Universitas Kristen Maranatha aktivitas-aktivitas tersebut menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian internal dan seorang auditor internal sebagai pengawasnya untuk membantu manajemen memonitor perkembangan perusahaan dan dapat meyakinkan bahwa bawahannya tidak bertindak di luar jalur yang telah ditentukan.
Penulis melakukan penelitian pada Hotel Santika yang berlokasi di Jalan Sumatera No. 52-54 Bandung.
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk menilai keandalan pengendalian internal pada penjualan sewa kamar, untuk memahami dan mempelajari penerapan audit internal terhadap penjualan sewa kamar, untuk mengetahui hubungan antara peranan auditor internal dengan penjualan sewa kamar, dan untuk mengetahui sejauh mana kontribusi auditor internal dalam mengendalikan penjualan sewa kamar.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik, yaitu data diperoleh melalui penelitian kepustakaan maupun penelitian lapangan dengan observasi, penggunaan kuesioner, dan wawancara dengan pihak yang terkait dengan masalah yang dikaji penulis. Data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan SPSS metode Rank Spearman.
Dari uraian di atas, penulis membuat suatu hipotesis sebagai berikut: “Terdapat Hubungan Positif antara Peranan Auditor Internal dengan Penjualan Sewa Kamar”. Hasil dari analisis menunjukkan Sig. (2-tailed) 0.000 lebih kecil dari tingkat probabilitas 0.05 menunjukkan hubungan positif antara peranan auditor internal dengan penjualan sewa kamar. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik peranan auditor internal, maka akan semakin tinggi penjualan sewa kamar.
Dari hasil pembahasan, dinyatakan bahwa pengendalian internal perusahaan sudah memadai, khususnya untuk penjualan sewa kamar. Hal ini didukung dengan adanya peran auditor internal sebagai penunjang pengendaliannya. Pengendalian yang memadai akan memberikan keyakinan adanya keandalan laporan keuangan, mendorong efisiensi dan efektivitas operasi penjualan, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL x
DAFTAR GAMBAR xi
DAFTAR LAMPIRAN xii
BAB 1. PENDAHULUAN 1
1.1.Latar Belakang 1
1.2.Identifikasi Masalah 4
1.3.Tujuan Penelitian 5
1.4.Kegunaan Hasil Penelitian 6
1.5.Rerangka Pemikiran 7
1.6.Pengujian Hipotesis 12
1.7.Waktu dan Tempat Penelitian 12
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 13
Universitas Kristen Maranatha 2.4.2. Keberhasilan dan Hambatan Auditor Internal 91 2.4.2.1. Keberhasilan Auditor Internal 91 2.6. Pengertian Hotel dan Pengelolaannya 104 2.6.1. Pengertian Hotel 104 2.6.2. Peranan Front Office dalam Penjualan 106 2.7. Ketaatan Terhadap Kewajiban Pemenuhan Pajak
Universitas Kristen Maranatha 3.3. Struktur Organisasi 119 3.3.1. Tugas dan Tanggung Jawab Keseluruhan Departemen 120 3.3.2. Tugas dan Tanggung Jawab Front Office Department 126 3.3.3. Tugas dan Tanggung Jawab House Keeping
and Laundry Department 134 3.3.4. Tugas dan Tanggung Jawab Accounting Department 136 3.4. Aktivitas Front Office 137 3.4.1. Kedudukan Front Office 137 3.4.2. Hubungan Kerja antara Front Office Department
Universitas Kristen Maranatha 4.1.2. Prosedur Pembebanan Rekening Tamu 168 4.1.3. Prosedur Check Out 170 4.1.4. Pelaporan Pendapatan Sewa Kamar 173 4.2. Evaluasi Pengendalian Internal atas Fungsi Penjualan 175 4.2.1. Evaluasi atas Lingkungan Pengendalian 175 4.2.2. Evaluasi atas Penilaian Risiko 179 4.2.3. Evaluasi atas Aktivitas Pengendalian Penjualan 180 4.2.4. Evaluasi atas Informasi dan Komunikasi 185 4.2.5. Evaluasi atas Pemantauan 188 4.2.6. Penilaian Risiko Pengendalian 188 4.3. Manajemen Unit Audit Internal Hotel Santika 190 4.3.1. Struktur Organisasi Unit Audit Internal
Hotel Santika 191 4.3.2. Pengembangan Kualitas Para Auditor Internal
Hotel Santika 197 4.4. Peranan Unit Audit Internal di Hotel Santika 205 4.4.1. Peran Audit Internal 205 4.4.2. Keberhasilan dan Hambatan Auditor Internal 207 4.5. Peranan Auditor Internal dalam Mengendalikan
Universitas Kristen Maranatha 5.1. Simpulan 221 5.2. Saran 225
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP PENULIS
SURAT PERNYATAAN
SURAT KETERANGAN PENELITIAN
Universitas Kristen Maranatha
Tabel 2.1. Perbandingan Konsep Kunci Pengertian Audit Internal 55
Tabel 3.1. Laporan Bulanan Front Office Hotel Santika 144
Tabel 4.1. Data Mentah Hasil Survey-Variabel X 213
Tabel 4.2. Data Mentah Hasil Survey-Variabel Y 215
Universitas Kristen Maranatha
Gambar 1. Struktur Organisasi Pusat Hotel Santika
Gambar 2. Struktur Organisasi Hotel Santika Bandung
Gambar 3. Struktur Organisasi Unit Audit Internal Hotel Santika
Gambar 4. Struktur Organisasi Front Office Department Hotel Santika Bandung
Gambar 5. Bagan Arus Prosedur Pemesanan Kamar
Gambar 6. Bagan Arus Prosedur Pendaftaran Tamu
Gambar 7. Bagan Arus Prosedur Pencatatan Akuntansi (Penerimaan Deposit By Cash dan Credit Card)
