PROFIL , VISI MISI DAN PROGRAM PASANGAN CALON NONOR URUT 1
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GRESIK
Profil Calon Kepala Daerah :
NAMA : H. BAMBANG SUHARTONO TEMPAT LAHIR : GRESIK, JAWA TIMUR
TANGGAL LAHIR : 29 MEI 1964 JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI AGAMA : ISLAM
ALAMAT : JL. WAHIDIN SUDIROHUSODO NO. 328 KEBOMAS, GRESIK PEKERJAAN : ANGGOTA DPRD JAWA TIMUR TAHUN 2009-2014 STATUS PERKAWINAN : SUDAH KAWIN
NAMA ISTRI : SITI MUAFIYAH
JUMLAH ANAK : 3 ORANG (CHESY BIMA LAKSANA, MEGA TITTI RAHAYU, CAHYA
KARTIKA AYU) RIWAYAT PENDIDIKAN :
1. MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK, PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG, TAHUN 2004-2007
2. SARJANA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA, 1983- 1991
3. SMA KARTINI GRESIK, TAHUN 1980-1983 4. SMP NEGERI I GRESIK, TAHUN 1976-1980
5. SD NEGERI KEBANGSAAN GRESIK, TAHUN 1971-1976 RIWAYAT PEKERJAAN :
1. KETUA KOMISI D DPRD JAWA TIMUR, TAHUN 2009-SEKARANG 2. KETUA KOMISI D DPRD JAWA TIMUR, TAHUN 2004-2009
3. KETUA DPRD KABUPATEN GRESIK, TAHUN 1999-2004 PENGALAMAN ORGANISASI :
1. WAKIL KETUA BIDANG POLITIK DAN PEMENANGAN PEMILU DEWAN PIMPINAN DAERAH (DPD) PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) JAWA TIMUR, 2010-2015.
2. KETUA KOMISI INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL KADIN JATIM, 2009- 2013.
3. BENDAHARA DEWAN PIMPINAN DAERAH (DPD) PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) JAWA TIMUR, 2005-2010.
4. WAKIL KETUA DEWAN PIMPINAN DAERAH (DPD) PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) JAWA TIMUR, 2001-2005.
5. KETUA DEWAN PIMPINAN CABANG (DPC) PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDIP) GRESIK, 1996-2001.
LAIN-LAIN :
1. PROGRAM SHORT COURSE MASALAH TRANSPORTASI DI BOURGONE UNIVERSITY, DIJON, PERANCIS, JUNI-JULI TAHUN 2008;
2. PROGRAM SHORT COURSE TENTANG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DI UNIVERSITY OF WEST AUSTRALIA, TAHUN 2001.
Profil Calon Wakil Kepala Daerah :
Nama : H. ABDULLAH QONIK Tempat Lahir : GRESIK
Tanggal LAHIR : 27 AGUSTUS 1969
Alamat tinggal : Dsn. KRAJAN O2, RT/RW 01/07
PANGKAH WETAN, UJUNGPANGKAH, GRESIK Jenis Kelamin : Laki – Laki
Agama : Islam Status Perkawinan : sudah kawin
nama istri : NUR HASANAH jumlah anak : 2 orang
Pekerjaan : Wiraswasta Riwayat Pendidikan :
1. UPN Surabaya lulus tahun 1993
2. SMA Negeri 1 Gresik lulus tahun 1988
3. SMP Negeri 1 Sidayu Gresik lulus tahun 1985 4. SDN 1 Pangkah Wetan Gresik lulus tahun 1982 RIWAYAT Pekerjaan :
1. Agen DAN SUPLIER Pakan 2. Kontraktor
3. Anggota DPRD KABUPATEN Gresik, 2004-2009 Pengalaman Organisasi :
1. Bendahara DPC PKB Gresik tahun 2007 – 2008
2. Wakil Bendahara PengURUS kabUPATEN KONI Gresik tahun 2007 3. Wakil Bendahara DPC PKB Gressik tahun 2002 – 2007
4. Wakil Bendahara GAPEKNAS Gresik tahun 2003 5. Sekretaris PC GP Ansor Gresik periode 2000 – 2002 6. Sekretaris PC LP2NU Gresik 1998 -2005
VISI MISI DAN PROGRAM Pendahuluan
Pembangunan Kabupaten Gresik ke depan menghadapi tantangan yang cukup serius, terutama menghadapi dampak globalisasi, ketidakstabilan harga minyak dunia dan krisis global. Dilain pihak dampak kebijakan dari pemerintah pusat seringkali tidak sinkron dan menjadi faktor kendala tersendiri bagi pembangunan Kabupaten Gresik. Sementara secara internal,
pembangunan Kabupaten Gresik selama sepuluh tahun terakhir mengalami stagnasi. Oleh karena itu, menghadapi tantangan-tantangan tersebut, pembangunan Kabupaten Gresik ke depan harus memiliki Visi, Misi dan Program yang jelas, tepat dan bermanfaat.
Visi :
“Mewujudkan Gresik yang Makmur, Berbudaya, Berakhlak, Agamis, Humanis dan Dinamis”
Misi :
“Membangun Dan Makmur Bersama Wong Cilik”
Program :
1. AGENDA PEMBANGUNAN BIDANG INFRASTRUKTUR
Pembangunan di bidang infrastruktur bertujuan untuk mendukung pembangunan dan
pengembangan ekonomi lokal serta pembangunan sumberdaya manusia melalui pembangunan network infrastructure dan point infrastructure di Kabupaten Gresik. Berdasarkan tujuan tersebut, prioritas pembangunan infrastruktur mendatang adalah :
1. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk pencegahan banjir yang dipadukan dengan pengembangan infrastruktur irigasi untuk pengembangan sektor pertanian dan perikanan;
Program ini ditempatkan sebagai prioritas pembangunan infrastruktur, karena secara topografi Kabupaten Gresik dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Bengawan Solo dan Kali Lamong. Ketika debit air sungai meningkat secara signifikan pada musim hujan maka terjadi banjir di wilayah Gresik Selatan yang diakibatkan meluapnya air Kali Lamong. Kasus yang sama terjadi di wilayah Gresik utara yang diakibatkan meluapnya Bengawan Solo.
Banjir di dua wilayah Kabupaten Gresik ini, sangat merugikan masyarakat akibat harta benda yang hilang atau rusak, serta akibat gagal panen bagi usaha pertanian dan pertambakan.
1. Pembangunan Dan Perbaikan Infrastruktur Perhubungan;
Pembangunan dan perbaikan infrastruktur perhubungan di prioritaskan pada infrastruktur yang bersifat jaringan (network), dengan arahan pada penyediaan akses hubungan antar wilayah dan antar komunitas dalam masyarakat. Misalnya jalan poros desa yang menghubungkan antar wilayah desa di Kabupaten Gresik.
1. Pembangunan dan Peningkatan Infrastruktur Pelayanan Publik
Pembangunan dan peningkatan infrastruktur pelayanan publik dapat digolongkan sebagai upaya pembangunan point infrastructure. Pembangunan point infrastructure lebih banyak ditujukan pada pengembangan dan peningkatan infrastruktur yang dapat meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Pembangunan ini akan ditekankan pada upaya-upaya peningkatan penyediaan sistem air bersih, sistem sanitasi, sistem pembuangan air kotor, baik di pedesaan maupun perkotaan. Selain itu pembangunan dan peningkatan penerangan jalan desa juga menjadi
prioritas, untuk meningkatkan aktivitas dan mobilitas penduduk pedesaan serta produktivitasnya.
1. Pengembangan energi alternatif berbasis pemanfaatan limbah, baik limbah industri, ternak maupun manusia untuk keperluan rakyat miskin;
Dari sekian banyak energi alternatif yang telah dikembangkan, energi alternatif bio-gas paling memungkinkan dijadikan model pemenuhan energi, terutama bagi rakyat miskin. Karena energi bio-gas dapat dkembangkan dengan biaya yang murah dan teknologi yang sangat sederhana. Hal ini juga mendukung terlaksananya revolusi hijau (green revolution) dalam konsep pembangunan berkelanjutan. Energi bio-gas dapat dikembangkan pada skala rumah tangga yang dipadukan dengan sistem sanitasi rumah tangga. Bio-gas pada skala ini dapat dibuat melalui proses anaerobic pada tinja manusia yang dikenal dengan metode biological waste treatment.
Selanjutnya produksi bio-gas untuk komunal berasal dari kotoran hewan (ayam dan sapi).
1. Pembangunan Infrastruktur Olahraga;
Infrastruktur olahraga ini menjadi strategis karena merupakan bagian dari pembangunan sumberdaya manusia di Kabupaten Gresik. Contoh hal yang paling mudah, sampai sejauh ini Kabupaten Gresik belum memiliki stadion olahraga sendiri yang dapat dikelola dan
dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Sementara sepanjang perhelatan kompetisi sepakbola di Indonesia, Gresik memiliki nama besar di kancah persepakbolaan nasional. Oleh karena itu keberadaan stadion olahraga menjadi strategis sebagai upaya mendukung
pembangunan sumberdaya manusia.
1. Pembangunan Infrastruktur Perkotaan Dan Penataan Ruang;
Persoalan mendesak yang saat ini dihadapi oleh kota Gresik diantaranya, permasalahan lalu lintas dan penggunaan tanah dan tata ruang. Kedua persoalan ini saling bertautan menjadi sebab dan akibat yang saling mempengaruhi, serta menjadi hubungan yang sangat kompleks.
