LAPORAN
PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG
DESAIN SISTEM HIDROPONIK “RECIRCULATED and AERATED DEEP WATER CULTURE” DENGAN ENERGI
TENAGA SURYA
Dr. AHMAD TUSI, S.TP., M.Si. (198106132005011001) Dr. WARJI, S.TP., M.Si. (197801022003121001) Ir. OKTAFRI, M.Si. (196410221989031004)
JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG
2021
MANDIRI
RINGKASAN
Deep Water Culture (DWC) merupakan salah satu jenis sistem hidroponik. Sistem DWC memberikan supply larutan nutrisi langsung pada zona perakaran tanaman di dalam wadah penanaman. Teknik ini menyebabkan kondisi perakaran tanaman selagu terendam di dalam larutan nutrisi, namun miskin akan kandungan oksigen. Oleh karena itu, dalam penelitian telah dilakukan modifikasi sistem hidroponik DWC dengan tambahan aerasi oksigen di dalam larutan nutrisi dan juga dilakukan sirkulasi larutan nutrisi ke seluruh wadah penanaman secara tersambung. Penelitian menggunakan wadah penanaman bekas pakan udang dengan ukuran 10L, pipa PVC berdiameter ½ inch dan pipa PE 16 mm sebagai penghubung antara wadah penanaman tersebut. Untuk memberikan tambahan kandungan oksigen di daerah perakaran, maka system dilengkapi aerasi dengan airstone (gelembung udara) pada setiap wadah penanaman dengan daya 8 Watt. Selain itu, untuk proses sirkulasinya menggunakan pompa dengan head maximum 1.0 m dengan daya 8 Wat. Untuk melakukan penghemanatan energi listrik selama proses budidaya tanaman, rancangan sistem Aerated DWC tersirkulasi ini dilengkapi dengan sumber energi listrik dari cahaya matahari (panel surya) sebanyak 1 modul dengan spesifikasi 50 Wp. Sistem DWC modifikasi ini telah diterapkan untuk tanaman tomat dan cabe, serta berhasil tumbuh dan berproduksi dengan baik.
Kata kunci: Deep water culture, hidroponik, aerasi, sirkulasi, panel surya
BAB 1. LATAR BELAKANG
Deep water culture (DWC) merupakan salah satu jenis sistem hidroponik yang sangat terkenal. Sistem hidroponik ini memberikan larutan nutrisi secara langsung ke daerah perakaran tanaman. Pada umumnya sistem ini dapat digunakan untuk melakukan budidaya tanaman sayuran daun dan juga tanaman buah atau sayuran buah, seperti melon, tomat, tomat cherry, markisa, okra, dll. Untuk budidaya tanaman sayuran biasanya menggunakan wadah penampungan berbentuk kolam panjang dengan ketebalan air 10 – 20 cm dan ditutupi dengan lembaran styrofoam (sekaligus sebagai wadah penanaman sayuran). Sedangkan untuk budidaya tanaman buah atau sayuran buah, umumnya menggunakan pot (bucket) untuk setiap tanaman.
Sistem DWC ini memiliki kemudahan dalam pembuatan dan juga dalam hal pengoperasian serta pemeliharaan selama proses budidaya tanaman. Salah satu keuntungan sistem ini adalah menggunakan sedikit larutan nutrisi, pemeliharaan yang mudah dan murah, dan proses monitoring yang mudah bagi para petani (Saaid et al., 2013). Selain itu, sistem ini mampu memberikan hasil dua kali lipat untuk tanaman sayuran lettuce dibandingkan dengan menggunakan media tanam pasir, namun sistem DWC juga mengkonsumsi larutan nutrisi lebih banyak dibandingkan dengan sistem substrat (Salem, 2019). Selain itu pada sistem ini, akar tanaman langsung terendam air dan jika dalam kondisi pasif (atau tidak tersirkulasi larutan nutrisinya), maka akan menyebabkan terjadinya penurunan kandungan oksigen di dalam larutan nutrisi tersebut.
Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap proses pertumbuhan dan hasil tanaman itu sendiri.
Zeroni et al. (1983) melaporkan bahwa tingkat kandungan oksigen terlarut dalam larutan nutrisi memiliki pengaruh positif terhadap berat basah dan kering dari akar tanaman. Selain itu, hal ini juga meningkatkan hasil produksi tanaman tomat. Soffer et al. (1991) menyatakan bahwa tanaman Chrysantemum dan Ficus memiliki pertumbuhan yang baik (mulai dari jumlah daun, tinggi tanaman) dalam kondisi larutan nutrisi yang diberikan aerasi di dalamnya. Dari beberapa hasil penelitian sebelumnya, terlihat jelas bahwa pemberian aerasi pada larutan nutrisi memiliki dampak dan pengaruh yang sangat baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman. Park dan Kurata (2009) menjelaskan bahwa
pengaruh gelembung udara (microbubbles) dalam larutan nutrisi hidroponik membuat luas permukaan spesifik yang lebih besar dari microbubbles dan muatan ion-ion elektron negatif pada permukaan microbubbles dapat mendorong pertumbuhan karena gelembung mikro dapat menarik ion bermuatan positif yang terlarut dalam larutan nutrisi. Hal inilah yang menunjukkan bahwa gelembung mikro yang dihasilkan dalam sistem kultur hidroponik DWC dapat sangat mendorong pertumbuhan tanaman.