Gambar 8. Proses Audit
Universitas Kristen Maranatha
Lampiran 1. Kuesioner Penelitian
Lampiran 2. Struktur Organisasi Pusat Hotel Santika
Lampiran 3. Struktur Organisasi Hotel Santika Bandung
Lampiran 4. Struktur Organisasi Unit Audit Internal Hotel Santika
Lampiran 5. Struktur Organisasi Front Office Department Hotel Santika Bandung
Lampiran 6. Bagan Arus Prosedur Pemesanan Kamar
Lampiran 7. Bagan Arus Prosedur Pendaftaran Tamu
Lampiran 8. Bagan Arus Prosedur Pencatatan Akuntansi (Penerimaan Deposit By Cash dan Credit Card)
Lampiran 9. Proses Audit
Lampiran 10. Room Rate 2006
Lampiran 11. Registration Form/Form “A”
Lampiran 12. Form Reservation
Lampiran 13. Control Safe Deposit Boxes
Lampiran 14. Telephone Bill
Lampiran 15. Bill Register
Lampiran 16. Miscellaneous Charge
Lampiran 17. Breakfast Voucher
Lampiran 18. Credit Card Imprint Voucher
Lampiran 19. Deposit Voucher
Lampiran 20. Extra Bed Form
Lampiran 21. Room/Rate Change
KUESIONER PENELITIAN
Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan yang dirancang sedemikian rupa sesuai
dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu, mohon diperhatikan istilah yang belum
dipahami dan letak jawaban yang paling Bapak/ Ibu yakini.
Keterangan:
1. Auditor internal memiliki dasar teknis yang baik dalam akuntansi disertai pengertian dan pemahaman mengenai prinsip-prinsip akuntansi atau pemahaman yang baik mengenai operasi perusahaan
•
2. Auditor internal mampu menetapkan rencana-rencana yang sesuai dengan tujuan perusahaan • 3. Auditor internal mampu menetapkan standar
sebagai pedoman bagi anggota manajemen serta mampu merevisi apabila diperlukan
•
4. Auditor internal menetapkan norma pengendalian untuk membantu manajemen • 5. Auditor internal memiliki pemahaman yang
baik mengenai jenis industri, kekuatan sosial, dan ekonomi yang terlibat
No Pernyataan SS S R TS STS 6. Auditor internal memahami sejarah perusahaan
dengan baik •
7. Auditor internal mampu berkomunikasi dengan semua tingkat manajemen dan dapat memahami setiap masalah fungsional yang berhubungan dengan pengendalian penjualan
•
8. Auditor internal selalu terlibat dalam masalah perusahaan serta mampu bekerja sama dalam memecahkan masalah
•
9. Auditor internal mempunyai ide-ide dalam memecahkan masalah serta mampu menyatakan dengan jelas
•
10. Auditor internal menggerakkan para anggota lain untuk mencapai tindakan dan hasil yang positif
•
11. Auditor internal membantu memberi saran dalam menetapkan kebijakan penjualan sewa kamar
•
12. Auditor internal sebagai koordinator dalam merencanakan usaha atau penganggaran perusahaan
•
13. Auditor internal memastikan bahwa perencanaan penjualan didukung oleh semua jenjang manajemen
•
14. Auditor internal memastikan perencanaan penjualan yang dibuat itu saling mendukung antar bagian dalam perusahaan
•
15. Auditor internal ikut memberikan penilaian
fasilitas dalam penjualan sewa kamar • 16. Auditor internal ikut serta dalam menetapkan
tingkat perputaran penjualan •
17. Auditor internal menetapkan prosedur
pengendalian penjualan •
18. Auditor internal berusaha menetapkan pengendalian internal penjualan • 19. Auditor internal membuat serta melaporkan
laporan periodik pengendalian terhadap keadaan penjualan
•
20. Auditor internal berupaya untuk merevisi
pengendalian penjualan •
21. Auditor internal selalu memberikan informasi efektif tidaknya pengendalian penjualan di perusahaan
No Pernyataan SS S R TS STS 22. Auditor internal selalu mengawasi
pengendalian penjualan sewa kamar • 23. Auditor internal selalu mencegah terjadinya
kecurangan dalam perhitungan penjualan sewa kamar
•
24. Auditor internal menunjukkan bila ada penyimpangan pelaksanaan dan tidak sesuai dengan yang direncanakan
•
Penjualan Sewa Kamar
No Pernyataan SS S R TS STS
25. Dilakukan reservation tertulis dari konsumen • 26. Pembuatan reservation form selalu disertai
dengan uang muka
•
27. Reservation form tersebut prenumbered • 28. Reservation form selalu di-review dan disetujui
terlebih dahulu sebelum tamu tersebut check in • 29. Terdapat pemisahan tugas antara pelaksanaan
penjualan dan pembebanan tarif untuk setiap klasifikasi kamar
•
30. Fungsi front office benar-benar terpisah dari fungsi lainnya, khususnya fungsi kas, penjualan, dan akuntansi
•
31. Untuk setiap pelanggan yang memesan kamar secara tidak langsung dibuatkan reservation form-nya
•
32. Pembuatan guest folio pada saat tamu check in dicocokkan dengan guest registration • 33. Sewa format formulir cukup efisien dan mudah
dibaca •
34. Urutan nomor formulir diperiksa oleh
accountingdepartment •
35. Guest bill dipersiapkan untuk semua penjualan
dan bernomor urut tercetak •
36. Guest bill dicek ketelitiannya atas:
a) jumlah dibandingkan dengan jasa yang telah diberikan
b) harganya
c) perkalian dan penjumlahannya d) syarat pembayaran dan waktu
•
