i
PROPOSAL
PENELITIAN TERAPAN UNIVERSITAS LAMPUNG
PEMBERIAN BAKTERI AKTINOMISETES
DAN Serratia marcescens Strain MBC1 SEBAGAI Plant Growth-Promoting PADA PERTUMBUAN Lactuca sativa SECARA HIDROPONIK MENGGUNAKAN AIR
PAYAU
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG
2021
i
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM
2. Tim peneliti
3. Objek Penelitian (jenis material yang akan diteliti dan segi penelitian):
Jenis material yang digunakan pada peletian ini adalah bakteri aktinomisetes dan Serratia sp. IAA diproduksi dan dikarakterisasi menggunakan HPLC dan KLT. Pengaruh pertumbuhan IAA diamati menggunakan kultur hidroponik media air payau pada tanaman selada.
4. Masa Pelaksanaan
Mulai : bulan: April tahun 2021 Berakhir : bulan: September tahun 2021 5. Usulan Biaya : Rp15.000.000.-
6. Lokasi Penelitian
Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi, Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA Unila, UPT Lab Terpadu dan Sentra Inovasi Teknologi (LTSIT) Unila.
7. Instansi lain yang terlibat
8. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu
Produksi IAA oleh mikroorganisme merupakan bentuk hormon eksogen bagi tanaman. Mikroba dapat membantu tanaman bertahan dari kondidi lingkungan ekstrem termasuk kadar garam. Produksi IAA dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman selada pada air payau diharapkan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dalam jurnal internasional bereputasi.
9. Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran untuk setiap penerima hibah
a. Biocatalysis and Agricultural Biotechnology (Scopus Q2) by Elsevier Bv.
b. Journal of Microbiological Methods (Scopus Q3) by Elsevier Bv.
c. Biodiversitas, Journal of Biological Diversity (Scopus Q3) by Society for Indonesian Biodiversity
d. Walailak Journal of Science and Technology (Scopus Q3) by The College of Grad.
Studies of Walailak University
1. Judul Penelitian : PEMBERIAN BAKTERI AKTINOMISETES
DAN Serratia marcescens Strain MBC1 SEBAGAI Plant Growth-Promoting PADA PERTUMBUAN Lactuca sativa SECARA HIDROPONIK
MENGGUNAKAN AIR PAYAU
No Nama Jabatan Bidang keahlian Alokasi waktu
(jam/minggu) 1 Achmad Arifiyanto, S.Si., M.Si. Ketua Mikrobiologi;
Aktinomisetes
15 jam/minggu 2 Hapin Afriyani, S.Si., M.Si. Anggota Kimia; Kimia
organik
15 jam/minggu
ii
DAFTAR ISI
RINGKASAN ... 1
BAB 1. PENDAHULUAN ... 2
1.1 Latar belakang dan Permasalahan ... 2
1.2 Tujuan Khusus dan Urgensi Penelitian ... 2
1.3 Spesifikasi khusus ... 2
BAB 1I. TINJAUAN PUSTAKA ... 3
2.1 Rhizobakteria pemacu pertumbuhan tanaman ... 3
2.1.1 Aktinomisetes ... 3
2.1.2 Serratia marcescens ... 3
2.1.3 Kultur hidroponik selada ... 3
BAB 3. METODE PENELITIAN ... 5
3.1 Kultur produksi ... 5
3.2 Penapisan dan produksi IAA ... 5
3.3 Ekstraksi dan pemurnian IAA ... 5
3.4 Evaluasi penambahan inokulum bakteri pada kultur selada secara hidroponik ... 6
BAB 4. RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN ...Error! Bookmark not defined. 4.1 Anggaran Biaya ... Error! Bookmark not defined. 4.2 Jadwal Penelitian ... Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA ... 9
LAMPIRAN ... 11
1
RINGKASAN
Latar belakang: Zat pengatur tumbuh tanaman berperan penting dalam mengontrol proses biologi dalam jaringan tanaman. Proses pembentukan organ seperti tunas atau akar merupakan interaksi antara zat pengatur tumbuh eksogen dari lingkungan dengan zat pengatur tumbuh endogen yang diproduksi oleh jaringan tanaman. Secara alamiah zat pengatur tumbuh eksogen seringkali dihasilkan oleh mikroba yang berasosiasi dengan tanaman tersebut, salah satunya auksin. Indole-3- acetic acid (IAA) merupakan salah satu turunan auksin. Tujuan: Penelitian ini berfokus pada produksi IAA dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman selada (Lactuca sativa). Metode: Agensia hayati yang dipakai terdiri atas Streptomyces hygroscopicus GGF4-i18, Streptomyces sp AB8, Micrococcus luteus, Serratia marcescens MBC1 dan Streptomyces hygroscopicus subsp.
