menulis wacana eksposisi. Siswa

yang memperoleh nilai 70-84 sebanyak 5

siswa (13,51% ), nilai 55-69 sebanyak 17

(45,95%), dan siswa yang memperoleh

nilai 40-54 sebanyak 15 siswa (40,54%).

Kegiatan pratindakan siswa

dilaksanakan pada tanggal 3 Maret 2015

menunjukkan bahwa siswa masih merasa

kesulitan mengidentifikasi bagian-bagian

surat undangan resmi, terutama pada

(8)

commit to user memberikan materi tidak rinci dan terlalu

cepat, guru guru hanya memberikan materi

dengan ceramah dan siswa disuruh

mengerjakan soal latihan, dan siswa lebih

tertarik belajar dengan menggunakan

media..

Berdasar hasil perolehan nilai siswa

dalam kemampuan menulis surat undangan

resmi siswa pada saat mengikuti proses

pembelajaran pada kegiatan pratindakan

dapat disimpulkan bahwa hasil

kemampuan menulis surat undangan resmi

dalam proses pembelajaran masih rendah.

Maka dari itu, dipilihlah sebuah

pendekatan pembelajaran inovatif dengan

penerapan metode pembelajaran project

based learningmerupakansebuah

rangsangan munculnya gagasan-gagasan

yang dapat dikembangkan dalam

pembelajaran menulis surat undangan

resmi secara logis dan sistematis pada

siswa kelas V SD Negeri 5 Cigudeg pada

tindakan siklus I.

Siklus Pertama

Tindakansiklus I dilaksakan selama

satu minggu yang terdiri dari dua kali

pertemuan, yaitu pada hari Selasa, 7 April

2015 dan 9 April 2015.Setiap pertemuan

terdiri dari tiga jam pelajaran (3 x 35

menit). Pelaksanaan tindakan mengacu

pada perencanaan yang telah disusun

sebelumnya. Ada empat kegiatan utama

tahap perencanan tindakan siklus I

meliputi: (1) menyusun RPP, (2)

menyusun lembar kerja siswa (LKS) dan

lembar soal evaluasi, dan (3)

mempersiapkan fasilitas.

Observasi dilakukan pada waktu

pembelajaran berlangsung pada siklus I.,

Kegiatan ini diarahkan pada pengamatan

yang ada di lapangan pada saat

pelaksanaan tindakan sedang berlangsung.

Pengambilan data melalui observasi ini

bertujuan untuk mengetahui potret perilaku

siswa selama pembelajaran berlangsung.

Setelah dilakukan penilaian lewat obsevasi

terhadap proses pembelajaran menulis

surat undangan resmi dengan penerapan

metode PjBL pada siklus I, ternyata sikap

positif siswa selama mengikuti

pembelajaran semakin meningkat

dibandingkan hasil kegiatan pratindakan,

yakni Nilai rata-rata keterampilan menulis

surat undangan resmi siswa kelas V SD

Negeri 5 Cigudeg pada siklus I adalah

67,5. Nilai rata-rata tersebut meningkat

dari hasil nilai rata-rata prasiklus, yakni

65,0, tetapi nilai ketuntasan siswa masih di

bawah 80%, yakni hanya mencapai 51%.

Hasil pencapaian menulis surat undangan

resmi tersebut harus ditingkatkan dengan

tindakan siklus II.

Kegiatan analisis dilakukan untuk

menemukan masalah yang dihadapi pada

siklus I.Permasalahan yang ada

dijadikanacuan bagi guru dan peneliti

untuk merencanakan pembelajaran

(9)

commit to user II. Rencana pembelajaran siklus II

merupakan perbaikan dari permasalahan

yang ada pada siklus I. Berikut analisis

dari sikap siswa dan perolehan nilai hasil

belajar. Pada siklus I, ada beberapa siswa

belum bisa bekerjasama dalam kelompok,

perhatian pada materi pelajaran belum

maksimal, mengakses informasi dari

berbagai sumber belum berjalan lancar,

keaktifan siswa belum terlihat dengan

baik, tanggung jawab dalam

mengembangkan kerangka masih kurang.