Selain itu, dalam industry tanaman secara hidroponik memerlukan pasokan energi yang listrik yang cukup besar untuk mensupply dan menyalakan pompa air, aerasi, dan peralatan listrik yang lainnya. Umumnya, peralatan tersebut bekerja selama 24 jam.
Tentu ini memerlukan energi listrik yang sangat besar. Oleh karena itu diperlukan pasokan sumber energi alternatif untuk menyalakan sistem hidroponik DWC yang dimodifikasi dalam penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelaahan masalah dan literatur yang diperoleh, maka perlu dilakukan kajian penelitian tentang modifikasi sistem hidroponik DWC dengan tambahan aerasi dan sirkulasi pada larutan nutrisi pada setiap wadah penanaman (container). Sistem modifikasi DWC ini akan digerakkan dengan energi listrik yang bersumber dari panel surya.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. State of the Art
Sistem hidroponik dapat menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan berkebun di dalam tanah. Ada banyak jenis sistem hidroponik, tetapi salah satu yang paling menarik adalah sistem deep water culture (DWC). Dalam dunia hidroponik, sistem budidaya hidroponik dengan sistem DWC adalah sistem di mana tanaman memiliki akar yang terendam secara permanen dalam larutan air yang kaya nutrisi. Namun, jika sistem ini pasif atau tanpa sirkulasi akan menyebabkan pertumbuhan tidak optimal. Oleh karena itu perlu adanya modifikasi sistem DWC ini.
Modifikasi sistem hidroponik DWC yang coba diangkat dalam penelitian ini adalah menambahkan atau memperkaya larutan nutrisi dengan oksigen melalui tambahan aerasi udara dalam nutrisi (Aerated). Selain itu, juga adanya larutan nutrisi yang terseirkulasi (resirkulasi) ke seluruh container dalam sistem DWC. Oleh karena itu, sistem modifikasi yang coba didesain dalam penelitian ini adalah Recirculated and Aerated Deep Water Culture (RA-DWC).
Penggunaan sistem ini diperlukan keseimbangan nutrisi dalam larutan (dan kemudian mempertahankan level itu dari waktu ke waktu), dan juga memasang sistem aerasi. Keberadaan aerator ini akan memastikan bahwa ada campuran oksigen yang baik di dalam air, yang mana sangat dibutuhkan oleh akar tanaman. Aerasi tidak hanya menambah gelembung, tetapi juga mampu melarutkan lebih banyak oksigen ke dalam air itu sendiri, dan mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih kuat (Zeroni et al., 1983;
Soffer et al., 1991; Park dan Kurata, 2009).
Adapun pemberian resirkulasi aliran nutrisi akan memberikan keuntungan lain dalam sistem DWC ini. Sistem ini tidak stagnan karena larutan nutrisi dan oksigen terus- menerus disirkulasi ulang dan bergerak oleh pompa. Hal ini akan akan memastikan penyebaran nutrisi dan air yang merata ke seluruh sistem. Sistem RA-DWC ini juga dapat membantu menjaga suhu tetap stabil, yang merupakan kondisi penting untuk pertumbuhan tanaman yang sehat.
2.2. Road Map Penelitian
Peneliti selama ini focus penelitian dalam bidang perancangan irigasi dan hidroponik. Selain itu, peneliti juga pernah melakukan kajian penelitian dan pengabdian masyarakat tentang penerapan panel surya untuk menyalakan pompa air untuk mendistribusikan irigasi melalui teknologi irigasi tetes.
Pada penelitian ini akan melakukan modifikasi desain sistem DWC dengan sistem aerasi dan sirkulasi pada sistem tersebut dengan tenaga penggerak dengan energi listrik yang bersumber dari energi matahari.
Penelitian ini merupakan tahap pertama dari tiga tahapan yang akan dilakukan untuk menghasilkan teknologi ‘Recirculated and Aerate Deep Water Culture
Hydroponic Farm Monitoring and Management System using IoT. Adapun detil tahapan road map penelitian ini adalah sebagai berikut (Gambar 1):
Gambar 1. Tahapan Penelitian yang akan dilaksanakan selama 3-4 tahun
BAB 3. METODE
Pembuatan sistem hidroponik DWC dilakukan dengan adanya modifikasi. Adapun modifikasi yang dilakukan adalah dengan melakukan tambahan sistem aerasi udara (oksigen terlarut) dan juga disirkulasikan ke seluruh wadah penanaman. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan penambahan energi listrik yang bersumber dari energi matahari melalui panel surya yang akan diintroduksi dalam sistem modifikasi DWC ini.