No Pernyataan SS S R TS STS 37. Faktur penagihan disesuaikan dahulu dengan
guest bill untuk memastikan bahwa penagihan adalah untuk jasa yang terjadi
•
38. Petugas penagih piutang meminta pernyataan tertulis untuk setiap piutang yang belum tertagih dari setiap tamu
•
39. Setiap transaksi jasa yang terjadi telah diterima pembayarannya sesuai dengan syarat yang ditetapkan dan telah dibuatkan guest bill-nya
•
40. Pada saat pembayaran, petugas penagih akan membuatkan tanda bukti penerimaan atas pembayaran tersebut
•
41. Laporan penjualan disiapkan secara teratur oleh bagian yang terpisah dari bagian akuntansi yang akan digunakan untuk memeriksa penjualan yang dicatat
•
42. Perusahaan melakukan analisa umur piutang
secara berkala •
43. Perusahaan melakukan promosi yang memadai • 44. Besarnya harga sewa kamar cukup realistis • 45. Perusahaan melakukan potongan harga untuk
pelanggan tetap •
46. Rencana penjualan perusahaan cukup realistis • 47. Hasil penjualan aktual selalu dibandingkan
dengan target •
Gambar 1 : Struktur Organisasi Pusat Hotel Santika Sumber : Data Hotel Santika
Presiden Direktur
Internal Control
Direktur Eksekutif
GM Hotel Santika Jakarta
GM Hotel Santika Bandung
GM Hotel Santika Cirebon
GM Hotel Santika Yogyakarta
GM Hotel Santika Bali
GM Hotel Santika Surabaya
GM Hotel Santika Manado
GM Hotel Santika Malang GM Hotel Santika
Pontianak
The Samaya Seminyak Bali GM Hotel Santika
General Manager
Front Office House Keeping Food and Beverage Marketing Accounting Engineering Human Resources Manager Manager Manager Manager Manager Manager Manager
Supervisor Supervisor Sales Duty Engineering Assistant Receptionist House Keeping Executive Human Resources
Receptionist Head Chief Chief Secretary Accounting Chief Mechanic Senior
Laundry Houseman Waiter de de Guest Staff Purchasing Maintenance Personel
Kitchen Cushien Partie Relation Civil Engineering
Operator Gardener Linen Officer General
Stock Electric Chief Security Bell boy
Senior Steward Cashier
Cook Restaurant Administration Security Officer
Guard
Direktur
Audit Internal
Staf Ahli Keuangan Staf Ahli Manajemen Staf Ahli Pengandalian
Mutu
Pelayanan
Gambar 4 : Struktur Organisasi Front Office Department Hotel Santika Bandung Sumber : Data Hotel Santika
Front Office Department
Front Office Manager
Front Office Supervisor
Reservation Supervision
Bell Captain
Receptionist Telephone Operator
Reservation
2
Gambar 5 : Prosedur Pemesanan Kamar Sumber : Data Hotel Santika
Outlet Cashier FO Cashier General Cashier Accounting Staff
Gambar 7 : Prosedur Pencatatan Akuntansi Sumber : Data Hotel Santika
Fase 1 Preperencanaan
Merencanakan
dan Merancang Memperoleh informasi latar belakang
Pendekatan Audit
Memperoleh informasi tentang kewajiban hukum klien
Melakukan prosedur analitis pendahuluan
Menetapkan materialitas, menilai risiko audit yang dapat diterima dan risiko bawaan
Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian
Mengembangkan rencana dan program audit keseluruhan
Fase 2 Melaksanakan Tes
Pengendalian dan
Tes Substantif atas Transaksi
Ya Tidak
Melaksanakan tes pengendalian
Melaksanakan tes substantif
Menilai kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan
Fase 3 Melaksanakan
Prosedur Analitis danTes Saldo
Melakukan prosedur analitis
Melakukan tes terhadap hal-hal kunci
Melakukan tes saldo tambahan
Fase 4 Meninjau kemungkinan adanya hutang
Menyelesaikan Audit
dan Mengeluarkan
Laporan Audit Meninjau ada tidaknya peristiwa setelah tanggal neraca Mengumpulkan bukti akhir
Mengevaluasi hasil
Mengeluarkan laporan audit
Berkomunikasi dengan komite audit dan manajemen Berencana untuk
mengurangi risiko pengendalian
Universitas Kristen Maranatha
Bab 1
Pendahuluan
1.1.Latar Belakang
Dalam memasuki era globalisasi, laju perekonomian di Indonesia harus
terus ditingkatkan. Indonesia memiliki sumber daya dan kekayaan alam yang
cukup banyak dan potensial serta menyebar di seluruh wilayahnya. Karena itu
Indonesia harus mampu bersaing dengan negara berkembang lainnya, khususnya
di kawasan ASEAN dan harus mampu memanfaatkan potensi yang ada. Salah
satu bidang potensial yang dilakukan saat ini adalah sektor pariwisata yang
merupakan salah satu sumber terpenting sebagai penghasil devisa negara.
Terjadinya krisis moneter di Indonesia menyebabkan industri pariwisata
mengalami penurunan. Penurunan yang dimaksud adalah penurunan dalam
jumlah wisatawan yang mengunjungi daerah wisata di Indonesia. Adanya krisis
ini menyebabkan fasilitas pendukung pariwisata seperti hotel, restoran, travel, dan
jasa lainnya mengalami penurunan juga. Walaupun demikian, tidak sedikit hotel
dan restoran yang masih dapat bersaing. Hotel-hotel yang masih mampu bertahan
dalam krisis ini cenderung mempunyai pengendalian yang cukup baik, dalam arti
hotel itu dapat bertahan karena semua usahanya telah dikendalikan dengan baik.