Sedangkan dalam kegiatan pembelajaran

menulis masih ada beberapa siswa masih

belum mampu mengembangkan kerangka

yang sudah dibuat dalam kelompok

menjadi wacana eksposisi yang utuh.

Dari hasil refleksi dan hasil belajar

siswa, sikap siswa masih perlu

ditumbuhkan agar perhatian terhadap

materi, bekerjasama dalam berkelompok,

mencari informasi, interaksi antar siswa

terjalin dengan baik demikian juga

interaksi siswa dengan guru perlu terjalin

dengan baik dan lancar. Pada pembelajaran

siklus II, akan lebih ditekankan pada

peningkatan sikap positif siswa, isi

karangan, diksi, pengembangan bahasa,

pencarian informasi harus sesuai dengan

topik yang akan ditulis.

Siklus Kedua

Tindakan siklus II dilaksanakan selama

satu minggu yang terdiri dari dua kali

pertemuan, yaitu pada hari Selasa dan

Kamis, 5 Mei 2015 dan 7 Mei 2015. Setiap

pertemuan terdiri dari 3 jam pelajaran (3 x

35 menit). Adapun tahpan-tahapan yang

dilakukan dalam penelitian dalam siklus II

sebagai berikut.

Pertama, Tahapan perencanaan

tindakan siklus II dirancang berdasarkan

hasil refleksi dari siklus I. Hasil refleksi

siklus I tersebut dipertimbangkan,

kemudian dilakukan perbaikan untuk

tindakan siklus II. Sehingga tujuan yang

diharapkan dapat tercapai dan hasilnya

bisa lebih maksimal. Adapun deskripsi

perencanaan siklus II ini sebagai berikut:

1) menyusun Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP), peneliti dan guru

kelas V menyusun Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) dengan materi

utamnya tentang keterampilan menulis

surat undangan resmi. RPP yang disusun

dalam siklus II pada hakikatnya sebagai

penyempurna dari siklus II. Peneliti dan

guru membuat kesepakatan untuk

menyusun rencana pelaksanaan

pembelajaran tetap menggunakan

kurikulum KTSP dan pembelajaran yang

digunakan juga menggunakan kurikulum

KTSP.

RPP yang disusun secara tematik

dengan menerapkan metode pembelajaran

project based learning. Alokasi waktu

masing-masing pertemuan tetap tiga jam

(10)

commit to user pada siklus II ini sama dengan siklus I,

yaitu mata pelajaran IPS, teknologi

informasi, dan SBdP. RPP yang disusun

meliputi: standar kompetensi, kompetensi

dasar, indikator, tujuan pembelajaran,

materi pembelajaran, metode dan model

pembelajaran, langkah-langkah

pembelajaran, sumber dan media

pembelajaran, serta penilaian; 2)

menyusun lembar kerja siswa dan lembar

soal evaluasi.

Dalam siklus II ini, peneliti juga

menyiapkan lemabar kerja siswa untuk

didiskusikan dan dikerjakan siswa secara

berkelompok. Pembuatan lembar kerja

siswa ini dibuat semenarik mungkin,

sehingga siswa tertarik dan antusias dalam

mengerjakannya. Lembar kerja siswa yang

disusun pada siklus II berbeda dengan

siklus I. Pada siklus II ini, lembar kerja

siswa dikerjakan dengan cara melemgkapi

bagian-bagian yang harus diisi untuk

membuat surat undangan resmi.

Lembar soal evaluasi berisi soal-soal

yang harus dikerjakan oleh masing-masing

siswa di akhir pertemuan. Lembar soal

evaluasi disusun berdasarkan kisi-kisi soal

yang telah dibuat. Soal yang disusun pada

siklus II, ada beberapa soal yang diambil

dari soal siklus I yang dianggap sulit oleh

siswa, namun terdapat sedikit perubahan;