Kondisi lalu lintas di kota Gresik saat ini telah mengalami kesesakan dan kepadatan. Namun kondisi ini tidak dibarengi dengan pelayanan prasarana yang memberikan kenyamanan dan keamanan berlalu lintas, akibat pertumbuhan kota. Sebagai contoh, adanya mix function dan mix traffic untuk jalan arteri yang melintas di kota Gresik. Terjadinya mix function karena arteri yang melayani kota berfungsi sebagai arteri primer sekaligus arteri sekunder (Arteri Primer adalah arteri pada sistem jaringan primer yang menghubungkan antar daerah pada struktur wilayah sedang. Arteri Sekunder adalah jalan arteri pada sistem jaringan sekunder yang melayani hubungan antar wilayah dalam kota).
Akibat mix function ini berakibat pada terjadinya mix traffic, berbaurnya berbagai modes of transport, yaitu kendaraan cepat jarak jauh tercampur dengan kendaraan kota yang relatif lebih lambat dan jarak dekat. Kendaraan besar bercampur dengan kendaraan kecil yang satu sama lain saling merugikan. Dampak dari persoalan ini adalah menurunnya tingkat kenyamanan, tingkat keamanan dan tingkat kecepatan sehingga disamping naiknya resiko berkendara dalam kota juga menimbulkan inefisiensi sebagai akibat naiknya penggunaan bahan bakar.
Hal ini tidak lagi bisa dihindari, karena persoalan yang terjadi tersebut bukan hanya sebagai akibat adanya mix function antara jaringan primer dan sekunder semata. Tetapi juga sebagai akibat pertumbuhan kawasan industri yang kurang mendapatkan pelayanan yang memadai untuk kebutuhan lalu lintas. Disisi lain terjadi pula persoalan penggunaan atau pemanfaatan tanah dan tata ruang lainnya. Kondisi ini bila dibiarkan berlangsung tanpa ada upaya pengendalian, maka kota Gresik akan menjadi kota yang tidak menarik bagi investor untuk menanamkan modalnya.
Sekaligus berarti pula mempersempit peluang terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat Gresik.
Dengan kata lain, telah terjadi konflik kepentingan antara menarik masuknya investasi ke Gresik dengan keterbatasan bearing capacity fasilitas yang ada saat ini yang rasanya sudah sangat berat untuk menerima beban tambahan lagi.
Sementara itu, penggunaan tanah dalam kota Gresik dengan berbagai aktivitasnya menjadikan Gresik kota yang tidak teratur, tidak tertib dan tidak nyaman, sebagai akibat terjadinya konflik kepentingan antara kegiatan yang satu dengan yang lain.
Agar kota dapat berperan secara optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat
pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, pusat pertumbuhan wilayah, pusat distribusi barang dan jasa bagi daerah sekitarnya, maka kota Gresik sangat memerlukan adanya pemisahan yang jelas antara Pelayanan Fungsi Sekunder dan Pelayanan Fungsi Primer. Pelayanan Sekunder adalah pelayanan yang diperlukan oleh warga kota untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sedang Pelayanan Primer adalah pelayanan yang diberikan oleh kota Gresik kepada daerah sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa.
Pemisahan ini dapat terjadi bilamana diberikan fasilitas bagi pelayanan primer dengan jalan
membangun kawasan primer. Fungsi kawasan primer ini adalah melayani kebutuhan barang dan jasa baik bagi kota Gresik sendiri maupun wilayah sekitarnya. Kegiatan yang masuk dalam pelayanan primer ini meliputi terminal angkutan penumpang dan terminal angkutan barang, pergudangan, pusat grosir, hutan kota, sport centre yang didalamnya terdapat pula youth centre (gelanggang remaja).
Untuk mengatasi masalah perkotaan tersebut dibutuhkan terobosan yang mampu menjawab persoalan di atas dengan memanfaatkan potensi yang masih dapat direalisasikan menjadi kekuatan yang nyata dan secara tepat dapat mengenai inti masalah yang dihadapi.
Sejumlah potensi yang sekiranya masih dapat dimanfaatkan adalah :
1. Adanya tanah eks jalur jalan PJKA dari Suci sampai ke Ambeng-ambeng Watangrejo yang saat ini kondisinya belum termanfaatkan sama sekali kecuali hanya untuk melayani jalur pipa air PT Petro Kimia Gresik dari Babat ke Gresik.
2. Rencana jaringan jalan lingkar barat dari perempatan jalan Segoromadu sampai ke desa Banjarsari dan menembus jalan negara Surabaya-Jakarta di sekitar tikungan tajam dari arah Duduk sampeyan.
3. Tersedianya lahan yang cukup luas dan potensial dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan kota Gresik.
4. Tersedianya waduk bunder yang masih dimungkinkan untuk membangun beberapa fasilitas kota tanpa mengurangi fungsinya sebagai prasarana irigasi. Pembangunan fasilitas ini sekaligus dapat mengurangi kesesakan kegiatan dalam kota Gresik, dan menambah daya tarik untuk menyerap arus investasi yang masuk ke Gresik.
5. Tersedianya sumber daya masyarakat dan pengusaha yang cukup dari sektor swasta yang mampu digerakkan dan diajak bersama-sama untuk menunjang pembangunan kota Gresik, melalui stimulasi yang dipelopori oleh Pemerintah Daerah.
Prioritas utama bagi pembangunan kota Gresik dalam jangka menengah ini adalah pembangunan prasarana transportasi untuk melayani lalu lintas jaringan primer dan sekaligus memberikan kemudahan bagi kawasan industri. Selain itu, membangun kawasan primer untuk meningkatkan pelayanan dan fungsi kota Gresik sekaligus mengatasi persoalan-persoalan yang tengah dihadapi oleh kota Gresik.
Pembangunan prasarana transportasi ini yang utama adalah pembangunan Jalan Lingkar Barat.
Karena jalan ini juga merupakan fasilitas jalan bagi sistem jaringan jalan primer maka dalam pelaksanaannya diprogram untuk bekerja sama dengan Departemen Pekerjaan Umum yang membidangi masalah perkotaan. Ruas Jalan Lingkar Barat dimaksud adalah ruas jalan yang dibangun dari Simpang Empat Segoromadu menuju ke barat menembus Desa Banjarsari sebelah Lembaga Permasyarakatan, kemudian tembus ke barat sampai ke tikungan di Jalan Negara Surabaya-Jakarta. Sedang kawasan primer yang layak dibangun adalah lokasi yang terletak diantara ruas-ruas Jalan Lingkar Barat, jalan negara dan jalan Bunder-Cerme yang membentuk lahan segitiga.
Dalam hal pembangunan kawasan primer ini Pemerintah Kabupaten Gresik perlu bekerja sama dengan para investor dengan memberikan kemudahan perjanjian, menerbitkan peraturan penunjang yang mampu menjamin amannya investasi yang dilakukan, memberlakukan asas insentif dan disinsentif bagi para investor, dan memberikan stimulasi dengan bantuan
pembangunan sebagian prasarana dasarnya.
Disamping prioritas utama tersebut pemberdayaan kawasan yang telah dibuat seperti misalnya Kawasan Industri Gresik (KIG) maupun kawasan lain yang perencanaannya telah selesai di susun tetap dijalankan.
Untuk Kawasan Industri Gresik (KIG) kebutuhan utamanya adalah jalan dari Jl. Gubernur Suryo menuju KIG. Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Gresik hanya perlu berperanan sebagai fasilitator untuk pembebasan tanah, sedang pelaksanaan fisiknya dapat dilaksanakan sendiri oleh KIG. Bila jalan ini terealisasi maka KIG akan mendapatkan akses yang sangat baik melalui Jl.
Gubernur Suryo, jadi tidak akan mengganggu arus lalu lintas dalam kota. Bahkan jalan ini pula dapat dimanfaatkan oleh PT Petrokimia Gresik dan semua industri yang ada dalam kawasan tersebut. Semua kendaraan yang dari dan menuju KIG dan PT Petrokimia Gresik Group dapat memanfaatkan jalan lingkar yang ada dan jalan tol.
Untuk mengurangi beban lalu lintas yang disebabkan oleh jaringan kolektor primer (jalan propinsi) yang melintas di jalan Dr. Sutomo dan Jl. Gubernur Suryo, maka perlu dibangun Jalan Lingkar Barat II dengan memanfaatkan tanah eks jalan PJKA sebagai Jalan Lingkar Barat II, mengingat Jl. KH. Syafi’i (Suci - Bunder) kondisinya sudah sangat rawan untuk dilintasi arus lalu-lintas antar wilayah. Jalan ini pula nantinya akan menjadi jalan yang melayani arus lalu lintas menuju Jalan Lingkar Utara menuju dan dari Pelabuhan Gresik. Dengan dibangunnya jalan ini akan memungkinkan pengembangan kota Gresik, dengan terbukanya lahan baru bagi
investasi yang masuk, dan ini memperbesar peluang terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat.
Oleh karena itu pembangunan Jalan Lingkar Barat Gresik serta jalan-jalan yang lain tersebut di atas, akan menjadi strategis dalam kerangka pengembangan kawasan Gresik. Rencana
pembangunan jalan ini merupakan ”trigger” bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik.
B. AGENDA PEMBANGUNAN BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA
Tujuan pembangunan di bidang sumber daya manusia adalah meningkatkan dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan peran dan produktifitasnya dalam pembangunan, agar mereka mempunyai hak yang sama dan saling menghargai dalam partisipasi dan memanfaatkan pembangunan. Sehingga tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat akan dapat dicapai.
1. Meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Upaya meningkatkan aksesibilitas pelayanan pendidikan yang murah dan bermutu untuk semua menjadi prioritas pembangunan pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. Untuk mencapai itu, digunakan model mekanisme demand side financing maupun supply side financing. Pada dasarnya perbedaan antara demand side financing dengan supply side financing terletak pada apakah anggaran pemerintah untuk membiayai barang-barang publik yang harus disediakan oleh pemerintah, seperti sarana dan prasarana pendidikan, akan diterima langsung oleh masyarakat atau penyedianya.
Jika masyarakat membeli barang-barang publik yang dimaksud, dengan uang yang diberikan oleh pemerintah, seperti halnya program BOS dan BOSDA, maka hal itu dikatakan sebagai demand side financing. Jika pemerintah membeli langsung kepada penyedianya, misalnya, untuk Tunjangan Fungsional Guru (TFG), peningkatan sarana dan prasarana sekolah, maka hal itu
disebut supply side financing.
Dalam menunjang pelaksanaan program wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan oleh
Pemerintah Pusat, yang diperluas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi program wajib belajar 12 Tahun, maka model pembiayaan pendidikan dan pemberian subsidi biaya pendidikan di Kabupaten Gresik dapat merupakan kombinasi antara mekanisme demand side financing dengan supply side financing. Implementasinya, mekanisme demand side financing ini nantinya dipergunakan untuk menutup subsidi biaya pendidikan yang belum tercukupi dari program BOS dan BOSDA Jawa Timur, khususnya dalam pemberian subsidi biaya pendidikan bagi keluarga miskin di Kabupaten Gresik. Sedangkan mekanisme supply side financing, dipergunakan untuk menunjang peningkatan prasarana dan sarana sekolah serta pengeluaran-pengeluaran lain yang berhubungan dengan penyelenggaraan sekolah, misalnya TFG, dan lain-lain, dengan tujuan pokok meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Gresik.
1. Meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang murah dan memadai untuk peningkatan produktivitas sumber daya manusia
Pembangunan kesehatan merupakan upaya memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak rakyat memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang murah dan memadai.
Pembangunan kesehatan juga harus dipandang sebagai suatu investasi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Upaya pembangunan kesehatan harus dilakukan sejak dini dan berkesinambungan.
Secara ringkas, permasalahan yang dihadapi di bidang kesehatan ini adalah masih relatif rendahnya kemampuan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan. Di pihak lain prasarana dan sarana kesehatan masih belum memadai atau juga belum “mampu”
dijangkau oleh masyarakat disamping masih belum baiknya kondisi kesehatan lingkungan.
Berdasarkan kondisi tersebut, maka upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang murah dan memadai, akan ditempuh dengan dua sisi kebijakan, yaitu kebijakan yang diarahkan pada sisi permintaan (demand) dan kebijakan yang diarahkan pada sisi pasokan (supply) pelayanan kesehatan dan pebaikan-perbaikan lingkungan yang mendukung kesehatan lingkungan. Kebijakan dari sisi permintaan (demand) dimaksud sebagai upaya untuk memberi bantuan subsidi biaya kesehatan bagi masyarakat terutama untuk keluarga miskin, misalnya dengan pemberian voucher untuk berbagai jenis layanan kesehatan yang berlaku sebagai “alat pembayaran” di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, baik rumah sakit umum, puskesmas maupun pos-pos kesehatan.
Sedangkan kebijakan dari sisi pasokan (supply) akan ditempuh melalui pengembangan prasarana dan sarana kesehatan pada wilayah-wilayah yang memang belum tersedia atau minim. Di
samping dilakukan perbaikan-perbaikan kesehatan lingkungan, seperti sanitasi, MCK, perbaikan lingkungan perumahan bagi keluarga miskin, sistem pembuangan air kotor, dan nutrisi akan dilakukan sejalan dengan kebutuhan.
1. Reformasi Birokrasi
Permasalahan di bidang birokrasi yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Gresik sampai saat ini adalah bersumber dari adanya sistem pemerintahan yang belum menjamin adanya
akuntabilitas dan transparansi. Padahal sistem pemerintahan yang menjamin adanya akuntabilitas dan transparansi menjadi syarat mutlak untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.
Berdasarkan kondisi tersebut, reformasi birokrasi untuk menciptakan sistem pemerintahan yang menjamin adanya akuntabilitas dan transparansi dalam pemerintahan Kabupaten Gresik akan menjadi prioritas pembangunan sumberdaya manusia di Kabupaten Gresik.
1. Pengembangan budaya Gresik sebagai pusat pengembangan sejarah Agama Islam Kebudayaan yang berkembang di masyarakat Gresik, adalah kebudayaan Islam yang
dikembangkan para penyebar-penyebar Agama Islam pada jaman dahulu, yang hingga akhir hayatnya para penyebar Agama Islam itu wafat dan dimakamkan di Gresik. Misalnya makam Sunan Giri, Sunan Syekh Maulana Malik Ibrahim, Nyai Ageng Pinatih, dan lain-lain. Tidak mengherankan jika Gresik juga dikenal sebagai kota santri dengan kebudayaan Islam yang berkembang kuat, selain didukung oleh adanya pondok pesantren di sejumlah kecamatan.
Permasalahan budaya yang dihadapi adalah adanya perkembangan dan kemajuan jaman yang dikenal dengan gejala modernisasi, yang dikhawatirkan akan semakin menggerus kebudayaan Islam sebagai kebudayaan yang selama ini berkembang di Gresik. Strategi untuk menghadapi ancaman tersebut adalah dengan pengembangan fasilitasi sumber daya manusia agar tetap mampu mempertahankan berkembangnya kebudayaan Islam di Gresik.
Cara-cara yang dapat di tempuh adalah melalui pembinaan dan fasilitasi kelompok-kelompok kesenian tradisi Islam seperti Qasidah, yang pernah dimiliki oleh Kabupaten Gresik di era Tahun 1970-an. Pembinaan dan fasilitasi kelompok-kelompok seniman pelukis, untuk merevitalisasi lukisan khas Gresik yang dikenal dengan ”damar-kurung”. Pembinaan dan fasilitasi kelompok- kelompok kebudayaan lainnya yang beragam yang akrab dengan kebudayaan Islam.
1. Meningkatkan kualitas kesalehan sosial melalui peningkatan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Agama, dan budi pekerti
Pembangunan kesalehan sosial diarahkan untuk memantapkan fungsi dan peran agama sebagai landasan moral dan etika dalam pembangunan, membina akhlak mulia, budi pekerti, memupuk etos kerja, menghargai prestasi, dan menjadi kekuatan pendorong guna mencapai Kabupaten Gresik makmur dan berakhlak. Selama ini telah tumbuh kesadaran yang kuat di kalangan para pemuka agama di Kabupaten Gresik untuk membangun harmoni sosial, dan hubungan internal dan antar-umat beragama yang aman, damai, dan saling menghargai. Dimensi kerukunan ini sangat penting dalam upaya membangun masyarakat Kabupaten Gresik yang memiliki kesadaran mengenai realitas multikulturalisme dan memahami makna kemajemukan sosial, sehingga tercipta suasana kehidupan masyarakat yang penuh toleransi, tenggang rasa dan harmonis.
Permasalahan yang berkembang saat ini adalah masih belum semua lapisan masyarakat
mengaktualisasikan pemahaman agamanya ke dalam bentuk perilaku sehari-hari. Masih banyak dijumpai perilaku negatif yang membelakangi norma-norma agama, seperti perilaku asusila, praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), penyalahgunaan narkoba, dan perjudian. Selain itu, meningkatnya angka perceraian, ketidakharmonisan keluarga, pornografi, dan pornoaksi menunjukkan, akhlak masyarakat masih jauh dari sempurna, dan semakin melemahnya sendi- sendi moral agama. Berbagai perilaku masyarakat yang bertentangan dengan moralitas dan etika keagamaan itu menggambarkan masih adanya kesenjangan antara pemahaman dan nilai-nilai ajaran agama dan pengamalannya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Berdasarkan kondisi tersebut, pembangunan sumber daya manusia dengan pemahaman dan kualitas kesalehan sosial yang semakin meningkat dapat dilakukan dalam beberapa cara dan pendekatan; yaitu peningkatan kualitas pendidikan agama dan pendidikan keagamaan pada semua jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Selain itu melalui peningkatan kualitas penataan dan pengelolaan sarana dan prasarana, serta kepentingan seluruh lapisan umat beragama dengan akses yang sama bagi setiap pemeluk agama. Upaya meningkatkan kualitas dan kapasitas Lembaga Sosial Keagamaan dan Lembaga Pendidikan Keagamaan, juga harus dlakukan.
1. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan di semua bidang dan terjaminnya kesetaraan Gender.
Mengingat betapa pentingnya kesetaraan Gerder dalam pembangunan Kabupaten Gresik, maka dituntut kepedulian nyata yang lebih besar dengan menempatkannya sebagai salah satu bidang program dengan tujuan kian mempercepat terciptanya kesetaraan Gender dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat di Kabupaten Gresik. Upaya ini dilakukan secara luas dalam proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kebijakan, program dan proyek
pembangunan.
Masalah utama dalam pembangunan pemberdayaan perempuan adalah rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan politik. Di bidang ekonomi, kemampuan perempuan untuk memperoleh peluang kerja dan berusaha masih rendah.
Demikian halnya akses terhadap sumber daya ekonomi, seperti teknologi, informasi pasar, kredit dan modal kerja. Tingkat pengangguran pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki.