Adapaun sistem ini diberi nama Recirulated and Aerated Deep Water Culture with Solar Cell (Model RA-DWC + Solar Cell). Adapun detil rencana desain adalah seperti pada Gambar
Gambar 2. Desain Sistem Hidroponik RA-DWC dengan Panel Surya
Sistem RA-DWC dengan panel surya ini memiliki 2 bagian utama, yaitu bagian sistem hidroponik RA-DWC; dan Sistem listrik tenaga surya. Pada bagian pertama, terdiri dari satu container pengendali level muka air ke seluruh wadah container penanaman (kali ini berjumlah 4 buah container untuk penanaman). Pada container utama (pengendali) terdapat floating valve untuk mengatur pengisian air secara otomatis ke seluruh sistem dari tangki larutan nutrisi (warna hijau). Selain itu, pada container utama juga terdapat pompa air akuarium untuk memutar/mensirkulasi air ke seluruh pot/container. Sirkulasi
air ini sangat penting untuk menyeragamkan nilai EC (electrical conductivity, pH) ke seluruh container. Adanya container utama akan memudahkan petani untuk memonitor kondisi larutan nutrisi pada sistem DWC. Dimana teknisi atau petani cukup memantau atau mengukurnya pada container utama. Untuk memberikan tambahan aerasi udara pada larutan nutrisi, maka pada seluruh container akan diberikan sistem aerasi pada container dengan pompa udara (aerator).
Pada bagian kedua merupakan pasokan energi listrik untuk menghidupkan pompa dan aerator selama 12 – 24 jam per harinya. Adapun sumber listrik ini dihasilkann dari sistem panel surya, yang terdiri dari: panel surya, solar charge controller, accu, dan inverter.
Penggunaan sistem panel surya, diharapkan mengurangi biaya produksi untuk energi listrik yang harus dikeluarkan.
BAB 4. RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN
4.1. Rencana Anggaran Biaya
Pada Tabel 2 ditampilkan rincian global rencana anggaran biaya yang diperlukan.
Tabel 2. Rincian global anggaran biaya penelitian.
No. Komponen Biaya (Rp)
1. Pengadaan Alat dan bahan penelitian 3.000.000,-
2. Biaya perjalanan penelitian 300.000,-
3. Alat tulis kantor/bahan habis pakai 700.000,-
4. Laporan/diseminasi/publikasi 1.000.000,-
4.2. Jadwal Penelitian
Pada Tabel 3 ditampilkan rincian tahapan kegiatan penelitian selama 6 bulan.
Tabel 3. Tahapan kegiatan pelaksanaan penelitian
Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4 5 6
Penyiapan bahan dan alat
Pembuatan alat Pengujian dan
pemasangan peralatan Penggabungan
perangkat
Pengujian system RA- DWC dan supply energi listrik panel surya Pengujian kinerja sistem dengan tanaman
Analisis dan pembuatan laporan
BAB 5. HASIL DAN PEMBASAN
5.1. Sistem Recirculated Aerated - Deep Water Culture (RA-DWC)
Rancangan system hidroponk dengan model recirculated aerated – deep water culture (RA-DWC) dibuat dengan menggunakan wadah pot (bekas wadah pakan udang) dengan volume 10 L. Jumlah pot yang digunakan sebanyak 5 buah, dengan rincian 4 buah yang berfungsi sebagai wadah penanaman dan 1 wadah digunakan sebagai bak control. Bak control ini berisikan 1 buah pompa kecil dengan daya 8Watt dan automatic water valve (yang berfungsi untuk mengisi air pada bak control secara otomatis), serta dilengkapi dengan injector venturi untuk menghasilkan gelembung udara dalam air yang tertampung di keseluruhan wadah. Adapun pada 4 wadah yang lainnya dilengkapi dengan net pot berdiameter 10 cm sebagai peletakan media tanam jenis hydroton dan bibit tanaman (tomat dan cabe).
Gambar 3. Sistem RA-DWC yang telah dikembangkan dengan wadah V=10L
Detil perlengkapan dan system RA-DWC yang telah dibuat dapat dilihat pada Gambar 3. Kebutuhan lain yang diperlukan adalah pipa paralon ½”, sambungan pipa T dan L, dll. Selain itu, pada system RA-DWC ini dilengkapi pompa berdaya 8Watt yang berfungsi untuk mensirkulasi air dari wadah bak control ke seluruh wadah penanaman dan kembali lagi ke bak control. Sehingga, aktivitas inilah yang menyebabkan system ini disebut disirkulasi larutan nutrisinya atau recirculated. Selain disirkulasi, larutan nutrisi pada wadah penanaman juga diberikan aerasi. Hal ini dapat meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam larutan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan proses penyerapan unsur hara oleh tanaman secara optimal. Masing-masing wadah penanaman diberikan 1 buah batu aerator (gelembung udara) sebagai penghasil gelembung udara di dalam larutan nutrisi tersebut.
Sistem ini dijalankan secara otomatis, baik penghidupan pompa dan aerator secara otomatis menggunakan timer selama 16 jam per hari. Operasional pompa dan aerator bekerja mulai dari Pkl. 06:00 AM sampai dengan 10:00 PM.
Gambar 4. Sistem RA-DWC yang sedang bekerja (Pompa 8Watt dengan Injector ventury di dalamnya)
5.2. Penggunaan Sistem Deep Water Culture Teraerasi pada Tanaman
Sistem DWC yang teraerasi (A-DWC) juga telah diujikan untuk tanaman cabe dan tomat. Tenaga mesin aerator yang digunakan sebesar 8 Watt. Secara umum, pertumbuhan tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah (panen).