3) mempersiapkan fasilitas dan sarana

pembelajaran, fasilitas dan saran

pendukung yang perlu disiapkan untuk

pembelajaran adalah: (a) ruang kelas

didesain sesuai dengan model

pembelajaran kooperatif yakni meja dan

kursi disusun berkelompok dengan

berbentuk kotak, sehingga mempermudah

siswa saat berdiskusi dengan anggota

kelompoknya. (b) mempersiapkan media

dan sumber Belajar, dalam siklus II

peneliti dan guru juga mempersiapkan

media pembelajaran yang mendukung

proses pembelajaran. Media pembelajaran

yang disiapkan pada siklus II juga lebih

variatif, karena sebagai penyempurna dari

siklus I. Media yang digunakan yaitu

laptop, speaker, dan LCD untuk

menampilkan slide tetang materi surat

undangan resmi. Selain media

pembelajaran, peneliti dan guru juga

menyiapkan sumber belajar seperti kantor,

buku pelajaran, dan berbagai kumpulan

informasi yang diambil dari internet.

Peneliti juga menyediakan handout

sebagai sumber belajar yang praktis untuk

mempelajari materi surat undangan resmi.

Handout yang diberikan kepada siswa

merupakan materi pelengkap dari materi

yang diberikan pada siklus I. (c)

menyiapkan lembar observasi siswa dan

lembar kinerja guru, lembar observasi

digunakan untuk melakukan penilaian

aktivitas siswa dan kinerja guru selama

pelaksanaan pembelajaran, lembar

(11)

commit to user masih memilki format yang sama dengan

siklus I.

Lembar observasi guru berupa lembar

pengamatan kinerja guru yang disusun

berdasarkan indikator yang telah

ditetapkan, lembar penilaian siswa.

Lembar penilaian disusun berdasarkan

kisi-kisi soal yang telah disusun

sebelumnya dan disesuaikan dengan

indikator dan tujuan pembelajaran yang

telah ditetapkan dalam RPP.

Kedua, Pelaksanaan tindakan siklus II.

Guru berkolaborasi dengan peneliti untuk

menerapkan pembelajaran menggunakan

metode pembelajaran project based

learning yang disesuaikan dengan rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang

telah disusun sebelumnya. Dalam

kolaborasi tersebut, kegiatan pembelajaran

lebih dominan diajar oleh guru, peneliti

hanya memberikan bantuan dalam proses

pembelajaran sesuai dengan pembagian

tugas.

Pembelajaran yang dilaksankan oleh

guru kelas, sedangkan peneliti bertugas

sebagai observer dan ikut mengkondisikan

siswa. Adapun deskripsi pelaksanaan

tindakan siklus II dideskripsikan sebagai

berikut: 1) pertemuan pertama pada siklus

II sebelum memulai pembelajaran menulis

surat undangan resmi. Guru menyiapkan

media yang akan digunakan dalam

pembelajaran. Selain itu, guru juga

menyiapkan alat bantu LCD untuk

menayangkan materi untuk pemaparan

materi surat undangan resmi.

Pada kegiatan awal, guru membuka

pelajaran dengan memberikan salam dan

mengajak siswa untuk emnyanyikan

yel-yel penyemat sebelum belajar. Setelah itu,

guru memeriksa kesiapan siswa di kelas

dengan memberikan pertanyaan tentang

surat undangan resmi, disamping itu pada

saat pembelajaran menulis surat undangan

resmi dimulai. Siswa sudah berada dalam

masing-masing kelompoknya, sehingga

kelas sangat kondusif untuk memulai

pelajaran. Sebelum memulai pembelajaran,

guru memberikan apersepsi dengan

mengingatkan materi yang sudah

dilakukan pada saat siklus I. Guru

mengingatkan berbagai kesalahan siswa

dalam menulis surat undangan resmi dan

siswa memperhatikan dan mencatat

penjelasan dari guru.

Guru juga melakukan presensi kepada

siswa untuk mengetahui siapa saja yang

tidak berangkat. Sebelum masuk pada

materi inti, guru menyampaikan KD dan

indikator yang harus dicapai oleh siswa

dengan bahasa yang lebih mudah dipahami

oleh siswa. Oleh karena itu, siswa lebih

antusias dalam mengikuti pembelajaran

menulis surat undangan resmi.