Hotel sebagai sebuah perusahaan tidak lepas dari kaidah umum
manajemen. Dengan berkembangnya ukuran usaha, persoalan yang dihadapi
Universitas Kristen Maranatha pihak pengelola menjadi tidak terelakkan. Pemilik harus melimpahkan sebagian
wewenangnya pada karyawannya, hal ini terjadi karena pemilik tidak mungkin
dapat mengevaluasi semua kegiatan karyawan secara langsung. Agar pelimpahan
wewenang ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan suatu alat yang disebut
pengendalian internal. Dengan adanya pengendalian internal, diharapkan ada
tingkat kepercayaan yang cukup bagi kedua belah pihak untuk menjamin
kepentingan masing-masing. Bagi pemilik hal ini berarti adanya jaminan bahwa
kekayaannya akan dikelola dengan baik dan mengikuti arah yang telah disepakati.
Bagi manajemen sendiri, pengendalian internal merupakan alat untuk menjamin
tingkat kebebasan bergerak, yang juga akan meminimalkan keterlibatan pemilik
dalam operasi perusahaan.
Pimpinan perusahaan diharapkan dapat mengendalikan perusahaan dengan
baik sehingga perusahaan dapat beroperasi sesuai dengan program-program yang
telah direncanakan. Salah satu strategi yang efektif adalah adanya penerapan
pengendalian internal yang memadai dalam perusahaan. Dengan demikian, segala
kesalahan, kecurangan, dan tindakan-tindakan lain yang dapat merugikan
perusahaan dapat ditekan serendah mungkin.
Dalam melaksanakan pengendalian, pimpinan atau manajemen
memerlukan informasi yang cepat dan cermat dengan segera, agar bila terjadi
penyimpangan dari rencana semula dapat segera diketahui untuk kemudian
diambil suatu tindakan untuk mengatasinya. Informasi yang demikian dapat
diperoleh dari audit internal sebagai salah satu alat manajemen untuk
Universitas Kristen Maranatha aktivitas penilaian independen yang dibentuk dalam suatu perusahaan yang
melaksanakan kegiatannya bagi perusahaan. Alasan diadakannya audit adalah
untuk memperbaiki kinerja dan agar unit-unit dalam perusahaan memperoleh nilai
tambah. Jika audit berhasil meningkatkan kinerja unit perusahaan, hal ini berarti
menunjang perbaikan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Tujuan suatu perusahaan didirikan umumnya adalah untuk memperoleh
laba. Laba didapat apabila pendapatan lebih besar dari biaya untuk menghasilkan
pendapatan tersebut. Pendapatan ini merupakan dana bagi perusahaan untuk dapat
terus menjalankan operasinya. Adanya persaingan yang sehat, dapat menimbulkan
peningkatan kualitas dan harga yang semakin bersaing, membuat manajer harus
menggerakkan seluruh sumber daya yang ada untuk mencapai pendapatan
tersebut. Perusahaan yang orientasinya memperoleh laba, akan berusaha sebaik
mungkin mengelola pendapatannya yang terutama didapat dari penjualan kamar.
Pengendalian yang baik diperlukan dalam proses penjualan, oleh karena
perusahaan membutuhkan suatu pengendalian internal yang memadai. Laporan
keuangan yang dihasilkan perusahaan yang memiliki pengendalian internal yang
memadai diharapkan mempunyai tingkat kepercayaan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan laporan keuangan perusahaan dengan pengendalian internal
yang kurang memadai.
Salah satu alat bagi pimpinan dalam membuat usaha yang produktif adalah
dengan cara penyelenggaraan sistem akuntansi yang modern. Pimpinan
perusahaan dapat meminta bantuan auditor internal untuk mengarahkan,
Universitas Kristen Maranatha Auditor internal bukan hanya sebagai suatu bagian independen yang hanya
mengawasi kegiatan perusahaan saja. Auditor internal seharusnya memperluas
fungsi akuntansi kepada aplikasi manajemennya. Karena itu auditor internal dapat
membantu pimpinan atau manajemen dalam menganalisis data dan catatan-catatan
yang berkaitan dengan penjualan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian.
Auditor internal tidak dapat memaksakan tindakan tertentu, tetapi dapat
memperolehnya dengan menyampaikan hal-hal penting kepada pimpinan atau
manajemen sampai diambil suatu tindakan yang memuaskan.
Melihat arti penting penjualan bagi suatu perusahaan, penulis tertarik
untuk mempelajari peranan auditor internal terhadap arus penjualan sehingga
penulis memilih judul skripsi:
“PERANAN AUDITOR INTERNAL DALAM MENGENDALIKAN
PENJUALAN SEWA KAMAR “.
1.2.Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah penulis kemukakan di
atas, penulis mengidentifikasikan beberapa masalah yang akan diteliti dan dibahas
sebagai berikut:
1) Apakah pengendalian internal dalam penjualan sewa kamar yang
diterapkan Hotel Santika sudah memadai ?
2) Bagaimana penerapan audit internal yang dijalankan Hotel Santika
Universitas Kristen Maranatha 3) Bagaimana hubungan antara peranan auditor internal dengan penjualan
sewa kamar di Hotel Santika ?
4) Sejauh mana kontribusi auditor internal dalam mengendalikan
penjualan sewa kamar ?