Berikut ini adalah gambaran hasil penerapan system A-DWC yang telah diterapkan.
Gambar 5. Penerepan system deep water culture teraerasi pada tanaman abe dan tomat
5.3. Analisa Kebutuhan Panel Surya, Solar Charger Controller, dan Inverter Untuk mewujudkan system RA-DWC yang telah dikembangkan dapat berjalan secara stand-alone tanpa daya listrik dari PLN, maka pada penelitian ini juga telah dilakukan analisa kebutuhan tenaga listrik dan kelengkapannya dengan menggunakan panel surya. Berikut ini adalah hasil Analisa kebutuhan panel surya yang akan diterapkan pada system hidroponik dengan RA-DWC.
Tabel 4. Analisa kebutuhan panel surya, solar charger, dan inverter yang diperlukan
No Kebutuhan Keterangan
1 Total daya listrik yang diperlukan pada system RA-DWC hasil rangcangan:
a) Pompa aquarium kecil 8 Watt b) Aerator 8 Watt
Total Daya selama 16 jam/hari:
a) 8 W x 16 hrs = 128 Whrs b) 5 W x 16 hrs = 80 Whrs TOTAL DAYA = 208 Whrs 2 Kebutuhan Panel Surya (Photo Voltaic – PV):
PV System Size = 208 / (6.5 hrs x 0.85) = 40.78 Wp
Kebutuhan panel surya yang ada di pasaran 10, 20, 30 50, 100 Wp. Maka digunakan yang mendekati hasil Analisa adalah PV Size = 50 Wp (sebanyak 1 modul) 3 Kebutuhan Battery Bank Size (BBS):
BBS = 208 x 1 hari / 0.5 = 416 Watts 4 Kebutuhan Charger Controller:
P = V x I → I = P/V = 40.78 / 12 V = 3.4 A Tambahkan 25% untuk safety factor, maka menjadi 4.25 A.
Kebutuhan charger controller yang ada dipasaran rata-rata adalah 10, 20, 30 50, 100 A.
Maka digunakan yang 10 A.
5 Kebutuhan Inverter:
Hasil Analisa kebutuhan system size adalah 40.78 Watt
Maka akan digunakan Inverter charger dengan daya lebih besar dari pada kebutuhan system. Minimal adalah 50 Watt.
BAB 6. KESIMPULAN
Sistem hidroponik dengan system Deep Water Culture (DWC) yang dimodifikasi dengan tambahan resirkulasi (R) dan aerasi (A) dengan bantuan aerator berhasil dibuat, yang kemudian diberi nama dengan RA-DWC (recirculated aerated-deep water culture) dengan jumlah wadah penanaman sebanyak 4 buah dengan total daya yang diperlukan sebanyak 16 Watt. Sistem ini akan dioperasikan dengan menggunakan panel surya dengan 1 buah modul dengan spesifikasi 50 Wp.
DAFTAR PUSTAKA
M. F. Saaid, N. A. M. Yahya, M. Z. H. Noor and M. S. A. M. Ali. 2013. A Development Of An Automatic Microcontroller System for Deep Water Culture (DWC). IEEE 9th International Colloquium on Signal Processing and its Applications, 328-332. doi:
10.1109/CSPA.2013.6530066.
Park, J., and Kurata, K. 2009. Application of Microbubbles to Hydroponics Solution Promote Lettuce Growth. Hort. Technology 19(1): 212-215.
Soffer, H., D.W. Burger, and J.H. Lieth. 1991. Plant Growth And Development Of Chrysanthemum and Ficus in Aero-Hydroponics: Response to Low Dissolved Oxygen Concentration. Scientia Horticulturae, 45(3–4): 287-294.
https://doi.org/10.1016/0304-4238(91)90074-9
Zeroni, M., J. Gale, J. Ben-Asher. 1983. Root Aeration in a Deep Hydroponic System and Its Effect in Growth and Yield of Tomato. Scientia Horticulturae 19(3–4): 213-220.
https://doi.org/10.1016/0304-4238(83)90066-3.
Lampiran 1. Biodata Ketua Peneliti A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Ahmad Tusi, S.TP., M.Si., Ph.D.
2 Jenis Kelamin L
3 Jabatan Fungsional Lektor
4 NIP/NIK/Identitas lainnya 198106132005011001
5 NIDN 0013068104
6 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 13 Juni 1981
7 Email [email protected]
8 Alamat Rumah Jl. Ratu Dibalau Gg. Karyo Tami 2 No. 70, Jati Mulyo, Jati Agung, Lampung Selatan 35365 9 Nomor Telepon/HP 08128890680
10 Alamat Kantor Jurusan Teknik Pertanian,FP Unila Jl. Sumantri Brodjonegoro No.1, Gedongmeneng
Bandar Lampung 35145, LAMPUNG 11 Nomor Telepon/Faks 0721-701609 ext. 846
12 Mata Kuliah yang diampu 1 Lingkungan dan Bangunan Pertanian 2 Kekuatan Bahan
3 Rancangan Sistem Irigasi 4 Sistem Informasi
5 Teknik Hidroponik 6 Hidrolika
7 Teknik Hidroponik B. Riwayat Pendidikan
S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi
Institut Pertanian Bogor
Institut Pertanian Bogor
Gifu University Bidang Ilmu Teknik Pertanian Teknik Sipil &
Lingkungan
Ilmu Pertanian Tahun Masuk-Lulus 1999 – 2003 2008 – 2010 2017 - 2020 Judul
Skripsi/Tesis/Disertasi
Rancang Bangun Sistem Drainase di Areal GWW IPB Bogor.