Pada pertemuan pertama, guru sudah

mengaitkan materi dengan pengetahuan

lain yang relevan, selain itu juga guru

(12)

commit to user kehidupan siswa. Guru kembali

mencontohkan berbagai jenis surat

undnagan resmi yang biasa ditemui oleh

siswa dalam kehidupannya sehari-hari.

Setelah melakukan apersepsi, guru

menjelaskan bahwa pembelajaran menulis

surat undangan resmi akan dilakukan

secara berkelompok, namun seluruh

anggota kelompok akan berkontribusi

secara individu untuk nilai kelompok

mereka.

Pembelajaran inti dimulai dengan tanya

jawab tentang kesulitan menulis surat

undangan resmi yang dialami oleh siswa.

Siswa sangat antusias bertanya tentang

kesulitan yang mereka hadapi. Setelah itu,

guru meminta tugas yang diberikan pada

siklus pertama yaitu contoh surat

undangan resmi dari berbagai summber.

Siswa berdiskusi membahas tentang

kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam

contoh surat undangan resmi tersebut.

Mereka mendata bersama anggota

kelompoknya, kesalahan apa saja yang

terdapat dalam contoh surat undangan

resmi tersebut. Siswa melaporakn hasil

diskusi mereka dan guru kembali

menjelaskan materi menulis surat

undangan resmi dengan lebih mendalam.

Setelah memberikan penjelasan

tersebut, kegiatan selanjutnya adalah siswa

membentuk kelompoknya masing-masing

seperti pertemuan sebelumnya. Guru

memberikan tugas proyek kepada siswa

tentang menulis surat undangan resmi.

Sambil mengerjakan proyek tersebut,

siswa juga melengkapi laporan pada

lembaar kerja siswa yang sesuai dengan

hasil proyek yang dikerjakan dalam

kelompok.

Siswa dapat mengerjakan lembar kerja

siswa melalui kegiatan proyek yang

dikerjakan dalam kelompoknya

masing-masing. Jadi dapat diketahui, bahwa siswa

dapat memecahkan permasalahan yang

telah disediakan melalui kegiatan

pembuatan proyek yang nantinya akan

dipraktikan, diamati, dan dituangkan

dalam bentuk laporan. Misalnya,

bagaimana cara menulis surat undangan

resmi yang baik dan benar.

Kegiatan selanjutnya adalah presentasi

siswa kepada teman-temannya di depan

kelas. Setiap perwakilan kelompok wajib

mempresentasikan hasil proyek yang

mereka kerjakan. Guru juga memberikan

umpan balik kepada siswa tentang hasil

proyek yang mereka kerjakan dan

memberikan penghargaan pada kelompok

terbaik, kemudian siswa diberi kesempatan

untuk bertanya tentang hal-hal yang belum

mereka ketahui.

Guru di akhir pembelajaran

membimbing siswa membuat kesimpulan

dan rangkuman pelajaran. Setelah itu, guru

mengadakan evaluasi untuk mengukur

kemampuan konsep siswa. Bentuk soal

(13)

commit to user empat butir soal, guru juga mengawasi

siswa dalam mengerjakan soal evaluasi.

Setelah itu selesai, guru menutup

pembelajaran dengan mengucapkan salam

penuttup dan doa.

Diakhir pembelajaran, guru

mengevaluasi dengan memberikan

pertanyaan secara lisan tentang materi hari

ini kepada siswa.

2) Pertemuan Kedua, pertemuan kedua

pada siklus II dilaksanakan pada hari

Kamis, 9 April 2015. Pembelajaran

menulis surat undangan resmi

menggunakan metode project based

learning dangan alokasi waktu tiga jam

pelajaran. Pada pertemuan ini, mata

pelajaran bahasa Indonesia ditematikan

dengan mata pelajaran SBdP dan teknologi

informasi. Ruang lingkup materi

pembelajaran yaitu menulis surat

undangan resmi, adapun langkah-langkah

pembelajarannya mencakup

kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

Pada kegiatan awal, guru mempresensi

untuk mengetahui siswa siapa saja yang

tidak hadir. Guru kembali menegaskan

bahwa nilai individu mereka nantinya akan

digunakan sebagai nilai kelompok. Setelah

itu, Guru juga menyampaikan tujuan

pembelajaran yang akan dipelajari oleh

siswa.