1.3.Tujuan Penelitian
Sesuai pokok-pokok masalah tersebut di atas, penelitian ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban atas masalah tersebut, yaitu:
1) Untuk menilai keandalan pengendalian internal pada penjualan sewa
kamar di Hotel Santika.
2) Untuk memahami dan mempelajari penerapan audit internal terhadap
penjualan sewa kamar di Hotel Santika.
3) Untuk menilai peranan auditor internal terhadap penjualan sewa
kamar di Hotel Santika.
4) Untuk mengetahui sejauh mana kontribusi auditor internal dalam
Universitas Kristen Maranatha 1.4.Kegunaan Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang dilakukan penulis pada penjualan jasa kamar ini,
diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang berguna.
1) Bagi perusahaan
Diharapkan agar hasil penelitian ini dapat berguna bagi manajemen
untuk meninjau kembali apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan
atau modifikasi terhadap pengendalian internal penjualan yang ada
khususnya penjualan sewa kamar sehingga dapat lebih meningkatkan
efisiensi dan efektivitas aktivitas penjualan jasa kamar.
2) Bagi masyarakat
Terutama yang berada di lingkungan perusahaan, penulis berharap
agar penelitian yang terbatas ini dapat memberikan sumbangan yang
bermanfaat sebagai bahan bacaan untuk menambah informasi.
3) Bagi penulis
Diharapkan agar penelitian ini akan memberikan pengalaman langsung
dalam menerapkan teori-teori auditing ke dalam dunia praktek dengan
segala modifikasi yang diperlukan sesuai jenis dan kondisi perusahaan
serta dapat memberikan suatu gambaran nyata mengenai peranan
auditor internal atas pengendalian penjualan di dalam perusahaan.
4) Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan sarjana
Universitas Kristen Maranatha 1.5.Rerangka Pemikiran
Perkembangan usaha mendorong timbulnya perusahaan baru yang
menyebabkan persaingan dalam bidang usaha sejenis semakin ketat. Dengan
demikian, sudah seharusnya setiap perusahaan menerapkan manajemen dan
strategi terbaik bagi perusahaannya untuk menjaga kelangsungan hidup usahanya.
Pada perusahaan yang relatif masih kecil dan dikelola secara sederhana,
fungsi pengendalian masih dapat secara langsung dilakukan oleh pemiliknya.
Tetapi sejalan dengan perkembangan perusahaan maka aktivitas perusahaan akan
semakin kompleks dan semakin luas ruang lingkup serta permasalahan yang
dihadapi. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan jangkauan pengendalian (span
of control) dari manajemen, sehingga diperlukan suatu cara pengendalian yang
dapat dikelola secara efektif, yaitu melalui pengendalian internal. Pengendalian
internal ini sangat penting di dalam setiap bagian dalam perusahaan, dan pada
skripsi ini khususnya pada bagian penjualan sewa kamar.
Menurut SAS No. 78 (Audit Standard Board, 1995:2.6), pengendalian
internal merupakan suatu proses yang dijalankan oleh Board of Director,
manajemen, dan personil lain, yang didisain untuk memberikan keyakinan
memadai tentang pencapaian tujuan-tujuan sebagai berikut: efisiensi dan
efektivitas operasi, keandalan laporan keuangan, dan kepatuhan terhadap hukum
dan peraturan yang berlaku.
Suatu pengendalian yang baik, akan dapat menekan atau memperkecil
Universitas Kristen Maranatha Pelaksanaan pengendalian internal tidak lepas dari faktor manusia, dimana
ketaatan dan ketelitian dapat berjalan sebagaimana mestinya dan dimodifikasi
sesuai perkembangan keadaan. Semakin besarnya wewenang yang dilimpahkan,
maka diperlukan adanya bagian khusus yang melaksanakan tugas pengawasan
atas keseluruhan aktivitas perusahaan. Manajer perusahaan bertanggung jawab
atas keberhasilan pengendalian internal, yang tentu dapat menekan terjadinya
kesalahan dan penyelewengan yang mungkin terjadi dengan memperhatikan biaya
dan manfaat yang diperoleh.
Untuk melakukan pengawasan tersebut, pimpinan membutuhkan bantuan
dari pihak lain yang bertanggung jawab untuk mengawasi seluruh kegiatan
perusahaan dan melaporkan hasil pengawasannya pada pimpinan perusahaan.
Fungsi ini biasa dikenal dengan audit internal.
Audit internal merupakan suatu aktivitas penilaian secara bebas dan tidak
memihak dalam suatu organisasi perusahaan dan untuk menilai keefektifan
prosedur-prosedur yang telah ditetapkan serta untuk me-review akuntansi
keuangan dan kegiatan operasional lainnya sebagai dasar untuk memberikan
rekomendasi konstruktif kepada pimpinan perusahaan dalam melakukan
pengendalian operasi usahanya. Meskipun bagian audit ini bekerja secara
independen, namun ia tetap merupakan bagian dari staf manajemen secara
keseluruhan.
Dalam SAS No. 78, Standard of Fieldwork (Standar Pekerjaan Lapangan)
Universitas Kristen Maranatha “A sufficient understanding of internal control is to be obtained to plan the audit and to determine the nature, timing, and extent of tests to be performed“.
Artinya pemahaman yang memadai atas pengendalian internal harus
diperoleh untuk merencanakan audit dan untuk menentukan sifat, waktu, dan
lingkup pengujian yang dilakukan.