Rancang Bangun Otomasi Pintu Irigasi
Real-time monitoring of photosynthetic rate in naturally
ventilated greenhouse Nama
Pembimbing/Promotor
Ir. Dedi Kusnadi Kalsim, M.Eng., Dip.HE.
Ir.Meiske Widyarti, M.Eng
Prof. Dr. Budi I.
Setiawan, M.Agr.
Dr. Satyanto K.
Saptomo, M.Si.
Dr. Ir. M. Amron, M.Sc.
Prof. Teruaki Shimazu, Ph.D.
Prof. Katsumi Suzuki, Ph.D.
Ass.Prof. Masaki Ochiai, Ph.D.
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terakhir
No Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber* Jumlah (Juta Rp)
1 2020 Real-time Monitoring of
Photosynthetic in Naturally Ventilated Greenhouse (KETUA)
Gifu University
100
2 2015 Leaf Water Potential (LWP)
Monitoring on Coffee Robusta Plant with Near Infrared Spectroscopy for Improving Quality (KETUA)
Hibah Bersaing DIKTI
50
D. Pengalaman Pengabdian dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Pengabdian kepada
Masyarakat
Pendanaan
Sumber* Jumlah (Juta Rp)
1 2016 Pengembangan Urban Farming melalui Pelatihan Teknologi Hidroponik kepada Generasi Muda Perkotaan (Anggota)
DIPA BLU UNILA
20
2 2015 IbM Kelompok Tani Sayur Desa Marga Lestari yang Menghadapi Masalah Kelangkaan Air Irigasi (Anggota)
IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) DIKTI
46
3 2015 Pelatihan Irigasi Curah di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan (Ketua)
DIPA Fakultas Pertanian
5
4 2015 Aplikasi Irigasi Sprinkler untuk Menunjang Produksi Sayuran di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan
DIPA Fakultas Pertanian
5
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal 5 Tahun Terakhir
No Judul Artikel Ilmiah Nama Jurnal Vol/No/Tahun
1 The Essential Factor of Ventilation Rate in Prediction of Photosynthetic Rate Using the CO2 Balance Method
Reviews in Agricultural Science
8: 279-299 / 2020
2 Aplikasi Irigasi Berselang (Intermittent Irrigation) Pada Budidaya Tanaman Pak Choi (Brassica Rapa L.) Dengan Media Tanam Padatan Digestat Dan Tanah
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
6 (1): 76-92 / 2018
3 Pengaryh Daya Lampu Neon Terhadap Pertumuhan Tanaman Pakchoy pada Sistem HIdroponik Indoor
Jurnal Teknik Pertanian Lampung
5 (2) / 2017
4 Rancangan Irigasi Sprinkler Portable Tanaman Pakchoy
Jurnal Irigasi 11 (1): 43-54 / 2016
5 Aplikasi Irigasi Portable Sprinkler pada Tanaman Pakchoy di Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan
Jurnal Teknotan 10 (1): 30-36 / 2016
F .Pengalaman Penulisan Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Internasional Dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul Artikel Ilmiah Volume/Nomor/Tahun Nama Jurnal 1 The Essential Factor of Ventilation
Rate in Prediction of Photosynthetic Rate Using the CO2 Balance Method
Vol. 8 pp. 279-299, 2020
Reviews in Agricultural Science 2 The Effect of EC Levels of Nutrient
Solution on the Growth, Yield, and Quality of Tomatoes (Solanum Lycopersicum) under the Hydroponic System.