Guru juga memeriksa kesiapan siswa di

kelas dengan memberikan pertanyaan

tentang surat undangan resmi. Siswa juga

menjawab pertanyaan guru dengan

mengacungkan jari terlebih dahulu, jadi

kelas tidak berubah menjadi ramai. Oleh

karena itu, kondisi kelas menjadi hidup

dan suasananya pun semakin kondusif

dibandingkan dengan pertemuan

sebelumnya.

Kegiatan inti, guru kembali

menunjukkan contoh surat undangan resmi

yang baik dan benar dalam hal penulisannya dan sambil bertanya, “siapa yang masih bingung untuk menulis surat undangan resmi?”. Kemudian ada dua anak yang mengacungkan tangannya, sambil bertanya “Bu, apakah semua surat undangan resmi itu harus ada kop/kepala surat?”. Lalu guru memberikan pertanyaan tersebut kepada siswa yang lain dan

akhirnya ada salah satu dari siswa yang

menjawab pertanyaan tersebut dengan

benar.

Setelah itu, guru memberikan

penjelasan tentang aspek-aspek dalam

menulis surat undangan resmi dan

menyuruh siswa untuk bergabung dengan

kelompoknya masing-masing. Kemudian

guru pun membagikan hasil pekerjaan

siswa pada pertemuan pertama, saat

menerima hasil surat undangan resmi

tersebut, suasana kelas sedikit menjadi

ramai namun masih bisa dikendalikan oleh

guru. Siswa menukarkan pekerjaan itu

(14)

commit to user siswa juga diperkenankan untuk berdiskusi

dengan teman satu kelompoknya.

Saat diminta memperbaiki surat

undangan resmi, ada beberapa anak yang

masih malas untuk memperbaiki kesalahan

surat undangan resmi yang mereka tulis,

sehingga saat mengumpulkan hasil

menulis surat undangan resmi, nilai yang

diperoleh masih rendah. Guru

mengevaluasi dan memberi nilai pekerjaan

siswa dan skor individu yang diperoleh

akan menjadi nilai kelompok. Setelah itu,

guru mengumumkan nilai tertinggi dan

penyampaian penghargaannya. Siswa

sangat senang dangan adanya penghargaan

bagi kelompok yang mendapat nilai

tertinggi.

Di akhir pembelajaran, guru

mengevaluasi dengan memberikan

pertanyaan secara lisan tentang materi hari

ini dan membimbing siswa untuk menarik

kesimpulan tentang materi menulis surat

undangan resmi dan merangkum materi.

Setelah itu guru mengadakan evaluasi

untuk mengukur kemampuan penerapan

konsep siswa. Jumlah soal evaluasi yang

diberikan masih sama dengan soal yang

diberikan pada siklus I, namun terdapat

sedikit perbedaan dalam bentuk soal yang

diberikan. Guru menutup pembelajaran

dengan mengucapkan salam penutup dan

doa.

Keempat,tahapan observasi/pengamatan

Sama seperti pada siklus I, peneliti juga

melakukan observasi pada kegiatan

pembelajaran pada siklus II. Observasi ini

dilakukan dengan mengamati aktivitas

guru dan siswa. Aspek yang diamati dalam

siklus II juga masih menggunakan

pedoman yang sama.

Aspek yang diamati dari kegiatan siswa

adalah kualitas proses pembelajaran

selama berlangsungnya kegiatan belajar

mengajar. Observasi aktivitas guru juga

dilakukan dengan cara menilai kinerja

guru pada saat pembelajaran menulis surat

undangan resmi berlangsung. Adapun hasil

observasi kegiatan siswa dan guru selama

proses pembelajaran pada pertemuan 1 dan

2 silus II dapat dideskripsikan sebagai

berikut.