Besaran upah/gaji yang diterima penduduk perempuan di sektor non-pertanian lebih kecil dibanding laki-laki.
Selain itu banyak perempuan yang bekerja pada pekerjaan marginal sebagai buruh lepas, atau pekerja keluarga tanpa memperoleh upah, atau dengan upah rendah. Mereka tidak memperoleh perlindungan hukum dan kesejahteraan. Dalam krisis ekonomi yang berkepanjangan, perempuan dan anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampak.
Berdasarkan pada kondisi-kondisi seperti itu, maka upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan peran perempuan, serta kesetaraan Gender dilaksanakan melalui beberapa cara :
1. Meningkatkan keterlibatan perempuan dalam proses politik dan jabatan publik;
2. Meningkatkan taraf kehidupan, dan layanan kesehatan, serta bidang pembangunan lainnya, untuk mempertinggi kualitas hidup dan sumber daya kaum perempuan;
3. Penguatan kelembagaan, koordinasi, dan jaringan pengarustamaan Gender dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dari berbagai kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan di segala bidang, termasuk penyediaan data dan statistik gender, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
4. Peningkatan Prestasi Olahraga Dan Pembinaan Kepemudaan
Salah satu faktor yang mempengaruhi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan adalah kesiapan generasi muda untuk menerima tongkat estafet pembangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembangunan pendidikan dan kesehatan menjadi faktor yang utama. Namun demikian, selain kedua faktor tersebut, faktor lain yang juga cukup berpengaruh adalah pembinaan kepemudaan dan keolahragaan.
Dalam konteks yang seperti ini, pembinaan olahraga sepak bola di Kabupaten Gresik menjadi prioritas pembinaannya, karena olah raga sepak bola saat ini, kenyataannya sudah menjadi alat marketing komunikasi yang efektif untuk membangun citra Kabupaten Gresik di mata komunitas nasional. Di samping sepak bola, cabang-cabang olah raga yang lain perlu mendapat perhatian serius karena ini memberi kontribusi yang besar kepada dunia olahraga di Jawa Timur, seperti cabang olahraga Ski Air dan Panjat Tebing. Atlet-atlet dua cabang olahraga tersebut yang merupakan putra daerah Gresik, mampu menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun tingkat Asia dan Dunia. Untuk mencapai tujuan-tujuan ini maka revitalisasi fungsi Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gresik menjadi strategis dan harus dilakukan.
1. Peningkatan keamanan dan ketertiban, supremasi hukum dan HAM
Penegakan hukum dan ketertiban merupakan syarat mutlak bagi upaya-upaya penciptaan Kabupaten Gresik yang damai dan sejahtera. Apabila hukum ditegakkan dan ketertiban diwujudkan, maka kepastian, rasa aman, tenteram, ataupun kehidupan yang rukun dan damai akan dapat terwujud. Sementara penghormatan terhadap hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan suatu keharusan, dan tidak perlu ada tekanan dari pihak manapun untuk
melaksanakannya. Pembangunan pada dasarnya juga ditujukan untuk memenuhi hak-hak asasi rakyat.
Dalam rangka untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban, maka cara-cara yang dapat ditempuh melalui : 1). Revitalisasi sistem keamanan berbasis komunitas untuk mewujudkan keamanan lingkungan, termasuk mencegah permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan dan penyebaran narkoba; 2). Meningkatkan kemampuan mencegah, menangkal dan menindak kejahatan, terutama melalui deteksi dini dengan melibatkan para tokoh masyarakat; 3).
Meningkatkan kerja sama dengan institusi penanggung jawab keamanan dalam upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat; 4). Pemberian teladan praktik penegakan hukum non-diskriminatif yang dapat mendorong kepercayaan masyarakat untuk mematuhi hukum, dan membangun community policing (pemolisian masyarakat) untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungannya.
Selanjutnya dalam rangka untuk meningkatkan penegakkan supremasi hukum dan HAM. Cara yang ditempuh dapat melalui : 1). Meningkatkan upaya pemajuan, perlindungan, penegakan, pemenuhan dan penghormatan HAM; 2). Menegakkan hukum secara adil, konsekuen, tidak diskriminatif, dan memihak pada rakyat kecil; 3). Penggunaan pada budaya-budaya lokal sebagai salah satu sarana mewujudkan terciptanya kesadaran hukum masyarakat; 4). Meningkatkan kerjasama yang harmonis antara kelompok atau golongan dalam masyarakat, agar mampu saling memahami dan menghormati keyakinan dan pendapat masing-masing; serta 5). Memperkuat dan melakukan konsolidasi demokrasi, terutama demokrasi yang partisipatoris.
C. AGENDA PEMBANGUNAN BIDANG EKONOMI
Tujuan pembangunan di bidang ekonomi adalah : meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah; meningkatkan lapangan kerja dan mengurangi tingkat pengangguran; meratakan
distribusi pendapatan, dengan tujuan akhir meningkatkan pendapatan seluruh masyarakat. Maka pembangunan ekonomi akan ditekankan pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada pengembangan ekonomi kreatif; Semua aktifitas ekonomi yang menghasilkan barang dan jasa yang bersumber dari kekuatan potensi pengetahuan, teknologi, kreatifitas, seni, dan budaya.
Prioritas Pembangunan Ekonomi
Berdasarkan tujuan-tujuan pembangunan dibidang ekonomi seperti tersebut diatas, maka prioritas-prioritas pembangunan ekonomi adalah :
1. Pembangunan Sektor Pertanian dengan melalui pencapaian keseimbangan antara on-farm dan off-farm
Tidak dapat dipungkiri lagi, Bahwa potensi Kabupaten Gresik adalah sektor pertanian (termasuk sub-sektor perikanan). Oleh karena itu prioritas pembangunan sektoral di Kabupaten Gresik akan ditempatkan pada pembangunan sektor pertanian. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah mengatasi masalah penyediaan air untuk pertanian (dan hal ini sudah dijelaskan pada program pembangunan infrastruktur).
Langkah berikutnya adalah mengatasi problem seputar saprodi (sarana produksi), misalnya pengadaan pupuk yang kerap kali terjadi kelangkaan, dapat dipecahkan melalui kerjasama dan fasilitasi antara Pemerintahan Kabupaten Gresik dan PT Petrokimia Gresik atau dengan produsen-produsen pupuk lainya sehingga ada jaminan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Gresik tidak mengalami masalah kelangkaan pupuk.
Ketika masalah-masalah sektor pertanian pada tingkat on-farm sudah dapat diselesaikan maka penanganan berikutnya adalah pada tingkat off-farm-nya. Pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan pembuatan produk kreatif yang berbahan baku hasil pertanian di Kabupaten Gresik akan terus dikembangkan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga-lembaga lainnya. Dengan kondisi yang seperti ini maka akan tercapai keseimbangan antara sektor pertanian pada tingkat on-farm dan off-farm.
1. Pembangunan sektor industri kecil dan kerajinan, dengan titik berat pada pengembangan produk unggulan
Dari sisi pembinaan dan pengembangan produksi, industri kecil dan kerajinan akan difasilitasi melalui pendidikan dan pelatihan untuk memproduksi produk-produk kreatif yang mempunyai nilai tambah yang tinggi dan mampu dipasarkan, dengan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi atau lembaga-lembaga lainnya. Sedangkan pembinaan dan pengembangan pemasaran akan dilakukan fasilitasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga baik domestik maupun luar negeri untuk meningkatkan promosi penjualan baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor.
1. Pembangunan sektor perdagangan dengan meningkatkan peran perdagangan produk-produk lokal
Pembangunan sektor perdagangan akan diarahkan pada fasilitasi dan pengembangan produk- produk lokal yang merupakan produk unggulan di Kabupaten Gresik. Pembangunan fasilitas- fasilitas pusat promosi dan penjualan di tempat-tempat tujuan wisata yang ada di Kabupaten Gresik akan menjadi pusat perhatian yang utama, di samping pembinaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk pembuatan kemasan dan pembangunan jaringan (supply chain) produk-produk unggulan melalui manajemen pengetahuan (knowledge management).
1. Pembangunan sektor pariwisata dengan memanfaatkan semua potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Gresik, terutama untuk tujuan wisata religius dan Pulau Bawean.
Kabupaten Gresik mempunyai potensi wisata yang cukup baik. Banyak situs-situs penyebaran Agama Islam yang tesebar di Kabupaten Gresik, misalnya makam Sunan Giri, Sunan Malik Ibrahim, Nyai Ageng Pinatih dan lain-lain. Setiap saat tempat-tempat tersebut banyak didatangi pengunjung atau peziarah dari seluruh Indonesia. Pengembangan tempat-tempat tujuan wisata religius akan dilakukan melalui penataan ruang dengan penekanan pada lingkungan disekitar tempat-tempat tujuan wisata tersebut. Sehingga akan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung yang sekaligus dapat menjadi pusat promosi dan penjualan produk-produk unggulan Kabupaten Gresik.
Di Kabupaten Gresik juga terdapat potensi wisata pantai yang dapat dikembangkan yang berpotensi untuk menandingi Wisata Bahari Lamongan, misalnya pantai Dalegan di Kecamatan Panceng. Lebih dari itu, Pulau Bawean mengandung potensi wisata yang sangat eksotik dan bahkan pantainya bisa menandingi pantai di Pulau Bali.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi serta budaya Kabupaten Gresik, potensi-potensi alam di Kabupaten Gresik tersebut bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerjasama dengan investor (pihak ketiga).