Vol. 2 Issue 1 PP. 7 – 12, February 2014
Journal of Agricultural Engineering and
Biotechnology G. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1 Greenhouse and Agricultural
Meteorology Workshop / Japan Association of Agricultural Meteorology
Comparison of three- type measuring
methods of ventilation rate under different window apertures
November 2019, Nagoya - Japan
2 International Symposium of Agricultural Meteorology / JASM 2019
Greenhouse ventilation rate estimation with water vapor and heat balance method in summer and winter seasons
February 2019, Shizuoka, Japan
3 6th International Workshop IC 12- UGSAS Gifu University
Ventilation Flow Rate and Photosynthesis Prediction based on Water Vapor Balance under Ventilated Greenhouse
Desember 2018, Lampung, Indonesia
H. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul Buku Tahun Jumlah
halaman
Penerbit
1 Inovasi Pintu Air Irigasi Fiberglass:
Proses Desain dan Teknis Pembuatan dan Penerapan Pintu Air Irigasi Berbahan Fberglass (eBook)
2020 97 Inspirationsbuch Creativeindie Publishing Book Number (GGKEY):
JA2RESXBP7C 2 Teknik Hidroponik: Teknik Budidaya
dan Inspirasi Sistem Hidroponik (eBook)
2016 98 Inspirationsbuch Creativeindie Publishing Book Number (GGKEY):
4F263J9D794 1 Buku Teknologi: Rancang Bangun
Pintu Air Bahan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer)
2011 75 Puslitbang SDA, Kementrian Pekerjaan Umum
ISBN: 978-979-3197- 93-7
I. Perolehan HKI dalam 5-10 Tahun Terakhir
No Judul/Tema HKI Tahun Jenis Nomor P/ID
1 Pintu Air berbahan Fiberglass dengan Tonjolan pada Bagian Bawahnya Untuk Meredam Aliran Turbulensi
2012 Paten Sederhana
ID S0001220
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Bandar Lampung, 2 Juni 2021 Ketua Pengusul,
(Ahmad Tusi, Ph.D.)
BIODATA DATA ANGGOTA PENGUSUL
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Ir. Warji, S.TP., M.Si
2 Jenis Kelamin Laki-Laki
3 Jabatan Fungsional Lektor Kepala 4 NIP/NIK/No. Identitas
Lainnya
197801022003121001
5 NIDN 0002017806
6 Tempat dan Tanggal Lahir Sragen, 2 Januari 1978
7 Email [email protected];
[email protected] 8 Nomor Telepon/HP 0813 6910 4919
9 Alamat Kantor Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No 1, Gedungmeneng Bandar Lampung, 10 Nomor Telepon/Fax (0721) 701609 Psw. 846
11 Lulusan yang telah Dihasilkan S-1: 86 Mahasiswa, S-2: 0, S-3:0 12 Mata Kuliah yang diampu Perancangan Mesin Tepat Guna
Pengetahuan Bahan Alat dan Mesin Mekanisasi Pertanian
Ergonomika
Perbengkelan Pertanian B. Riwayat Pendidikan
Program: S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi
IPB IPB IPB
Bidang Ilmu Teknik Pertanian Ilmu Keteknikan Pertanian
Ilmu Keteknikan Pertanian
Tahun Masuk-Lulus 199-2003 2006-2008 2014-2018 Judul Skripsi/Tesis/
Disertasi
Desain dan Uji Kinerja Mesin Penyerat Pisang Abaka
Pendugaan Kerusakan Buah Mangga
Arumanis Akibat Serangan Lalat Buah dengan Menggunakan Gelombang Ultrasonik
Multi-layered Microcapsules from Nanofibrils of Local Soybean Protein Isolates Using Layer-by- layer Adsorption Method
Nama
Pembimbing/Promotor
Ir. Agus Sutejo, M.Si.
Dr. Ir. Suroso, M.Agr.
Prof. Dr. Ir.
Sutrisno, M.Agr.
Insinyur (Ir) Tahun 2019-2020 melalui Program Recognisi Pendidikan Lampau IPB.
C. Pengalaman Penelitian dalam 5 Tahun Terkhir
No. Tahun Judul penelitian Pendanaan
Sumber * Jml (Juta Rp) 1 2020 Pemanfaatan Biogas Limbah
Cair Tepung Tapioka sebagai Bahan Bakar Pengering Hibrid
DIPA UNILA 35
2 2020 Memeperpanjang Umur Simpan Sayuran dengan Menggunakan Cairan Nutrisi
DIPA FP Unila
7,5
3 2019 Desain dan Uji Kinerja Gergaji Tangkai Panjang
DIPA FP Unila
7,5 4 2017 Mikroenkapsulasi Multilayer
Berbahan Isolat Protein Kedelai Lokal dengan Metode Layer by Layer
Penelitian Disertasi Doktor DIKTI
55
5 2016 Beras Analog Berbahan Baku Tepung Ubi Kayu yang
Diperkaya dengan Protein Ikan Sebagai Sumber Pangan Alternatif (Tahun ke-3)
Hibah Bersaing
50
6 2015 Beras Analog Berbahan Baku Tepung Ubi Kayu yang
Diperkaya dengan Protein Ikan Sebagai Sumber Pangan Alternatif (Tahun ke-2)
Hibah Bersaing
55
D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul Pengabdian Pendanaan
Sumber * Jml (Juta Rp) 1 2020 Memperkenalkan Sistem Jaringan
Irigasi Terkendali pada Anak Sekolah Dasar
Dipa FP Unila 5
2019 Program Early Agroeducation dan Agrotourism bagi Siswa Sekolah Dasar pada Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian Unila
Dipa FP Unila 5
2 2019 Pelatihan Peningkatan Mutu Kakao dengan Perbaikan Pengeringan dan Fermentasi pada Kelompok Tani Karya Subur
Dipa FP Unila 5
3 2015 IbM Kelompok Usaha Kakao IbM- Dikti 49
E. Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal dalam 5 Tahun Terakhir
No Judul artikel ilmiah Nama jurnal Volume/Nomor/
Tahun 1
Measurement Method of Nanofibrils Length
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