Tujuan dilakukannya audit internal ini adalah memberikan jasa kepada
pimpinan perusahaan cara mengevaluasi atau memeriksa kegiatan perusahaan
agar dapat membantu manajemen untuk melaksanakan kewajibannya secara
efektif dan efisien. Agar dapat mencapai tujuan tersebut, auditor internal dalam
menjalankan tugasnya harus mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai
masing-masing komponen pengendalian internal yang ada dalam perusahaan agar
dapat merencanakan audit atas laporan keuangan perusahaan tersebut dan
menentukan sifat, waktu, dan lingkup pengujian yang harus dilakukan.
Penjualan merupakan sumber dana utama untuk melangsungkan jalannya
operasi perusahaan dan merupakan komponen utama dalam menentukan laba
bersih perusahaan. Penjualan juga menyebabkan peningkatan kas, saldo kas pada
tanggal neraca mungkin tidak material, namun arus kas perusahaan hasil transaksi
penerimaan uang tunai selama periode akuntansi dapat memberikan pengaruh
yang material bagi laporan keuangan. Dalam mengawasi aktivitas penjualan ini,
diperlukan pengendalian yang memadai terhadap pengelolaan penjualan jasa agar
tujuan perusahaan tercapai.
Di dalam mengendalikan penjualan sewa kamar ini, diperlukan suatu
Universitas Kristen Maranatha tersebut, yang dapat diberikan dengan adanya auditor internal. Auditor internal
merupakan orang yang melakukan audit internal. Pernyataan The Institute of
Internal Auditor (IIA) menggambarkan audit internal sebagai suatu aktivitas
penilaian independen yang dibentuk dalam perusahaan yang melaksanakan
kegiatannya bagi perusahaan. Hal-hal yang termasuk dalam lingkup audit internal
yaitu: cukup tidaknya pengendalian internal, kualitas pelaksanaan dalam
menjalankan tanggung jawab yang diberikan, reliabilitas dan integritas informasi
keuangan dan operasional, kesesuaian dengan kebijakan, rencana, prosedur,
hukum, dan pengaturan, verifikasi dan perlindungan harta, serta keekonomisan
dan efisiensi dalam penggunaan berbagai sumber daya. Fungsi paling dasar yang
dilaksanakan oleh auditor internal adalah memberikan kepastian kepada
manajemen sehubungan dengan baik tidaknya masalah pengendalian internal.
Lingkup potensial auditor internal hampir tidak terbatas. Selain memeriksa
masalah pengendalian akuntansi, apa yang dikerjakan oleh auditor internal dalam
suatu perusahaan pada dasarnya merupakan hasil akhir dari proses penawaran dan
pemeriksaan yang terjadi antara pihak auditor internal dengan manajemen. Pada
dasarnya, hal-hal yang dilakukan oleh auditor internal secara tepat dapat
dirangkum dalam tiga kata kunci, yaitu:
1) Memastikan (menentukan dan mengevaluasi).
2) Menilai (mengevaluasi dan menaksir).
3) Merekomendasi (memberi saran).
Sebagai fungsi independen, auditor internal harus dapat memberikan
Universitas Kristen Maranatha menilai dan mengevaluasi penjualan secara mendetail dan menyediakan laporan
yang cukup kepada manajemen. Laporan harus berisi informasi yang berguna bagi
mereka yang menerimanya, mudah dimengerti, dan diberikan tepat pada
waktunya. Auditor internal tidak boleh menganggap bahwa pekerjaannya telah
selesai apabila belum menerbitkan laporan. Auditor internal harus dapat
menyajikan analisis dan membuat rekomendasi dari hasil pemeriksaan dan
pengawasan untuk laporan-laporan yang diterbitkannya. Peran auditor internal
tersebut harus dijalankan dalam posisi yang independen dalam perusahaan. Agar
seorang auditor internal dapat melakukan tugasnya dengan efektif, maka ia harus
independen terhadap objek yang diperiksa. Auditor internal harus dapat
mempertahankan sikap yang objektif, dimana ia harus dipisahkan dari semua
fungsi operasionalnya, meliputi penyusunan dan penerapan prosedur, membuat
catatan, dan penugasan kegiatan lain yang menjadi sasaran audit.
Berdasarkan uraian di atas penulis menyusun landasan pemikiran bahwa
penjualan merupakan sumber dana utama untuk melangsungkan jalannya operasi
perusahaan dan merupakan komponen utama dalam menentukan laba bersih
perusahaan, sehingga auditor internal harus kreatif dalam menganalisis dan
melaporkan fakta-fakta untuk membantu mereka yang bertanggung jawab atas
fungsi pengendalian penjualan sewa kamar. Berdasarkan rerangka pemikiran yang
telah diuraikan di atas, maka penulis dalam penelitian ini mengemukakan
hipotesis bahwa:
Terdapat hubungan positif antara peranan auditor internal dengan
Universitas Kristen Maranatha 1.6.Pengujian Hipotesis
1) Penetapan Hipotesis
H0 adalah suatu hipotesis tentang tidak adanya hubungan antara variabel X
dan variabel Y. Hipotesis ini diformulasikan untuk ditolak. Apabila H0
ditolak, H1 dapat diterima. H1 menyatakan adanya hubungan antara
variabel X dan variabel Y.
2) Pemilihan Tes Statistik
Uji menguji hubungan antara variabel X dan variabel Y digunakan analisis
korelasi Rank Spearman yang tepat digunakan untuk mengukur data yang
berupa urutan.
3) Penetapan Tingkat Signifikansi
Tingkat signifikansi yang dipilih adalah 0,05. Alasan pemilihan tingkat
signifikansi dinilai cukup ketat untuk mewakili hubungan kedua variabel.