1. Peningkatan peran wilayah pedesaan sebagai aktor penggerak ekonomi daerah Ketika terjadi perubahan paradigma perencanaan pembangunan dari top-down blueprint ke bottom-up learning, maka pada saat itulah desa memiliki peranan utama dan semakin diperhitungkan sebagai ujung tombak pembangunan. Karena dalam konteks pendekatan
perencanaan bottom-up learning ini wilayah pedesaan secara otomatis berfungsi sebagai inisiator pembangunan. Implikasinya adalah bahwa pertanian wilayah pedesaan sebagai faktor penggerak perekonomian daerah menjadi suatu keharusan.
Untuk mancapai itu, maka wilayah pedesaan harus diberi stimulus-stimulus yang mampu mengangkat aktivitas perekonomian daerah, berupa : 1). Pemberian bantuan operasional perangkat desa; 2). Pemberian hibah yang langsung diberikan dan dikelola oleh pemerintahan desa yang dapat dipergunakan untuk menggerakkan perekonomian desa; 3). Peningkatan tunjangan-tunjangan untuk perangkat desa.
1. Meningkatkan peran investasi swasta di Kabupaten Gresik dalam penyerapan tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Investasi swasta adalah salah satu sumber pembiayaan pembangunan, selain investasi pemerintah yang didanai dari anggaran pemerintah. Maka meningkatkan investasi swasta akan sangat membantu menyerap tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. Untuk mencapai hal itu, dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan-perbaikan prosedur dan mekanisme pemberian perijinan bagi investasi dan penyediaan infrastruktur yang memadai di Kabupaten Gresik.
1. Meningkatkan penyediaan skim-skim pembiayaan alternatif dan pengembangan lembaga keuangan mikro di pedesaan
Upaya-upaya meningkatkan dukungan sektor finansial akan dilakukan dengan melalui peningkatan penyediaan berbagai skim pembiayaan alternatif kepada masyarkat untuk
membiayai usahanya, dengan melalui penyediaan pinjaman dana bergulir, pinjaman-pinjaman tanpa jaminan asset, sampai pada pengembangan lembaga keuangan mikro di pedesaan.
Dalam konteks yang seperti ini, peningkatan pinjaman dana bergulir akan dilakukan dengan pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berfungsi sebagai penyedia dan pengelola seluruh jenis program pinjaman dana bergulir di Kabupaten Gresik. Sedangkan untuk meningkatkan pinjaman-pinjaman tanpa agunan asset, akan dilakukan dengan pembentukkan Lembaga Penjaminan Kredit Rakyat (LPKR) di Kabupaten Gresik, yang nantinya lembaga inilah yang menjamin kredit yang diminta oleh dunia usaha maupun masyarakat kepada Lembaga Keuangan Bank dan bukan bank. Sejalan dengan itu, pengembangan lembaga keuangan mikro di pedesaan akan dilakukan dengan meningkatkan kapasitas Perusahaan Daerah Bank Pasar
Kabupaten Gresik melalui pengembangan jaringan cabang-cabang sampai tingkat kecamatan dan pendirian kantor cabang pembantu atau kantor kas, sampai di tingkat desa.
Dengan upaya-upaya yang seperti ini maka akan sangat membantu masyarakat dan dunia usaha ketika menghadapi masalah-masalah finansial. Sehingga masyarakat tidak lagi terjebak dalam perangkap ”bank thitil” atau rentenir dengan tingkat bunga yang sangat tinggi dan mencekik.
D. AGENDA KHUSUS : PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Kemiskinan dipahami tidak sebatas ketidakmampuan ekonomi memenuhi kebutuhan fisik (physiological deprivation), tapi juga kegagalan memenuhi hak-hak dasar, dan perbedaan
perlakuan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara bermartabat (sociological deprivation). Hak-hak dasar yang harus dipenuhi adalah kebutuhan pangan,
kesehatan, pendidikan, pekerjaan dan berusaha, perumahan dan sanitasi, air bersih, pertanahan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, serta hak berpartisipasi dalam kehidupan sosial politik, baik bagi laki-laki maupun perempuan.
Kemiskinan harus dipahami sebagai bersifat multidimensional, yang tidak hanya diukur dari penghasilan tetapi juga mencakup hal yang lebih luas, yakni kerentanan orang atau sekelompok orang, laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin, serta keterbatasan akses masyarakat miskin dalam penentuan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan mereka. Kemiskinan yang mendera kehidupan masyarakat ini lebih bersifat struktural. Mereka miskin bukan karena mereka malas bekerja, tetapi karena struktur sosial memiskinkan mereka, sehingga tidak dapat ikut memanfaatkan sumber-sumber pendapatan yang sebenarnya tersedia bagi mereka.
Penanggulangan kemiskinan tanpa mengubah struktur sosial hanya menciptakan ketergantungan.
Kompleksitas masalah kemiskinan tentu tidak bisa dijawab melalui program
pembangunan yang bersifat parsial apalagi kontradiktif. Tetapi diperlukan sebuah rumusan kebijakan yang bersifat holistik, terdapat keterkaitan antara satu sama lain meskipun tidak bisa menghindari pendekatan sektoral. Rumusan kebijakan pembangunan hendaknya disatukan oleh dua isu sentral dan mendasar yaitu penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
Program yang khusus ditujukan untuk mengatasi masalah kemiskinan diorientasikan pada upaya peningkatan pendapatan dan pengurangan beban masyarakat miskin melalui pendekatan
pemberdayaan usaha, pemberdayaan manusia dan pemberdayaan lingkungan. Implementasi pendekatan program disesuaikan dengan potensi dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat miskin setempat, dengan menghindari penyeragaman program. Variabel makro ekonomi mempunyai andil yang sangat besar. Tingginya laju inflasi, rendahnya investasi, disparitas
pertumbuhan ekonomi antara desa dan perkotaan serta aksesibilitas sumber-sumber ekonomi, secara langsung akan mempengaruhi kerawanan tingkat kemiskinan.
Usaha pengentasan kemiskinan hendaknya disadari sebagai kewajiban semua pihak, bagian dari tanggung jawab sosial dan tanggung jawab negara yang tidak bisa disekat oleh waktu, karena kemiskinan itu sendiri bagian dari ornamen dunia yang tidak mungkin dapat dibebaskan. Tugas kita adalah mengurangi jumlah, agar tidak terjadi kesenjangan terlalu tajam antara si kaya dan si miskin.
Sasaran penanggulangan kemiskinan dalam tiga tahun mendatang adalah berkurangnya jumlah penduduk miskin laki-laki dan perempuan serta terpenuhinya hak-hak dasar masyarakat miskin secara bertahap.
1. Menurunnya presentasi penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan;
2. Terpenuhinya kecukupan pangan yang bermutu dan terjangkau;
3. Terpenuhinya pelayanan dan jaminan pelayanan kesehatan keluarga miskin secara gratis dan bermutu;
4. Terpenuhinya pelayanan pendidikan dasar secara gratis, bermutu dan merata;
5. Terpenuhinya kebutuhan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat, serta kebutuhan air bersih bagi masyarakat miskin;
6. Terbukanya kesempatan kerja dan berusaha;
7. Terbukanya akses permodalan dalam menciptakan dan mengembangkan usaha;
8. Terbangunnya pusat pengembangan cluster ekonomi kawasan pedesaan dan pembelajaran masyarakat miskin dalam pengembangan potensi ekonomi pedesaan;
9. Peningkatan kapasitas kelembagaan desa dan kapasitas kelompok masyarakat (pokmas) dalam mengelola usaha baik secara mandiri maupun kolektif;
10. Terbukanya akses masyarakat miskin dalam pemanfaatan SDA dan terjaganya kualitas lingkungan hidup;
11. Meningkatnya partisipasi masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan;
12. Terjaminnya integrasi program sektoral yang secara tegas beorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.
Memahami kompleksitas masalah kemiskinan dan kerentanan yang ada pada setiap proses upaya pengentasannya, menyadarkan kita betapa pemecahan masalah ini tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi secara multidimensi dalam program lintas pembangunan yang menyangkut sinergitas peran pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Secara umum kebijakan pembangunan pemerintah Kabupaten Gresik nantinya diarahkan pada upaya pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja melalui berbagai program yang mampu meningkatkan pendapatan dan meringankan beban masyarakat miskin. Sedangkan secara spesifik kebijakan penanganan
kemiskinan diarahkan pada :
Penyempurnaan berbagai kebijakan yang merintangi aksesibilitas dan lebih berpihak kepada rakyat miskin serta konsisten dalam
pelaksanaannya;
Mendorong partisipasi masyarakat dan dunia usaha melalui kebijakan yang mampu mengentaskan kemiskinan;
Penajaman program pembangunan lintas sektor dan lintas pelaku yang diarahkan pada desa-desa dan kantong-kantong komunitas miskin;
Peningkatan pemenuhan dan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap ketersediaan pangan yang memadai dan bermutu;
Peningkatan aksesibilitas dan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin secara gratis melalui program jaminan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin, dan program-program lain yang berkelanjutan;
Peningkatan aksesibilitas dan layanan pendidikan dasar secara gratis dan bemutu melalui peningkatan Angka Partisipasi Murni (APM),
pengurangan beban operasional sekolah, mempersempit kesenjangan pendidikan antara kawasan perdesaan dan perkotaan, penyelarasan kurikulum sekolah kejuruan dengan dunia usaha, serta peningkatan anggaran pendidikan secara proporsional dan memadai;
Peningkatan ketersediaan dan akses masyarakat miskin terhadap rumah murah, sanitasi dan lingkungan yang sehat serta ketercukupan fasilitas air bersih, dan pemberian legalitas penduduk musiman bagi pendatang;
Penataan dan pengembangan sektor informal perkotaan melalui penyediaan fasilitas tempat usaha yang strategis, sehat dan tidak menggangu sektor dan penyedia/ pengguna jasa lainnya.