Hasil observasi siswa pada siklus II,

baik dalam pertemuan pertama maupun

kedua, siswa sudah tampak antusias dalam

mengikuti pembelajaran menulis surat

undangan resmi. Hal tersebut dapat dilihat

dari kemauan siswa untuk terlibat secara

aktif dalam penyelesaian tugas di

kelompoknya, saat siswa menjawab

pertanyaan dari guru, ketika siswa belum

paham dengan penjelasan guru maka siswa

bertanya, serta pada saat siswa

mengungkapkan pendapatnya. Dari hasil

observasi, sebagian besar siswa sudah

mengalami peningkatan, walaupun masih

ada sebagian kecil siswa yang belum

(15)

commit to user Hasil wawancara dan observasi secara

umum sudah terlihat adanya peningkatan

kualitas proses pembelajaran menulis surat

undangan resmi, yakni 12,7 dan masuk

dalam kategori baik. Siswa aktif mengikuti

pembelajaran, siswa merasa senang, dan

mereka sangat memerhatikan pada saat

kegiatan pembelajaran menulis surat

undangan resmi berlangsung.

Hasil Penelitian Sarkhoush (2013) berjudul “Relationship among Iranian EFL Learner efficacy in Writing, Attitude

towards Writing, Writing Apprehension

and Writing Performance.” Penelitian ini

menjelaskan bahwa peserta didik yang

mempunyai kualitas proses belajar tinggi

dengan dilakukan secara signifikan

mempunyai hasil lebih baik dibandingkan

mereka yang mempunyai kualitas proses

belajar rendah. Persamaan penelitian ini

mengungkapkan tentang menulis.

Perbedaan sudah jelas, bahwa penelitian

sebelumnya menggunakan metode

kuantitatif. Sedangkan, penelitian ini

menggunakan metode deskripsi kualitatif.

Penelitian Sutarno (2009) yang berjudul “Peningkatan keterampilan menulis Surat Resmi Melalui Penerapan Penilaian

Berbasis Kelas Pada Siswa Kelas VIII B

SMP Negeri 24 Surakarta Tahun

Pelajaran 2007/2008”, menyimpulkan

bahwa penerapan penilaian berbasis kelas

dapat meningkatkan keterampilan menulis

surat resmi siswa kelas VIII B SMP Negeri

24 Surakarta. Persamaan penelitian

Sutarno dengan penelitian ini adalah

sama-sama meneliti tentang pembelajaran

menulis surat dinas, sedangkan

perbedaannya terdapat dalam metode yang

digunakan. Metode yang digunakan dalam

penelitian sebelumnya menggunakan

metode penilaian berbasis kelas,

sedangkan penelitian ini menggunakan

metode project based learning.

Penelitian Wang (2012) yang berjudul “Research and Teaching practice on practical English a letter Writing in

Higher Vocational Colleges”. Persamaan

penelitian ini dengan jurnal Wang adalah

sama-sama meneliti tentang surat, namun

pada jurnal Wang membahas surat secara

umum. Penelitian ini difokuskan mengenai

keterampilan menulis surat dinas yang

dilakukan siswa.

Penelitian Dufor dan Rapp (2013) yang

berjudul Letter representations in

writing: an fMRI adaptation approach.

Penelitian ini mendeskripsikan tugas

menulis surat peserta didik menghasilkan

tiga pengulangan dari surat yang sama dan

surat yang keempat akan lebih baik dari

pada surat sebelumnya (perubahan trial).

Persamaan penelitian ini, sama-sama

meneliti tentang menulis surat. Perbedaan

penelitian ini dengan penelitian

sebelumnya terletak dalam pendekatan

pembelajaran yang digunakan. Penelitian

(16)

commit to user FMRI Adaption Approach, sedangkan

penelitian ini menggunakan metode

project based learning.

Penelitian Asghar (2012) yang berjudul “Informal Science Contexts: Implications For Formal Science Learning.”

Menjelaskan bahwa pendekatan saintifik di

lingkungan pembelajaran informal dapat

digunakan untuk meningkatkan instruksi

ilmu di kurikulum serta pengaturan di

Universitas. Berbagai perspektif teoritis

yangberfungsi sebagai alat analisis

berguna untuk memahami pembelajaran

sains di formal maupun informal.