2021
537 (1), 012033 2
Telescopic Saw For Pruning
International Journal of Scientific &
Technology Research
2021 10(1)
3
Measurement Method of Nanofibrils Length
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
2020
537 (1), 012033 4
Design of Palm Seeds Sorting Machine
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
2020
537 (1), 012032 5 Efficacy Dietary Supplementation of Banana
Peel Meal on Growth and Cannibalism level of Giant Freshwater Prawn (Macrobranchium rosenbergii)
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
2020
537 (1), 012037 6
Portable Water Bath to Support Nanofibrils Processing
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science
2019
355 (1), 012086 7 Preparation of Multi-layered Microcapsules
from Nanofibrils of Soy Protein Isolate using Layer-by-Layer Adsorption Method
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science)
2018 147 (1) 8 Flow Behavior of Isolate Protein from
Soybeans var. Grobogan and Whey Protein Isolate at Acidic Condition under Various Heating Times
Jurnal Keteknikan Pertanian
2018
Vol. No 2 No 6/2018 9 Characterisation of nanofibrils from soy
proteina nd their potential applications for food thickener
and building blocks of microcapsules
International Journal of Food Properties
2017
Vol.20 No. Sup.1 10 Perbaikan Proses Pengeringan Kakao di Desa
Sungai Langka Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran
Jurnal Sakai
Sambayan Vol. 1 No 1/2017
F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir
No Nama Pertemuan Ilmiah / Seminar
Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat 1 The 2nd International Conference
on Sustainable Agriculture for Rural Development (2nd ICSARD)
The thickness of the microcapsule layers of the SPI nanofibrils
20 Oktober 2020 Purwokerto 2 International Conference on
Science, Infrastructure Technology and Regional Development (ICoSITeR) 2020
Temperature and Heating Time of Forming Process of Nanofibrils of Whey Protein Isolate
23-24
Oktober 2020
3 INTERNATIONAL CONFERENCE ON SUSTAINABLE AGRICULTURE AND BIOSYSTEM 2020
Biogas
Hybrid Dryer of Liquid Tapioca Waste
25 November 2020
Padang
4 International Conference on Science, Infrastructure Technology and Regional Development (ICoSITeR) 2020
Measurement Method of Nanofibrils Length
25-26
Oktober 2019 Lampung Selatan 5 The 3rd International Symposium
on Agricultural and Biosystem Engineering
Portable Water Bath to Support NanofibrilsProcessing
6-8 Agustus 2019 Makassar 6 IC-GU 12 UGSAS-GU : 6th
International Workshop on Crop Production and Productivity Under Global Climate Change
Multi-layered Microcapsules of Biopesticides to Support Sustainable Agriculture
3-4 Desember 2018
Bandar Lampung 7 ISAE Lampung International
Seminar
Flow Behavior of Nanofibrils From Soy Protein IsolateVar. Grobogan and Whey Protein Isolate
10-12 Agustus
2017 Bandar Lampung
G. Karya Buku dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul buku Jumlah halaman Penerbit
1 2020 Ergonomika 89 Pusaka Media
2 2019 Aplikasi Ultrasonik untuk Mendeteksi Kerusakan Mangga Arumanis Akibat Lalat Buah
74 Graha Ilmu
H. Perolehan HKI dalam 5–10 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul/tema HKI Jenis Nomor P/ID
1 2020 Aplikasi Ultrasonik untuk Mendeteksi Kerusakan Mangga Arumanis Akibat Lalat Buah
Hak Cipta EC00202011174
2 2018 ALAT PENDETEKSI NANOFIBRIL
MENGGUNAKAN FILM POLARISASI
Paten Sederhana
S00201810999
I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul/Tema/Jenis Rekayasa sosial lainnya yang telah diterapkan
Tempat penerapan
Respons masyarakat
J. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)
No. Jenis Penghargaan Institusi Pemberi
Penghargaan
Tahun
1 Best Presenter INTERNATIONAL
CONFERENCE ON SUSTAINABLE AGRICULTURE AND BIOSYSTEM 2020
2020
2 Dosen Terbaik Bidang Sain Universitas Lampung 2019
3 107 Inovasi Nasional BIC- LIPI 2015
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Bandar Lampung, 2 Juni 2021
Dr. Ir. Warji, S.TP., M.Si NIP 197801022003121001
BIODATA DATA ANGGOTA PENGUSUL
Data Diri a. Nama
b. Jenis kelamin c. Tempat/tanggal lahir d. Pangkat/Gol/NIP e. Jabatan
f. Bidang Ilmu g. Instansi
h. Alamat rumah
i. Telepon HP j. E-mail
Ir. Oktafri, M.Si Laki-laki
Painan (Sumbar)/22 Oktober 1964 Penata/III-c/196410221989031004 Lektor
Teknik Tanah dan Air Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Komplek Pelopor, Gg Permata no A-46 Jl. Hayam Wuruk, Kedamaian
Bandar Lampung 08117230193
[email protected] Pendidikan
a. Serjana Teknologi Pertanian (S-1), Program Studi (PS) Keteknikan Pertanian, Bidang Kajian Utama (Major) Teknik Tanah dan Air, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), tahun 1988.
b. Magister Sains (S-2), Bidang Kajian Utama Teknik Tanah dan Air, PS Keteknikan Pertanian, IPB, tahun 1994.