Jinggangensis InaCC A497. IAA diproduksi menggunakan prekursor 1.0% L-tryptophan.
Pengaruh IAA dibuktikan dengan menginokulasikan bakteri pada tanaman Lactuca sativa (selada) secara hidroponik. Metode kultur hidroponik yang dipilih yaitu NFT (Nutrient Film Technique). IAA dikarakterisasi menggunakan HPLC dan kromatografi lapis tipis. TKT:
Target khusus yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni mendemonstrasikan penggunaan kandidat produsen IAA guna meningkatkan pertumbuhan tanaman selada pada cekaman kadar garam menggunakan kultur hidroponik. Luaran: Hasil penelitian akan dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi disertai draf paten sederhana.
Kata kunci: Aktinomisetes, Serratia, IAA, selada, air payau.
2 BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang dan Permasalahan
Selada (Lactuca sativa L.) merupakan jenis sayuran yang digemari masyarakat Indonesia. Ia juga kaya akan antioksidan, potassium, folat, dan karoten. Ia dapat membantu pembentukan sel darah putih dan sel darah merah dalam susunan sumsum tulang, mengurangi resiko kanker, tumor dan penyakit katarak, membantu kerja pencernaan dan organ-organ di sekitar hati serta menghilangkan gangguan anemia 1.
Gejala fitopatogenik seperti stunting percabangan akar, epinasty daun, hingga ketidakseimbangan hormon mempengaruhi hasil tanaman di bidang pertanian baik dari segi kualitas maupun jumlah 2. Perawatan ekstensif diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hidroponik pada selada merupakan salah satunya. Metode ini menggunakan air yang dilarutkan nutrisi di dalamnya sebagai media tumbuh tanaman untuk menggantikan tanah 3.
Bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan merupakan penghasil senyawa bioaktif. Mereka menghasilkan fitohormon eksogen yang meningkatkan pertumbuhan dan metabolisme dalam kondisi stres 4. Sejumlah stres tersebut di antaranya kekeringan, salinitas, dan kontaminasi tanah oleh minyak bumi 5.
Indole-3- acetic acid (IAA) merupakan fitohormon auksin utama yang lumrah dieksploitasi.
Mikroba penghasil IAA di antaranya Serratia marcescens 6, Micrococcus yunnanensis 7, Micrococcus luteus 8, dan Streptomyces sp., 9. Mikroba jenis ini dilaporkan toleran terhadap air payau. Air payau dianggap menjanjikan karena perkembangan populasi manusia dan perubahan iklim turut mengurangi suplai air tanah 10.
1.2 Tujuan Khusus dan Urgensi Penelitian
Berdasarkan uraian tersebut belum peneliti bermaksud membandingkan kemampuan produksi IAA oleh aktinomisetes dan Serratia sp., dalam mengendalikan cekaman salinitas pada selada yang dikultur secara hidroponik.
1.3 Spesifikasi khusus
Menerapkan penambahan mikroba penghasil IAA guna memacu pertumbuhan selada pada media mengandung air payau secara hidroponik.
3 BAB 1I. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Rhizobakteria pemacu pertumbuhan tanaman
Rizomikrobioma memainkan peran kunci dalam akuisisi dan asimilasi hara, memperbaiki tekstur tanah, mensekresi, dan memodulasi molekul ekstraseluler seperti hormon, metabolit sekunder, antibiotik, dan pelbagai senyawa sinyal, semuanya mengarah pada peningkatan pertumbuhan tanaman. Mikroba dan senyawa yang mereka keluarkan merupakan biostimulan yang berharga dan memainkan peran penting dalam mengatur respons stres tanaman.