Persamaan penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya, sama-sama

menjelaskan pendekatan saintifik dalam

pembelajaran. Sedangkan, perbedaannya

terletak dalam metode penelitian. Metode

yang digunakan dalam penelitian

sebelumnya menggunakan metode

penelitian studi kasus dan penelitian ini

menggunakan metode penelitian deskripsi

kualitatif.

Penelitian yang dilakukan Bintari, dkk (2013) yang berjudul “Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan

Saintifik (Problem Based Learning) Sesuai

Kurikulum 2013 Di Kelas VII SMP Negeri 2 Amlapura.” Mendeskripsikan bahwa guru menerapkan pendekatan saintifik

dalam langkah-langkah pembelajaran,

khususnya dalam kegiatan inti

pembelajaran. Kegiatan pokok dalam

pendekatan saintifik yaitu mengamati,

menanya, mencoba, mengasosiasi, dan

mengomunikasikan tidak dapat terlaksana

seluruhnya dalam satu kali pertemuan

karena terkendala waktu dan kemampuan

siswa dalam menyerap materi

pembelajaran yang tidak merata.

Persamaan antara penelitian ini dengan

penelitian sebelumnya terletak pada

variabel bebas yaitu pendekatan saintifik.

Penelitian sebelumnya meneliti tentang

Pembelajaran Bahasa Indonesia

Berdasarkan Pendekatan Saintifik

(Problem Based Learning) sesuai

kurikulum 2013. Penelitian tersebut

terfokus pada sistem pembelajaran Bahasa

Indonesia dan evaluasinya.

Penelitian Budiyono (2012) yang berjudul “Pembelajaran Keterampilan Menulis Berbasis Proses Menulis Dan teori Pemerolehan Bahasa.” Penelitian

tersebut menyimpulkan bahwa

Pembelajaran keterampilan menulis

berbasis proses menulis dan teori

pemerolehan bahasa adalah pembelajaran

keterampilan menulis yang dasar

pijakannya prinsip-prinsip proses menulis

dan teori pemerolehan bahasa.

Prinsip-prinsip proses menulis adalah

tahapan-tahapan untuk menghasilakan sebuah

tulisan. Tahapan-tahapan tersebut adalah

prapenulisan, penulisan draf, dan revisi

(17)

commit to user Penelitian ini mempunyai persamaan

dan perbedaan dengan penelitian

sebelumnya. Persamaan terletak dalam

variabel terikatnya, yaitu keterampilan

menulis. Penelitian sebelumya lebih

menekankan pada proses menulis dan teori

pemerolehan bahasa dalam pembelajaran

menulis.

Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan

pembahasan mengenai pelaksanaan

pembelajaran menulis surat resmi melalui

metode project based learning dapat

disimpulkan beberapa hal yang berkaitan

dengan hasil penelitian.

Penggunaan metode project based

learning dan media audio visual dapat

meningkatkan kualitas proses

pembelajaran menulis surat resmi pada

siswa kelas V SD Negeri 5 Cigudeg. Hal

ini dapat dilihat dari perolehan hasil

observasi siswa dari aspek keaktifan siswa

saat pembelajaran, perhatian siswa

terhadap penjelasan gum, dan kemandirian

siswa dari siklus I dan siklus II. Pada

siklus I rata-rata skor yang diperoleh

adalah 10.5, sedangkan pada siklus II

adalah 12,7.

Penggunaan metode project based

learning dan media audio visualdapat

meningkatkan keterampilan menulis surat

resmi pada siswa kelas V SD Negeri 5

Cigudeg. Hal ini dibuktikan pada siklus I

jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar

51% dan nilai rata-rata yakni 72.3. Pada

siklus II setelah dilaksanakan tes menulis

surat resmi siswa yang tuntas belajar

mencapai 89%. Pembelajaran mengalami

peningkatan sebesar 38%. Nilai rata-rata

yang dicapai pada siklus II mengalami

peningkatan menjadi 83,4. Hal ini

menunjukkan peningkatan sebesar 11,1.

Daftar Pustaka

Abbas, Shaleh. 2000. Pembelajaran Bahasa Indonesia Yang Efektif Di Sekolah Dasar. Jakarta: Dirjen Dikti Press

Andayani. 2014. Pendekatan Saintifik & Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka.