1.7.Waktu dan Tempat Penelitian
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan penelitian lapangan
yang dimulai pada bulan Maret 2006 di Hotel Santika, yang beralamat di Jalan
Universitas Kristen Maranatha
Bab 5
Simpulan dan Saran
5.1. Simpulan
Dalam penulisan skripsi ini, penulis mengambil topik tentang “Peranan
Auditor Internal dalam Mengendalikan Penjualan Sewa Kamar”, dengan studi
kasus pada Hotel Santika Bandung.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa
terdapat hubungan antara peranan auditor internal dengan penjualan sewa kamar.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil evaluasi yang dikumpulkan penulis pada
tahap pemahaman pengendalian internal perusahaan, peranan unit audit internal,
dan peranan auditor internal.
Berdasarkan literature survey dan penelitian secara langsung ke
perusahaan, dengan menggunakan metode teknik wawancara, penyebaran
kuesioner, dan analisis data perusahaan, penulis menarik simpulan sebagai
berikut:
1) Hasil evaluasi atas penerapan pengendalian internal pada perusahaan cukup
baik. Hal ini terlihat dari elemen-elemen pengendalian internal perusahaan
yang dinilai cukup memadai, antara lain:
(a) Lingkungan pengendalian yang terdapat pada perusahaan cukup baik, hal
Universitas Kristen Maranatha
i. Penggunaan metode sentralisasi, dengan demikian akan semakin
kecil kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang dan
tanggung jawab.
ii. Struktur organisasi yang dibentuk membatasi tanggung jawab dan
wewenang yang ada.
iii. Adanya human resources manager yang menangani berbagai
masalah kepegawaian.
(b)Penilaian risiko pada perusahaan ini telah memadai, hal ini dapat dilihat
bahwa manajemen telah menyajikan penjualan dalam laporan keuangan
secara wajar menurut Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku.
(c) Aktivitas pengendalian yang terdapat pada perusahaan cukup memadai,
hal ini antara lain didukung oleh kebijakan dan prosedur, antara lain:
i. Terdapat otorisasi untuk pemberian potongan harga.
ii. Penggunaan dokumen dan catatan yang diterapkan Hotel Santika
telah memadai baik dilihat dari rancangannya maupun dilihat dari
pengoperasiannya.
iii. Perusahaan menggunakan komputer personal untuk membebankan
setiap penjualan jasa yang terjadi pada guest folio Hotel Santika.
(d)Proses informasi dan komunikasi pada perusahaan ini telah memadai, hal
ini dapat dilihat dari:
i. Penggunaan dokumen telah sesuai dengan transaksi yang telah
Universitas Kristen Maranatha
ii. Pengakuan pendapatan pada perusahaan ini dilakukan berdasarkan
cash basis.
(e) Pemantauan yang berkaitan dengan penilaian efektivitas rancangan dan
operasi pengendalian internal telah dilakukan secara periodik oleh
manajemen.
2) Manajemen unit audit internal perusahaan sejauh ini telah berjalan cukup baik
dan memiliki struktur organisasi yang jelas kedudukannya di lingkungan
Hotel Santika. Hal ini didasarkan atas:
(a) Unit audit internal memiliki struktur organisasi yang independen di
lingkungan organisasi Hotel Santika. Posisi yang independen ini memberi
jaminan atas kemandirian auditor dalam melaksanakan tugasnya. Dengan
adanya kemandirian tersebut, auditor dapat melaksanakan audit secara
objektif dan tidak menemukan kesulitan saat melaksanakan tugasnya.
(b) Unit audit internal bertanggung jawab langsung pada pimpinan hotel, yaitu
pada direktur hotel. Selain pada pimpinan hotel, audit internal juga
menjalin koordinasi dengan lembaga pendidikan pariwisata dan
perusahaan pariwisata lainnya seperti travel agent, perusahaan
penerbangan, dan hotel-hotel lain yang menjalin kerja sama dengan Hotel
Santika.
(c) Perencanaan audit unit ini disusun dalam suatu program audit tahunan.
Dalam jadwal audit ini disusun rencana audit untuk periode bulanan,
triwulan, semester, dan tahunan. Dalam program itu dijabarkan unit apa
Universitas Kristen Maranatha
audit. Dalam melaksanakan audit, auditor tidak hanya memiliki penilaian
kegiatan keuangan saja, tapi menilai juga kehematan, efisiensi, dan
efektivitas operasional setiap aktivitas di hotel. Pimpinan unit audit
internal menyusun laporan audit dan membicarakannya terlebih dahulu
dengan pimpinan unit yang diaudit sebelum melaporkannya pada
pimpinan hotel.
3) Auditor internal perusahaan telah menjalankan tugasnya dengan baik dan
memiliki hubungan dengan penjualan sewa kamar hotel. Hal ini dapat dilihat
dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa Sig. (2-tailed) 0.000 lebih
kecil dari á = 0.05 yang menunjukkan H0 ditolak dan berarti H1 diterima.
Berdasarkan hipotesis yang dibuat penulis, hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan positif antara peranan auditor internal dengan penjualan
sewa kamar.
4) Auditor internal perusahaan memiliki kontribusi yang cukup berpengaruh
dalam mengendalikan penjualan sewa kamar hotel. Hal ini terbukti dari
praktek yang selama ini dijalankan perusahaan, meliputi:
(a) Kedudukan auditor internal sebagai fungsi yang terpisah dari fungsi
operasional perusahaan dan bertanggung jawab secara langsung kepada
pinpinan perusahaan. Hal ini memungkinkan auditor internal bersikap
independen. Di samping itu, auditor internal memiliki latar belakang
pendidikan akuntansi, dan pada umumnya pengalaman kerja sebagai
auditor internal.