Penelitian telah menunjukkan bahwa inokulasi tanaman dengan rhizobakteria pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR) dapat menjadi strategi yang efektif untuk merangsang pertumbuhan tanaman 11. Pemberian rizomikrobioma penghasil IAA dilaporkan berpengaruh terhadap jumlah akar lateral 12.
2.1.1 Aktinomisetes
Aktinomisetes merupakan satu dari sekian banyak rizomikrobioma Gram positif. Mereka dikenal akan kemampuannya sebagai produsen senyawa bioaktif. Cekaman pH, salinitas, dan logam berat tidak terlalu berpengaruh karena aktinomisetes banyak digunakan justru untuk meremidiasi tanah kritis. Keberadaan spora memungkinkan aktinomisetes bertahan dalam jumlah yang cukup meski lingkungan berada dalam kondisi lingkungan yang kering 13. Beberapa bakteri anggota ordo aktinomisetales penghasil IAA di antaranya Streptomyces nobilis WA-3, Streptomyces kunmingenesis WC-3, dan Streptomyces enissocaesilis TA-3 14. Sementara itu, Micrococcus yunnanensis RWL-2, dan Micrococcus luteus RWL-3 juga mampu menghasilkan IAA 15.
2.1.2 Serratia marcescens
Rizomikrobioma Gram negatif penghasil IAA salah satunya ialah Serratia sp. Serratia adalah bakteri gram negatif famili Enterobacteriaceae. Mereka hidup di air, tanah, permukaan daun, tubuh serangga, hewan dan manusia 16. Serratia marcescens MBC1 mampu menghambat pertumbuhan Rigidoporus sp penyebab penyakit jamur akar putih (JAP) pada tanaman karet
17. Serratia sp dilaporkan mampu menghasilkan IAA hingga 123.2 mg/mL setelah 144 jam inkubasi 6.
2.1.3 Kultur hidroponik selada
Setiap 100 g berat basah selada mengandung 1.2 g protein, 0.2 g lemak, 22.0 mg Ca, 25.0 mg Fe, 162 mg vitamin A, 0.04 mg vitamin B, serta 8.0 mg vitamin C. Metode hidroponik NFT
4
(Nutrient Film Technique) sering digunakan untuk budidaya selada. Teknik ini merupakan model budidaya hidroponik dengan meletakkan akar pada lapisan air yang dangkal menggunakan talang. Air tersebut mengandung nutrisi sesuai kebutuhan tanaman dan disirkulasikan secara terus-menerus 3. Penelitian mengenai skrining dan potensi aktinomisetes telah dilakukan sejak tahun 2018 melanjutkan penelitian bidang penulis dengan biaya mandiri. Road Map (Peta Jalan) dan luaran penelitian yang telah dan akan dilakukan dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Peta jalan penelitian koleksi strain aktinomisetes 2018-2020
-Eksplorasi aktinomisetes -Eksplorasi bakteri berpigmen
-Identifikasi strain menggunakan 16S rRNA Output
-Aktivitas enzim hidrolitik- -Jenis bakteri berpigmen terdaftar Genebank -Skripsi 3 mahasiswa -Artikel terbit pada jurnal Biocatalysis and
Agricultural Biotechnology (Scopus Q2)
2020-2022 -Identifikasi metabolit antimalaria -Aplikasi IAA -Dekolorisasi oleh isolat aktinomisetes dan kapang
Output
-Jenis dan struktur senyawa antimalaria -Artikel terbit pada jurnal Biodiversitas Journal of
Biological Diversity (Scopus Q3)/ hibah PDP 2019-2020 -Artikel diterima pada jurnal Biocatalysis and Agricultural Biotechnology (Scopus Q2)
2022-2024
-Prebiotik: XOS dan FOS -Formulasi metabolit antimalaria Output
- Jenis dan struktur senyawa aktif pada pigmen
-Tepung prebiotik -Formula antimalaria -HAKI Strain aktinomisetes agen bioremediasi
5 BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1 Kultur produksi
Streptomyces sp. strain AB8 diremajakan pada media yeast starch agar (YSA). Serratia marcescens strain MBC1 diperbanyak menggunakan media tryptone soy agar (TSA).
