Optimasi formula krim sunscreen ekstrak kering polifenol teh hijau [Camellia sinensis L.] dengan asam stearat dan minyak wijen sebagai fase minyak : aplikasi desain faktorial.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek CMC, propilen glikol dan interaksi keduanya yang dominan dalam menentukan sifat fisik sediaan gel, dan kestabilan sediaan gel
Penulis skripsi dengan judul “Optimasi Carbopol Sebagai Gelling Agent Dan Virgin Coconut Oil Sebagai Fase Minyak Dalam Sediaan Emulgel Sunscreen Ekstrak Lidah Buaya Dengan
Seperti yang terlihat pada Tabel 3, hasil uji-t data berpasangan (p<0,05) untuk mengetahui pengaruh pemberian kapsul polifenol teh hijau terhadap kadar IgE pada kelompok
Desain faktorial adalah metode optimasi yang memungkinkan untuk mengetahui efek yang dominan dalam menentukan sifat fisik gel, dan digunakan untuk mencari area komposisi optimum
Apakah gel dan krim sunscreen fraksi polifenol teh hijau dapat melindungi kulit dari inflammation associated edema akibat radiasi UV yang ditandai dengan perubahan
Dalam penelitian ini dilakukan optimasi suhu pencampuran dan kecepatan putar pada proses formulasi krim sunscreen ekstrak kering teh hijau ( Camellia sinensis L.)
Emulsi yang mengandung dua fase cair yang tidak saling larut seperti air dan minyak, sesuai jika dirancang untuk sediaan topikal, mengingat konsistensi kulit yang juga terdiri
Ini dapat diartikan dengan adanya komposisi enhancer pada sediaan krim ekstrak teh hijau setelah 24 jam pemberian krim tersebut tidak mempengaruhi gambaran histopatologi organ hati dan