Peningkatan akses dan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin dengan memberikan skim khusus (bunga rendah) tetapi tetap memperhatikan mekanisme pasar yang ada;
Pemeliharaan dan pengembangan kesempatan kerja yang didukung oleh tenaga kerja yang terampil dalam suasana hubungan kerja yang harmonis antar pelaku produksi, adanya perlindungan kesehatan dan keamanan kerja serta peningkatan upah buruh berdasarkan standar kebutuhan hidup minimal;
Pengembangan potensi wilayah dan cluster ekonomi pedesaan baik pada daerah pesisir, sekitar hutan, persawahan, pertambakan dan daerah-daerah sekitar kawasan industri dengan mengembangkan produk unggulan yang spesifik dan kompetitif serta mempunyai dampak langsung terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja;
Pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar dan sarana ekonomi sesuai dengan karakteristik kebutuhan, sehingga mampu membuka akses dan
meningkatkan peluang bagi kelompok masyarakat miskin untuk meningkatkan produktivitas sesuai dengan basis mata pencahariannya;
Pengintegrasian semua program sektoral yang diikat oleh orientasi utama pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja yang terukur kualitas dan kuantitas kontribusinya pada setiap periode. Integrasi program baik antar sektor dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik maupun dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat, dengan pembagian peran dan tanggung jawab pembiayaannya;
Pengembangan kapasitas yang diorientasikan pada penguatan peran pemerintah sebagai fasilitator dan katalisator pembangunan serta
pengembangan sinergi dengan kalangan LSM dan perguruan tinggi dalam rangka fasilitasi atas pemberdayaan masyarakat miskin dan evaluasi program;
Peningkatan keterlibatan masyarakat miskin dalam pengambilan keputusan pembangunan terutama yang secara langsung menyangkut kepentingan dan eksistensinya melalui forum dialog yang kondusif.
PROFIL , VISI MISI DAN PROGRAM PASANGAN CALON NOMOR URUT 2
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GRESIK
Profil Calon Kepala Daerah :
1. Nama : KH. MUJI TABAH, SH, MM.
2. Tempat dan tanggal : GRESIK,Lahir / Umur 05, AGUSTUS, 1960 / 49 TAHUN 3. Alamat tempat tinggal : HULAAN, RT : 18, RW : 07, MENGANTI - GRESIK
4. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI 5. Agama : ISLAM
6. Status perkawinan : a. SUDAH KAWIN
b. nama istri : 1. SISWATIM 2. ESTER DENNY. S 3. MASRUFAH JULIANA c. jumlah anak : SEBELAS (11) Orang 1. ERVAN AINUL YAQIN 2. ERVILAILY. MP
3. ERSYAD AYATULLAH 4. TIARA FILLANTIA
5. ERMALA MAHARANI. MP 6. ERWATI AISYAH. MP 7. ERMILA JAINAWATI. MP
8. ERWAN MUKAMAR KADAFI. MP 9. ERLISAH RAHMAWATI. MP 10. ERLITA SURAYYA MP.
11. ERVA YUSI AIDA, S.KED 7. Pekerjaan : WIRA SWASTA
8. Riwayat pendidikan*) : a. TAMAT SD II TH 1975 MENGANTI
b. TAMAT SMP SEMANGAT TH 1979 MENGANTI c. TAMAT SMA KARTINI GRESIK TH 1986
d. S1. FAK, HUKUM. UNIVERSITAS KARTINI SBY, TH 1992
e. S2. SEKOLAH TINGGI EKONOMI ARTA BODY ISUARA SURABAYA, TAHUN 2005
9. Riwayat organisasi **) : a. KETUA UMUM ANSOR KEC. MENGANTI, GRESIK
b. ANGGOTA NU KEC. MENGANTI, GRESIK c. PEMANGKU PON PES AINUL YAKIN GRESIK d. PELINDUNG P.S TENAGA DALAM WALI 9
e. KETUA JARINGAN MASYARAKAT PEMILIH INDEPENDEN
10. Riwayat pekerjaan dan : a. DIREKTUR CENTRAL EMAS ASIA. SURABAYA b. DEWAN KOMISARIS PT. KARISMA JAYA SBY
c. PEMBINA YAYASAN ABDI INDONESIA 11. Lain-lain :
Profil Calon Wakil Kepala Daerah : 1. Nama : SUWARNO
2. Tempat dan tanggal : GRESIK, Lahir / Umur 09, SEPTEMBER, 1960 / 49 TAHUN 3.. Alamat tempat tinggal : DUNGUS, RT : 03, RW : 01, CERME, GRESIK
4.. Jenis Kelamin : LAKI - LAKI 5. Agama : ISLAM
6. Status perkawinan : a. SUDAH KAWIN
b. nama istri : SITI FATIMAH
c. jumlah anak : TIGA (3) Orang 1. NURHAENI SULISTIO 2. MAIKA LUSIANA
3. ANDIK MANDALA PUTRA 7. Pekerjaan : WIRA SWASTA
8. Riwayat pendidikan*) : a. TAMAT SD TH 1974 DUNGUS, CERME b. TAMAT SMP TH 1977 DHARMA, CERME c. TAMAT STM TH 1981 SIANG, SURABAYA 9. Riwayat organisasi **) :
10.Riwayat pekerjaan dan : a. MENJABAT KEPALA DESA 16 TAHUN Alamat pekerjaan b. DESA DUNGUS, CERME, GRESIK
VISI, MISI, DAN PROGRAM
A. VISI
Mewujudkan Gresik yang Sejahtera, Makmur dan Berkeadilan Sosial.
B. MISI
”Meningkatkan fungsi APBD untuk Pemenuhan Hak-hak Dasar Warga Di Kabupaten Gresik ”
Tujuh (7) misi utama yang akan dijalankan adalah:
1. Peningkatan layanan, mutu dan akses serta pemerataan kesempatan pendidikan 2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan mempertimbangkan aspek-aspek
keterjangkaun baik ditingkat harga, lokasi, maupun ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.
3. Pengembangan lapangan kerja melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan bahan baku di masing-masing wilayah berupa peningkatan fungsi saluran irigasi, ketersediaan pupuk, revitalisasi KUD dan kemudahan akses modal bagi industri
kecil dan menengah yang bersifat padat karya.
4. Pemeliharaan kualitas lingkungan hidup sebagai upaya-upaya pencegahan perusakan/kerusakan lingkungan
5. Reformasi birokrasi dalam rangka meningkatkan produktifitas, efektifitas dan efisiensi fungsi pelayanan publik
6. Kualitas moral sosial dan penghargaan terhadap kekayaan tradisi melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, pengamalan nilai-nilai agama demi terciptanya keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat.
7. Membangun kesadaran dibidang keamanan, ketertiban supremasi hukum dan penegakan HAM (Hak Azazi Manusia).
C. PROGRAM KERJA 1. Bidang Pendidikan
a. Penuntasan program wajib belajar 12 tahun dengan memberikan prioritas bagi masyarakat miskin, anak putus sekolah dan anak jalanan.
b. Mendorong Lembaga Penyelenggara pendidikan membuat standard pelayanan minimal yang disusun dan disepakati bersama stakeholders tentang mekanisme dan sistem pelayanan minimal yang harus dipenuhi
c. Meningkatkan perbaikan fasilitas gedung sekolah yang rusak dan tak layak pakai,
peningkatan sarana dan prasarana penunjang pedidikan serta pembangunan sekolah didaerah terpencil.
d. Meningkatkan perlindungan sosial bagi kelompok rentan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan khusus bagi anak berkemampuan berbeda (defable) dan anak jalanan e. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan, perencanaan, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan pendidikan.
f. Memberdayakan kelembagaan masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan alternatif dan pelatihan bagi masyarakat miskin
g. Peningkatan kualitas guru dengan pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang difasilitasi secara penuh oleh pemerintah daerah.
h. Meningkatkan kualitas program penunjang pendidikan berupa penambahan alokasi anggaran yang disertai dengan kajian terhadap efektifitas serta pengendalian program.
2. Bidang Kesehatan
a. Peningkatan dan perbaikan sarana puskesmas dan jaringanya, serta perbaikan mutu layanan, keterjangkauan terutama untuk warga miskin.
b. Mendorong Lembaga penyedia layanan kesehatan membuat standard pelayanan minimal bersama stakeholders tentang mekanisme dan sistem pelayanan minimal yang harus dipenuhi.
c. Meningkatkan upaya penanggulangan masalah kesehatan masyarakat, seperti malaria, TBC, rendahnya status gizi, busung lapar, dan akses pelayanan kesehatan reproduksi termasuk di wilayah kepulauan Bawean.
d. Meningkatkan pengetahaun masyarakat tentang pencegahan penyakit menular, pentingnya lingkungan sehat, kelangsungan dan perkembangan anak serta perilaku hidup sehat.
e. Pemenuhan kebutuhan masyarakat atas layanan perumahan dan sanitasi yang layak dan sehat serta pengadaan air bersih didaerah-daerah krisis air bersih.
f. Meningkatkan kerja sama antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam menunjang ketersediaan fasilitas air bersih didaerah-daerah terpencil.