Micrococcus luteus dan Streptomyces hygroscopicus strain GGF4-i18 ditanam menggunakan media Sodium Agar (NA). Streptomyces hygroscopicus subsp. Jinggangensis InaCC A497 ditumbuhkan di media ISP4 (International Streptomyces Project). Satu koloni loop diambil dan diinokulasi ke dalam media cawan agar. Bakteri diinkubasi pada suhu 37o C selama 3 hari, kecuali aktinomiset yang diinkubasi selama 7 hari.
3.2 Penapisan dan produksi IAA
Media fermentasi yang digunakan adalah media Gause. Komposisinya terdiri dari pati larut, KNO3, NaCl, MgSO4.7H2O, K 2 HPO4, FeSO4. 7H2O, dan aquades 18. Satu loop inokulum bakteri ditambahkan ke 100 mL medium Gause, dengan suplementasi L-triptofan sebagai prekursor. Media Gause tanpa triptofan digunakan sebagai kontrol. Fermentasi dilakukan dalam kondisi gelap dengan kecepatan 150 rpm pada suhu ruang 19. Pertumbuhan bakteri diamati setiap hari selama 8 hari yang diukur menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm.
Pengamatan dilakukan dua kali (pagi dan sore) dengan pengukuran triplicate sampling.
Metabolit dipisahkan dari kultur menggunakan sentrifugasi dengan kecepatan 6000 rpm, selama 10 menit.
Sebanyak 1 ml supernatan dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan ditambahkan 4 mL pereaksi Salkowski, serta diinkubasi selama 60 menit dalam kondisi gelap. Perubahan warna diamati dan penyerapannya diukur pada panjang gelombang 530 nm 9. Hari pertama fermentasi dihitung sebagai hari ke-0.
3.3 Ekstraksi dan pemurnian IAA
Sel bakteri diinokulasi menggunakan media kultur IAA. Kultur diinkubasi dalam medium No. 1 Gause yang dioptimalkan pada suhu 28° C dengan pengocokan pada 200 rpm selama 6 hari.
Kaldu fermentasi disaring menggunakan kertas saring Whatman No.1 dan filtrat kultur diatur hingga pH 9 dengan NaOH 1 M untuk menjaga IAA terionisasi dan lebih polar. Filtrat dipartisi
6
menggunakan 100% etil asetat dan fase organik atas dipulihkan. PH diturunkan menjadi 3 dengan asam asetat pekat untuk mempertahankan IAA dalam pelarut, dan sampel diuapkan sampai kering. Senyawa kering dilarutkan dalam 3 mL metanol analitik dan digunakan untuk analisis KLT dan HPLC. Standar IAA dibuat pada konsentrasi 500 ppm. Standar IAA dan sampel ekstraksi terlihat pada pelat G silika gel yang didukung aluminium dan KLT dilakukan dengan fase gerak butanone: etil asetat: etanol: air (3: 5: 1: 1, v / v / v / v) 18. Pelat KLT dikeringkan dan bintik-bintik diamati di bawah sinar UV pada 256 nm.
3.4 Evaluasi penambahan inokulum bakteri pada kultur selada secara hidroponik
Bakteri diinkubasi pada media Gause No.1 selama 6 hari (sekitar 5.6 × 106 CFU/mL). Inokulum disiapkan sebesar 10 % dari kapasitas tanki media nutrisi hidroponik. Kultur hidroponik yang dipilih ialah jenis NFT. Alat instalasi hidroponik NFT yang dibuat sebanyak 5 masing-masing alat digunakan untuk 2 perlakuan kombinasi, 5 kontrol postif, dan 1 kontrol negatif. Dalam 1 alat menggunakan talang sepanjang 2 m dengan jarak tanam tanaman masingmasing 20 cm sehingga dalam 1 alat instalasi terdapat 10 tanaman. Media tanam yang digunakan yaitu rockwool berukuran 23.5 cm x 9 cm x 3.5 cm dipotong menjadi 3 cm x 2 cm x 3 cm dan dilubangi.