Universitas Kristen Maranatha
(c) Dilakukannya tahap-tahap pelaksanaan audit oleh auditor internal.
(d)Auditor internal membuat laporan yang memuat temuan atas hasil audit,
yang dapat dipakai sebagai tindakan evaluasi dan koreksi bagi manajemen
perusahaan.
(e) Adanya tindak lanjut manajemen perusahaan atas saran yang diberikan
oleh auditor internal, dan dilakukannya pemantauan oleh auditor internal
terhadap tindak lanjut perbaikan.
(f) Auditor internal mengadakan evaluasi dan pemantauan terhadap
pelaksanaan sistem pengendalian internal penjualan.
(g)Auditor internal bersama-sama bagian EDP merancang sistem
pengendalian internal penjualan perusahaan.
(h)Auditor internal sangat berperan dalam pelaksanaan pengendalian internal
pernjualan yang efektif.
5.2. Saran
Penulis menemukan beberapa kelemahan dalam pengendalian internal
Hotel Santika atas penjualan sewa kamar. Untuk perbaikan dan peningkatan
kualitas terhadap pelaksanaan fungsi audit internal dan peran auditor internal
terhadap pengendalian internal penjualan sewa kamar, penulis mengajukan
beberapa saran, sebagai berikut:
1) Mencantumkan nomor yang tercetak pada telephone traffic sheet, agar
Universitas Kristen Maranatha
transaksi, sehinnga kecepatan dan ketepatan dalam penyelesaian transaksi
dapat terjamin.
2) Menyajikan rekening piutang tak tertagih, walaupun kemungkinan
terjadinya piutang tak tertagih kecil tetapi lebih baik dibuat untuk
berjaga-jaga (conservatism).
3) Pada dokumen deposit voucher, lebih baik dibuat kolom jumlah terbilang
untuk jumlah uang yang diterima, karena untuk mencegah salahnya
penulisan angka pada nilai uang yang diterima. Dengan adanya kolom ini,
pemakai diharuskan mencantumkan nilai uang tersebut dengan dua cara
sehingga kemungkinan salah pengisian dapat dihindari.
4) Kendala utama unit audit internal saat ini adalah keterbatasan waktu dalam
mengaudit. Mengingat perkembangan aktivitas dan tuntutan dari unit lain,
unit audit internal dapat melakukan peninjauan secara teratur atas
pengendalian internal hotel sehingga memungkinkan dilakukan perbaikan
dan penyempurnaan atas kelemahan sistem pengendalian internal hotel
dan pihak manajemen hotel dapat mengatasi kendala dan perkembangan
situasi yang terjadi serta dapat meningkatkan kinerja perusahaan umumnya
dan peningkatan penjualan kamar dari tahun ke tahun khususnya.
Demikianlah simpulan dan saran yang dapat penulis kemukakan dari
penelitian yang telah dilakukan. Penulis berharap Hotel Santika dapat
meningkatkan penjualan sewa kamar setiap tahunnya, dapat mempertahankan
pelayanan yang dirasakan cukup memuaskan, memperbaiki kekurangan yang ada,
Universitas Kristen Maranatha
pelayanan yang memuaskan pihak internal hotel pada khususnya dan masyarakat
Universitas Kristen Maranatha
American Institute of Certified Public Accountants. (1995). Statement on Auditing Standards No. 78-An Amendment SAS No. 55. New York: Audit Standard Board.
Bodnar, G. H. and William S. Hopwood. (1999). 7th Edition. Accounting InformationSystem. London: Prentice Hall International Inc.
Boynton, W. C. and Walter, G. K. (2000). 8th Edition. Modern Auditing. Canada: John Wiley and Sons, Inc.
Cashin, J. A., Paul, D. N., and John, F. L. (1999). 7th Edition. Cashin’s Handbook forAuditors. New York: Mc. Graw Hill Book Company.
Chamber, Andrew D. (1999). Internal Auditing: Theory and Practices. Great Britain Pitman Publishing Ltd.
Cushing, B. E. and Marshall B. Romney. (1999). 9th Edition. Accounting InformationSystem. New York: Addision-Wesley Publishing Company.
Dewan SAK: Ikatan Akuntan Indonesia. (2000). Buku Ke-2. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Dewan SPAP: Ikatan Akuntan Indonesia. (2001). Standar Profesional Akuntan Publik. Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPKN.
Hartadi, Bambang. (1997). Edisi 2. Sistem Pengendalian Intern: Dalam Hubungannyadengan Manajemen dan Audit. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM.
Himpunan Peraturan Pelaksanaan Perubahan Undang-undang Perpajakan. (2001). Jakarta: CV. Eko Jaya.
Kohler, E. L. (2000). 12th Edition. A Dictionary for Accountant. New Delhi: Prentice Hall of India Private Limited.
Mardiasmo, Prof. (2003). Edisi Revisi. Perpajakan. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Universitas Kristen Maranatha
Sihite, R. (2000). 5th Edition. Hotel Management. Surabaya: Penerbit SIC.
The Institute of Internal Auditors. (1997, Agustus). The IIA’s Statements on InternalAuditing Standards, Journal No: 16.
The Institute of Internal Auditors. (1999). Standards for The Professional Practice of Internal Auditing.
Tuanakotta, T. M. (1982). Edisi 3. Auditing: Petunjuk Pemeriksaan Akuntan Publik. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Tugiman, Hiro. (2000). Pandangan Baru Internal Auditing. tanpa penerbit.
Tugiman, Hiro. (2000). Pengenalan Internal Audit. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Tugiman, Hiro. (2000). Standar Profesional Audit Internal-Pernyataan Tanggung JawabAudit Internal. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.