3. Bidang Lapangan Kerja
a. Memberikan kemudahan investasi bagi sektor riil dan pertambangan melalui kebijakan usaha dan perbaikan infrastruktur guna mendorong kesinambungan dan keseimbangan pertumbuhan ekonomi (Growth balance) antara sektor pertanian, agribisnis dan sektor manufacture demi peningkatan dan penciptaan lapangan kerja.
b. Mengarahkan kebijakan investasi pada pengembangan agrobisnis dengan prioritas pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
c. Menggunakan fungsi stabilisasi, selain alokasi dan distribusi dalam kebijakan fiskal (APBD) dengan membelanjakan anggaran secara optimal dalam mendorong dan menciptakan permintaan terhadap produk-produk agrobisnis yang tentunya berdampak pada peningkatan produktifitas di sektor pertanian dan perikanan,
d. Memperluas akses masyarakat miskin terhadap permodalan dan kredit melalui kebijakan yang lebih kooperatif berupa sistem perbankan alternatif.
e. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja indonesia TKI maupun TKW melalui kerjasama-kerjasama antara dinas tenaga kerja, kementrian HAM dan meningkatkan sistem koordinasi antara Pemerintah, Pekerja (TKI dan TKW) dan Masyarakat
f. Mendorong pembentukan dan pembinaan BUMDes yang berorientasi pada aktifitas produksi berbasis rakyat/komunitas.
g. Mendorong pelaku industri untuk turut serta melakukan permberdayaan masyarakat melalui progran CSR (Corporate Social responsibility
4. Bidang Lingkungan Hidup
a. Meningkatkan upaya konservasi pesisir dan laut, serta merehabilitasi ekosistem yang rusak dengan menggiatkan kemitraan antara Pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pengelolaan sumberdaya pesisir, mengurangi abrasi dan penanaman bakau.
b. Mengembangkan sistem hukum yang dapat mencegah atau mengatasi pencemaran sumberdaya air dan lingkungan hidup.
c. Memberdayakan kelembagaan masyarakat melalui kebijakan yang diarahkan pada peningkatan partisipasi warga dalam perencanaan dan pelaksanaan tata ruang
d. Realisasi hutan kota sebagai upaya mengurangi dampak polusi dan penurunan kualitas air.
5. Bidang Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik
a. Meningkatkan kualitas sumberdaya dan dan kualitas akhlaq aparatur melalui perencanaan dan pengembangan pelatihan yang efektif dan relevan
b. Meningkatkan sistem pengawasan untuk memacu terciptanya kondisi aparatur pemerintah yang profesional dengan penanaman prinsip-prinsip efektif, efisien dan akuntabel.
c. Pelibatan organisasi sosial kemasyarakatan non pemerintah dalam perumusan dan pengambilan kebijakan.
6. Bidang Kesalehan Sosial dan Kearifan Lokal
a. Meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat dalam memperoleh hak-hak dasar dalam memeluk agama dan beribadat sesuai dengan kepercayaan masing-masing
b. Mendorong aktifitas lembaga pendidikan untuk turut serta menumbuhkan rasa kebanggaan, kebangsaan, penanaman akhlaq mulia serta kemampuan peserta didik dalam beinteraksi secara positif di lingkungan masyarakat yang beragam
c. Meningkatkan jaringan kerjasama antar umat beragama dan antar budaya
7. Bidang Supremasi Hukum, Keamanan dan Ketertiban serta Penegakan HAM a. Menggiatkan kembali sistem keamanan swakarsa berbasi komunitas untuk mewujudkan keamanan lingkungan.
b. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menciptakan rasa aman melalui optimalisasi fungsi lembaga ketahana sipil.
c. Mengedepankan langkah-langkah yang bersifat kooperatif dalam melakukan pendekatan dan sosialisasi yang berkaitan dengan penanganan konflik.
d. Melakukan pemberdayaan organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan dalam melakukan evaluasi kinerja isntitusi penegak hukum sebagai bentuk penguatan masyarakat sipil.
e. Memberikan perlindungan dan perlakuan yang adil, tidak diskriminatif dan manusiawi bagi masyarakat yang berurusan dengan aparat pemerintah, hukum dan kepolisian
f. Menata dan melakukan sinkronisasi peraturan daerah dengan peraturan diatasnya untuk mencegah terjadinya kontradiksi peraturan dengan memperhatikan hierarki perundang-undangan dan landasan aturanya.
g. Memberdayakan organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat dalam mencegah, mengevaluasi ketidakadilan, diskriminasi serta pelanggaran HAM lainya sebagai penguatan masyarakat madani (civil society).
KERANGKA PIKIR
PROFIL , VISI MISI DAN PROGRAM PASANGAN CALON NOMOR URUT 3
KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GRESIK
Profil Calon Kepala Daerah :
1. Nama Lengkap : Dr. H. SAMBARI HALIM RADIANTO, Ir.,ST., M.Si 2. Tempat,Tgl Lahir : Gresik, 07 Agustus 1959
3. Jabatan : a. Diretur PT. Kembar Group Gresik b. Dosen Di Perguruan Tinggi
c. Komisaris PT. Dana Artha Sesama (PT. DAS group) 4. Kebangsaan : INDONESIA
5. Agama : ISLAM 6. Golongan Darah : B
7. Nama Isteri : Hj. MARIA ULFAH
8. Anak : 1. Citra Bagus Pratama (19 tahun/L) 2. Thoriq Majiddanoor (15 tahun/L) 3. Jihan Farahiya (08 tahun/P) 4. Taufiqul Najwan (04 tahun/L)
9. Alamat : Jl. Awikoen 1 No. 01 Gresik
10. Pendidikan Formal : 1. SD Negeri Sidomoro 1 Gresik Tahun 1973
2. SMP Negeri 1 Gresik Tahun 1976 3. SMU Negeri 2 Surabaya Tahun 1980 4. S-1 UPN Veteran/Negeri Kedinasan
Surabaya Tahun 1987 5. S-2 Ekonomi Unair Surabaya Tahun 2001 6. S-1 Teknik Sipil ITPS Surabaya Tahun 2004 7. S-3 UNAIR Surabaya Tahun 2008
11. Pendidikan Non Formal: 1. Penataran Pengembangan Kepemimpinan (P2K) Tahun 1977
2. Kursus Pembina Pramuka Bagian Dasar Tahun 1980 3. Kursus Pengembangan Pramuka Tahun 1985
4. Kursus Pembina Pramuka Mahir Jawa Timur Tahun 1986 5. Pendidikan dan Latihan Dasar (LATSAR) Keprajuritan MENWA
"MAHASURYA" Jatim Tahun 1983 6. Kursus Perbanyakan Tanaman dan Pengelolaan Pembibitan Buah-buahan di Malang Tahun 1988
7. Lokakarya Dasar-dasar Manajemen Bagi Pengusaha Kecil Tahun 1988
8. Short Course Evaluasi Proyek Pertanian Tahun 1989 9. Whorkshop Capacity Building Depdagri Tahun 2000 10. Diklat Kepemimpinan Pemerintah (LocalGovernment Leadership
Course) Bagi Kepala Daerah Tahun 2003 12. Jabatan
/Kegiatan - Kegiatan
1. Ketua Dewan Kerja Cabang Pramuka, Gresik.
1975 - 1985 (Organisasi
Sosial, Politik)
2. Panitia PW ASPAC, Lebakharjo Malang.
1978
3. Panitia Raimuna Nasional III, Malang. 1978 4. Pengurus Komite Nasional Pemuda 1981
Indonesia (KNPI) DPD II Kabupaten Gresik, Bag.Pembang. Masyarakat.
5. Pinkoncab Raimuna Nasional IV, Cibubur Jakarta.
1982 6. Pengurus Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) DPD II Kabupaten Gresik, Wakil Sekretaris.
1985
7. Pinkoncab Raimuna Nasional V,
Cibubur Jakarta.. 1985
8. Andalan Cabang Urusan Putra, Gresik. 1985 - 1988 9. Pengurus RT Kelurahan Singosari,
Ketua.
1987 10. Pengurus Komite Nasional Pemuda
Indonesia (KNPI) DPD II Kabupaten Gresik, Wakil Ketua.
1988 - 2006 11. Andalan cabang Urusan Saka, Gresik. 1988 -
1991 12. Anggota Kwarcab, Gresik. 1992 -
1995 13. Pengurus ICMI Gresik, SekBid.
Pemberdayaan Umat. 1992
14. Pinkoncab Commdeca/Dunia, Lebakharjo Malang.
1993 15. Pengurus KONI kabupaten Gresik,
Ketua Bidang Usaha Dana. 1993
16. Pengurus Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) DPD II Kabupaten Gresik, Ketua.
1994
17. Ka. Lemcadika, Gresik. 1995 - 1998 18. Pengurus Penyantunan Anak Yatim
Piatu Yayasan Azzubairiyah Gresik, Ketua.
1997 19.Anggota DPRD Kabupaten Gresik,
Anggota (Komisi B).
1997 20. Pengurus Ikatan Pencak Silat Seluruh
Indonesai (IPSI) Gresik, Wakil Ketua.