Kemudian benih selada (3-4 cm) diletakkan pada media tanam. Diagram alir metode penelitian dapat dilihat pada gambar 2.
7
Diagram Alir Penelitian
Input Tahapan Ouput tahapan
*Keterangan bagan
Gambar 2 Diagram alir penelitian Isolasi bakteri
Kultur produksi
Penapisan dan produksi IAA
Ekstraksi dan pemurnian IAA
Evaluasi penambahan inokulum bakteri pada kultur selada secara
hidroponik
Isolat penghasil IAA
Pendahuluan selesai dikerjakan Belum dikerjakan
Kadar IAA yang dihasilkan/ isolat Kombinasi terbaik perlakuan
Peningkatan
pertumbuhan selada
Laporan hasil Penyusunan laporan
Naskah HAKI Manuskrip publikasi
Indikator capaian Luaran Achmad Arifiyanto
Achmad Arifiyanto
Hapin Afriyani
Hapin Afriyani
Hapin Afriyani Achmad Arifiyanto
Seluruh tim
8
BAB 4. RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN 4.1 Anggaran Biaya
No. Komponen Biaya Jumlah (Rp)
1 Pengadaan alat dan bahan penelitian 22.000.000,-
2 Biaya Perjalanan penelitian 1.000.000,-
3 Alat tulis kantor/bahan habis pakai 1.500.000,-
4 Laporan/Diseminasi/Publikasi 10.500.000,-
Total Rp. 35.000.000,-
4.2 Jadwal Penelitian
No Kegiatan
Bulan 1 2 3 4 5 6 1 Kultur produksi
2 Penapisan dan produksi IAA 3 Ekstraksi dan pemurnian IAA 4
Evaluasi penambahan inokulum bakteri pada kultur selada secara hidroponik
5 Publikasi 6 Laporan
9 DAFTAR PUSTAKA
1. Wardhana, I., Hasbi, H. & Wijaya, I. Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca savita L.) pada Pemberian Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Interval Waktu Aplikasi Pupuk Cair Super Bionik. Agritop J. Ilmu-ilmu Pertan. 165–
185 (2016).
2. Martins, P. M. M., Merfa, M. V., Takita, M. A. & De Souza, A. A. Persistence in phytopathogenic bacteria: Do we know enough? Front. Microbiol. 9, 1–14 (2018).
3. Hakim, M. A. R., Sumarsono, S. & Sutarno, S. Pertumbuhan dan produksi dua varietas selada (Lactuca sativa l.) pada berbagai tingkat naungan dengan metode hidroponik. J.
Agro Complex 3, 15 (2019).
4. Egamberdieva, D., Wirth, S. J., Alqarawi, A. A., Abd-Allah, E. F. & Hashem, A.
Phytohormones and beneficial microbes: Essential components for plants to balance stress and fitness. Front. Microbiol. 8, 1–14 (2017).
5. Kudoyarova, G. et al. Phytohormone Mediation of Interactions Between Plants and Non-Symbiotic Growth Promoting Bacteria Under Edaphic Stresses. Front. Plant Sci.
10, 1–11 (2019).
6. Devi, K. A., Pandey, P. & Sharma, G. D. Plant Growth-Promoting Endophyte Serratia marcescens AL2-16 Enhances the Growth of Achyranthes aspera L., a Medicinal Plant. HAYATI J. Biosci. 23, 173–180 (2016).
7. Dar, G. H., Sofi, S., Padder, S. A. & Kabli, A. Molecular characterization of
rhizobacteria isolated from walnut (Juglans regia) rhizosphere in Western Himalayas and assessment of their plant growth promoting activities. Biodiversitas 19, 632–639 (2018).
8. Namwongsa, J. et al. Endophytic Bacteria Improve Root Traits, Biomass and Yield of Helianthus tuberosus L. Under normal and deficit water conditions. J. Microbiol.
Biotechnol. 29, 1777–1789 (2019).