Pekerjaan
a. Dosen Tetap di Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, tahun 1989 – sekarang
b. Peneliti di Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, tahun 1989 – sekarang
Pengalaman Penelitian
a. Aplikasi Model Simulasi Monter Carlo untuk menduga debit aliran sungai.
Dipublikasikan pada Buletin Keteknikan Pertanian IPB Bogor, tahun 2001 (Terakreditasi A)
b. Evaluasi kinerja Jaringan Irigasi tingkat Tersier di Ranting Dinas Pengairan Argoguruh Kabupaten Lampung Tengah. Tahun 2005 (tidak dipublikasikan)
c. Analisis hubungan debit dan kehilangan air pada Saluran Irigasi Tersier di Daerah Irigasi Punggur Utara, Ranting Dinas Pengairan Punggur, Lampung Utara. Tahun 2006 (tidak dipublikasikan)
d. Evaluasi Model Cropwat untuk pendugaan kebutuhan air tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr). Tahun 2007 (tidak dipublikasikan)
e. Pengaruh penggunaan sekam padi, serbuk gergaji, dan sabut kelapa pada media pasir terhadap karakteristik fisik media tanam dan produksi tanaman Bayam (Amaranthus Spp.). Tahun 2008 (tidak dipublikasikan)
f. Analisis banjir DAS Way Belau Kuripan Kota Bandar Lampung berdasarkan data curah hujan maksimum tahunan. Tahun 2008 (tidak dipublikasikan)
g. Analisis muatan suspense DAS Way Belau Kuripan Kota Bandar Lampung. Tahun 2008 (tidak dipublikasikan)
h. Model simulation of “sawah-kolam” system for rainwater harvesting to support rainfed paddy production. Tahun 2010 (Jurnal Tanah Tropika – Journal of Tropical Soils) i. Optimasi pemanfaatan air hujan melalui simulasi untuk budidaya padi tadah hujan di
Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Tahun 2010 (tidak dipublikasikan)
j. Kajian karakteristik dan kualitas air tanah bebas (unconfined) wilayah Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung. Tahun 2010 (tidak dipublikasikan)
k. Simulasi kebutuhan air padi sawah tadah hujan dengan System of Rice Intensification (SRI) organik. Tahun 2011
l. Pengaruh rekayasa embung terhadap pengendalian aliran permukaan dan resapan airtanah di Wilayah IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Tahun 2011 (tidak dipublikasikan)
m. Rancang bangun sistem irigasi tetes sederhana dengan emitter jenis line sources. Tahun 2011 (tidak dipublikasikan)
n. Analisis neraca air budidaya tanaman Kedelai (Glycine max (L)) pada lahan kering.
Tahun 2012 (tidak dipublikasikan)
o. Analysis of Soil Water Distribution by Low-Pressure Drip Irrigation. Tahun 2012 (Jurnal Teknik Pertanian Lampung)
p. Evaluasi kinerja jaringan irigasi tingkat tersier Daerah Irigasi Sekampung Batanghari Unit Pelaksana Teknis Pengairan Kota Metro. Tahun 2013 (tidak dipublikasikan) q. Pengujian Pupuk Organonitrofos terhadap Respon Tanaman Tomat Rampai
(Lycopersicon pimpinellifolium) dalam Pot. Tahun 2013 (Jurnal Teknik Pertanian Lampung)
r. Aplikasi teknologi Irigasi Sprinkler di kelompok Tani Sayur Desa Margalestari Lampung Selatan. Tahun 2015 (Jurnal Teknik Pertanian Lampung).
s. Aplikasi Hidroton yang terbuat dari Campuran Tanah Bertekstur Liat dan Padatan Digestate sebagai Media Tanam pada Pertanian Hidroponik. 2015 (Prosiding Seminar Nasional PERTETA – Palembang)
t. The Use of Solid Digestate as Pak Choi (Brassica rapa L.) Growing Media with Subsurface Irrigation System. Tahun 2016 (Seminar Nasional Polinela – Bandar Lampung)
u. Rancang Bangun Rumah Tanaman (Greenhouse) Sistem Knockdown. Tahun 2016 (Seminar Nasional PERTETA – Padang)
v. Unjuk Kerja Mesin Pemotong Padi (Paddy Mower) saat Pemanenan Padi (Oryza sativa L.) di lahan Basah. Tahun 2018 (Jurnal Teknik Pertanian Lampung)
w. Pengembangan Alat Penebar Pakan Ikan dengan Menggunakan Gaya Sentrifugal. Tahun 2018 (Prosiding Seminar Nasional PERTETA – Yogyakarta)
x. Pengaruh Komposisi Substrat Campuran Kotoran Sapi dan Jerami Padi terhadap Produktivitas Biogas pada Digester Semi Kontinyu. 2019 (Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem)
Bandar Lampung, 5 Juni 2021
Ir. Oktafri, M.Si NIP: 196410221989031004