1998
21. Pengurus Ikatan Alumni UPN Veteran Surabaya, Ketua.
1998 22. Pengurus DPD II Golkar kabupaten
Gresik, Wakil Ketua. 1998
23. Pengurus Koperasi Dharma Nusa Utama, Wakil Utama.
1998 24. Waka 3 Kwarcab, Gresik. 1998 -
2001
25. Waka Mabicab, Gresik. 2001 - 2006 26. Ketua DPD Partai Golkar 2005 -
2010 27. Ketua DPD Partai Golkar 2010 -
2015 13. Tanda
Pengharga-
1. Latsar Menwa, Kodam V Brawijaya 26 Peb 1983 an yang
telah dimiliki
2. Seminar Nasional Iskara, UGM Jogyakarta
22 Jan 1987 3. Kursus Hortikultura, Departemen
Pertanian
16 April 1988 4. Akta V, Universitas Muhammadiyah 21 Agst
1988 5. Lokakarya Manajemen, IPPM 17 Nop
1988 6. Evaluasi Proyek Pertanian, YP-4 15 Juli
1989 7. Workshop Capacity Building, Depdagri 19 Sept
2000 8. Seminar Pelayanan Masyarakat, UGM 23 Sept
2000 9. Pelatihan Manajemen Strategis,
Depdagri
10 Agst 2001 10. Workshop Mind Setting, Depdagri 11 Juli
2002 11. Lencana Dharma Bhakti, Kwarnas
Gerakan Pramuka 16 Agst
2002 12. Local Government Leadership, Depdagri25 Okt
2003
14. Makalah / Buku yang pernah ditulis
: 1. Strategic Human Recource Practices Top Management Team Social Networks, And Firm
Performance : The Role Of Human Resources Practice In Creating Organizaional Competitive Adventage.
2. Pengaruh Kewibawaan Pimpinan Terhadap Motivasi Kerja Dan Hubungannya Dengan Kinerja Pegawai Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik.
3. Prospektif Implementasi Otonomi Daerah Dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Dan Prospek Pemulihan Ekonomi Secara Restrukturisasi
Kebijaksanaan Sektoral Dan Perwilayahan Dalam Rangka Menyongsong Milenium III.
4. Sejarah Perkembangan Nilai Tukar Di Indonesia
Dan Implementasi Kebijakan Fiskal Dan Moneter Dalam Rangka Stabilisasi Nilai Tukar.
5. Kebijakan Pembangunan Daerah Dan Perubahan Struktur Ketenaga Kerjaan Di Kabupaten Gresik.
6. Ekonomi Kerakyatan Sebagai Jawaban Atas Ancaman Globalisasi.
7. Tahapan-Tahapan Pelaksanaan Liberalisasi Perekonomian Dan Nilai Tukar : Kenyataan Dan Gambarannya.
8. Ekonomi Lingkungan Sebagai Salah Satu Sarana Untuk Mencapai Pembangunan Yang
Berkesinambungan.
9. Gusurlah Kemiskinan, Jangan Menggusur Orang Miskin.
10. Kegagalan Pasar Dan Peranan Pemerintah Daerah.
11. Pembangunan Daerah Dan Kesejah-teraan Rakyat (Prespektif Sektor Pertanian dan Industri). Diterbitkan Pustaka Eureka Surabaya
Profil Calon Wakil Kepala Daerah :
Nama : Drs. H. MOH. QOSIM, M.Si.
Lahir : Lamongan, 21 Maret 1958 Kebangsaan : INDONESIA
Agama : ISLAM
Nama Orang Tua : Bapak H. Ma’sum (alm) Ibu Hj. Siti Fatimah (alm)
Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif 1972 PGA 1977 IKIP Malang 1981 S2 UNTAG Surabaya 1999 S3 Program Pasca Sarjana di UNTAG Surabaya Isteri : Hj. Zumrotus Solikha, S.Ag.
Lahir : Lamongan, 15 Juni 1067 Nama Orang Tua : Bapak Sakur Ismail (alm) Ibu Hj. Kasinem (alm)
Pendidikan : Madrasah Ibtidaiyah Ma’arif 1980 SLTP 1983 SMA 1986 Sarjana Pendidikan Agama (IKIP) 1992 Anak : 1. Widya Diningsih Qosim
Lahir : Lamongan, 23 April 1985
Pendidikan : FKU Muhammadiyah Malang 2. Widya Paramita Qosim
Lahir: Lamongan, 1 Januari 1989 Pendidikan : FKU Unibraw Malang 3. Moh. Widya Utomo Qosim (alm)
4. Widya Pramudita Qosim
Lahir: Lamongan, 18 April 1993 Pendidikan : SMA Negeri 3 Malang 5. Moh. Widya Arjuna Qosim
Lahir: Gresik, 15 Oktober 2002 Pendidikan : MINU Trate Gresik Riwayat Pekerjaan :
a. Sebagai guru di SMA Negeri 2 Lamongan th 1981, merangkap sebagai kepala Sekolah SMA Wachid Hasyim Parengan – Lamongan
b. Sebagai wakil kepala SMAN Sukodadi Lamongan th. 1988 s/d th. 1990 c. Sebagai kepala SMAN 1 Ngimbang-Lamongan ( Januari 1991 s/d Juni 1991 ) d. Sebagai kepala SMAN 1 Babat-Lamongan ( Juli 1991 s/d Agustus 1997 ) e. Sebagai kepala SMAN Gresik ( th. 1997 s/d th. 2000 )
f. Sebagai kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gresik ( th. 2001 s/d th.
2007 )
g. Sebagai kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kab. Gresik ( Mei 2007 s/d Desember 2008 )
h. Sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan Umum Sekda Gresik ( Januari 2009 s/d Desember 2009 )
Prestasi yang Pernah diraih :
~ Ketika belajar baik di Madrasah Ibtidaiyah, PGA maupun di Perguruan tinggi, saya menempati peringkat pertama.
~ Ketika bekerja, sebagai guru, saya terpilih sebagai guru Teladan Prop. Jawa Timur pada tahun 1991.
~ Ketika menjadi Kepala Sekolah, saya berhasil mengantarkan sekolah yang saya pimpin baik di Lamongan maupun di Gresik menjadi sekolah terbaik
~ Ketika menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Gresik, saya berhasil mengantarkan Kabupaten Gresik memperoleh penghargaan tingkat Nasional 6 kali, dalam bentuk, Widya Krama, Grand Widya Krama, Aksara dan Adiwiyata, dan Prestasi Akademis melalui UNAS tahun 2005/2006, SD, SMP, SMA, SMK, secara kelembagaan menempati peringkat I di JATIM
Pengalaman Organisasi
~ Wakil ketua OSIS di PGAN Bojonegoro
~ Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FKSS IKIP Malang
~ Ketua AMPI kecamatan Sekaran – Lamongan
~ Wakil ketua DPD AMPI Kabupaten Lamongan
~ Sekretaris MWC NU Kecamatan Sekaran – Lamongan
~ Ketua Bidang Dikmenum, LP Ma’arif Kab. Lamongan
~ Wakil Ketua Tanfidziyah NU Kab. Lamongan
~ Ketua Musyawarah Kerja Kepala SMA Negeri Prop. Jatim
~ Ketua Paguyuban Kepala Dinas Pendidikan se – JATIM
~ Ketua PELTI Kab. Gresik
~ Ketua PERCASI Kab. Gresik
~ Sekretaris Umum KONI Kab. Gresik
~ Ketua Harian Gerakan Pramuka Kab. Gresik Visi Misi Dan Program :
BAB 1 PENDAHULUAN
Memahami sejarah masa silam Kabupaten Gresik, yang penuh dengan sinar kejayaan, baik sebagai kota bandar, kota perdagangan maupun kota santri yang sangat bernuansa agamis nan harmonis dengan berperadaban unggul adalah pijakan awal untuk berfikir dan bertindak secara visioner dan revolusioner.
Meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran, menurunnya produktifitas ekonomi dan daya beli masyarakat, merambahnya pornografi, bahaya narkotika dan pelanggaran hak asasi manusia, problem mutu dan kualitas pendidikan serta kesejahteraan pendidik, persoalan
infrastruktur dan sarana prasarana, minimnya fasilitas dan pelayanan kesehatan, maraknya penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, kolusi dan nepotisme, panjangnya mata rantai birokrasi, pupusnya budaya ketimuran, menipisnya kesadaran demokrasi politik, kerusakan lingkungan, ketertinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi, membutuhkan penyelesaian yang bersifat segera untuk mengambil langkah-langkah cerdas, agar Kabupaten Gresik yang lebih berintegritas dapat segera terwujud.
Seiring dengan langkah Indonesia membangun dan Jawa Timur bergerak maju, strategi pembangunan dan pemberdayaan yang akan dilakukan di Kabupaten Gresik haruslah selaras dengan Otonomi Daerah. Dengan berusaha dan bekerja keras yang dilandasi dengan iktikad baik, kesungguhan dan dengan tetap bersandar kepada Allah S.W.T, kita buka lembaran baru
Kabupaten Gresik yang penuh dengan limpahan kekayaan alam, untuk mewujudkan kemakmuran masyarakat.
Akhirnya, Kami, Dr. H. Sambari Halim Radianto, Ir., S.T., M.Si, dan Drs. H. Moh.
Qosim, M.Si. dengan segala kerendahan hati dan dengan didorong oleh sebuah harapan melihat Kabupaten Gresik yang Makmur, Religius dan Berperadaban unggul, serta ditopang dengan kemauan yang keras untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan Kabupaten Gresik, kami mengajak seluruh komponen masyarakat, pemerintah, wartawan, dan pengusaha, serta investor untuk dapat saling bahu membahu, merajut kejayaan dan menyongsong masa depan Kabupaten Gresik yang penuh dengan harmoni dan keunggulan, dengan
keseimbangan kemakmuran duniawi dan ukhrowi.
BAB 2 VISI DAN MISI
2.1 Visi
Bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah (eksekutif, legislatif dan yudikatif, baik sipil maupun militer) ”MENUJU KABUPATEN GRESIK ADIL, MAKMUR,