9. De Fretes, C. E., Sembiring, L. & Purwestri, Y. A. Characterization of Streptomyces spp. Producing Indole-3-acetic acid as Biostimulant Agent. Indones. J. Biotechnol. 18, 83 (2015).
10
10. Mathew, B. T. et al. Halotolerant Marine Rhizosphere-Competent Actinobacteria Promote Salicornia bigelovii Growth and Seed Production Using Seawater Irrigation.
Front. Microbiol. 11, (2020).
11. Backer, R. et al. Plant growth-promoting rhizobacteria: Context, mechanisms of action, and roadmap to commercialization of biostimulants for sustainable agriculture.
Front. Plant Sci. 871, 1–17 (2018).
12. Herlina, L., Pukan, K. K. & Mustikaningtyas, D. Kajian Bakteri Endofit Penghasil Iaa (Indole Acetic Acid) Untuk Pertumbuhan Tanaman. Sainteknol 14, 51–58 (2016).
13. Nurkanto A. Identifikasi Aktinomisetes Tanah Hutan Pasca Kebakaran Bukit Bangkirai Kalimantan Timur dan Potensinya Sebagai Pendegradasi Selulosa dan Pelarut Fosfat. Biodiversitas 8, 314–319 (2007).
14. Anwar, S., Ali, B. & Sajid, I. Screening of rhizospheric actinomycetes for various in- vitro and in-vivo plant growth promoting (PGP) traits and for agroactive compounds.
Front. Microbiol. 7, 1–11 (2016).
15. Shahzad, R. et al. Indoleacetic acid production and plant growth promoting potential of bacterial endophytes isolated from rice (Oryza sativa L.) seeds. Acta Biol. Hung. 68, 175–186 (2017).
16. Dalimunthe, C. I., Dahlan, A. & Tistama, R. The potential of bacteria Serratia sp. as a biological control of white root rot disease (Rigidoporus microporus). J. Agro Estate 3, 35–46 (2019).
17. Arifiyanto, A., Afriani, H., Putri, M. H., Damayanti, B. & Riyanto, C. L. R. The biological prospective of red-pigmented bacteria cultured from contaminated agar media. Biodiversitas, J. Biol. Divers. 22, 1152–1159 (2021).
18. Myo, E. M. et al. Indole-3-acetic acid production by Streptomyces fradiae NKZ-259 and its formulation to enhance plant growth. BMC Microbiol. 19, 1–14 (2019).
19. Lin, Y. B. et al. Streptomyces shaanxiensis sp. nov., a blue pigment-producing
streptomycete from sewage irrigation soil. Int. J. Syst. Evol. Microbiol. 62, 1725–1730 (2012).
11 LAMPIRAN
JUSTIFIKASI ANGGARAN
Sebagaian besar dari anggaran yang diajukan dalam peneltian ini digunakan untuk pembelian bahan kimia, bahan habis pakai, dan peralatan penunjang penelitian. Biaya perjalanan digunakan untuk akomodasi pengujian sampel, dan biaya journal submission untuk mempublikasikan hasil penelitian.