Alfiah. 2013. Penilaian Berbasis Kelas Dalam Pembelajaran Bahasa Jawa Di SMP Negeri Kota Semarang. Jurnal Wacana Bahasa Dan Sastra Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Vol. 11, No. 1, 2013.Pp. 25.

Asghar, Anila. 2012. Informal

Science Contexts:

Implications for Formal Science Learning. Journal LEARNing Landscapes | Vol. 5, No. 2, Spring 2012 LEARNing.Pp 75-76.

(18)

commit to user Classrooms. Journal English

Language Teaching. Vol. 4, No. 2, June 2011. Pp 34-35.

Beraza, Miguel Zabalza. 2013. University Writing. Journal Educaçāo Santa Maria. Vol. 38, No. 1, P 15-40, jan./abr.2013.Pp 32-34.

Bintari, Ni Luh Gede Riwan Putri dan Sudiana, I Nyoman. 2013. Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan Saintifik (Problem Based Learning) Sesuai Kurikulum 2013 Di Kelas VII SMP Negeri

2 Amlapura. Journal

Universitas Pendidikan Ganesha. Vol: 3 Tahun 2014. Pp 21-22.

.

Dufor, Olivier dan Rapp, Brenda.

2013. Letter

Representations In Writing: An Fmri Adaptation Approach. Journal Original Research Article Vol. 4, Article 781 October 2013.Pp 43-44.

Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik Dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.

Lasonen, Johanna, Vesterinen & Pirkko. 2000. Finland Work-Based Learning In Vocational Higher Education Programmes: An Finish Case Of Project Learning (papes Presentation. Institut for Educational Research University of Jyvakyla.

Mariani, Scolastika. 2009. Peningkatan Kualitas Pembelajaran. http://scmariani-unnes.com/.

Sarkhoush, Hoda. 2013. Relationship among Iranian EFL Learners‟ -efficacy in Writing, Attitude towards Writing, Writing Apprehension and Writing Performance. Journal of Language Teaching and Research, Vol. 4, No. 5, pp. 1126-1132. Pp 2-3.

Slamet, St. Y. 2008. Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press.

Sutarno. 2009. Peningkatan Keterampilan Menulis Surat Resmi Melalui Penerapan Penilaian Berbasis Kelas Pada Siswa Kelas VII B SMP Negeri 24 Surakarta Tahun Pelajaran 2007/2008. Surakarta: Tesis UNS Press..

Suwandi, Sarwiji. 2009. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta: UNS Press.

_______________.2011. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyatinah. 2005. Peningkatan Keefektifan Pembelajaran Menulis Di Kelas II Sekolah Dasar. Yogyakarta: PGSD FIP Universitas Negeri Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Berbagi link melalui note dapat dilakukan oleh guru Anda, kawan-kawan Anda, maupun Anda sendiri. Apabila Anda ingin berdiskusi atau menanyakan sesuatu melalui website

9 KEPALA DINAS KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIAT SUBBAGIAN UMUM SUBBAGIAN PROGRAM SUBBAGIAN DATA DAN TEKNOLOGI INFORMASI UPT D BIDANG ANGGARAN BELANJA BIDANG

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kerusakan lingkungan yang ada di kawasan karst, menghitung valuasi ekonomi dari dampak lingkungan dengan cara menghitung

Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dividend per share, harga saham harian di sekitar tanggal pengumuman dividen tunai, dan tanggal pengumuman dividen tunai

minuman dalam kemasan yang menjadi peminat utama dari produk ini adalah

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ruang terbuka publik yang berada di kampus UPI karena keberadaan ruang publik pada perguruan tinggi sangat penting

media yang tidak sebaikmedia lain dalam hal menghibur konsumen. Ini dikarenakan ruang lingkup editorial surat kabar yang cenderung lebih serius. Iklan di surat

PENETAPAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL FRAKSI AIR EKSTRAK ETANOLIK BERAS HITAM ( Oryza sativa L. indica ) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN MENGGUNAKAN RADIKAL 1,1-..