1. Pengadaan alat dan bahan
Nama alat Volume Satuan Jumlah (Rp) Keterangan
Etanol teknis 20 L Rp25,000 Rp500,000 Pelarut & Pereaksi Etil asetat teknis 20 L Rp25,000 Rp500,000 Pelarut & Pereaksi Metanol teknis 20 L Rp25,000 Rp500,000 Pelarut & Pereaksi Plat KLT 10 buah Rp150,000 Rp1,500,000 Kromatografi Lapis
Tipis
IAA standard 10 G 1 kit Rp1,500,000 Rp1,500,000 Pelarut & Pereaksi Starch Casein Agar 500 g Rp9,000 Rp4,500,000 Media pertumbuhan Hand salino
refraktometer
1 unit Rp500,000 Rp500,000 Alat ukur kadar garam Diklorometan 2 L Rp725,000 Rp1,450,000 Pelarut & Pereaksi L-Triptofan 500 g Rp2,000 Rp1,000,000 Prekursor
ABTS 1 kit Rp9,550,000 Rp9,550,000 Pelarut & Pereaksi
TOTAL 1 Rp21,500,000
2. Biaya perjalanan
Tujuan Volume Satuan Total (Rp) Keterangan
Bandar Lampung – dan sekitarnya (PP)
2 orang Rp500,000 Rp1,000,000 Pembelian instrument perakitan hidroponik
TOTAL 2 Rp1,000,000
3. ATK/ BHP
Jenis Pengeluaran Volume Satuan Total (Rp) Keterangan Pembuatan Laporan
dan Makalah
6x Rp250,000 Rp1,500,000 Fotocopy, jilid dan kertas
Tinta komputer 1 set Rp500,000 Rp500,000 Card ridge
TOTAL 3 Rp2,000,000
4. Laporan /Diseminasi/Publikasi
Jenis Pengeluaran Volume Satuan Total (Rp) Keterangan
Publikasi 1 Rp10,500,000 Rp10,500,000
TOTAL 4 Rp10,500,000
TOTAL 1+2+3+4 Rp35,000,000
(Tiga puluh lima juta rupiah)
12
LAMAN PROFIL TIM PENELITI
13
BIODATA KETUA PENELITI A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Achmad Arifiyanto, S.Si., M.Si.
2 Jenis Kelamin Laki-laki
3 Jabatan Fungsional Asisten ahli
4 Jabatan Struktural -
5 NIP/NIK/Identitas lainnya 199011302019031013
6 NIDN 0030119003
7 Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo 30 November 1990
8 Alamat Rumah Puri MutiaraBlok L No. 1Gedong Meneng- RajabasaBandarlampung, 35144
9 Nomor Telepon/HP HP 081252496386
10 Alamat Kantor Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35145
11 Nomor Telepon/Faks 0721-704625
12 Alamat E-mail [email protected] [email protected] 13 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = 0 orang, S-2 = 0 orang
Mata Kuliah
1 Mikrobiologi Umum 2 Mikrobiologi Tanah 3 Fisiologi Mikroba
4 Mikrobiologi Pangan dan Industri
B. Riwayat Pendidikan
Strata S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS)
Universitas Airlangga Surabaya
- Bidang Ilmu Biologi/ Mikrobiologi Biologi/ Mikrobiologi - Tahun Masuk-
Lulus
2009 - 2013 2015 - 2018 -
Judul
Skripsi/Thesis/
Disertasi
Bioakumulasi logam Timbal (Pb) pada Genera Bacillus
Isolasi Aktinomycetes dari Rizosfer di Kawasan Lumpur Sidoarjo dan Aktivitas dari Biosurfaktan yang Dihasilkan
-
Nama
Pembimbing/
Promotor
Dr. rer.nat. Maya Shovitri Dr. Ni’matuzahro -
C. Publikasi Dalam 5 Tahun Terakhir No Tahun Judul Penelitian
Publikasi
Jurnal/ prosiding Publisher 1 2017 Lead (Pb) bioaccumulation;
genera Bacillus isolate S1 and SS19 as a case study
AIP Conference Proceedings 1854 (1), 020003
AIP
14 2 2017 Manganese (Mn) stress toward
hyperaccumulators plants combination (HPC) using Jatropha curcas and lamtoro gung (L. leucocephala) in mychorrizal addition on soybean …
AIP Conference Proceedings 1854 (1), 020027
AIP
3 2019 Study of Cellulase Activity Produced by Penicillium sp., Aspergillusniger and Trichodermaviride on Imperata cylindrica (L.) Beauv. Enrichment Media
IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 253 (1), 012016
IOP
4 2019 Growth profile of Nannochloropsis sp.
with combination effect of Indole 3- Acetic Acid (IAA) and 6-Benzyl Amino Purine (BAP)
Bioscience Research 16 (3), 2402-2408
WoS
5 2020 Antimicrobial activity of biosurfactants produced by actinomycetes isolated from
rhizosphere of Sidoarjo mud region
Biocatalysis and Agricultural Biotechnology Available online 9 February 2020, 101513
Elsevier Bv (Scopus Q2)
6 2020 Characterization of entomopathogenic fungi as a natural biological control of American cockroaches (Periplaneta americana)
Biodiversitas Journal of Biological Diversity 21 (11)
Scopus Q3
7 2020 Halotolerant Bacillus sp. for Mannan Degradation Isolated from Mangrove Ecosystem at Hanura Beach Lampung
J Pure Appl Microbiol 14 (2), 1237-1244
Scopus Q4
8 2021 Isolation and Characterization of Anoxygenic Photosynthetic Bacteria for Reducing Ammonia and Probiotics Candidate
Asian Journal of Scientific Research 14 (1), 6-12
WoS
9 2021 The biological prospective of red- pigmented bacteria cultured from contaminated agar media
Biodiversitas Journal of Biological Diversity 22 (3)
Scopus Q3
Achmad Arifiyanto, S.Si., M.Si.
NIP 199011302019031013
15
BIODATA ANGGOTA PENELITI A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Hapin Afriyani, S.Si., M.Si.
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Asisten ahli
4 Jabatan Struktural -
5 NIP/NIK/Identitas lainnya 199304062019032016
6 NIDN 2006049301
7 Tempat dan Tanggal Lahir Lampung Selatan, 06April 1993
8 Alamat Rumah Dusun V RT 12/ RW 05 Purwodadi Trimurjo Lampung Tengah 35144
9 Nomor Telepon/HP HP 082279691292
10 Alamat Kantor Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung 35145
11 Nomor Telepon/Faks 0721-704625
12 Alamat E-mail [email protected] 13 Lulusan yang Telah Dihasilkan S-1 = 0 orang, S-2 = 0 orang
Mata Kuliah 1. Kimia Organik I
2. Kimia Organik II
B. Riwayat Pendidikan
Strata S-1 S-2 S-3
Nama Perguruan Tinggi
Universitas Lampung Universitas Lampung -
Bidang Ilmu Kimia/ Kimia Kimia/ Kimia
Anorganik
- Tahun Masuk-
Lulus
2010 - 2014 2014 - 2016 -
Judul
Skripsi/Thesis/
Disertasi
Kajian Aktivitas Antikorosi Senyawa Turunan
Organotimah(IV) 3-
Nitrobenzoat dalam Pelarut DMSO-HCl
Sintesis, Karakterisasi dan Uji Aktivitas Anti Korosi Turunan Senyawa Turunan Organotimah(IV) Hidroksibenzoat dalam Medium Natrium Klorida
-
Nama
Pembimbing/
Promotor
Prof. Dr. Sutopo Hadi, M.Sc.
Prof. Dr. Sutopo Hadi, M.Sc.
-
C. Publikasi Dalam 5 Tahun Terakhir
16 No Tahun Judul Penelitian
Publikasi
Jurnal/ prosiding Publisher 1 2014 Kajian Aktivitas Antikorosi Beberapa
Senyawa Turunan Organotimah (IV) 3-Nitrobenzoat pada Baja Lunak dalam Medium Korosif DMSO-HCl
Journal of Organometallic
Chemistry
Elsevier BV (Scopus Q2)
2 2015 Synthesis and Potency Study of Some Dibutyltin (IV) Dinitrobenzoate Compounds as Corrosion Inhibitor for Mild Steel HRP in DMSO-HCl Solution
Asian Journal of Chemistry 27 (4)
Chemic Publishing Co. (Scopus Q4)
3 2015 The Synthesis, characterization and comparative anticorrosion study of some organotin (IV) 4-
chlorobenzoates
Oriental Journal of Chemistry 31 (4), 2377-2383
Scientific Publishers (Scopus Q4) 4 2017 Studi Perbandingan Sintesis dan
Karakterisasi Dua Senyawa
Organotimah (IV) 3-Hidroksibenzoat
Alkimia 1 (1), 26-31
Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Fatah Palembang (Shinta 4) 5 2021 The biological prospective of red-
pigmented bacteria cultured from contaminated agar media
Biodiversitas Journal of Biological Diversity 22 (3)
Scopus Q3
Hapin Afriyani, S.Si., M.Si.
NIP 199304062019032016